Follow Us

Tuesday, April 1, 2025

Kehilangan (Bagian 1)


Kehilangan: Pelajaran yang Tak Terucap (Bagian 1)

Apa arti kehilangan bagimu? Mungkin kamu akan menjawab dengan nama, tempat, atau kenangan yang kini tinggal bayang. Namun, kehilangan sejatinya lebih dari sekadar sesuatu yang hilang. Ia adalah ruang kosong yang tak terlihat, tapi terasa, yang hadir di hati dan tak mudah diisi ulang. Saya pun pernah merasakannya, dan hingga hari ini, saya masih belajar memaknainya.


Kehilangan bukan hanya tentang perpisahan fisik. Kadang, kita kehilangan rasa, semangat, bahkan bagian dari diri kita sendiri. Ada masa ketika saya merasa tidak hanya kehilangan seseorang, tapi juga kehilangan arah. Seolah hidup berjalan tanpa peta. Saat itu, saya baru menyadari bahwa kehilangan memaksa kita untuk menatap ke dalam diri, melihat luka-luka yang tersembunyi di balik senyum yang kita pertahankan setiap hari.


Perjalanan melintasi kehilangan adalah perjalanan yang sunyi. Teman dan keluarga boleh hadir, memberikan pelukan hangat, tetapi rasa sepi di dada tetaplah pribadi. Ada saat di mana saya merasa seluruh dunia bergerak cepat, sedangkan saya terjebak di satu titik, memutar ulang kenangan yang membuat hati perih.

Namun, saya belajar bahwa kehilangan adalah guru yang kejam namun bijak. 

Dari rasa kehilangan, saya belajar tentang ketabahan. Tentang bagaimana harus berdiri di atas kaki sendiri ketika orang yang biasanya menjadi sandaran, pergi. Dari kehilangan, saya juga belajar bahwa kita tidak bisa mengontrol segalanya, kecuali bagaimana kita meresponsnya.


Ada proses bernama ikhlas yang tak bisa dipaksakan. Saya kira saya sudah ikhlas, tapi ketika malam datang dan kesunyian menggema, saya tahu saya belum sepenuhnya melepaskan. Ikhlas ternyata bukan soal waktu, tapi tentang penerimaan, tentang memaafkan diri sendiri karena tak mampu mencegah kepergian.


Seiring waktu, saya mulai memahami bahwa kehilangan membentuk saya menjadi pribadi yang lebih peka. Kesedihan yang mendalam membuat saya menghargai kebahagiaan kecil yang dulu saya anggap sepele. Kehilangan mengajarkan saya untuk lebih mencintai, lebih menghargai momen, karena semua bisa berakhir kapan saja.


Bagaimana denganmu? Apakah kamu juga pernah merasa kehilangan yang begitu dalam? Pernahkah kamu bertanya, “Kenapa harus aku?” Jika iya, kamu tidak sendirian. Kita semua pernah berdialog dengan kepergian, hanya caranya saja yang berbeda.

"Kehilangan mengajari kita bahwa tidak ada yang benar-benar milik kita, kecuali waktu yang telah kita habiskan bersama."


Bersambung ke Bagian 2 


No comments:

Post a Comment

leave your comment here!