Follow Us

Monday, June 20, 2022

Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2022

6/20/2022 10:46:00 PM 0 Comments
Hari ini, senin 20 Juni 2022 saya ke PRJ bersama 2 orang teman kantor dan 1 orang anak salah satu teman. Kami gocar ke sana turun di jalan Benyamin Sueb no.7 Jiexpo 2. Dari kantor tidak jauh kok.


Niat sekali ya? Lama tidak jalan nih sobat selama pandemi tepatnya di 2022. Bisa dihitung saya keluar jalan. Lebih banyak di kosan. Tapi saya menikmati sih tidak kemana-mana. Selain lebih menjaga diri, jadi lebih hemat. Hehe

Pergi kerja kan sudah 100 persen wfo mulai bulan juni. Senin sampai jumat kerja jadi sudah lelah kalau masih mau pergi. Sabtu minggu istirahat.


Nah, ini teman kantor saya mengajak ke PRJ. Ya sudah saya ikut. Kami pilih hari senin dengan harga tiket yang lebih murah yaitu 30 ribu (tanpa konser). Kami pikir bakal lebih sepi dibanding weekend dan hari biasa, tapi ternyata ramai sekali. Saat sholat magrib, ibu-ibu di sebelah saya bilang kalau beliau sudah datang pas weekend malah tidak seramai hari ini. Oya, terima kasih saya ucapkan buat si ibu yang sudah memberi tebengan pakai sajadah. Alhamdulillah ketemu orang baik. Saya lupa tidak bawa mukena traveling jadi cuma bawa mukena dari kantor tanpa sajadah.

Alhamdulillah lagi dapat tempat sholat di stand yang kosong. Jadi tidak antri panjang. 

Setelah sholat magrib saya pulang sobat. Lelah. Hehe. 

Saya dapat apa? Makanan semua. Saya beli ini sobat: 
1. Chiki sepaket isi 6 harga 10 ribu
2. Hydro coco setoples isi 6 harga 30 ribu (free toples) plus tuker tiket dapat 1 botol hi c 1000
3. Sosro isi 3 harga 10 ribu (free tas belanja)
4. Pempek ikan gabus harga 25 ribu
5. Kerak telor harga 25 ribu
6. Harum manis harga 15 ribu
7. Dum dum harga 25 ribu
Total belanja 140 ribu

Naik kereta kayak odong-odong PP harga 15 ribu
Transport PP 36 ribu (gocar 11 ribu, bajaj 15 ribu)
Total seluruh 191 ribu

Lumayan juga loh naik keretanya karena kalau jalan kaki jauh. Awalnya kita naik kereta berangkat lalu turun jalan-jalan dulu. Setelah itu balik naik kereta lagi ke titik awal sambil menunjukkan tiket.

PRJ ini semacam pasar malam ya. Kalau emak-emak yang senang belanja cocok. Banyak diskon. Ada konser juga. Tapi saya tidak menunggu konser. Lelah. Hehe

Melihat orang begitu ramai juga bisa pusing sendiri. Berasa kayak mau nonton konser besar. Entah kenapa saya tidak merasakan excited saat di sana. Apa saya sudah kehilangan excitement? Rasanya kayak biasa saja begitu loh sobat. Mungkin karena sudah pernah ke tempat yang lebih menarik perhatian ya.

Semoga sehat semuanya. Karena ketemu orang banyak. Orang seperti membludak. Lama tidak melihat keramaian seperti ini sobat. Mungkin orang-orang juga sudah lupa dengan corona.

Sampai kosan sebenarnya saya lelah tapi masih punya energi besar buat melakukan ini itu. Mungkin efek dum dum yang bikin mata melek. Kalau capek harusnya ngantuk. Ini malah tidak. 

Ok deh sekian dulu sobat. Sampai jumpa.



