Follow Us

Wednesday, September 7, 2022

Cara Menaikkan Hemoglobin (Hb) Agar Bisa Donor Darah

9/07/2022 10:27:00 AM 0 Comments
Halo Sobat, lama tak bersua. Kali ini saya mau cerita tentang donor darah terlebih dahulu. Pada hari ini saya mencoba ikut donor darah di kantor. Awalnya sempat ragu tapi saya yakinkan diri mencoba daftar saja di hari sebelumnya. Pertamanya suhu badan dicek dulu. Suhu badan saya 36,5. Sebelum mengambil formulir saya ditanya "kanan atau kiri". Maksudnya saya biasa diambil darahnya di tangan kanan atau kiri. Saya sih bebas ya karena pembuluh darah saya jauh dan kecil sulit dicari, sepintar-pintar petugasnya saja bisa nemu di kanan atau kiri tak masalah buat saya. 

Saya lanjut mengisi formulir. Setelah mengisi formulir saya dipanggil petugas untuk cek Hb. Ternyata Hb saya bagus kata petugasnya yaitu 12.8. Setelah itu baru cek tensi. Tensi saya juga sangat bagus yaitu 120/80. 

Saya pun lanjut untuk diambil darahnya. Kata petugasnya pembuluh darah saya jauh dan juga kecil. Saya jadi teringat pernah tes darah tapi petugasnya tidak nemu-nemu pembuluh darah saya sampai ditusuk berkali-kali tangan kanan kiri bahkan di punggung tangan kanan kiri.

Tapi petugas donor darahnya kali ini lihai loh tak perlu tusuk sana sini bisa dapat. Kali ini di tangan kanan saya. Saya disuruh kepal-kepal bola biar lancar sama seperti pertama donor juga begitu. Karena pembuluh darah saya kecil jadi lama proses darah mengalir. Teman di sebelah saya sudah selesai, saya belum padahal tadi saya duluan. 

Wow! Senang rasanya kali ini berhasil. Sebelumnya saya pernah mencoba ikut donor tapi gagal. Pertama gagal karena tensi rendah padahal Hb bagus. Yang selanjutnya gagal lagi karena Hb tidak cukup. Sedih... ya sedih kok gagal melulu sih...

Akhirnya saya bertekad harus bisa menaikkan Hb dan tensi harus bagus karena saya sering tensi rendah sih memang. Tapi saya ingin bisa donor selama saya masih hidup. Walau golongan darah saya termasuk langka dan jarang dibutuhkan karena termasuk resipien universal. Tapi tak apa saya ingin bisa ada sumbangsih untuk komunitas dengan berdonor darah. Toh saya tidak macam-macam dengan diri saya. Kenapa tidak saya manfaatkan untuk kebaikan selama saya diberi kesehatan.

Snack donor darah


Ketika mengisi formulir kan ada banyak pertanyaan ya. Dari situ bisa dilihat bahwa orang yang donor itu harus bersih, harus sehat, makannya bergizi. Di formulir ada pertanyaan apakah pernah bekam, tato, tindik, hubungan seksual dengan orang asing, dll.

Menaikkan Hb

Kalau saya lihat histori asupan makanan saya selama 3 bulan terakhir adalah saya makan berbagai makanan seperti 

Protein:
daging sapi, daging ayam, hati sapi, hati ayam, telur, tempe, ikan

Sayuran:
Kale, bayam, bayam jepang, kangkung, dll

Buah:
Jeruk (sunkist dan jeruk biasa), jeruk nipis, lemon, terong belanda, strawberry, tomat, tomat cherry, alpukat, delima, apel, anggur, dll

Buah kering: cranberry, kurma

Kacang: mede, kacang tanah, kacang hijau

Hampir setiap hari saya minum jus alpukat dan terong belanda. Kemudian bergantian strawberry dan jeruk. Tomat saya campur dengan jus terong belanda. Kalau tomat cherry dijadikan salad, dicemil mentah, atau dijus dengan kale.

Saya rasa memang dari asupan makanan yang efeknya sangat terasa untuk menaikkan Hb. Makanan yang dikonsumsi adalah makanan yang mengandung:

1. Zat besi seperti kangkung, bayam, kale, brokoli, daging sapi, hati, ikan, telur
2. Vitamin c untuk mengikat zat besi seperti jeruk, stroberi, tomat
3. Asam folat seperti alpukat
4. Betakaroten seperti wortel

Alhamdulillah kali ini saya berhasil menaikkan Hb dan tensi saya juga bagus. Apakah ada pengaruh karena saya baru saja habis pulang kampung lalu selama seminggu asupan makanan saya sangat bergizi? 

Kalau tips teman saya kalau mau menaikkan Hb:

1. Tidur lebih cepat
2. Sarapan
3. Makan malam yang bergizi minimal telur

Oya, berat badan juga ada batasannya ya sobat kalau tidak salah minimal 46 kg untuk wanita. Jaman dulu saya pernah gagal donor karena berat badan kurang. Setelah itu lama tidak mencoba. Jadi baru satu kali berhasil donor darah pertama kali ikut tahun 2008. Saat itu berat badan 49 kg. Saat ini berat badan 50 kg jadi aman bisa ikutan donor darah.

Setelah donor, saya diberi snack, makan siang dan penambah darah. Banyak dapatnya... 

Sekian posting dari saya ya sobat. Cheers!

Friday, July 15, 2022

Ujian atau Masalah? Silahkan Nilai Sendiri

7/15/2022 11:40:00 AM 0 Comments
Setiap orang tidak luput dari ujiannya masing-masing. Ada yang ujiannya dalam rumah tangga, percintaan, pekerjaan, pertemanan, pendidikan, tetangga, usaha meraih cita-cita, dan lain-lain. Kalau kamu, ujianmu apa saja sobat? 

Ada yang bilang, untuk naik kelas memang harus lulus ujian dulu. Naik kelas yang seperti apakah?

Seringkali orang-orang di sekitar menjadi ujian bagi kita. Entah kitanya yang bermasalah sehingga kita menjadi ujian bagi orang lain, atau memang orang lain yang menjadi ujian bagi kita. Saya sendiri masih merenungi apakah memang diri saya yang bermasalah.

Atau hanya sekedar perbedaan sudut pandang akan sesuatu hal sehingga hal yang menurut saya tidak krusial/fatal tapi menjadi penting alias sesuatu yang perlu dipermasalahkan.

Perbedaan sudut pandang ini benar-benar berpengaruh penting dalam kehidupan terutama berinteraksi dengan orang lain. Kita harus pasang toleransi selebar-lebarnya agar kita pun tidak mengeluh, kesal dan sebagainya jika seseorang tidak sesuai standar atau target yang kita pasang. Kita harus menurunkan standar agar bisa beriringan dengan orang lain.

Saya sadar tatkala saya berikhtiar namun ada hambatan (kadang tak terduga ya dan ada hubungannya dengan relasi) saya hanya pasrah dan menenangkan diri kalau belum rejeki. Walau ada juga perasaan merasa tidak adil atau terzolimi (cukup manusiawi kan?) tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa. Terima nasib saja. Ya sudahlah jalani saja. Hidup memang ada saja masalahnya.



Masalah pekerjaan sudah pernah, pendidikan pernah. Relasi dengan teman, kolega, dll. Apakah saya belum lulus ujian?

Saat saya berikhtiar akan sesuatu, saya berpikirnya lurus bahwa akan berjalan mulus seperti harapan. Tak disangka bahwa di tengah perjalanan badai sudah menunggu. Ini yang namanya faktor di luar kendali yang tak bisa dikontrol yang datangnya dari luar. Saya tak kuasa.

Apakah saya akan terus berjalan menantang badai atau mundur? 

Tuhan, jika permasalahan datang ke saya, apakah karena saya perlu diuji? Atau karena saya belum lulus ujian sebelumnya sehingga ia datang lagi?

Saya ingat perkataan salah seorang teman saya bahwa jika ingin hidup kita mudah maka jangan mempersulit orang lain.

Saya pernah mengalami dipersulit tidak hanya sekali. Dan itu rasanya sangat menyakitkan. Terkadang sesuatu hal yang tidak krusial itu menjadi penting buat orang lain. Karena seseorang diamanahi sesuatu hal maka janganlah menggunakan amanah itu untuk mempersulit orang lain. Apalagi jika sesuatu yang tidak krusial. 

Menjadi pribadi yang bijak memang tidak mudah. Banyak hal yang perlu dilalui untuk menempa diri. 

Kadang saya berpikir ya sobat. Saya ini tidak suka mencari masalah. Tapi masalah datang ke saya dari orang lain. Kadang saya juga merenung ini saya yang memang bermasalah atau dari pihak luar yang bermasalah.

Ah, random sekali saya menulis loncat sana-sini. Sampai jumpa sobat di posting berikutnya semoga bermanfaat ya.

Salam bahagia selalu
Smile sobat
Jangan bersedih
Badai pasti berlalu
Allah tidak tidur
Yakin bahwa semua hal tak luput dari pengawasan-Nya
Allah adalah sebaik-baik penolong bagimu

 Cheers



Monday, June 20, 2022

Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2022

6/20/2022 10:46:00 PM 0 Comments
Hari ini, senin 20 Juni 2022 saya ke PRJ bersama 2 orang teman kantor dan 1 orang anak salah satu teman. Kami gocar ke sana turun di jalan Benyamin Sueb no.7 Jiexpo 2. Dari kantor tidak jauh kok.


Niat sekali ya? Lama tidak jalan nih sobat selama pandemi tepatnya di 2022. Bisa dihitung saya keluar jalan. Lebih banyak di kosan. Tapi saya menikmati sih tidak kemana-mana. Selain lebih menjaga diri, jadi lebih hemat. Hehe

Pergi kerja kan sudah 100 persen wfo mulai bulan juni. Senin sampai jumat kerja jadi sudah lelah kalau masih mau pergi. Sabtu minggu istirahat.


Nah, ini teman kantor saya mengajak ke PRJ. Ya sudah saya ikut. Kami pilih hari senin dengan harga tiket yang lebih murah yaitu 30 ribu (tanpa konser). Kami pikir bakal lebih sepi dibanding weekend dan hari biasa, tapi ternyata ramai sekali. Saat sholat magrib, ibu-ibu di sebelah saya bilang kalau beliau sudah datang pas weekend malah tidak seramai hari ini. Oya, terima kasih saya ucapkan buat si ibu yang sudah memberi tebengan pakai sajadah. Alhamdulillah ketemu orang baik. Saya lupa tidak bawa mukena traveling jadi cuma bawa mukena dari kantor tanpa sajadah.

Alhamdulillah lagi dapat tempat sholat di stand yang kosong. Jadi tidak antri panjang. 

Setelah sholat magrib saya pulang sobat. Lelah. Hehe. 

Saya dapat apa? Makanan semua. Saya beli ini sobat: 
1. Chiki sepaket isi 6 harga 10 ribu
2. Hydro coco setoples isi 6 harga 30 ribu (free toples) plus tuker tiket dapat 1 botol hi c 1000
3. Sosro isi 3 harga 10 ribu (free tas belanja)
4. Pempek ikan gabus harga 25 ribu
5. Kerak telor harga 25 ribu
6. Harum manis harga 15 ribu
7. Dum dum harga 25 ribu
Total belanja 140 ribu

Naik kereta kayak odong-odong PP harga 15 ribu
Transport PP 36 ribu (gocar 11 ribu, bajaj 15 ribu)
Total seluruh 191 ribu

Lumayan juga loh naik keretanya karena kalau jalan kaki jauh. Awalnya kita naik kereta berangkat lalu turun jalan-jalan dulu. Setelah itu balik naik kereta lagi ke titik awal sambil menunjukkan tiket.

