Follow Us

Tuesday, May 31, 2022

Kenapa Harus Ada Oleh-oleh?

5/31/2022 01:41:00 PM 0 Comments
Apakah oleh-oleh suatu keharusan? Mungkin bukan keharusan tapi sudah menjadi budaya kita orang Indonesia kalau bepergian jauh pulangnya bawa oleh-oleh alias buah tangan. Oleh-oleh bisa berupa apa saja baik benda yang bisa dimakan maupun tidak. Sebut saja makanan, minuman, kerajinan tangan/suvenir, dan lain-lain. 

Yang membawa
Apakah kamu termasuk orang yang pernah membawa oleh-oleh setelah bepergian? Jika iya, hmm kamu Indonesia banget ya. Iya loh sobat, oleh-oleh sudah seperti hal wajib. Kalau tidak bawa nanti ada yang tanya saat tiba di rumah. "Mana oleh-olehnya?"

Kalaupun tidak ada yang bertanya, kitanya sendiri yang merasa tidak enak kalau tidak membawa ataupun merasa kasihan dengan orang yang tadinya kita tinggal atau sekedar supaya terasa "pantas" jika kita bawa oleh-oleh. Jika tidak bawa, nanti tidak pantas. 

Tapi kalau keseringan bepergian, ada rasa lelah juga tidak sobat bawa oleh-oleh? Kalau untuk keluarga sih rasanya tidak akan merasa lelah ya. Tapi kalau untuk orang lain seperti orang kantor misal kalau terus-terusan kemungkinan ada lelahnya juga. 

Apalagi kalau yang memang keluarganya jauh. Merantau sudah bertahun-tahun lamanya. Kan ada lelahnya juga kalau harus bawa oleh-oleh terus. Biarlah oleh-oleh itu karena kerelaan hati. Karena perasaan senang berbagi. Karena butuh usaha lebih untuk membawa oleh-oleh baik waktu untuk mencari, uang untuk membeli dan tenaga untuk membawa. Kalau yang dibawakan (menerima) sih enak saja tinggal menerima. Sementara yang membawa itu yang bisa jadi keberatan. Tak bisa dipungkiri saya pribadi jika bepergian inginnya ringan bawaan sehingga tidak menyulitkan. Kalau bawaan berat kita pula yang capai. Perjalanan jauh sendiri sudah melelahkan jika ditambah berat bawaan akan tambah membuat lelah.

Sepengalaman saya traveling bareng emak-emak, mereka heboh beli oleh-oleh. Ada yang sampai menambah koper baru. Emak-emak kalap kalau sudah belanja lihat yang bening-bening. Sudah tidak memperhitungkan kopernya muat atau tidak. Bahkan apakah sudah melebihi bagasi atau tidak. Apalagi kalau uangnya memang sudah disiapkan khusus buat belanja. Ya sudahlah ya sabar saja menunggu mereka belanja. Hehe

Yang dibawakan
Jika di posisi yang dibawakan oleh-oleh, bagaimana perasaanmu? Senang? Tidak senang?

Kalau saya sih ya senang-senang saja kan gratisan tinggal menerima. Terlepas apapunlah yang diberikan. Tak elok juga kalau kita tidak berterima kasih. Tapi saya juga tidak akan komplain kalau tidak menerima oleh-oleh. Sebagai orang yang sering bepergian saya paham. Saya juga tidak ingin membuat seseorang merasa tidak enak. Ada juga kejadian misal bangku sebelah diberi oleh-oleh tapi saya tidak, saya santai. Saya tidak apa-apa. Toh rejeki sudah Allah yang atur kok kenapa kita harus pusing. Kalau kita tidak dapat ya memang bukan rejeki kita. Tak perlu juga kemudian kita merasa dibeda-bedakan, diabaikan dan sebagainya. Kita bukan anak kecil loh ya. Santai saja. Setuju?

Monday, May 23, 2022

Pilih Mana? Ditegur di Depan atau Dibicarakan di Belakang?

5/23/2022 04:53:00 PM 0 Comments
Halo Sobat, saya hadir lagi. Kali ini saya ingin membahas mengenai ditegur di depan atau dibicarakan di belakang. Kalau kalian pilih mana?

Tidak bisa dipungkiri bahwa hal ini terkait dengan adat kebiasaan suku tertentu di Indonesia. Ada yang lebih suka to the point di depan blak-blakan ketimbang mengumpat di belakang. Namun ada pula yang sebaliknya karena besarnya rasa 'tidak enak' kalau harus bicara langsung di depan makanya lebih suka memendam atau bicara di belakang.

Itu kalau kita bicara tentang seseorang sebagai subjek atau pelaku. Beda cerita jika seseorang sebagai objeknya alias yang ditegur di depan atau dibicarakan di belakang. Pilih mana?

Kalau menurut saya pribadi keduanya tidak enak. Ada plus minusnya. 

Ditegur di depan

Plus
Seseorang jadi tahu akan kesalahan atau kelemahannya. Dia juga mendapatkan kejujuran dan keterbukaan dari orang lain.

Minus
Kalau siap mental tidak mengapa alias mental baja. Tapi kalau tidak siap mental, bisa berefek tidak baik. Misalkan mental jatuh yang membuat seseorang menjadi down. Bisa juga timbul rasa terluka, terhina, marah, dsb yang serba negatif.


Dibicarakan di belakang

Plus:
Karena tidak tahu dibicarakan di belakang maka orang ini akan santai, tidak punya pikiran jelek atau macam-macam terhadap orang lain.


Minus:
Seseorang tidak tahu kalau dibicarakan di belakang. Jika suatu ketika dia tahu ada yang membicarakannya maka efeknya tidak baik karena dia mengetahui siapa-siapa saja yang mengumpatnya di belakang. Beraninya main belakang. Jika di depan baik eh ternyata di belakang suka membicarakan.. Nah, antara depan dan belakang tidaklah sama. Jadinya terkesan bermuka dua.

Sisi minus lain adalah seseorang jadi tidak tahu apa kesalahan atau kelemahannya sehingga dia akan terus mengulang kesalahan yang sama.

