Follow Us

Tuesday, March 14, 2017

Karakteristik Memilih Pasangan Pria (Suami)

3/14/2017 12:12:00 PM 2 Comments


Kamu wanita single? Sedang dalam pencarian calon suami? Bingung menentukan kriteria yang baik itu seperti apa? Takut salah pilih dan menyesal seumur hidup? Memang betul dalam islam disebut ada 4 kriteria memilih pasangan (suami/istri) tapi tetap dibutuhkan karakteristiknya seperti apa. Berikut saya tuliskan karakteristik calon suami bagi wanita muslim menurut Syeikh Assim Al Hakeem. Siapa tahu membantu.

  • Religious (practicing)
Religious berarti religius atau saleh. Yang dimaksud di sini adalah pria yang practicing yakni bukan hanya tampak luarnya saleh melainkan yang mengamalkan ajaran islam dalam kehidupan sehari-hari. Jangan tertipu dengan jenggot panjang dan celana cingkrang di atas mata kaki tapi ternyata tidak sholat tepat waktu bahkan mungkin sholatnya bolong. Karena penampilan luar itu bukan jaminan.

  • Brave
Brave artinya berani. Seorang pria dituntut harus berani. Apa iya kamu (wanita) yang mau maju duluan (make the first move)? Saya pribadi setuju sekali dengan kriteria ini karena saya termasuk penyuka pria pemberani. A man has to be brave and a woman has to be strong enough to wait.

  • Generous
Generous berarti murah hati, baik atau royal. Hayo pasti mau kan dapat yang seperti ini? Pasti tak ada wanita yang suka dengan pria pelit. Betul?

  • Tolerant
Toleran itu penting sekali dalam rumah tangga. Dua pribadi berbeda kemudian bersatu pasti akan banyak ketidaksamaannya. Kalau prianya berlaku seperti auditor terhadap istrinya, misal istri belanja apa harga berapa sisanya berapa buat apa dsb, si istri pasti akan stres, rumah tangga seperti neraka.

  • Well dress and smell
Berpenampilan baik dalam berpakaian dan wangi. Maksudnya di sini menjaga kebersihan diri. Tidak bau keringat dan pakai baju kumal jarang dicuci.

  • Secretive
Tidak sesumbar, bisa menyembunyikan rahasia ranjang.


Pic credit to dreamstime


Wednesday, March 8, 2017

10 Game Edukasi Anak di Android

3/08/2017 12:19:00 AM 0 Comments
Game yang akan saya bahas ini untuk anak usia 3,5 tahun. Berdasarkan pengalaman saya melihat keponakan laki-laki yang selalu menguasai tablet kalau saya pulang kampung. Game yang menarik minatnya di antaranya seperti di bawah ini. Berhubung dia penggemar mobil, jadi kebanyakan yang saya ulas yang berbau mobil.

1. Onet

Onet bertahan

Saat umur 3 tahun, dia kesulitan main onet klasik yang biasa saya mainkan. Yang ada dia jadi kesal. Dari sini terlihat bahwa onet klasik terlalu rumit untuk anak umur 3 tahun. Maka itu, saya beri tantangan yang lebih ringan yaitu onet bertahan. Sukses! Dia berhasil main onet bertahan dan ketagihan. Setelah berumur 3,5 tahun, kemampuannya naik tingkat. Onet bertahan sudah kurang menantang baginya. Dia pun sudah pintar main onet klasik yang lebih rumit. Tidak kesal lagi karena tidak bisa.

2. Puzzle Car 2
Game ini ada voice-nya berbahasa Inggris. Bermain memasang bagian-bagian mobil sambil disebut nama-namanya dalam bahasa inggris. Bagus sekali untuk anak mengenali bagian-bagian mobil sekalian melatih bahasa inggris. Misal bumper, wind shield, door, wheel, dll.



3. Puzzle Car for Toddler
Game ini baik untuk anak mengenali bentuk bayangan mobil yang tepat sesuai jenisnya.



4. Happy Kid Car Fixing
Mirip jigsaw puzzle tapi khusus mobil.



5. Memory Car
Game ini bagus untuk melatih memori anak. Dua gambar yang sama akan hilang jika sama-sama terpilih berurutan. Lalu mobil lewat di jalan raya di bawahnya.