PRJ ini semacam pasar malam ya. Kalau emak-emak yang senang belanja cocok. Banyak diskon. Ada konser juga. Tapi saya tidak menunggu konser. Lelah. Hehe

Melihat orang begitu ramai juga bisa pusing sendiri. Berasa kayak mau nonton konser besar. Entah kenapa saya tidak merasakan excited saat di sana. Apa saya sudah kehilangan excitement? Rasanya kayak biasa saja begitu loh sobat. Mungkin karena sudah pernah ke tempat yang lebih menarik perhatian ya.

Semoga sehat semuanya. Karena ketemu orang banyak. Orang seperti membludak. Lama tidak melihat keramaian seperti ini sobat. Mungkin orang-orang juga sudah lupa dengan corona.

Sampai kosan sebenarnya saya lelah tapi masih punya energi besar buat melakukan ini itu. Mungkin efek dum dum yang bikin mata melek. Kalau capek harusnya ngantuk. Ini malah tidak. 

Ok deh sekian dulu sobat. Sampai jumpa.



Hasil Sulam Kristik Modern (part 2)

6/20/2022 08:56:00 PM 2 Comments
Halo Sobat, kali ini saya mau posting hasil sulam kristik saya yang selanjutnya. Ini baru selesai semalam. Tadinya kan kurang benang sedikit. Nah, saya sudah beli benang pelengkapnya di shopee. Cuma kode B5200 sih yang kurang. Senang sekali bisa beli eceran benang yang kurang. Tidak mahal pula. Hanya 1.650 rupiah per skein (gulung) merk Airo. Satu gulung isi 6 strands (helai). Tapi memang ya ada sedikit perbedaan dengan benang bawaan. Kalau benang bawaan itu lebih licin jadi lebih enak dipakai menyulam. Tapi tak apalah ya yang penting hasilnya mirip.

Pola Awal

Ini foto awal sebelum jadi. Coba perhatikan sobat dengan hasilnya. Tidak sama persis ya. Sekitar 90 persen kemiripannya. Ada bagian tertentu yang disesuaikan. 

Foto awal - gambar diperbesar

Coba perhatikan hasil di bawah.


Hasil jadi sulaman saya di kanvas

Tapi saya suka hasilnya. Walau di foto awal tampak agak gelap namun hasilnya di kanvas cerah loh. Di bagian bunga-bunga itu ribet bikinnya. Pakai benang sedikit-sedikit. Pohon sakuranya tidak sama persis dengan foto awal tapi hasilnya membuat jadi cantik. Mungkin karena warnanya pink ya.

Ukuran kanvas sekitar 30x40 cm. Butuh waktu sekitar 3 bulan untuk menyelesaikan.

Dulu saya beli sulam kristik tersebut seharga sekitar 80 ribu di shopee (cek ulang Rp. 82.188). Harga tersebut sudah sepaket benang, jarum, kanvas berpola, kertas pola, dan foto awal. Kalau kamu suka, boleh dicoba beli dan bikin juga loh sobat. Saya sedang mengerjakan proyek selanjutnya nih sobat. Semoga hasilnya nanti memuaskan dan bisa diposting di sini.

Ok. Sekian dulu ya. Semoga bermanfaat. Sampai jumpa posting selanjutnya.


Thursday, June 16, 2022

Mengatasi Nyeri Haid/Menstruasi

6/16/2022 12:47:00 PM 0 Comments
Halo Sobat! Untuk sobat wanita yang pernah mengalami nyeri haid/menstruasi, apa yang kalian lakukan untuk meredakan nyeri tersebut?

Pasti rasanya tidak nyaman jika tiap bulan harus mengalami nyeri. Saya sendiri mengalaminya. Di awal menstruasi ketika remaja, saya mengalami nyeri haid. Lalu saat itu saya minum feminax. Entah masih ada atau tidak obat itu karena sudah lama saya tidak mengonsumsi.

Begitu masa SMA, haid saya enak sekali tidak ada keluhan apa-apa. Tidak ada nyeri-nyeri. Lancar. Kemudian kuliah sarjana tingkat 2 alias semester 3 ke atas saya mulai mengalami nyeri. Kalau sedang nyeri itu rasanya dingin, keluar keringat dingin, perut seperti diadon kali ya. Seperti perpaduan masuk angin dan nyeri haid. Herannya, kalau sudah ke belakang alias buang hajat, perut terasa enakan, mereda sakitnya. Dan hal ini tidak hanya terjadi pada saya tapi juga teman saya yang lain. Jadi saya pikir, wajar.

Biasanya saya kalau sedang nyeri begitu saya selimutan, minum paracetamol dan tidur. Ini tidur benar ya bukan tidur-tiduran. Setelah tidur sekitar 4 jam, saat bangun sudah tidak sakit lagi. Alhamdulillah.

Tapi kan bosan juga kalau harus minum obat melulu setiap bulan. Saya berusaha untuk mengurangi minum obat kecuali terpaksa. Kalau sudah mulai terasa dingin, saya cepat-cepat pakai jaket (kalau di kantor) atau selimutan kalau di rumah (jangan nunggu parah). Lalu minum teh herbal (disarankan seperti chamomile). Teh chamomile diyakini berkhasiat meredakan nyeri haid. Sambil tangan memegang gelas yang panas tersebut. Saya pernah minum teh chrysant karena tidak ada chamomile. Dan alhamdulillah mereda juga. Saya tidak perlu minum paracetamol. Walau saya sebenarnya sudah siap alias berjaga-jaga. Karena rasanya tidak nyaman kalau sakit di kantor.


Walau saya minum jamu kunyit asam tapi sepertinya tidak ada efek. Saya merunut kenapa nyeri haid. Mungkin efek dari makanan yang dikonsumsi. Selama saya sekolah SMP-SMA, makanan saya dimasak ibu saya di rumah. Saya tidak makan yang aneh-aneh. Hanya makanan rumahan. Cemilan pun ibu saya bikin sendiri. Bisa dibilang tidak pernah jajan di luar. Paling ibu saya belikan jajan kalau ke pasar. Itu pun jajanan pasar seperti cenil, klepon, lupis, es cendol, cincau, bubur sum-sum. Tidak ada yang aneh-aneh. 

Sementara mulai kuliah, saya merantau. Makan beli di luar. Bisa dibilang lebih sehat masakan rumah. Karena beli di luar makanan banyak yang berlemak.

Sobat, kalau sedang sakit tuh saya langsung kepikir bagaimana sakitnya melahirkan. Soalnya ada yang bilang mirip. Benar atau tidak? Biasanya sakit itu sehari saja saat mau keluar darah merah segar yang kental. Kalau setelah itu biasanya masih tak sesakit yang sehari itu, jadi masih bisa ditahan. 

Kalau makan makanan sehat sepertinya berpengaruh. Kalau menghindari gorengan atau makanan berlemak, haid akan enakan alias tidak sakit. 

Sobat, sekian dulu ya. Semoga bermanfaat. Sampai jumpa.



Tuesday, June 7, 2022

Mengejar Mimpi

6/07/2022 09:26:00 AM 0 Comments
Kemarin saya bertemu seorang teman. Sebenarnya sudah lama saya kenal nama tapi hanya sebatas tahu nama saja. Kami belum pernah ketemu (atau mungkin pernah dalam suatu acara hanya saja saya tidak ngeh). Sampai suatu ketika kami berdua pun bertemu. Ini pun karena keadaan. Karena memang hanya kami berdua yang hendak menghadap atasan sebelum akhirnya pindah bersama. 

Awalnya saya yang kontak dia supaya kami bisa sama-sama menghadap atasan. Biar tidak sendiri-sendiri. Sekalian pamitan ke pegawai-pegawai yang lain. 

Dari sinilah saya mendapat teman baru. Orang yang tadinya hanya kenal nama sekarang di tempat kerja baru menjadi teman. Kemarin dia datang ke ruangan saya. Sebenarnya agendanya itu saya mau kasih kado ke dia karena istrinya baru dua minggu yang lalu lahiran. Tapi rupanya dia mau sekalian konsultasi ke saya. Ceilee emangnya saya konsultan apa ya. Hehe


Tak boleh besar kepala.. saya bukan siapa-siapa. Hanya orang biasa yang mau berbagi pengalaman dan pemikiran. Baiklah saya dengarkan ceritanya. Rupanya dia berniat ingin mengikuti seleksi beasiswa S2 karena sedang dibuka pendaftaran. Sebagai orang yang sudah lebih dulu mendapat beasiswa, saya pun berbagi pengalaman dengannya. 

Saya melihat dia begitu antusias untuk bisa ikut tahun ini walau sebenarnya peluang dikabulkan atasan itu kecil mengingat belum genap 2 tahun di tempat kerja baru. Tapi dia mau berusaha dulu menghadap ke atasan. Masalah diterima atau ditolak urusan belakangan. Pada awalnya dia sudah berkecil hati untuk bisa lanjut S2, namun tak ada yang tahu jika ke depan peraturan akan S2 berubah. Batasan umur sudah dirubah menjadi lebih longgar. Sehingga teman saya ini merasa ada angin segar. Kalau saya sebagai teman menyemangati saja. Saya ikut senang kalau teman saya maju.

Tapi sebenarnya dia galau karena belum ada sertifikat toefl. Dia belum ada persiapan sama sekali. Nah, saya sarankan dia untuk mengambil tes prediction online dulu jika mendesak. Soalnya kalau ambil ITP langsung ga worth it menurut saya. Selain biayanya mahal (terakhir cek 585 ribu di UI), dia belum ada persiapan. Sama saja membuang uang nantinya. Dia cerita belum pernah tes sama sekali sebelumnya.

Dia minta rekomendasi buku toefl ke saya. Saya sarankan dia beli bukunya Longman karya Deborah Philips. Tapi pada akhirnya, dia pinjam buku saya hehe. Saking semangatnya dia ambil ke kos saya sepulang kerja. Padahal saya tawari besok bisa saya bawakan ke kantor. Tapi dia bersikukuh mau ambil sore itu juga. Semangatnya luar biasa. 

Sore itu juga dia ingin mampir ke UI mau menanyakan soal les toefl. Saya memang menyarankan dia untuk ambil les saja jika nanti ditolak ikut tahun ini. Jadi dia punya waktu panjang untuk persiapan tes toefl dan juga persiapan tes TPA.

Pagi ini saya mendapat kabar dari dia kalau dia ditolak ikut seleksi tahun ini dengan alasan belum genap 2 tahun. Ya sudah tidak apa-apa ambil hikmah positifnya. Dia punya waktu belajar lebih luang sampai pendaftaran tahun depan.

Sepengalaman saya, toefl dan tpa itu memang harus dipersiapkan dari jauh hari. Jika mau skor meningkat harus belajar. Saya beberapa kali ikut tes toefl tanpa persiapan, skor sama saja dengan sebelum-sebelumnya. Begitu saya belajar, skor pun naik. TPA pun harus dipersiapkan dengan baik. Apalagi TPA ini jenis soalnya ada banyak. Kita harus menguasai jenis-jenis soalnya supaya siap bertempur. Pengalaman saya ikut tes TPA sudah pernah saya share di posting sebelumnya. 

