semangat menebar kebaikan lewat tulisan — merangkai kata menebar cahaya — menulis dengan hati, menginspirasi tanpa henti

Reana

Follow Us

Sunday, February 5, 2017

Winter in Tokyo (2) : Kisah Perjalanan 2 (Gotemba/Mount Fuji/Owakudani Hall Valey/Ropeway)

2/05/2017 09:15:00 AM 0 Comments
Gunung Fuji


Sambungan kisah saya yang sebelumnya sudah saya posting. Tapi baru sekarang sempat posting. Tak mengapalah yang penting tetap berbagi dengan kamu semua. Jadi, beberapa posting ke depan adalah lanjutan kisah perjalanan saya ke Jepang ya. 

Cerita sebelumnya
Winter in Tokyo (1) : Persiapan
Winter in Tokyo (2) : Kisah Perjalanan 1 (Kyoto)


2. Gotemba/Mount Fuji/Owakudani Hall Valey/Ropeway

Kalau ke Gotemba ini bareng rombongan pagi-pagi. Naik bus sewaan untuk sampai ke sana. Sampai si sana ya foto-foto background-nya Gunung Fuji yang lagi ketutup salju. Jalan-jalan juga ke pertokoan. Karena di situ banyak juga outlet barang branded. Kalau saya sih tidak beli apa-apa di sini. Kalau teman saya (ibu-ibu) beli jaket tebal untuk musim dingin.

Itu pakai syal buatan sendiri yang pernah saya posting di blog ini
Red merino bulky scarf
Proud hehe 😊

Dari sini kami lanjut ke Owakudani. Naik kereta gantung adalah agenda pertama. Setelah itu baru kami berjalan kaki ke atas. Di sana ada telor hitam (balut belerang kayanya makanya hitam). Ya nyobain itu. Apa namanya ya lupa saya. Tapi saya benar-benar kehabisan tenaga jalan ke sana. Berasa mau pingsan. Tapi saya lihat ibu-ibu yang bareng saya itu enerjik sekali (anaknya saja kalah hehe) jadi saya terpicu juga harus bisa sampai ke atas. Memang saya belum sarapan juga sih (jangan ditiru). Mana anginnya kencang dan dingin. Wuihh...

Begitu sampai di atas alhamdulillah... :) Foto-foto lagi...

Setelah turun, biasalah jalan-jalan di pertokoan siapa tahu ada yang mau dibeli. Tapi saya tidak beli juga hehe. Saya sempatkan sholat zuhur di parkiran bus. Nah ini dia sulitnya kita sebagai muslim saat melancong ke negara bukan muslim. Karena kita punya kewajiban sholat 5 waktu sehari tidak boleh skip sekalipun, jadi ya sholat di mana saja yang bisa. Saya ambil wudhu dulu di toilet lalu sembari menunggu teman lain berkumpul, sholat di lantai parkiran menggelar pashmina. Alhamdulillah.

Acara selanjutnya adalah menuju Tokyo Tower. Kami naik ke atas. Di sana ternyata banyak pernak-pernik yang dijual. Saya beli gantungan kunci Tokyo Tower dan Sky Tree. Hehe.

Tiket masuk Tokyo Tower


Suasana di dalam Tokyo Tower atas

Ini foto-foto kota metropolitan Tokyo malam hari yang saya ambil dari Tokyo Tower.








Sky Tree - foto dari bawah cuma bisa dapat segini

Dari sini baru acara bebas. Saya ikut teman-teman jalan menuju Sky Tree. Tapi cuma di bawahnya saja karena sudah kemalaman tutup. Yah... Lanjut deh beli makan malam. Saya cuma berani beli di restoran Turki (chicken kariage). Oya, ini makanan khas Jepang dari gurita. Takoyaki!

Takoyaki 


Pulangnya saya, si ibu dan anaknya naik taksi ke hotel. Dan ternyata tidak mahal kok. Saya lupa berapa. Dan memang tidak jauh juga sih. :)

Cerita selanjutnya:
Winter in Tokyo (2) : Kisah Perjalanan 3 (Kaminarimon/Shibuya/Shinjuku/Harajuku)
Winter in Tokyo (3) : Oleh-Oleh Khas
Winter in Tokyo (4) : End


All pictures credit to Reana

Saturday, February 4, 2017

Mau Produk Gratis Hometester?

2/04/2017 04:27:00 PM 0 Comments



Hai hai! Saya mau bagi-bagi info buat kamu yang suka gratisan. Hometester menawarkan produk sampel gratis dari berbagai merk untuk kamu coba. Kamu hanya perlu duduk di depan gadget, isi formulir dan tunggu produk datang ke rumah kamu.

Caranya mudah banget. Simak!
1. Register ke website https://hometesterclub.com
2. Pilih produk yang mau kamu coba, isi formulirnya
3. Tunggu sekitar 3 mingguan pemberitahuan via email jika kamu beruntung
4. Tunggu produk datang
5. Coba produk dan beri review. 

Kalau pengalaman saya sendiri sih saya dapat produk Dove Hairfall Treatment Shampoo and Conditioner plus Body Wash Deeply Nourishing. Lumayan kan? Saya memang suka dove sih wanginya enak segar. 

Itu pertama register dapat produk tersebut. Padahal saya pikir tidak dapat karena sudah lama dari saya register tidak ada kabar. Tak tahunya... tiba-tiba dapat email pemberitahuan. Lalu ada mbak yang telpon saya nanya sudah terima belum produknya. Saya bilang belum. Eh, besoknya paket datang. Si mbaknya telpon lagi. Saya bilang sudah terima. Cepat banget.

Kalau teman saya sudah berkali-kali dapat. Hoki banget mereka. Semoga saya juga dapat lagi. Hehe. Aamiin.

Senang kan gratisan? 😊

Winter in Tokyo (2) : Kisah Perjalanan 1 (Kyoto)

2/04/2017 10:57:00 AM 0 Comments



Sambungan kisah saya yang sebelumnya sudah saya posting. Tapi baru sekarang sempat posting. Tak mengapalah yang penting tetap berbagi dengan kamu semua. Jadi, beberapa posting ke depan adalah lanjutan kisah perjalanan saya ke Jepang ya. Semoga ada hikmah yang bisa dipetik.

Cerita sebelumnya: Winter in Tokyo (1) : Persiapan


1. Kyoto
Ke Kyoto ini sebenarnya di luar agenda rombongan. Jadi, saya dan sobat saya merencanakan untuk jalan-jalan ke luar Tokyo begitu tiba di sana. Awalnya banyak yang kami rencanakan. Tapi karena waktu tidak memungkinkan, akhirnya kami hanya ke Kyoto. Sampai di Kyoto pun sudah mulai gelap jadi kami hanya berjalan-jalan di sekitaran stasiun. Tak apalah yang penting sudah sampai di Kyoto dan bisa melihat Kyoto secara langsung. :)

Jadi begitu kami bisa nitip barang di Hotel MyStays Asakusa Tokyo, kami langsung memutuskan pergi ke Kyoto. Kami berjalan kaki menyusuri salah satu jembatan yang menyebrangi Sumida River (sungai ini sering banget nongol di drama Jepang) menuju stasiun kereta api terdekat. Tapi sebelumnya mampir dulu ke 7 Eleven beli minuman mineral (1 botol ukuran Aqua 600 ml seharga 10.000 rupiah dan juga onigiri buat dimakan di kereta).



