Follow Us

Tuesday, November 23, 2010

Egois Tinggi Meski Tak Lagi Muda

11/23/2010 08:14:00 AM 2 Comments



(ditulis selepas sholat Idul Adha)

Seperti tahun lalu, inilah Idul Adha kedua di sini... Yaa lagi-lagi tidak di rumah. Sepertinya selama 8 tahun ini baru sekali di tahun 2008 aku Idul Adha di rumah...
Kemarin alias Kamis minggu lalu baru saja pulang gimana mau balik lagi kan? Sementara tar malem mesti ke Bengkulu ada pertemuan...

Hmm tadi kan sholat di masjid deket MAN seperti tahun lalu... Nah, hal biasa kan datang sebelom sholat dimulai? Sekitar 06.45 aku jalan kaki ke masjid. Nah, begitu aku masuk, masih banyak ruang kosong di barisan-barisan depan sekitar 3 shaf... tapi kok sudah terbentang sajadah2 gitu di sana ya... emang ada orangnya alias sudah di-cup-in atau memang itu sajadah dari masjid dan belum ada yang nempatin aja atau ga ada yang mau di duduk di sana? Well, aku pun akhirnya memilih di shaf ke-4 paling ujung kanan. Dan di situ pun aku lihat sudah ada sajadah terbentang juga. Bodo ah kalo emang ada orangnya toh ga muncul-muncul... aku pun duduk sambil menunggu waktu sholat tiba.

Tak lama kemudian datanglah 2 orang wanita ke dekatku, yang satu sekitar 40an dan satu lagi 70an. Sepertinya ibu dan anak. Lalu sang anak menitipkan Emak-nya itu padaku. Pada mulanya aku tidak mengerti 2 orang itu bicara apa padaku. Meski sudah 2 setengah tahun aku di sini tapi masih belum mengerti juga bahasa Mukomuko yang dituturkan penduduk asli. Yah, harap maklum saja karena keseharianku yang paling dominan kan di kantor sementara bahasa sehari-hari di kantor adalah bahasa Bengkulu. Aku cuma bisa menangkap bahwa sang anak bilang, "Boleh kan numpang Emak di sini?"
"Boleh", kataku.
Ya jelas boleh-boleh saja kan? Ini kan rumah Allah, siapa pun boleh menempati shaf yang ada untuk beribadah pada-Nya.

Aku pun bergeser ke kanan (semakin ujung), sementara wanita yang semula di sebelah kiriku pun bergeser untuk Emak tersebut. Finally, sajadah yang semula ada di situ tertimpa sajadah Emak. Setelah itu pun Emak duduk. Lalu Emak minta aku ambilkan tas mukena yang ada di depannya. Ku ambilkan lalu kuserahkan ke tangannya.

"Kacomato!", katanya.

Oh ternyata minta kacamata. Ok, kuambilkan dari tasnya. Kemudian, di depan terlihat petugas yang mengumpulkan infaq datang.

"Amplop Emak!", teriaknya.

Well, kuambilkan dari tasnya. Oh ternyata masih kosong. Kusodorkan saja padanya. Emak pun merogoh uang dari bajunya lalu diserahkan padaku. Ok, aku pun langsung berdiri dan jalan ke depan. Tapi telat! Sang pengumpul sudah ke shaf Bapak-bapak. Akhirnya kutitipkan pada ibu-ibu di shaf paling depan. Beres!

Tak berapa lama, shaf diminta bergeser ke depan. Aku pun bergeser ke depan. Begitu pula Wanita di samping Emak. Kudekatkan mulutku ke kuping Emak, kubilang agar Emak pindah dari sajadahnya dulu biar kupindahkan sajadahnya ke depan. Hmm, Emak memang sudah renta. Sekedar memindahkan badannya dari sajadah saja sudah susah. Tak bisa dibandingkan dengan aku dan wanita sebelah Emak yang masih muda dengan begitu mudahnya bergerak.

Beberapa menit kemudian, datanglah seorang ibu (kutaksir sekitar 40an) dan seorang anaknya (sekitar 12 tahun) tiba-tiba marah-marah dengan Emak. Yah, tak enaklah kata-katanya. Apalagi menyuruh Emak pindah. Jangankan pindah dengan sendirinya, berdiri sendiri saja Emak sudah tak mampu. Harus aku bantu untuk berdiri.

"Ambo la letak sajadah di siko!"

Ibu itu bersungut-sungut mengutuk Emak yang tak tahu apa-apa.

"Ambik duso!"

Lalu ibu itu pindah ke depan setelah mengambil sajadahnya dengan muka masam.

Astaghfirullah. Sebegitunya sih. Seorang ibu usia 40-an marah-marah dengan Emak yang sudah tua renta hanya gara-gara sajadah yang sudah di-cup-in ditempati Emak. Yaela buk, sudah tahu mau sholat Idul Adha pastilah jamaah itu banyak yang datang. Siapa cepat dia dapat! Kenapa mesti nge-cup sajadah seperti itu tak lebih seperti anak kecil. Jika mau duduk di situ, ya duluan dunk datangnya. Memang aneh aku liat. Huhhh, kebangetan deh. Ga panteslah orang sedewasa itu masih bertingkah seperti itu. Egois sekali. Sepertinya memang umur tak selalu menentukan kedewasaan seseorang. *duh kenapa aku malah ngomel-ngomel gini nih hihi

Memang aku merasakan pemandangan yang aneh tatkala aku memasuki masjid dan melihat sajadah-sajadah kosong di antara shaf-shaf dan tak ada yang menempati sehingga shaf belakang penuh duluan. Lalu satu per satu sajadah itu terisi. Dan aku pun tak tahu apakah sajadah itu ditempati oleh orang yang nge-cup tempat atau memang murni orang yang baru datang. Mungkin hal seperti ini tak terjadi di barisan pria ya. Kulihat pria tertib. Lagian, ide nge-cup dan pakai marah-marah memang hanya ada pada wanita kali ya. Pria mana cocoklah marah-marah seperti itu. Hehe. Salut deh sama cowo!

