Follow Us

Sunday, September 20, 2009

Selamat Idul Fitri 1430 H

9/20/2009 05:21:00 AM 0 Comments
Wow! Tak terasa sudah datang Idul Fitri kembali. Masih segar dalam ingatan seolah-olah baru kemarin kurayakan idul fitri bersama keluarga di rumah ini. Hmmm, thx God! Masih bisa kujelang hari kemenangan tahun ini.

Idul fitri berarti hari libur. Hari libur berarti bebas kerja. Meski sebenarnya hari libur tak selalu bermakna bebas kerja untuk instansiku. Tapi untuk libur lebaran ini, suatu perkecualian. Yup! sampai-sampai sudah sekian lama ga posting! Baru hari inilah menyempatkan diri sejenak posting. Yah, sekedar mengucapkan selamat hari raya idul fitri 1430 h mohon maaf lahir dan batin...

Monday, July 6, 2009

I just wanna say THANK YOU!!!

7/06/2009 10:18:00 PM 2 Comments


God, it's me...

Today ada orang2 yg baik menawarkan jasanya buatku... tanpa kuminta... Thx God! This is Your help... Kau tahu bahwa aku sangat kesusahan... dan inilah bentuk pertolongan dariMu melalui mereka. Meskipun pertolongan itu sangat simpel, but itu cukup berarti bagiku... Kau tahu justru inilah permasalahan besarku di sini.

Aku adalah tipikal orang yg sangat enggan bahkan cenderung tidak mau meminta pertolongan orang lain, padahal seringkali aku tahu kalo aku ga sanggup. Akibatnya stres sendiri. Tersiksa? Iya jelas... Biarpun tahu begitu, tapi rasanya beraaaaattttt untuk bilang 'tolong'. Sebisa mungkin kan kucari jalan lain jika memang masih bisa.

Seperti tadi, diantar ke kecamatan meriksa peta trus ditinggal. Hmm, sudah terbayang-bayang pulang jalan kaki (ga mungkin minta jemput, emang di rumah apa? huff). Yaah lumayan 1 km jalan kaki menyusur jalan raya di tengah terik mentari.

"Biarlah..." pikirku.

Tiba saatnya aku keluar dari kantor kecamatan, salah seorang petugas petaku berbaik hati mengantar. Hmm, masih heran, kok? Justru akulah yang nanya dia mau ke mana. Kupikir dia mau pergi ke suatu tempat gitu. Ga taunya.... hehehhe ^_^

Lalu saat jam kantor selesai, salah seorang rekan kerja yang seruangan denganku di depan pamitan pulang duluan.

"Ya!" jawabku singkat.

Lalu dia pamitan ke ruang belakang. Setelah itu dia berhenti di pintu ruang depan dan menanyaiku tar pulang gimana.

"Belom tau...", jawabku.

Yaaa memang begitulah kenyataannya. Lalu dia menawariku pulang barengan. Ups! Tapi aku ga yakin dan ga tega. Abisnya kemarin dia barusan kecelakaan ternyata. Bahkan saat kumintai tanda tangan saja kesusahan menulis, tangannya masih kesakitan dan kram. Begitu pula kaki kanannya masih kesakitan (pakai sandal, jalan agak pincang). Hmm, tapi dia ngeyakinin kalo dia bisa. Finally, ya sudahlah... ^_^

Btw, aku lupa jalan masuk ke kos baruku... (kacau mode, maklum baru pindah 2 hari lalu selain itu kecerdasan geografiku mang buruk).

Hehehhe untungnya dia ingat... (kecerdasan geografi cowok mang lebih baik daripada cewek ya? -- dia salah satu yang bantuin pindahan).




I just wanna say THANK YOU!!!



*sesungguhnya aku kesal dengan diriku sendiri



Picture credit to crosscards.com

Saturday, July 4, 2009

Sekali Childish Tetap Childish

7/04/2009 08:26:00 AM 0 Comments


Hmmm, ternyata sudah lama juga ga ngepost. Begitu dilihat, ternyata bulan kemarin cuma ngepost 2 tulisan. Sibuk, malas atau? Hehehe biarlah diriku saja yang tau. Dan sekarang menulis kembali sedang dimulai. Seperti biasa, menulis yang tidak jelas. Ah, biar saja daripada diam. hihihi :D

Finally, gw sudah pindah kos. Hmmm, tepatnya kemarin pindahan. Capeeeeeeekkkkkk!!!!! pegel-pegel nih badan sampai malam harinya susah tidur. Padahal hari-hari biasanya gampang banget tidur. Apalagi kalau kecapean! Malah hampir tiap hari ketiduran... bahkan ada pula yang ngatain gw muka bantal! Ow ow! Biarlah... tidur kan nikmat! Dan memang bener sih kalau sekalinya gw susah tidur, malah resah... bingung...


Ditolong 3 makhluk perkasa

Well, masih soal pindahan. Kenapa bisa gw sepegel-pegel itu ya? Heran juga kaya habis kerja berat aja. Padahal sih untuk urusan angkat-angkat sudah ada 3 makhluk perkasa yang bantuin gw. Hehehe. Mau tau siapa orang-orang baik itu? Okeh, mereka adalah 3 orang rekan kerja gw di sini. Btw, thx guys for your help!!! Yah, mungkin karena ngepack sendiri tuh barang-barang yang gw pikir cuma sedikit tapi ga taunya banyak juga. Kecil-kecil sih, tapi banyaaaaakkkk!!!! Hahah cewe banget deh.

Sebelum sampai ke kos baru, meluncurlah kita ke dua toko. Tujuan utama sih nyari kasur. Hehe. Begitulah di sini, kos kosong melompong ga ada barang apa-apa. Yah, keluar modal deh. Beda ma kos lama yang sudah lengkap. Ya sudahlah gapapa investasi masa depan. Loh? ^_^

Oke, kita menuju toko pertama. Ember! Yup! Itu dia daftar barang yang dicari. Lalu kain pel, gayung, lap, karpet, trus kompor. Gw beli kompor, diketawain deh ma mereka apalagi salah seorang yang cukup kenal gw. Masih muda, 2 tahun terpaut di bawah gw tapi penampakan lebih tua. Hahahah. Dia cukup tau gw mang ga bisa masak n ga pernah masak siy. Yup! Dia memang bawel bahkan melebihi gw yang notabene cewek. Terbukti saat tawar-menawar, dialah
pahlawan gw! Loh? Ga salah? Ngga! Yup! Itulah jawaban singkat gw. Bahkan saat tawar-menawar kos, dia juga yang nawarin. Hehe.

Trus pas milih karpet, well gambarnya kok childish banget yah? Gw coba lihat-lihat gambar lain. Seloroh si Bawel, "Ya ga masalah kamu kan anak-anak".
Wew, gw tau dia bercanda. Memang tipenya suka bercanda. Tapi selain itu dia memang nganggep gw anak kecil deh emang. Ugh, sok tua deh! Trus, si rekan kerja yang baru menyarankan gw pilih yang hijau. Well, mang gw dah naksir yang hijau dari awal. Cuman mastiin kalau2 ada yang lebih bagus motifnya. hehe. Siiip deh ambil yang hijau!

Selesai di toko pertama, lanjut ke toko selanjutnya! Nyari kasur... Yuhuuuu! Eh, si Bawel bilang, " Beli kompor ga beli sumbu tadi?". Wew, oh iya ya... ya ampuuuun ga ngeh gw. Ketauan banget nih ga pernah masak. (malu mode).

Ah, telat bilang. Ya sudahlah tar tar aja. Sekarang saatnya pilih-pilih kasur. Btw, gw ini susah milih orangnya jadilah dipilihin ma rekan kerja yang lebih tua. hehe.
Trus ditanya, "Udah? Apalagi?"
"Udah...", jawab gw.
"Bantal ma bantal guling ngga?"
"Oh Iya!", jawab gw.
Huaaaaa diketawain deh.


Sekali Childish Tetap Childish

Yaaah, begitulah gw. Gw adalah orang yang terbiasa mengandalkan kakak2 gw dalam urusan gw selama ini. Yah urusan cari-cari barang, antar-antar, ngurus-ngurus apa gitu... Jadi, saat gw sendirian, serasa hilang pegangan. Tak ada yang gw andalkan. Ga ada yang gw mintai tolong. Begitulah kira-kira. Namun begitu gw kuliah 4 tahun di Jakarta, gw cukup mandiri kok gw pikir. Gw lakukan semuanya sendirian. Yah beberapa hal tertentu yang pastinya ga bisa sendirian. Mungkin karena kemudahan akses ya. Sementara di sini, hmmm... alangkah sedihnya gw sering ngerasa.

Dengan sulitnya di sini, gw jadi ga bisa ngelakuin apa-apa sendiri. Jadinya gw tergantung ma orang lain. Gw sebel banget dengan keadaan ini sebenernya. Gw merasa jadi orang yang tak berdaya tanpa bantuan orang lain. Dan gw ngerasa kalo gw nih merepotkan. Aaaaarrrrrggggghhhhh!!!!! Tidaaaaaakkkkk!!!!!

Ini bukan gw. Gw adalah tipikal orang yang ga mau merepotkan orang lain jika memang gw bisa sendiri. Yah, lain cerita kalo sama kakak2 gw. Toh kakak2 gw tulus kok ma gw. Sementara orang lain? Dalam laut dapat diduga dalam hati siapa tahu kan? Hiks hiks...

Sometimes gw mikir, hebat juga gw bisa melalui ini semua selama 1 tahun! Hebat hebat!!! Gw hebat!!!

Yah, selama setahun inilah gw ga pernah ke mana-mana selain ke kantor, kos, n lapangan kalo lagi survei2 gitulah urusan kantor. Coba??? Yah kesempatan refreshing paling kalo lagi ada pelatihan di Kota Bengkulu. Selain itu? Jangan harap. (sedih mode)

Hmm, jadinya selama di sini gw semakin menyadari apa lemahnya gw. Jadinya gw semakin merasa kalo gw memang childish. It's true! Terbukti sudah. Jadi kapan gw gedenya ya??? :D

Syukur deh ada si bawel yang bisa gw repotin hehe. Berhubung sudah ada rekan baru, kemungkinan beban si bawel bisa berkurang. hahahha paan coba? Yup! Gw sudah mulai ngerepotin dia soalnya. hehhehe.

Hmm, semoga kebaikan kalian semua mendapat balasan dariNya. Amiiiinnnn!!!!

Ini semua terjadi karena keterbatasan gw. Sungguh gw sama sekali tak ingin ini semua terjadi. Tapi gw yang hidup di perantauan ini semestinya adalah makhluk yang sungguh kasian sehingga kalian berbaik hati. Hiks.

Terima Kasih...

Sunday, June 14, 2009

Mengenangmu Begitu Indah

6/14/2009 09:20:00 AM 2 Comments



Melihat-lihat banyak pasangan suami istri...jadi melihat banyak sisi kehidupan yang beragam. Seorang suami, ada yang bossy ada pula yang sangat bisa diandalkan berbagi kerjaan rumah dengan istri. Kalo bokap sendiri, kuliat bossy. Dalam artian untuk urusan kerjaan rumah tangga, sama sekali tak dilakukannya. Makan minum semua disediakan tersendiri oleh nyokap. Bokap hanya mencari nafkah. Dan memang, tugas seorang suami adalah mencari nafkah sementara istri menjaga rumah, anak, dan suami. Tapi itu tatkala istri hanya seorang ibu rumah tangga tidaklah masalah - maybe.

Dan fenomena bokap nyokap itu kulihat ketika memang anaknya sudah besar semua sementara ketika anaknya masih kecil-kecil, aku sungguh tak tahu karena akulah yg paling kecil. Cuma denger cerita nyokap sih, dulunya bokap pintar masak dan mau berbagi kerjaan rumah sama nyokap ketika anak masih kecil-kecil. Tapi yang jelas, sosok bokap yg kulihat dalam masa hidupku bersamanya, bokapku adalah orang yang sangat bertanggung jawab terhadap keluarga, sayang terhadap anak, pria yang setia, rajin beribadah, pintar...

Sementara nyokap adalah orang yang lembut, pintar memasak, sayang anak, rajin beribadah, ...waktu mudanya pasti cantik makanya bokap naksir hehe (terbukti memang banyak tetangga yang bilang cantik). Tapi sayang, kecantikannya tidak menurun padaku. Aku duplikat bokap hoho. Yah, lucunya, bokapku itu bangga sekali jika ada yang menuruninya entah itu cuma batang hidungnya yang pesek itu saja yang mirip. hihihi.

Yaaa meski secara fisik mirip bokap tapi aku menuruni kelembutan nyokap hehe. Apalagi aku dianugerahi suara yang indah hehehe. Paslah... *wew, bangga bin narsis. Apaan si? ^_^

Bagaimanapun juga, seperti apapun mereka, I love them!

Bokap

Yaa bokapku itu protektif dengan anak-anaknya. Sering aku merasa bokapku itu kecemasan berlebihan. Mungkin karena menjaga anak perempuan itu susah ya. Apalagi hampir semua anaknya perempuan cuma satu yang laki-laki. Jadi wajar ya. Apalagi aku yg paling kecil. Hmm...