Tiba di stasiun, kami memutuskan menaiki shinkansen supaya cepat sampai. Biaya shinkansen ini terbilang sangat mahal tapi memang terbayar waktu tempuhnya jadi lebih cepat dibanding yang lain. Dua setengah jam sampai. Sekali jalan saja biayanya 13.000 Yen dari Tokyo ke Kyoto. Kalau di-rupiahkan sekitar Rp. 1.300.000 jika 1 Yen = Rp.100 (kalau kurs waktu itu 1 Yen = Rp. 107). Terbayanglah berapa kocek yang harus kami rogoh untuk bisa PP Tokyo-Kyoto dengan shinkansen. 

Yang lucu ketika naik shinkansen adalah kami memilih tiket unreserved ya alias tidak booking kursi. Baru tahu nih ternyata di sana ada dua macam tiket shinkansen yaitu reserved (booking kursi) dan unreserved (tidak booking kursi). Pastinya tiket unreserved lebih murah donk ya. Lumayanlah berhemat sekian Yen buat kami yang lagi melancong. Hehe.

Awalnya kami masuk-masuk saja ke gerbong enam dan begitu melihat kursi kosong kami duduki. Toh banyak kursi kosong. Begitu sedang asik-asiknya mengunyah makanan karena lapar belum makan sejak sampai dari Airport, eh tiba-tiba ada yang menggusur kami. Oke, kami pindah ke kursi lain. Tidak begitu lama kami duduk, eh ada lagi yang menggusur kami. Akhirnya kami berdiri dan pindah lagi ke kursi lain. Begitu sampai beberapa kali jadi malu sendiri. Dan akhirnya berdiri.

Sampai di Kyoto, saya baru sadar ternyata sarung tangan saya hilang satu yang sebelah kanan. Di shinkansen sepertinya. Mungkin saat pindah-pindah tempat duduk tak sadar terjatuh. Karena memang saya kantongi itu sarung tangan sebelah.


Di Kyoto kami cuma jalan-jalan di sekitaran stasiun. Sekedar mengambil foto. Kenang-kenangan. Hehe. Duduk-duduk sebentar di pinggiran jalan. Lalu jalan melihat oleh-oleh. Di sini saya beli gantungan kunci, magnet kulkas, keramik kecil untuk pajangan serta titipan anak bos saya, samurai. Sobat saya menyarankan beli sarung tangan sih tapi saya tidak beli. Padahal sih ada yang menarik. Tapi entahlah saya putuskan tidak jadi beli. Padahal lagi nih, cuacanya dingin. Jadilah saya masukkan tangan kanan ke saku jaket saja. Hehe.


Mengingat waktu tempuh ke Tokyo lumayan lama, dan hotel tutup jam 10 malam, lewat jam tersebut harus buka sendiri pakai kode (lupa catat kode). Jadilah kami segera mengejar kereta pulang. Dan benar saja saat kami sampai di hotel, sudah tutup.

Rencana awal pengen mencoba pakai yukata dan foto di Kyoto belum kesampaian. Ya Allah, semoga bisa ke sana lagi mewujudkan mimpi yang tertunda. Aamiin. :)


Saat mau kembali ke Tokyo numpang foto dulu meski muka kusut kucel dan kaki pegal tidak ketulungan. Plus numpang eksis pakai syal hitam rajutan sendiri hehehe 😊

Wednesday, February 1, 2017

Paranoid Nomor Asing

2/01/2017 10:54:00 AM 2 Comments



Siapa yang sering mendapat telpon nomor asing? Nomor yang tak ada di kontak maksud saya. Entah itu nomor hp ataupun telepon rumah. Kalau kamu merasa iya, berarti kamu tidak sendirian. Berikut beberapa pengalaman saya. Siapa tahu kamu juga sama.

1. Penipuan kartu kredit
Pernah saya ditelpon nomor asing yang mengaku dari bank tempat saya membuat kartu kredit (ceritanya operator kantor pusat gitu). Dia menanyakan macam-macam soal kesesuaian identitas hingga masa berlaku kartu kredit. Dia bilang konfirmasi. Operatornya ini laki-laki. Waktu itu posisinya saya baru terima kartu kredit seminggu. Dan kartu itu belum saya aktifkan. Untuk pengaktifan kartu saya harus via telpon memang tidak seperti jenis kartu lain yang diambil teman saya bisa via sms saja.

Nah, orang tadi itu menyuruh saya segera mengaktifkan saat itu juga. Kalau tidak, nanti kenapa gitu saya lupa. Bahkan nih orang bilang supaya saya aktifkan dulu, ditunggu 10 menit nanti ditelpon lagi. Oh God, niat banget ya. Maksa banget ya. Saat itu saya sudah hampir mau mengaktifkan loh tapi entah kenapa saya merasa ragu. Kok maksa banget gitu. Oya, saya tidak sempat cek nomor orang tadi itu benar operator resmi atau bukan.

Karena ragu ada yang tak beres, saya googling nomor resmi lalu saya telpon. Si operator resmi yang mengangkat perempuan. Saya bilang sejujurnya apa yang barusan saya alami. Lalu si dia memperingatkan saya untuk hati-hati lalu menawarkan mengganti kartu saya untuk dikirim ulang dengan yang baru. Padahal saya pengen tidak jadi punya kartu saja toh belum saya aktifkan tapi kata operatornya tidak bisa. Harus ganti baru. Oya, saya ini masih awam banget soal kartu kredit waktu itu. Jadi berasa bodoh bangetlah waktu si penipu itu menelepon.

Dan kartu kredit pun tak jadi saya aktifkan ya yang tadi. Saya tunggu sepuluh menit, coba telpon lagi ga tuh penipu. Eh, nelpon beneran loh agak lamaan dikitlah. Tapi tidak saya angkat. Seandainya saja saya jadi ngaktifin, alamak tertipu saya. Mengerikan. Allah masih melindungi saya. Thanks Allah.

Untuk teman-teman yang masih awam juga soal kartu kredit, setelah kita mengajukan dan menerima kartu kredit itu rentan sekali ditelpon oleh nomor asing yang berniat menipu. Kalau pun bukan penipu, ya agen asuransi. Sampai sebel banget saya ditelpon tiap hari oleh nomer yang sama. Sehari bisa sekian kali telpon. Niat banget ya. Mengganggu banget.

Jadi, itu kesalnya saya. Karena data pribadi pelanggan seperti diperjualbelikan oleh si bank.

2. Sales Asuransi/Voucher Hotel
Asuransi ini bisa karena mengajukan kartu kredit seperti yang saya bilang tadi (biasanya menawarkan produk asuransi seperti kesehatan dll. Biasanya nih orangnya ngotot banget menjelaskan tidak bisa distop kalau sudah ngomong. Jadi keseringan saya potong paksa dan matikan hp. Atau dari awal saya langsung tolak. Soalnya ya tadi itu kalau menjelaskan lama sekali dan tak bisa distop. Annoying).

Atau pun ada juga karena pernah membeli asuransi untuk keperluan membuat kartu member apa gitu. Karena saya pernah ditelpon oleh orang yang mengaku dari asuransi apa gitu ya lupa. Dia minta waktu untuk survei (tanya-tanya).