Yang saya garis bawahi dari cerita di atas adalah semangat. Bagaimana kita harus semangat mengejar mimpi. Walau terkadang ada batu terjal yang harus dilewati, kita tidak pernah tahu kapan dan di mana kemenangan itu akan menyinggahi kita. Mungkin di percobaan pertama kedua belum berhasil, tapi di percobaan ke sekian kali barulah berhasil. Mungkin di tempat yang lama masih gagal. Tapi siapa tahu di tempat baru akan berhasil. Jika dulu sulit, mana tahu saat ini mudah. 

Intinya jika sudah rejeki maka Allah pasti beri. Dan Allah memberikan yang terbaik menurut-Nya dari segi waktu, tempat, dan termasuk jurusan serta jenis beasiswanya. Allah yang lebih tahu apa yang terbaik bagi hamba-Nya di masa depan. Hanya saja kita manusia yang seringkali terburu-buru. Karena waktu yang belum tepat menurut Allah itulah makanya banyak halangan rintangan. Istilahnya belum rejeki. Tapi dari situ ada pelajaran berharga bagaimana kita belajar ikhlas. Dan kita harus tetap semangat. Jangan berputus asa. Kita hanya bisa berusaha dan berdoa. Serahkan keputusan akhirnya pada Allah taala. Tetap positif menghadapi hidup ini ya sobat!

Sampai jumpa di posting berikutnya! 

Monday, June 6, 2022

Mengagumi Seseorang

6/06/2022 08:09:00 AM 0 Comments
Sobat, pernahkah kalian mengagumi seseorang di masa lalu entah karena tampan atau cantik. Namun ketika bertemu lagi setelah sekian tahun berlalu, loh kok berubah. 

Berubah apa nih? Berubah tidak secantik atau setampan dulu kala. Lalu kalian berpikir, apa dulu kalian salah menilai? Atau standar penilaian kalian saja yang kini berubah? Atau memang dia yang berubah? Apa ada yang salah dengan yang kalian lihat? Pernah tidak sobat mengalami?


Saya pernah sobat. Dulu saya pernah merasa seseorang ganteng/cantik. Tapi ya hanya sebatas pengakuan bahwa dia ganteng/cantik di dalam hati saja. Tidak secara langsung dikatakan atau memuji. Namun kemudian lama kami tak bertemu. Pernah secara tak sengaja saya melihatnya dari jauh. Ternyata dia berubah. Saya tak melihatnya seperti dulu lagi. Kenapa berubah jadi begitu? Maksud saya tidak se-wow dulu kala. 

Namun ada juga seseorang yang dulu biasa saja katakanlah tidak bersinar terang karena kecantikannya alias kalah dengan yang lain, tapi saat ketemu lagi setelah sekian lama justru berubah drastis menjadi cantik. Loh ini malah kebalikan yang tadi. Ya begitulah sobat kecantikan/kegantengan ini fana. Bisa sewaktu-waktu berubah. Tidak kekal. 

Saya menyadari betapa fananya penilaian mata ini. Fisik bisa berubah. Memang tidak semestinya mengagungkan sesuatu yang fana. Karena dia punya potensi berubah. Dia tidak kekal. Sehingga kekaguman bisa berubah juga. Dulu kagum, sekarang hilang kekaguman. 

Memang sudah seharusnya yang dikagumi adalah yang maha kekal yang tidak punya cela sedikitpun. Sehingga kita pun tidak akan kecewa karena dia tidak berubah. 

Sekian dulu sobat cuap-cuap hari ini. Hanya ingin menumpahkan uneg-uneg yang lama tersimpan. Kisah tadi sudah sangat lama kejadiannya. Bertahun-tahun yang lalu...

Cheers!

Friday, June 3, 2022

Maaf, Tidak Sefrekuensi!

6/03/2022 04:14:00 PM 0 Comments
Hai sobat! Kalian pasti punya teman akrab kan ya? Kalian merasa tidak sih kalau kalian itu cocok-cocokan saat berteman dengan seseorang? Kalau iya, berarti kita sama. Kalian ada tidak perasaan yang bilang, "Aku cocok nih sama dia. Aku nyaman sama dia."

Saat kenalan dengan orang baru kalian langsung merasa klik. Tapi ada juga yang tidak. Seperti ada penolakan dari dalam diri kalian. Kalian tidak merasa nyaman.

Saya mengalami seperti itu sobat. Saya ini tipe yang sedikit teman akrab tapi awet dan setia. Saya sama sekali bukan tipe yang banyak teman tapi sebenarnya tidak ada yang akrab. Ada kan ya yang begitu?



Saya tipe yang cukup dengan satu dua teman akrab tapi kami selalu bersama. Ke mana-mana bareng. Karena pada dasarnya saya itu senang ada teman alias kalau bepergian senang ada teman minimal satu orang agar ada teman ngobrol, agar tidak mati gaya. Tapi tidak menutup kemungkinan jika terpaksa harus sendirian ya bisa juga sendirian. Tipe yang tidak tergantung. 

Jika orang lain (bukan teman akrab) tidak mau jalan sama saya ya tidak memaksa. Mungkin dia tidak nyaman dengan saya. Mungkin dia lebih enjoy sendiri ketimbang dengan saya. Begitu pula sebaliknya. Santai saja... Tak usah diambil pusing.

Dalam pertemanan ini saya merasa betul ada yang namanya kecocokan. Mungkin kalau bisa divisualisasikan ada energi tertentu misal punya saya warna biru. Lalu ketemu orang baru yang juga biru lalu kita klop. Lalu ketemu yang warna merah tidak klop (benturan energi). 

Ya sudah tidak bisa dipaksa untuk bersama. Dengan sendirinya akan berpisah kok. Pertemanan ini seperti seleksi alam.

Saya yakini yang tetap stay dengan saya ya dia yang sama seperti saya. Dia yang sefrekuensi dengan saya. Kalau tidak sefrekuensi, saya yakin tidak akan menyatu. Pasti akan pergi dengan sendirinya.

Tanpa disadari saya menarik orang-orang yang sefrekuensi dengan saya. Orang yang bisa akrab dengan saya adalah orang-orang yang tidak jauh beda dengan saya bisa secara pemikiran, sifat, kegemaran, dan lain-lain. Saya merasa teman akrab saya adalah orang-orang yang baik. Tentu baik secara kasat mata ya. 

Kalau kebaikan yang disembunyikan, tentu saya tidak tahu. Hanya Allah yang tahu. Makanya kita tidak boleh menghina, merendahkan dsb terhadap orang lain ataupun merasa lebih baik dari orang lain karena kita tidak pernah tahu ada seberapa banyak kebaikan yang dia sembunyikan. 

Mana tahu kalau ternyata kita bukan apa-apanya dibanding dia. Mana tahu kalau orang yang tidak kita sukai di dunia tapi dicintai di langit. Sementara kita?

Sebelumnya saya pernah cerita kalau 2 orng teman karib saya meninggal dunia. Mereka meninggal di usia muda. Saya katakan kalau mereka orang baik di masa hidupnya. Sebagai teman saya bisa merasakan kalau mereka orang baik. Bukankah ada yang bilang kalau orang baik meninggalnya cepat? Mungkin memang ada benarnya. Satu orang meninggal di hari jumat. Dan satu lagi di hari sabtu. Mungkin amal kebaikannya sudah cukup sehingga mereka pun harus kembali ke asalnya. Hanya Allah yang tahu.

Saya merasa hanya orang-orang tertentu yang bisa cocok (akrab) dengan saya. Mungkin karena tidak sefrekuensi tadi makanya tidak cocok? Jangankan cocok, mengobrol pun hanya orang tertentu yang mau mengobrol dengan saya. Bukan saya merasa diri saya eksklusif ya sobat tapi ini nyata apa adanya. Makanya berdasarkan pengamatan dan pengalaman saya bisa menuliskan posting ini. Adakah kalian yang juga mengalami hal yang sama seperti saya? Jika iya, tenang saja ya sobat kamu tidak sendirian. Ada saya hehe.

Saya sih tidak mengambil pusing dengan keadaan ini. Saya juga tidak bisa memaksa diri saya menjadi orang lain agar saya disukai banyak orang. Toh sudah default saya begini saya terima diri saya. Walau saya berbaur dengan orang yang berbeda 180 derajat saya tetap tidak terwarnai alias saya tetap begini. Berdamai saja dengan diri sendiri. 

Cheers!

Membatalkan Gejala Flu

6/03/2022 01:17:00 PM 0 Comments
Hai sobat! Memasuki pancaroba, mulai banyak yang terkena flu. Mulai banyak terdengar suara orang batuk. Padahal sih sudah pakai masker tiap hari tapi kok masih saja terkena flu. Kalau teman saya bilang, selama 2 tahun pandemi pakai masker tidak kena flu tapi begitu pandemi usai malah kena flu.

Sebelumnya kan (saat pandemi) kalau dengar ada yang batuk sudah paranoid ya karena takutnya gejala covid. Nah, saat ini kan sudah mulai boleh buka masker. Dan kerja pun sudah mulai 100% wfo per juni 2022. 

Beberapa hari lalu, saya merasa sepertinya saya mau terkena flu. Sudah mulai terasa tidak enak di badan. Kepala sudah ada terasa seperti akan sakit kepala. Saya tidak bisa mendeskripsikan secara jelas. Mungkin bisa dikata berat atau bagaimana. Karena jika dibilang pusing, belum sampai tahap pusing tapi saya sudah bisa merasakan ini nanti akan jadi sakit kepala jika dibiarkan. Rasanya tidak nyaman. Kemudian tenggorokan mulai terasa akan radang tapi masih ringan. Mulai terasa sedikit sakit, tidak nyaman. Lalu badan yang biasanya gampang keringatan, ini tidak keringatan. Padahal tahu sendiri Jakarta sangat panas. Pertanda tidak sehat kalau sudah merasa demikian.

Saya tidak mau terkena flu karena tahu sendiri terkena flu itu sangat mengganggu. Yang kepala pusing, demam, radang tenggorokan, hidung meler, lalu batuk. Akan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain itu juga mengganggu lingkungan kerja. Tahu sendiri ya kalau pilek itu susah bernafas lalu harus sering-sering buang ingus. Kalau batuk juga sangat mengganggu orang di sekitar. Kitanya sendiri tersiksa apalagi saat sedang batuk itu terasa gatal di tenggorokan yang harus dibatukkan terus-menerus. Efek lainnya adalah kita tidak ingin menularkan ke orang lain. Tahu sendiri flu mudah sekali menular.

Saya pun mencari cara bagaimana membatalkan gejala flu. Yang saya lakukan adalah minum teh hijau hangat dicampur perasan jeruk nipis (1 buah) dan madu (sesuai selera tanpa gula). Selain itu saya minum vitamin c sehari satu kali saja setelah makan. Kebetulan masih ada stok vitamin c dari kantor. Saya hindari dulu minum es dan gorengan. Saya makan yang berkuah dan hangat. 

Beberapa kali dalam sehari saya menelan madunya saja agar tenggorokan terasa lebih enak. 

Kalau buah-buahan saya tetap makan seperti apel, jambu air, jambu biji.

Alhamdulillah reda setelah beberapa hari.