Semua tergantung kepribadian kita masing-masing kita lebih suka atau nyaman yang mana. Biar sama-sama enak dengan rekan kita maka harus dikomunikasikan supaya tidak terjadi salah paham atau konflik. Kan tidak enak ya kalau misalkan kita tahu dibicarakan di belakang lalu ketemu dengan orangnya langsung. Apakah perasaan kita masih akan sama terhadapnya seperti sebelum kita tahu? Apakah kita bisa bersikap biasa saja seperti tidak pernah terjadi apa-apa? Apakah kita tidak memendam rasa sakit, jengkel, benci dsb? 

Okelah mungkin kita masih bisa bersikap biasa saja karena pada dasarnya kita punya bakat acting terpendam dan tanpa disadari ini natural saja. Tapi sampai kapan kita memendam sesuatu di dada kita? 

Sobat, sekian dulu ya sharing saya hari ini. Sampai jumpa! Salam sehat!





Pentingnya Menjaga Mulut/Lisan

5/23/2022 10:57:00 AM 0 Comments
Sobat, kali ini saya ingin membahas tentang menjaga mulut/lisan. Kenapa saya membahas ini? Tak lebih karena obrolan saya dengan seseorang.

Begini Sobat, kenapa menjaga mulut atau lisan itu penting? Dalam pandangan saya pribadi, ada benarnya kenapa diam itu lebih baik daripada mulut berkata-kata yang tidak baik atau menyampaikan hal yang tidak baik yang mana apabila sudah keluar dari mulut maka tidak bisa ditarik kembali. Apa yang sudah terjadi maka tidak bisa dikembalikan. Semua sudah dicatat malaikat. Apabila bisa di-rewind seperti video, maka sesungguhnya kita akan malu dengan perbuatan kita sendiri. Kita ingin menghapus tapi tidak bisa. Lalu bagaimana? Jika tidak ingin melakukan kesalahan maka kita harus berhati-hati dalam berkata-kata. Yang bisa kita lakukan adalah mencegah dan pengendalian diri.

Yang saya maksud dengan berkata-kata yang tidak baik ini luas. Bisa berarti menghina, mencemooh, menyinggung, menyindir, memarahi, berkata kasar, termasuk tidak bisa menjaga rahasia alias ember ke mana-mana, bergosip, dan lain-lain. Intinya segala perbuatan yang menyebabkan orang lain sakit hati, terhina, tersinggung, tersindir, dan lain-lain. Yang ingin saya soroti adalah menjaga rahasia.

Saat seseorang (katakan X) bercerita hal negatif ke Y tentang orang lain (beberapa orang - katakan A B C D). Eh, Y sampaikan ke yang bersangkutan. Selain ember, itu namanya Y adu domba bukan? Orang pertama menyampaikan ke orang kedua dan seterusnya. Jadi beruntun ini cerita dari A ke B ke C ke D dst. Nah, beruntun pula yang sakit hati karena cerita yang tidak baik. X jadi jelek image-nya. Begitu pula Y ikut jelek juga kan karena tidak bisa jaga rahasia.

Saat X menegur A kenapa B sikapnya berubah terhadap X, A bingung. A sendiri merasa sakit hati terhadap X. Tapi A tidak bisa berkata apa-apa. Dia hanya memendam dan akhirnya menutupi alias berbohong kalau tidak ada apa-apa antara B dan X. 

A bingung jika seandainya dia jujur, nanti rentetannya panjang karena ceritanya berantai. Banyak yang terlibat. 

Hal seperti ini benar terjadi dan tidak jarang terjadi. Lalu salah siapa? 

Saya tidak ingin menyalahkan siapa-siapa. Saya hanya ingin memberi solusi alangkah baiknya jika X, Y, A-D saling berkumpul kemudian saling jujur mencurahkan isi hati dan bermaaf-maafan. Daripada memendam dan dibawa mati? Alangkah tidak enaknya memendam kentang nanti busuk juga dan berbau. 

Ada satu pelajaran lagi di sini yaitu kejujuran. Pada dasarnya untuk jujur tidak selalu mudah. Ada rasa malu bahkan takut akan konsekuensi yang akan dihadapi. Namun untuk menerima kejujuran juga tidak selalu mudah. Terkadang kejujuran itu pahit dan sakit makanya ada orang yang lebih memilih untuk tidak tahu kebenaran. Dari cerita di atas, A tidak siap untuk jujur karena takut akan konsekuensi. Dia memilih diam dan memulai dari awal lagi. 

Hidup itu pilihan. Setiap apa yang kita lakukan adalah hasil dari pilihan yang kita pilih. Semua ada konsekuensinya baik atau buruk. Tinggal kita siap atau tidak untuk menerima dan menjalani.

Butuh keberanian atau mental yang kuat untuk mengakui kesalahan. Dan tidak semua orang punya. Tidak sedikit yang memilih kabur. Kenapa tidak berani mengakui kesalahan? Malu? Jika malu berarti hal baik karena itu pertanda masih punya rasa malu. Masih menjadi manusia. Takut? Takut juga masih menandakan manusia. Namun ketahuilah bahwa pada dasarnya yang dihadapi adalah manusia juga. Jadikanlah setiap kesalahan sebagai pembelajaran hidup agar menjadi lebih dewasa dan bijak dalam berkehidupan.

Sampai jumpa posting berikutnya! 


Wednesday, May 18, 2022

Pengumuman Kelulusan Uji Kompetensi Fungsional Perencana Muda April 2022

5/18/2022 08:23:00 PM 0 Comments
Sebelumnya saya pernah posting kalau ikut uji kompetensi perencana muda tanggal 24 April 2022. Nah, beberapa waktu lalu alias barusan saya mendapat info pengumuman kelulusan. Berarti terhitung 3 mingguan jeda waktu pengumuman. 

Tidak menyangka bisa lulus. Alhamdulillah. Tidak cuma saya tapi semua teman satu biro yang ikut uji kompetensi juga mulai dari yang pertama sampai madya lulus semua. 