Hasil Sulam Kristik Modern (part 2)

6/20/2022 08:56:00 PM 2 Comments
Halo Sobat, kali ini saya mau posting hasil sulam kristik saya yang selanjutnya. Ini baru selesai semalam. Tadinya kan kurang benang sedikit. Nah, saya sudah beli benang pelengkapnya di shopee. Cuma kode B5200 sih yang kurang. Senang sekali bisa beli eceran benang yang kurang. Tidak mahal pula. Hanya 1.650 rupiah per skein (gulung) merk Airo. Satu gulung isi 6 strands (helai). Tapi memang ya ada sedikit perbedaan dengan benang bawaan. Kalau benang bawaan itu lebih licin jadi lebih enak dipakai menyulam. Tapi tak apalah ya yang penting hasilnya mirip.

Pola Awal

Ini foto awal sebelum jadi. Coba perhatikan sobat dengan hasilnya. Tidak sama persis ya. Sekitar 90 persen kemiripannya. Ada bagian tertentu yang disesuaikan. 

Foto awal - gambar diperbesar

Coba perhatikan hasil di bawah.


Hasil jadi sulaman saya di kanvas

Tapi saya suka hasilnya. Walau di foto awal tampak agak gelap namun hasilnya di kanvas cerah loh. Di bagian bunga-bunga itu ribet bikinnya. Pakai benang sedikit-sedikit. Pohon sakuranya tidak sama persis dengan foto awal tapi hasilnya membuat jadi cantik. Mungkin karena warnanya pink ya.

Ukuran kanvas sekitar 30x40 cm. Butuh waktu sekitar 3 bulan untuk menyelesaikan.

Dulu saya beli sulam kristik tersebut seharga sekitar 80 ribu di shopee (cek ulang Rp. 82.188). Harga tersebut sudah sepaket benang, jarum, kanvas berpola, kertas pola, dan foto awal. Kalau kamu suka, boleh dicoba beli dan bikin juga loh sobat. Saya sedang mengerjakan proyek selanjutnya nih sobat. Semoga hasilnya nanti memuaskan dan bisa diposting di sini.

Ok. Sekian dulu ya. Semoga bermanfaat. Sampai jumpa posting selanjutnya.


Thursday, June 16, 2022

Mengatasi Nyeri Haid/Menstruasi

6/16/2022 12:47:00 PM 0 Comments
Halo Sobat! Untuk sobat wanita yang pernah mengalami nyeri haid/menstruasi, apa yang kalian lakukan untuk meredakan nyeri tersebut?

Pasti rasanya tidak nyaman jika tiap bulan harus mengalami nyeri. Saya sendiri mengalaminya. Di awal menstruasi ketika remaja, saya mengalami nyeri haid. Lalu saat itu saya minum feminax. Entah masih ada atau tidak obat itu karena sudah lama saya tidak mengonsumsi.

Begitu masa SMA, haid saya enak sekali tidak ada keluhan apa-apa. Tidak ada nyeri-nyeri. Lancar. Kemudian kuliah sarjana tingkat 2 alias semester 3 ke atas saya mulai mengalami nyeri. Kalau sedang nyeri itu rasanya dingin, keluar keringat dingin, perut seperti diadon kali ya. Seperti perpaduan masuk angin dan nyeri haid. Herannya, kalau sudah ke belakang alias buang hajat, perut terasa enakan, mereda sakitnya. Dan hal ini tidak hanya terjadi pada saya tapi juga teman saya yang lain. Jadi saya pikir, wajar.

Biasanya saya kalau sedang nyeri begitu saya selimutan, minum paracetamol dan tidur. Ini tidur benar ya bukan tidur-tiduran. Setelah tidur sekitar 4 jam, saat bangun sudah tidak sakit lagi. Alhamdulillah.