Kalau tidak punya vitamin c dari dokter atau apotik, bisa minum vitamin c yang dijual di toko-toko retail seperti redoxon, you c 1000, vitacimin, dan lain-lain.

Teman saya dulu cerita kalau sudah ada tanda mau flu, dia minum redoxon. Dan dia cocok minum itu. Dia pun tidak jadi flu. 

Saya ini termasuk yang gampang ketularan flu. Duduk di sebelah orang yang flu, malamnya langsung kena gejala flu. Makanya dulu saya merasa daya tahan tubuh saya lemah. Cerita ini benar kejadian dulu saat kuliah saya duduk di bangku yang ukurannya memanjang. Ternyata sebelah saya flu. Dan jaman dulu kan belum tren memakai masker. Jadi ya cepat sekali flu menular. Memakai masker memang baik sih. Ada efek positifnya. Jadi jarang flu kan selama pandemi covid? Itulah hikmah baiknya dari munculnya covid ini. Ternyata masih ada saja hal baik yang bisa dipetik.

Thursday, June 2, 2022

Kena Batunya

6/02/2022 09:10:00 PM 0 Comments
Halo Sobat! Pernahkah kalian merasa kena hukuman alias kena batunya ketika kalian akan berbuat nakal alias menyeleweng dari jalur yang benar?

Tak perlu hal-hal ekstrim negatif tapi hal-hal kecil saja. Katakanlah kalian selalu berada di jalan yang lurus lalu kemudian kalian sesekali berbuat nakal. Misal tidak pernah bolos eh mencoba bolos. Lalu kalian ketahuan dan sebagainya?


Saya pernah nih sobat. Saya tipikal orang yang taat aturan. Berada di jalur yang semestinya katakanlah begitu. Eh sekalinya saya mencoba keluar jalur, langsung kena hukuman. Memang naas. Nasib oh nasib... Padahal kalau melihat orang lain seperti santai saja begitu berbuat hal di luar jalur yang benar. Pun tak ada sanksi/hukuman. Lah giliran saya yang mencoba, kok hukumannya langsung. Mengelus dada...

Kalau dipikir-pikir itu teguran langsung dari Allah sih tapi lewat orang lain. Dengan begitu kita kembali ke jalan yang benar. Mungkin memang Allah tidak ridho saya berbuat nakal. Mungkin itu hikmahnya. Kalau teman saya bilang daripada mendapat hukuman di akhirat lebih ngeri.

Makanya ya sobat. Hidup saya ini lurus-lurus saja. Mungkin orang bisa bilang "boring". Tapi memang saya tidak bisa jika harus nakal. Saya akan kepikiran, hidup tidak tenang. Jadi tidak nyenyak tidur. Sungguh menyiksa.

Kalau dipikir-pikir sepertinya memang sudah dari kecil saya ini tidak bisa nakal. Waktu kecil saya pernah disuruh menyerahkan uang ke seseorang. Tapi saya dibilang agar tidak boleh ketahuan siapa-siapa. Nah, saya yang anak kecil ini berpikir bagaimana caranya. Uang ditaruh di mana? Baju tak ada sakunya. Dompet tidak punya. Kalaupun pakai dompet nanti malah kelihatan kan. Ya sudah akhirnya saya taruh uangnya di karet pinggang rok. Kan bisa menjepit tuh karena kencang dan lebar. Tapi memang naas ya sobat. Saya tak sadar kalau uang itu jatuh. Dan ada yang melihat. Yah, ketahuan deh. 

Kalau saya perhatikan diri saya, saya ini sering tidak kepikiran untuk berbuat di luar jalur. Misal ya, jadwal kerja wfo wfh sudah ditentukan, nah saya patuh sesuai jadwal yang ada. Tidak kepikiran untuk merubah jadwal misal hari ini jatah wfo tapi saya ambil wfh lalu saya ganti hari lain wfo. Tapi saya lihat rekan lain sering tidak ada di kantor padahal jadwalnya wfo. Ternyata mereka mengganti di hari lain. Kalaupun tidak diganti juga siapa yang tahu ya (hanya Allah yang tahu). Hehe

Berpikir lempeng
Saya kadang merenung, kok saya tidak kepikiran melakukan ini itu seperti yang orang lain lakukan. Ini saya yang tidak kreatif atau bagaimana. Misal, dari kos ke kampus ui salemba atau dari stasiun pondok baru ke fasilkom dulu saya selalu jalan kaki. Saya tidak kepikir untuk naik ojek. Sementara teman saya selalu naik ojek padahal jaraknya masih bisa ditempuh jalan kaki menurut saya.

Contoh lain, semisal kita ada urusan di pagi hari saat masuk kantor sehingga tidak bisa absen pagi tepat waktu alias telat kalau baru absen saat datang. Nah teman saya ada yang berangkat pagi-pagi untuk sekedar absen lalu pulang. Hal ini untuk menghindari pemotongan tunjangan. Nah sementara saya tidak kepikiran. Kalau misal telat ya telat saja konsekuensi. Hmm, ini saya yang bodoh atau bagaimana ya? 

Sepertinya otak saya sudah ter-setting melihatnya ke depan, tidak tengok kanan kiri. Jalannya lurus ke depan, tidak belok kanan kiri. Adakah kalian yang sama seperti saya? 

Kalau berbuat di luar kebiasaan (jalur yang semestinya) itu ada perasaan bersalah di dalam hati. Perasaan seperti ini tidak nyaman loh sobat. Maksud saya ini jika melakukan hal yang negatif ya walau sekedar hal kecil atau remeh temeh. Kalian pasti tahu maksud saya kan ya.

Ok deh sekian dulu sharing hari ini ya sobat. Sampai jumpa!

Tuesday, May 31, 2022

Kenapa Harus Ada Oleh-oleh?

5/31/2022 01:41:00 PM 0 Comments
Apakah oleh-oleh suatu keharusan? Mungkin bukan keharusan tapi sudah menjadi budaya kita orang Indonesia kalau bepergian jauh pulangnya bawa oleh-oleh alias buah tangan. Oleh-oleh bisa berupa apa saja baik benda yang bisa dimakan maupun tidak. Sebut saja makanan, minuman, kerajinan tangan/suvenir, dan lain-lain. 

Yang membawa
Apakah kamu termasuk orang yang pernah membawa oleh-oleh setelah bepergian? Jika iya, hmm kamu Indonesia banget ya. Iya loh sobat, oleh-oleh sudah seperti hal wajib. Kalau tidak bawa nanti ada yang tanya saat tiba di rumah. "Mana oleh-olehnya?"

Kalaupun tidak ada yang bertanya, kitanya sendiri yang merasa tidak enak kalau tidak membawa ataupun merasa kasihan dengan orang yang tadinya kita tinggal atau sekedar supaya terasa "pantas" jika kita bawa oleh-oleh. Jika tidak bawa, nanti tidak pantas. 

Tapi kalau keseringan bepergian, ada rasa lelah juga tidak sobat bawa oleh-oleh? Kalau untuk keluarga sih rasanya tidak akan merasa lelah ya. Tapi kalau untuk orang lain seperti orang kantor misal kalau terus-terusan kemungkinan ada lelahnya juga. 

Apalagi kalau yang memang keluarganya jauh. Merantau sudah bertahun-tahun lamanya. Kan ada lelahnya juga kalau harus bawa oleh-oleh terus. Biarlah oleh-oleh itu karena kerelaan hati. Karena perasaan senang berbagi. Karena butuh usaha lebih untuk membawa oleh-oleh baik waktu untuk mencari, uang untuk membeli dan tenaga untuk membawa. Kalau yang dibawakan (menerima) sih enak saja tinggal menerima. Sementara yang membawa itu yang bisa jadi keberatan. Tak bisa dipungkiri saya pribadi jika bepergian inginnya ringan bawaan sehingga tidak menyulitkan. Kalau bawaan berat kita pula yang capai. Perjalanan jauh sendiri sudah melelahkan jika ditambah berat bawaan akan tambah membuat lelah.

Sepengalaman saya traveling bareng emak-emak, mereka heboh beli oleh-oleh. Ada yang sampai menambah koper baru. Emak-emak kalap kalau sudah belanja lihat yang bening-bening. Sudah tidak memperhitungkan kopernya muat atau tidak. Bahkan apakah sudah melebihi bagasi atau tidak. Apalagi kalau uangnya memang sudah disiapkan khusus buat belanja. Ya sudahlah ya sabar saja menunggu mereka belanja. Hehe

Yang dibawakan
Jika di posisi yang dibawakan oleh-oleh, bagaimana perasaanmu? Senang? Tidak senang?

Kalau saya sih ya senang-senang saja kan gratisan tinggal menerima. Terlepas apapunlah yang diberikan. Tak elok juga kalau kita tidak berterima kasih. Tapi saya juga tidak akan komplain kalau tidak menerima oleh-oleh. Sebagai orang yang sering bepergian saya paham. Saya juga tidak ingin membuat seseorang merasa tidak enak. Ada juga kejadian misal bangku sebelah diberi oleh-oleh tapi saya tidak, saya santai. Saya tidak apa-apa. Toh rejeki sudah Allah yang atur kok kenapa kita harus pusing. Kalau kita tidak dapat ya memang bukan rejeki kita. Tak perlu juga kemudian kita merasa dibeda-bedakan, diabaikan dan sebagainya. Kita bukan anak kecil loh ya. Santai saja. Setuju?

Monday, May 23, 2022

Pilih Mana? Ditegur di Depan atau Dibicarakan di Belakang?

5/23/2022 04:53:00 PM 0 Comments
Halo Sobat, saya hadir lagi. Kali ini saya ingin membahas mengenai ditegur di depan atau dibicarakan di belakang. Kalau kalian pilih mana?

Tidak bisa dipungkiri bahwa hal ini terkait dengan adat kebiasaan suku tertentu di Indonesia. Ada yang lebih suka to the point di depan blak-blakan ketimbang mengumpat di belakang. Namun ada pula yang sebaliknya karena besarnya rasa 'tidak enak' kalau harus bicara langsung di depan makanya lebih suka memendam atau bicara di belakang.

Itu kalau kita bicara tentang seseorang sebagai subjek atau pelaku. Beda cerita jika seseorang sebagai objeknya alias yang ditegur di depan atau dibicarakan di belakang. Pilih mana?

Kalau menurut saya pribadi keduanya tidak enak. Ada plus minusnya. 

Ditegur di depan

Plus
Seseorang jadi tahu akan kesalahan atau kelemahannya. Dia juga mendapatkan kejujuran dan keterbukaan dari orang lain.

Minus
Kalau siap mental tidak mengapa alias mental baja. Tapi kalau tidak siap mental, bisa berefek tidak baik. Misalkan mental jatuh yang membuat seseorang menjadi down. Bisa juga timbul rasa terluka, terhina, marah, dsb yang serba negatif.


Dibicarakan di belakang

Plus:
Karena tidak tahu dibicarakan di belakang maka orang ini akan santai, tidak punya pikiran jelek atau macam-macam terhadap orang lain.


Minus:
Seseorang tidak tahu kalau dibicarakan di belakang. Jika suatu ketika dia tahu ada yang membicarakannya maka efeknya tidak baik karena dia mengetahui siapa-siapa saja yang mengumpatnya di belakang. Beraninya main belakang. Jika di depan baik eh ternyata di belakang suka membicarakan.. Nah, antara depan dan belakang tidaklah sama. Jadinya terkesan bermuka dua.