Masih heran sih saya. Kalau teman yang lain okelah mungkin memang mereka bisa mengerjakan dengan baik. Tapi saya? Saya tahu kemampuan diri saya. Saya itu yakin jawaban saya banyak yang salah karena saya jawabnya tebak-tebakan. Karena saya memang tidak tahu jawabannya. Karena soalnya sendiri asing buat saya. Apalagi jawabannya iya kan?

Apakah tebakan saya benar? Ataukah standar nilai yang tidak terlampau tinggi? Entahlah karena saya tidak tahu skor saya berapa dan standar nilai kelulusan juga berapa.

Saya berharap bisa naik pangkat dulu sebelum diangkat fungsional karena harusnya saya naik pangkat tahun ini. Lagipula syarat minimal 2 tahun pengalaman kerja juga belum tercapai.

Semoga yang terbaik selalu ya Allah Engkau berikan kepada saya. Aamiin.




Hasil Sulam Kristik Modern (part 1)

5/18/2022 12:08:00 PM 0 Comments
Sobat, saya ingin berbagi hasil sulam kristik yang sudah saya kerjakan beberapa waktu lalu. 

Kristik pemandangan gazebo

Gambar pemandangan berikut adalah sulam kristik yang selesai saya buat sebelum lebaran lalu. Karena ukurannya kecil sekitar 12x17 inch atau sekitar 30x40 cm dan warnanya tidak terlalu banyak (34 macam), maka bisa diselesaikan dalam waktu 2-3 bulan. Ini pun dikerjakan santai di kala sempat dan mood bagus. 

Sulam kristik ini pakai kain aida 11ct dan benang dmc. Sudah satu paket saya beli beserta pola tercetak di kain. Harga sekitar 80 ribu rupiah (cek ulang Rp. 88.761). Sempat kurang benang sedikit di bagian pohon yang kanan paling atas. Duh, tanggung. Tapi kemudian saya ganti dengan benang yang mirip. Tak perlu beli benang baru. Hehe. Kelihatan tidak sobat kalau benangnya tidak sesuai?

Foto awal

Coba perhatikan hasil di bawah. Tidak sama persis. Kemiripannya sekitar 90%. Ada beberapa perbedaan warna.

Hasil jadi sulaman saya di kanvas

Saat selesai itu rasanya happy. Seperti tidak menyangka. Wah ini saya yang bikin? Ternyata bisa juga ya. Hehe

Kristik wedding

Kalau sulam kristik wedding di bawah ini saya buat setahun lalu tanggal 31 juli 2021. Saya selesaikan sampai awal tahun 2022. Ini memakan waktu sekitar 5 bulanan. Sebenarnya belum 100 persen selesai karena kehabisan benang. Jadi di bagian bawah rambut yang warna kuning belum disulam. 

Sulam kristik ini ukurannya 2x lipat (19x29 inch) dari pemandangan di atas dan lebih jelimet. Karena warnanya lebih banyak macamnya (44 warna) dan agak mirip-mirip warnanya (gradasi) terutama di bagian gaun wanitanya. Bisa kalian lihat sendiri detil gradasi warnanya itu ruwet ya sobat. Butuh kesabaran ekstra. Dan harga wedding kristik ini jauh lebih mahal sekitar 3x lipat yang pemandangan di atas. (Cek ulang Rp.279.000)

Foto awal

Bagaimana menurut kamu hasilnya sobat? Apakah cukup mirip?

Hasil di kanvas

Kok mau sih beli walau mahal? Ya karena saya suka gambarnya. Menurut saya ini gambar wedding paling cantik dibanding lainnya yang saya lihat. Cowoknya tampak keren pakai tuxedo ada motif bordirannya. Duh, bordirannya jadi mengingtkan saya akan bajunya Yan Wushi. Ehem. 

Ceweknya juga cantik gaunnya bagus. Cuma warnanya saja kurang cerah. Kalem. Tapi tak apa. Saya tetap suka.

Nanti kalau ada waktu dan benangnya, saya ingin menyelesaikan tambahan di bagian bawah rambut itu. Untuk bagian mata sengaja tidak saya beri mata. Ada yang bilang kalau jin bisa masuk lewat mata boneka, foto, atau apapun bergambar manusia yang dipajang. :)

Dicuci

Oya sobat, keduanya belum saya cuci ya. Sampai lecek begitu. :D

Jadi kalau kalian bikin kristik modern seperti saya di atas, setelah selesai silahkan dicuci. Tulisan di kain itu gampang luntur terkena air. Jadi nanti bersih.

Saat ini saya sedang menyulam 1 lagi tapi masih setengah jalan. Nanti kalau sudah selesai saya share lagi. Yang dalam daftar tunggu masih ada beberapa lagi. 

Sekian posting hari ini. See you!

Update 20/06/2022: 
Saya sudah beli benang untuk menyelesaikan proyek kristik wedding. Saya dapat benang merk Airo dengan harga Rp. 1.650 per skein di shopee. Benangnya bagus kok sobat mirip dengan benang bawaan. Senang sekali saya bisa dapat benang eceran yang saya butuhkan yang koleksinya masih lengkap di toko Gudang Benang.

Sebenarnya saya kepikiran mau nambah background biar tidak plain warna putih seperti kain. Tapi lumayan juga effort-nya. Kira-kira warna yang bagus apa ya? Soalnya di paket tidak mendapat benang untuk background.


Tuesday, May 17, 2022

Jasa Sol Sepatu Keliling

5/17/2022 06:28:00 PM 0 Comments
Adakah pembaca setia blog saya? Setiap saya posting selalu ada yang membaca entah itu pembaca setia atau memang orang nyasar atau orang lewat saja. 

Blog ini usianya sudah termasuk tua hampir 15 tahun. Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk terus menulis dan berbagi ke kalian semua para pembaca. Terima kasih sudah membaca blog sederhana ini. Walau nyasar pun tak mengapa. 

