Ketika Tutur Kata Adalah Cermin Kepribadian Seseorang








Sosok A

Suatu ketika gw pernah chat dengan seseorang (lupa nickname-nya). Waktu itu gw masih 23 tahun (hehehe seolah2 dah lama banget padahal baru 2 hari yang lalu umur gw nambah) terpaut 6 tahun sama orang itu. That was fine. Namanya juga chat! Meski dalam hati merasa ga nyambung. Hohoho. 


Nih orang lulusan teknik sipil universitas negri di Sumsel trus kerja di Lampung (Semacam kontraktor kali ya). Tapi, dari awal chat ma orang itu memang antara iya dan tidak untuk terus chat. Eh, lama2 makin banyak topik yang dibahas. Dan menyebalkan! Kata2nya sangat tidak enak. Menghina gitu deh. 

Padahal, apa sih hebatnya dia? Sangat banyak kok orang2 yang begitu hebatnya tapi ga sombong. Jelas aja gw sebel. Sebenernya, tinggal gw cuekin aja kan? Ato gw kick sekalian? Tapi, adrenalin gw dah terlanjur naik jadinya gw timpalin aja terus omongan dia. Haduhhhh... ga guna banget yah buang energi aja. Yuks sampai akhirnya gw yang mutusin obrolan baru berhenti. Eh, tuh orang masih pake ngasih nasehat n menutup dengan salam. Btw, gw ga nyimpen tuh obrolan jadinya ga bisa gw tampilin di sini.


Sosok B

Masih pada saat yang sama, gw lanjut chat dengan yang lain. Hmm, kontras banget! Nih orang (lupa nickname-nya) santun sekali omongannya. Jadinya, gw pun enak ngobrol ma dia. Yang gw heran, kok dia tau gw dari salah satu instansi pemerintah. Ah, mungkin dah pernah chat ma gw sebelomnya yah. Pas gw tanya, jawabnya:
1. small lies (kalo ga salah ingat)
2. statistics (yang ini gw ingat banget) ^^
Pokoknya ada dua jawaban.

Ternyata, nih orang pernah nyari data instansi gw untuk bahan thesis-nya di Singapura beberapa tahun silam. Cuman katanya, situs instansi gw kok kurang update? Misal sekarang 2009, kok datanya masih 2007. Kira2 gitu... Itulah yang dia pertanyakan. Trus, dia merekomendasikan situs Singapura.

"Coba situsnya Indonesia bisa kaya situsnya Singapura" katanya.

"Situs Singapura lengkap dan di-update terus."

Bagi yang mau tau silahkan ke http://singstat.gov.sg/

Oya, tuh orang ngakunya sekarang kerja di akuntan publik.

Kalo mau coba bandingin:
1. Singapura negara maju yang sangat teratur administrasi dan segala macamnya pastinya. Sementara Indonesia adalah negara berkembang yang perlu banyak perbaikan sana-sini.

2. Singapura wilayahnya kecil sementara Indonesia sangat luas. Sehingga setiap kali survey/sensus, pastilah publikasi hasil survey/sensus itu lama terbitnya kalo untuk Indonesia. Yah tau sendiri wilayah cakupan yang begitu luas dengan segala keterbatasan di tiap wilayah masing2. Apalagi seperti di Papua yang mesti menggunakan pesawat sebagai transportasi antar kabupatennya dan itu pun ada jadwalnya ga setiap kali mau berangkat selalu ada (itu pengalaman teman di sana yang sudah berbagi loh).

Manage sesuatu yang jumlahnya sedikit akan lebih mudah ketimbang yang banyak kan? Kira2 seperti itulah...

3. Dari segi teknologi, jelas Singapura jauh lebih unggul ya. Apalagi SDM?

Semestinya, masih banyak lagi ya perbedaan2 yang ada. Indonesia masih harus terus belajar dari negara2 yang maju seperti Singapura. Dan apa kata sosok B adalah benar. Memang seperti itu adanya.


Umm, kembali ke soal tutur kata. Yup! Seseorang itu bisa dinilai dari perkataannya. Kalo dalam dunia maya memang susah ya buat menilai seseorang. Siapa pun bisa berubah jadi apa pun yang dia mau. Seringkali kebalikan dari dunia nyata. Apa yang tidak tersalurkan di dunia nyata, dia salurkan di dunia maya. Jika itu menjadi hal yang positif (untuk berkarya misal), gw pikir ga masalah. Tapi, seringkali kan disalahguna. Misal chat menjadi sarana memuaskan hasrat. Korban teknologi?

Malah ada yang make friendster buat publikasi diri jadi yang ngga-ngga? Gw ga abis pikir karena ada seseorang yang jadi teman chat gw ternyata demikian. Dan betapa herannya gw saat dia menuliskan di shoutbox-nya kira2 begini: album no.2 special to cstars3003 ( ID YM gw). Kaget gw! Hadohhhh... Parahhhhh!!!

Lain kasus, gw memasuki suatu forum. Gw ikuti topik2 tertentu. Gw baca2 komen2 yang ada. Ada sosok2 yang kelihatan begitu smart menurut gw hanya dari melihat komen2 yang mereka tulis. Hmm, salut! Itu benar memang mereka demikian ato tidak, who knows?

Trus, gw sendiri termasuk apa yah? hehehe



all pictures credit to the rightful owner

Share on Google Plus

About Reana Nite

A learner who wants to share what I have experienced and learnt in this life. Hope you who not experience the same thing as me can still get the same lesson and take the wisdom. Happy reading! ^_^

2 komentar:

  1. Asli,, aq sering bgt ilfil bin sebel cz of kata2 kontra yg dikeluarkan secara tdk mengenakkan, pk acara menggurui lagi, obsesi jd guru kali yah ^^

    Gak setuju kan g mesti g disampaikn dg baik, rite?

    ReplyDelete
  2. yup! obsesi guru kali.. mana kesannya maksa gitu ngikutin apa yang dia mau. "emang sapa elu?"
    hihi

    sekalipun di dunia maya ya pake etikalah. toh yang ngomong ma dia kan manusia bukan tangan tak bernyawa. lah dia juga manusia? iya kan?

    kalo ga setuju bukan berarti orang lain harus ngikut dia, melainkan hargailah perbedaan pendapat itu toh ga ngerugiin dia kok.

    well, memang ada si wi orang2 macam itu...

    ReplyDelete

leave your comment here!