Sisi minus lain adalah seseorang jadi tidak tahu apa kesalahan atau kelemahannya sehingga dia akan terus mengulang kesalahan yang sama.

Semua tergantung kepribadian kita masing-masing kita lebih suka atau nyaman yang mana. Biar sama-sama enak dengan rekan kita maka harus dikomunikasikan supaya tidak terjadi salah paham atau konflik. Kan tidak enak ya kalau misalkan kita tahu dibicarakan di belakang lalu ketemu dengan orangnya langsung. Apakah perasaan kita masih akan sama terhadapnya seperti sebelum kita tahu? Apakah kita bisa bersikap biasa saja seperti tidak pernah terjadi apa-apa? Apakah kita tidak memendam rasa sakit, jengkel, benci dsb? 

Okelah mungkin kita masih bisa bersikap biasa saja karena pada dasarnya kita punya bakat acting terpendam dan tanpa disadari ini natural saja. Tapi sampai kapan kita memendam sesuatu di dada kita? 

Sobat, sekian dulu ya sharing saya hari ini. Sampai jumpa! Salam sehat!





Pentingnya Menjaga Mulut/Lisan

5/23/2022 10:57:00 AM 0 Comments
Sobat, kali ini saya ingin membahas tentang menjaga mulut/lisan. Kenapa saya membahas ini? Tak lebih karena obrolan saya dengan seseorang.

Begini Sobat, kenapa menjaga mulut atau lisan itu penting? Dalam pandangan saya pribadi, ada benarnya kenapa diam itu lebih baik daripada mulut berkata-kata yang tidak baik atau menyampaikan hal yang tidak baik yang mana apabila sudah keluar dari mulut maka tidak bisa ditarik kembali. Apa yang sudah terjadi maka tidak bisa dikembalikan. Semua sudah dicatat malaikat. Apabila bisa di-rewind seperti video, maka sesungguhnya kita akan malu dengan perbuatan kita sendiri. Kita ingin menghapus tapi tidak bisa. Lalu bagaimana? Jika tidak ingin melakukan kesalahan maka kita harus berhati-hati dalam berkata-kata. Yang bisa kita lakukan adalah mencegah dan pengendalian diri.

Yang saya maksud dengan berkata-kata yang tidak baik ini luas. Bisa berarti menghina, mencemooh, menyinggung, menyindir, memarahi, berkata kasar, termasuk tidak bisa menjaga rahasia alias ember ke mana-mana, bergosip, dan lain-lain. Intinya segala perbuatan yang menyebabkan orang lain sakit hati, terhina, tersinggung, tersindir, dan lain-lain. Yang ingin saya soroti adalah menjaga rahasia.

Saat seseorang (katakan X) bercerita hal negatif ke Y tentang orang lain (beberapa orang - katakan A B C D). Eh, Y sampaikan ke yang bersangkutan. Selain ember, itu namanya Y adu domba bukan? Orang pertama menyampaikan ke orang kedua dan seterusnya. Jadi beruntun ini cerita dari A ke B ke C ke D dst. Nah, beruntun pula yang sakit hati karena cerita yang tidak baik. X jadi jelek image-nya. Begitu pula Y ikut jelek juga kan karena tidak bisa jaga rahasia.

Saat X menegur A kenapa B sikapnya berubah terhadap X, A bingung. A sendiri merasa sakit hati terhadap X. Tapi A tidak bisa berkata apa-apa. Dia hanya memendam dan akhirnya menutupi alias berbohong kalau tidak ada apa-apa antara B dan X. 

A bingung jika seandainya dia jujur, nanti rentetannya panjang karena ceritanya berantai. Banyak yang terlibat. 

Hal seperti ini benar terjadi dan tidak jarang terjadi. Lalu salah siapa? 

Saya tidak ingin menyalahkan siapa-siapa. Saya hanya ingin memberi solusi alangkah baiknya jika X, Y, A-D saling berkumpul kemudian saling jujur mencurahkan isi hati dan bermaaf-maafan. Daripada memendam dan dibawa mati? Alangkah tidak enaknya memendam kentang nanti busuk juga dan berbau. 

Ada satu pelajaran lagi di sini yaitu kejujuran. Pada dasarnya untuk jujur tidak selalu mudah. Ada rasa malu bahkan takut akan konsekuensi yang akan dihadapi. Namun untuk menerima kejujuran juga tidak selalu mudah. Terkadang kejujuran itu pahit dan sakit makanya ada orang yang lebih memilih untuk tidak tahu kebenaran. Dari cerita di atas, A tidak siap untuk jujur karena takut akan konsekuensi. Dia memilih diam dan memulai dari awal lagi. 

Hidup itu pilihan. Setiap apa yang kita lakukan adalah hasil dari pilihan yang kita pilih. Semua ada konsekuensinya baik atau buruk. Tinggal kita siap atau tidak untuk menerima dan menjalani.

Butuh keberanian atau mental yang kuat untuk mengakui kesalahan. Dan tidak semua orang punya. Tidak sedikit yang memilih kabur. Kenapa tidak berani mengakui kesalahan? Malu? Jika malu berarti hal baik karena itu pertanda masih punya rasa malu. Masih menjadi manusia. Takut? Takut juga masih menandakan manusia. Namun ketahuilah bahwa pada dasarnya yang dihadapi adalah manusia juga. Jadikanlah setiap kesalahan sebagai pembelajaran hidup agar menjadi lebih dewasa dan bijak dalam berkehidupan.

Sampai jumpa posting berikutnya! 


Wednesday, May 18, 2022

Pengumuman Kelulusan Uji Kompetensi Fungsional Perencana Muda April 2022

5/18/2022 08:23:00 PM 0 Comments
Sebelumnya saya pernah posting kalau ikut uji kompetensi perencana muda tanggal 24 April 2022. Nah, beberapa waktu lalu alias barusan saya mendapat info pengumuman kelulusan. Berarti terhitung 3 mingguan jeda waktu pengumuman. 

Tidak menyangka bisa lulus. Alhamdulillah. Tidak cuma saya tapi semua teman satu biro yang ikut uji kompetensi juga mulai dari yang pertama sampai madya lulus semua. 


Masih heran sih saya. Kalau teman yang lain okelah mungkin memang mereka bisa mengerjakan dengan baik. Tapi saya? Saya tahu kemampuan diri saya. Saya itu yakin jawaban saya banyak yang salah karena saya jawabnya tebak-tebakan. Karena saya memang tidak tahu jawabannya. Karena soalnya sendiri asing buat saya. Apalagi jawabannya iya kan?

Apakah tebakan saya benar? Ataukah standar nilai yang tidak terlampau tinggi? Entahlah karena saya tidak tahu skor saya berapa dan standar nilai kelulusan juga berapa.

Saya berharap bisa naik pangkat dulu sebelum diangkat fungsional karena harusnya saya naik pangkat tahun ini. Lagipula syarat minimal 2 tahun pengalaman kerja juga belum tercapai.

Semoga yang terbaik selalu ya Allah Engkau berikan kepada saya. Aamiin.




Hasil Sulam Kristik Modern (part 1)

5/18/2022 12:08:00 PM 0 Comments
Sobat, saya ingin berbagi hasil sulam kristik yang sudah saya kerjakan beberapa waktu lalu. 

Kristik pemandangan gazebo

Gambar pemandangan berikut adalah sulam kristik yang selesai saya buat sebelum lebaran lalu. Karena ukurannya kecil sekitar 12x17 inch atau sekitar 30x40 cm dan warnanya tidak terlalu banyak (34 macam), maka bisa diselesaikan dalam waktu 2-3 bulan. Ini pun dikerjakan santai di kala sempat dan mood bagus. 

Sulam kristik ini pakai kain aida 11ct dan benang dmc. Sudah satu paket saya beli beserta pola tercetak di kain. Harga sekitar 80 ribu rupiah (cek ulang Rp. 88.761). Sempat kurang benang sedikit di bagian pohon yang kanan paling atas. Duh, tanggung. Tapi kemudian saya ganti dengan benang yang mirip. Tak perlu beli benang baru. Hehe. Kelihatan tidak sobat kalau benangnya tidak sesuai?

Foto awal

Coba perhatikan hasil di bawah. Tidak sama persis. Kemiripannya sekitar 90%. Ada beberapa perbedaan warna.

Hasil jadi sulaman saya di kanvas

Saat selesai itu rasanya happy. Seperti tidak menyangka. Wah ini saya yang bikin? Ternyata bisa juga ya. Hehe

Kristik wedding

Kalau sulam kristik wedding di bawah ini saya buat setahun lalu tanggal 31 juli 2021. Saya selesaikan sampai awal tahun 2022. Ini memakan waktu sekitar 5 bulanan. Sebenarnya belum 100 persen selesai karena kehabisan benang. Jadi di bagian bawah rambut yang warna kuning belum disulam. 

Sulam kristik ini ukurannya 2x lipat (19x29 inch) dari pemandangan di atas dan lebih jelimet. Karena warnanya lebih banyak macamnya (44 warna) dan agak mirip-mirip warnanya (gradasi) terutama di bagian gaun wanitanya. Bisa kalian lihat sendiri detil gradasi warnanya itu ruwet ya sobat. Butuh kesabaran ekstra. Dan harga wedding kristik ini jauh lebih mahal sekitar 3x lipat yang pemandangan di atas. (Cek ulang Rp.279.000)

Foto awal

Bagaimana menurut kamu hasilnya sobat? Apakah cukup mirip?

Hasil di kanvas

Kok mau sih beli walau mahal? Ya karena saya suka gambarnya. Menurut saya ini gambar wedding paling cantik dibanding lainnya yang saya lihat. Cowoknya tampak keren pakai tuxedo ada motif bordirannya. Duh, bordirannya jadi mengingtkan saya akan bajunya Yan Wushi. Ehem. 

Ceweknya juga cantik gaunnya bagus. Cuma warnanya saja kurang cerah. Kalem. Tapi tak apa. Saya tetap suka.

Nanti kalau ada waktu dan benangnya, saya ingin menyelesaikan tambahan di bagian bawah rambut itu. Untuk bagian mata sengaja tidak saya beri mata. Ada yang bilang kalau jin bisa masuk lewat mata boneka, foto, atau apapun bergambar manusia yang dipajang. :)

Dicuci

Oya sobat, keduanya belum saya cuci ya. Sampai lecek begitu. :D

Jadi kalau kalian bikin kristik modern seperti saya di atas, setelah selesai silahkan dicuci. Tulisan di kain itu gampang luntur terkena air. Jadi nanti bersih.

Saat ini saya sedang menyulam 1 lagi tapi masih setengah jalan. Nanti kalau sudah selesai saya share lagi. Yang dalam daftar tunggu masih ada beberapa lagi. 

Sekian posting hari ini. See you!

Update 20/06/2022: 
Saya sudah beli benang untuk menyelesaikan proyek kristik wedding. Saya dapat benang merk Airo dengan harga Rp. 1.650 per skein di shopee. Benangnya bagus kok sobat mirip dengan benang bawaan. Senang sekali saya bisa dapat benang eceran yang saya butuhkan yang koleksinya masih lengkap di toko Gudang Benang.

