Winter in Tokyo (5): Tips-Tips Traveling


Bagi yang ingin traveling ke Jepang, mungkin beberapa hal di bawah bisa bermanfaat buat kamu selama di sana.

Foto dok pribadi Reana

1. Bawalah mie instan/abon dari Indonesia untuk berjaga-jaga jika sulit mendapatkan makanan halal. Di hotel saya menginap disediakan heater untuk masak air (lumayan bisa untuk menyeduh mie instan) dan microwave (untuk menghangatkan makanan). Jadi, tinggal beli nasi saja.

2. Bawa obat-obatan ringan. Terutama obat flu.

3. Ketika menaiki eskalator, berdirilah di sebelah kiri. Jalur sebelah kanan untuk orang yang ingin berjalan cepat alias terburu-buru. Orang Jepang sangat tertib jadi jangan ikuti kebiasaan di Indonesia.

4. Jangan sembarangan menyebrang jalan seperti di Indonesia. Menyebranglah ketika lampu hijau untuk pejalan kaki menyala. Orang Jepang sangat tertib. Bahkan ketika tak ada kendaraan lewatpun mereka tetap menunggu di pinggir jalan sampai lampu hijau menyala.

5. Bersihkan toilet setelah menggunakannya. Toilet di Jepang sudah cukup canggih. Banyak tombol yang bisa dipencet. Dan yang saya kagumi adalah kebersihannya. Di toilet umum tak saya dapati toilet yang basah yang membuat kita enggan menggunakan bekas orang. Mereka sadar diri untuk mengelap setelah menggunakannya. Jadi tak perlu menunggu dibersihkan cleaning service seperti yang saya temui di mall-mall negara kita.

6. Jangan membuang sampah sembarangan. Lebih baik simpan di tas atau saku jika belum menemukan tempat sampah. Di hotel saya saja tidak ada yang membersihkan kamar tetapi penghuni harus membersihkan sendiri. Itulah bedanya mungkin karena orang Jepang sudah sadar akan kebersihan. Tidak seperti budaya kita yang apa-apa biasa dilayani.

7. Jangan gaptek (gagap teknologi). Ada kisah lucu nih. Berhubung terbiasa hidup di Indonesia negara tropis yang kalau musim panas ya panas sekali. Jadi terbiasa dengan AC dingin. Nah, waktu ke Jepang kan musim dingin. Otomatis perlu penghangat kan? Jadi, AC di jepang itu bisa panas dan dingin. Di malam pertama, kami (saya dan teman saya) tidak berhasil membuat AC panas.

Maklum, tombol remotenya banyak dan juga bahasa Jepang. Jadilah kedinginan kami tidur di bawah selimut. Mana kami dapat kamar yang pintu di luar lagi. Dari sini saya merasa gaptek. Sungguh menyedihkan. Saya penasaran, ah masa sih tak bisa. Besoknya saya tanya kamar sebelah ternyata mereka bisa. Okelah saya coba-coba akhirnya berhasil. Yes yes yes malam berikutnya tak kedinginan lagi. Hehe. 😊

8. Biasakan antri. Kalau di Indonesia nyerobot itu hal lumrah. Tapi di Jepang itu tertib. Waktu saya mau beli kartu pasmo dari bandara Haneda, awalnya sepi loh. Tak tahunya eh sudah ngantri saja orang di belakang saya. Dan tak ada yang berisik menyuruh kita cepat-cepat atau bagaimana. Berhubung saya masih bingung-bingung pencet tombol. 😊

9. Bagi wanita muslim, yang pastinya sholat donk ya kecuali kalau lagi datang tamu bulanannya, don't skip 5 times daily prayer (sholat), ok? Kita tetap bisa sholat kok wherever we are. Cari-cari tempat deh. Berada di tempat yang memang bukan negara muslim memang sulit sekedar cari tempat buat sholat, tapi bukan berarti tidak ada dan tidak bisa. No no no!!!

Pasti ada jalan asal kita mau cari cara. Pengalaman saya sih saya berwudhu di mall ya karena di sanalah ada toilet umum atau di mana pun lah yang ada toilet umumnya. Nah, setelah itu mau kita sholat di taman, tempat parkir atau di mana saja. Malah saya menggelar pashmina di jalan depan sekolah TK atau SD entahlah. Saya sholat di situ. Tapi saya cari yang tidak begitu ramai. Alhamdulillah aman. Tidak ada yang mengusir.
Share on Google Plus

About Reana Nite

A learner who wants to share what I have experienced and learnt in this life. Hope you who not experience the same thing as me can still get the same lesson and take the wisdom. Happy reading! ^_^

0 komentar:

Post a Comment

leave your comment here!