Saya tanya deh dari mana dapat data saya? Katanya sih itu bukan bagian dia soal data dari mana. Dia cuma bertugas untuk mensurvei saja. Saya pikir, ya bisa benar juga sih mbak ini kalau pun saya marah-marah rasanya tak bijak. Lalu saya pertegas lagi dari mana. Baru dia menjawab kata dia saya pernah membeli asuransi apa gitu. Seperti asuransi jadi member apa Matahari Club (MMC) misal. Oh ya ampun pikir saya. Itu mah jaman kapan saya memang pernah jadi member tapi tahun kapan. Sudah expired juga kartunya. Hehe.

Tapi entahlah itu benar dari asuransi yang MMC punya atau bukan. Lalu dia terus mengajukan pertanyaan. Dan saya bilang, saya tidak mau disurvei. Orangnya ngotot tetap berargumen macam-macam. Lalu saya bilang, "Itu hak saya". Terdiamlah dia. Lalu minta maaf dan menutup telpon. Apakah saya terlalu kejam? Entahlah. Saya hanya merasa terganggu dan sama sekali tidak nyaman.

Jadi selain asuransi tadi itu, ada juga penawaran voucher hotel spa dll. Itu biasanya dari kartu kredit tadi.

3. Disangka Pelanggan Listrik
Saya mengalami disangka seseorang yang mau memasang meteran listrik elektrik di Prabumulih Sumatera Selatan. Kok? Padahal saya di Bengkulu. Ini ceritanya saya beli nomor baru. Sudah ada 8 bulan kali saya pakai. Eh tahu-tahu dapat telpon tadi itu. Dikiranya Bapak siapa gitu oleh si petugas PLN. Bahkan si petugas nanya-nanya jadinya saya itu siapa dan di mana. Lah, penting apa ya? Pakai salam kenal segala loh. Ampun deh. Hehe.

Besok-besoknya ditelpon lagi saya tapi yang bicara orang lain. Memastikan kali ya. Orangnya menyebutkan nomor saya segala loh. Dan memang benar itu nomor saya. Saya jadi berpikir bahwa nomor saya ini nomor daur ulang. Tapi kenapa bisa dalam waktu berdekatan gitu ya. Maksud saya kalau pemilik nomor saya sebelumnya adalah orang Prabumulih, dan nomor ini didaftarkan dalam pengajuan listrik, lalu tak aktif, alangkah cepatnya nomor ini didaur ulang oleh Telkomsel?

4. Disangka Teman TKW
Ada nomor asing menelpon saya disangka teman seorang TKW. Ya ampun apa-apaan ini.

5. Disangka Teman Seseorang
Kalau ini sih saya tahu-tahu dapat pesan instant whatsapp dari seseorang tidak dikenal. Dikiranya siapanya gitu. Padahal sih ya sama sekali tidak tahu. Pernah juga ditelpon, tapi saya bilang tidak kenal.

6. Dibilang Nomor Saya adalah Nomor Seseorang yang Sedang Menelepon
Kalau ini kejadian jaman kuliah dulu ditelpon seseorang yang mengaku pemilik nomor saya. Lah kok bisa? Saya tidak percaya karena saya jelas-jelas beli nomor baru. Tak tahu apakah jaman dulu juga daur ulang nomor ya. Lagian apa pentingnya coba telpon nomor yang pernah jadi nomornya, kalau memang benar nomornya? Mau apa?

7. Ditelpon Akrab Disangka Orang Dikenalnya
Pernah nih tiba-tiba ada yang menelepon, eh laki-laki. Dia bilang hai bla bla bla ini nomorku yang baru. Akrab gitulah seolah memang seorang yang penting atau spesial mungkin. Lalu saya bilang, kamu siapa? Dia balik tanya saya siapa. Terus langsung dia matikan. Hihi. :)

8. Di-SMS Ngajak Kenalan
Ini awalnya orangnya sms berkali-kali ngasih perhatian gitu kali ya ala-ala abege hehe. Ini siapa sih pikir saya. Kok sms terus ya. Saya balas dan akhirnya mengaku dia siapa. Tapi saya tetap merasa tidak kenal. Tidak pernah punya kenalan atau teman dengan nama demikian berasal dari wilayah yang dia sebutkan. Lama-lama eh ternyata dia mau ngajak kenalan lebih lanjut. Ya ampun. Dan akhirnya juga ketahuan kalau dia dapat nomor saya sewaktu saya membuat kacamata di sebuah optik. Nah dia ini adalah orang yang membuat kacamata saya. Ya Allah Ya Rabbi, memang tak disangka-sangka ada-ada saja ya. Hehe

Oke, ini beberapa saja yang saya ceritakan. Jadi kalau dulu saya terima telepon nomor asing saya angkat ya karena takutnya penting dari orang yang saya belum punya nomornya di kontak. Tapi sekarang, belajar dari pengalaman-pengalaman nyebelin itu, saya cenderung tidak mengangkat biar lebih aman. Kalau memang benar penting atau mendesak, jika telpon tak diangkat, akan konfirmasi sms orangnya. Gitu saja pikiran sederhana saya.

Pegal jari-jari saya mengetik tema ini. Hihi. Semoga ada hikmah yang bisa dipetik. Yuk Share! :)

Friday, January 27, 2017

Terlalu Jujur? No!

1/27/2017 02:23:00 PM 7 Comments



Apakah kamu merasa sebagai orang yang jujur? Ya mungkin ga perfect jujurnya tapi paling tidak termasuk cenderung ke jujur.

Pernahkah kamu merasa kalau terlalu jujur itu malah ga baik? Mungkin dari kamu ada yang menjawab, "Loh kenapa?" atau ada juga yang menjawab, "Ya iyalah. Namanya sesuatu itu jangan terlalu. Yang sedang-sedang sajalah."

Well, kenapa saya menulis tema ini. Pastinya karena saya merasa sendiri. Terkadang memang lebih baik jangan terlalu jujur. Bukan berarti ga jujur ya. Tapi yang saya tekankan adalah jangan "terlalu". Kenapa? Karena saya pikir ketika saya percaya dengan seseorang dan jujur berkata apa yang ada dalam pikiran saya, apa yang pernah saya pikirkan, rupanya malah efeknya tidak baik.

Saya jadi merasa memang terkadang ada hal-hal yang cukup saya simpan menjadi rahasia saya sendiri. Tak perlu saya ungkapkan kepada orang lain. Jika ternyata di akhir membawa efek ga baik.

Kalau tahu bakal ga baik sih mana mungkin bakal diceritakan ya. Karena tidak tahu masa depan seperti apa makanya kita mengambil resiko baik perkataan maupun perbuatan yang kita lakukan di masa sekarang.

If I could turn back the time...

Mungkin ada yang bertanya, memang masalah apa sih sampai sebegitunya?

Friendship! Hampir saja hilang satu sahabat karena keterlaluannya saya. Terlalu jujur. Oh God...
*crying

Saya memang suka dengan kejujuran. Dan sahabat saya juga begitu. Jadi kami ini setipe. Tapi tanpa sadar, saya keterlaluan jujur mengungkapkan pemikiran saya tentang dia yang pernah lewat begitu saja. Sebenarnya bagi saya hal tersebut hal normal. Tiap orang pernah punya pemikiran buruk kan? Presumably.

Tapi bagi dia, ternyata bukan hal normal melainkan weird thing. Sumpah saya ga pernah kepikiran sejauh itu. Ga pernah kepikiran kalau pemikiran saya itu weird. Dan kalau begitu, saya juga weird donk sebagai personal? I feel bad about myself.

Dari situ, dia menyimpulkan bahwa saya tidak pernah bisa percaya padanya. Padahal seingat saya tak pernah ada sekalipun kalimat saya yang menyatakan persis saya tak pernah bisa percaya ataupun sekedar mengindikasikan seperti itu. Saya tantang dia membuktikan, dia pun ga bisa.