Selama ini saya hanya menulis dan menulis. Tak peduli berapa banyak yang membaca. Tak jarang justru tulisan yang dianggap tak menarik justru banyak yang membaca. Tulisan lama juga masih ada saja yang membaca.  Walau sebenarnya entah dibaca atau tidak ya. Mungkin cuma dilihat. Hehehe

Saya ingin mencapai 1000 posting. Masih jauh perjalanan. Hehe

Sekian pembukaan posting kali ini. Kita lanjut ke tema kita yaitu... sol sepatu. Lah kok sol sepatu? Waduh, khas sekali pengucapan sol sepatu kalau di Jakarta. Maksud saya Mamang sol sepatu yang lewat kalau bilang "sol sepatu" saat menjajakan jasanya itu nadanya khas. Kalian yang pernah dengar pasti tahu ya.

Jadi ceritanya nih saya memang mencari tukang sol sepatu dari sebelum lebaran lalu. Tapi belum pernah ketemu. Kalau ada tukang sol sepatu lewat juga tidak bisa panggil karena kos saya di atas dan lumayan jauh dari jalan. Suara saya juga kurang kencang kalau mau teriak.

Saya berpikir bagaimana caranya memanggil tukang sol sepatu. Tukang sol kan keliling tidak mangkal. Kalau mangkal enak tinggal didatangi. Baiklah. Pada akhirnya karena Allah maha baik, Allah yang datangkan sendiri tukang sol sepatu itu. Subhanallah...

Tepatnya sore hari tadi sepulang kerja saya berjalan mendekati gang kos saya. Tanpa saya tahu ternyata yang berjalan di depan saya adalah tukang sol sepatu. Saya tahu gegara si tukang sol bilang "sol sepatu". Ya sudah saya langsung tersadar kalau saya mencari tukang sol. Saya dekati mamangnya dan saya tanya soal sol sepatu. Lalu mamangnya mengikuti saya sampai kosan. Tadinya mau mengesol satu eh malah jadi 2 sekalian. Satu sol sepatu ongkosnya 25 ribu rupiah. Saya tidak tahu ini kemahalan atau murah. Saya tidak menawar. Ketemu sol sepatu saja sudah bahagia. Ya Allah... hehehe

Saya juga berpikir kasianlah. Keliling seharian belum tentu ada pelanggan. Tak usah pelit-pelit.

Satu sol untuk sepasang sepatu memakan waktu sekitar setengah jam selesai. Karena sepatu wanita kan juga kecil jadi lebih cepat selesai. Saya sempat memperhatikan cara mengesol. Kalau cuma melihat sih gampang. Kelihatannya enteng. Jarumnya tajam. Tapi entah kalau mencoba sendiri mungkin butuh tenaga ekstra. :D

Ini mamangnya manual mengesolnya ya. Bukan pakai mesin. Mamangnya sedia benang berbagai warna menyesuaikan warna sepatu. Tapi mamangnya bilang tidak punya warna pink jadi diberi warna krem. Padahal sih sepatunya tidak ngepink menurut saya.

Sebelumnya saya belum pernah mengesol sepatu. Baru kali ini saya mengesol. Ini pun terpaksa ya gegara beli sepatu baru 4 kali pakai kok lemnya sudah lepas. Lah ini asli atau palsu? Saya beli sepatu merk lokal di Matahari. Harganya lumayan untuk ukuran kantong saya. Tapi baru kali ini kok begini. Padahal merk ini terbilang lawas. Kecewa sih tapi mau bagaimana ya. Ya sudahlah akhirnya saya kepikiran untuk mengesol. Semoga bisa dipakai lagi sampai rusak. :D

Sampai jumpa posting berikutnya.

Menunda atau Mempercepat Kematian?

5/17/2022 01:06:00 PM 0 Comments
Minal Aidin Wal Faidzin mohon maaf lahir dan batin buat readers blog ini semuanya. Semoga kita bertemu lagi tahun depan. Aamiin.

Alhamdulillah kita bisa mudik tahun ini ya sobat. Di hari raya idul fitri inilah saatnya kita bersilaturahmi dengan sanak saudara. Sudah menjadi tradisi kita di Indonesia dari tahun ke tahun. Kalau dipikir-pikir ada baiknya tradisi ini karena kalau tidak ada tradisi seperti ini kapan lagi akan bersilaturahmi. Kalau hari biasa sebagian besar dari kita sibuk dengan kehidupan masing-masing. Sangat langka rasanya bisa bersilaturahmi ke tetangga dan sanak saudara yang jauh. Tapi di hari raya idul fitri ini jadi menyempatkan diri berkunjung ke tempat saudara yang jauh.


Kali ini saya akan bercerita bebas saja ya sobat. Temanya adalah kesehatan. Kenapa saya angkat tema ini? Tak lain karena saat saya bersilaturahmi ke rumah nenek (adik nenek saya) saat lebaran lalu saya sempat menjenguk saudara laki-laki (cucu nenek tersebut) yang terkena stroke. Awalnya saya sempat kaget waktu mendengar kabar dia terkena stroke karena dia masih terbilang muda. Sewaktu saya masih kecil dan di kampung dulu sering ketemu. Dia suka mengatai saya gembrot atau pesek. Body shaming ya hehe :)

Itulah ya dari kecil dulu ada beberapa orang yang suka manggil begitu. Saya sebenarnya tidak suka ya walau saya masih kecil. Mungkin maksudnya meledek tapi ya begitulah menyebalkan sih. :D

Memang, kita tidak pernah tahu jika kita yang tampak sehat lalu tiba-tiba terkena penyakit. Walau mungkin sudah ada tanda-tandanya tapi terkadang bisa jadi kita tidak menyadarinya atau menyepelekannya.

Ingat 5 perkara sebelum 5 perkara sobat salah satunya sehat sebelum sakit. Penyakit tidak menunggu kita tua dulu baru sakit. Semua tergantung pola hidup kita. Apakah kita akan menunda kematian atau mempercepat kematian? Walau sejatinya kita tahu bahwa kematian sudah tertulis kapan waktunya. Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha. Secara kasat mata, pada dasarnya pola hidup sehat adalah cara menunda kematian. Sementara kalau kita hidup asal-asalan akan mudah terserang penyakit lalu meninggal. Nah, ini dikatakan mempercepat kematian. 