Saking protektifnya, ketika lulus SMP, aku tak diijinkan sekolah di Bandar Lampung. Yaa dengan alasan jauh dan aku masih kecil. Beliau tidak mau melepasku. Padahal, siapa yang tidak mau masuk sekolah favorit kan? Dan aku sangat yakin aku bakal masuk... oh bokap...

Akhirnya, beliau hanya memberiku ijin sekolah di Metro saja. Ya sudahlah apa boleh buat meski masih sebel. Saat pengumuman diterima, bokap nanya, "Urutan berapa?" Kala itu masih NEM penentu diterima tidaknya. Aku jawab, "12".

Lalu aku minta kos saja dengan alasan takut terlambat masuk. Tidak juga diijinin. Entah apa pula pikiranku dulu kenapa minta kos, tidak pula jauh... Apa masih sebel ma bokap? hahahah

Ya sudahlah nurut aja. Pergi pulang naik angkot 4x...

Lulus SMA, berat pula beliau melepasku ke luar Lampung. Finally, keluar juga sih hehe ke Jakarta. Jakarta Lampung mang masih dekat hitungannya. Ketika itu pun tiap kali telepon, bokap selalu berpesan agar aku hati-hati. Wew, hati-hati tanda kutip nih.

Huaaaa bokap... bokap... aku memahami kekhawatiranmu jauh dari anakmu apalagi perempuan. Tidak bisa selalu memantau kegiatanku setiap hari. Yaaa sudah kebiasaan bokapku selalu memantau anak-anaknya sedang apa. Sampai aku pernah merasa gerah dengan perilaku bokapku itu. Dengan egoisnya aku ngadu ke nyokap. Masa' aku sudah segede ini (SMA) masih juga sering ditengokin di kamar. Doh doh... kalau dulu masih SD mah iya gapapa... Padahal sih waktu SD juga sebel digituin hehehehe

Hahahah semenjak pengaduan gw itu, sudah tidak lagi bokap begitu. Good... good... :D

Wew, kok lari ke sana sini jadinya dari ngomongin bossy.


Nyokap

Hmm, lain cerita dengan nyokap. Mungkin karena kita sesama perempuan, maka itu aku lebih dekat dengannya. Semenjak aku jauh darinya, tiap kali aku pulang beliau selalu menemani tidur di kamarku. Mungkin karena rasa rindunya atau bagaimana entahlah aku tak tahu. Mungkin baru ku tahu jawabannya setelah ku mengalaminya sendiri suatu saat. Am i rite? Aku sih senang-senang saja. Padahal sudah segede ini ya? heheh

Mungkin terkesan diriku sangat childish. Tapi, memang begitulah adanya. Hahahah

Aku sih tak pernah merasa kalau diriku manja. Tapi ga tau juga penilaian yang lain. Mungkin akunya saja yang tidak sadar?

Nyokapku itu, tiap kali aku kembali ke Jakarta atau sekarang ke Bengkulu, selalu dibekali makanan ringan maupun lauk. Dan bekal selama di perjalanan disiapin tersendiri. Sampai pengepakan (ceileee kaya apa aja) tak pernah sekalipun aku campur tangan. Pasti sudah beres ketika saatnya berangkat. Hahh anak macam apa aku ini??? (?_?)

Dan ketika aku ngobrol2 dengan salah satu teman satu kontrakan ketika masih kuliah di Jakarta, dia berkata bahwa dia menyiapi sendiri, masak sendiri bekalnya. Wew, jadi merenungi diri sendiri. Beda sekali denganku? Harusnya aku bersyukur atau kali lain aku nyiapin sendiri? Tapi kenyataannya hingga sekarang di Mukomuko Bengkulu, masih juga tak kulakukan. Masih juga terima beres. Halahhh emang dasar mau enaknya sendiri neh hehe. So sorry my mom! Ga kapok kan ngurusin anakmu yang bandel ini? hoho

Ummm, taukah kau mom, begitu daku sampai di Jakarta dan di kontrakan sendirian (teman2 belom ada yg datang), kulihat bekal darimu lalu kumakan sendirian, aku jadi sedih dan menangis. Mengingat dirimu yang sudah memasak dan menyiapkannya dengan cinta. hiks hiks cengeng mode on.

Yaaah itulah sedikit kenangan2 bokap nyokap tercinta yang hingga kini (alhamdulillah) masih bisa kulihat wajahnya, senyumnya, kudengar suaranya, langkah kakinya, meski lebih tepatnya hanya setiap kali pulang ke rumah hal itu bisa kusaksikan. Dan bisa kembali ke rumah barang 3 kali dalam setahun itu sudah luar biasa membahagiakan. Susah mencari kesempatan untuk pulang. Apalagi aku yang jauh begini yang pastinya ga bisa cuman ijin 3 hari. Itu tak cukup hanya untuk perjalanan. Oh Lampung-Bengkulu kenapa begitu jauuuuuuhhhhh???

Yaa konsekuensi menjadi seorang civil servant... sudah dipatok 5 hari kerja tak bisa ke mana-mana semaunya.

Kadang, lucu juga sih ingat masa lalu. Hahaha semenjak jauh dari keluarga gini, rasanya ukiran kenangan2 semakin berkurang. Bagaimana kan kuukir kenangan bersama mereka jika ragaku tak di sana? Huaaaa sudah hampir 6 tahun tak bersama, rasanya aku sudah lelah. Ingin sekali ku kembali dengan mereka. Paling tidak, aku bisa sering-sering mengunjungi mereka. God, mungkinkah? Help...

Bukannya ingin bermanja-manja (kalau pun iya, ini efek samping aja toh aku sudah gede ^_^) tapi aku ingin berbagi kebahagiaan dengan mereka keluargaku. Di sini betapa menyedihkan. Jika sudah pulang kantor, masuk kamar kos habislah cerita. Keesokan harinya begitu lagi dan lagi. Selalu begitu. Lebih menyedihkannya jika Sabtu-Minggu. Berhubung itu hari libur, jika tidak ada gawean kantor maka berjam-jam hanya sendirian di kamar. Bahkan tak bicara
dengan siapa pun itu sudah biasa. Huaaaaaa!!!!! Di sini tidak sama keadaannya dengan ketika aku masih ngontrak di Jakarta. Di sana kita berempat bersama-sama seperti keluarga. My frens, my family i mizz u!!!

Saturday, June 13, 2009

Aku Bagaikan Katak dalam Tempurung

6/13/2009 09:28:00 AM 2 Comments
Rasanya sudah gerah...

Sudah bosan...

Ku bagaikan katak dalam tempurung...


Duniaku hanyalah kamarku apabila telah tiba di kos. Akhir-akhir ini beginilah yang ku alami. Aku sudah lelah. Bosan sekali rasanya saat diri ini hanya berada di kamar berjam-jam bahkan untuk sekedar ke kamar mandi saja atau mencuci baju saja enggan melangkahkan kaki karena harus mengenakan jilbab. Yaaa keluar kamar harus selalu memakai jilbab karena ada pasangan suami istri dari anak yang punya kos sering menginap di sini untuk urusan bisnis. Rasanya kebebasanku semakin terampas. Apalagi ditambah satu pasang lagi suami istri baru punya anak sekitar dua bulan yang merupakan keponakan dari yang punya kos juga bakal tinggal di sini. Mulai hari ini benar-benar tinggal di sini. Sebelumnya hanya menumpang beberapa bulan. Dan selama itu pula aku coba bertahan.

Huaaaaaaa aku harus segera pindah! Itulah keputusanku. Yaaa aku bertanya-tanya, "Ini kos cewek atau apa sebenarnya? Kenapa sang keponakan pasangan suami istri itu tidak enggan untuk numpang tinggal di kos ini sekian lama bahkan memang mau tinggal di sini dengan alasan belum dapat kontrakan?"

"Kenapa sama sekali tidak memperhatikan kenyamanan kami selaku anak kos apalagi kami berjilbab yang tidak bisa sembarangan menampakkan aurat?"

Mengapa ku tetap bertahan? Karena satu alasan, dekat kantor! Cuma pojokan tinggal jalan kaki. Dan memang di sini tidak gampang cari kos apalagi transportasi pun ga ada. Maka itu aku pusing juga kalau kos jauh kantor. Bagaimana aku ke kantor?

Berhubung kantor bakal pindah ke kantor baru sebentar lagi maka mudah-mudahan bakal kutemukan kos baru yang lebih baik dan kondusif. Setidaknya aku bisa bernapas lega tidak seperti terpenjara layaknya di sini. i hope so.

Adakah yang bersedia membantuku?

Memang, adat di Mukomuko adalah warisan jatuh ke tangan pihak perempuan. Memang, sudah dua orang keponakan yang tinggal di sini bersama kami. Mereka yang mengurus kos ini. Pada awal kedatanganku, mereka single jadi sama sekali tak ada masalah bagiku. Lalu seringnya keponakan yang merupakan pasutri baru itu sering tinggal di sini hingga akhirnya melahirkan anak bahkan mau tinggal di sini. Yaa mau gimana lagi. Mereka masih keluarga yang punya kos.


(9/6/2009)

Sunday, May 24, 2009

Mata Sehat Mata Indah

5/24/2009 08:02:00 AM 0 Comments


Sekarang gw mulai membiasakan diri memakai kacamata minus silinder gw yang sudah nganggur gitu aja di kotaknya selama beberapa bulan. Ya... sudah lumayan biasa dibanding sebelumnya meskipun masih terasa tersiksa. Seolah-olah ada yang mengganjal. Dan mungkin karena bingkai kacamatanya yang kurang fit buat gw (ngasal aja belinya, maklum baru pertama) makanya seringkali gw harus mendongakkan kepala gw sedikit saat berbicara dengan orang yang posisinya lebih tinggi dari gw. Sebel sih tapi ya gimana lagi. Sabar sabar... hehe

Kenapa sekarang gw mulai mau mengenakan kacamata? Dari awal periksa mata dan beli kacamata, gw sudah diwanti-wanti agar kacamata itu dipakai terus-terusan. Kalau ngga, bakal nambah. Yup! Penderita silinder memang harus terus-terusan memakai kacamata, kalau tidak justru nambah. Tul ga? Selain itu, tidak boleh memaksa mata untuk fokus karena justru bikin nambah. Tapi gw memang bandel. Dengan begitu angkuhnya menganggap tak ada apa-apa tanpa kacamata. Yang ada sekarang, gw merasa lebih parah.

Kenapa dulu ga mau pakai kacamata? Alasannya simpel sih hanya gara-gara pakai kacamata penglihatan gw ga seterang tanpa kacamata. Ya! Meski gw tau mata gw sudah ga normal tapi gw masih sok-sok an merasa sehat-sehat saja.

Beginilah orang yang menyepelekan alias tidak menggubris nasehat orang lain. Hakz...

Sudah kayak orang tua aja nih meski pake kacamata. Selain itu, entah kenapa ada anggapan dari diri gw sendiri gw kayak orang bodoh nih dengan predikat bermata empat. Hiks...

Beginilah akibat orang yang tidak bisa menjaga nikmat dari Allah berupa mata yang sehat. Ya Allah ampunilah hambaMu ini..

Apapun yang terjadi, entah nambah atau ngga (gw ga mau sih sampai addiction) gw mulai dulu memakai kacamata di kamar gw. Kenapa kamar? Karena selain di kantor, di situlah gw menghabiskan sebagian besar waktu gw dengan dominasi membaca. Ya... membaca apa saja! Hp dengan tulisan kecil-kecil, buku, novel, komik, monitor? Oya, quran imut-imut gw? No time without reading lah sekalipun yang dibaca itu ga penting-penting amat hehe. Di kantor kan sudah cukup penat menghadapi angka-angka dan monitor setiap hari kerja. Apalagi gw betah-betah aja tuh berhadapan dengan monitor berjam-jam lamanya. Pantas aja kan?

Hm, berita bagus dari gw adalah gw dah jarang banget nonton. Gw paling seneng nonton sambil tiduran tuh. Enak banget dah. Padahal gw tau tu ngerusak mata. Tapi tetep aja dilakuin. Emang dasar. Berhubung sekarang dah hampir ga pernah lagi, semestinya justru berkurang yah minus gw ato paling ga teteplah. Tapi nyatanya ngga. Yaa karena kegiatan lain ga berkurang sih. Apalah arti satu kegiatan berkurang tapi kegiatan lain yang baru nambah dan efeknya sama
buruknya. Hm...

Padahal sedari dulu gw paling anti kacamata. Sekalipun cuma kacamata action, gw sama sekali ga minat. Mengganggu pandangan mata aja! Dan di kala teman2 gw dah pada berkacamata (bukan action tapi minus ato silinder), gw masih aman-aman aja. Sampai akhirnya sekarang pakai juga deh...

Begitu pakai kacamata, melihat jadi tidak seindah saat tanpa kacamata. Baru kusadari bahwa mata adalah nikmat yang sangat berharga. Jagalah bagi yang masih normal. Gw nyesel ga bisa jaga dengan baik. Sekedar saran aja sih dari gw.

Btw, mau lanjut nonton dulu ah... Loh? Yoi, dapet serial baru neh. F4 Korea (Boys Before Flower) and World Within hehe. Selera nonton dah bangkit lagi! Watchaaaaa!!!!