Dan berakhir pada kesimpulan dia ingin mundur dari persahabatan. Saat itu saya belum terima. We end our friendship like this? Why? Setelah beberapa adu argumen, well, kami tetap lanjut berteman. Dia minta jangan membahas hal yang sensitif seperti itu lagi.

Ok, untuk sementara ini saya iyakan. Tapi sepanjang hari ini saya terus berpikir apakah memang lebih baik untuk diakhiri saja. Bukan dia yang pergi, tapi saya yang pergi.

Sudah terlintas dua skenario kalimat yang ingin saya sampaikan ke dia. Oh God...

Jika saya berpikir bahwa segala sesuatu terjadi atas seijin-Mu, rasa-rasanya hmm... ga bisa ngomong apa-apa... Ngerasa bangetlah bahwa ada yang mengatur hidup saya. Siapa yang menggerakkan saya mengungkapkan pemikiran saya kalau bukan Engkau?

Tentu perselisihan ini terjadi atas seijin-Mu. Tak pernah terlintas sedikitpun bakal terjadi karena sebelumnya kami baik-baik saja. Pernah sekali kami berselisih adu argumen but then i was the one who apologized. Sempat terasa aneh saat mau komunikasi lagi tapi kemudian dia yang lebih dulu menyapa. Lalu kami kembali akrab.

Sebagai orang yang jarang sekali terlibat konflik, hal-hal seperti ini sangatlah mengganggu kehidupan pribadi saya. Terutama pikiran. Kerjaan? Ya, ikut terganggu juga jadi ga konsentrasi. 

Memang sepenting itu? Iya buat saya. Orang lain mungkin berbeda.

Cukuplah membuat banjir air mata. Hehehe. Sehingga saya pun terpikir kalau saya terlalu sensitif saking mudah menangis. Meski ada yang bilang bahwa mudah menangis adalah pertanda memiliki hati yang lembut. Hati yang lembut akan mudah menerima kebenaran dibanding hati yang kaku, keras, sulit menerima kebenaran.

Entah ya, saya merasa kehilangan dia itu rasanya lebih menyedihkan ketimbang saat ada someone yang pursued then he vanished into thin air. :)

Ok, sekian cuap-cuap hari ini. Semoga ada hikmah yang bisa dipetik.



Note: For you in this story, I know you would never read this. But this is my sincere feeling about our friendship. Hope you find this post one day.

Monday, December 5, 2016

Kesal Pulsa Telkomsel Terpotong Padahal Internet Tak Aktif? Begini Caranya!

12/05/2016 04:03:00 PM 46 Comments

Kamu pelanggan Telkomsel? Tidak pakai internet tapi pulsa terpotong terus tanpa kamu sadari?

Adakah rekan-rekan yang mengalami hal yang sama seperti saya? Saya pengguna kartu Simpati Telkomsel dari tahun 2010. Pada awalnya saya memang menggunakan paket internet dengan kartu tersebut. HP yang saya gunakan adalah Samsung Galaxy S1. 



Permasalahan

Pada tahun 2015 tepatnya november saya berhenti menggunakan paket internet di HP tersebut karena saya beralih ke tablet. Yang sering saya rasakan adalah saya heran mengapa pulsa saya cepat sekali habis. Padahal saya tidak pakai macam-macam. Paling cuma SMS. Tak pernah lagi internetan. Paket data juga sudah saya matikan. Dan saya mengisi minimal 50 ribu. Keseringan 100 ribu. 

Tanda tanya kan? Ke mana pulsa saya? Memang, semenjak tak aktif internet, tiap hari ada SMS dari 3636 begini:

Saat ini anda menggunakan internet dengan tarif normal. Untuk tarif lebih hemat, beli paket flash melalui *363# atau http://tsel.me/n1s

Lalu kecurigaan saya ada pada sms tersebut. Walau saya belum pernah mengecek langsung sebelum dan setelah ada sms tersebut masuk. Selain itu, cukup mengganggu sih karena tiap tengah malam itu sms berdering. 

Kenapa saya curiga dari sms tersebut, Saya tidak pakai koneksi internet 3G/HSDPA lagi. Pilihan di HP saya hanya ada 2G (tidak ada pilihan non aktifkan mobile data seperti di tablet). Jadi saya pilih 2G siapa tahu bisa mengatasi hal tersebut. Tapi kenyataannya ya pulsa tetap cepat sekali habis padahal tidak pakai internet sama sekali. Sebal? Iya banget!

Baru saja, saya ngobrol dengan teman kantor, dia bertanya apakah saya mengalami dapat sms 3636 tadi. Wah ternyata saya tidak sendirian. Dia bilang, kalau pakai HP yang memang tidak ada fasilitas internet seperti HP Nokia jaman dulu yang cuma bisa sms dan telpon, tidak ada. Tapi begitu ganti HP yang ada fasilitas internet jadi begitu.

Caranya?

Lalu saya googling. Cari nomor pelanggan Telkomsel. Setelah itu teman saya yang telpon ke:

0807 1 811 811

Hasilnya adalah penonaktifan GPRS. (Lah coba dari mana tahu harus begitu caranya.  Setahu saya paket data sudah off. Tepok jidat.) Caranya?

Tekan *363*212# call

atau

SMS ke 3636 dengan format GPRS spasi OFF

Lalu saya mencoba yang cara pertama. Muncul tulisan apakah akan menonaktifkan GPRS. Tekan 1 (lanjut). Setelah itu dapat SMS berbunyi:

Terima kasih, permintaan penutupan akses GPRS Anda berhasil diproses.

Dan sinyal 2G pun hilang.

Bagi teman-teman yang merasa dirugikan sama seperti saya, boleh coba cara di atas. Semoga bermanfaat. :)

Wednesday, November 9, 2016

Cara Membuka File Epub di Android

11/09/2016 08:26:00 PM 0 Comments


Kamu-kamu penggemar novel pasti sudah tahu dong file epub? Yang hobi baca ebook biasanya nih koleksi file-nya banyak kan. Kalau pdf pasti sudah kenal semua. Nah, selain pdf ada file lain lagi yaitu epub.

Epub merupakan singkatan dari electronic publication. Epub sebenarnya bukan ekstensi file baru karena epub sudah ada sejak tahun 2007. Sampai saat ini sudah rilis hingga versi 3.

Kamu tidak perlu bingung untuk membuka file ini. Jika kamu pengguna android, banyak aplikasi playstore untuk membuka. Nah, yang mau saya rekomendasikan adalah aplikasi android Cool Reader.

Kenapa Cool Reader? Simpel saja karena saya juga pakai itu. Menurut saya aplikasinya cukup bagus.



Menunya ada banyak. Bisa search kata. Untuk melihat halaman per halaman tinggal geser layar sentuh kamu.


Tampilan halaman 

Membaca ebook novel jadi mudah. Bisa di mana saja tidak perlu berat membawa buku.

Monday, November 7, 2016

Cara Mengupas Buah Delima (Pome Granate)

11/07/2016 09:45:00 PM 0 Comments


Siapa yang tak kenal buah delima? Sebutan bahasa Inggrisnya pome granate. Buah yang sangat cantik penampakannya dari luar. Pink kemerahan dan bulat besar mulus. Ada mahkotanya di atas. Begitu dibuka kulitnya, eh, isinya biji semua. Tapi warna merahnya itu bikin ngiler (saya bilang merah karena belinya yang merah, varian lain ungu dan putih). Persis batu permata. Eh, batu permata yang mirip delima kali ya makanya disebut batu delima. Hehe.