Ada teman saya seumuran yang meninggal karena penyakit. Kematian tidak menunggu sampai kita tua sobat. 

Pola hidup sehat hubungannya dengan jasmani kita. Dengan asupan makanan bergizi, sehat, dan makan teratur disertai olahraga maka jasmani kita menjadi sehat. Namun kita jangan melupakan kesehatan rohani/pikiran karena tubuh kita terdiri dari jasmani dan rohani. Tubuh harus diberi makan agar bisa menegakkan tulang. Begitu pula jiwa kita juga harus sehat. Dari pikiran yang tidak sehat bisa menimbulkan penyakit fisik. Jadi harus seimbang antara jasmani dan rohani.

Contoh kecil saja, jika banyak pikiran atau memikirkan sesuatu terlalu dalam maka tensi bisa naik khususnya pemilik penyakit tekanan darah tinggi. 

Kembali ke cerita di atas, saya bersyukur masih diberi kesehatan oleh Allah. Walau terkadang saya merasa ada keluhan-keluhan tapi semoga saja hanya keluhan tak berarti. Semoga saya dan keluarga serta pembaca blog saya selalu diberi kesehatan. Aamiin.

Walau hanya keluhan ringan, terkadang saya merasa betapa berharganya kesehatan apalagi jika hidup sendirian. Kita harus sayang dengan badan kita sendiri. Kita harus menjaganya dengan baik. Jika terjadi sesuatu maka kita sendiri yang merasakan. Kita sendiri yang menanggung beban. Maka tidak ada alasan untuk tidak mencintai diri sendiri. Adakah orang lain yang lebih mencintai diri kita selain diri sendiri?

Kita terlahir sendiri maka kita juga mati sendiri. Maka kita harus memikirkan diri sendiri. Bukan berarti kita egois. Tapi kita harus mencintai diri kita sendiri sebelum mencintai orang lain. Jangan selfless. Sebenarnya ini perenungan buat diri saya juga. Seringkali saya merasa selfless. :D

Kita berhak mendapatkan kesenangan untuk diri sendiri. Setiap orang berhak untuk bahagia.

Sobat, sekian dulu sharing hari ini ya. See you..


The Island of Siliang Anime Review

5/17/2022 09:17:00 AM 0 Comments



Kelar sudah nonton The Island of Siliang season 1 yang tayang di wetv sebanyak 15 episode. Menurut saya ceritanya bagus. Tidak menyangka akan bagus karena di awal episode masih biasa saja. Pemeran utama pria bernama Jing Xuan tampilannya menarik. Ini kenapa bisa seganteng itu ya. Sumpah ganteng sekali. Mirip Luo Yunxi sih wajahnya tapi ini versi yang agak bule. Eyecatching sekali...

Jing Xuan

Sementara pemeran wanitanya bernama Tu Li. 

Yang membuat ceritanya menarik ini setelah ketahuan bahwa kakek yang tinggal bersama Tu Li ternyata adalah Jing Xuan yang menyamar. Supaya sobat tidak bingung, mari lanjut ke ceritanya ya.

Dikisahkan Pulau Siliang adalah pulau yang dihuni oleh para peri/fairy/immortal. Nah, sewaktu Jing Xuan masih kecil, ayahnya mengangkat anak Tu Li. Tu Li adalah keturunan manusia biasa. Ayahnya adalah seorang perompak/bajak laut. Tu Li dibawa ayahnya ke Pulau Siliang. Para immortal tidak menyukai mortal (manusia). Setelah kedua orang tua Jing Xuan meninggal, Tu Li tinggal bersama seorang kakek. Ternyata kakek itu adalah Jing Xuan. Jing Xuan ini bisa berubah-ubah wajah. Dalam wujud seorang kakek, Jing Xuan ini disegani di Pulau Siliang karena termasuk tetua. Nah, dengan cara demikianlah Jing Xuan bisa melindungi Tu Li yang seorang manusia biasa.

Tu Li berpikir, setelah kakeknya meninggal, Tu Li tidak bisa survive di Pulau Siliang, sehingga dia mencari cara untuk keluar dari pulau tersebut. Terdamparlah seorang pria muda dan rombongannya ke Pulau Siliang. Tu Li ingin memanfaatkan kesempatan untuk bisa keluar pulau dengan pria tersebut. Tu Li merasa senang bertemu dengan sesama manusia dan ingin mencari ayahnya. 

Pria muda itu ternyata membawa gelang yang merupakan milik ayah Tu Li. Pria itu memanfaatkan Tu Li untuk mencapai misinya di Pulau Siliang. Sementara Tu Li sendiri ingin memanfaatkan pria itu untuk keluar dari Pulau Siliang.

Tu Li menjadi akrab dengan pria tersebut dan sering bersama dengannya. Di sisi lain, Jing Xuan merasa tidak senang alias cemburu. Beberapa kali Jing Xuan emosi tapi kemudian tersadar dan bisa mengendalikan diri. Di episode 15, epic sih adegannya. Ceritanya juga seru. 

Jing Xuan akhirnya menampakkan diri sebagai Jing Xuan di depan Tu Li demi menyelamatkannya berlaga di laut. Akhirnya semua penghuni Pulau Siliang melihat Jing Xuan. Mereka terkagum-kagum dengan ketampanan dan kehebatannya. Sebagian bertanya-tanya dari mana asalnya. Jing Xuan tidak bisa keluar pulau dan harus menunggu 500 tahun. Tapi tenang, tahun depan adalah jadwal waktu untuk bisa keluar. Tak perlu menunggu 500 tahun. Namun untuk sementara waktu dia harus tinggal di Pulau Siliang. Awalnya dia ditawari tinggal di rumah penjaga perpustakaan. Tapi karena ada anak gadis maka tidak jadi. Ada yang cemburu karena anak gadis tersebut akan dinikahkan.

Jing Xuan berpikir mencari cara supaya bisa tinggal dengan Tu Li. Akhirnya dia pun berhasil. Tu Li yang bingung pun tidak bisa menolak dan langsung mengantarnya. 