(ditulis 13/4/2009)


Nyambung masih soal mata. Beberapa waktu lalu gw terheran-heran dengan mata gw yang bisa kembali membaca dengan jelas kalender berjarak sekitar 2 meter dari meja gw. Begitu pula dengan tulisan di papan pengumuman sekitar 3m bisa kembali terbaca meski ga semuanya dan tidak sejelas mata normal pastinya. Kemudian tulisan struktur kepergawaian sekitar 4an meter bisa terbaca lagi meski ga jelas banget. Apa karena cuaca yang lagi terang?
Entahlah... gw juga bingung.

Nah, tulisan berjalan di TV akhir2 ini ga bisa kebaca jelas (berbayang), kok jadi bisa kebaca lagi. Heran... Truz, kemaren malam kan gw pulkam. Begitu berhenti di rumah makan, gw berniat memakai kacamata gw (pengen nonton tv dengan jelas sembari nunggu pesanan datang). Eh, begitu gw keluarin dari tas, gw buka kotaknya, ternyata salah satu gagangnya patah! Langsung loncat jatuh ke lantai tuh patahannya. Gosh! Ga jadi deh... *doh ada-ada aja

Hm, tadi pagi langsung gw meluncur ke optik periksa mata. Heran, kenapa silinder gw yang mata kiri ga ada lagi? Dan minus gw jadi 0.5 (semula 0.75)? Kalo mata kanan tetap minus 0.75 dan silinder berkurang jadi 0.5. Why? Bener ga sih periksanya? huaaaaa dapet kacamata lebih rendah lagi nih dari hasil pemeriksaan awal. Ya mang gitu saat dites lensa yang cocok. Bakal cepat ganti lensa ga ya? Gw harap kali ini tahan lama. Tukang optik-nya sih bilang kalo tuh
kacamata yang jadi gw beli ada pengobatan, melindungi dari sinar UV, truz apalagi ya lupa...*promosi biar laku? I dunno...

Yah, mudah2an mang demikian. I hope so.

Ku berharap jangan bertambah tapi turun nantinya. Bisa ga sih? Kayanya mulai sekarang harus rajin pake. Paksakan diri. Mudah-mudahan ada hasil.

Yuks, besok gw ambil kacamata gw yang baru. Yuhuuuuuu!!!

(ditulis semalam)

Wednesday, May 20, 2009

Sebel n Pengen Marah Aja!

5/20/2009 08:51:00 PM 0 Comments
Kenapa gini sih?
Kenapa mesti strez dulu sebelum pulkam?
Kenapa setiap mau pulkam selalu diburu gawean?

Strez karena ketidakberdayaan gw sendiri. Sad bangetz rasanya sore tadi sepulang kantor. Pengen nangis bener-bener hiks hiks. Ah, cengeng amat sih gw!!! Huaaaaaaaaa

Gawean memang belom selesai. Masih setengahnya lagi memang sudah gw distribusikan ke pengawas satunya lagi. Biar gw selesaikan yang dekat aja. Kenyataannya ternyata kurang 2 dokumen lagi mesti nyacah ke lapangan. Semula gw pikir tinggal satu lagi yang kurang. Ga taunya tadi setelah dokumen disatukan, ada satu tertinggal.

Masalahnya adalah gw ga bisa berangkat sendiri ke lapangan. Harus diantar. Ah, God bukan ini yang gw mau tapi mau gimana lagi. Sementara saat ini hanya ada satu orang yang bisa gw mintai tolong. Dialah satu-satunya tapi kenapa sikapnya nyebelin. Ughhhhhhhh....

Ga ada waktu lagi, besok malam gw cabut insya allah jadi pulkam. Meski hingga saat ini belum pesen travel satupun. Gw takut ngebatalin lagi kaya sebelumnya. Sedih n ga enak banget rasanya meski ngelakuin itu.

Gw mesti nyelesein matriks buat kecamatan yang gw pegang juga bikin laporannya. Huaaaaaaaa sementara gw masih kepikiran 2 dokumen tadi yang belum buat kecamatan yang gw pegang dan juga nyebelin banget kenapa pencacah pemetaan gw bandel banget sih orang-orangnya. Kenapa hingga saat ini belum juga ngambil dokumen pemetaan? Apa susahnya? Mana kecamatan terdekat pula. Sementara kecamatan2 yang lain yang jauh udah pada jalan ke lapangan malah. Eeeeerrrrghhhh kenapa? Kenapa? Ada aja alasannya kalo gw hubungi. Janji tinggal janji deh. Bilang hari ini mau ngambil, eh ga dateng. Bilang hari berikutnya, ditunggu2 ga dateng juga. Sebelllllll. Sampe akhirnya gw mesti cabut dari sini. Gw mikir kapan lagi gw bisa pulkam? Ga bole sia2in kesempatan yang ada.

Hhhhhaaaaahhhhh masih sebel kenapa gw begitu tak berdaya. Kenapa gw mesti membutuhkan bantuan orang lain. Kenapa gw ga bisa ngelakuin sendiri. Kenapa gw harus seperti ini. Kenapa gw begitu menyedihkan seperti ini. Haaaaaaaaaaaaa

Pengen banget nangis kenapa kenapa kenapa n kenapa.

Temen sekantor sekaligus sekos bilang ke gw sore2 tadi di kamar kosan gw katanya si nyebelin bilang, "Gampanglah itu..."

Yup! ketika temen gw nelpon bahwa gw bingung mau pulang tapi gawean belum kelar, itulah jawabannya.

Haiaaaaaaa gw juga abis sms si nyebelin. Halah lagi sebel kok sms? Iya nih ga ada pilihan laen sih. Yah, gw sih cuman mikir gawean mesti kelar sebelum gw cabut n waktu tinggal esok hari. Sementara nih orang lain yang bersedia ngebantuin gw malah lagi kerja juga nyeleseiin di wilayah yang jauh. Maka itu, sad banget dah. Kenapa makhluk yang ada di dekat gw mesti nyebelin?

Eh, gw tinggal mandi, tau-tau ada one misscall. Pas gw liat ga taunya dari si nyebelin. Ugh, napa? Sekarang dah bersedia geto? Haduh sensi amat gw yah. Beneran gw sebel. Pengen marah tapi kenapa mesti marah2? Masih sebel deh. Malez banget rasanya kalo mesti kerja bareng dia besok (hari libur kerja hiks). Apa gw serahin aja ke pengawas satunya aja buat berangkat ke lapangan bareng dia? Hhhhhhhaaaaaaaaaa Liat besok aja kali kalo2 gw dah reda yakk... *kok gw gampang marah2 ya? Huh, emosi ga stabil neh payah...

Kenapa kenapa kenapa?

Gw mesti belajar form A dulu besok karena sang pengajar keburu pindah (SK turun 1 juni) sementara gw mau pulkam sampe tanggal 31 trus lanjut pelatihan susenas sakernas besar di propinsi selama 3 hari. Nah, kapan pula belajar kan? Dapat limpahan gawean dari orang yang mau pindah nih ga enak banget. Gawean nambah. Mana sang kabag TU mau diklat pim IV pula di Jakarta. Nah, gw jadi PJS. Doh... PJS pula di distribusi tapi semoga anak baru segera datang sehingga beban distribusi ga lagi gw pegang karena Juni hingga september nanti gw di sosial bakal sibuk bener susenas sakernas plus persiapan SP2010 (kalo ga salah).

Sabar, sabar, sabar,....

Apa itu Bahagia?

5/20/2009 01:49:00 AM 2 Comments


Sekitar satu minggu lebih yang lalu, bos manggil saya ke ruangannya. Yes! Acc rencana saya pulkam! Rencana saya semula tanggal 21-31 dimajukan jadi tanggal 15-24 dengan alasan tanggal 1 Juni sudah mulai pelatihan susenas sakernas besar 2009 tar saya kecapekan baru nyampe. Ya sudahlah, saya pikir ga ada salahnya juga ide bos, makin cepat makin baik. Keluar ruangan, saya yakin muka saya cerah banget tuh. hehe.

Keesokannya, baru ada kabar kalau kabupaten saya kena sampel uji coba survey Modal Sosial. "Duh... bakal gagal ga ya kepulangan saya?" pikir saya cemas. Ga ada kabar dari bos, ya udah amanlah pikir saya. Nah, pelatihan survei ini kan di propinsi tanggal 13-15 Mei ini, jadi paslah langsung pulkam.

Begitu keberangkatan ke propinsi, seorang pencacah yang se-travel sama saya bilang, "Kata bos, kamu ga boleh pulang dulu."

Jegerrr. Teganya! Saya sudah bawa perlengkapan buat pulkam dalam ransel. Karena pikir saya, setelah pelatihan langsung cabut!

"Kenapa ga ngomong langsung ke saya dari sebelumnya?"

Sedih saya kala itu. Saya sudah menghitung hari kepulangan. Sudah ngasih tahu orang rumah. Sudah pesan travel ke Lampung! Nah ini yang gawat. Besoknya saya coba telpon, ga nyambung-nyambung. Cuma mau batalin! sampai pusing saya gimana nih ga nyambung-nyambung. Sampe pas hari-H saya coba lagi, bisa! Syukurlah, selesai satu masalah. Eh, malah saya lupa pesan travel ke Mukomuko. Ketiduran. Huaaa. Akhirnya sejam sebelum keberangkatan saya telpon. Masih ada kursi kosong. Syukur...

Sedihnya, seharusnya pulang ke Lampung eh malah ke Mukomuko lagi. Kalau sudah Juni ke atas sudah ga mungkin lagi pulang kecuali lebaran. Kerjaan padat ga mungkin ditinggal. Makanya saya curi waktu sekarang. Ga taunya gagal juga. Hm, lebaran masih lama ya. Sabar... sabar...

Saya tuh sudah sampai sakit nih pengen pulang. Hehe dramatisir gitu sih. Panas 2 minggu sampai, ga selera makan (jadi kurus ga ya? hihi sejak di sini memang ga bisa gemukan duh...) jadinya sedih gitu biasa ngemil ga ketelan lagi. hoho.

Lemes dah sampe ke kantor saja rasanya pengen ada becak gitu biar ga keluar tenaga (hemat gitu maksudnya). Padahal sih kantor cuma tarik garis lurus saja tuh. Pojokan tepatnya. Haha emang ada-ada aja kalo lagi ga fit gitu.

Malah sedihnya lagi nih, baru sembuh ga panas lagi. Eh, baju abis deh. Apa boleh buat, ya nyucilah. Mang ke kantor mau pake apalagi nih? Ya sudah, nyuci! Eh, belum selesai sudah kehabisan tenaga (emang lagi ga punya tenaga tapi maksa). Ok, istirahat dulu bentar, tiduran. Yuks, lanjut lagi.

Ah, kala itu saya merasa cucian kok ga habis-habis dicuci, padahal sih masih setengah ditinggalin dulu buat sesi selanjutnya. Duh, rasanya mau nangis-nangis. Saya mikir, "Masa nyuci baju sendiri saja kaya gini? Gimana tar kalo ketambahan?"

Yah, jadi macam-macam deh pikirannya. Curhat ke teman, eh malah diketawain. Saya lucu katanya. Haha emang iya ya? Ga nyadar...

Malah temen yang lain lagi bilang, "Kamu tu manja banget, ga nyadar?"
Jeger. Masa sih? Iya ya. Ga ngerasa tuh. Ga nyadar. Malah heran. Baru kali ini ada yang bilang saya gitu. Selama ini malah temen-temen nyangkanya saya anak sulung. Yah tahu sendirilah anak sulung itu kan identik dengan kemandirian dan jauh dari manja ya. Betul ga? Ga ada yang nyangka saya anak bungsu yang dilengkapi dengan atribut manja itu. Di rumah saja saya ga pernah merasa manja. Apa perasaan saya saja yah? Jangan-jangan cuma sama temen saya saja tuh saya manja. :D

Lanjut soal pulkam, kali ini bos mengijinkan lagi tapi ya kalo gawean survey modal sosial kelar dalam minggu ini. Berarti sesuai rencana awal gw kan tanggal 21-31 saya ambil libur. Tapi, entah kenapa selera pulkam sudah hilang. Sudah ga semangat lagi. Huaa. Yang pasti ga pengen koar-koar lagi takut gagal lagi sedih lagi deh kali kedua. :((

Eh, pas lagi ga semangat gini, malah denger berita duka. Kerabat jauh meninggal. Kaget. Usianya masih terbilang muda. Paling terpaut 3 tahun di atas saya. Dengar-dengar sih diguna-guna sampai masuk RSJ sampai akhirnya ga bernapas lagi. What? Hari gini? Ga abis pikir aja masih ada hal begituan di era globalisasi ini kalau memang benar-benar terjadi demikian. Sedih dengarnya. Ya Allah lindungilah kami dan keluarga kami.

Ketambahan satu lagi berita duka dari temen sekos. Ada saudaranya yang meninggal pula. Mendengar dia pingsan kemudian rintihan tangisannya, saya jadi semangat lagi buat pulang melihat wajah-wajah keluarga tercinta di Lampung sana. Meski kesempatan untuk bertemu mungkin hanya beberapa hari, rasanya ga peduli lagi. Asal bisa bertemu muka dan tertawa bersama mereka. Oh God, berilah kami umur agar bisa kembali menyatu dalam bahagia. Amin....