Jadi, ceritanya sore tadi saya jalan ke Hypermart Bengkulu. Di bagian buah saya lihat ada 2 rak buah delima. Langsung deh saya beli satu. Niatnya pengen mencoba karena saya belum pernah makan. Sekedar tahu saja ada buah delima. Dari dulu saya sering lihat padahal tapi saya tak tahu kalau itu delima. Saya pikir itu buah apaan sih. Buah atau sayuran? Saya kira itu yang sering jadi sesaji ritualnya orang China pas sembahyang. Hehe.

Memang bukan buah asli Indonesia sih jadi wajar ya kalau belum tahu. Ini buah asal Iran. Tapi banyak berkembang di China (tuh kan apa kata saya tadi) dan Asia Tenggara.

Hayo siapa yang belum pernah makan juga?

Harga?
Ternyata harganya cukup mahal ya. 1 kg harganya 79.900 rupiah. Saya beli 0,448 kg seharga 35.795 rupiah. Beli satu saja buat menghilangkan penasaran sih.



Cara mengupas?
Pikir saya, ini gimana cara ngupasnya. Pasti butuh pisau buat motong. Ok, saya siapkan pisau. Bagaimana caranya?

Cara motong apa saja tidak masalah sih bagi saya. Tidak prinsip. Yang penting tujuan akhir tercapai. Si biji-biji delima bisa dinikmati dan tidak rusak.

Cara 1. 
Potong bagian kulit atas yang ada mahkotanya melingkar. Jangan kena biji. 
Buat guratan-guratan dengan mengiris kulit sesuai jumlah kulit tipis dalam delima. Persis durian dalamnya.
Tarik kulit potongan-potongan tadi.
Biji delima tak rusak dan bisa langsung dinikmati.

Di belah 2 horizontal
Tampak guratan kulit tipis seperti durian
Ada polanya


Cara 2. 
Belah delima jadi dua secara horizontal dengan pisau.
Satu belahan, renggangkan kulitnya lalu balik sehingga kulit di atas dan biji menghadap tangan. Pukul-pukul sehingga bijinya rontok di tangan kita. Sediakan alas untuk menampung biji yang jatuh.

Penampakan biji lebih dekat

Cara 3.
Belah dua horizontal dengan pisau.
Satu belahan, belah manual dengan tangan.  Ikuti garis kulit tipisnya. Tidak keras kok ternyata. Biji delima bisa langsung dimasukkan ke mulut seperti makan anggur.

Biji menggerombol sangat menggoda apalagi warnanya merah. Nyam nyam.


Cara makan?
Langsung dimakan dengan bijinya. Segar. Bijinya tidak keras kok. Mau dibuat jus atau campuran es buah juga bisa. 

Rasa?
Manis-manis asam. Agak sedikit aneh aromanya. Mungkin karena belum terbiasa sih tapi segar kok karena saya penyuka buah asam. Jadi bisa saya nikmati.

Manfaat?
Daging buah mengandung vitamin A, C, E, asam folic, ion kalium. Biji mengandung flavonoid, sejenis antioksidan. Buah ini bermanfaat untuk kesehatan dan kecantikan.

Yang belum, yuk coba... 😊





Sunday, November 6, 2016

Cara Mengecek Broken Link di Blog

11/06/2016 05:33:00 PM 0 Comments
Dua hari lalu saya baru saja mengecek broken link di blog ini. Ternyata ada banyak! Ya ampun sempat bikin saya frustasi. (Haha lebay dikit).

Memang sudah bertahun-tahun saya tidak pernah mengecek kesehatan blog ini. Kalau banyak ditemukan bad request 400, not found 404, itu pertanda blog tidak sehat kan? Siapa yang suka berkunjung ke blog demikian? Contoh simpel saja, sewaktu saya klik sebuah link situs di google search ternyata not found 404, otomatis saya tutup itu situs dan cari yang lain. Kalau posisinya ada di blog kita, rugi kan kita sebagai blogger tidak jadi dapat visitor. Selain itu terkesan kalau blog tidak terurus dan jauh dari kata profesional serta kurang bermutu.

Penyebab dan cara mengatasi broken link?

Kalau saya pelajari kasus di blog ini di antaranya:

1. External link
Ternyata ada banyak sekali external link di blog ini terutama posting lawas. Kebanyakan external link sudah tidak valid ketika dibuka. Kemungkinan link sudah dihapus pemiliknya atau ganti alamat. 
Cara mengatasi: dihapus saja

2. Internal link
Sering saya memberi tautan dari satu post ke post lainnya. Ternyata ada kesalahan penulisan. Kalau seperti ini murni kesalahan saya.
Cara mengatasi: perbaiki link atau dihapus saja

3. Link di 'edit html'
Rupanya ada juga kesalahan di link edit html. Seperti pada menu navigasi ternyata saya ada kesalahan penulisan link di edit html sehingga muncul 404.
Cara mengatasi: perbaiki link

4. Perubahan judul post
Ini yang sempat bikin saya pusing. Saya tidak paham letak kesalahan ada di mana. Saya cari di edit html tidak ketemu tapi di report 404 di 2 posting saya ada. Setelah saya telusuri ternyata saya pernah merubah judul dan tanpa saya sadari link judul berubah sehingga muncul 404. 
Cara mengatasi: buka edit post sesuai judul lalu perbaiki link judul di sisi kanan post.

5. Video youtube - hapus link saja

Cara mengecek?

Berhubung saya pengguna blogger dan belum ada plugin untuk mengecek maka saya pakai situs pihak ketiga.

1. Broken link check (www.brokenlinkcheck.com)
Ada 30 broken link yang bikin stres. Di antara penyebabnya nomor 1-4. Situs ini cukup baik untuk mengecek broken link yang memang link-nya langsung tampil di blog. Tapi tidak semua terdeteksi. Soalnya external link yang sudah tak valid masih ada yang terlewat dari situs ini jadi ada yang saya hapus langsung setelah saya tes link-nya karena saya ingat posting apa.

2. Dead link checker (www.deadlinkchecker.com)
Setelah brokenlinkcheck, saya pakai ini untuk melengkapi. Ternyata masih ada yang terlewat dari brokenlinkcheck. Ditemukan bad request untuk link youtube (penyebab nomor 5). Memang saya buat link youtube di beberapa posting tapi entah kenapa di template yang baru ini tidak mau muncul di preview. Ternyata deadlinkchecker bisa mendeteksi. Selain itu, masih ada sisa 2 bad request 404 yang tidak bisa saya temukan source-nya. Karena saat saya buka sourcenya mengarah ke alamat blog saya dan tentu saja bisa dibuka tak ada masalah. Jadi saya biarkan. 



3. V3 aligator
Saya coba ini juga tapi untuk situs ini lebih ke webmaster kali ya. Banyak error edit html yang kodenya duplikat misal sehingga melanggar pedoman robot.txt. 
Saya tidak begitu mengerti dan malas ribet jadi saya biarkan dulu.

4. Dr link check
Sayangnya cuma bisa 1000 link per blog. Padahal link blog saya lebih dari 1000.

Ok, sekian sharing saya hari ini.