6. Car wash
Ternyata game cuci mobil ini menarik minat keponakan saya. Mobil kotor dibersihkan debunya, lumpur, dicuci dengan busa, dilap hingga ganti cat dan ban.



7. Kids Puzzle
Game ini mirip jigsaw puzzle. Tingkat kesulitan lebih tinggi dari happy kid car fixing. Pada awalnya keponakan saya tidak mau main karena sulit untuk seumuran dia. Tapi kemudian dia penasaran dan berhasil. Bravo!




8. Cars
Belajar bahasa Inggris dengan menyebut gambar macam-macam mobil.



9. Coloring Books
Game mewarnai. Jenis gambarnya ada banyak tinggal pilih.




10. Maze
Maze 2 lebih bagus dari maze 1 karena ada map (peta) nya. Yang disukai keponakan saya karena ada hantunya. Justru hantunya yang dia cari bukannya menghindar biar sampai tujuan. Hehe. Jadi kalah terus tiap ketemu si hantu.




Bagaimana? Silahkan cari di playstore jika tertarik.

Tuesday, March 7, 2017

Buah Plum Merah Hitam

3/07/2017 10:11:00 PM 0 Comments


Plum merah


Sobat, baru saja saya jalan ke Bencoolen Mall (dulunya Bengkulu Indah Mall/BIM). Niatnya mau makan malam plus cuci mata alias belanja cemilan untuk di kamar hotel. Aji mumpung karena besok mau ikut pelatihan pengolahan data. Mau tahu apa yang saya tuju? Buah-buahan!

Eh, di Hypermart lagi ada buah plum murah. Harga sekilo 59 ribu rupiah. Padahal dulu pertama saya beli harganya sekilo hampir 200 ribu. Ya Allah... banting harga nih. Lagi musim kali ya.



Buah plum yang dijual 2 jenis, merah dan hitam. Kalau dari segi rasa sih sama saja. Mirip-mirip anggur cuma lebih besar bentuknya.

Pertama saya makan plum itu sewaktu umroh 2013 silam. Di perjalanan pulang, eh ada orang arab (wanita) yang memberi saya 3 macam buah yaitu plum, peach dan jeruk. Saya tidak merasa asing dengan buah tersebut karena plum sering muncul di komik atau kartun jepang. Kalau peach seringnya ada di serial china. Tapi makan buah segarnya baru saat itu. Karena buah tersebut tidak familiar di Indonesia.


Plum hitam




Jadi, begitu nemu di Indonesia langsung beli. Ini karena saya penggemar buah-buahan dan punya penasaran tinggi mencicip buah yang tidak familiar. Seingat saya dulu plum hitam lebih mahal sedikit dari yang merah. Tapi tadi harganya sama saja per kilonya. Tapi saya beli sedikit saja, 2 buah per jenis. Berasa nostalgia nemu buah ini lagi. Hehe.

Bentuk buahnya mirip apel ya sepintas. Tapi ada ciri khasnya di satu sisi ada seperti garis membelah. Penasaran? Silahkan mencoba kalau lagi ada di tempat kamu.

Manfaat

Buah plum punya banyak manfaat. Dikutip dari liputan6.com yang dilansir dari India Times manfaatnya adalah sebagai berikut:

Baik untuk kesehatan tulang
Plum bisa meningkatkan substansi kepadatan mineral tulang belakang dan lengan.

Meningkatkan daya ingat
Memakan buah ini sebanyak 3 atau 4 dalam sehari dengan kandungan kaya akan antioksidan membantu menetralkan sel-sel perusak radikal bebas yang mempengaruhi daya ingat Anda.

Membersihkan perut
Plum yang dikeringkan telah teruji untuk mengatur pergerakan isi perut. Karena setiap plum mengandung 1 gram serat, konsumsilah buah ini setiap hari agar usus Anda menjadi lebih sehat.

Menjaga tekanan darah
Potassium membantu menjaga tekanan darah tinggi dan juga mengurangi resiko stroke. Satu buah plum berukuran sedang mengandung 113 mg potassium yang bisa sangat membantu. Pigmen biru kemerahan pada beberapa jenis plum, bernama anthocyanins, juga bisa melindungi tubuh dari risiko kanker dengan cara melawan redikal bebas yang berbahaya.