Selamat Idul Adha!

Tuesday, October 26, 2010

Rejeki Ga akan ke Mana

10/26/2010 10:48:00 PM 4 Comments


Rejeki ga akan ke mana. Seringkali aku mendengar kalimat satu itu meluncur dari bibir seseorang. Sepertinya sangat populer.

Aku sendiri memang tak cuma sekali merenungkan kejadian di sekitarku entah itu teman yang mengalami atau bahkan diriku sendiri. Dan ternyata memang benar adanya! Hmmm...

Sebuah contoh, seorang teman di tempat lain (Riau) yang bekerja di bidang yang sama denganku baru saja sms kalau dia bakal ikut workshop di medan. Well, beberapa hari yang lalu kami sempat memperbincangkan soal workshop ini lewat YM. Berhubung kami sama-sama berasal dari Lampung, jadi aku berharap dia bakal ikut juga mewakili instansinya sehingga kami bisa ketemu nantinya. Berhubung yang berhak ikut adalah level kepala seksi atau yang mewakili/biasa bertanggung jawab di seksi apabila belum ada kepala seksinya, nah posisi dia adalah staf sementara kepala seksi sudah ada jadi tak ada harapan. Tapi karena setelah lewat hari ternyata si kepala seksi berhalangan hadir, maka temanku itu yang mewakili untuk tanggal 1-6 November 2010. "Rejeki ga akan ke mana". Begitu katanya di sms. Yaa, apabila memang sudah tertulis rejeki itu untuk seseorang, maka tak akan tertukar.

Contoh lain, masih soal workshop. Seorang teman seangkatan penempatan Bengkulu yang kini bertugas di kabupaten Lebong juga sempat membicarakan soal workshop ini padaku lewat telepon. Berhubung temanku ini ada di seksi yang berbeda denganku jadi tak ada kesempatan untuk ikut. Dia bilang ingin ikut, lumayan jalan-jalan. Hihi. Nah, beberapa hari kemudian, bosnya meminta dia untuk ikut mewakili kasubbag tata usaha yang seharusnya juga hadir karena sang kasubbag sedang diklat. Dan dia pun memberitahuku. Hmmm, lagi-lagi rejeki ga akan ke mana...

Masih ada lagi seputar workshop. Seorang teman yang sebulan lalu masih sekantor denganku tapi sekarang bertugas di Kota. Apabila dia masih di kantorku, maka dia pun akan berangkat bersamaku dan kasubbag TU ke Lampung mengikuti workshop. Nah, berhubung dia pindah ke Kota yang sudah ada kepala seksinya, maka itu tidak mungkin. Tapi ternyata lagi-lagi rejeki ga akan ke mana. Meski sudah ada kepala seksi, tapi tetap dia yang berangkat. Lagi-lagi karena suatu alasan yang menyebabkan sang kepala seksi tidak bisa hadir.

Berhubung aku ada di region Bengkulu, maka aku mewakili instansiku ke Lampung. Hmm, nantinya bakal reunian dengan teman-teman dari Bengkulu, Sumsel dan Lampung seangkatan yang mewakili. Alhamdulillah yang terpilih adalah Lampung hingga aku bisa pulang ke rumah barang sejenak. Insya Allah. Thx God! ^_^

Pic credit to www.kabarmakkah.com

Friday, October 22, 2010

Beautiful Islamic English Song : MAHER ZAIN

10/22/2010 08:31:00 AM 1 Comments
Thanks God nemu great songs-nya Maher Zain. Easy listening dan pas dengan selera musikku. Hmmm, mungkin karena musiknya bergenre pop RnB jadi lebih bisa diterima. Dan suaranya pun merdu, sepintas seperti mendengar Kris Allen (1st winner American Idol 2009) yang nyanyi ~ berhubung suka dengan suaranya Kris Allen jadi suka juga hihi. Selain itu, suaranya juga mengingatkanku akan Ryan Tedder (vokalis One Republic) yang juga aku suka banget dengan sentuhan RnB-nya yang kental.

Lalu lyrics? Coba selami sendiri akan lebih tahu. ^_^

Thank You Allah masuk list pertama lagu favoritku. Hmmm, benar-benar mirip Kris Allen. Suka deh ada sentuhan pianonya di tengah lagu. So beautiful!

If you ask me about love
And what i know about it
My answer would be
It’s everything about Allah
.... (Always be there ~ Maher Zain)

Urutan kedua ditempati Always Be There. Wahh merasuk ke hati banget ketika ikut nyanyi jadi merinding (*wanna cry) karena lyrics-nya indah sekali. Barulah Allahi Allah Kiya Karo di urutan ketiga disusul The Choosen One di posisi ke-empat.

Awaken cukup mengingatkanku akan Ryan Tedder. Hmm, seperti salah satu lagunya di album Dreaming Out Loud nampaknya.

Overall, dari 15 lagu yang terangkum dalam album Thank You allah menurutku bagus. Hanya saja itu list yang jadi favoritku.

Bagi yang mencari lagu islami berlirik english lainnya, masih ada sejumlah nama mendunia lainnya seperti Hamza Robertson, Native Deen, Bukhatir, 786.

