Aku Bagaikan Katak dalam Tempurung

Rasanya sudah gerah...

Sudah bosan...

Ku bagaikan katak dalam tempurung...


Duniaku hanyalah kamarku apabila telah tiba di kos. Akhir-akhir ini beginilah yang ku alami. Aku sudah lelah. Bosan sekali rasanya saat diri ini hanya berada di kamar berjam-jam bahkan untuk sekedar ke kamar mandi saja atau mencuci baju saja enggan melangkahkan kaki karena harus mengenakan jilbab. Yaaa keluar kamar harus selalu memakai jilbab karena ada pasangan suami istri dari anak yang punya kos sering menginap di sini untuk urusan bisnis. Rasanya kebebasanku semakin terampas. Apalagi ditambah satu pasang lagi suami istri baru punya anak sekitar dua bulan yang merupakan keponakan dari yang punya kos juga bakal tinggal di sini. Mulai hari ini benar-benar tinggal di sini. Sebelumnya hanya menumpang beberapa bulan. Dan selama itu pula aku coba bertahan.

Huaaaaaaa aku harus segera pindah! Itulah keputusanku. Yaaa aku bertanya-tanya, "Ini kos cewek atau apa sebenarnya? Kenapa sang keponakan pasangan suami istri itu tidak enggan untuk numpang tinggal di kos ini sekian lama bahkan memang mau tinggal di sini dengan alasan belum dapat kontrakan?"

"Kenapa sama sekali tidak memperhatikan kenyamanan kami selaku anak kos apalagi kami berjilbab yang tidak bisa sembarangan menampakkan aurat?"

Mengapa ku tetap bertahan? Karena satu alasan, dekat kantor! Cuma pojokan tinggal jalan kaki. Dan memang di sini tidak gampang cari kos apalagi transportasi pun ga ada. Maka itu aku pusing juga kalau kos jauh kantor. Bagaimana aku ke kantor?

Berhubung kantor bakal pindah ke kantor baru sebentar lagi maka mudah-mudahan bakal kutemukan kos baru yang lebih baik dan kondusif. Setidaknya aku bisa bernapas lega tidak seperti terpenjara layaknya di sini. i hope so.

Adakah yang bersedia membantuku?

Memang, adat di Mukomuko adalah warisan jatuh ke tangan pihak perempuan. Memang, sudah dua orang keponakan yang tinggal di sini bersama kami. Mereka yang mengurus kos ini. Pada awal kedatanganku, mereka single jadi sama sekali tak ada masalah bagiku. Lalu seringnya keponakan yang merupakan pasutri baru itu sering tinggal di sini hingga akhirnya melahirkan anak bahkan mau tinggal di sini. Yaa mau gimana lagi. Mereka masih keluarga yang punya kos.


(9/6/2009)
Share on Google Plus

About Reana Nite

A learner who wants to share what I have experienced and learnt in this life. Hope you who not experience the same thing as me can still get the same lesson and take the wisdom. Happy reading! ^_^

2 komentar:

  1. Sabar ya Rela, jenuh, jauh dari keluarga, ga nyaman di kos an, semoga semuanya bisa teratasi. Soal jenuh, mungkin rela bisa mengembangkan hobi baru yang bisa membuat rela semangat! Dan kesenangan menekuni hobi itu bisa membawa rela melupakan sejenak kerinduan akan keluarga. If you need someone to talk to, insya' Allah you can always count on me. Dan kudo'ain smg cepet ketemu kos-an yang nyaman. Oce, semangat rela!

    ReplyDelete
  2. nice to read your comment today honey...^_^

    thx yak! thx 4 being my fren!
    senang rasanya punya temen yg bisa diajak berbagi. meski hanya sebagai pendengar pun itu sudah cukup membantu. jangan bosan yak? hehe

    umm, hobi.... paan yak? ga ada akses non di sini.. bingung juga... bener2 alone...
    bayangin aja sabtu minggu ga ngomong ma sapa2? haha gila ga tuh... :D

    alhamdulillah dah dapet kosan baru... minggu depan baru pindah. hmm, lagi2 bingung gimana cara ngangkut barang2? trus gimana ke kantor?

    hhaaaaaaa masalah demi masalah muncul... sedih sih kalo mikir ko segininya banget, tapi sudah setahun genap kulalui hidup di sini... berhasil sampe setahun...? hahah bangga? banyak lika-likunya hip... susah senanglah... kapan berakhir ya? the sooner the better...

    doakan aku my fren!!!

    ReplyDelete

leave your comment here!