Membantu menurunkan gula darah
Plum termasuk makanan rendah indeks glikemik, yang berarti memakan buah tersebut bisa membaantu Anda mengendalikan gula darah dan mengurangi risiko terkena diabetes.


Pic credit to reana
http://health.liputan6.com/read/2411208/5-manfaat-kesehatan-buah-plum

Monday, March 6, 2017

I am Looking Forward to vs I Look Forward to

3/06/2017 03:34:00 AM 0 Comments



Hai Sobat! Kali ini saya bahas sedikit tentang looking forward to vs look forward to. Sama tidak sih sebenarnya? Sekilas sama tapi penggunaannya berbeda. Grammarnya juga sudah beda ya.

Gara-gara apa jadi bahas ini? Biasa sobat, percakapan.

Dia: Maybe in a month or so will be ready.
Saya: Ok. I am looking forward to it.
Dia: Me too

Setelah itu kok saya jadi tidak pede benar tidak saya pakai i am looking forward to it. Tapi dia balas me too berarti benar. Jadilah cek kamus.


Looking forward to

Looking forward to something is to feel pleased and excited about something that is going to happen. Istilah bahasa Indonesianya tak sabar menunggu.

Looking forward to + v-ing 
I am looking forward to seeing you.

Looking forward to + noun
I am looking forward to my holiday


Look forward to

Look forward to (v-ing) is formal used at the end of a formal letter to say you hope to hear from or see someone soon or that you expect something from them.

Ex: I look forward to hearing from you soon.

Look forward to digunakan biasanya di surat resmi sebagai kalimat akhir. Sering baca kan?



Pic credit to dreamstime
http://dictionary.cambridge.org/dictionary/english/look-forward-to-sth

Sunday, March 5, 2017

Arti Bon Appetit

3/05/2017 07:37:00 AM 6 Comments



Baru saja saya cek tablet eh ternyata ada pesan masuk. 

Dia: What ru doing?
Saya: Just cooking a meal.
Dia: Bon appetit

Bon appetit apaan ya, pikir saya. Kalimat ini familiar sekali tapi saya tak tahu artinya. Bau-bau bahasa Perancis kan. Soalnya saya tak tertarik bahasa Perancis jadi cuek. Okelah kali ini saya penasaran jadi saya cek di kamus.

Bon appetit is a phrase, originally from French, meaning "good appetite" said to someone who is about to eat, meaning "I hope you enjoy your food"

Oh ternyata ada di kamus bahasa Inggris Cambridge sobat. Bon appetit memang asalnya bahasa Perancis tapi sudah diserap jadi ungkapan dalam bahasa Inggris. Artinya dalam bahasa Inggris adalah I hope you enjoy your food alias selamat menikmati.

Tambah pelajaran nih buat saya. Hehe. Ya ampun ke mana saja saya selama ini. :)



Pic credit to dreamstime
Source: http://dictionary.cambridge.org/dictionary/english/bon-appetit?q=bon+appétit

Thursday, March 2, 2017

Jangan Nikah Sama Bule!

3/02/2017 02:41:00 PM 0 Comments



Di suatu siang saya mengobrol dengan teman kantor perempuan. Ada yang menggelitik sehingga saya bikin posting ini.

Teman: Ayuk punya pacar? (Ayuk disingkat Yuk adalah panggilan untuk perempuan lebih tua di wilayah Bengkulu/Sumsel)

Saya: Nggak. Kenapa? Mau nyariin? Cariinlah orang luar.

Teman: Ayuk maunya orang luar. Ga mau orang sini. Orang luar mana?

Saya: Luar negri bolehlah. (Jawab saya iseng. Dari dulu sih pengennya orang luar itu maksudnya luar Bengkulu yaitu Lampung biar pulang kampung ke Lampung tapi sayangnya belum ketemu-temu) 😊

Teman: Nah, nyari di mana orang luar negri di sini.

Saya: Ya siapa tahu ada turis ke Pantai Laguna. (Iseng jawab. Mana ada bule ke sana haha. Kalau Lampung Barat iya ada bule pada selancar). Catat: tempat saya kerja berbatasan Lampung bagian barat.

Teman: Ayuk mau sama bule?

Saya: Aku sih ga pernah bercita-cita. Mau orang Indonesia atau luar negri ga masalah asalkan cocok.

Teman: Aku sih ga mau sama bule. Jangan sama bule, Yuk.


