Follow Us

Friday, February 23, 2024

Membuat Paspor 2024

2/23/2024 10:03:00 AM 0 Comments
Akhirnya saya punya paspor (lagi). Baru saja saya balik dari Imigrasi Jakarta Pusat untuk mengambil paspor. Lega punya paspor lagi. Setelah hampir satu tahun paspor saya habis masa berlaku. Tahun lalu ketika saya akan perpanjangan paspor, selalu tidak bisa register ke m-paspor. Berkala saya coba tetap saja tidak bisa. Dikatakan bahwa email sudah terdaftar tapi ketika saya minta ganti password tidak bisa. Saya coba register pakai email kedua pun tidak bisa. Padahal teman saya bisa loh register akun. Jadilah hampir setahun saya tidak punya paspor. 

Mendaftar online

Lalu 1 januari 2024 lalu saya iseng-iseng cek m-paspor. Saya coba pakai email kedua yang dulu saya coba tidak bisa, eh bisa register.  Alhamdulillah. Langsung saya daftar. Saya lihat jadwal di bulan januari sudah penuh. Yang masih kosong di bulan februari. Akhirnya saya memilih senin, 12 Januari pukul 8.00 - 9.00 untuk reservasi. 


Pembuatan paspor

Tiba hari pembuatan paspor, saya berangkat dari jam 7.30 pagi. Di sana sudah banyak antrian di luar pintu masuk. Pintu dibuka pukul 08.00. Saya pergi ke belakang dulu untuk fotokopi, cetak bukti permohonan dan beli materai. 

Ketika masuk ke dalam saya langsung masuk ke antrian karena saya sudah mendaftar online via m-paspor. Sampai giliran di loket, saya tunjukkan layar permohonan di m-paspor yang ada barcode-nya. Setelah itu saya mendapat nomor antrian.

Saya naik ke lantai 2 untuk menunggu antrian. Tiba giliran nomor saya dipanggil, saya masuk ke meja 1. Petugasnya hanya meminta paspor lama dan ktp saja. Berkas fotokopi, cetak permohonan, dan materai sama sekali tidak diminta. Lalu saya diminta scan sidik jari dan foto. Saya hanya ditanya kerja di mana dan apakah mau lanjut S2. Saya bilang mau S3. Hehe.

Oya, saya ada perubahan berkas KK dan KTP dari yang sebelumnya. Dan ternyata tidak ada masalah apa-apa atau pun pengecekan berkas oleh petugasnya. Saya upload di m-paspor berkas yang terbaru.

Oke, setelah itu saya diberi tanda terima yang harus saya bawa untuk pengambilan paspor. Petugasnya bilang saya cukup membawa itu dan identitas diri untuk pengambilan. Waktu pengambilan adalah 4 hari kerja. Berhubung dalam minggu itu ada hari libur pemilu, sehingga pengambilan paspor saya mundur jadi hari senin berikutnya. 

Pengambilan paspor

Pada hari jumat 16 Februari 2024 saya sudah mendapat whatsapp berisi pemberitahuan bahwa paspor saya sudah bisa diambil tapi 1 hari kerja setelah pesan itu diterima yaitu senin. Ternyata pada hari senin sampai kamis saya tidak bisa mengambil paspor. Dan baru hari ini jumat 23 Februari saya bisa ambil. 

Prosesnya cepat kok. Saya langsung naik ke lantai 2 lalu scan barcode untuk ambil antrian. Ada petugasnya yang membantu scan. Menunggu sebentar, eh nomor antrian saya dipanggil. Saat pengambilan saya hanya disuruh tanda tangan digital dan manual. Nomor antrian saya diminta. Tanda identitas tidak diperiksa. Tanda bukti bayar juga tidak diminta. 

Batas pengambilan paspor adalah 1 bulan. Setelah itu jika tidak diambil maka hangus. 

 


Tuesday, February 20, 2024

Life Goes on...

2/20/2024 07:36:00 PM 0 Comments
Rasanya lama sekali saya tidak menulis blog. Tidak ada satu artikel pun yang saya pos selama setahun lebih. Rindu rasanya dengan diri ini yang dulu, yang selalu bisa menulis apapun untuk blog ini walau hanya hal remeh-temeh. Dan kini saya ingin kembali menyempatkan diri untuk menulis di blog ini. 

