semangat menebar kebaikan lewat tulisan — merangkai kata menebar cahaya — menulis dengan hati, menginspirasi tanpa henti

Reana

Follow Us

Tuesday, April 3, 2018

Review Buku: Menjadi Kaya dan Terencana dengan Reksa Dana

4/03/2018 11:13:00 AM 2 Comments
Akhirnya selesai sudah saya membaca buku karangan Ryan Filbert yang dilabeli sebagai best seller nasional. Buku ini pertama dicetak Oktober 2013 dan yang saya baca sudah cetakan ke-9 November 2017. Sebelum saya beli bukunya, saya sudah pernah nonton channel youtube-nya sebenarnya. Kenapa juga masih beli bukunya? Buang-buang duit saja...


Ya tentu saja saya ingin mendapat ilmunya lebih dalam. Kalau membaca buku itu mendapat lebih banyak pengetahuan karena lebih detail. Kalau kamu berminat untuk investasi reksa dana, buku ini bagus untuk pemula supaya tidak tersesat.

Di buku ini dipaparkan strategi investasi reksa dana yang terdiri dari 4 macam ditambah 1 macam strategi khusus dari hasil penelitian si empunya tulisan. Di bagian lembar-lembar menuju akhir dijelaskan perbandingan antara kelima strategi tersebut khususnya di reksa dana saham. Mana hasil yang terbaik (yang memberikan return terbesar) bisa dilihat di bukunya langsung ya. :D

Untuk strategi saya bocorkan khusus untuk pembaca blog saya.

1. Lump-sum
Membeli reksa dana di awal dengan jumlah besar lalu biarkan saja hingga bertahun-tahun.

2. Dollar cost averaging (DCA)
Investasi reksa dana secara berkala dengan jumlah tetap pada awal atau akhir bulan misal sebanyak 1 juta rupiah. Lakukan terus menerus secara disiplin hingga bertahun-tahun.

3. Constant share (CS)
Membeli unit reksa dana dengan jumlah unit yang sama secara berkala berapapun harga per unitnya. Jadi jumlah unit yang dibeli konstan terus tiap bulan misal. 

4. Value averaging (VA)
Ini adalah cara investasi yang dikatakan rumit karena menghitung pertumbuhan yang konstan tiap bulan. Contohnya bisa dilihat di bukunya.

5. Strategi kelima ini dinilai memberikan return yang lebih baik dibanding DCA dan CS. 
Silahkan baca bukunya ya. :D

Sekian review dari saya hari ini. Semoga bermanfaat. :)

Monday, April 2, 2018

Review Buku: Rezeki Level 9

4/02/2018 10:09:00 PM 0 Comments
Hari ini saya kembali ke Gramedia sepulang kuliah, tepatnya sepulang UTS MSSI. Saya naik angkot seperti biasa tapi sungguh heran saya bisa salah turun (padahal sebelumnya tidak pernah begini). Begitu sampai di seberang Klinik Pramitha saya merasa sepertinya saya sudah lewat. Akhirnya ketika ada penumpang turun saya ikut turun. Saya cek google map ternyata masih di depan beberapa meter lagi letak halte Tegalan. Jadilah saya jalan kaki sore-sore. :D


Sampai di sana saya membeli satu buah buku yaitu Rezeki Level 9 yang sedang diskon 15 persen sampai 30 April. Alhamdulillah. :D

Kali ini saya akan coba membuat review. 

Judul: Rejeki Level 9
Penulis: Andre Raditya
Cetakan pertama: Agustus 2016
Cetakan yang saya beli: Cetakan kelima November 2017
Dicetak oleh: PT Gramedia
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
Jumlah halaman: 156

Dari cover-nya, buku ini mirip buku-bukunya Ippho Santosa. Berhubung judulnya juga membahas tentang rejeki, awalnya saya pikir bukunya Ippho juga. Eh, ternyata bukan. Saya kira demikian karena saya penikmat karya-karyanya Iphho Santosa. :D

Buku ini menceritakan tentang 9 level rejeki. Di sana dibahas mulai dari level 1 hingga level 9. Penasaran? Apa sajakah itu? 

1. Rejeki yang dijamin 
Rejeki yang diberikan karena sifat Ar Rahman Allah seperti napas, umur, waktu, berdetaknya jantung, mengalirnya darah, terbitnya matahari, pergantian siang dan malam, dan lain-lain. Semua itu berjalan teratur meski kita tidak memedulikannya.

2. Rejeki yang dipaksa
Sebab diperolehnya rejeki ini karena dipaksa seperti hutang, pinjam, kredit dan lain-lain.

3. Rejeki yang diupayakan
Rejeki ini diperoleh karena adanya upaya yang dilakukan seperti jika rajin belajar maka akan menjadi pintar, jika rajin bekerja maka karirnya bagus dan lain-lain.

4. Rejeki yang diminta
Rejeki yang datangnya karena diminta melalui doa.

5. Rejeki dari pertukaran
Datangnya rejeki ini karena adanya transaksi seperti jika butuh uang maka jual apa yang dipunyai, tukar keahlian dengan uang dan lain-lain.

6. Rejeki yang dijanjikan
Rejeki yang ini sudah tertulis di kalimat Allah misal sedekah akan diganti 700x lipat, shalat dhuha 6 rekaat sehari  akan dipenuhi kebutuhannya pada hari itu, dan lain-lain.

7. Rejeki keikhlasan
Rejeki ini dicontohkan bagi orang-orang yang ikhlas dalam melakukan sesuatu seperti penjaga masjid yang ikhlas membersihkan masjid bisa berangkat umroh dan haji tanpa biaya, seorang suami yang ikhlas menafkahi keluarganya dipermudah urusannya, dan lain-lain.