Wednesday, October 6, 2010

Obrolan Pagi

10/06/2010 03:10:00 PM 2 Comments
Hmm... sekarang lagi demen denger lagu SAKURA nya MONKEY MAJIK. Easy listening aja sih ga ada alasan lain yang lebih valid hehehe. Sebelumnya sih suka Aishiteru yang jadi theme song-nya dorama Aishiteru yang berkisah tentang anak SD kelas 3 membunuh anak kelas 1 yang baru dikenalnya. Yaa inilah human drama yang pantas diambil sebagai pelajaran khususnya mendidik anak bagi orang tua.

Membunuh bukan berarti karena dia adalah anak nakal. Bagaimana jika alasan yang mendasari adalah karena CINTA? Yaaa bayangkanlah cinta seorang anak kecil yang masih polos terhadap ibunya membuatnya menjadi seorang pembunuh. Hmmm, masuk akal ga ya?

Oke, lupakan dulu masuk akal atau ga nya. Kita bicara penyebab. Jadi, anak kecil itu tidak suka jika orangtuanya dihina. Anak kecil yang belum punya pemikiran yang matang seperti orang dewasa saja merasa demikian, apalagi orang dewasa?

Hmm, jadi cerita drama Aishiteru deh. Btw, flash disk aku (eh, salah flash disk kantor maksudnya yang di seksi aku gitu) ga kedetect di kompie. Wew, kena virus kali ya? (duh ga ngerti masalah ginian ni payah jadinya-kesel cuma bisa make aja). Mobilitasnya tinggi sih colok sana-sini. Emang sih aku pegang 2 flash disk kantor. Tapi yang ini 8 gb sayanglah. Trus satunya dah full. Finally pake punya pribadi sih. That's ok.

Sebenarnya sih tiap seksi diberi flaskdisk untuk kemudahan dan supaya tidak pakai punya pribadi lagi. Yah, mungkin punyaku sudah ga fungsi lagi yang satu masih mendinglah barangnya ada. Nah, punya seksi sebelah malah barangnya udah raib satu. Hohoho. Memang itu fasilitas kantor, tapi untunglah bukan termasuk Barang Milik Negara. Aku sebagai pengelola (halah apaan sih) menyayangkan keteledoran tersebut. Padahal pelakunya diri sendiri toh? (lebay).

Alhamdulillah aku sudah punya penerus sebagai pengelola barang untuk tahun depan 2011. Hihihi anak baru (adik tingkat jaman kuliah) yang kini sekantor denganku yang jadi sasaran. Sorry ye duhai adikku! lanjutkanlah perjuanganku! ^_^

Memang sudah kuajukan sejak dia datang ke kantor tapi ya masih tetap aku juga yang ngerjain sampai akhir taon ini. SK ku belum berakhir ternyata. Well, mudah-mudahan mulai taon depan bukan aku lagi yang bikin laporan. Amin.

Bukannya ku menyerah karena merasa pekerjaan itu sulit, tapi lebih tepatnya karena pekerjaan itu sebenarnya bukan jatah pekerjaanku tapi kurangkap karena keterbatasan SDM di kantor. So, seringkali pekerjaan utamaku tak ter-handle lagi ketika di saat yang sama ada tagihan laporan. Duh, pinter-pinter manage waktu donk ah? Hhhhaaaa ga semudah itu untukku. Apa sih yang ga mungkin? Hmm, ... *thinking

Tuesday, August 24, 2010

Miss You Sobat...

8/24/2010 04:48:00 AM 2 Comments


Sebuah sms masuk:
Punya no ini (menunjuk sebuah provider) ga?

Kubalas:
Ada say... mo nelpon ya? hehe tar ya kukirim... tapi sms dulu kalo mo ngobrol...

Sebuah balasan pun langsung masuk
Iya, telpon sekarang.

Kembali kubalas:
Tunggu aku sampe rumah ya... tar ku sms...

Berhubung kami sms-an menjelang jam pulang kantor, jadilah ngobrol pun ditunda dulu sampai ku siap sampai di rumah. Tak lama, paling 5 menitlah untuk jarak sekitar 1 km saja dari kantor.

Ok, selanjutnya acara ngobrol pun tak terelakkan lagi. Hhaaaa

Banyak pula yang kami bahas. Maklum sudah lama tak bertemu dan tak ngobrol. Entah seperti apa dia yang sekarang. Tak terasa sudah hampir 3 tahun kami jalani kehidupan kami masing-masing. Palingan cuma di jejaring sosial saja kami bertegur sapa. Yaa kehidupan kerja rupanya sudah menyita sebagian besar waktu kami. Hmm...

Taukah kau sobat, bahagia rasanya bisa kembali mendengar tawamu yang lucu itu... ^_^
Teringat masa-masa kita dulu sering ngobrol sebelum kita sama-sama terlelap.


Picture credit to whatsappstatusbest.com

Sunday, August 22, 2010

Aku Berbahagia Untukmu...

8/22/2010 08:01:00 PM 2 Comments



Minggu sore, sekitar pukul tiga, puasa ke-12, di kamar kos.

Ketika kusedang bersemangat mengentri data kerjaan.
Dering hp bergemuruh di samping kiriku.
Segera ku pause sebuah lagu yang sedang mengiringiku (Futatsu no kuchibiru ~ EXILE).

Kuangkat hp, kulihat sebuah nama yang lama kukenal.
Nama itu bahkan tidak pernah mampir dalam ingatanku kala itu.
"Ya! Paling-paling orang kantor yang meneleponku." Perkiraanku begitu.
Akhirnya kami pun asyik ngobrol seolah banyak sekali hal yang perlu kami bagi.

Dari sekian lama obrolan pembuka kami, ternyata oh ternyata ada sesuatu penting yang harus kutahu. Hmm...

