Follow Us

Monday, February 5, 2018

Pendewasaan Diri



Halo Readers! Saya ingin kembali berbagi dengan kalian. Ada hal menggelitik yang membuat saya ingin menumpahkan dalam tulisan ini.
Dalam hidup ini banyak sekali hal yang sudah saya alami. Di antaranya ada hal-hal yang membuat saya sejenak merenung lalu memutuskan untuk berkata "ya sudah" dalam hati maupun "belum rejeki." Dengan kata lain memilih untuk "mengikhlaskan." Tidak perlu menyalahkan siapa pun. Tak pula marah apalagi memecahkan gelas biar ramai. :)
Apakah mudah untuk melakukannya? Saya merasa ini suatu pendewasaan diri. Ketika saya merasa sudah berusaha namun ternyata ada hal di luar kontrol yang menyebabkan tidak mulus apa yang direncanakan, apa yang bisa saya katakan?

Saya terima. Memang sudah garisnya demikian hal ini itu bakal terjadi pada saya. Sungguh tak pernah terpikir akan terjadi hal-hal yang sungguh di luar kontrol saya. Terkadang justru hal yang tampak sepele yang menimpa saya secara tiba-tiba tanpa pernah terpikirkan akan terjadi namun tetap bisa dimaknai sebagai suatu pendewasaan buat saya. 

Terkadang Allah justru menguji saya dengan hal-hal yang sepele yang tak pernah terduga tersebut. Saya pun hanya bisa berdecak kagum atas kuasanya. Allahu Akbar!

Pelajaraan kehidupan rasanya tidak pernah ada hentinya datang selagi kita masih bernafas di dunia ini. Kendati baru beberapa bulan saya ada di Jakarta (kembali), sudah banyak pelajaran yang saya peroleh. Pelajaran di kampus sudah pasti ya. Hehe. Tapi selain itu juga banyak. 

Merenungi bahwa sesuatu yang terjadi pada saya adalah atas seizin Allah, sering saya sebut sebagai takdir. Bagaimana tidak ya. Saya sudah berusaha tapi terjadi hal di luar kuasa saya. Sedih sih pasti. Normal. Namanya juga manusia biasa. Tapi itu sebuah pelajaran besar untuk menjadi lebih dewasa, lebih bijak, dan lebih bisa menerima. 

Saya selalu ingat perkataan seorang sahabat bahwa jika sesuatu tidak berjalan sesuai keinginan kita, hal itu pertanda ada yang mengatur hidup kita.

Berulang kali saya mengalami hal demikian. Sehingga saya pun semakin yakin bahwa itu benar. :)


#PerempuanBPSMenulis
#MenulisAsyikdanBahagia
#15HariBercerita
#HariKe2




6 comments:

  1. Kalo berpikir begitu emang hidup jadi lebih simple ya. I have to learn.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe which one do u want to learn?

      Delete
    2. Yang ini: Merenungi bahwa sesuatu yang terjadi pada saya adalah atas seizin Allah, sering saya sebut sebagai takdir. Bagaimana tidak ya. Saya sudah berusaha tapi terjadi hal di luar kuasa saya. Sedih sih pasti. Normal.

      Kadang tuh aku masih sering mempertanyakan kenapa hal itu terjadi padaku. Terutama kalo hubungan dengan sesama manusia. Di saat kita sudah berbuat yang menurut kita cukup namun mendapat ganjaran yang berbeda dari yang kita harapkan. Di situ kadang saya merasa sedih.
      Tapi ya itulah, kalo yakin bahwa semua itu dari Allah, mungkin saya bisa lebih cepat pulih, tidak berlarut-larut sedihnya. Semoga.

      Delete
    3. wah bener banget... jangan sedih berlarut-larut. Aku juga pernah merenung kenapa aku mengalami ini itu sementara yang lain tidak. Ada yang kusebut sebagai orang yang beruntung. Enak aja jalan hidupnya. Tidak sepertiku tapi ya mau gimana lagi kalau berpikir bahwa itu sudah ketentuan dari-Nya. Itu semua nanti akan berlalu juga. Habis gelap terbitlah terang. Aamiin :)
      Semangat say!

      Delete
  2. Mbak, cantik beud tampilan blognya, saya suka. :)

    ReplyDelete

leave your comment here!