Saya: Kenapa?

Teman: Bos cerita temannya perempuan cerai sama suaminya (bule). Si perempuan bilang kalau si bule kuat seks. Dia ga tahan akhirnya cerai.

Saya: Ga semuanya kali. Aku sih percaya tergantung orangnya masing-masing. 

Teman: Makanya kalau tahu begitu (ada contoh tidak baik/negatif) mending ga usah.

Saya: Jangan salah. Banyak loh wanita Indonesia yang nikah sama bule. Kita aja yang tinggal di desa ga pernah lihat fenomena itu. Makanya pikiran tertutup. Memang yang ketemunya ga baik ada. Tapi yang baik juga ga kurang. (Search ada di google banyak sobat)


Hmm, begitulah pola pikir sebagian orang yang pernah saya temui. Jika satu orang gagal, bukan berarti yang lain ikut gagal kan?  Kegagalan maupun kesuksesan, keduanya sama-sama bisa jadi pelajaran untuk orang lain. Tapi bukan berarti kita telan mentah-mentah informasi apa yang kita terima. Kita serap lalu cerna dulu. Kalau berita yang bagus sih tak masalah. Kalau dapat beritanya yang negatif-negatif, tak bagus kalau efeknya otomatis jadi tidak boleh begini begitu. Pemikiran sempit dan tidak berkembang.

Begitu pula nih saat ada kasus pesawat Air Asia hilang tanpa jejak dulu kala. Teman saya sih langsung tak mau kalau naik Air Asia. Padahal nih ya menurut saya, kalau memang ajal ya siapa yang bisa menghindar. Tak harus naik Air Asia, di mana pun berada mati juga. Sudah tertulis di lauful mahfudz. Pertanda masih perlu belajar tauhid. Ketauhidan kita masih dipertanyakan. Masih takut mati? Iya sama saya juga. Makanya dulu kala saya sempat tertohok saat gempa kuat dan saya ketakutan. Lalu bapak kos bilang, "Takut mati?" Jleb.

Menurut saya sebagian orang terlalu paranoid. Saya tahu maksudnya bagus sih untuk berjaga-jaga supaya tidak jatuh di lubang yang sama. Tapi menurut saya pemikirannya jadi sempit. Di situ ada tembok 'jangan' yang membatasi pemikirannya. 

Sejalan dengan kasus mitos dalam posting saya lalu kan. Orang-orang dengan pemikiran seperti ini yang menyebabkan mitos itu ada dan bertahan hingga generasi ke generasi. Dan saya selalu tidak setuju. Saya menentang pemikiran seperti ini.

Pemikiran saya seperti ini sudah dari kecil. Saya paling tak suka jika ada yang menggeneralisir begitu. Misal di tempat lahir saya banyak tindak kejahatan seperti begal, rampok dan sebagainya. Lalu ada orang (jawa) bilang bahwa pelakunya pasti orang Lampung. Padahal nih, orang jawa yang jahat mah tidak kurang. Contoh nyata sudah banyak. Tapi ya masih ada saja orang berpikir demikian.

Pic credit to dreamstime

Wednesday, March 1, 2017

Talk about Soulmate

3/01/2017 06:25:00 PM 0 Comments



Ketemu soulmate itu macam-macam caranya. Mau yang natural atau bukan, tak menjadi masalah yang penting hasil akhirnya ketemu soulmate juga. Mau natural atau bukan, tergantung manusianya juga. Dan memang ada orang-orang tertentu yang Allah beri kemudahan. Jalan ketemunya benar-benar takdir yang bicara. Beruntunglah iya. Tapi untuk sebagian yang lain, ada yang Allah beri ujian supaya menjadi teladan juga untuk yang lain.

Memang betul jodoh di tangan Tuhan. Tapi manusia harus berusaha, manusia yang menentukan dan memilih, tinggal Tuhan merestui atau tidaknya. Itu perkataan istri teman kantor saya dulu. Mungkin lebih tepat nasehat ya. Karena saya ini kok dilihatnya masih enjoy sendirian tidak nikah-nikah.

