Follow Us

Saturday, December 23, 2017

Cemburu Karena Ibu

12/23/2017 11:26:00 PM 4 Comments


Lama rasanya saya tidak posting. Dan ternyata sudah akhir tahun tiba. Sudah liburan semester tiba. Wow! Satu semester sudah terlewati begitu cepatnya. Dan artinya satu semester saya tidak posting.

Ceritanya minggu ini adalah minggu sibuk. Waduh sok sibuk, kerja juga tidak. Hehe. Yup! Minggu ini adalah UAS, kuis dan deadline paper individu dan kelompok. Alhamdulillah satu per satu terlewati. Selama seminggu saya tidak kemana-mana loh Readers. Di  depan laptop saja di kamar kos. Jenuh juga rasanya ya. Kejar deadline paper individu jumat jam 17.00 sore. Dari pagi bangun tidur sampai jam lima kurang saya kerjakan itu paper. Begitu selesai submit, haduh puyeng kepala saya. Mungkin karena lapar? Atau otak terforsir? Ya pokoknya saya istirahat saja setelah itu. Laptop saya matikan. Terkadang saya baru sadar oh ternyata laptop tidak saya matikan dari pagi sampai tengah malam. 

Lega rasanya setelah jam lima sore itu, karena artinya saya bisa liburan semester tanpa memikirkan tugas semacamnya. Hehe. Lalu hari ini ada tragedi kecil yang cukup berarti. Pagi-pagi baru tahu ternyata charger tablet saya kok patah satu kaki colokannya. Masih tidak habis pikir rasanya ya. Pas lagi butuh-butuhnya mau charge kok ketahuan patah tanpa ketahuan sebabnya. Mana patahannya tidak ketemu lagi. Huh berasa tak bisa hidup tanpa tablet deh jaman sekarang ini. Macam 'anak jaman now' ya ampun. Pinjam ke sebelah charger-nya nyambung tidak nyambung kata pemiliknya. Ya sudahlah. Saya cari keluar akhirnya alias beli baru karena 'sangat butuh'.

Hari ini saya ada acara dengan teman-teman ke Mall Kota Kasablanka. Walau pernah hidup di Jakarta selama empat setengah tahun tapi saya belum pernah ke sini. Ke sana naik transport apa ya enaknya? Kalau saya cek Gojek sih kena Rp. 10.000. Eh, salah satu teman menawarkan tebengan. Asyik! Refreshing juga akhirnya! Dan jam sembilan malam ini saya baru kembali lagi ke kamar kos. 

Oke, saya coba menengok blog saya yang tidak terurus selama satu semester ini. Dan saya kembali mencoba manulis. Bismillah. :)

Readers, kalian pasti ingat sekali kan kalau kemarin adalah hari Ibu? Siapa yang memberi ucapan ataupun hadiah untuk ibu? Apa arti ibu untuk kalian?

Apapun sebutannya bagi kalian ibu itu bisa berarti orang yang melahirkan, membesarkan, atau pun orang yang kita hormati. Ibu itu adalah sebutan yang terhormat. Coba saja kalau kalian di jalan bertemu ibu-ibu, apa yang kalian sebut untuk mereka? Ibu? Mama? Bunda? Emak? Atau sebutan lainnya?

Kalau mama, rasa-rasanya adalah sebutan khusus di rumah ya. Tidak semua orang pakai itu. Bunda? Bunda juga sebutan baru yang populer beberapa tahun belakangan. Kata bunda sudah ada sejak dulu tapi tidak populer digunakan sehari-hari. Emak? Emak juga hanya di beberapa daerah tertentu yang memang menggunakan sebutan itu sehari-hari. Tapi kalau ibu? Sebutan ibu itu general. Dan kesan terhormat itu melekat. Itu menurut saya loh ya. Kalian bisa saja berbeda pendapat. 

 Menurut KBBI (https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/ibu):

ibu

  1. n wanita yang telah melahirkan seseorang; mak: anak harus menyayangi --
  2. n kata sapaan untuk wanita yang sudah bersuami
  3. n sapaan takzim kepada perempuan baik yang sudah bersuami maupun yang belum
  4. n bagian yang pokok(besar, asal, dan sebagainya): -- jari
  5. n yang utama di antara beberapa hal lain; yang terpenting: -- negeri-- kota

Ibu punya banyak arti ya. Kemungkinan yang memenuhi syarat untuk definisi ibu adalah poin 1 s.d 3 dalam konteks ibu. 