Sebenarnya saya kepikiran mau nambah background biar tidak plain warna putih seperti kain. Tapi lumayan juga effort-nya. Kira-kira warna yang bagus apa ya? Soalnya di paket tidak mendapat benang untuk background.


Tuesday, May 17, 2022

Jasa Sol Sepatu Keliling

5/17/2022 06:28:00 PM 0 Comments
Adakah pembaca setia blog saya? Setiap saya posting selalu ada yang membaca entah itu pembaca setia atau memang orang nyasar atau orang lewat saja. 

Blog ini usianya sudah termasuk tua hampir 15 tahun. Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk terus menulis dan berbagi ke kalian semua para pembaca. Terima kasih sudah membaca blog sederhana ini. Walau nyasar pun tak mengapa. 

Selama ini saya hanya menulis dan menulis. Tak peduli berapa banyak yang membaca. Tak jarang justru tulisan yang dianggap tak menarik justru banyak yang membaca. Tulisan lama juga masih ada saja yang membaca.  Walau sebenarnya entah dibaca atau tidak ya. Mungkin cuma dilihat. Hehehe

Saya ingin mencapai 1000 posting. Masih jauh perjalanan. Hehe

Sekian pembukaan posting kali ini. Kita lanjut ke tema kita yaitu... sol sepatu. Lah kok sol sepatu? Waduh, khas sekali pengucapan sol sepatu kalau di Jakarta. Maksud saya Mamang sol sepatu yang lewat kalau bilang "sol sepatu" saat menjajakan jasanya itu nadanya khas. Kalian yang pernah dengar pasti tahu ya.

Jadi ceritanya nih saya memang mencari tukang sol sepatu dari sebelum lebaran lalu. Tapi belum pernah ketemu. Kalau ada tukang sol sepatu lewat juga tidak bisa panggil karena kos saya di atas dan lumayan jauh dari jalan. Suara saya juga kurang kencang kalau mau teriak.

Saya berpikir bagaimana caranya memanggil tukang sol sepatu. Tukang sol kan keliling tidak mangkal. Kalau mangkal enak tinggal didatangi. Baiklah. Pada akhirnya karena Allah maha baik, Allah yang datangkan sendiri tukang sol sepatu itu. Subhanallah...

Tepatnya sore hari tadi sepulang kerja saya berjalan mendekati gang kos saya. Tanpa saya tahu ternyata yang berjalan di depan saya adalah tukang sol sepatu. Saya tahu gegara si tukang sol bilang "sol sepatu". Ya sudah saya langsung tersadar kalau saya mencari tukang sol. Saya dekati mamangnya dan saya tanya soal sol sepatu. Lalu mamangnya mengikuti saya sampai kosan. Tadinya mau mengesol satu eh malah jadi 2 sekalian. Satu sol sepatu ongkosnya 25 ribu rupiah. Saya tidak tahu ini kemahalan atau murah. Saya tidak menawar. Ketemu sol sepatu saja sudah bahagia. Ya Allah... hehehe

Saya juga berpikir kasianlah. Keliling seharian belum tentu ada pelanggan. Tak usah pelit-pelit.

Satu sol untuk sepasang sepatu memakan waktu sekitar setengah jam selesai. Karena sepatu wanita kan juga kecil jadi lebih cepat selesai. Saya sempat memperhatikan cara mengesol. Kalau cuma melihat sih gampang. Kelihatannya enteng. Jarumnya tajam. Tapi entah kalau mencoba sendiri mungkin butuh tenaga ekstra. :D

Ini mamangnya manual mengesolnya ya. Bukan pakai mesin. Mamangnya sedia benang berbagai warna menyesuaikan warna sepatu. Tapi mamangnya bilang tidak punya warna pink jadi diberi warna krem. Padahal sih sepatunya tidak ngepink menurut saya.

Sebelumnya saya belum pernah mengesol sepatu. Baru kali ini saya mengesol. Ini pun terpaksa ya gegara beli sepatu baru 4 kali pakai kok lemnya sudah lepas. Lah ini asli atau palsu? Saya beli sepatu merk lokal di Matahari. Harganya lumayan untuk ukuran kantong saya. Tapi baru kali ini kok begini. Padahal merk ini terbilang lawas. Kecewa sih tapi mau bagaimana ya. Ya sudahlah akhirnya saya kepikiran untuk mengesol. Semoga bisa dipakai lagi sampai rusak. :D

Sampai jumpa posting berikutnya.

Menunda atau Mempercepat Kematian?

5/17/2022 01:06:00 PM 0 Comments
Minal Aidin Wal Faidzin mohon maaf lahir dan batin buat readers blog ini semuanya. Semoga kita bertemu lagi tahun depan. Aamiin.

Alhamdulillah kita bisa mudik tahun ini ya sobat. Di hari raya idul fitri inilah saatnya kita bersilaturahmi dengan sanak saudara. Sudah menjadi tradisi kita di Indonesia dari tahun ke tahun. Kalau dipikir-pikir ada baiknya tradisi ini karena kalau tidak ada tradisi seperti ini kapan lagi akan bersilaturahmi. Kalau hari biasa sebagian besar dari kita sibuk dengan kehidupan masing-masing. Sangat langka rasanya bisa bersilaturahmi ke tetangga dan sanak saudara yang jauh. Tapi di hari raya idul fitri ini jadi menyempatkan diri berkunjung ke tempat saudara yang jauh.


Kali ini saya akan bercerita bebas saja ya sobat. Temanya adalah kesehatan. Kenapa saya angkat tema ini? Tak lain karena saat saya bersilaturahmi ke rumah nenek (adik nenek saya) saat lebaran lalu saya sempat menjenguk saudara laki-laki (cucu nenek tersebut) yang terkena stroke. Awalnya saya sempat kaget waktu mendengar kabar dia terkena stroke karena dia masih terbilang muda. Sewaktu saya masih kecil dan di kampung dulu sering ketemu. Dia suka mengatai saya gembrot atau pesek. Body shaming ya hehe :)

Itulah ya dari kecil dulu ada beberapa orang yang suka manggil begitu. Saya sebenarnya tidak suka ya walau saya masih kecil. Mungkin maksudnya meledek tapi ya begitulah menyebalkan sih. :D

Memang, kita tidak pernah tahu jika kita yang tampak sehat lalu tiba-tiba terkena penyakit. Walau mungkin sudah ada tanda-tandanya tapi terkadang bisa jadi kita tidak menyadarinya atau menyepelekannya.

Ingat 5 perkara sebelum 5 perkara sobat salah satunya sehat sebelum sakit. Penyakit tidak menunggu kita tua dulu baru sakit. Semua tergantung pola hidup kita. Apakah kita akan menunda kematian atau mempercepat kematian? Walau sejatinya kita tahu bahwa kematian sudah tertulis kapan waktunya. Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha. Secara kasat mata, pada dasarnya pola hidup sehat adalah cara menunda kematian. Sementara kalau kita hidup asal-asalan akan mudah terserang penyakit lalu meninggal. Nah, ini dikatakan mempercepat kematian. 

Ada teman saya seumuran yang meninggal karena penyakit. Kematian tidak menunggu sampai kita tua sobat. 

Pola hidup sehat hubungannya dengan jasmani kita. Dengan asupan makanan bergizi, sehat, dan makan teratur disertai olahraga maka jasmani kita menjadi sehat. Namun kita jangan melupakan kesehatan rohani/pikiran karena tubuh kita terdiri dari jasmani dan rohani. Tubuh harus diberi makan agar bisa menegakkan tulang. Begitu pula jiwa kita juga harus sehat. Dari pikiran yang tidak sehat bisa menimbulkan penyakit fisik. Jadi harus seimbang antara jasmani dan rohani.

Contoh kecil saja, jika banyak pikiran atau memikirkan sesuatu terlalu dalam maka tensi bisa naik khususnya pemilik penyakit tekanan darah tinggi. 

Kembali ke cerita di atas, saya bersyukur masih diberi kesehatan oleh Allah. Walau terkadang saya merasa ada keluhan-keluhan tapi semoga saja hanya keluhan tak berarti. Semoga saya dan keluarga serta pembaca blog saya selalu diberi kesehatan. Aamiin.

Walau hanya keluhan ringan, terkadang saya merasa betapa berharganya kesehatan apalagi jika hidup sendirian. Kita harus sayang dengan badan kita sendiri. Kita harus menjaganya dengan baik. Jika terjadi sesuatu maka kita sendiri yang merasakan. Kita sendiri yang menanggung beban. Maka tidak ada alasan untuk tidak mencintai diri sendiri. Adakah orang lain yang lebih mencintai diri kita selain diri sendiri?

Kita terlahir sendiri maka kita juga mati sendiri. Maka kita harus memikirkan diri sendiri. Bukan berarti kita egois. Tapi kita harus mencintai diri kita sendiri sebelum mencintai orang lain. Jangan selfless. Sebenarnya ini perenungan buat diri saya juga. Seringkali saya merasa selfless. :D

Kita berhak mendapatkan kesenangan untuk diri sendiri. Setiap orang berhak untuk bahagia.

Sobat, sekian dulu sharing hari ini ya. See you..


The Island of Siliang Anime Review

5/17/2022 09:17:00 AM 0 Comments



Kelar sudah nonton The Island of Siliang season 1 yang tayang di wetv sebanyak 15 episode. Menurut saya ceritanya bagus. Tidak menyangka akan bagus karena di awal episode masih biasa saja. Pemeran utama pria bernama Jing Xuan tampilannya menarik. Ini kenapa bisa seganteng itu ya. Sumpah ganteng sekali. Mirip Luo Yunxi sih wajahnya tapi ini versi yang agak bule. Eyecatching sekali...

Jing Xuan

Sementara pemeran wanitanya bernama Tu Li. 

Yang membuat ceritanya menarik ini setelah ketahuan bahwa kakek yang tinggal bersama Tu Li ternyata adalah Jing Xuan yang menyamar. Supaya sobat tidak bingung, mari lanjut ke ceritanya ya.

Dikisahkan Pulau Siliang adalah pulau yang dihuni oleh para peri/fairy/immortal. Nah, sewaktu Jing Xuan masih kecil, ayahnya mengangkat anak Tu Li. Tu Li adalah keturunan manusia biasa. Ayahnya adalah seorang perompak/bajak laut. Tu Li dibawa ayahnya ke Pulau Siliang. Para immortal tidak menyukai mortal (manusia). Setelah kedua orang tua Jing Xuan meninggal, Tu Li tinggal bersama seorang kakek. Ternyata kakek itu adalah Jing Xuan. Jing Xuan ini bisa berubah-ubah wajah. Dalam wujud seorang kakek, Jing Xuan ini disegani di Pulau Siliang karena termasuk tetua. Nah, dengan cara demikianlah Jing Xuan bisa melindungi Tu Li yang seorang manusia biasa.

Tu Li berpikir, setelah kakeknya meninggal, Tu Li tidak bisa survive di Pulau Siliang, sehingga dia mencari cara untuk keluar dari pulau tersebut. Terdamparlah seorang pria muda dan rombongannya ke Pulau Siliang. Tu Li ingin memanfaatkan kesempatan untuk bisa keluar pulau dengan pria tersebut. Tu Li merasa senang bertemu dengan sesama manusia dan ingin mencari ayahnya. 

Pria muda itu ternyata membawa gelang yang merupakan milik ayah Tu Li. Pria itu memanfaatkan Tu Li untuk mencapai misinya di Pulau Siliang. Sementara Tu Li sendiri ingin memanfaatkan pria itu untuk keluar dari Pulau Siliang.