Memang belum ketemu soulmate-nya mau bagaimana? Mana saya ini perempuan yang kodratnya menunggu. Saya juga bukan tipe agresif. Dan sepanjang hidup saya, tak ada pria yang berani mendekati saya. Kalaupun ada, mereka mundur teratur dengan sendirinya. Saya merasa belum ketemu yang pas. Dan memang setelah saya renungi saya belum siap juga (dulu). Saya juga merenungi kenapa sulit sekali ketemu yang pas. Bukan mencari yang perfect karena saya sendiri tidak perfect. Tapi saya ini sulit menerima seseorang. Kenapa? Karena saya tidak yakin dengan orang tersebut. Karenanya benar wanita adalah penaklukan.

I need someone who can conquer me.

Saya ingin bertemu soulmate saya dengan cara yang natural. Bertemu dengan sendirinya. Memang harus sabar (extra) kalau mau cara natural (kecuali golongan yang beruntung jalannya mudah). Saya yakin bahwa soulmate saya ada. He is exist somewhere in this world. Hanya saja belum dipertemukan. Tidak tahu dia ada di belahan dunia mana. Tidak mesti di Indonesia juga mentang-mentang saya di Indonesia. Kenyataannya hingga selama 9 tahun saya bekerja belum juga saya bertemu dengannya orang Indonesia dan di Indonesia. Saya juga heran dan merasa aneh. Apanya yang salah dengan saya?
Makanya saya meluaskan pikiran saya. Bisa jadi dia (soulmate) tidak di Indonesia makanya kita tidak ketemu-temu. Jika hanya saya yang mencari tapi dia tidak atau belum, maka tidak ketemu-temu atau bisa juga ketemu tapi lama. Begitu juga sebaliknya jika hanya dia yang mencari. Nah, jika kami berdua sama-sama saling mencari kemungkinan bertemu akan lebih cepat. Logis ya?
Dan memang semestinya sama-sama punya kriteria yang dicari. Misal i am a good woman looking for a good man. And he is a good man looking for a good woman. Nah, match deh kita. Ketemu.

Kalau istilahnya Ippho Santosa, sama-sama sudah pantas. Jadi, kalau yang satu nilainya 9 sementara yang satunya lagi nilainya 7, maka yang nilainya 7 masih belum pantas bersanding dengan yang nilainya 9. Karenanya, yang nilainya 7 harus memantaskan diri supaya jadi 9. Dengan begitu, sama-sama pantas kan? Tak ada alasan lagi untuk tidak dipertemukan kan? Kan jodoh kita itu yang sekufu.

Saya merenung. Saya yang kurang baik, atau dia yang masih kurang baik? Saya yang belum siap atau dia yang belum siap? Saya temukan jawabannya nanti setelah ketemu dia.

Pernah loh waktu saya mengikuti rapat bersama Sekda (Sekretaris Daerah) mewakili bos saya di kantor pemda jaman dulu, saya berbincang-bincang ringan (chit-chat) dengan salah seorang kepala dinas. Pertanyaan umum (dan wajib) adalah status saya. Saya bilang saja sejujurnya. Kata Si Bapak itu, "Kok bisa ya lima tahun lamanya kerja di sini ga ketemu siapa-siapa."

Salah ya? Ya bisa... Kenapa tidak bisa? That was reality. I experienced it. Nothing is impossible. Apakah saya sedih dan tersinggung? No! I was not such that kind. :)

Dari dulu saya berdoa semoga dipertemukan dengan cara yang indah dan mudah, di tempat yang indah dan seseorang yang indah. 3W 1H (who when where and how) . Haha maunya serba indah ya. Terus terang saya tidak ingin asal-asalan ya karena saya mikirnya saya sudah jaga diri untuk dia seorang jadi dia juga harus demikian. Meski seiring berjalannya waktu, pemikiran itu jadi sedikit memudar. Pemikiran saya jadi semakin terbuka, tak setertutup itu. Maksud saya, jika seseorang itu pernah melakukan kesalahan di masa lalu tapi masih di ambang batas masih bisa saya maafkan, let's go! Tapi jika tak bisa saya maafkan, saya tak bisa terima dia. Masih tetap idealis? Ya, tentu! Menurunkan standar untuk beberapa hal yang tidak begitu prinsip, tidak menjadi masalah. Tapi untuk hal-hal tertentu saya tetap pada pendirian saya. It's my life.

Berikut potongan chat saya dengan seorang muslim man.

