Umur oh umur...

Adanya hari ini merupakan suatu pertanda bahwa seorang anak manusia telah berhasil menempuh satu perjalanan panjang dari hari yang sama di tahun berikutnya yang berarti bahwa berkuranglah satu jatah hidupnya.

Sebab anak manusia itu hanyalah hamba dengan segala keterbatasan. Tidaklah tahu skenario sang Khaliknya.

Semoga...
Setelah hari ini...
Anak manusia itu masih diberi kesempatan untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya dan terus berada di jalan-Nya yang lurus.

Semoga...
Waktu yang tersisa tidaklah sia-sia.
Karena hidup di dunia fana ini hanyalah sekali dan waktu tidaklah dapat diputar kembali.

Ketahuilah...
Seorang anak manusia itu adalah.... GUE! (hehehe).

Tiada kata hendak terucap dari bibir ini kecuali


Happy birthday to ME ME
Happy birthday to ME ME
Itsumo arigatou


Hehehe gw nyambung ke lagu ‘Happy Birthday to You You’ nya Yui dengan mengganti kata you jadi me (kurang kerjaan banget!). Yuks... itu dia salah satu hal yang dikatakan TIDAK PENTING – TIDAK MENDESAK. Dengan kata lain adalah keisengan (lebih jelasnya baca Fulfilling Life-nya Marpaung). Emang benar juga sih. Tapi, alangkah hidup terasa begitu kaku dan serius ya kalo ga ngelakuin keisengan? Heheheh peace!

Oya, ngomong2 soal buku Fullfilling Life, ada hal yang perlu jadi perenungan besar. Menyangkut momen ultah (umur ~ waktu). Jadi, gini nih...

Berdasarkan buku Born to Win karya Promod Brata dalam buku tersebut disebutkan bahwa apabila seorang anak manusia diberi jatah umur sebanyak 70 tahun, maka alokasi penggunaan waktunya adalah

25 tahun untuk tidur
8 tahun untuk studi atau pendidikan
6 tahun untuk istirahat dan sakit
7 tahun untuk liburan dan rekreasi
5 tahun untuk komunikasi
4 tahun untuk makan
3 tahun untuk transisi kegiatan
12 tahun untuk kerja

Nah, seandainya gw diberi umur 70 tahun, trus dikurangi 23 tahun berarti sisa hidup gw tinggal 47 tahun. Dalam waktu 47 tahun tersebut, alokasinya adalah

16 tahun untuk tidur
5 tahun untuk studi atau pendidikan
4 tahun untuk istirahat dan sakit
5 tahun untuk liburan dan rekreasi
3 tahun untuk komunikasi
2 tahun untuk makan
2 tahun untuk transisi kegiatan
8 tahun untuk kerja
(Catatan: angka sudah dibulatkan. Itu pun kalo ngitungnya bener yah. Mohon dikoreksi... )

Wah wah wah...
Jadi ada 2 hal yang pengen gw katakan sehubungan dengan bertambahnya umur gw.

Pertama, bertambahnya umur berarti gw telah berhasil menempuh satu perjalanan hidup dari tahun kemaren (bahagia... bahagia... ^-^).
Poin positif: gw harus banyak-banyak bersyukur. Hal itu menandakan bahwa gw masih diberi kesempatan buat ’be better’. Thx God!

Kedua, bertambahnya umur berarti mengurangi jatah hidup gw (sedih... sedih...).
Poin positif: gw harus memanfaatkan waktu hidup gw yang Cuma sekali ini dengan sebaik-baiknya. Alangkah baiknya dengan motto ’tiada waktu untuk kesia-siaan meski Cuma satu detik’. Subhanallah...

Btw, gw merinding/serem kalo denger lagu ’Demi Masa’ nya Raihan.
Demi masa. Sesungguhnya manusia kerugian.
Ingat 5 perkara sebelum 5 perkara. Yuks... yang nyangkut dalam tema ini kali adalah muda sebelum tua. Yoi... kan gw masih muda. Hingga saat ini, hal apa aja yang udah gw lakukan yah. Apakah itu bermanfaat buat orang lain? Seberapa besar? Karena sebaik2 manusia adalah yang paling bermanfaat buat orang lain kan.
Renungkan... renungkan...

Siapa yang tahu kalo satu detik lagi ajal menjemput?
Andai ku tahu, kapan tiba ajalku
Ku mau memohon, Tuhan tolong panjangkan umurku... (Andai ku tahu, Ungu). --> kalo salah lirik mohon maaf ga hapal... ^-^

Yup! Itu tadi sedikit perenungan tentang umur. Semoga bisa dipetik manfaatnya.


dedicated to 29/3/2008
Share on Google Plus

About Reana Nite

A learner who wants to share what I have experienced and learnt in this life. Hope you who not experience the same thing as me can still get the same lesson and take the wisdom. Happy reading! ^_^

1 komentar:

leave your comment here!