Dia: "Ada tulisanmu yang kusuka"
Aku: "Hah? Yang mana?" *Otak langsung searching
Dia: "Aku suka yang Contem... *terbata-bata
Aku: "Contem... Contemplation of Sorry, I Love You?"
Dia: "Ya!"

Sungguh tak kusangka. Di luar dugaan. Padahal judul ini sungguh tak terlintas sama sekali dalam pikiranku. Heran juga. Ku malah berpikir kalau tulisan singkatku itu tidak ada yang membaca. hehehe. Aku masih ingat waktu itu pertama kali menulisnya di sebuah agenda tahunan berwarna pink keungu-unguan dari sebuah majalah lokal ibukota. Saking sukanya Sorry I Love You, jadi merenung setelah nonton dan jadilah tulisan itu. Ga nyangka ternyata sobatku yang telah hidup bersama selama 4 tahun dulu mengalami seperti apa yang kutulis dalam tulisanku itu. ^_^

Dia: "Padahal itu dah lama banget. Aku baru sadar."
Aku: "Heeh aku tulis waktu kita masih kuliah"
Dia: "Kamu sudah jauh berpikir waktu itu. whoaaa selangkah lebih maju dariku"
Aku: "Wahaha lebay..."
Dia: "Aku sukaaaaaa aku mengalaminya sekarang..."
Bla bla bla

Dia: "Kapan pulang?"
Aku: "Tanggal 3 malam insya Allah"
Dia: "Balik lagi?"
Aku: "20 September sampe sini. Kamu?"
Dia: "28 pulang, balik lagi 1 Oktober"
Aku: "Woooow lama amat. Kok bisa? Enak banget..." *ngiri ups
Dia: "Cuti..."
Aku: "Loh tempatku ga bisa cuti sekalian abis lebaran"
Dia: "Tempatku bisa..."

Dan aku pun langsung bisa menebak kenapa. Bla bla bla...

Hmm, aku cuma bisa bilang, "Aku ikut berbahagia untukmu sobat..."

Semoga Allah memberkahi langkahmu...
*Kau tahu bahwa kau selangkah lebih maju dariku kini...


Picture credit to graphics99.com

IRIS

8/22/2010 11:35:00 AM 2 Comments

Sudah tiba ramadhan... Sudah puasa ke-12. Wah, sudah mau setengah bulan ternyata... Artinya, waktu pulang pun semakin dekat. Alhamdulillah. Mudah-mudahan aku bisa berkumpul lagi dengan keluargaku ya Allah. Amin...

Hmm, betapa menyedihkan ya. Tinggal di kos cuma bertiga. Tapi sudah 2 bulan yang lalu teman yang satu pergi, dan akhir bulan ini pun yang satu lagi bakal pergi juga. So, aku harus nyetok film banyak-banyak nih.

Well, ngomong soal film, sudah beberapa lama ini aku lagi semangat nonton setelah lama vakum. Semenjak kerja memang tidak sama lagi dengan masa kuliah dulu. Sering, hunting sudah lama, eh setengan tahun atau setahun barulah ditonton. Begitu pula dengan buku. Sampai-sampai teman yang lain sudah baca, eh yang punya malah belum. Begitulah... butuh mood...hehe

Sunday, August 8, 2010

Sunday Oh Sunday

8/08/2010 10:01:00 AM 0 Comments
Trouble!!! Whoaaaa nabrak kaki orang! Kasusnya nabrak bukan menginjak. Hmmm, baru saja tadi terjadi saat sampai di persimpangan pasar. Tepat kaki orang yang sedang menginjak rem dalam posisi berhenti ku tabrak dari arah berlawanan. Aku sedang posisi belok pelan-pelan dan kondisi rame sementara orang yang dari arah berlawanan itu berhenti di depanku. Ya sudah terjadilah...

Aku langsung diam. Sementara orang itu pun diam saja. Aku terdiam beberapa menit karena barangkali ada yang mesti aku ganti dan berurusan dengan orang itu. Tapi kulihat orang itu hanya diam lalu melaju pergi. Masih heran... Padahal kulihat ada sesuatu yang jatuh begitu kutabrak. Entahlah semacam besi pijakan rem. Apa orangnya ga tahu? Apa memang besi itu sudah ada di situ sejak sebelum kejadian?

Setelah kurenungi, kenapa tadi aku sama sekali tidak mengucap 'maaf'? Duh... parah...

Lalu kubilang pada teman yang kubonceng tadi bahwa aku ga bilang maaf.

"Tadi aku dah bilang maaf berkali-kali..."

????

Hehe aku yang tidak sadar alias ga dengar nampaknya. Ya sudahlah setidaknya sudah terwakili oleh temanku.

Hhhaaa jadi pengalaman di sini. Yup! Memang beginilah amatiran. Setidaknya sudah lumayan teruji dengan menjadi pengawas pencacahan di lapangan. Lewat jalan yang nurut ukuran aku serem. Alhamdulillah bisa kulewati dengan selamat. Patah sudah underestimate terhadap diri sendiri. ^_^

Saturday, August 7, 2010

Cain and Abel

8/07/2010 06:33:00 AM 0 Comments

Whoaaaaaa lagi-lagi saya jatuh cinta padanya. Hmmm, tidak menyesal saya menunggu debutnya yang satu ini yang sudah lama terdengar gaungnya sejak saya masih kuliah. Finally saya nonton juga!

Yup! Cain and Abel alias Dr. Stop yang berubah cerita dan pemain ini ternyata tidak mengecewakan. Pada awal-awal episode memang rasanya tidak penting menyajikan scene perburuan orang Korea Utara di China terlalu lama. Yah, tapi ini hanya penilaian saya saja. Meski demikian, mulai di episode 13 (seingat saya nih) mulai tampak seru. Lee Cho In yang diperankan aktor favorit saya alias So Ji sub mulai melawan orang-orang yang mencurigakan terutama kakaknya sendiri, Lee Seon woo.