So, salah satu kebahagiaan saya adalah bertemu kembali dengan keluarga tercinta. Terima kasih karena kutelah memilikinya. My fam, i'll come back to you! Just wait for me!

Love You


Btw, beberapa jam lalu di facebook, sempat iseng-iseng (hehe) mempertanyakan apa itu bahagia? Di antaranya, ini dia tiga jawaban seru saya share di sini:

"Bahagia adalah ketika bisa tidur nyenyak, tenang, nyaman,... yang didahului dengan senyum ^_^" (Noveria Dwiyandari)

"Bahagia; saat memandang bulan di langit, buih-buih ombak di laut, rintik-rintik air hujan yang turun,, [puitis mode on, hoho] (Anisa Novita)

"..BAHAGIA.. ga makan ati itu bahagia, banyak uang banyak kawan bahagia juga, punya keluarga yang sayang itu juga bahagia, like my status :D" (Muhammad Isnaini Bastari)

Untuk definisi ketiga, yang dimaksud bahagia dalam kata-kata like my status adalah

"..ku bahagia karena emakku nelpon aku :D berarti emak masih sayang donk..."

So, apa bahagia menurut kamu?

Monday, May 4, 2009

Miss You Mom!

5/04/2009 06:40:00 AM 4 Comments


Hm, tersiksa nih beberapa hari ini. Selain kepikiran gimana ngomongnya minta ijin pulkam, juga my body lagi ga fit! Makanya belum sempat balas komen wee nih. Maksa posting ajah dulu. ^_^

Yup! Dari yang awalnya mau flu, eh jadi demam dan sakit kepala ga nahan beberapa hari. Well, jadi pengen share soal penyakit nih. Hadoh serem ah bacanya ya (P-E-N-Y-A-K-I-T). Hehe

Ini dia daftar penyakit yang kerap menyerang gw.

1. Flu

Mengupas tentang flu, bisa dibilang tidak ada setahun terlewatkan tanpa sakit flu. Mau di Lampung, Jakarta (ini apalagi...) maupun Bengkulu (Mukomuko) ga luput deh. Tinggal sekos dengan teman yang lagi kena flu atau ada orang rumah yang lagi terserang flu, langsung deh nyahut. Ada teman sekelas lagi kena flu, finally dapat giliran juga. Huaaaaa apalagi duduk sebelahan atau ngobrol dengan teman yang lagi flu, malamnya langsung kena. Makanya gw pasang aksi menjauh dari si penderita flu. Tapi kalo terpaksanya duduk sebelahan ya paling-paling gw membatin aja, "Doh jangan kena jangan kena". Kena juga seh. Huff... Yah tau sendiri kan gejala flu tuh menyiksa banget.

Mana flu selalu nyambung pilek dan batuk. Pilek hari pertama kan masih cairan bening, so meler mulu. Malu-maluin banget hirup-hirup hidung kan? Ijin ke toilet mulu juga capek. Trus yang lebih memalukan lagi adalah batuk. Why? Karena batuknya pasti berdahak. Tenggorokan gatal banget pengennya dikeluarin mulu batuknya, tapi malu banget karena kedengaran sangat tidak enak. Doh, capek ke toilet mulu.

Semasa SMA dulu, teman sebangku gw bilang kalau dia kena flu ga pernah diobatin. Dibiarkan begitu saja bakal sembuh dengan sendirinya. Wah, kalau gw sih ga percaya deh. Yang ada malah tambah parah dan ga sembuh-sembuh. Abisnya gw dah praktekin sih hehe. Yah maybe mang tergantung daya tahan tubuh masing-masing. Beruntung banget teman gw ya?

Nah, kalau minum obat medis modern yang dijual bebas di toko-toko, yang terjadi adalah bukannya mampet ga jadi pilek misal, malah cepet proses terjadinya pilek. Ya berangsur-angsur sembuh sih tapi ya mengalami batuk pileknya. Trus kalau pake obat dokter, demam bakal hilang dan lebih cepat aja sembuhnya.

Selanjutnya, gw disaranin teman gw buat minum vitamin c kalo mau ada tanda-tanda flu. Teman gw bilang kalo dia ga jadi flu setelah minum vitamin c. Nah, gw cobalah. Sekali minum, memang belom ngefek. Finally, memang benar! Hoho. Tapi ya ga selalu ampuh gitu. Buktinya beberapa hari ini panas tinggi menjelang malam dan sakit kepala (malaria bukan yah-serem ah) meski batuk pileknya ga jadi.

2. Masuk angin

Untuk masuk angin, setiap kali gw pulang kampung jakarta-Lampung atau Bengkulu-Lampung, ga pernah luput dari masuk angin. Doh... Gejalanya ada banyak. Di antaranya:
  • badan pegal-pegal
  • saat orang lain keringetan atau normal-normal aja, gw kedinginan. Gw merasa udara rumah gw dingin. Mungkin badan gw lagi adaptasi. Tapi ternyata ngga, gw lagi masuk angin. Selalu begitu...

Sementara gejala lain tidak karena pulkam adalah
  • sakit perut- tiba-tiba menggigil kedinginan
  • mata panas badan panas

Ga tau sih tepatnya disebut masuk angin atau bukan karena masuk angin tuh cuma sebutan orang Indonesia yah?

3. Sakit Kepala
Seingat gw, sudah 3 kali ini gw kena sakit kepala. Pertama saat gw sepulang PKL dari Tegal, gw langsung kena demam tinggi. Selama beberapa hari di rumah, gw terkulai lemas. Syukur gw memutuskan pulkam aja ga jalan-jalan bareng teman-teman di Jawa. Wah kebayang gimana ngerepotinnya kan?

Gw berobat, eh ngefeknya cuma bentar. Gw masih demam tiap malam. Ga bisa tidur karena sakit kepala ga nahan. Tapi sudah waktunya gw kembali ke Jakarta. Apa boleh buat? Paksakan diri tetap berangkat! Bokap menyarankan supaya my mom ikut buat ngerawat gw, tapi gw ga mau. Gw pilih berangkat bareng teman-teman gw. Gw kuat kok. Gw ga mau nyusahin aja selama hidup gw. Dah gede gini. Gengsi donk! Hoho

Jadilah berangkat bareng teman-teman gw. Begitu Ac dinyalakan, menggigil deh gw. Padahal gw dah pakai jaket tapi masih kurang. Gw lihat teman sebelah gw, ga mungkin banget gw tarik jaketnya yang lagi dipakai. Gw tengok teman cowok sebrang bangku gw jaketnya nganggur, doh gengsi gw mau minjem. Gimana donk? Padahal gw kedinginan banget! Finally, tersiksalah...

Nah, berhubung dengan ac gw kedinginan, makanya gw minta naik kapalnya yang ekonomi aja. Baguslah mereka setuju. Siiiippp! Eh ga taunya gw kepanasan! Doh, apa sih maunya tubuh gw? Teman gw ngeluh dah... huff... Sorry my fren...

Haaaa nyampe juga akhirnya! Tapi penderitaan gw belom selesai. Berobat lagi deh. Alhamdulillah sembuh...

Nah, di sini gw baru tau kalo teman sekamar gw waktu PKL terkena demam berdarah. Oh My God! Lantas gw langsung mikir, jangan-jangan gw juga gejala gitu? Gw juga disaranin cek darah sih tapi belom sempet cek darah dah harus ke Jakarta.

Trus pas di Mukomuko baru 2 bulan kali ya (jamannya susenas sakernas 2008) gw demam tinggi beberapa hari sakit kepala ga nahan. Teman sekamar gw malah dah sakit duluan. Demam juga. Setelah dicek dokter, dia kena tipes dan malaria. Yup! Malaria adalah wabahnya Bengkulu. Gw jadi seram kan. Nah, begitu minum paracetamol dan kompres-kompres, berangsur turun. Syukurlah...

Eh, dah beberapa hari ini gw juga selalu panas tiap menjelang malam dan puncaknya kemarin gw sakit kepala dahsyat. Sampai terasa otak runtuh tatkala menunduk sholat! Rasanya pengen menangis! Ya dah gw tidur aja sambil kompres-kompres. Alhamdulillah turun setelah tidur 6 jam. Dalam posisi berbaring pun kepala sakit banget. Yaa sakit ini adalah lanjutan flu maren setelah ga jadi. Sekarang pun masih belum fit.

Kalau lagi sakit gitu, jadi inget my mom n my fam! Kalo gw masuk angin pas pulkam, gw minta dikerok. Padahal sih gw benci dikerok. Gw selalu menjerit-jerit tiap kali dikerok. Dan gw maunya my mom yang ngerokin. Entah kenapa my mom kok keras banget kayanya ngeroknya. Padahal kalo kakak gw yang dikerok, malah keenakan. Lho? Heran sih... Maka itu kalo gw dah jerit-jerit, pasti bokap bakal nyuruh nyokap berhenti. Makanya nyokap gemes kalo ngerokin gw n yang dikerok dikit banget jadinya. Dah paham. Hehe.

Miss you mom! Doh kok kayanya gw kangen kalo lagi sakit ajah? Jadi inget my mom yang nemenin gw tidur selama gw sakit (gw ga luput dari sakit tiap pulkam). Pokoknya pas pulkam nyokap maunya nemenin gw tidur. Ngurusin pas sakit. Trus pernah gw ketakutan gara-gara mimpi buruk, gw minta ditemenin 1 minggu. Childish ga sih gw? Hehe ga lah ya... Mungkin kalo gw sendiri jadi mom, gw bakal melakukan hal yang sama. Hoho.

Kadang, gw merenung. Ngiri aja dengan kakak-kakak gw yang bisa setiap saat ketemu bonyok. Doh, kok cengeng gini sih. Bukannya gw independent woman? Halah...halah...

Umm, gw berencana pulkam tanggal 21 tar kalo dapat ijin. Pengen ngecharge batere diri gw aja. Lah wong robot-robotan aja perlu batere kan? Full power! Apalagi gw... ^_*

Tapi dilema nih. Kalo gw berencana balik dari 21 sampai 31. Mungkin ga yah pemetaan awal dah kelar sampai tanggal 20? syukur-syukur mbak Endah belum pindah jadi gw ga punya tanggungan distribusi. Sekalipun dah pindah dan gw yang handle, mudah-mudahan dokumen dah masuk sebelum tanggal 20. Mesti kompromi ma pencacah nih. *thingking
Gw kan kemarin dah mengorbankan diri ga pulkam pas pemilu gara-gara susenas panel belum kelar. I make a wish.


Picture credit to shortday.in

Wednesday, April 29, 2009

Beage Muncul Lagi!

4/29/2009 11:03:00 PM 4 Comments
Atas nama band lokal, gw comot nih album garapan Beage band ketika gw makan di KFC Bengkulu. Yup! Ga ada alasan lain? Yah... lumayan jadi penghibur gw kangen kampung halaman, Lampung tercinta. Pengen pulaaaaanggggg!!!

Baru tau sih beage luncurin album di 2009 ini. Ketika gw nonton teve di hotel Sinar Dunia usai pelatihan pemetaan, gw liat tulisan 'beage-sendiri lagi'. Tapi gw ngerasa ga kenal ama nih band. And gw mikir bacanya yg bener gimana yah? bij? Trus gw baca biasa lafal Indonesia, jadi deh b.a.g. Hm, langsung inget band indie-nya Lampung deh. Meski ga yakin sih. Inget masa-masa kuliah dulu pas pulkam dari Jakarta, eh Lampung lagi demam band-band indie gitu. Salah satunya yang ngetop ya b.a.g. Yang paling gw inget lagu Aku Pangeranmu.

Jadi, balik ke cerita awal. Keesokan harinya pas gw makan di KFC, ada posternya gede nampang! Sembari makan, gw coba search di google, ternyata bener. Ya udah deh gw bawa albumnya. ^^

Hm, sejujurnya gw kurang sreg dengan lagu 'Sendiri Lagi' dijadiin hit mereka yang pertama. Memang sih ceria sesuai aliran musik mereka. Mungkin kurang masuk aja di kuping gw yah.

Well, gw prefer track 7 dan 10.
Track 7 alias Love song, nurut gw easy listening banget. Cocok aja buat orang yang lagi happy. Sementara track 10 alias Menari di Atas Ketakutanku tuh gw suka aja musiknya.

So, yang kurang masuk di gw adalah track 1 (Ingin Kembali), track 4 (Maafkan aku), dan track 6 (Sendiri Lagi). Yah.. alasannya mungkin karena gw suka yang slow aja.

Well, overall asik kok didengerin.

Saturday, April 25, 2009

Anak Kuliahan Selera Tinggi

4/25/2009 08:08:00 AM 4 Comments


Selesai pelatihan pemetaan, saya langsung beralih ke hotel Sinar Dunia. Eh, ternyata ngeliatin pencacah belajar gambar bikin peta asik juga loh. Main warna gitu hehe. Sebenarnya sih saya kurang setuju pelatihannya diadain di Kota Bengkulu. Kenapa ngga di kabupaten masing-masing aja? Yah, ternyata memang kebijakan pihak kantor propinsi masing-masing karena pas saya call teman saya yang di pulau Lombok itu, mereka pelatihan di kabupaten masing-masing.