Tapi kan bosan juga kalau harus minum obat melulu setiap bulan. Saya berusaha untuk mengurangi minum obat kecuali terpaksa. Kalau sudah mulai terasa dingin, saya cepat-cepat pakai jaket (kalau di kantor) atau selimutan kalau di rumah (jangan nunggu parah). Lalu minum teh herbal (disarankan seperti chamomile). Teh chamomile diyakini berkhasiat meredakan nyeri haid. Sambil tangan memegang gelas yang panas tersebut. Saya pernah minum teh chrysant karena tidak ada chamomile. Dan alhamdulillah mereda juga. Saya tidak perlu minum paracetamol. Walau saya sebenarnya sudah siap alias berjaga-jaga. Karena rasanya tidak nyaman kalau sakit di kantor.


Walau saya minum jamu kunyit asam tapi sepertinya tidak ada efek. Saya merunut kenapa nyeri haid. Mungkin efek dari makanan yang dikonsumsi. Selama saya sekolah SMP-SMA, makanan saya dimasak ibu saya di rumah. Saya tidak makan yang aneh-aneh. Hanya makanan rumahan. Cemilan pun ibu saya bikin sendiri. Bisa dibilang tidak pernah jajan di luar. Paling ibu saya belikan jajan kalau ke pasar. Itu pun jajanan pasar seperti cenil, klepon, lupis, es cendol, cincau, bubur sum-sum. Tidak ada yang aneh-aneh. 

Sementara mulai kuliah, saya merantau. Makan beli di luar. Bisa dibilang lebih sehat masakan rumah. Karena beli di luar makanan banyak yang berlemak.

Sobat, kalau sedang sakit tuh saya langsung kepikir bagaimana sakitnya melahirkan. Soalnya ada yang bilang mirip. Benar atau tidak? Biasanya sakit itu sehari saja saat mau keluar darah merah segar yang kental. Kalau setelah itu biasanya masih tak sesakit yang sehari itu, jadi masih bisa ditahan. 

Kalau makan makanan sehat sepertinya berpengaruh. Kalau menghindari gorengan atau makanan berlemak, haid akan enakan alias tidak sakit. 

Sobat, sekian dulu ya. Semoga bermanfaat. Sampai jumpa.



Tuesday, June 7, 2022

Mengejar Mimpi

6/07/2022 09:26:00 AM 0 Comments
Kemarin saya bertemu seorang teman. Sebenarnya sudah lama saya kenal nama tapi hanya sebatas tahu nama saja. Kami belum pernah ketemu (atau mungkin pernah dalam suatu acara hanya saja saya tidak ngeh). Sampai suatu ketika kami berdua pun bertemu. Ini pun karena keadaan. Karena memang hanya kami berdua yang hendak menghadap atasan sebelum akhirnya pindah bersama. 

Awalnya saya yang kontak dia supaya kami bisa sama-sama menghadap atasan. Biar tidak sendiri-sendiri. Sekalian pamitan ke pegawai-pegawai yang lain. 

Dari sinilah saya mendapat teman baru. Orang yang tadinya hanya kenal nama sekarang di tempat kerja baru menjadi teman. Kemarin dia datang ke ruangan saya. Sebenarnya agendanya itu saya mau kasih kado ke dia karena istrinya baru dua minggu yang lalu lahiran. Tapi rupanya dia mau sekalian konsultasi ke saya. Ceilee emangnya saya konsultan apa ya. Hehe


Tak boleh besar kepala.. saya bukan siapa-siapa. Hanya orang biasa yang mau berbagi pengalaman dan pemikiran. Baiklah saya dengarkan ceritanya. Rupanya dia berniat ingin mengikuti seleksi beasiswa S2 karena sedang dibuka pendaftaran. Sebagai orang yang sudah lebih dulu mendapat beasiswa, saya pun berbagi pengalaman dengannya. 