Trik Cara Bermain Rubik Cube 3x3 untuk Pemula

11/06/2016 02:32:00 PM 0 Comments


Siapa yang tak kenal permainan satu ini? Rubik cube merupakan sebuah permainan yang sangat digemari baik anak-anak maupun dewasa di seluruh dunia. Rubik diciptakan oleh Erno Rubik, seorang arsitek asal Hungaria secara tak sengaja. Kenapa tak sengaja? Awalnya beliau bermaksud membuat alat peraga tiga dimensi untuk memudahkan mahasiswanya memahami materi tapi tak disangka justru sebuah permainan mendunia yang tengah beliau ciptakan. 

Rubik original karya beliau adalah rubik 3x3. Meskipun banyak sekali modifikasi rubik dari 4x4, 5x5, 6x6, 7x7 dan seterusnya, pyraminx, megaminx dan lain-lain, namun rubik 3x3 tetap menjadi yang terfavorit hingga saat ini. Kompetisi tingkat dunia pun diselenggarakan tiap tahun. Rekor dunia tercepat untuk rubik 3x3 tahun 2016 adalah 5,25 detik (kalau ga salah). Wow! 

Berapa rekor kamu?

Siapapun yang bisa menyelesaikan rubik itu kesannya smart, jenius, keren, cakep. Benar tidak sih? Hayo ngaku... hihi

Walaupun tak tahu yang sebenarnya jenius atau tidak, smart atau tidak tapi kalau bisa main sih keren ya? Apalagi cuma sekian detik. Kok bisa? Bisa donk. Mereka latihan dari kecil. Sudah hapal itu letak-letaknya. Formulanya. Bahkan ada yang dengan mata tertutup. 

Sebagian artis terkenal saja bisa loh. Sebut saja Luhan mantan anggota boygroup Korea Selatan, EXO. Bahkan Si Amir Khan aktor India pemeran film Three Idiots itu pun bisa loh saya pernah nonton di youtube. Wow sempat ya?

Saya saja pernah coba main punya keponakan saya, puyeng. Ini gimana sih kok susah amat. Haha. 

Kali ini saya sengaja membuat posting bertema rubik bertujuan untuk mengajak kamu belajar main rubik. Silahkan tonton tutorialnya di youtube ada banyak. Kok tutorial segala? Iya, karena ada formula khusus alias algoritma dalam menyelesaikan rubik di tiap ukuran yang berbeda-beda. Dan yang menjadi basic-nya adalah ukuran 3x3.

Apakah saya sudah bisa? Iya, walaupun masih pemula. Masih nyontek-nyontek algoritma haha. Saya belajar niatnya karena penasaran ingin bisa. Ingin mengajari keponakan saya (dan my future babies 😊). Jadi saya tidak ada niat ikut kompetisi ataupun biar kelihatan smart. Buat apa? Wong saya bukan abege lagi. Hehe.

Biarpun saya pemula, saya sudah punya satu murid loh. Rekan sekantor saya. Hihi. Niat dia belajar sangat mulia loh. Katanya nih biar dibilang keren sama anak gadisnya. Pastinya ya dia ingin mengajari anaknya itu. Rubik saya masih dipinjam tuh saat nulis ini.

Rubik yang bagus seperti apa?
Rubik yang beredar di pasaran didominasi merk China seperti Yongjun, Moyu dll. Tak masalah sih buat saya yang penting harga terjangkau dan barangnya bagus. Bagus itu seperti apa? Kalau pengalaman saya sih yang licin putarannya, semua sisinya halus, tidak kasar, enteng, tidak longgar, tidak mudah pop out, stiker tak mudah copot. Yang non stiker ada tapi lebih mahal.

Beli di mana?
Cari di toko mainan biasanya ada. Kalau tidak, cari online banyak. Di Shoppee atau Tokopedia banyak yang jual.

Bocorannya donk cara mainnya gimana?
Ok, saya kasih ringkasannya ya. Ini cara pemula. Lebih jelasnya belajar di youtube untuk algoritmanya.

1. Hapalkan posisi ke-6 warna sisi kubus yang berbeda. Biasanya posisi warna tak berubah. Misal jika kita ambil warna putih sebagai base ada di bawah, maka atas adalah kuning. Kemudian berurutan sisi samping berlawanan jarum jam adalah merah (menghadap kita), hijau, orange, biru. Merah berlawanan dengan orange, dan hijau berlawanan dengan biru.

Selesaikan layer per layer (ada 3 layer)
2. Buat satu sisi putih jadi (otomatis satu layer paling bawah jadi). Bisa dengan diputar-putar saja sendiri karena saya berhasil bikin satu sisi putih tanpa algoritma atau kalau kesulitan bisa dengan panduan berikut.
Buat cross x atau tanda plus pada sisi putih. Diputar-saja sendiri pasti bisa. Selesaikan keempat sudut putih. Ada algoritma untuk sudut biar mudah.

3. Selesaikan layer 2 pakai algoritma.

4. Selesaikan sisi paling atas layer 3 jadi (kuning) tanpa memperhatikan layer 3 yang belum jadi. Pakai algoritma.

5. Selesaikan layer 3. Pakai algoritma.

Nah, mudah kan?

Karena penasaran, saya sudah coba juga (dan berhasil tentunya)
yang 4x4 dan 5x5 serta tetraminx (diamond sering disebutnya kalau orang barat) dan trajber octahedron. Mau yang 6x6 tapi mahal sangat ya tuhan seperempat juta. Wow. Apalagi ke atas-atasnya. Makin tak terjangkau. 

Target selanjutnya ingin belajar pyraminx, megaminx, square 1, skewb, rubik snake. ☺

Modifikasi lain rubik masih banyak sih kalau memang kamu penggemar puzzle. Asal duitnya juga ada. 😊

Picture credit to Reana

Bosan Jadi Pegawai?

11/06/2016 09:41:00 AM 2 Comments


Kamu yang menjadi pegawai, pernahkah kamu merasa bosan menjadi pegawai?

Sering terbersit dalam pikiran saya untuk mengakhiri status sebagai pegawai. Dengan alasan bahwa saya ingin bebas. Tidak ingin terikat aturan. Tidak ingin diatur. Tidak ingin mengatur. Saya yang mengatur diri saya sendiri. Saya bisa fleksibel melakukan apapun yang saya mau. Saya juga tetap bisa menghasilkan uang tanpa harus terikat jam kerja. Saya bisa kerja di mana pun dan kapan pun. Tidak harus di kantor.

Apakah saya terlalu naif? Banyak loh yang menginginkan posisi saya sekarang.

Apakah juga ini pertanda saya kurang bersyukur? Banyak loh di luar sana yang kesulitan mencari pekerjaan/nafkah.

Timbulnya niat pasti karena didukung sesuatu hal yang menyebabkan. Betul. Banyak hal yang saya lalui dan alami selama menjadi pegawai 6 tahun 6 bulan ini. Dari adaptasi hidup di wilayah pelosok kabupaten baru, 7 jam dari ibukota propinsi yang minim fasilitas, adaptasi hidup dengan orang-orang berbeda karakter dan latar belakang yang silih berganti, pergantian kepemimpinan, pergantian kebijakan dan aturan, sulitnya hidup jadi perantauan yang tidak ada sanak saudara mengajarkan saya untuk tidak ambil pusing memikirkan di manakah tempat singgah sehingga saya terbiasa menginap dari satu hotel ke hotel lain, dsb. Lelahnya perjalanan sekedar hanya ke ibukota seringkali membuat batin saya menangis. Tujuh jam perjalanan dengan biaya yang tidak sedikit itu seringkali membuat saya mabuk dan masuk angin. Sebenarnya saya sudah tidak tahan lagi tapi saya harus bagaimana?