Dia : Any relationship? Any men? Any boy fr?
Saya : No
Dia : Good. I am glad. But why?
Saya : No one likes me
Dia : But you are beautiful
Saya : I just havent found the right one
Dia : Inshaallah you will get married to your husband. Dont worry. It's written.
Saya : Yes, I believe
Dia : Good. You are smart now. (Dan saya agak marah, berarti sebelumnya saya tidak pintar meski saya tahu dia bergurau) :(
Dia : Good. So, you wait for meeting your destiny

Di suatu sore, saya sempat menangis setelah sholat. Saya merenung. Sekuat apakah saya untuk menunggu. Menunggu itu ujian juga bagi saya sebagai seorang perempuan. Apakah saya cukup kuat?

A man has to be brave enough. A woman has to be strong enouh to wait.
Saya menangis merenungi kalimat itu. Am I strong enough? For almost a half of my lifespan I wait for him, but when i think i am ready, i still have to wait for him again. It's hard. But yea, I have spent my whole years passed without him. So, I know I can. 

Soulmate menurut saya adalah seseorang yang bisa membuat saya merasa yakin untuk menyerahkan diri saya kepadanya seumur hidup saya. Tak ada keraguan padanya. Dan dia adalah seseorang yang saya yakin akan membuat saya bahagia bersamanya dan pastinya bisa membuat saya jatuh cinta. Dengannya, saya bisa menjadi seseorang yang lebih baik.

Langsung klik begitu ya. Layaknya gembok ketemu kuncinya. Bisa langsung nyaman (dan ada magnet) seperti sudah kenal bertahun-tahun padahal baru juga kenal. Langsung ketemu chemistry-nya. We are attracted to each other. That kind of feeling is so amazing. It feels strange but it happen. 

Apakah saya terlalu berlebihan? Selama ini itulah yang saya cari dari seorang pria. Dan saya temukan itu ada pada ....(jawabannya setelah ketemu nanti).

Selama proses pencarian saya yakin jika seseorang itu tidak baik untuk saya (bukan soulmate saya) maka Allah akan jauhkan dia bagaimanapun caranya. Mereka akan menghilang dengan sendirinya satu per satu. Dan dia yang masih tetap bertahan apapun rintangannya, maybe he is the right one for me. I believe he who is brave and keeps standing there no matter what the obstacles, he is someone i could respect with all my life.

Dan saya merasa sekali bahwa saya dipertemukan dengan orang-orang yang salah sebelum pada akhirnya dipertemukan dengan sosok yang benar (baca: soulmate saya). Dan saya petik hikmah bahwa dari orang-orang yang salah itu Allah ingin saya selalu mengambil pelajaran supaya saya siap dan kuat ketika bertemu yang benar dan menghadapi realita kehidupan. Dan proses belajar saya itu tidak sebentar karena itu pelajaran kehidupan. Siapa yang tahu tantangan kehidupan nantinya akan lebih berat sehingga perlu dipersiapkan mental lahir batin.

It's because He loves me. He cares about me. He never fails in everything. But me, as a human being often fail to understand His plans to me. 


ditulis 21 Februari 2017

Pic credit to dreamstime

Talk about Soulmate (English version)

3/01/2017 01:20:00 PM 0 Comments




Meeting the soulmate is kinds of way. By natural way or not, is not important issues as long as the final result is meeting the soulmate. By natural way or not, it depends on human as well. And indeed there are certain people that God gives convenience. The meeting way is really destiny talk. Yes, the lucky people got it. But for others, God gives the exam in order to set an example for the others.
It is true that mate in the hands of God. But people must try, people who pick and choose, remain God blesses or not.

It was the words of my old office mate's wife. Yes, an advice may be more appropriate. Because she saw me still enjoyed being a single, why not married yet. If I have not met my soulmate then what to do? Where it is the nature of women waiting. I'm also not the aggressive type. And all my life, no man dared to approach me. If any, they backed off on their own. I feel have not met the right. And indeed as I recollect I was not ready as well (yet). I also reflect on why hard to meet the right. Not looking for that perfect because I myself was not perfect. But I do not know why it is difficult to accept someone. Why? Because I am not convinced by that person. Therefore true a woman is a conquest.