Seingat saya, saya ini orang yang cuek dengan hari-hari besar macam ini. Tapi tahun lalu, saya dan kakak-kakak saya memberikan hadiah untuk ibu saya di hari ibu. Patungan ya ceritanya. Hehe. Inisiatif kakak saya. 

Kenapa saya tidak merayakan hari-hari seperti ini? Entahlah ya sepertinya memang tidak ada tradisi begini di keluarga saya. Bagi saya, atau pun kakak-kakak saya, kapanpun bisa memberi sesuatu tanpa harus menunggu momen hari-hari tertentu. Each day can be a big day!

Kalau bicara tentang ibu itu ya, saya pernah merasa sangat sedih. Belum pernah saya sesedih ini sebelumnya. Jadi kisahnya waktu saya ke Jakarta agustus lalu untuk mulai masuk kuliah perdana, ibu saya ikut. Sebenarnya ibu saya juga tidak melakukan apa-apa di kos paling cuma tidur-tiduran, mengobrol, makan, menemani saya keluar mencari makan atau kebutuhan awal ngekos. Tapi terasa kehilangan sekali sewaktu beliau pergi. Beliau menemani saya selama saya orientasi. Tepatnya empat malam. Saya kan orientasi malam terus ya. Jadi sewaktu saya pulang dari kampus sekitar jam 10-11 malam, eh ada ibu saya lagi guling-guling (hehe tiduran maksudnya) menunggu saya. 

Lalu kakak saya yang di Banten datang menjemput beliau, menginap semalam dulu di kos saya. Besok paginya berangkat ikut kakak saya. Tapi kami sempat jalan dulu ke Tanah Abang. Biasalah ya belanja hehe. Oke, setelah itu kami terpisah. Saya pulang ke kos sendirian naik kereta. Ibu saya ikut kakak. Dari Tanah Abang saya sudah merasa tidak enak badan. Sampai di kos benar saja saya tidak sehat. Ya Allah, nelangsa rasanya. Saya juga teringat ibu saya, saya tak kuat menangis. Yang membuat saya menangis itu ya, ada perasaan kehilangan. Ibu saya itu sama saya tapi kemudian ikut kakak saya. Saya tahu kakak saya orang yang baik yang akan memperlakukan ibu saya dengan baik, tapi entah kenapa ada perasaan cemburu saat beliau ikut kakak saya. Saya membayangkan jika seandainya suatu saat nanti demikian. Sedih sekali rasanya.

Sumpah! Saya tidak pernah merasakan perasaan cemburu seperti demikian. Saya juga tidak pernah merasa sesedih itu sebelumnya sampai menangis berhari-hari setiap kali ingat ibu saya. Saya hitung selama 4 hari saya menangis setiap kali ingat beliau. Wow! 

Saya sampai heran kenapa bisa ada perasaan cemburu seperti ini. Lumrahkah?

Lalu giliran ibu saya pulang ke kampung, kakak saya menelepon saya kalau kakak saya sakit begitu ibu saya pulang. Haduh, kok bisa sama seperti saya kemarin? Kakak saya cerita banyak dengan saya. Tapi kakak saya tidak cerita ke ibu kalau kakak menangis waktu ibu saya pulang. Haduh, kok sama lagi seperti saya sih. Berarti kami sama cintanya dengan ibu. Betul tidak Readers?

Begitulah kisaha menyedihkan ini. Padahal dulu sewaktu lulus SMA, saya ke Jakarta ditemani kakak ipar sementara teman-teman saya diantar orangtuanya. Tapi kali ini, saya sebesar ini, kuliah master degree, giliran ditemani ibu saya tapi kok malah mewek alias nelangsa. Ya Allah, kenapa begini? Padahal saya terbiasa sendiri semuanya.

Readers, sudah beberapa kali saya menulis tentang ibu di blog ini, ini adalah cerita lain tentang ibu yang terjadi belakangan ini. 

"Terima kasih ibu sudah menemaniku. Sampai jumpa kembali di liburan semester ini. Aku pulang. :)" 

Oke, selamat hari Ibu!