Saya melihat dia begitu antusias untuk bisa ikut tahun ini walau sebenarnya peluang dikabulkan atasan itu kecil mengingat belum genap 2 tahun di tempat kerja baru. Tapi dia mau berusaha dulu menghadap ke atasan. Masalah diterima atau ditolak urusan belakangan. Pada awalnya dia sudah berkecil hati untuk bisa lanjut S2, namun tak ada yang tahu jika ke depan peraturan akan S2 berubah. Batasan umur sudah dirubah menjadi lebih longgar. Sehingga teman saya ini merasa ada angin segar. Kalau saya sebagai teman menyemangati saja. Saya ikut senang kalau teman saya maju.

Tapi sebenarnya dia galau karena belum ada sertifikat toefl. Dia belum ada persiapan sama sekali. Nah, saya sarankan dia untuk mengambil tes prediction online dulu jika mendesak. Soalnya kalau ambil ITP langsung ga worth it menurut saya. Selain biayanya mahal (terakhir cek 585 ribu di UI), dia belum ada persiapan. Sama saja membuang uang nantinya. Dia cerita belum pernah tes sama sekali sebelumnya.

Dia minta rekomendasi buku toefl ke saya. Saya sarankan dia beli bukunya Longman karya Deborah Philips. Tapi pada akhirnya, dia pinjam buku saya hehe. Saking semangatnya dia ambil ke kos saya sepulang kerja. Padahal saya tawari besok bisa saya bawakan ke kantor. Tapi dia bersikukuh mau ambil sore itu juga. Semangatnya luar biasa. 

Sore itu juga dia ingin mampir ke UI mau menanyakan soal les toefl. Saya memang menyarankan dia untuk ambil les saja jika nanti ditolak ikut tahun ini. Jadi dia punya waktu panjang untuk persiapan tes toefl dan juga persiapan tes TPA.

Pagi ini saya mendapat kabar dari dia kalau dia ditolak ikut seleksi tahun ini dengan alasan belum genap 2 tahun. Ya sudah tidak apa-apa ambil hikmah positifnya. Dia punya waktu belajar lebih luang sampai pendaftaran tahun depan.

Sepengalaman saya, toefl dan tpa itu memang harus dipersiapkan dari jauh hari. Jika mau skor meningkat harus belajar. Saya beberapa kali ikut tes toefl tanpa persiapan, skor sama saja dengan sebelum-sebelumnya. Begitu saya belajar, skor pun naik. TPA pun harus dipersiapkan dengan baik. Apalagi TPA ini jenis soalnya ada banyak. Kita harus menguasai jenis-jenis soalnya supaya siap bertempur. Pengalaman saya ikut tes TPA sudah pernah saya share di posting sebelumnya. 

Yang saya garis bawahi dari cerita di atas adalah semangat. Bagaimana kita harus semangat mengejar mimpi. Walau terkadang ada batu terjal yang harus dilewati, kita tidak pernah tahu kapan dan di mana kemenangan itu akan menyinggahi kita. Mungkin di percobaan pertama kedua belum berhasil, tapi di percobaan ke sekian kali barulah berhasil. Mungkin di tempat yang lama masih gagal. Tapi siapa tahu di tempat baru akan berhasil. Jika dulu sulit, mana tahu saat ini mudah. 

Intinya jika sudah rejeki maka Allah pasti beri. Dan Allah memberikan yang terbaik menurut-Nya dari segi waktu, tempat, dan termasuk jurusan serta jenis beasiswanya. Allah yang lebih tahu apa yang terbaik bagi hamba-Nya di masa depan. Hanya saja kita manusia yang seringkali terburu-buru. Karena waktu yang belum tepat menurut Allah itulah makanya banyak halangan rintangan. Istilahnya belum rejeki. Tapi dari situ ada pelajaran berharga bagaimana kita belajar ikhlas. Dan kita harus tetap semangat. Jangan berputus asa. Kita hanya bisa berusaha dan berdoa. Serahkan keputusan akhirnya pada Allah taala. Tetap positif menghadapi hidup ini ya sobat!

Sampai jumpa di posting berikutnya! 