Lee Cho In dan Lee Seon woo sama-sama berprofesi sebagai dokter spesialis bedah otak. Lee Seon woo yang pada mulanya adalah dokter bedah dada beralih menjadi dokter bedah otak setelah menghilang selama 7 tahun di Amerika. Pilihannya menjadi dokter bedah dada adalah karena tekadnya menyembuhkan seseorang yang sangat dicintainya sejak kecil yaitu Kim seo Yeon. Namun karena Lee Seon Woo cemburu akan kasih sayang ayahnya yang berlebih pada Lee cho In adiknya, dia pun putar haluan agar dapat pengakuan dari ayahnya tersebut yang merupakan kepala rumah sakit dan ahli bedah otak.

Lee cho In yang polos tidaklah mengerti akan yang dirasakan kakaknya dan betapa sang ibu sangatlah membencinya tidak pernah mengakui sebagai anak bahkan dipanggil ibu saja pun tidak mau, berharap suatu saat akan mendapat kasih sebagaimana kakaknya. Apakah sang ayah memang tidak mencintai kakaknya? Dan mengapa sang ibu sebaliknya tidak mencintai Lee Cho In? Well, temukan jawabannya di tiap episodenya. ^_^

Selain kasih seorang ayah, ternyata Kim Seo Yeon pun telah memilih Lee Cho In begitu Lee Seon Woo kembali dari Amerika tanpa pernah ada kabar. Hal ini memicu rasa benci Lee Seon Woo hingga akhirnya ketika Lee Cho In pergi ke China untuk melihat operasi bedah otak pasien Chordoma yang nantinya akan jadi referensi untuk bedah otak ayahnya yang kini terbaring di rumah sakit, dan Lee Cho In tak kembali, lama-kelamaan timbul niat jahat begitu Lee Cho In kembali dalam keadaan hilang ingatan. Lee Cho In yang
sempat dikabarkan meninggal ini pun membuat resah Lee Seon Woo ketika kembali memasuki rumah sakit dan kerja seperti biasa. Upaya membunuhnya pun tak cuma sekali dilakukan.

Pada dasarnya Lee Seon Woo tak lagi berusia lama karena kanker otak yang dideritanya namun sudah kepalang tanggung. Lee Seon woo takut kehilangan Kim Seo Yeon yang sudah kembali padanya dan membuat Lee Cho In patah hati. Begitu pula kompetisi di rumah sakit. Kubu Lee Seon Woo bersikeras mendirikan pusat otak sementara kubu Lee Cho In ingin mendirikan bagian darurat sesuai surat ayahnya sebelum jatuh sakit. Lalu siapakah pemenangnya?

Ada scene yang menarik di sini (cuma penilaian saya loh ya). Begitu pasca operasi yang dilakukan Lee Seon Woo terhadap ayahnya, sang ayah masih tetap terbaring di tempat tidur memang namun bisa membuka mata dan dianggap tidak mengerti apa-apa seperti orang normal. Padahal, telunjuk kirinya bisa bergerak naik turun dan ternyata bisa mengerti layaknya orang normal. Yang pertama menemukan hal ini adalah Lee Cho In. Lalu Lee Cho In menginstruksikan ayahnya supaya menggerakkan telunjuknya sekali bila 'ya' dan dua kali bila 'tidak' (kalau saya ga salah ingat nih). Selanjutnya Lee Cho In mengajukan beberapa pertanyaan. Nah, di lain waktu Lee Cho In meminta bantuan Oh Young Ji (wanita yang menjadi tambatan hatinya sekarang) untuk menuntun ayahnya bicara lewat tulisan. Jadi, Oh Young Ji membawakan laptop yang di layarnya tersaji abjad dan ayahnya tinggal menggerakkan telunjuknya di sana.

Suatu saat dalam konfrensi Lee Cho In menantang hasil operasi sang kakak. Dia menyangkal bahwa operasi tersebut gagal. Namun sang kakak yang tak mau kalah ini pun membawa ayahnya ke ruang konfrensi sebagai bukti bahwa operasinya sukses. Sang kakak yang belakangan tahu tentang jari ayahnya yang bisa bergerak ini mengajukan pertanyaan ke ayahnya. Lee Cho In pun cemas dan berdoa supaya ayahnya memihak padanya. Dan keajaiban pun terjadi! Hhhaaaaa fun to watch! ^_^

Hmmm, terlalu panjang untuk diceritakan semuanya. Pastinya episode-episode akhir kerenlah. Ada lagi scene yang mencengangkan nih. Saat Cho In hendak dibunuh oleh pembunuh bayaran yang mengejarnya dulu di China, ternyata Cho In bisa selamat. Apa rahasianya? Wah, ternyata sangat mudah bagi seorang dokter untuk melumpuhkan lawannya ya. Ck ck ck... Cho In sudah menyiapkan diri membawa suntikan racun syaraf sehingga saat sang musuh hendak menembak, lumpuhlah ia seketika karena telah tersuntik di awal saat adu fisik. Hhhaaaa kreatif! Like this! ^_^

Scene yang menarik juga bagi saya saat melihat ritual bedah loh. Hmm, keren!

Oya, background musiknya juga oke. Full music lah pokoknya. Ada yang saya suka tapi belum sempat searching. Hihi.

I recommend this drama!!!

picture credit to the rightful owner

Friday, August 6, 2010

Beethoven Virus

8/06/2010 01:19:00 PM 3 Comments

Apa yang terlintas di benak seketika saat membaca dua suku kata 'Beethoven Virus'?