Sayang dibuang
Mengendap di draf sejak 4 Juli 2022
Sedikit disempurnakan di bagian akhir

Kemarin minggu 3 Juli 2022 saya ketemuan sama teman saya dari Pare di Atrium Senen. Sebelumnya dia bilang mau singgah di kos saya. Alhasil saya beres-beres donk ya malamnya. Biar ada space kalau dia datang. Hehe. Eh, paginya dia bilang kalau dia sudah booking hotel untuk 1 malam. Dia mau coba check-in duluan mana tahu bisa. Dan beneran sih bisa tapi kena cas 100 ribu. 

Padahal saya sudah siapkan pempek tuh kalau dia datang bisa buat sarapan. Eh ternyata tidak jadi. Saya hargai keputusannya sih. Tak apa. Biar dia lakukan yang menurut dia nyaman. Biar dia bisa istirahat dengan tenang di hotel tanpa gangguan. 


Akhirnya kami ketemu saat makan siang. Dia kan penyuka korean food. Pilihan dia adalah mujigae. Baiklah saya ikut saja. Eh rupanya mujigae sudah tutup. Alamak. Saya baru tahu. Lama tidak ke Atrium banyak perubahan.

Pilihan dia akhirnya jatuh ke teppan set sebelah Nahm. Jadi satu sih sebenarnya dengan Nahm. Resto ini sejenis japanese food resto seperti Gokana. Menu-menunya jejepangan. Dia pilih beef teriyaki set. Saya pilih chicken yakiniku set. Kedua menu itu lagi promo. 

Kami pun berbincang-bincang sembari menikmati hidangan. Lama tidak bertemu jadi banyak yang dibahas. Dan waktu terasa cepat berlalu. Tiba-tiba teman saya nyeletuk, "Gimana ya caranya dapat bule."

Saya langsung menengok ke sebelah kiri saya ada pelanggan bule baru duduk dengan pasangannya wanita Indonesia (entah pasangan, partner kerja atau yang lainnya). Teman saya langsung bilang, "Hush, jangan diliatin."

Hehehe. Saya kan langsung nangkap sinyal begitu teman saya menyebut bule. Ternyata ada di sebelah saya orangnya. Tapi kami tidak membahas apa-apa ya sobat soal bule. Kami lanjut ngobrol lagi yang lain.

Saat kami makan ada insiden lain lagi. Tiba-tiba ada seorang ibu yang membatalkan pesanan. Kabur begitu loh. Saya dengar pelayan resto bilang, "Baru 7 menit loh Bu." Tapi si ibu bersikukuh tidak mau membayar dan pergi.

Saya tanya teman saya, "7 menit apa ya maksudnya?"

"Itu loh jam pesanan di bill sampai pesanan jadi."

Pesanan kami berdua termasuk cepat kok. Dan 7 menit sampai pesanan siap itu termasuk cepat loh. Entah apa yang membuat si ibu bertindak begitu membuat keributan. Apakah sudah saking laparnya sehingga 7 menit itu lama? Apakah ada urusan penting mendesak? Atau memang tidak sabar?

Kasihan pelayannya sih karena mereka harus nanggung itu pesanan. Bill sudah dicetak. Ya Tuhan... teganya... Tapi itulah terkadang realita hidup yang harus dihadapi. Kita harus siap menghadapi segala kemungkinan yang terjadi. Terkadang ada hal-hal tak terprediksi yang hadir menghiasi hidup kita. 

Terkadang hidup tak selalu seperti apa yang kita duga. Tak selalu berjalan mulus seperti apa yang kita mau. Entah kesalahan apa yang kita perbuat sehingga kita harus mengalami ini dan itu. Terkadang kita berpikir kenapa kita harus mengalaminya? Kenapa kita? Kenapa bukan orang lain? Kenapa orang lain tidak mengalami hal yang sama?

Kenapa kita, Tuhan? Lalu Tuhan pun berkata, "Kenapa tidak?"
Why not? Ya... why not?

Sobat, percayalah selalu ada hikmah dalam setiap kejadian. Selalu ada silver lining yang bisa dipetik dari setiap hal yang kita alami. Hanya saja terkadang kita sebagai manusia lebih banyak berpikir negatif daripada berpikir positif. Kita tidak langsung bisa menarik benang merah. Kita tidak bisa langsung menyusun kepingan-kepingan puzzle hidup kita menjadi sebuah gambar yang cantik dan utuh. Mungkin di suatu saat nanti kita baru tahu ada apa dibalik semua yang kita lalui. Dan kita pun akan berucap syukur atas karunia Tuhan akan hidup yang kita miliki.

Apapun yang terjadi tetap tersenyum ya Sobat! :)
Life must go on...
Seperti judul lagu BTS Life goes on...