Pengalaman Lolos Seleksi Lomba Poster Ilmiah Internasional Kuala Lumpur Malaysia

Ada yang pernah mengikuti lomba poster ilmiah? Khususnya yang internasional ya...

Ketika saya mengikuti diklat Pim IV (Agustus - Oktober 2014) lalu di Pusdiklat BPS Lenteng Agung Jakarta. Salah seorang widyaiswara menyuruh kami membentuk kelompok. Dari masing-masing kelompok diminta membuat suatu ide terobosan. Tak tahunya ada udang dibalik batu. Eh, ini bukan berkonotasi negatif ya. Jadi, dari masing-masing tema kelompok, yang temanya sesuai diminta diikutkan dalam lomba paper internasional.

Nah, kebetulan kelompok saya temanya sesuai untuk diikutkan dalam 3rd International Conference of Asian Population Association (APA) 2015. Jadilah si Bapak meminta kami membuat abstract dalam bahasa Inggris sesuai ketentuan penjurian lalu submit ke website penyelenggara. Waktu itu si Bapak menentukan berapa orangnya supaya membentuk tim untuk membuat lanjutan dari abstract singkat tadi. Karena nantinya diminta submit abstract panjang-nya juga setelah abstract singkat masuk. Dan yang bertugas mengurusi adalah saya. Karena yang lain pada sibuk sendiri-sendiri. Ada juga yang ogah. Dan terpaksalah saya (yang dipanggil-panggil si Bapak buat mengerjakan) plus teman satu lagi. Jadilah lewat email saya registrasinya.

Setelah beberapa waktu (pertengahan Februari 2015 kalau tak salah ingat), pengumuman kelolosan tiba. Ternyata, abstract kami tak lolos pada seleksi pertama. Tapi dijelaskan dalam email ada kemungkinan untuk lolos pada seleksi tahap 2. Wah, syukur juga tidak lolos. Kalau lolos malah pusing bagaimana melanjutkannya.

Setelah sekian waktu, saya dapat email lagi. Kali ini dinyatakan lolos seleksi untuk kategori poster (bukan paper ya, sudah gagal kategori paper). Perwakilan kami berhak untuk hadir dan presentasi dalam konferensi di Kuala Lumpur Malaysia 27-30 Juli 2015 (pas banget habis lebaran kala itu).


Senang atau sedih?

Senang karena lolos dari ribuan (lebih dari 1600) peserta. Tidak menyangka. 

Sedih juga karena bingung mau bikin seperti apa. Tak ada ide. Belum pernah membuat poster ilmiah sebelumnya. Sudah coba googling sih. Tapi kok saya tidak pede saat penjurian nanti. Hehehe.

Sedih karena harus cari biaya sendiri. Penyelenggara menyediakan dana untuk beberapa partisipan. Saya registrasi juga tapi tidak lolos sebagai penerima dana. Hiks. Harus pakai biaya sendiri donk? Registrasi ulangnya lumayan mahal. Belum untuk biaya transport dan sebagainya di sana. 

Setelah ditimbang-timbang, akhirnya saya putuskan tidak berangkat.

Begitulah kisah saya. Kenang-kenangan. Karena kejadiannya sudah lama. :)


Picture credit to Reana 


Share on Google Plus

About Reana Nite

A learner who wants to share what I have experienced and learnt in this life. Hope you who not experience the same thing as me can still get the same lesson and take the wisdom. Happy reading! ^_^

0 komentar:

Post a Comment

leave your comment here!