Tentu saja kata 'Beethoven' sangatlah familiar bagi pecinta musik klasik. Bahkan termasuk saya yang sangat awam dengan musik klasik. Hehe. Dan saya pun bertanya-tanya manakah lagu Beethoven yang dimainkan?

Ok, berhubung saya suka dengan tema musik, maka itu saya putuskan untuk memasukkan 'Beethoven Virus' yang tak lain adalah judul drama Korea ini dalam list drama yang mesti saya tonton. Kisahnya tentang seorang maestro (conductor) yang sangat angkuh dan menyebalkan sekali kalau ngomong yang sedang membina orchestra di Korea. Umur sudah 40 tapi belum juga menikah.

Suatu saat musiknya berubah dari style dia biasanya dan dia pun marah tatkala ada yang mempengaruhi musiknya. Penyebab utamanya adalah tak lain bahwa sang mastro sedang jatuh cinta sehingga musik yang
dibawakan jadi lembut.

Saturday, May 22, 2010

Lihat Gerhana Venus Langsung 16 Mei 2010

5/22/2010 03:13:00 PM 0 Comments
Source Youtube kenkentotz


Tepatnya sore hari tanggal 16 Mei 2010, kala itu aku dan tiga orang teman sekantor menempuh perjalanan ke sebuah lokasi pasar malam bertujuan menyensus rombongan pendiri pasar malam tersebut. Dengan melewati jembatan gantung yang membuat jantung sempat dag dig dug dan juga jalan berbatu, akhirnya tiba juga kami ke sana.

Namun sungguh sayang, ternyata ketua rombongan sedang pergi dan baru kembali isya nanti. Jadilah aku dan seorang temanku pulang saja. Biarlah dua orang yang tersisa menunggu di sana. Bukannya kami tak setia kawan, tapi justru mereka yang menyarankan kami pulang. Tampaknya mereka tidak tega melihat kami yang bergender perempuan ini masih kelayapan malam-malam. Hehehe.

Ok! Berhubung waktu menuju maghrib masih lumayan lama, jadilah kami putuskan untuk sejenak melihat sunset ke pantai abrasi. Hmm, pas juga momennya karena hari Minggu jadi cukup ramai. Banyak anak muda pada duduk-duduk di pinggiran pantai. Pastinya sih tidak ada yang mandi ya karena ombak Samudera Hindia yang cukup besar sangatlah berbahaya. Jadilah duduk saja menikmati pemandangan laut dan awan yang beranjak merah di atasnya sembari menyeruput air mineral.

Memang, tujuan awal melihat sunset tidak tercapai karena perjalanan yang kami tempuh cukup makan waktu. Tak apalah, yang penting sudah sempat menghirup udara kebebasan. Dan pulanglah kami karena maghrib pun tiba.

Dalam perjalanan pulang, aku yang dibonceng di belakang hanya bisa menikmati pemandangan pepohonan di sepanjang jalan sampai memasuki kawasan pemukiman. Well, ada yang membuatku cukup bertanya-tanya. Mulai dari pantai sampai aku tiba di rumah, tak henti-hentinya aku memperhatikan pemandangan menakjubkan di atas sana.

Mirip dengan lambang sebuah partai islam. Sampai-sampai aku tidak yakin dengan apa yang kulihat. Jadi kuminta teman yang di depanku untuk melihat. Dan ternyata aku tidak salah lihat. Sebuah bintang terang berada di ujung atas kiri bulan sabit. Terkadang ia menghilang seperti tertutup awan tapi tak lama kemudian muncul lagi.

Venus? Tebakanku dalam hati. Karena hari-hari biasanya aku perhatikan memang ada sebuah bintang terang di dekat bulan tapi tidak segaris dengan bulan seperti kali ini. Apalagi ketika bulan ramadhan tiba, ada satu bintang yang sangat terang dan besar di arah barat.

Well, kunikmati saja sampai ia benar-benar menghilang beserta bulan itu sendiri. Begitu sampai di rumah, karena penasaran, kutengok-tengok lagi ke arah langit. Tapi memang tidak muncul lagi. Hehehe. Padahal sebelumnya aku langsung heboh memberitahu teman dan orang rumah di Lampung. Dan apa jawaban mereka?
"Lampung mendung"
"Lampung hujan"
"Sorry ga lihat"

Meski kecewa dengan jawaban-jawaban itu, aku pun berkesimpulan bahwa hal itu tidak penting untuk diketahui. Apa yang menurutku menarik, ternyata tidak penting untuk orang lain. ^_^

Barulah kemudian kutahu dari koran lokal ternyata kala itu ada gerhana venus. Dan menurut astronom baru akan muncul lagi 2050. Hmmm, mungkin sekali seumur hidup inilah bisa menyaksikan. Dan ternyata juga tidak semua tempat bisa menyaksikan. Yup! Lampung yang kukira bisa melihat ternyata tidak termasuk wilayah cakupan. Hehehe. Terlalu bersemangat.

Memang sejak SD dulu, aku suka mengamati bintang. Mencari-cari rasi bintang seperti yang ada di pelajaran IPA bab Tata Surya. Sampai-sampai terbawa mimpi melihat planet-planet dengan mata telanjang seperti gambar di buku. Hohoho.

Tapi semenjak dewasa, sudah tidak lagi. Dan baru kemarin itulah tumben-tumbennya keluar rumah terus menyaksikan gerhana venus. ^_^

Thanks God! Pengen lagi lihat fenomena indah di atas sana.