Oya, Jing Xuan di cerita ini menginvestigasi kematian orang tuanya. Dia ingin membersihkan nama orang tuanya dan mengetahui penyebab kematian mereka. Di awal episode dikisahkan Jing Xuan meninggal dan hanya Tu Li yang masih hidup. Sehingga sepengetahuan Tu Li, Jing Xuan sudah meninggal. Rupanya Jing Xuan masih hidup dan hanya peri Feng Mian yang tahu rahasia tersebut.

Seru! Tapi harus selesai di season 1. Menunggu season 2... Semoga segera tayang... Ada live action-nya tidak ya? Hmm, berharapnya sih ada... Recommended ini animenya keren. Silahkan nonton ya sobat. Jangan baper ya hehe.


Saturday, May 14, 2022

Beli Emas Perhiasan Untung atau Rugi?

5/14/2022 12:02:00 PM 0 Comments
Halo Sobat! Kalian pasti tahu donk emas perhiasan. Kalau wanita mayoritas punya emas perhiasan minimal anting. Betul?

Di 2 toko emas yang saya kunjungi di Jakarta, untuk pembelian emas perhiasan 24 karat 99 persen dikenakan ongkos pembuatan. Untuk satu barang sekitar 250 ribu hingga 300 ribu di salah satu toko emas. Sedangkan kalau dijual lagi, ongkos pembuatan tidak dihitung. Jadi rugi donk?


Makanya kalau dijadikan investasi, emas ini sifatnya jangka panjang. Karena baru akan cuan setelah jangka panjang ketika harganya melambung tinggi dibanding harga saat beli pertama kali.

Berbeda dengan di daerah seperti Lampung dan Bengkulu, saya pernah beli emas perhiasan 24 karat yang harga per gramnya sudah termasuk ongkos pembuatan. Tapi memang emas yang saya beli bukan emas 99 tapi 97. 

Kalau emas perhiasan ingin dijual lagi, sebaiknya dijual di toko tempat pembelian awal beserta suratnya. Karena kalau dijual di toko lain akan dibeli suka-suka tokonya. Nyesek deh. Saya sendiri pernah mengalami soalnya. Karena butuh dana segar, terpaksa harus jual emas yang ada. Berhubung beli dan jualnya tidak di toko yang sama karena kendala jarak, ya sudahlah dibeli dengan harga yang jauh dibawah harga saat itu. Rugi? Iya. Padahal harga sudah naik jauh karena emas saya beli sekitar tahun 2010-2011 lalu saya jual di tahun 2019.

Kalau dijadikan investasi memang kurang pas menurut saya. Emas lebih cocok dijadikan sekedar tabungan agar uang tidak habis untuk hal yang tidak jelas atau membeli barang konsumtif yang tidak laku dijual kembali. Emas ini bisa jadi penyelamat saat urgent butuh dana segar karena sifatnya mudah dijual. 

Lagipula kalau wanita kan biasanya senang pakai emas perhiasan. Nah, mendingan beli emas daripada barang yang tak laku dijual. Ini fakta loh sobat. Kalau dipikir-pikir ya, saat tiba-tiba butuh uang, barang apa yang bisa dijual? Jangan mencari pinjaman hutang sobat. Hindari berhutang. Kalau punya emas kan bisa tinggal dijual tanpa harus merendahkan diri berhutang ke orang lain.

Bagaimana dengan logam mulia? Pembelian logam mulia juga dikenakan ongkos cetak dan sertifikat. Beda-beda tiap toko. Ada juga yang harganya sudah termasuk ongkos cetak dan sertifikat. Namun saat penjualan tidak dihitung ongkos cetak dan sertifikat. Rugi? Kalau dijual jangka pendek memang rugi kalau tidak balik modal. Makanya emas ini harus disimpan untuk jangka panjang.

Sekian sharing saya sobat. See you!
 

Thursday, May 12, 2022

Thousand Autumns Novel Review

5/12/2022 07:49:00 PM 0 Comments
Halo Sobat! Tidak sabar rasanya menunggu Thousand Autumns anime season 2 tayang. Tiap hari putar season 1 melulu tidak ada bosan-bosannya. Nonton sambil baca komen-komen penonton di wetv. Lucu-lucu komennya astaga netizen +62 sangat menghibur. Ramai loh banyak yang komen. Berarti banyak penggemarnya ya. Sobat, review anime season 1 silahkan baca di posting sebelumnya ya. :)

Karena belum ada tanda-tanda kapan season 2 tayang, ya sudahlah ya lanjut baca novelnya saja untuk menghapus dahaga. Hehe

Pecah kepribadian
Untuk season 2 mulai chapter 50 saya baca hingga bagian extra. Kalau total keseluruhan ada 128 chapter dan 13 extra. Ceritanya memang menarik sih buat saya. Karakter Yan Wushi ini yang memang membuat ceritanya bikin penasaran. Mulai di season 2 kan Yan Wushi terluka parah. A Qiao yang merawatnya. Di sini Yan Wushi mengalami perubahan menjadi 4 kepribadian berbeda yaitu Yan Wushi, Xie Ling, A Yan, dan satu lagi tanpa nama yang hanya diam dan mencekik orang yang dilihatnya. 



Xie Ling
Xie Ling adalah nama Yan Wushi ketika masih kecil. Dia bermarga Xie. Xie Ling ini karakternya manja mirip anak kecil. A Qiao lebih nyaman dengan Xie Ling jika dibandingkan dengan kepribadian yang lain. Xie Ling memanggil A Qiao dengan sebutan Pretty Brother. Xie Ling pernah dibawa jalan ke pasar dan membeli tangren (permen gula yang bisa dibentuk-bentuk). Xie Ling minta agar tangrennya dibentuk seperti A Qiao. Saat Xie Ling menjilati tangren, A Qiao merasa geli. Hihi

Kalau A Yan karakternya gentle dan baik. 