Memang sih, kalo pelatihannya di propinsi kan saya bisa refreshing pasca pelatihan. Cuman, jarak Mukomuko-Bengkulu kan amat jauh. Tujuh jam perjalanan sangat cukup membuat saya kelelahan. Itu saya tempuh dengan travel. Nah, gimana dengan para pencacah yang naik motor? Wah, ga kebayang saya. Miris sebenarnya. Mana sebagian sudah lumayan berumur banyak pula. Gosh!

Well, perjalanan saya berangkat memang sedikit tidak enak. Masih awal perjalanan sudah pusing. Padahal sudah minum obat anti mabok (dijamin saya ga kuat kalo ga minum obat anti mabok karena jalannya berkelok-kelok, miring, dan jelek!). Biasanya kalo dah gini saya berusaha tidur sebisa mungkin. Tapi apa daya, bau parfum penumpang sebelah sangat menyiksa! Saya pejamin mata sambil pasang aksi tutup hidung pakai jaket.

Hidung saya mang sensi dengan bau-bauan sejak kecil. Begitu mencium bau wewangian yang ga bisa kompromi di hidung, langsung pusing-pusing. Nah, kalo orang sebelah ini ngerokok, kan masih bisa saya minta tolong supaya ga ngerokok, lha ini parfum dah nempel di badan or bajunya kali gimana saya minta dia ngilangin? Huaaaa ga bisa tidur! Selama 7 jam tersiksa!

Di saat-saat saya berjuang untuk tidur, sang sopir muter album hijau daun. Begitu sampai lagu terakhir berjudul Dewi dengan aransemen barunya, entah kenapa saya ngerasa ada esensi yang hilang. Memang, yang sekarang terdengar lebih lembut dan romantis beda dengan yang dibawain vokalis lama yang terdengar gentle, sedikit garang tapi biar begitu saya suka aransemen lamanya. Yup! Electric guitar instrumental section-nya ok-lah menurut saya. Mungkin ini yang membuat saya ngerasa ada yang hilang dengan yang sekarang. Trus jadi inget mahadewi-nya Padi kalo denger lagu itu. Well, aransemennya sesuai warna vokal sang vokalis. Nah, sementara suara Dide kan mang lebih lembut so cocoklah dengan musik yang lembut.

Wow, lari ke musik deh. Ok, itu tadi cerita awal keberangkatan. Cerita perjalanan pulang lain lagi. Dari awal dijemput travelnya saya sudah dikira sakit ama sopirnya.

Pikir saya, "Mang tampang saya segitunya ya?"

Doh, emang tampang saya begini gimana donk?

Ternyata penumpang cuma 2 orang. Kebagian depan deh! Awal-awal sih diam2 aja. Tapi saya justru ngerasa ga nyaman duduk di depan kalo diam aja. Yaa sopirnya memang bukan tipe pengoceh sih saya liat. Padahal biasanya sopir tuh minta ditemenin ngobrol makanya kalo duduk di depan ga enak kalo mau tidur. Tapi kali ini saya ga bisa tidur malah. Ya sudahlah saya baca aja komik Team Medical Dragon 6 yang baru saya beli. Biasanya membaca sangat ampuh membuat saya tidur.

Tetep ga ngantuk ternyata. Loh ke mana efek obat yang ngebuat ngantuk ya? Finally sopirnya buka obrolan. Yah, biasalah iseng-iseng. Mulai dari biodata kayak mau masuk sekolah. Jadilah ngobrol sana-sini bertiga dengan penumpang belakang. Sampai akhirnya si sopir bilang, "Anak kuliahan seleranya tinggi"

Jegerrrrr. "Contohnya?" sahut saya.

"Mbak," jawabnya.

"Aku kan belom bilang seleraku gimana?" jawab saya langsung.

Dibalas dengan senyuman. Halah...

Hmm, kenapa sih orang seringkali beranggapan demikian? Padahal kita sendiri ga menyebutkan kriteria kita. Kita beranggapan kalo kita ga segitunya kok. Kalo sudah klik, whatever-lah! Yah, orang-orang sudah terlanjur berparadigma demikian sebelum mereka kenal dengan baik. Bisa dibilang takut duluan saat ngeliat cover-nya padahal belom ngeliat isinya. Yah mungkin memang karena beda pemikiran sih. Apa yang kita anggap biasa ternyata ngga biasa buat orang lain.

Well, perjalanan pulang ini lumayan enak. Sepertinya karena sopirnya bawa mobilnya enak. Tidak hantam gitu aja begitu ngelewatin lubang meski beberapa kali diterjang juga sih. Dan herannya saya kenapa tuh sopir tawa2 setiap ngelewatin lobang. Memang, saya ini kagetan. Jadi, saya bakal mengeluarkan suara jika kaget. Tapi ga latah loh. Mungkin lucu kali ya. Doh...
Ada bakat ngelawakkah diriku?

Bagusnya, setiap masuk awal waktu sholat kaya dzuhur dan ashar, saya diturunin di masjid. Padahal kalo sopir lain sih pasti nunggu di pemberhentian rumah makan baru deh penumpang mau sholat terserah aja. Jadinya dalam satu perjalanan 3 kali berhenti. Tapi sayang, saya sendirian yang sholat. Huff...

Saya sering nih mikir, di dunia ini banyak orang baik. Tapi satu kekurangannya, ga sholat! Hm...

Oya, sepertinya kali ini mata saya ga salah menilai. Tuh sopir paling baru lulus sekolah. Gaya anak gaul. Biasanya nih, saya ngeliat sosok-sosok tertentu itu tampangnya tua dan saya kira lebih tua dari saya. Terus begitu ngobrol baru deh saya tahu kalau ternyata dia seumuran saya atau lebih muda malah. Nah, saya kan jadi mikir, " Apa saya setua itu? Kan baru setahun lulus kuliah..."

Ah, ternyata mang bawaan wajah masing-masing yah. Saya masih sering dianggap mahasiswa tuh hehe.

Satu lagi! Saya dikira sombong! Duh, saya kan memang bukan tipe SKSD. Juga bukan pengoceh. Tapi kalo dah kenal ya ga gitu lagi. Jadi banyak omong malah! Memang, beginilah pendiam. Pasti dianggap sombong. Ya biarlah...

Saturday, April 18, 2009

Tales From Earthsea Theme Song By Aoi Teshima

4/18/2009 08:45:00 AM 4 Comments


Gara-gara nonton trailer Tales from Earthsea, gw langsung fall in love ma movie version theme song yang dinyanyiin Aoi Teshima berjudul Teru No Uta. Lagunya cukup hikmat didengar. Didukung vokal Aoi yang pas dan musiknya yang memang enak banget didengar.

Ok, bagi yang suka anime ost bisa ke sini yah!


http://www.aosts.net/


Syaratnya cukup gampang, hanya dengan register!
Bagi pecinta atau yang desperate nyari anime soundtrack, di situ gudangnya ost anime yang mungkin memang sedang kamu cari-cari!



Teru No Uta Lyrics (http://www.metrolyrics.com)Yuuyami semaru kumo no ue
Itsumo ichiwa de tonde iru
Taka wa kitto kanashi karou
Oto mo todaeta kaze no naka
Sora wo tsukanda sono tsubasa
Yasumeru koto wa deki nakute

Kokoro wo nani ni tatoe you
Taka no you na kono kokoro
Kokoro wo nani ni tatoe you
Sora wo mau yo na kanashi sa wo

Ame no sobo furui wakage ni
Itsumo chiisaku saite iru
Hana wa kitto setsuna karou
Iro mo kasunda ame no naka
Usu momo-iro no hanabira wo
Medete kureru te mo nakute

Kokoro wo nani ni tatoe you
Hana no you na kono kokoro
Kokoro wo nani ni tatoe you
Ame ni utareru setsuna sa wo

Hitokage taeta no no michi wo
Watashi totomo ni ayunderu
Anata mo kitto samishi karou
Mushi no sasayaku kusahara wo
Tomo ni michiyuku hito dakedo
Taete mono iu koto mo naku

Kokoro wo nani ni tatoe you
Hitori michiyuku kono kokoro
Kokoro wo nani ni tatoe you
Hitoribocchi no samishi sa wo


Picture credit to blu-ray.com

Thursday, April 16, 2009

Gempa Lagi

4/16/2009 06:05:00 AM 6 Comments
Gempa lagi...

Dalam semalam terjadi 3 kali getaran gempa yang cukup kuat. Pertama, kekuatannya diperkirakan 6.0 skala richter yang terjadi sekitar pukul 00.49 WIB ketika gw sedang online. Ga biasanya gw online jam segini, yang ada sudah terlelap di alam mimpi. Nah, berhubung seharian kemarin gw kecapekan ngentri dokumen hingga maghrib, so, sepulangnya gw langsung bersih-bersih diri trus sholat maghrib trus istirahat menghibur diri (nonton anime). Tapi, badan gw pegel-pegel terutama lutut. Gw coba naikin ke bantal biar lelahnya hilang. Baru dua episode (1 jam) sudah ga kuat lagi mata gw. Tidurlah.

Sekitar pukul 12 malam kurang, gw terbangun oleh sms seorang teman. Well, gw balas sms-nya (baek kan gw? ^^). Trus teman gw balas, "Padahal gw cuma iseng ternyata jam segini lo belom tidur."

Huaaaaaaaaa!!!!! *Gw bangun gara-gara tone sms gw berdering. Dan itu lagu kesukaan gw dari band Indonesia pertama (saat masih indie dengan vokalis lama) yang gw jadiin tone di hp gw. Gw suka aransemennya. Lebih dominan ke gebukan drum-nya sih khusus lagu itu. hehe

Ternyata pegel-pegel gw dah berkurang. Badan udah enakan. So, gw ga ngantuk lagi deh. Ya udah, online!

Baru sebentar online, gempa! Memang, sudah lama ga terjadi gempa. Dan rasanya baru kemarin gw singgung tentang gempa dalam posting gw, eh terjadi lagi.

Selanjutnya, gw terlelap lagi. Dan gempa mendadak membangunkan gw sekitar pukul 03.00 WIB. Kali ini terjadi beruntun dua kali getaran. Dan kekuatannya mencapai 6.4 skala richter! Kalang kabut dah gw. Bayangin betapa repotnya mau menyelamatkan diri keluar rumah karena mesti memakai kerudung dan jaket dulu secara terburu-buru. Baru mau keluar kamar, berhenti! Alhamdulillahirabil 'alamiin...

Gw perhatiin, gempa selalu terjadi ketika manusia-manusia sedang terlelap. Bayangin aja paniknya orang yang bangun tidur secara terpaksa harus langsung menyelamatkan diri! Pikiran masih melayang-layang. Nyawa masih setengah.

Jika terjadi gempa demikian, tak ada hal lain yang terpikir selain menyelamatkan nyawa. Yaa materi sama sekali tak ada di ruang otak. Dan memang tak ada artinya lagi apa pun yang kita miliki jika terjadi gempa. Bisa menyelamatkan nyawa saja sudah anugerah. Ya Allah ampunilah hamba-Mu ini...

Gw ga bisa tidur lagi. Masih ada rasa seram pastinya sekalipun bisa dibilang sudah biasa mengalami gempa. Bagaimana pun juga buat gw, gempa bukan hal biasa.

Selanjutnya, gw langsung ke kamar mandi. Gw liat air di bak mandi masih goyang-goyang padahal sudah beberapa menit berhenti. Saat gempa tadi juga gw liat daun pintu kamar gw goyang-goyang. Ada baiknya jika tidur dalam keadaan terang. Lumayan bisa bertindak cepat kala terjadi gempa. Selain itu persiapan diri baju tidur panjang meskipun taulah di sini panas banget.

Gw ambil wudhu, sholat, trus nulis! Dan inilah hasilnya...

Gw mikir, kalo sampai terjadi apa-apa, empat bulan ini gw belum balik. Belum ketemu keluarga gw. Dan kemarin (13 April 2009) gw dapet ponakan baru. Cowok! Yup, gw suka ponakan cowok... ^^

finish 3:58 am

Wednesday, April 15, 2009

The Good The Bad The Weird

4/15/2009 06:03:00 AM 0 Comments


Semalam gw lanjut nonton lagi. Upaya pemanjaan diri setelah capek kerja seharian nih (halah alasan!). Selagi mood nonton masih tersisa. So, lanjut!

Well, gw benar-benar underestimate dengan film yang gw tonton kali ini. Why? Ternyata filmnya seru abis! Padahal dalam satu kompilasi, inilah film terakhir yang gw pilih untuk ditonton. Ga taunya, tertipu dah dengan covernya yang bergambar the weirdman paling depan. Gw pikir bakal konyol gitu... haha

The Good The Bad The Weird (2008), film yang bersetting di Korea era 1930-an ini menitikberatkan perseteruan 3 kubu. The Weird (Song Kang Ho), si pencuri ulung yang jago tembak (pistol) namun tingkahnya lucu bak aksinya Jackie Chan. Dengan penampilan yang semrawut, ciri khasnya adalah penutup kepala bak orang Manchuria.

