Saat Langit Terbuka Lebar
Apakah kamu pernah merasa lelah karena terus berjuang, namun dunia seolah tetap menutup pintunya untukmu?
Dalam perjalanan ini, saya akhirnya sampai di satu titik di mana saya berhenti melawan. Bukan karena saya menyerah, tapi karena saya mulai belajar memahami bahwa tidak semua pintu memang harus terbuka. Ada momen dalam hidup ketika kegagalan bukanlah akhir, melainkan awal dari sesuatu yang lebih baik yang belum saya mengerti saat itu.
Saya menyadari bahwa ikhtiar bukan tentang hasil semata, melainkan tentang siapa saya menjadi selama prosesnya. Semua rasa sakit, air mata, dan kebingungan—itu semua adalah guru yang diam-diam mengajari saya arti ketabahan dan keikhlasan.
Saya juga mulai melihat bahwa ketika langit tampak gelap, bukan berarti fajar tidak akan datang. Terkadang, kegelapan hanyalah jeda sebelum cahaya baru muncul. Saya mulai menerima bahwa hidup tak selalu berjalan sesuai rencana, dan justru di situlah letak keindahannya.
Seringkali kita mengukur keberhasilan dari hasil, namun lupa bahwa ketenangan dan kedewasaan adalah "buah" paling berharga dari setiap ikhtiar yang tampak gagal. Saat saya berhenti memaksa, saya mulai bisa melihat dunia dari sudut yang lebih luas. Saya tidak kehilangan, saya hanya dialihkan.
Sekarang, saya mengerti bahwa kegagalan hanyalah jalan memutar menuju tempat yang lebih tepat. Dan saya belajar untuk tersenyum, bahkan pada hari-hari ketika rencana saya berantakan.
Kamu mungkin juga pernah mengalami ini. Bagaimana perasaanmu ketika kamu akhirnya bisa berdamai dengan kegagalanmu?
"Kadang, ketika jalan kita buntu, Tuhan hanya ingin kita mengambil jalur lain yang lebih damai."
Bersambung ke seri 8...
No comments:
Post a Comment
leave your comment here!