Mungkin, kecuekan saya inilah yang telah membuat saya bertahan dengan kondisi apapun yang saya alami hingga saat ini. Saya tidak mau ambil pusing. Sesulit apapun yang terjadi, ya sudahlah jalani saja. Mungkin hati ini pedih ketika mengalami hal-hal yang tidak mengenakkan namun begitu waktu berlalu, ya sudahlah akan biasa kembali. Mungkin karena sudah terbiasa sehingga kulit sudah tebal. Telinga sudah tebal. Meski sudah terlupa seiring waktu, namun tetap singgah dalam memori. Tidak terhapus.

Ya Allah, tunjukkanlah saya jalan keluar yang baik... Aamiin...


Note: tulisan ini sudah ada di draft dari 27 november 2014.




Wednesday, October 26, 2016

Designer Origami

10/26/2016 01:48:00 PM 0 Comments


Designer Origami adalah buku Michael Gardiner yang saya beli bersamaan dengan buku Everything Origami. 

Harga?
195 ribu rupiah

Kemasan?
Hard cover tebal, jilid spiral, dan kertas dalamnya mengkilat. Cantik!

Bonus?
Ada. Origami square paper 80 sheets size 20x20, 15x15, 7,5x7,5 cm polos dan motif.

Content?
Jewelry, fashion, decoration, lighting, display.

Designer Origami menceritakan tentang origami dari sudut pandang yang lebih luas. Origami bukan hanya seni melipat dengan media kertas sebagaimana anggapan pure origamist, melainkan origami di masa kini sudah meluas medianya dengan penggunaan kain seperti di dunia fashion yang dikenal dengan origami fashion, penggunaan plastik, bahan tambahan lem hingga muncul istilah techno origami.

Pada masa lampau origami murni berasal dari intuisi dan kreativitas seseorang, namun kini telah ada logaritma dan software origami. Sebuah desain origami bisa dituangkan modelnya ke dalam software yang hasilnya berupa model garis-garis yang tercetak di  kertas sehingga kita tinggal melipat mengikuti garis. Semakin dipermudah bukan?





Sadar atau tidak, ketika bermain origami berarti kita sedang bermain matematika. Dalam melipat kertas seringkali kita menggunakan berbagai sudut seperti 90, 45, dll. Matematika juga menjadi basis pembuatan software origami.

Buku ini menampilkan desain yang lebih rumit dilihat dari diagramnya.

Bagian yang menarik perhatian saya di buku ini adalah lighting.  Di bawah ini adalah contoh beberapa desain.


Liminal lamp

Twist lamp

     

Darren's lantern

Kusudama light

Tachi lamp

Mau buat aplikasi origami ke desain baju? Bisa!

Origami meluas pengaplikasiannya bukan hanya untuk dekorasi tapi bisa juga ke desain baju. Lipatan di rok misal yang biasa dikenal pleated merupakan salah satu contoh aplikasi origami. Di buku ini dibahas mengenai desain pembuatan lipatan pada baju yang pastinya menggunakan hitungan matematika.


Mau buat pajangan? Bisa!

Kita bisa membuat pajangan dengan origami loh. Di bawah ini contohnya. Ditambah sedikit kreativitas, bentuk hewan seperti kangguru ataupun tupai bisa jadi pajangan menarik apabila ditambahkan kayu penyangga misal kemudian dibungkus dalam kotak kaca. Letakkan di meja kerja.





Di buku ini juga ada installment gedung menggunakan ide origami loh. Ternyata banyak sekali manfaat yang diperoleh dari origami. Dan tentunya hasilnya adalah sesuatu yang kreatif dan unik.

Tidak rugi belajar origami. Apalagi jika diajarkan ke anak-anak untuk merangsang ide kreatifnya.

Ok, demikian ulasan dari saya tentang Designer Origami. Semoga bermanfaat. :)

Cerita Hati Tersentuh Kebaikan Sebuah Jamaica

10/26/2016 01:16:00 PM 0 Comments


"Semudah itu? Iya. Semudah itu. Saya terpikir kejadian pagi di mana tak ada satupun dari mereka yang menawari saya, bukan untuk minta gratisan ya tapi..."


Pagi ini saya tersentuh satu hal. Bukan hal besar, melainkan hanya satu hal kecil. Mungkin dari judul tulisan ini sudah bisa ditebak. Jamaica...

Kamu pasti kenal jamaica. Ini bukan tentang sebuah negara bernama jamaica. Bukan pula seseorang bernama jamaica. Tapi hanya sebuah jambu berwarna merah tua yang penampakannya mirip sekali jambu bol namun juga setengah jambu air jika kamu lihat sisi bawahnya.

Ketika saya sedang berada di ruang sebelah (kantor), tiba-tiba datang seseorang dari luar kantor (bukan pegawai kantor) membawa satu kantong kresek jamaica. Seorang pegawai perempuan menyambutnya. 

"Wah, apa itu?" tanya saya.
Saya lihat penampakannya dari luar kresek seperti jambu bol. Jadi teringat masa pulang kampung idul adha lalu saya bilang ke teman karib saya kalau saya pengen jambu bol. Saya teringat pohon jambu bol di depan rumah saya yang kini sudah ditebang (saat saya tak ada di rumah). Lalu teman saya cerita kalau dia dulu malah ngidam jamaica sewaktu hamil. Teman saya menyarankan mampir di pinggiran jalan menuju Kota Bandar Lampung karena biasanya ada yang jual jamaica.

"Beli mbak kalau mau, 1000 dapat 3 buah," jawab teman yang membeli di kantor tadi.

Saya pun melihat-lihat isi kreseknya karena penasaran. 

"Beli di mana?" tanya saya tertarik.

"Pesan..." jawabnya.

"Wah, ga bilang-bilang."

"Ini punya A, B, C, D" katanya.

Wah, sudah pesanan semua ya. Padahal saya pengen mencicipi satu saja. Mupeng. :(

Di kresek tadi saya lihat yang tidak dibungkus kresek di dalamnya sekitar dua atau tiga tapi sudah terlalu matang nampaknya sudah kurang cantik penampilannya. Bonus? Entahlah.

"Beli punya C saja satu," timpal salah seorang yang lain di ruangan itu. C tak ada di ruangan.

Kenapa nawar-nawarkan punya orang? Jelaslah saya tak mau seperti itu. 

Saya kembali ke ruangan saya. Tak lama kemudian, dua orang ribut-ribut mau membayar pesanan jamaica. Wah ternyata orang di ruanganku juga membeli. Kenapa saya tak tahu informasinya padahal saya standby.

"Kok ga bilang-bilang sih," kata saya.

"Ada, kemarin si E ke sini nawarin siapa yang mau beli," jawab salah seorang yang beli.

"Masa sih? Kok aku ga tau ya," jawabku.

"Oh mungkin kamu ga paham pas dia ngomong karena pakai bahasa Kaur."

"Oh iya kali ya." 

Glek. Memang, sejak 5 bulan kepindahan saya di tempat baru ini yang bahasa sehari-harinya bahasa daerah sini, saya banyak tidak paham apa yang orang kantor cakapkan. Wew :(

"Mau? Ini ibu kasih satu." Seorang ibu yang juga beli menawari satu buah buat saya sambil meletakkannya di atas meja saya.