Monday, June 6, 2022

Mengagumi Seseorang

6/06/2022 08:09:00 AM 0 Comments
Sobat, pernahkah kalian mengagumi seseorang di masa lalu entah karena tampan atau cantik. Namun ketika bertemu lagi setelah sekian tahun berlalu, loh kok berubah. 

Berubah apa nih? Berubah tidak secantik atau setampan dulu kala. Lalu kalian berpikir, apa dulu kalian salah menilai? Atau standar penilaian kalian saja yang kini berubah? Atau memang dia yang berubah? Apa ada yang salah dengan yang kalian lihat? Pernah tidak sobat mengalami?


Saya pernah sobat. Dulu saya pernah merasa seseorang ganteng/cantik. Tapi ya hanya sebatas pengakuan bahwa dia ganteng/cantik di dalam hati saja. Tidak secara langsung dikatakan atau memuji. Namun kemudian lama kami tak bertemu. Pernah secara tak sengaja saya melihatnya dari jauh. Ternyata dia berubah. Saya tak melihatnya seperti dulu lagi. Kenapa berubah jadi begitu? Maksud saya tidak se-wow dulu kala. 

Namun ada juga seseorang yang dulu biasa saja katakanlah tidak bersinar terang karena kecantikannya alias kalah dengan yang lain, tapi saat ketemu lagi setelah sekian lama justru berubah drastis menjadi cantik. Loh ini malah kebalikan yang tadi. Ya begitulah sobat kecantikan/kegantengan ini fana. Bisa sewaktu-waktu berubah. Tidak kekal. 

Saya menyadari betapa fananya penilaian mata ini. Fisik bisa berubah. Memang tidak semestinya mengagungkan sesuatu yang fana. Karena dia punya potensi berubah. Dia tidak kekal. Sehingga kekaguman bisa berubah juga. Dulu kagum, sekarang hilang kekaguman. 

Memang sudah seharusnya yang dikagumi adalah yang maha kekal yang tidak punya cela sedikitpun. Sehingga kita pun tidak akan kecewa karena dia tidak berubah. 

Sekian dulu sobat cuap-cuap hari ini. Hanya ingin menumpahkan uneg-uneg yang lama tersimpan. Kisah tadi sudah sangat lama kejadiannya. Bertahun-tahun yang lalu...

Cheers!

Friday, June 3, 2022

Maaf, Tidak Sefrekuensi!

6/03/2022 04:14:00 PM 0 Comments
Hai sobat! Kalian pasti punya teman akrab kan ya? Kalian merasa tidak sih kalau kalian itu cocok-cocokan saat berteman dengan seseorang? Kalau iya, berarti kita sama. Kalian ada tidak perasaan yang bilang, "Aku cocok nih sama dia. Aku nyaman sama dia."

Saat kenalan dengan orang baru kalian langsung merasa klik. Tapi ada juga yang tidak. Seperti ada penolakan dari dalam diri kalian. Kalian tidak merasa nyaman.

Saya mengalami seperti itu sobat. Saya ini tipe yang sedikit teman akrab tapi awet dan setia. Saya sama sekali bukan tipe yang banyak teman tapi sebenarnya tidak ada yang akrab. Ada kan ya yang begitu?



Saya tipe yang cukup dengan satu dua teman akrab tapi kami selalu bersama. Ke mana-mana bareng. Karena pada dasarnya saya itu senang ada teman alias kalau bepergian senang ada teman minimal satu orang agar ada teman ngobrol, agar tidak mati gaya. Tapi tidak menutup kemungkinan jika terpaksa harus sendirian ya bisa juga sendirian. Tipe yang tidak tergantung. 

Jika orang lain (bukan teman akrab) tidak mau jalan sama saya ya tidak memaksa. Mungkin dia tidak nyaman dengan saya. Mungkin dia lebih enjoy sendiri ketimbang dengan saya. Begitu pula sebaliknya. Santai saja... Tak usah diambil pusing.