Berpakaian wanita
Suatu ketika Yan Wushi didandani berpakaian wanita oleh A Qiao agar tidak dikenali orang-orang di sekitar. Rumor yang beredar bahwa Yan Wushi sudah mati. Makanya A Qiao ingin supaya di masa penyembuhannya ini Yan Wushi aman dan tidak menarik perhatian orang yang ingin membunuhnya. Tapi ada adegan lucu juga di sini. Karena kan Yan Wushi tinggi sekali sekitar 189 cm. Sangat langka ada wanita setinggi itu kan? Dia juga tidak menutupi suaranya yang "sangat pria".


Balas dendam pada A Qiao
Di lain waktu ketika Yan Wushi sudah pulih, dia balas dendam pada A Qiao. Kali ini A Qiao yang berpakaian wanita agar bisa masuk ke kerajaan karena tempat yang dimasuki semuanya wanita. Sehingga tak ada pilihan selain berpakaian wanita. 

Sebelumnya, Yan Wushi yang memilihkan bajunya ke kenalan penjual baju. Ternyata, penjual bajunya sendiri tertarik dan sempat menggoda Yan Wushi. Tapi Yan Wushi kan mencari baju untuk pasangannya. Ada percakapan lucu sih di sini. Karena si penjual baju bertanya beberapa hal tentang pasangan Yan Wushi yang akan dibelikan baju. Salah satunya adalah pertanyaan tentang tinggi badan. A Qiao tingginya sekitar 181 cm. Jarang kan wanita tingginya segitu? Hehe

Di adegan lain, Yan Wushi sempat menyembunyikan A Qiao di belakang patung budha dari kejaran muridnya Sang Jingxing, salah satunya Bai Rong. Yan Wushi bilang dia sendirian yang akan mengalihkan perhatian Sang Jingxing. A Qiao ditinggal dalam keadaan ditotok sehingga tidak bisa bergerak. Saat itu A Qiao menangis. A Qiao ingin menghadapi semuanya bersama-sama Yan Wushi. Tapi Yan Wushi memilih untuk pergi melawan sendirian dan menyelamatkan A Qiao di dalam gua. Setelah itu, A Qiao lama tidak bertemu Yan Wushi. Saat bertemu kembali, Yan Wushi pura-pura tidak mengenali A Qiao.

Ada momen di mana A Qiao berduel dengan Hu Lugu, gurunya Kun Ye. Saat itu A Qiao bukan tandingannya. Dia kalah. Lalu di chapter terakhir, gantian Yan Wushi yang berduel dengan Hu Lugu. Sebelum berduel, Yan Wushi sempat bertemu A Qiao setelah sekian lama. A Qiao akhirnya kembali menjadi pimpinan Xuandu karena Yu Ai mati. Dan lucunya, saat bertemu A Qiao, Yan Wushi tengah bermain dengan hewan peliharaannya yaitu seekor rusa bernama A Qiao. Hehe. 

Selanjutnya saat berlaga dengan Hu Lugu, Yan Wushi terluka parah dan memejamkan mata. A Qiao pun menangis. Dia berjanji akan melakukan apapun jika Yan Wushi bangun. Hehe

Di chapter extra, Yan Wushi tidak mati dan menagih janji A Qiao. :)

Oya, di chapter extra ada lucu-lucunya sih. Misal, tiba-tiba A Qiao berubah jadi anak usia 6 tahun. Dia dibawa Yan Wushi beli tangren berwujud gurunya, Qi Fengge. Tapi kemudian dimakan Yan Wushi. A Qiao pun menangis. Memang jahil Yan Wushi. Astaga :D

Dari yang sudah saya baca, menurut saya novel ini ceritanya sangat menarik dan tidak mengecewakan. Bagus. Saya suka. Karakter tokohnya unik-unik. Semua punya kemampuan beladiri dengan tekniknya masing-masing yang keren. Kalau tokoh favorit saya sudah jelas Yan Wushi. :)

Aaahhh, jadi makin tidak sabar season 2! Live action-nya apalagi pasti seru. Semoga segera tayang... Saya berharap live action-nya nanti di-dubbing suara A Qiao dan Yan Wushi sama seperti animenya. Karena suara mereka sudah sangat melekat dan cocok. Bahkan audio drama dan mini theater chibi version, suara voice actors-nya sama dengan anime. Background music-nya juga suka sekali saya top banget yang versi anime. 

Kalau live action, siapa ya yang cocok jadi Yan Wushi? Hmm, saya kepikirnya Gong Jun. Gong Jun memenuhi syarat yang dimiliki Yan Wushi yaitu tinggi, ganteng, terbukti bisa acting seductive dan flirty sekaligus kejam di Word of Honor. Tapi saya tidak melihat Yan Wushi kejam sih. Sepanjang novelnya yang banyak membunuh malah A Qiao. Syarat lain yaitu acting childish juga sudah lulus di Word of Honor. Arogan? Bisa banget! Kalau soal umur kan bisa banget disulap pakai make up biar sesuai umurnya Yan Wushi.

Semoga nanti tidak mengecewakan live actionnya. Karena ide ceritanya sudah bagus banget. Bahkan animenya saja keren. Sayang kalau misal live action tidak sesuai harapan.

Oya, kalian yang kangen season 2 bisa nonton dulu audio drama dan mini theater-nya di youtube. Mini theater-nya lucu banget astaga suka sekali saya... sudah kelar nonton 93 episode. Kreatif yang bikin dialog antara A Qiao dan Yan Wushi. Favorit saya episode hadiah yang paling berkesan buat A Qiao. A Qiao mendeskripsikan sebuah senjata. Yan Wushi sudah berpikir kemana-mana. Dia kira pedang Woe for all pemberian Qi Fengge. Dan ternyata jawabannya adalah... tongkat bambu sobat! Iya sih memang tongkat bambunya itu iconic banget. Aku mengerti. Hehe

Sekian dulu ya sobat. See you!