The Bad (Lee Byung Hun), si antagonis jago tembak (pistol) dan pisau. Lain dengan The Weird, The Bad penampilannya sangat rapi dengan jasnya dan poni panjangnya terlempar ke kanan. Biar demikian, orangnya cukup sadis. Ga segan memotong jari lawan! Ada apa sebenarnya dibalik itu? Wah, benar-benar don't judge a book by it's cover dah. Namun karakternya sangat menarik menurut gw. Dan Lee yang berwajah garang cukup baik memerankan karakternya. Sangat pas! Gw suka dengan karakter The Bad! hehe

Kemudian The Good (Jung Wo Sung), si jago tembak yang sangat khas dengan senapan laras panjangnya dan topi bak koboi. Wah, mentang-mentang The Good lalu dipilih yang orangnya ganteng, tinggi, ... menariklah! Hoho idealis ya. Orang yang baik selalu digambarkan yang perfect demikian... Padahal kan di dunia ini banyak pula orang-orang baik namun tidak berparas elok. *thinking

Yup! Ketiganya punya ciri khas penampilan masing-masing.

Inti ceritanya adalah perebutan peta harta karun. Wah, basi ya. Sudah terlalu biasa tema cerita demikian. Eits, jangan underestimate kaya gw lagi. Di sini fokusnya adalah perseteruan ketiga kubu tadi bagaimana prosesnya mereka bisa saling kejar-mengejar dan di akhir cerita berkumpul di suatu tempat lalu terjadilah tembak-menembak tiga arah layaknya segitiga lalu terkapar satu sama lain terkena peluru menunggu detik-detik kematian bersamaan. Dan! Ternyata The Weird dan The Good ga mati. Pake anti peluru! Hm...

Power adalah tujuan lain selain harta karun. Karena siapa yang paling kuat adalah yang menang. Yaaa pria identik dengan power.

Btw, ga ada cinta-cintaan tuh di film ini. Murni action! Tidak ada pemeran utama wanita. Yup! gw suka aja dengan pengambilan gambarnya. Baru kali ini nemu film Korea yang cukup beda. Gw agak heran sih. Kenapa setting-nya di gurun yah? Biar lebih keren?

Oya, di sini dipakai 3 bahasa, Jepang, Korea, Mandarin. Karena ceritanya memang melibatkan orang-orang dari tiga negara tersebut. Mulai dari cerita awal pembajakan terhadap orang jepang dalam kereta api di korea yang sedang membawa peta harta karun. Namun secara tak disengaja justru The Weird (orang Korea) yang menemukan lalu membawa kabur. Lalu ada pula sekawanan bandit orang Manchuria yang memperebutkan peta tersebut.

pic cr: the rightful owner

Friday, April 10, 2009

Pendiam = Sombong

4/10/2009 05:52:00 PM 5 Comments



by reana


Ini dia ada sebuah kutipan yang gw ambil dari seseorang. Sebelum membaca, gw kasih instruksinya dulu.

Moet = panggilan sayang dia ke gw => jangan protes loh! ^^
Cae = panggilan sayang gw ke dia

"moet, ga tau neh...
orang-orang pabrik banyak yang bilang cae tu orangnya sombong...
yach abisnya mo gimana lagi...
pengen ramah ma orang pabrik, tapi mereka sering usil.

jadi kalo cae jalan dalem pabrik sering diisengin...
yach kadang-kadang mereka teriak macem di kebun binatang gitchu...
jadi cae ngerasa apa ada yang salah ama penampilan, perasaan dah sopan dalam penampilan, jadi yach akhirnya cae memilih diam.
trus mereka bilangnya sombong. ya udah cae biarin ja...

moet, ehm.. sebenarnya pengen sih punya banyak teman, tapi kok susah ya...
mungkin karena pendiem kalie yach"


Pendiam identik dengan sombong, benarkah? Yuks kita kaji (ceileee gaya bener!) sedikit menilik perkataan temen gw di atas. Memang, orang seringkali beranggapan bahwa pendiam itu sombong. Wait, orang lain yang beranggapan atau si pendiam yang beranggapan sendiri? Melihat dari kasus teman gw, jelas aja dia ngerasa demikian karena orang lain yang bilang kalo dia sombong. Nah, sebenarnya sih seperti yang pernah gw bilang dalam postingan gw introvert or extrovert? bahwa temen gw yang introvert itu cenderung pendiam dan tidak pandai bergaul.

Public Enemy Return

4/10/2009 11:24:00 AM 4 Comments



by reana

Liburan, gw sempatkan diri nonton film nih setelah sekian lama absen. Dari mulai film Indonesia (dapet pinjaman nih maren, sik asik...) trus lanjut (asal comot aja film yang nganggur sekian lama) ke Hongkong lalu Korea lalu Thailand. Hm, untuk hari ini apa ya? Jepang? Hoho Iya nih gw kangen dah lama ga nonton anime atau dorama. Eh, maren liat trailer Tales of Earthsea jadi mupeng. Setelah browsing, ternyata itu dikarang oleh pengarang anime Spririted Away (jadi inget nonton bareng Spirited Away pas masih magang di pusat) :D

Untuk film Korea-nya, gw pilih film bertema gangster berjudul Public Enemy Return (June 2008) yang merupakan sekuel Public Enemy (2002) dan Another Public Enemy (2005). Public Enemy sendiri menyabet kategori best actor dalam Grand Bell Award (semacam Academy Award kalo di US). Sebenarnya, nonton film ini ga pernah ada dalam rencana gw sih. Maksudnya, bukan film yang gw cari gitu. Tapi lumayanlah buat hiburan (hiburan kok seram berdarah-darah ya? Aneh!). Hihi ^^

Nah, di film ini ada monolog yang bagus menurut gw (kalo ga setuju jangan komen, ok?). Simak di bawah ini yah!


Wednesday, April 8, 2009

Tak Ada Yang Salah Dengan Kesendirian

4/08/2009 08:19:00 PM 4 Comments
by reana


Sendiri... haduh sedih banget yah dengernya. Kasian gituuu fufufu... :((
Ah, ngga juga kok. Hehe menghibur diri.

Gw dah biasa dalam kondisi kaya gini. Dalam arti, gw ditinggal pulang temen2 kos jadilah sendirian di kos. Sejak kuliah dulu kalo ada liburan sekedar berapa hari aja, pasti deh rumah tuh sepi. Tingal gw sendirian. Nah, kalo dulu setidaknya masih mendinglah. Ada temen yang bisa gw ajak buat nemenin gw. Nginep bareng gw gitu. Soalnya kan dia rumahnya jauh gitu di pulau Lombok hehe. Jadilah dia temen gw dalam kesendirian. Haha seneng banget siy ada temen
senasib! :D

Sekarang? Tambah parah aja nih. Udah rumah kos yang gw tempatin ini gede n rumah tua gitu, trus rumah warga jelas ga serapat di Jakarta donk! Masih terdengar jelas kok suara2 jangkrik. Yaa hewan2 yang bersuara di malam hari itu. Hihi. Trus kalo pagi2 yang sunyi gitu kedengeran suara debur ombak loh. Emang deket banget ma laut sih tepatnya Samudera Hindia. Nampaknya ga nyampe 1 km yah...

Hmm, maka itu kalo ada orang yang tau gw kerja di mana, biasanya orang itu akan bertanya, "Ga takut tsunami?"

Ya, pertama kali mau ke sini aja dah serem ma gempa yang saking seringnya terjadi. Dan emang beneran kebukti sih. Jadi pas hari pertama gw mulai kerja di kantor propinsi Bengkulu, eh ada gempa! Lucunya gw ga ngeh waktu itu padahal pegawai lain dah pada panik berhamburan keluar. Hahaha.

Emang saat2 awal kedatangan di propinsi, sering gempa. Jadi, terbukti sudah ketakutan awal. Hm...

Trus begitu sampai di Mukomuko, sering gempa juga. Tapi lebih serem! Mungkin karena dindingnya papan dan atapnya seng yah jadi getarannya lebih terasa kuat. Rumah2 penduduk si sini rata2 memang begitu. Justru bahaya kalo dinding semen dan atap genteng. Kalo gempa besar datang, hancurlah tuh rumah. Btw, dulu gw dah serem duluan ngebayangin tinggal di rumah papan takut papannya dibolongin trus diintip orang! Syukurnya dinding luar tembok kok. Legaaa ^^

Jadi, pas gw ke lapangan buat survey door to door gitu di tahun 2008, gw liatlah rumah2 yang masih ada bekas2 hancur, retak karena gempa besar 2007 silam. Kalo dipikir, kenapa mereka ga pindah aja sih nyari tempat yang aman? Hmm, ga segampang itu kali ya buat memutuskan pindah gitu aja. Lagipula bagaimana pun juga kalo tanah kelahiran (kandang sendiri) itu lebih nyaman yah apapun rintangannya. Eh, bener ga sih? hihi

Yeee jadi ngelantur ke gempa nih. Yuks kita kembali ke pembicaraan awal. Jadi, masih ada yang bikin serem selain yang udah gw sebutin tadi yah. Kalo malam tuh sering ada suara anjing melolong. Loh? Aneh ya? Anjing kok melolong? Bukannya yang punya lolongan itu adalah serigala? Nah, itu dia yang aneh di sini. Jadi pas awal2 di sini tengah malam sering denger lolongan anjing. Pernah pula gw intip dari jendela kamar gw. Abisnya penasaran sih. Kayak apa
bentuknya ya anjing yang melolong. hehehe. Tapi gw serem sendiri sih takut anjingnya ngeliat gw trus nyalak ke jendela kamar gw kan gawat. Haduhhhh jantungan dah...

Hihi gitu deh. Syukurnya sekarang ga denger lagi. Dan akhir2 ini jarang liat anjing keliaran depan kos atau pun kantor gw. Malah jadi heran nih. Pada ke mana ya?

Well, bicara soal sendiri, sepertinya gw benar2 introvert sejati deh <-- a="" ini.="" lihat="" postingan="">Beberapa hari ga ngomong ma orang gw bisa2 aja tuh. Berdiam diri di rumah aja gitu gw bisa. Yah, gw kan terbiasa sebagai anak rumahan yang keluar rumah seperlunya aja hehe.

Kenapa gw bilang tak ada yang salah dengan kesendirian? Karena sendiri itu nikmat loh. Tapi yang jelas kasusnya ga berlaku untuk semua kesendirian ya. Dan jelas ga berlaku untuk semua tipe orang. Yah orang2 tertentu seperti gw lah misalnya. Kalo kesendirian ditinggal teman kaya gini, ada dua hal sih. Satu, sepi kaya ga ada kehidupan karena hanya gw lah satu2nya makhluk di kos gede ini. Dua, gw bisa bebas bereksperimen apa kek tanpa ada yang ngomentarin
misal coba resep baru gitu. Nah, mau gosong mau enak apa ngga cuma gw yang tau. Hehe ga banget ya. Udah syukur banget gw mau masak ;p

Lain kasus nih, gw pernah ngerasa sepi banget hidup di dunia ini (hehe dramatisir banget seh) sewaktu gw pulang kampung kok ga ada orang sama sekali di rumah gw. Hiks hiks gw langsung memikirkan macam2. Langsung merenung. Ya baru sekali itu sih kedatangan gw ga disambut tapi ternyata begitu besar efeknya buat gw. Gw langsung merasa seperti tak ada siapa2 di dunia ini (lagi2 mendramatisir). Gw langsung merasa kurang kasih sayang (hoho lebih mendramatisir lagi). Padahal begitu mereka muncul, tampak sekali wajah bahagia mereka yang berseri2 begitu ngeliat gw. Ternyata gw ditinggal ke pasar sebentar bo! hehehe

Mulai malam ini, pokoknya gw mesti berani! Bakal menghitung hari nih sampai hari Minggu tar mulai ada lagi kehidupan di kos gw. ^^

Haduh, beneran nih dag dig dug jantung gw barusan detik ini bener2 tinggal gw sendirian. Ada desir2 rasa takut gitu. Doakan gw ya teman2 moga aman2 aja n gw berani!

Sunday, April 5, 2009

Introvert or Extrovert?

4/05/2009 04:55:00 PM 9 Comments



by reana


Hmm... tergelitik nih buat nulis tentang tema kali ini, introvert or extrovert?
Mungkin lebih besarnya karena gw sendiri merasa bahwa gw introvert. Trus, memangnya apa yang salah kalo gw introvert?

Introvert or extrovert, keduanya punya sisi lebih dan kurang masing2. Jadi, semestinya ga perlu dipermasalahkan ya. Cukuplah saling mengerti n melengkapi.

Lantas, kenapa ada introvert kemudian ada juga extrovert? Keduanya memang sangat bertolak belakang yah tapi masing2 ada keuntungan tersendiri jika sudah dihadapkan pada dunia kerja. So, enjoy aja apa pun diri kita!

Well, gw coba ungkapin sedikit apa yang gw tau seputar introvert!

Saturday, April 4, 2009

Soulmate, Are You There?

4/04/2009 01:25:00 PM 2 Comments



"Soulmate... kapan ku akan menemukannya?"

Mungkin ini adalah pertanyaan yang sering terucap dalam hati sebagian orang. True or false?

Yup! Saya baca-baca di sebuah forum, jadi pengen membahas tentang topik ini di sini. Pertanyaan sederhananya sih, ada ga sih soulmate itu sebenarnya?