Dalam pertemanan ini saya merasa betul ada yang namanya kecocokan. Mungkin kalau bisa divisualisasikan ada energi tertentu misal punya saya warna biru. Lalu ketemu orang baru yang juga biru lalu kita klop. Lalu ketemu yang warna merah tidak klop (benturan energi). 

Ya sudah tidak bisa dipaksa untuk bersama. Dengan sendirinya akan berpisah kok. Pertemanan ini seperti seleksi alam.

Saya yakini yang tetap stay dengan saya ya dia yang sama seperti saya. Dia yang sefrekuensi dengan saya. Kalau tidak sefrekuensi, saya yakin tidak akan menyatu. Pasti akan pergi dengan sendirinya.

Tanpa disadari saya menarik orang-orang yang sefrekuensi dengan saya. Orang yang bisa akrab dengan saya adalah orang-orang yang tidak jauh beda dengan saya bisa secara pemikiran, sifat, kegemaran, dan lain-lain. Saya merasa teman akrab saya adalah orang-orang yang baik. Tentu baik secara kasat mata ya. 

Kalau kebaikan yang disembunyikan, tentu saya tidak tahu. Hanya Allah yang tahu. Makanya kita tidak boleh menghina, merendahkan dsb terhadap orang lain ataupun merasa lebih baik dari orang lain karena kita tidak pernah tahu ada seberapa banyak kebaikan yang dia sembunyikan. 

Mana tahu kalau ternyata kita bukan apa-apanya dibanding dia. Mana tahu kalau orang yang tidak kita sukai di dunia tapi dicintai di langit. Sementara kita?

Sebelumnya saya pernah cerita kalau 2 orng teman karib saya meninggal dunia. Mereka meninggal di usia muda. Saya katakan kalau mereka orang baik di masa hidupnya. Sebagai teman saya bisa merasakan kalau mereka orang baik. Bukankah ada yang bilang kalau orang baik meninggalnya cepat? Mungkin memang ada benarnya. Satu orang meninggal di hari jumat. Dan satu lagi di hari sabtu. Mungkin amal kebaikannya sudah cukup sehingga mereka pun harus kembali ke asalnya. Hanya Allah yang tahu.

Saya merasa hanya orang-orang tertentu yang bisa cocok (akrab) dengan saya. Mungkin karena tidak sefrekuensi tadi makanya tidak cocok? Jangankan cocok, mengobrol pun hanya orang tertentu yang mau mengobrol dengan saya. Bukan saya merasa diri saya eksklusif ya sobat tapi ini nyata apa adanya. Makanya berdasarkan pengamatan dan pengalaman saya bisa menuliskan posting ini. Adakah kalian yang juga mengalami hal yang sama seperti saya? Jika iya, tenang saja ya sobat kamu tidak sendirian. Ada saya hehe.

Saya sih tidak mengambil pusing dengan keadaan ini. Saya juga tidak bisa memaksa diri saya menjadi orang lain agar saya disukai banyak orang. Toh sudah default saya begini saya terima diri saya. Walau saya berbaur dengan orang yang berbeda 180 derajat saya tetap tidak terwarnai alias saya tetap begini. Berdamai saja dengan diri sendiri. 

Cheers!

Membatalkan Gejala Flu

6/03/2022 01:17:00 PM 0 Comments
Hai sobat! Memasuki pancaroba, mulai banyak yang terkena flu. Mulai banyak terdengar suara orang batuk. Padahal sih sudah pakai masker tiap hari tapi kok masih saja terkena flu. Kalau teman saya bilang, selama 2 tahun pandemi pakai masker tidak kena flu tapi begitu pandemi usai malah kena flu.

Sebelumnya kan (saat pandemi) kalau dengar ada yang batuk sudah paranoid ya karena takutnya gejala covid. Nah, saat ini kan sudah mulai boleh buka masker. Dan kerja pun sudah mulai 100% wfo per juni 2022. 