Tu Li menjadi akrab dengan pria tersebut dan sering bersama dengannya. Di sisi lain, Jing Xuan merasa tidak senang alias cemburu. Beberapa kali Jing Xuan emosi tapi kemudian tersadar dan bisa mengendalikan diri. Di episode 15, epic sih adegannya. Ceritanya juga seru. 

Jing Xuan akhirnya menampakkan diri sebagai Jing Xuan di depan Tu Li demi menyelamatkannya berlaga di laut. Akhirnya semua penghuni Pulau Siliang melihat Jing Xuan. Mereka terkagum-kagum dengan ketampanan dan kehebatannya. Sebagian bertanya-tanya dari mana asalnya. Jing Xuan tidak bisa keluar pulau dan harus menunggu 500 tahun. Tapi tenang, tahun depan adalah jadwal waktu untuk bisa keluar. Tak perlu menunggu 500 tahun. Namun untuk sementara waktu dia harus tinggal di Pulau Siliang. Awalnya dia ditawari tinggal di rumah penjaga perpustakaan. Tapi karena ada anak gadis maka tidak jadi. Ada yang cemburu karena anak gadis tersebut akan dinikahkan.

Jing Xuan berpikir mencari cara supaya bisa tinggal dengan Tu Li. Akhirnya dia pun berhasil. Tu Li yang bingung pun tidak bisa menolak dan langsung mengantarnya. 

Oya, Jing Xuan di cerita ini menginvestigasi kematian orang tuanya. Dia ingin membersihkan nama orang tuanya dan mengetahui penyebab kematian mereka. Di awal episode dikisahkan Jing Xuan meninggal dan hanya Tu Li yang masih hidup. Sehingga sepengetahuan Tu Li, Jing Xuan sudah meninggal. Rupanya Jing Xuan masih hidup dan hanya peri Feng Mian yang tahu rahasia tersebut.

Seru! Tapi harus selesai di season 1. Menunggu season 2... Semoga segera tayang... Ada live action-nya tidak ya? Hmm, berharapnya sih ada... Recommended ini animenya keren. Silahkan nonton ya sobat. Jangan baper ya hehe.


Saturday, May 14, 2022

Beli Emas Perhiasan Untung atau Rugi?

5/14/2022 12:02:00 PM 0 Comments
Halo Sobat! Kalian pasti tahu donk emas perhiasan. Kalau wanita mayoritas punya emas perhiasan minimal anting. Betul?

Di 2 toko emas yang saya kunjungi di Jakarta, untuk pembelian emas perhiasan 24 karat 99 persen dikenakan ongkos pembuatan. Untuk satu barang sekitar 250 ribu hingga 300 ribu di salah satu toko emas. Sedangkan kalau dijual lagi, ongkos pembuatan tidak dihitung. Jadi rugi donk?


Makanya kalau dijadikan investasi, emas ini sifatnya jangka panjang. Karena baru akan cuan setelah jangka panjang ketika harganya melambung tinggi dibanding harga saat beli pertama kali.

Berbeda dengan di daerah seperti Lampung dan Bengkulu, saya pernah beli emas perhiasan 24 karat yang harga per gramnya sudah termasuk ongkos pembuatan. Tapi memang emas yang saya beli bukan emas 99 tapi 97. 

Kalau emas perhiasan ingin dijual lagi, sebaiknya dijual di toko tempat pembelian awal beserta suratnya. Karena kalau dijual di toko lain akan dibeli suka-suka tokonya. Nyesek deh. Saya sendiri pernah mengalami soalnya. Karena butuh dana segar, terpaksa harus jual emas yang ada. Berhubung beli dan jualnya tidak di toko yang sama karena kendala jarak, ya sudahlah dibeli dengan harga yang jauh dibawah harga saat itu. Rugi? Iya. Padahal harga sudah naik jauh karena emas saya beli sekitar tahun 2010-2011 lalu saya jual di tahun 2019.

Kalau dijadikan investasi memang kurang pas menurut saya. Emas lebih cocok dijadikan sekedar tabungan agar uang tidak habis untuk hal yang tidak jelas atau membeli barang konsumtif yang tidak laku dijual kembali. Emas ini bisa jadi penyelamat saat urgent butuh dana segar karena sifatnya mudah dijual. 

Lagipula kalau wanita kan biasanya senang pakai emas perhiasan. Nah, mendingan beli emas daripada barang yang tak laku dijual. Ini fakta loh sobat. Kalau dipikir-pikir ya, saat tiba-tiba butuh uang, barang apa yang bisa dijual? Jangan mencari pinjaman hutang sobat. Hindari berhutang. Kalau punya emas kan bisa tinggal dijual tanpa harus merendahkan diri berhutang ke orang lain.

Bagaimana dengan logam mulia? Pembelian logam mulia juga dikenakan ongkos cetak dan sertifikat. Beda-beda tiap toko. Ada juga yang harganya sudah termasuk ongkos cetak dan sertifikat. Namun saat penjualan tidak dihitung ongkos cetak dan sertifikat. Rugi? Kalau dijual jangka pendek memang rugi kalau tidak balik modal. Makanya emas ini harus disimpan untuk jangka panjang.

Sekian sharing saya sobat. See you!
 

Thursday, May 12, 2022

Thousand Autumns Novel Review

5/12/2022 07:49:00 PM 0 Comments
Halo Sobat! Tidak sabar rasanya menunggu Thousand Autumns anime season 2 tayang. Tiap hari putar season 1 melulu tidak ada bosan-bosannya. Nonton sambil baca komen-komen penonton di wetv. Lucu-lucu komennya astaga netizen +62 sangat menghibur. Ramai loh banyak yang komen. Berarti banyak penggemarnya ya. Sobat, review anime season 1 silahkan baca di posting sebelumnya ya. :)

Karena belum ada tanda-tanda kapan season 2 tayang, ya sudahlah ya lanjut baca novelnya saja untuk menghapus dahaga. Hehe

Pecah kepribadian
Untuk season 2 mulai chapter 50 saya baca hingga bagian extra. Kalau total keseluruhan ada 128 chapter dan 13 extra. Ceritanya memang menarik sih buat saya. Karakter Yan Wushi ini yang memang membuat ceritanya bikin penasaran. Mulai di season 2 kan Yan Wushi terluka parah. A Qiao yang merawatnya. Di sini Yan Wushi mengalami perubahan menjadi 4 kepribadian berbeda yaitu Yan Wushi, Xie Ling, A Yan, dan satu lagi tanpa nama yang hanya diam dan mencekik orang yang dilihatnya. 



Xie Ling
Xie Ling adalah nama Yan Wushi ketika masih kecil. Dia bermarga Xie. Xie Ling ini karakternya manja mirip anak kecil. A Qiao lebih nyaman dengan Xie Ling jika dibandingkan dengan kepribadian yang lain. Xie Ling memanggil A Qiao dengan sebutan Pretty Brother. Xie Ling pernah dibawa jalan ke pasar dan membeli tangren (permen gula yang bisa dibentuk-bentuk). Xie Ling minta agar tangrennya dibentuk seperti A Qiao. Saat Xie Ling menjilati tangren, A Qiao merasa geli. Hihi

Kalau A Yan karakternya gentle dan baik. 


Berpakaian wanita
Suatu ketika Yan Wushi didandani berpakaian wanita oleh A Qiao agar tidak dikenali orang-orang di sekitar. Rumor yang beredar bahwa Yan Wushi sudah mati. Makanya A Qiao ingin supaya di masa penyembuhannya ini Yan Wushi aman dan tidak menarik perhatian orang yang ingin membunuhnya. Tapi ada adegan lucu juga di sini. Karena kan Yan Wushi tinggi sekali sekitar 189 cm. Sangat langka ada wanita setinggi itu kan? Dia juga tidak menutupi suaranya yang "sangat pria".


Balas dendam pada A Qiao
Di lain waktu ketika Yan Wushi sudah pulih, dia balas dendam pada A Qiao. Kali ini A Qiao yang berpakaian wanita agar bisa masuk ke kerajaan karena tempat yang dimasuki semuanya wanita. Sehingga tak ada pilihan selain berpakaian wanita. 

Sebelumnya, Yan Wushi yang memilihkan bajunya ke kenalan penjual baju. Ternyata, penjual bajunya sendiri tertarik dan sempat menggoda Yan Wushi. Tapi Yan Wushi kan mencari baju untuk pasangannya. Ada percakapan lucu sih di sini. Karena si penjual baju bertanya beberapa hal tentang pasangan Yan Wushi yang akan dibelikan baju. Salah satunya adalah pertanyaan tentang tinggi badan. A Qiao tingginya sekitar 181 cm. Jarang kan wanita tingginya segitu? Hehe

Di adegan lain, Yan Wushi sempat menyembunyikan A Qiao di belakang patung budha dari kejaran muridnya Sang Jingxing, salah satunya Bai Rong. Yan Wushi bilang dia sendirian yang akan mengalihkan perhatian Sang Jingxing. A Qiao ditinggal dalam keadaan ditotok sehingga tidak bisa bergerak. Saat itu A Qiao menangis. A Qiao ingin menghadapi semuanya bersama-sama Yan Wushi. Tapi Yan Wushi memilih untuk pergi melawan sendirian dan menyelamatkan A Qiao di dalam gua. Setelah itu, A Qiao lama tidak bertemu Yan Wushi. Saat bertemu kembali, Yan Wushi pura-pura tidak mengenali A Qiao.

Ada momen di mana A Qiao berduel dengan Hu Lugu, gurunya Kun Ye. Saat itu A Qiao bukan tandingannya. Dia kalah. Lalu di chapter terakhir, gantian Yan Wushi yang berduel dengan Hu Lugu. Sebelum berduel, Yan Wushi sempat bertemu A Qiao setelah sekian lama. A Qiao akhirnya kembali menjadi pimpinan Xuandu karena Yu Ai mati. Dan lucunya, saat bertemu A Qiao, Yan Wushi tengah bermain dengan hewan peliharaannya yaitu seekor rusa bernama A Qiao. Hehe. 

Selanjutnya saat berlaga dengan Hu Lugu, Yan Wushi terluka parah dan memejamkan mata. A Qiao pun menangis. Dia berjanji akan melakukan apapun jika Yan Wushi bangun. Hehe

Di chapter extra, Yan Wushi tidak mati dan menagih janji A Qiao. :)

Oya, di chapter extra ada lucu-lucunya sih. Misal, tiba-tiba A Qiao berubah jadi anak usia 6 tahun. Dia dibawa Yan Wushi beli tangren berwujud gurunya, Qi Fengge. Tapi kemudian dimakan Yan Wushi. A Qiao pun menangis. Memang jahil Yan Wushi. Astaga :D

Dari yang sudah saya baca, menurut saya novel ini ceritanya sangat menarik dan tidak mengecewakan. Bagus. Saya suka. Karakter tokohnya unik-unik. Semua punya kemampuan beladiri dengan tekniknya masing-masing yang keren. Kalau tokoh favorit saya sudah jelas Yan Wushi. :)

Aaahhh, jadi makin tidak sabar season 2! Live action-nya apalagi pasti seru. Semoga segera tayang... Saya berharap live action-nya nanti di-dubbing suara A Qiao dan Yan Wushi sama seperti animenya. Karena suara mereka sudah sangat melekat dan cocok. Bahkan audio drama dan mini theater chibi version, suara voice actors-nya sama dengan anime. Background music-nya juga suka sekali saya top banget yang versi anime. 