Hmm, tiap orang sah-sah aja ya membuat definisi soulmate yang seperti apa dan siapa. Karena tiap individu itu unik! Sehingga kita tidak perlu mendiskreditkan orang lain yang tidak sejalan dengan pemikiran kita.




Well, ini dia beberapa pendapat mengenai soulmate!


1. Sebagian orang berpendapat bahwa mereka merasa sudah menemukan soulmate-nya saat pacaran

Untuk kelompok ini, mereka sudah merasa menemukan bahwa sosok yang menjadi pacarnya saat ini telah memenuhi kriteria2 yang didambakan sehingga hatinya berkata, "Yes! I'm sure. You're my soulmate!".


Namun, jika kemudian putus, apakah akan tetap merasa bahwa dia soulmate-nya? Tentu saja tidak kan.

Jika menemukan pacar baru lagi kemudian ternyata lebih baik daripada yang sebelumnya, mungkin pula hati akan berkata lagi, " Ah, ini baru soulmate gw!".

Seterusnya... seterusnya... sampai orang ke-sekian. Bukannya hati itu selalu mencari mana yang lebih baik dan terus mencari? Sehingga tereliminasilah sosok-sosok sebelumnya yang pernah dianggap sebagai soulmate-nya.


2. Sebagian orang berpendapat bahwa mereka merasa baru menemukan soulmate-nya setelah menikah

Sebelum menjalani ikatan perkawinan yang sah, orang-orang dalam kelompok ini merasa belum pernah menemukan soulmate-nya. Barulah setelah menikah, terbiasa menjalani kehidupan dengan seseorang itu lama-kelamaan timbul anggapan sendiri dalam dirinya bahwa ternyata suaminya adalah soulmate-nya.


3. Sebagian orang berpendapat bahwa mereka merasa belum menemukan juga soulmate-nya


Nah, orang-orang dalam kelompok ini selalu mencari-cari sosok yang pas untuk disebut sebagai soulmate-nya. Sekian banyak orang yang ditemuinya ternyata belum juga ada yang layak menjadi soulmate-nya. Sehingga pencarian pun terus berlanjut.


4. Sebagian orang berpendapat bahwa mereka merasa soulmate-nya ada pada diri orang lain padahal mereka sendiri telah berkeluarga/terikat perkawinan yang sah


Untuk kelompok ini, sebelumnya mereka telah merasa klik dan menganggap bahwa ada sosok tersendiri yang dianggap sebagai soulmate mereka namun pada kenyataannya kemudian sosok itu bukanlah sosok yang mereka nikahi. Bisa dibilang mantan pacar. Dan setelah menikah ternyata tetap merasa bahwa soulmate-nya adalah si mantan pacar. Nah khusus yang ini, gimana yah perasaan pasangannya begitu tahu bahwa dirinya bukan soulmatenya? Sedih ga sih?


5. Sebagian orang berpendapat bahwa mereka merasa soulmate itu ada kalau mereka sendiri yang membuat seseorang itu menjadi soulmate-nya


Kelompok ini menganggap bahwa jika bukan mereka sendiri yang menciptakan soulmate-nya (bukan mencipta laksana Tuhan ya), lalu soulmate itu tidak akan pernah ada. Dalam arti, mereka menganggap bahwa soulmate itu tidak turun dari langit secara serta merta melainkan saat mereka menemukan sosok yang pas, mereka membuat sosok itu menjadi soulmate mereka menurut kriteria-kriterianya sendiri seperti apa yang mereka mau.


So, bagaimana dengan Anda?



Picture credit to the rightfull owner

Wednesday, April 1, 2009

Ketika Tutur Kata Adalah Cermin Kepribadian Seseorang

4/01/2009 07:43:00 PM 2 Comments







Sosok A

Suatu ketika gw pernah chat dengan seseorang (lupa nickname-nya). Waktu itu gw masih 23 tahun (hehehe seolah2 dah lama banget padahal baru 2 hari yang lalu umur gw nambah) terpaut 6 tahun sama orang itu. That was fine. Namanya juga chat! Meski dalam hati merasa ga nyambung. Hohoho. 


Nih orang lulusan teknik sipil universitas negri di Sumsel trus kerja di Lampung (Semacam kontraktor kali ya). Tapi, dari awal chat ma orang itu memang antara iya dan tidak untuk terus chat. Eh, lama2 makin banyak topik yang dibahas. Dan menyebalkan! Kata2nya sangat tidak enak. Menghina gitu deh. 

Padahal, apa sih hebatnya dia? Sangat banyak kok orang2 yang begitu hebatnya tapi ga sombong. Jelas aja gw sebel. Sebenernya, tinggal gw cuekin aja kan? Ato gw kick sekalian? Tapi, adrenalin gw dah terlanjur naik jadinya gw timpalin aja terus omongan dia. Haduhhhh... ga guna banget yah buang energi aja. Yuks sampai akhirnya gw yang mutusin obrolan baru berhenti. Eh, tuh orang masih pake ngasih nasehat n menutup dengan salam. Btw, gw ga nyimpen tuh obrolan jadinya ga bisa gw tampilin di sini.


Sosok B

Masih pada saat yang sama, gw lanjut chat dengan yang lain. Hmm, kontras banget! Nih orang (lupa nickname-nya) santun sekali omongannya. Jadinya, gw pun enak ngobrol ma dia. Yang gw heran, kok dia tau gw dari salah satu instansi pemerintah. Ah, mungkin dah pernah chat ma gw sebelomnya yah. Pas gw tanya, jawabnya:
1. small lies (kalo ga salah ingat)
2. statistics (yang ini gw ingat banget) ^^
Pokoknya ada dua jawaban.

Ternyata, nih orang pernah nyari data instansi gw untuk bahan thesis-nya di Singapura beberapa tahun silam. Cuman katanya, situs instansi gw kok kurang update? Misal sekarang 2009, kok datanya masih 2007. Kira2 gitu... Itulah yang dia pertanyakan. Trus, dia merekomendasikan situs Singapura.

"Coba situsnya Indonesia bisa kaya situsnya Singapura" katanya.

"Situs Singapura lengkap dan di-update terus."

Bagi yang mau tau silahkan ke http://singstat.gov.sg/

Oya, tuh orang ngakunya sekarang kerja di akuntan publik.

Kalo mau coba bandingin:
1. Singapura negara maju yang sangat teratur administrasi dan segala macamnya pastinya. Sementara Indonesia adalah negara berkembang yang perlu banyak perbaikan sana-sini.

2. Singapura wilayahnya kecil sementara Indonesia sangat luas. Sehingga setiap kali survey/sensus, pastilah publikasi hasil survey/sensus itu lama terbitnya kalo untuk Indonesia. Yah tau sendiri wilayah cakupan yang begitu luas dengan segala keterbatasan di tiap wilayah masing2. Apalagi seperti di Papua yang mesti menggunakan pesawat sebagai transportasi antar kabupatennya dan itu pun ada jadwalnya ga setiap kali mau berangkat selalu ada (itu pengalaman teman di sana yang sudah berbagi loh).

Manage sesuatu yang jumlahnya sedikit akan lebih mudah ketimbang yang banyak kan? Kira2 seperti itulah...

3. Dari segi teknologi, jelas Singapura jauh lebih unggul ya. Apalagi SDM?

Semestinya, masih banyak lagi ya perbedaan2 yang ada. Indonesia masih harus terus belajar dari negara2 yang maju seperti Singapura. Dan apa kata sosok B adalah benar. Memang seperti itu adanya.


Umm, kembali ke soal tutur kata. Yup! Seseorang itu bisa dinilai dari perkataannya. Kalo dalam dunia maya memang susah ya buat menilai seseorang. Siapa pun bisa berubah jadi apa pun yang dia mau. Seringkali kebalikan dari dunia nyata. Apa yang tidak tersalurkan di dunia nyata, dia salurkan di dunia maya. Jika itu menjadi hal yang positif (untuk berkarya misal), gw pikir ga masalah. Tapi, seringkali kan disalahguna. Misal chat menjadi sarana memuaskan hasrat. Korban teknologi?

Malah ada yang make friendster buat publikasi diri jadi yang ngga-ngga? Gw ga abis pikir karena ada seseorang yang jadi teman chat gw ternyata demikian. Dan betapa herannya gw saat dia menuliskan di shoutbox-nya kira2 begini: album no.2 special to cstars3003 ( ID YM gw). Kaget gw! Hadohhhh... Parahhhhh!!!

Lain kasus, gw memasuki suatu forum. Gw ikuti topik2 tertentu. Gw baca2 komen2 yang ada. Ada sosok2 yang kelihatan begitu smart menurut gw hanya dari melihat komen2 yang mereka tulis. Hmm, salut! Itu benar memang mereka demikian ato tidak, who knows?

Trus, gw sendiri termasuk apa yah? hehehe



all pictures credit to the rightful owner

Tuesday, March 31, 2009

Promosi Nikah dan Cerita Seram

3/31/2009 01:22:00 PM 2 Comments
Pegawai (sebut A) yang barusan merit kemarin dah mulai masuk kantor lagi Senin ini. Hmmm... mungkin karena lagi senang2nya or kasmaran or fallinluv... apa yah kata yang tepat... berbunga2 gitu deh. Yaaa kalo kembang, lagi mekar2nya gitu kali ya kan jadi gede bentuknya. hehe perumpamaan yang aneh. Ga nyambung! :D

Nah, promosi mulu tuh ke kita2 yang masih juniornya. Haduh duh, buka biro jodoh? ;p
Dia bilang, "Nikah enak loh... Ada yang bayarin, ada yang jadi tukang ojek..."
Hohoho maksudnya ngiriin kita gitu deh.

Dibalas ama penjaga kantor, "Ya situ yang enak bilang gitu, nah si suami bilang nikah ga enak jadi tukang bayar jadi tukang ojek..."

Cekikikan deh gw. ;p

Trus dijawab ma pegawai lain (sebut B), "Nikah ga enak, kawin yang enak!"
Grrrrrrrrrrr. Seruangan ketawa semua.

Pegawai lainnya lagi nambahin, "Emangnya nikah enak? Apa enaknya B?"

"Nikah tuh cuma ijab qabul sudah... kawin yang enak..." jawab B.

Hakz hakz... pembicaraan orang dewasa... :D

Emang sih, di kantor tuh tinggal kita berdua (gw n teman gw) yang masih junior ama penjaga kantor. Hihi lucu aja kalo A lagi cerita2 yang menggambarkan sosoknya yang lagi melambung tinggi itu. Maklum sih pengantin baru. ^^

Trus, malah ada cerita serem nih. Mau tau? Penjaga kantor bilang kalo di sini ada hantu palasik. Ada yang tau? Katanya sih nenek2 gitu sering lewat jalan depan kantor. Nah, Si A pernah ketemu trus ditanya ama tuh nenek, "Mau ke mana?"
Si A mengira kalo tuh nenek mau kenalan (biasa kan ngulurin tangan?), eh ga taunya megang perut A. Kaget juga kan Si A.

Konon nih, hantu palasik itu kan ngambil jabang bayi yang masih dalam rahim ibunya (ya iyalah namanya jabang bayi) usia 8 bulan ke bawah. Trus biasanya kalo ada yang mau diambil, malemnya kedengeran suara khasnya dia itu. Di situ sudah pernah ada yang diambil pas usia kandungannya 8 bulan. Bayangkan! Perut langsung kempes loh. Percaya ga percaya, itu kejadian.

Trus, ga maksud nuduh tuh nenek juga, tuh nenek ngaku kok. Dalam arti, dia itu sebenernya ga mau tapi ga bisa nolak. Konon itu turunan. Serem yah.

Trus Si A komen, "Coba yang hamil di luar nikah pada ke situ aja ya. Enak, ga ada bekas. Jadi gadis lagi!"

Huuuufff, idenya boleh juga. Gw ga kepikiran sampe segitunya malah. Hohoho

Hmm... hari gini masih ada hal klenik macam itu. Malah si A bilang kalo dia pernah nonton film hantu parasit. Eh, bener ga sih sebutannya?

Menyedihkan sekali ya bagi ibu2 yang kehilangan bayinya padahal kan mereka sudah merawat kandungannya sedemikian rupa dan berharap anaknya yang lucu nanti terlahir dengan selamat dan menjadi generasi penerus bangsa ini.

Sebenarnya, gw serem juga nih ngangkat topik ini.

Ya Allah, lindungilah kami selalu. Amin...

Monday, March 30, 2009

Pengumuman Kelulusan PPAKP Angkatan 14 Kelas B

3/30/2009 05:45:00 PM 4 Comments
Akhirnya pengumuman kelulusan PPAKP (PROGRAM PERCEPATAN AKUNTABILITAS KEUANGAN PEMERINTAH) keluar juga. Sebenarnya sudah dari awal Maret kemarin yah. Hihi telat nih taunya padahal kan tiap hari online. ^^

Pada postingan kali ini, gw mau mengucapkan selamat kepada seluruh teman2 PPAKP yang lulus terutama teman2 angkatan 14 kelas B lokasi Sheraton Hotel Media Jakarta tahun 2008. Dari 26 peserta, ada 1 teman dinyatakan TIDAK LULUS. Yup! Ada 3 kategori dalam pengumuman tersebut yaitu :
1. Lulus
2. Tidak Lulus
3. Gugur

Selamat atas keberhasilan mbak Tri Wulandari dari Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat (lupa nama kabupatennya) sebagai peringkat pertama di kelas B dengan nilai 94,52. Disusul oleh Yuda Hardiyan di peringkat kedua dari Departemen Keuangan (Jambi kalo ga salah) dengan nilai 92, 87 trus di peringkat ketiganya mbak Yessi Marseilli dari Departemen Keuangan Palembang (Sumatera Selatan) dengan nilai 91,63.