Beberapa hari lalu, saya merasa sepertinya saya mau terkena flu. Sudah mulai terasa tidak enak di badan. Kepala sudah ada terasa seperti akan sakit kepala. Saya tidak bisa mendeskripsikan secara jelas. Mungkin bisa dikata berat atau bagaimana. Karena jika dibilang pusing, belum sampai tahap pusing tapi saya sudah bisa merasakan ini nanti akan jadi sakit kepala jika dibiarkan. Rasanya tidak nyaman. Kemudian tenggorokan mulai terasa akan radang tapi masih ringan. Mulai terasa sedikit sakit, tidak nyaman. Lalu badan yang biasanya gampang keringatan, ini tidak keringatan. Padahal tahu sendiri Jakarta sangat panas. Pertanda tidak sehat kalau sudah merasa demikian.

Saya tidak mau terkena flu karena tahu sendiri terkena flu itu sangat mengganggu. Yang kepala pusing, demam, radang tenggorokan, hidung meler, lalu batuk. Akan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain itu juga mengganggu lingkungan kerja. Tahu sendiri ya kalau pilek itu susah bernafas lalu harus sering-sering buang ingus. Kalau batuk juga sangat mengganggu orang di sekitar. Kitanya sendiri tersiksa apalagi saat sedang batuk itu terasa gatal di tenggorokan yang harus dibatukkan terus-menerus. Efek lainnya adalah kita tidak ingin menularkan ke orang lain. Tahu sendiri flu mudah sekali menular.

Saya pun mencari cara bagaimana membatalkan gejala flu. Yang saya lakukan adalah minum teh hijau hangat dicampur perasan jeruk nipis (1 buah) dan madu (sesuai selera tanpa gula). Selain itu saya minum vitamin c sehari satu kali saja setelah makan. Kebetulan masih ada stok vitamin c dari kantor. Saya hindari dulu minum es dan gorengan. Saya makan yang berkuah dan hangat. 

Beberapa kali dalam sehari saya menelan madunya saja agar tenggorokan terasa lebih enak. 

Kalau buah-buahan saya tetap makan seperti apel, jambu air, jambu biji.

Alhamdulillah reda setelah beberapa hari.

Kalau tidak punya vitamin c dari dokter atau apotik, bisa minum vitamin c yang dijual di toko-toko retail seperti redoxon, you c 1000, vitacimin, dan lain-lain.

Teman saya dulu cerita kalau sudah ada tanda mau flu, dia minum redoxon. Dan dia cocok minum itu. Dia pun tidak jadi flu. 

Saya ini termasuk yang gampang ketularan flu. Duduk di sebelah orang yang flu, malamnya langsung kena gejala flu. Makanya dulu saya merasa daya tahan tubuh saya lemah. Cerita ini benar kejadian dulu saat kuliah saya duduk di bangku yang ukurannya memanjang. Ternyata sebelah saya flu. Dan jaman dulu kan belum tren memakai masker. Jadi ya cepat sekali flu menular. Memakai masker memang baik sih. Ada efek positifnya. Jadi jarang flu kan selama pandemi covid? Itulah hikmah baiknya dari munculnya covid ini. Ternyata masih ada saja hal baik yang bisa dipetik.

Thursday, June 2, 2022

Kena Batunya

6/02/2022 09:10:00 PM 0 Comments
Halo Sobat! Pernahkah kalian merasa kena hukuman alias kena batunya ketika kalian akan berbuat nakal alias menyeleweng dari jalur yang benar?

Tak perlu hal-hal ekstrim negatif tapi hal-hal kecil saja. Katakanlah kalian selalu berada di jalan yang lurus lalu kemudian kalian sesekali berbuat nakal. Misal tidak pernah bolos eh mencoba bolos. Lalu kalian ketahuan dan sebagainya?