Instagram terhacked, Email dan No HP Diganti

5/12/2022 11:32:00 AM 0 Comments
Sebelumnya setahun yang lalu whatsapp saya terhack. Kali ini giliran instagram yang terhack. Ada-ada saja cobaan hidup ini. Padahal saya bukan siapa-siapa. Selebritis bukan. Public figure bukan. Orang terkenal bukan. Public enemy juga bukan. 😁

Tadinya sih saya curiga karena saya tidak bisa login. Saat saya akan verifikasi ke email ternyata email sudah diganti. No hp juga sudah diganti. Kodenya 234. Nigeria itu kode negaranya...

Saya cek di email saya ada pemberitahuan kalau ada yang login di ig saya dengan email berikut:

caleberossa2@gmail.com 

Saya coba untuk verifikasi belum berhasil. Dibilang kode error. 

Awalnya saya masih merasa aman karena ig saya masih tak ada yang berubah. Tak ada konten baru yang aneh atau aktivitas aneh lainnya. Tapi hari ini tadi, 2 orang teman saya whatsapp saya. Mereka tanya apa ig saya terhack. Karena mereka dikirimi permintaan bantuan seperti vote. Berikut screenshotnya:

Dm ke teman kantor lama


Dm ke teman main



Ada satu teman saya telpon ke saya juga mengalami hal yang sama. Hadeh... ada-ada saja. Buat apa coba menghabiskan waktu tenaga dm dm ke kontak orang tak dikenal. Pakai bahasa terjemahan pula. Siapa yang tidak curiga coba?

Sekian sharing hari ini. Nanti saya share lagi kalau sudah ada solusi ya sobat. Semoga saja akun saya bisa diambil lagi. Aamiin.


Tuesday, May 10, 2022

Pohon Buah Delima Berbuah Lebat

5/10/2022 09:27:00 AM 0 Comments
Sekitar maret 2019 saya beli bibit pohon buah delima. Tepatnya saya titip ke kakak saya yang sedang beli bibit di pembibitan buah dan bunga di kampung. Kakak saya beli macam-macam. Saya titip delima, rambutan, alpukat, leci dan kelengkeng. Tapi leci kosong. Semua tanaman hidup setelah ditanam tapi alpukat kemudian mati, mungkin karena kekeringan.

Saya juga beli sendiri online 3 macam jeruk yaitu mandarin, santang, dan lemon. Semuanya hidup dan sekarang sudah tumbuh besar hanya saja belum berbuah. Kalau buah tin yang saya beli semuanya mati. Hehe

Kemudian ada 5 macam jambu air yaitu jambu dalhari, king rose, taiwan super green, citra, dan deli madu. Semuanya tumbuh hanya saja ada satu yang mati karena ada saudara sebelah rumah yang sedang membangun toko eh malah pekerjanya merusak jambu air saya dan akhirnya mati. Entah terinjak-injak atau ketutup tanah galian yang baru dibeli untuk membangun toko. Sedih deh mati satu. Ini perusakan tanaman orang. Ada pasal hukumnya tidak ya? :)

Entah tipe jambu yang mana saya lupa karena memang tidak ditandai namanya. Sedangkan jambu jamaica yang dibeli bersamaan saat itu mati dari awal-awal ditanam. Ada juga mangga gedong gincu sekarang sudah tumbuh subur. Saya juga menanam leci tapi mati. Kalau dihitung sudah 7 bibit saya yang mati yaitu leci, tin, jambu air, jamaica, dan alpukat. Rugi? Ya begitulah resiko bertanam. Tapi tidak kapok. Hehe.

Bunga delima

Saat balik idul fitri tahun ini, saya lihat delima saya berbuah. Yang membuat saya heran sekaligus senang karena delimanya mau membesar. Buahnya juga lebat. Bunganya banyak. Padahal tanamannya kurus rantingnya kecil. Sebelumnya sudah pernah belajar berbuah beberapa kali tapi tidak jadi. Awalnya berbuah hanya satu dua dan buahnya kecil lalu rontok. Tapi kali ini buahnya membesar. Entah bakal jadi sampai besar atau tidaknya belum tahu. Entah sampai bisa dipanen atau tidak masih belum tahu. Tapi saya sudah cukup senang karena mau berbuah dan membesar.

Waktu awal belajar berbunga, ibu saya mengira kalau pohon delima saya ini bukan delima tapi bunga seperti bunga milik tetangga. Mungkin karena daunnya kecil-kecil seperti bunga dan memang saat awal berbunga tidak menjadi buah tapi rontok. Kalau saya sih percaya saja dengan penjual bibit tidak berbohong. Dan saya sudah pernah melihat pohon delima secara langsung jadi saya yakin itu delima. Hehe ada-ada saja ibu saya ya. Dan waktu yang membuktikan bahwa benar itu delima. :)

Buah Delima
Kadang takjub juga ya betapa hebatnya sang pencipta. Ranting kurus kecil begitu bisa menahan beban buah yang berat.

Karena letaknya di depan pintu keluar masuk, setiap hari bisa melihat perkembangan buah. Tapi memang sungguh malang. Kemarin saya dapati satu buahnya hilang alias ada yang memetik. Siapakah tersangkanya? Heran saya. Dipetik mau buat apa coba? Buah masih kecil belum bisa dimakan. Kalau misal penasaran atau gemas kan bisa dilihat atau dipegang saja atau tanyalah ke yang punya rumah itu buah apa. Kenapa harus dipetik? Kenapa harus merusak tanaman orang? Kenapa harus jahil begitu? Ini sudah masalah etika. Karena dia sudah merusak tanaman orang. Hadeh... Rambutan saya juga pernah sekali belajar berbuah eh dipetik anak saudara yang lewat.

Akhirnya saya brongsong (tutup dengan plastik) buah delimanya. Selain menjaga agar orang tidak jahil, saya berharap agar buahnya bisa membesar dan bisa dipanen. 

Oya, yang merawat tanaman buah saya adalah ibu saya karena beliau yang ada di rumah. Semua tanaman diberi pupuk mutiara dan kompos. Tanaman yang tadinya kurus sekarang tumbuh subur setelah usia sekitar 3 tahun. Bahkan sudah ada yang belajar berbuah seperti delima dan rambutan. Semoga yang lain segera menyusul berbuah juga. :)