"Saya beli satu ya, Bu!" kata saya.

"Nggak usah. Kayak apa aja." Si Ibu menolak.

Saya terus menawar tapi Si Ibu terus menolak. Saya terima si jamaica dan tak lupa berterima kasih.

Di depan komputer pikiran saya melayang. Entah kenapa saya tersentuh dengan kebaikan SI Ibu. Semudah itu? Iya. Semudah itu. Saya terpikir kejadian pagi di mana tak ada satupun dari mereka yang menawari saya, bukan untuk minta gratisan ya tapi saya beli satu saja cukup. Sementara Si Ibu yang belakangan hadir justru memberi saya cuma-cuma. 

Apakah karena Si Ibu sudah lebih tua sehingga keegoan sudah menyusut? Atau karena memang sudah watak Si Ibu yang baik? Murah hati?

Yang jelas, saya melihat satu sisi kebaikan dari Si Ibu. Oya, ibu ini yang pergi bersama saya ke dokter gigi tempo lalu. Bahkan mengantar jemput saya. Baca ceritanya di sini.

Ibu, terima kasih. Tak peduli apa kata dunia tentangmu berhembus ke telingaku, aku tetap bisa merasakan sisi baikmu. Semoga Allah yang membalas kebaikanmu. Aamiin.



Monday, October 24, 2016

Everything Origami

10/24/2016 12:54:00 PM 0 Comments


Buku yang saya pesan sudah sampai kemarin tanggal 21 Oktober 2016. Buku berjudul Everything Origami ini merupakan buku berbahasa Inggris yang dikarang oleh Michael Gardiner asal Australia. Buku impor pertama yang saya beli. :)

Beli di mana? Harga?
Saya beli bukan di Amazon tapi di Chrisander Book via Shoppee.com seharga 158 ribu rupiah. 

Alasan?
Alasan saya beli buku ini tentu karena saya mulai tertarik origami. Saya ingin belajar langsung dari buku. Ingin tahu isi buku origami itu seperti apa.

Buku lokal kan banyak, kenapa beli buku impor?
Betul, saya sudah cek di Gramedia ada banyak sekali. Tapi saya penasaran ingin tahu buku pengarang luar seperti apa. Karena pengalaman saya beli buku lokal merajut crochet, ternyata saya tidak paham. Akhirnya saya belajar dari blog orang USA dan saya paham, saya jadi bisa membaca pola crochet.

Di youtube kan banyak juga video origami kenapa beli buku mahal? 
Iya saya juga belajar dari youtube. Tapi buku tetap jadi salah satu alternatif bagus buat saya. Dari buku saya bisa lihat pola-polanya. Membaca pola desain. Kalau di youtube adalah prakteknya. Sama halnya ketika saya belajar merajut langsung lewat youtube, apakah saya bisa? Tentu saja bisa langsung praktek mengikuti contohnya. Tapi, saya tidak bisa membaca pola jadinya. Di buku, saya dapat ilmu yang tidak saya peroleh di video youtube.

Di app android juga banyak kan?
Betul! Setelah saya coba install beberapa apps, rata-rata isinya mirip dan juga modelnya terbatas serta simpel. Isinya cuma gambar tak ada penjelasan tentang desain modelnya bagaimana cara membaca/memahami gambar karena ada simbol-simbol yang secara detail ada penjelasannya di buku. Untuk model yang lebih kompleks seperti kusudama, buku masih menjadi alternatif bagus.

Kemasan?
Everything Origami memiliki hard cover tebal dan dijilid spiral. Bagus!

Bonus?
Ada. Kertas origami square 24 sheets.



Content?
Decoration and flower, traditional, practical boxes, toys, animals, geometri. 

Buku ini menceritakan tentang sejarah, bagaimana cara melipat, simbol-simbol dalam melipat, tipe-tipe lipatan, jenis-jenis kertas dan link origami internasional. Berikutnya adalah contoh-contoh desain beserta cara membuatnya.

Kenapa pilih buku ini?
Tak ada alasan khusus. Random saja saya pilih ini. Mencari yang isinya lumayan lengkap.

Origami kan dari Jepang, kenapa tak pilih pengarang asli Jepang?
Saya memang mencari bukunya Tomoko Fuse, tapi tidak nemu yang ready stock di Indonesia. Harus online shopping di Amazon dll. Padahal saya pengen cepat. Mumpung hasrat masih menggebu-gebu. :)

Kesan?
Beli buku tidak selalu sesuai dengan harapan apalagi kalau belinya online. Seringkali harapan terlalu tinggi sehingga jadi kecewa begitu barang sampai di tangan. Ok, kalau menurut saya buku ini masuk kategori lumayan. Bintang 4 dari 5.

Origami kan cuma seni melipat kertas, apa manfaat origami dalam kehidupan?
Memang kelihatannya cuma melipat kertas, tapi ada manfaatnya juga loh. Pada umumnya untuk dekorasi. Origami animal misalnya bisa untuk diajarkan ke anak-anak (my future babies :)). Mengajari anak jadi kreatif. Karena keterampilan seperti ini tidak didapat di sekolah.

Setelah saya lihat-lihat dan baca-baca, sepertinya saya lebih tertarik ke origami boxes dan kusudama. Pengen belajar itu karena bakal berguna untuk dekorasi saat mau bikin kado misal, mau bikin hiasan lampu (lantern) dll.




Mau buat pajangan di ruangan? Jelas bisa banget dengan origami.

Ok, sekian dulu ya review saya. Lanjut ke review buku selanjutnya.

Friday, October 21, 2016

15 Game Asah Otak Favorit di Android Gratis (Part 3 - end)

10/21/2016 09:50:00 AM 0 Comments
Lanjutan posting sebelumnya tentang games asah otak android gratis. Bagi yang belum membaca posting sebelumnya silahkan klik part 1 dan juga part 2

11. Tangram HD

Tangram ini tampaknya mudah. Hanya memindahkan segitiga berwarna berukuran kecil, sedang dan besar ke dalam gambar. Tapi tak semudah yang dikira karena tetap logika harus jalan di beberapa potongan gambar. Pilihan permainannya ada banyak mulai dari people, animal, boat, stuff, dll. Ada level reguler dan master. 





12. 100 Doors Seasons

Berhubung judulnya Doors, jadi sudah bisa ditebak game ini meminta kita membuka pintu. Cara membukanya yang tidak mudah. Seringkali tak terpikir oleh saya bagaimana caranya. Keponakan saya lebih lihai main ini daripada saya. Hehe. Ada yang dengan menggoyang-goyang hp, menghitung jumlah barang yang ada di gambar, menjatuhkan kunci tersembunyi dan lain-lain.




13. Pressed for Words

Pressed for Words ini cocok sekali buat yang suka bermain kata. Tes kemampuan vocabulary bahasa Inggris.




14. Riversi

Riversi ini disebut catur Jepang ya. Sebenarnya ini adalah game board (permainan papan) yang dibuat aplikasi di android. Ada kompetisinya tingkat internasional juga loh.






15. Checkers





Bonus Jigsaw Puzzle



Nah, selesai sudah saya review 15 games favorit versi saya. Semoga bisa jadi referensi buat kamu yang sedang mencari games asah otak gratis. Selamat mencoba! Buat yang sudah pernah main, ayo share pengalamanmu! :)

Kita punya selera masing-masing tentang games. Tak mengapa jika kamu punya opini yang berbeda dengan saya. 

Apa game favoritmu?