I need someone who can conquer me.
I want to meet my soulmate in a natural way. Met by itself. It has to be patient (extra) if you want a natural way (except the ones who are lucky the way is easy). I believe that my soulmate is there. He is exist somewhere in this world. It just has not met. I do not know he is anywhere in the world. Not necessarily in Indonesia also just because I was in Indonesia. In fact up to 9 years I have been working I have not met him, Indonesian guy and in Indonesia. I was also surprised and felt strange. What's so wrong with me?
So I expand my mind. Could be he (soulmate) is not in Indonesia so we do not see the intersection. If only I were looking for but he did not or not, it does not meet the convergence or can be met but need a longer time. Vice versa, if only he were looking for. Well, if we're both looking for the possibility of meeting each other will be faster. Logic, right?
And we should have the same search criteria. Suppose i am a good woman looking for a good man. And he is a good man looking for a good woman. Well, we match. Meet. Following the term Ippho Santosa, both have deserved. So, if one is worth 9 and the other looking at the value 7, then the value of which 7 still not deserve coupled with the value 9. Therefore, the value of which 7 must befit himself so so 9. By doing so, equally worthy right? No more excuses for not compatible each other, right? Our soul mate is sekufu (balance). I pondered. My poor, or he is still not good? I'm not yet ready or he is not ready? I found the answer later when I met him. One time I attended a meeting with the Secretary (Regional Secretary) represent my boss at the Municipal a couple years ago, I chatted lightly (chit-chat) with one of the department heads. The frequently asked questions (and required) is my status. I just tell the truth. He said, "How come five years of working here not meet anyone." Anyone, huh? Yes I can ... Why not? That was reality. I experienced it. Nothing is impossible. Was I sad and offended? No! I was not such that kind. :) From the beginning I pray that I wish to be met in a way that is beautiful and easy, in a beautiful place and a wonderful person. 3W 1H (who when where and how). I want everything paced beautifully, right? Frankly I do not want to carelessly pick someone because I think I have to watch myself to him one and so he should. Although over time, thought it was so little faded. My thinking became more open, not that locked. I mean, if someone ever made mistakes in the past but still at the threshold limit can still be forgiven, let's go! But if I can not forgive, I can not accept him. Still idealistic? Yes, of course! Lowering standards for some of the things that are not so principle, not be a problem. But for certain things I keep in my principles. It's my life. The following snippet of my chat with a muslim man. He: Any relationship? Any men? Any boy fr? I: No He: Good. I am glad. But why? I: No one likes me She: But you are beautiful Me: I just havent found the right one He: Inshaallah you will get married to your husband. Dont worry. It's written. Me: Yes, I believe He: Good. You are smart now. (And I am a bit angry, mean before I did not smart even though I knew he was joking) :( He: Good. So, you wait for meeting your destiny

In one afternoon, I was crying after prayers. I pondered. As strong as what I was to wait. The wait was a test well for me as a woman. Am I strong enough?

A man has to be brave enough. A woman has to be strong enough to wait.
I cried pondering that sentence. Am I strong enough? For almost a half of my lifespan I wait for him, but when i think i am ready, i still have to wait for him again. It's hard. But yes, I have spent my whole years passed without him. So, I know I can. I think soulmate is someone who can make me feel confident to give myself to him all my life. There is no doubt. And he is someone who I believe will make me happy with him and certainly can make me fall in love. With him, I can become a better person.
Meeting the soulmate is instantly clicks like the meeting padlock key. Can instantly comfortable (there is magnet) such as is already known for years when only too familiar with. Direct met the chemistry. We are attracted to each other. That kind of feeling is so amazing. It feels strange but it happens. Am I too much? So far, that's what I look for in a man. And I found it there in .... (answer after him later). During the search process I'm sure if someone was not good for me (not my soulmate) God will make him backs off somehow. They will disappear by themselves one by one. And he who still persisted no matter what setbacks, maybe he is the right one for me. I believe he who is brave and keeps standing there no matter what the obstacles, he is someone I could respect with all my life. And I felt bad that I was reunited with the wrong people before finally reunited with the correct figure (read: my soulmate). And the lessons that I learned from the wrong people that God wanted me to always take a lesson so that I am ready and strong when meeting the right and face the reality of life. And the learning process was not a moment for the life lesson. Who knows the challenges of life will be heavier so need to be prepared physically and mentally.
It's because He loves me. He cares about me. He never fails in everything. But me, as a human being often fail to understand His plans to me.
written February 21, 2017



Pic credit to dreamstime