Wanita Perokok, Apa Kesanmu?



Apa kesanmu saat ketemu wanita perokok? Tak mesti harus ketemu bertatap mata langsung. Sekedar melihat di televisi mungkin, film dan sebagainya. Kenapa saya membahas tema ini? Sebenarnya saya sudah pernah membahas dengan kakak saya. Tapi saya ingin berbagi opini dengan kamu semua.

Kalau pria merokok kan sudah biasa ya. Tak akan ada anggapan pria tidak baik atau semacamnya. Tapi kalau wanita merokok? Hmm...

Lebih cenderungnya ke anggapan yang negatif kan? Betul tidak? Setidaknya itulah norma masyarakat yang berkembang. Identik dengan wanita tak baik. 

Wanita jaman sekarang kan sudah lebih berpendidikan dibanding dulu. Bisa pilah-pilih mana yang baik dan tidak. Kalau ditilik dari segi kesehatan jelas merokok itu merugikan. Dari segi ekonomi juga. Harga rokok mahal kan? Bikin kantong bolong. Kalau kantongnya tipis sih. 😊

Saya pernah menemui wanita perokok. Orang dekat saya sih. Satu orang kakak perempuan dan satu orang adik perempuan kandung ibu saya. Apakah saya heran? Oh tentu saja tidak. Tetangga saya juga ada beberapa orang yang sudah tua.

Saya tidak heran karena mereka generasi tua. Kalau tidak nginang (nyirih) ya merokok. Pemandangan yang biasa buat saya. 

Saya kadang berpikir, kenapa sih mereka jaman dulu merokok? Apa jaman dulu juga pergaulannya tidak baik? Apa mereka dulu bukan orang baik? Tapi saya tidak pernah menanyakan itu sih. Karena yang saya tahu saat ini mereka orang baik-baik. Cuma kebiasaan merokoknya saja yang tidak baik. Syukurnya ibu saya tidak merokok padahal kakak adiknya merokok. Bukti kasat mata kalau ibu saya orangnya ga neko neko. Samalah seperti saya hehehe. 😊

Tapi kalau yang merokok generasi jaman sekarang, kok saya menyangsikan ya. Minimal mereka terpengaruh pergaulan sih. Waktu saya ke Jepang, ternyata beberapa wanita dari rombongan saya merokok. Setiba di Shibuya, di sana kan kami mengantri foto di background patung terkenal itu. Nah, sementara beberapa wanita itu pada masuk ke ruang merokok yang memang disediakan di situ untuk umum. Saya lihat yang merokok para pria. Lalu masuk beberapa wanita itu.

Duh, wanita Indonesia... menyelip di antara para pria.

Apakah mereka bukan wanita baik-baik? Saya tak tahu. Mereka wanita berpendidikan. Wanita karir. Mereka dari ibukota Jakarta. Dan saya (lagi-lagi) tidak heran. 

Bukan urusan saya juga mau mereka merokok atau tidak. Pilihan hidup. Toh bukan anak kecil yang mesti dibimbing. Asal tidak merugikan yang lain saja. Segala kerugian ditanggung sendiri. Kita juga tidak bisa langsung menjudge mereka tak baik. Kenali dulu jika memang ingin membuat sebuah penilaian. Tak adil kan kalau langsung judge by cover?

😊

Pic credit to the rightful owner on dreamstime


Share on Google Plus

About Reana Nite

A learner who wants to share what I have experienced and learnt in this life. Hope you who not experience the same thing as me can still get the same lesson and take the wisdom. Happy reading! ^_^

0 komentar:

Post a Comment

leave your comment here!