Trus, gw sendiri posisi ke berapa neh? Hehehe kalo cuma kelas B masih 10 besar lumayanlah di peringkat 6. ^^

Umm... kalo gw sendiri ngasih penilaian buat peserta kelas B, kira2 begini nih :
Peserta teraktif : Lalu Saparudin (salut pak!)
Peserta terlucu : Daryat (bikin ketawa mulu nih, rekaman video lucunya masih ada loh pak) :D
Peserta terheboh : Sari Nurhadi (mentang2 peserta termuda nih ye) ;p
Peserta terbandel : Duo singgih Pamungkas n Zahibul (kompak amat sih kalian berdua bolosnya bro!) ;p
Peserta terbocor : Anetha Hendjan (ga nyangka buk) ^^

Berikut nama2 yang lulus dari angkatan 14 kelas B :
1. Tri wulandari
2. Yuda Hardiyan
3. Yessi Marseilli
4. Jihansah
5. Hari Isnaini
6. Me ^^
7. Sari Nurhadi
8. Asri wijayanti
9. Ahmad Sudarmo
10. Janiar Ningrum
11. Arlina Yati
12. Herina Trisdyani
13. Tupiet Irauna Yas
14. Eky Andini
15. Muhajir
16. Lalu Saparudin
17. Daryat
18. Zahibul
19. Juniar
20. Ahmad Sujai
21. Muhamad Arfat
22. Singgih Pamungkas
23. Fatmawati
24. Anetha Hendjan
25. Masriah

Sunday, March 29, 2009

Hampir Habis Waktuku

3/29/2009 10:32:00 AM 2 Comments
Waktu seolah berjalan dengan cepat, padahal ia bergerak seperti biasanya.
Hanya perasaan saja sebagai manusia yang kurang memperhitungkan waktu. Sering terlena? Yah... Demikianlah.

Rasanya baru kemaren gw wisuda (padahal sudah 1 tahun 5 bulan yang lalu). Rasanya baru kemaren pula gw ada di Mukomuko (padahal sudah 8 bulan yang lalu). Rasanya juga baru kemaren gw nulis tentang waktu.

Padahal sih ga pernah ada waktu nganggur pascawisuda. Yuks, gw wisuda umur 22 tahun (sesuai jadwal n perkiraan gw sedari dulu). Selesai wisuda langsung magang di pusat 6 bulan trus ke daerah (Bengkulu) 1 bulan. Baru deh ke kabupaten (Mukomuko) hingga saat ini.

Sebentar lagi sudah tidak paling junior di kantor (ada pegawai baru yang masuk, mudah2an dapat jatah). Itu artinya, bakal ada yang menuakan gw karena gw seniornya (meski terhitung cuma 1 tahun kan).

Hm... Jadi sebenarnya, jika hari ini gw genap berusia 24 tahun, layak disebut apakah?

Gw bikin pengandaian.
Jika jatah hidup gw = 60 tahun
Sekarang hidup = 24 tahun
Maka hitungan matematisnya, gw telah menjalani 40% jatah hidup gw.

Sementara baru sebatas ini yang gw lalui dalam hidup gw. Masih banyak plan2 yang mesti disusun ulang n mencoba diwujudkan. Rasanya baru kemaren gw dah nyusun untuk pencapaian 10 tahun yang akan datang. Tapi sepertinya mesti dirombak lagi mengingat hari ini. Hufff... gw harap, sebelum gw tempuh 50% jatah hidup gw, one by one bisa gw raih. amin...

Ada yang bilang kalo usia gw sudah hampir seperempat abad (kurang 1 tahun lagi). Yup! Bener! Tapi, kata 'abad' terlalu berat nurut gw karena pada kenyataannya jarang sekali manusia yang bisa hidup mencapai 100 tahun. Meski wanita punya harapan hidup yang lebih besar ketimbang pria, tetap saja untuk orang Indonesia hal itu sangat langka. Kalau di wilayah mongol dan Jepang (lupa bagian mana), hal itu wajar. Justru banyak yang bisa hidup lebih dari 100 tahun. Fenomenal memang, tapi terlalu lama jadi lansia juga tidak enak kali ya. ^^

Saturday, March 28, 2009

Cewek Mandiri, Salahkah?

3/28/2009 06:14:00 PM 4 Comments


Seiring majunya jaman, semakin banyak saja cewek-cewek yang hidup mandiri. Semakin banyak cewek-cewek yang pintar, cerdas, dan berpendidikan tinggi. Seperti dalam ilmu kependudukan, terbukti bahwa pendidikan menunda usia perkawinan pertama. Yup! Jika sebelumnya seorang wanita umumnya menikah umur 16 tahun, maka dengan sekolah yang lebih tinggi maka semakin berkurangnya keinginan menikah. Sehingga mereka memutuskan menikah pada usia yang lebih matang.

Yah, fenomena yang saya amati sendiri, jika seorang cewek tidak punya aktivitas (dalam arti tidak sekolah apalagi tidak punya kerjaan), maka dia tidak punya alasan lain lagi untuk tidak menikah. Secara otomatis dan naluri, orang itu akan memilih menikah. Selain meringankan beban orang tua karena sudah ada yang menanggung kebutuhan hidupnya (jika benar maka semestinya begitu, namun tidak jarang yang masih menyusahkan orangtuanya). Ya kalau tidak menikah, apalagi yang ditunggu kan kalau jodoh sendiri sudah datang di depan mata? Bukan maksud saya berpikir sempit melainkan itulah realita kehidupan.

Dalam bahasan kali ini saya mau membahas tentang mandiri. Memangnya, apa sih definisi mandiri? Kalau menyebut mandiri sebagai 'mandi sendiri' seperti kata-kata orang yang suka berkelakar, saya pikir-pikir benar juga sih. Mana bisa disebut mandiri kan kalau mandi sendiri saja tidak bisa? hehe ;p

Mandiri tidak selalu identik dengan 'bisa melakukan segala sesuatu sendirian'. Paling tidak, itu definisi menurut saya. Sosok mandiri itu memang sosok yang tidak suka merepotkan orang lain. Jika sesuatu itu bisa dia kerjakan sendiri, kenapa mesti minta bantuan orang lain kan?

Namun, karena terlalu sering dan sudah jadi kebiasaan melakukan semuanya sendirian, jadilah lama-lama orang lain menganggap orang yang demikian tidak butuh siapa-siapa lagi. Padahal normalnya, mana ada yang seperti itu? How strong she is, right? Kalau memang tidak butuh orang lain lagi, kenapa tidak hidup sendirian saja di hutan atau di planet lain kan? Berhubung masih hidup di bumi sehingga disebut sebagai 'manusia' yang notabene makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa orang lain, so, pahamilah bahwa pada dasarnya tidak ada wanita yang bisa sendirian segalanya. Wanita dengan segala yang dia punya (sepintar sekuat apapun), pasti tetap butuh orang lain kok.

Kalau dalam sebuah hubungan, bisa saja cewek-cewek itu enggan untuk mengungkapkan apa yang perlu dibantu. Bisa karena :
1. takut penolakan,
2. tidak terbiasa saja sehingga timbul pikiran is it true when i ask for his help?,
3. gengsi sehingga mulut berat sekali untuk mengucap, dsb.

Mandiri adalah hal yang baik. Ini murni opini saya. Namun buruknya, biasanya karena sosok yang mandiri itu 'lupa' bahkan 'tidak tahu' kalau ada pihak-pihak yang mau dilibatkan dalam urusannya.

Apalagi untuk suatu pasangan, karena ada 'rasa saling membutuhkan' jadilah suatu hubungan berjalan sebagaimana mestinya kan. Namun tak jarang kemandirian seorang wanita itu justru jadi batu penghancur hubungan yang sedang dijalani tersebut. Tak sedikit kasus yang terjadi. Menyakitkan memang karena menjadi independent woman menjadikan sebab hancurnya hubungan.

Hidup adalah pilihan. Siapa pun berhak memilih jalan hidup. Apa yang salah jika cewek itu mandiri? Dalam realita yang ada, ternyata di luar sana ada pihak-pihak yang merasa 'kuat' saat mereka merasa dibutuhkan. Tahu kan siapa? Nah, bukannya seorang wanita itu mau melangkahi kodratnya sebagai wanita namun hidup seseorang kan tidak selalu mulus, tidak selalu seperti putri raja yang semua keperluannya sudah disediakan, sehingga banyak cewek-cewek yang harus struggle dalam hidupnya sehingga nantinya tak ada yang meremehkannya. Ataukah kaum adam lebih suka cewek-cewek yang otaknya pas-pasan, mudah ditindas, lemah? Karena dengan demikian jadi superior?

Dengan mandiri dalam hal pekerjaan saja, maka hal ini bisa mengurangi resiko KDRT (Kekerasan Dalam rumah Tangga). Kenapa saya bilang demikian? Kenapa istri-istri yang hidupnya dibilang tersiksa (sering menerima KDRT) namun tetap bertahan dengan ikatan pernikahannya, tidak memilih bercerai saja? Karena pada umumnya mereka menggantungkan hidupnya pada suaminya. Mereka tidak mandiri secara ekonomi. Jika bercerai, mereka tidak sanggup menanggung beban hidupnya dan anaknya yang semakin tinggi saja semakin hari. Belum lagi tekanan psikologis lingkungan juga mempengaruhi.

Umumnya predikat janda itu diremehkan orang. Terkesan tidak baik. Dan soal anak pula. Anak akan menerima konsekuensi psikologis yang mau ga mau mengguncang jiwanya meski akan berkurang seiring waktu. Nah, jika mandiri secara ekonomi, maka wanita itu akan bisa cepat bertindak/memberontak untuk keselamatan dirinya. Mana ada wanita yang mau jadi bulan-bulanan pria kan? Wanita mau donk disayang, dihargai.. Semestinya pria sadar kalau mereka terlahir dari rahim wanita kan? Maka wanita adalah makhluk yang mesti dimuliakan.

Pastinya, seorang wanita yang berpendidikan tinggi maka punya pola pikir yang berbeda dibanding yang tidak. Apalagi jika dia sosok yang pintar, cerdas maka pandangannya akan dunia semakin luas. Nah, wanita-wanita seperti ini perlu penyeimbang sosok yang minimal demikian juga. 

Kenyataan di lapangan, cewek mandiri relatif menikah di usia yang sudah matang bahkan sangat matang dengan alasan mengejar karir. Biasanya, wanita-wanita pada kategori usia matang ini, nantinya akan semakin sedikit pilihan laki-laki yang menikahi mereka layaknya piramida yang mengerucut di bagian atas.

Bahkan tak jarang yang masih tetap single padahal di usianya tersebut sudah layak menimang bayi bahkan cucu. Mengapa demikian? Apakah standar mereka akan pasangan hidup terlalu tingi? Ataukah pria-pria itu takut dengan kualitas dirinya yang terlampau tinggi? Ataukah memang jodohnya tidak dipertemukan di dunia ini? Ataukah karena pernah mengalami trauma?

Hm... serba salah...Wanita juga mau donk punya penghasilan sendiri apalagi yang tinggi. Terus mereka juga mau sekolah setinggi-tingginya. Apalagi pendidikan yang layak adalah hak warga negara yang sudah diatur di pasal 31 kan?

Jadi, apa sebenernya yang ingin saya sampaikan? Yah, itu semua cuma uneg-uneg saya saja. Biasalah suka baca-baca begitu kan terus jadinya ingin komentar saja tapi kok jadi panjang kali lebar begitu... ^^ Harap maklum kalau tidak terarah...

Kadang, saya miris saja dengar kaum saya banyak yang dianiaya tapi tidak bisa keluar dari lingkaran setan yang ada. Terus tidak jarang pula kaum saya yang sukses secara karir (ekonomi) tapi tidak sukses dalam love. Fenomena-fenomena yang ada cukuplah menjadi pelajaran berharga. Tidak maksud jadi feminist!

Pada dasarnya pria dan wanita memang diciptakan serba berbeda. John Gray malah bilang kalau pria berasal dari Mars dan wanita dari venus. Pasti tak asing yah dengan pengandaian ini? Yuks... beliau yang merupakan doktor psikologi ini merangkum perbedaan pria dan wanita dalam tulisan indahnya "Men are From Mars, Women are From Venus". Menurut saya, karyanya tersebut cukup bagus buat tahu lebih banyak perbedaan-perbedaan tersebut dari sisi ilmu psikologi. I recommend this book! Bisa dibilang, saya jatuh cinta sama karya-karya beliau. ^^

Oya, mohon maaf jika amburadul memakai kata cewek dan wanita. Karena ada tuh saya baca di sebuah forum kalo cewek dan wanita itu punya arti yang berbeda. Peace! ^^

Pic credit to the rightful owner