Saya pernah nih sobat. Saya tipikal orang yang taat aturan. Berada di jalur yang semestinya katakanlah begitu. Eh sekalinya saya mencoba keluar jalur, langsung kena hukuman. Memang naas. Nasib oh nasib... Padahal kalau melihat orang lain seperti santai saja begitu berbuat hal di luar jalur yang benar. Pun tak ada sanksi/hukuman. Lah giliran saya yang mencoba, kok hukumannya langsung. Mengelus dada...

Kalau dipikir-pikir itu teguran langsung dari Allah sih tapi lewat orang lain. Dengan begitu kita kembali ke jalan yang benar. Mungkin memang Allah tidak ridho saya berbuat nakal. Mungkin itu hikmahnya. Kalau teman saya bilang daripada mendapat hukuman di akhirat lebih ngeri.

Makanya ya sobat. Hidup saya ini lurus-lurus saja. Mungkin orang bisa bilang "boring". Tapi memang saya tidak bisa jika harus nakal. Saya akan kepikiran, hidup tidak tenang. Jadi tidak nyenyak tidur. Sungguh menyiksa.

Kalau dipikir-pikir sepertinya memang sudah dari kecil saya ini tidak bisa nakal. Waktu kecil saya pernah disuruh menyerahkan uang ke seseorang. Tapi saya dibilang agar tidak boleh ketahuan siapa-siapa. Nah, saya yang anak kecil ini berpikir bagaimana caranya. Uang ditaruh di mana? Baju tak ada sakunya. Dompet tidak punya. Kalaupun pakai dompet nanti malah kelihatan kan. Ya sudah akhirnya saya taruh uangnya di karet pinggang rok. Kan bisa menjepit tuh karena kencang dan lebar. Tapi memang naas ya sobat. Saya tak sadar kalau uang itu jatuh. Dan ada yang melihat. Yah, ketahuan deh. 

Kalau saya perhatikan diri saya, saya ini sering tidak kepikiran untuk berbuat di luar jalur. Misal ya, jadwal kerja wfo wfh sudah ditentukan, nah saya patuh sesuai jadwal yang ada. Tidak kepikiran untuk merubah jadwal misal hari ini jatah wfo tapi saya ambil wfh lalu saya ganti hari lain wfo. Tapi saya lihat rekan lain sering tidak ada di kantor padahal jadwalnya wfo. Ternyata mereka mengganti di hari lain. Kalaupun tidak diganti juga siapa yang tahu ya (hanya Allah yang tahu). Hehe

Berpikir lempeng
Saya kadang merenung, kok saya tidak kepikiran melakukan ini itu seperti yang orang lain lakukan. Ini saya yang tidak kreatif atau bagaimana. Misal, dari kos ke kampus ui salemba atau dari stasiun pondok baru ke fasilkom dulu saya selalu jalan kaki. Saya tidak kepikir untuk naik ojek. Sementara teman saya selalu naik ojek padahal jaraknya masih bisa ditempuh jalan kaki menurut saya.

Contoh lain, semisal kita ada urusan di pagi hari saat masuk kantor sehingga tidak bisa absen pagi tepat waktu alias telat kalau baru absen saat datang. Nah teman saya ada yang berangkat pagi-pagi untuk sekedar absen lalu pulang. Hal ini untuk menghindari pemotongan tunjangan. Nah sementara saya tidak kepikiran. Kalau misal telat ya telat saja konsekuensi. Hmm, ini saya yang bodoh atau bagaimana ya? 

Sepertinya otak saya sudah ter-setting melihatnya ke depan, tidak tengok kanan kiri. Jalannya lurus ke depan, tidak belok kanan kiri. Adakah kalian yang sama seperti saya? 

Kalau berbuat di luar kebiasaan (jalur yang semestinya) itu ada perasaan bersalah di dalam hati. Perasaan seperti ini tidak nyaman loh sobat. Maksud saya ini jika melakukan hal yang negatif ya walau sekedar hal kecil atau remeh temeh. Kalian pasti tahu maksud saya kan ya.

Ok deh sekian dulu sharing hari ini ya sobat. Sampai jumpa!