Saturday, January 30, 2010

Buzzer Beat

1/30/2010 05:28:00 PM 2 Comments

Cukup lama gw ga nonton dorama Jepang. Mungkin yang terakhir gw tonton tuh 'Gokusen 3'. Yup! Tontonan yang menghibur. Temanya ringan dan disuguhi komedi-komedi ala Jepang pastinya. Hoho Yamaguchi sensei yang cukup lucu tapi keren. Sampai season 3 pun belum juga menemukan soulmate-nya! Fufufu

Well, belum lama ini gw baru saja menamatkan 'Buzzer Beat' yang diperankan oleh si ganteng Yamashita Tomohisa yang berubah penampilan dengan rambut ikalnya. Yoa doi yang seumuran ma gw itu tampak lebih dewasa ketimbang saat berperan sebagai Akira, anak sekolah yang weird dalam 'Nobuta Wo Produce'. Umm, berarti gw juga bukan anak-anak lagi ya. Ya iyalah dari anak sekolahan lalu anak kuliahan dan sekarang sudah jadi orang kantoran. Sungguh ga layak lagi disebut anak-anak. ^_^

Love In The Time Of Cholera

1/30/2010 11:18:00 AM 1 Comments


Apa itu cinta sejati?
Adakah di antara Anda yang bisa menjelaskan?
Adakah yang telah menemukannya?


Hmmm, cuma ada di kisah klasik nampaknya ya kalau hari gini masih juga mendambakan cinta sejati? True or not, bagi sebagian orang mungkin masih percaya cinta sejati itu ada (termasuk saya? hehe). Setuju? Bagi yang beranggapan cinta sejati itu bullshit, yup you have you're own way of thinking... Pastinya di sini saya tidak akan nge-judge siapa pun.

"Love In The Time Of Cholera", barangkali sudah sangat familiar ya. Novel karangan Gabriel Garcia Marquez ini sempat difilmkan di tahun 2007 akhir (kalau ga salah ingat) dan masuk juga ke Indonesia. Meski saya tidak tahu apakah masuk ke bioskop-bioskop seluruh Indonesia tapi seingat saya ada di Blitz Megaplex. Terus selain itu pernah juga tayang di salah satu episode Oprah Winfrey's Show yang bertemakan cinta sejati. Oya, buat fans Shakira, silahkan berbahagia karena theme song-nya dibawakan oleh suara merdunya yang seksi itu loh! :)



Sebenarnya saya ragu apakah cinta Fiorentino Ariza (tokoh utama pria) bisa disebut cinta sejati hanya karena dia tidak mampu melupakan Fermina Daza dan rela menunggu hingga 50-an tahun sampai Fermina menjadi janda. Memang pada awalnya mereka saling mencintai namun karena ayah Fermina tidak setuju jadilah mereka dipaksa berpisah sampai akhirnya Fermina menikah dengan Dr. Juvenal Urbino dan dikaruniai anak.

Selama masa patah hati, Fiorentino yang pada mulanya adalah telegram boy harus pergi ke tempat yang jauh mencoba peruntungan baru atas rekomendasi ibunya. Namun apa boleh dikata, cinta adalah cinta. Fiorentino masih juga belum bisa melupakan Fermina. Dalam hidupnya, mencintai Fermina adalah tujuan hidupnya.

Tak bisa dipungkiri, love adalah kebutuhan hidup manusia. Karena itu, meskipun hidup selama 50 tahun berstatus single, tapi Fiorentino yang semula adalah pria terhormat pun jatuh dalam hubungan dengan berbagai wanita yang ia temui. Tercatat jumlah terakhir sekitar 623 wanita yang pernah dengannya. Dan Fermina menjadi wanita ke-624. Yup! Fiorentino selalu mencatat dengan siapa saja.

Well, itu sedikit resume dari saya. Kalau mau lebih jelasnya baca saja novelnya. Saya sendiri belum sempat membaca padahal sudah cukup lama downloadnya.

download di sini


 Marriage Most Scandalous by Johanna Lindsey
 A Pirates Love by Johanna Lindsey

all pictures credit to the rightful owner


Wednesday, January 27, 2010

Prosedur Instansi Berbelit-Belit

1/27/2010 10:58:00 PM 0 Comments


Tidak terasa ternyata sudah berbulan-bulan tidak posting. Hmmm,
sampai-sampai seorang teman yang tak lain adalah blogger juga
menegurku untuk kembali ngeblog. Yeaa ternyata dirimu merindukan
tulisanku!!! Hehehe (lebay deh) :)

Sebenarnya bukan maksud hati untuk rehat dari dunia per-blog-an.
Namun sedang tenggelam saja dengan rutinitas di kantor yang
selalu ada-ada saja.

Well, ini kali aku ingin sedikit mengungkapkan uneg-uneg soal
kerjaan yang tak kunjung selesai hingga detik ini aku menulis.
Hmm, bisa dibilang baru momen ini aku begitu royal dengan
kerjaanku. Pada dasarnya memang aku bukan tipe yang begitu
perhitungan (liat-liat sikonlah hehe). Yaaa asal kerjaanku kelar,
that's fine lah aku jungkir balik sekalipun. Hehe lebay. Maybe
karena masih single sih. Coba kalo dah ganti status, ga deh
kayanya (baru kayanya loh). Secara kalo ku pikir-pikir, jelas ga
bangetlah berlama-lama begini sementara di rumah terbengkalai.
hoho :)

Sekarang ini terhitung sudah malam ke-11 aku berada di ibukota
Bengkulu demi mengurus kerjaanku hingga kelar (kenyataannya?).
Hmm, menurutku butuh kesabaran yang cukup besar untuk bisa
menyelesaikan. Lalu apakah aku termasuk orang yang sabar itu?

Aku merasa ada beberapa kendala yang menyebabkan terhambatnya
pekerjaan ini untuk segera diselesaikan. Kita tidak bicara materi
dalam hal ini namun prosedur yang tidak praktis cenderung
berbelit-belit. Nah, ini karena menyangkut instansi lain.