Kalau live action, siapa ya yang cocok jadi Yan Wushi? Hmm, saya kepikirnya Gong Jun. Gong Jun memenuhi syarat yang dimiliki Yan Wushi yaitu tinggi, ganteng, terbukti bisa acting seductive dan flirty sekaligus kejam di Word of Honor. Tapi saya tidak melihat Yan Wushi kejam sih. Sepanjang novelnya yang banyak membunuh malah A Qiao. Syarat lain yaitu acting childish juga sudah lulus di Word of Honor. Arogan? Bisa banget! Kalau soal umur kan bisa banget disulap pakai make up biar sesuai umurnya Yan Wushi.

Semoga nanti tidak mengecewakan live actionnya. Karena ide ceritanya sudah bagus banget. Bahkan animenya saja keren. Sayang kalau misal live action tidak sesuai harapan.

Oya, kalian yang kangen season 2 bisa nonton dulu audio drama dan mini theater-nya di youtube. Mini theater-nya lucu banget astaga suka sekali saya... sudah kelar nonton 93 episode. Kreatif yang bikin dialog antara A Qiao dan Yan Wushi. Favorit saya episode hadiah yang paling berkesan buat A Qiao. A Qiao mendeskripsikan sebuah senjata. Yan Wushi sudah berpikir kemana-mana. Dia kira pedang Woe for all pemberian Qi Fengge. Dan ternyata jawabannya adalah... tongkat bambu sobat! Iya sih memang tongkat bambunya itu iconic banget. Aku mengerti. Hehe

Sekian dulu ya sobat. See you!




Instagram terhacked, Email dan No HP Diganti

5/12/2022 11:32:00 AM 0 Comments
Sebelumnya setahun yang lalu whatsapp saya terhack. Kali ini giliran instagram yang terhack. Ada-ada saja cobaan hidup ini. Padahal saya bukan siapa-siapa. Selebritis bukan. Public figure bukan. Orang terkenal bukan. Public enemy juga bukan. 😁

Tadinya sih saya curiga karena saya tidak bisa login. Saat saya akan verifikasi ke email ternyata email sudah diganti. No hp juga sudah diganti. Kodenya 234. Nigeria itu kode negaranya...

Saya cek di email saya ada pemberitahuan kalau ada yang login di ig saya dengan email berikut:

caleberossa2@gmail.com 

Saya coba untuk verifikasi belum berhasil. Dibilang kode error. 

Awalnya saya masih merasa aman karena ig saya masih tak ada yang berubah. Tak ada konten baru yang aneh atau aktivitas aneh lainnya. Tapi hari ini tadi, 2 orang teman saya whatsapp saya. Mereka tanya apa ig saya terhack. Karena mereka dikirimi permintaan bantuan seperti vote. Berikut screenshotnya:

Dm ke teman kantor lama


Dm ke teman main



Ada satu teman saya telpon ke saya juga mengalami hal yang sama. Hadeh... ada-ada saja. Buat apa coba menghabiskan waktu tenaga dm dm ke kontak orang tak dikenal. Pakai bahasa terjemahan pula. Siapa yang tidak curiga coba?

Sekian sharing hari ini. Nanti saya share lagi kalau sudah ada solusi ya sobat. Semoga saja akun saya bisa diambil lagi. Aamiin.


Tuesday, May 10, 2022

Pohon Buah Delima Berbuah Lebat

5/10/2022 09:27:00 AM 0 Comments
Sekitar maret 2019 saya beli bibit pohon buah delima. Tepatnya saya titip ke kakak saya yang sedang beli bibit di pembibitan buah dan bunga di kampung. Kakak saya beli macam-macam. Saya titip delima, rambutan, alpukat, leci dan kelengkeng. Tapi leci kosong. Semua tanaman hidup setelah ditanam tapi alpukat kemudian mati, mungkin karena kekeringan.

Saya juga beli sendiri online 3 macam jeruk yaitu mandarin, santang, dan lemon. Semuanya hidup dan sekarang sudah tumbuh besar hanya saja belum berbuah. Kalau buah tin yang saya beli semuanya mati. Hehe

Kemudian ada 5 macam jambu air yaitu jambu dalhari, king rose, taiwan super green, citra, dan deli madu. Semuanya tumbuh hanya saja ada satu yang mati karena ada saudara sebelah rumah yang sedang membangun toko eh malah pekerjanya merusak jambu air saya dan akhirnya mati. Entah terinjak-injak atau ketutup tanah galian yang baru dibeli untuk membangun toko. Sedih deh mati satu. Ini perusakan tanaman orang. Ada pasal hukumnya tidak ya? :)

Entah tipe jambu yang mana saya lupa karena memang tidak ditandai namanya. Sedangkan jambu jamaica yang dibeli bersamaan saat itu mati dari awal-awal ditanam. Ada juga mangga gedong gincu sekarang sudah tumbuh subur. Saya juga menanam leci tapi mati. Kalau dihitung sudah 7 bibit saya yang mati yaitu leci, tin, jambu air, jamaica, dan alpukat. Rugi? Ya begitulah resiko bertanam. Tapi tidak kapok. Hehe.

Bunga delima

Saat balik idul fitri tahun ini, saya lihat delima saya berbuah. Yang membuat saya heran sekaligus senang karena delimanya mau membesar. Buahnya juga lebat. Bunganya banyak. Padahal tanamannya kurus rantingnya kecil. Sebelumnya sudah pernah belajar berbuah beberapa kali tapi tidak jadi. Awalnya berbuah hanya satu dua dan buahnya kecil lalu rontok. Tapi kali ini buahnya membesar. Entah bakal jadi sampai besar atau tidaknya belum tahu. Entah sampai bisa dipanen atau tidak masih belum tahu. Tapi saya sudah cukup senang karena mau berbuah dan membesar.

Waktu awal belajar berbunga, ibu saya mengira kalau pohon delima saya ini bukan delima tapi bunga seperti bunga milik tetangga. Mungkin karena daunnya kecil-kecil seperti bunga dan memang saat awal berbunga tidak menjadi buah tapi rontok. Kalau saya sih percaya saja dengan penjual bibit tidak berbohong. Dan saya sudah pernah melihat pohon delima secara langsung jadi saya yakin itu delima. Hehe ada-ada saja ibu saya ya. Dan waktu yang membuktikan bahwa benar itu delima. :)

Buah Delima
Kadang takjub juga ya betapa hebatnya sang pencipta. Ranting kurus kecil begitu bisa menahan beban buah yang berat.

Karena letaknya di depan pintu keluar masuk, setiap hari bisa melihat perkembangan buah. Tapi memang sungguh malang. Kemarin saya dapati satu buahnya hilang alias ada yang memetik. Siapakah tersangkanya? Heran saya. Dipetik mau buat apa coba? Buah masih kecil belum bisa dimakan. Kalau misal penasaran atau gemas kan bisa dilihat atau dipegang saja atau tanyalah ke yang punya rumah itu buah apa. Kenapa harus dipetik? Kenapa harus merusak tanaman orang? Kenapa harus jahil begitu? Ini sudah masalah etika. Karena dia sudah merusak tanaman orang. Hadeh... Rambutan saya juga pernah sekali belajar berbuah eh dipetik anak saudara yang lewat.

Akhirnya saya brongsong (tutup dengan plastik) buah delimanya. Selain menjaga agar orang tidak jahil, saya berharap agar buahnya bisa membesar dan bisa dipanen. 

Oya, yang merawat tanaman buah saya adalah ibu saya karena beliau yang ada di rumah. Semua tanaman diberi pupuk mutiara dan kompos. Tanaman yang tadinya kurus sekarang tumbuh subur setelah usia sekitar 3 tahun. Bahkan sudah ada yang belajar berbuah seperti delima dan rambutan. Semoga yang lain segera menyusul berbuah juga. :)

Monday, April 25, 2022

Uji Kompetensi Fungsional Perencana Ahli Muda

4/25/2022 02:31:00 PM 0 Comments
Minggu, 24 April 2022 saya mengikuti uji kompetensi fungsional perencana ahli muda yang diselenggarakan oleh Bappenas via online. Sebelumnya, diadakan pembekalan online selama 2 hari dengan narasumber dari UI, ITB, dan UGM yaitu tanggal 20-21 April 2022. Pembekalan ini sifatnya tidak wajib tapi sayang juga untuk dilewatkan. Kebetulan, di tanggal tersebut saya sedang ada acara konsinyering di Hotel Gran Melia. Tidak fokus donk saya. Apa boleh buat yang penting dapat materinya. 


Walau sejujurnya, ternyata materi yang didapat tidak cukup membantu selama ujian. Sangat jauh berbeda. Karena materi yang disampaikan sifatnya umum sementara yang keluar di ujian sifatnya detail. Harus belajar berapa SKS untuk bisa menguasai materi?

Jujur, saya merasa kesulitan mengerjakan soal yang terdiri dari ekonomi, sosial, dan tata ruang. Basic saya sosial tapi soal sosial di uji kompetensi ini beda materi dengan knowledge yang pernah saya pelajari di bangku kuliah. Untuk ekonomi, saya meraba-raba. Apalagi tata ruang, benar-benar blank. Kalau diibaratkan mungkin seperti orang buta. Apakah saya menghitung kancing untuk menjawab soal? Tidak sesedih itu juga ya Sobat. Masih bisa pakai insting untuk sebagian soal. Tapi buruknya, pengalaman dulu-dulu kalau mengerjakan soal, seringkali pilihan insting saya salah. Karena seringkali terjebak di dua pilihan jawaban yang menurut saya paling benar. Dan pada akhirnya yang dipilih adalah yang salah. Nasib... nasib...

Oya, soal yang diujikan ada sebanyak 70 soal dan waktunya 2 jam. Selama ujian aktif kamera zoom. Peserta dimasukkan ke ruang black out masing-masing ruangan sekitar 30 orang. Di tiap ruangan ada panitianya masing-masing yang mengecek identitas peserta sebelum ujian. Siapkan ktp atau SIM Sobat. Lalu setelah selesai menjawab soal dan ingin leave zoom, harus pamitan dulu ke panitia. Nanti dicek dulu apakah jawaban sudah masuk semua dan dipastikan kalau kertas coretan sudah disobek. Setelah itu, boleh meninggalkan zoom.

Bicara soal materi soal uji kompetensi ini, jadi saya simpulkan bahwa saya tidak menguasai materi karena memang bukan kompetensi saya di situ. Saya seperti dipaksa mengambil pilihan yang sesungguhnya tidak ada pilihan. Wah, jadi curhat.

Panitia bilang kalau pengumuman maksimal 2 minggu setelah ujian. Lumayan cepat ya.

Berapa persen kemungkinan lolos nih saya?
Entahlah ya. Sepertinya keajaiban kalau lolos. Hehe

Apa pun itu yang terbaik sajalah ya. Karena tahun ini seharusnya saya naik pangkat. Semoga naik pangkat dulu baru fungsional.

Sekian sharing dari saya Sobat. Semoga bermanfaat. Jika kalian ada yang akan ikut uji kompetensi juga, saya doakan semoga sukses ya! Sampai jumpa!