Follow Us

Sunday, February 26, 2017

Percaya Mitos?




Kalau kamu orang Indonesia dan tinggal di Indonesia kemungkinan besar sudah pernah dengar mitos minimal satu. Entah ada berapa banyak mitos yang beredar hingga saat ini. Seringkali saya mengelus dada jika lawan bicara saya masih percaya mitos di jaman modern begini.

Saya tumbuh di lingkungan yang masih banyak orang percaya mitos. Mereka bilang kata orang tua (orang jaman dulu) begini begitu. Kalau lagi begini kamu harus melakukan ini, kalau tidak nanti begini. Bla bla...

Dari mana asal mitos dan si orang tua itu?

Asalnya tentu dari cerita turun-menurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Lalu si orangtua itu siapa? Ya si nenek moyang. Persisnya siapa yang pertama kali membuat tidak tahu karena tidak pernah disebut namanya.

Kalau tebakan saya sih ada suatu kejadian lalu seseorang melakukan sesuatu eh ternyata benar terjadi. Dari situ muncul anggapan benar lalu menyebar. Semakin banyak yang mengalami semakin banyak yang mengamini bahwa itu benar. Maka jadilah itu mitos. Tapi banyak juga mitos yang tidak masuk di akal saya. Kalau yang begini sudah campur dengan kepercayaan orang jaman dulu. Pada awal sejarahnya kan orang jaman purba percaya animisme dinamisme. Lalu datang agama hindu budha yang syarat mistik. Sudah terlanjur menyatu ke adat budaya tradisi masyarakat setempat baru datang islam. 

Dari kecil saya itu entah kenapa selalu menentang mitos. 

  • Dibilang jangan duduk di pintu nanti bla bla. Yang benar sih karena mengganggu orang yang mau lewat kan?
  • Kalau menyapu yang bersih kalau tidak nanti suaminya brewokan. Hehehe ya iyalah lelaki mah brewokan kalau tidak cukur.
  • Anak gadis jangan makan sayap nanti dibawa terbang suaminya. Pikir saya dulu memang saya ingin ikut suami kalau saya menikah. Ya iyalah memang seharusnya begitu. Malah asyik terbang keliling dunia kan? Doa itu hehe aamiin.
  • Kalau hujan petir jangan duduk dekat kaca jendela. Ya iya kan kaget itu suara petir memantul dan kilatnya seram. Saya sih tutup kuping waktu kecil tiap ada petir. Seram suaranya menggelegar dan kilatnya wow seperti menyambar.
  • Kalau orang hamil mau pergi ke luar rumah pasti bawa jimat. Kalau tidak salah berisi gunting kecil, sisanya saya tidak ingat. Apa manfaatnya coba? Memangnya bisa untuk melindungi diri? Ini jatuhnya syirik kan?
  • Kalau buat acara kondangan, ada namanya pawang hujan. Dan ada itu sesajen di kamar. Ini mengundang jin namanya kan? Syirik lagi. Kok percaya begituan? Mau hujan atau tidak ya allah yang menentukan. Berserah saja kepada-Nya. Orang-orang hadir ke kondangan itu namanya rejeki, Allah yang mengatur. Allah yang menggerakkan orang itu hadir biar kata hujan atau pun tidak. 
  • Kalau lebaran ketupat (lebaran seminggu) saya lihat ibu saya menggantung ketupat kecil di pintu. Ini apa maksudnya ya? Saya pertanyakan ke ibu saya dan saya bilang itu mitos. Saya minta ibu saya jangan percaya mitos-mitos yang jatuhnya syirik. Lama-kelamaan sudah tak ada lagi begituan. Alhamdulillah. Pokoknya saya selalu menentang biar dibilang anak kecil tahu apa tak nurut sama orangtua jaman dulu. Biar saja toh Allah yang menentukan takdir saya bukan si orangtua jaman dulu itu yang sudah di alam kubur kan.

Masih banyak cerita mitos yang lain, apalagi orang hamil dan anak kecil. Geleng kepala saya jadinya. Tidak hanya di tempat kelahiran saya di Lampung, tapi juga di sini, Bengkulu. Inspirasi posting tentang mitos ini awal mulanya dari obrolan saya dengan teman kantor wanita yang asli orang sini. 

Salah seorang bilang kalau hujan panas wanita hamil tak boleh keluar rumah nanti bahaya bayinya bisa meninggal atau dianya kenapa-napa. Lah bukannya teman saya itu juga wanita yang pernah hamil? Mereka pergi ke luar rumah tiap hari ke kantor dan lapangan mau hujan panas atau tidak. Dan mereka tidak kenapa-kenapa tuh. 

Mereka berdalih karena mereka keluar untuk bekerja (hal yang baik) bukan menyengaja keluar tanpa tujuan. Lah aneh sekali kok ada perkecualian begitu. Itu menandakan dengan jelas bahwa itu mitos. Buktinya ya mereka sendiri baik-baik saja. Cukup logis kan? Herannya mereka tetap percaya itu mitos benar karena banyak kejadian. Hmm, memang susah merubah mindset.



No comments:

Post a Comment

leave your comment here!