Aku misalkan saja begini:

Instansiku (level kabupaten) = A
Instansi atasku (level provinsi) = A1
Instansi atasnya atasku (level pusat) = A2
Instansi lain (level provinsi) = B1
Instansi lain (level antar provinsi) = B2

Dari jauh hari A2 memerintahkan instansi bawahannya dari A1
sampai A untuk membuat laporan. Berhubung aku salah satu operator
yang bertugas membuat laporan di instansiku, jadilah kubuat
laporan itu sesuai list dari A2 tersebut. Dan setelah itu kami
dipanggil ke A1. So, datanglah diriku membawa setumpuk kertas
dengan menempuh 7 jam perjalanan (capek oi). Ternyata oh ternyata
waktu yang dijadwalkan hanya 2 hari sudah melewati batas menjadi
hari ke-12 esok. ck ck ck... pokoknya jangan tanya apa kabarku
lagi deh. hehehe

Entahlah ya, kenapa masalah tuh ada-ada saja. Hmmm, terlalu
panjang untuk diceritakan. Bahkan termasuk ms office-ku tiba-tiba
error ga bisa dibuka. Kuingat-ingat, padahal malamnya yang
kulakukan cuma uninstalled program antivirus lokal loh ga macam-
macam. Ko begitu pagi-paginya mau benerin salah satu file excel
sudah ada pesan errornya pertanda ga bisa dibuka. Ya sudahlah
install ulang. Namun gagal. Ga bisa di uninstall pula. Kenapa ya?

Gitu kali ya kalo b******. Hmmm, akhirnya instal versi 2003 dan
alhamdulillah berhasil! Kan gawat kalo di saat penting gini ga
bisa kerja gara-gara itu. Pokoknya ribet deh jatuhnya!


Well, kembali ke permasalahan tadi.

Prosedur
Sebenarnya sih yang ingin kuungkap dari soal prosedur adalah
tanda tangan dan stempel menyangkut instansiku sendiri dan
instansi lain. Yup! Kenapa tanda tangan? Karena hanya karena
tanda tangan kerjaan yang seharusnya sudah kelar jadi harus
menunggu beberapa waktu (bahkan kalau untukku jatuhnya beberapa
hari). Alasan pertama dikarenakan jarak jauh sekitar 7 jam.
Itupun bisa dibilang seharian atau semalaman perjalanan dengan
travel. Jika berangkat pagi sampainya sore atau untuk
keberangkatan malam sampainya sekitar jam dua sampai empat pagi.
Yang jelas, tak bisa dalam sehari beres. Sementara jika aku nekat
pulang, lalu siapa yang akan mengurusi laporan instansiku?
Hmmm... dilema...

Lalu kenapa stempel? Karena berurusan dengan instansi lain jadi
harus bolak-balik deh. fufufu...

Tak bisakah lebih praktis lagi ya? Kami yang jauh ini yang sulit.
Jika dekat sih ga masalah. Jika ada kurang-kurang hal apa gitu
tetep bisa cepat. Sementara seperti kami? dong dong dong... ?_?



Dari instansi ke instansi

Berhubung laporan ini menyangkut instansi lain, kupikir harus ada
koordinasi yang cukup baik antar instansi, dalam hal ini terutama
dari pihak provinsi (A1 dan B1). Kenapa demikian? Berdasarkan
pengalaman yang barusan inilah ketidakefektifan kerja sangat
terasa. Kami harus beberapa kali merombak laporan dan pastinya
kasus bolak-balik tadi.

Dari awal bulan kami sudah dapat perintah pusat untuk cepat
mengirimkan laporan. Sementara kami yang jauh ini pun segera
berusaha memenuhi permintaan tersebut. Nah, ternyata dari pihak
A1 salah memberikan petunjuk dan B1 belum siap dengan kedatangan
kami.

"Ada yang bisa saya bantu?", tanya salah satu petugas B1.

"Mau ngumpulin hardcopy pak", jawabku.
"Dari mana mbak?"
Lalu kusebutlah dari mana.

"Yang kemarin sudah datang ya."
"Ya pak."

"Itu kelemahan kami mbak, kami mohon maaf waktu itu belum siap."
"Saya juga minta maaf pak, kami juga malu."
Malu? Hehe
Lalu diperiksalah hardcopy-ku itu.

"Mbak, ini ada kurang. Seharusnya yang di-print sama dengan
halaman sebelumnya."
"Kan di lampiran surat tidak ada perintah jelasnya pak, makanya
cuma itu yang saya print."

"Memang tidak ada. Ini kesalahan kami mbak."
"Yah gimana donk pak, masalahnya adalah tanda tangan bos saya itu
gimana pak jauh?"

"Dikirim saja mbak setelah sampai kabupaten. Berat ga?"
"Ya berat pak."

Mau sampai kapan bolak-balik ngeprint dan pastinya adalah tanda-
tangan bos. Ugh... Mana diriku ini sudah menghabiskan tinta dan
kertas 1 rim di salah satu bidang di A1. Dan juga menghabiskan
tinta di bidang lainnya. Mana tau-tau salah. Huaaaaa.... biang
kerok deh T_T


Dari B1 ini yang kami perlukan adalah berita acaranya. Karena
berita acara tersebut akan dilampirkan di laporan kami untuk ke
A1 dan A2 dan untuk A1 ke B2 lalu hasilnya A1 ke pusat. Demikian
ribetnya ya. ck ck ck...

Btw, apa kabar kamarku ya? Hehehe
Mudah-mudahan besok beres dan jumat bisa pulang. Minggu kembali
lagi ke sini. Alangkah capeknya... Nasib nasib...

Pic credit to www.ethos3.com