8. Rejeki yang disyukuri
Dengan adanya rasa syukur dari tiap rejeki yang diterima maka Allah akan menambah nikmat. 

9. Inilah rejeki yang dituliskan dalam judul.
Berhubung ini rejeki yang menjadi inti dalam buku ini, maka saya tidak akan membocorkannya. Biarlah teman-teman yang berminat/penasaran untuk membeli bukunya langsung. :D

Untuk rejeki level 9 ini saya sudah pernah dengar ceritanya loh sebelum saya baca buku ini. Hihi alhamdulillah. Jadi tidak kaget lagi. 

Selain deskripsi 9 level rejeki, buku ini juga menyebutkan penghalang masing-masing level rejeki. Rejeki level 1 sampai 8 mempunyai 1 penghalang namun rejeki level 9 mempunyai 2 penghalang. Wow!

Mau tahu? Nih, saya bocorkan. Penyebab pertama adalah dosa dan penyebab kedua adalah sombong.

Selain bahasan tadi, masih ada bahasan lain di buku ini. Jika kamu tertarik, silahkan baca saja bukunya ya! :D

Menurut penilaian saya, buku ini bagus untuk menambah wawasan dan keimanan. :)

See you next posting!



Sunday, April 1, 2018

Investasi Leher ke Atas Yuk!

4/01/2018 07:37:00 PM 3 Comments
Kemarin Sabtu tanggal 31 Maret 2018 saya agendakan diri untuk pergi ke Gramedia Matraman. Niat hati tentu untuk refreshing setelah UTS (ujian tengah semester) pada hari kamisnya yang melelahkan. Melelahkan bagaimana maksudnya? Mata kuliah pada hari kamis yaitu DTPL (Dinamika Tim Perangkat Lunak) mengharuskan membuat catatan di dua lembar kertas polio untuk dibawa saat UTS. Dan ternyata effort-nya itu luar biasa karena saya mencatat kecil-kecil. Satu halaman saya bagi tiga bagian dan satu garis saya buat menjadi 2 baris tulisan. Dengan demikian, 6 bab bisa saya masukkan semua dengan jatah 2 kolom per bab. 

Butuh waktu 6 jam untuk menulis di 2 lembar kertas polio tersebut yang berisi 6 bab. Wow! Pegal rasanya... Tahu sendiri jaman sekarang ini menulis tangan sudah mulai digantikan dengan laptop. :D Meski sebenarnya saya masih selalu menulis di kertas juga tiap pelajaran sih. Salah saya sendiri juga kenapa kecil-kecil menulisnya. Soalnya kalau tidak semua saya masukkan nanti menyesal kalau yang tidak saya tulis itu ternyata keluar di UTS. Soalnya dulu pernah ketika ada miskomunikasi asdos, saya menulis sepentingnya saja karena kertas cuma 1 lembar tidak cukup. Tak tahunya boleh lebih dari 1 lembar. Dan ternyata lagi sedihnya ada yang keluar tapi hanya rumus umumnya yang saya tulis detailnya tidak. Rugilah saya. Hehe :D


Ok, kembali ke Gramedia. Di sana saya akhirnya membeli 5 buah buku padahal seminggu sebelumnya sudah membeli 2 buah buku. Pemborosan? Mungkin iya kalau dilihat dari sisi uang yang dikeluarkan. Tapi menjadi tidak ketika dilihat dari ilmu yang bisa diambil. Memang butuh modal untuk mendapat ilmu. :D

Dalam rangka investasi leher ke atas kenapa tidak? 

Dan ternyata sedang ada diskon loh jadi alhamdulillah dapat diskon sebesar 44 ribu dari 3 buku yang saya beli. Kemudian satu buku lagi dapat diskon 15 persen. Lumayan berhemat sekian ribu rupiah. Kena marketing nih saya ya. :D Saya sih tidak tahu malah awalnya kalau sedang ada diskon.



Sampai tanggal 30 April masih ada program diskon lagi. Dan ada buku yang menjadi wishlist saya itu yang belum sempat saya beli kemarin. Hihi.




Selesai membeli buku, saya turun ke bawah untuk membeli minum. Nah saya mencoba Dum Dum Thai Tea varian rasa lime green tea seharga Rp. 20.000. Ternyata enak loh ya saya suka. Green tea -nya itu terasa sekali kepekatannya. Pahit-pahit enak segar. Saya memang justru suka rasa pahit dari teh. Yang enak dari teh ya rasa pahitnya itu. Tehnya hijau mirip teh hijau dari Jepang. 

Dum Dum Thai Tea - Lime Green Tea
Varian lain ada banyak tapi lagi-lagi saya pilihnya yang green tea, sama seperti saat saya di Chatime juga belinya green tea. Padahal saya sudah disuruh berhenti minum teh hijau oleh kakak saya karena saya sudah kurus nanti kekurusan kalau minum teh hijau. Lah saya minum teh hijau bukan karena mau menguruskan badan sebenarnya. Saya biasa minum teh hijau merek Cap Botol di kosan karena rasanya lumayan pahit ketimbang teh biasa. Dan menurut saya enak. 

Ok, sampai jumpa!


Monday, March 26, 2018

Review Buku: Jurus Sakti Memulai Investasi Reksadana

3/26/2018 07:26:00 PM 0 Comments
Buku karya B.W.G. Rusdiansah, S.Sos ini saya temukan di Gramedia Matraman. Tepatnya kemarin Sabtu, 24 Maret saya ke sana untuk refreshing alias membeli cartridge dan binder clip. Tapi aneh rasanya kalau ke sana tidak sekalian cuci mata di bagian buku-buku. Makanya saya tidak pernah bisa sebentar kalau ke sana. Bisa jadi saya membeli buku random yang kelihatannya menarik saat di sana. Padahal awalnya tidak direncanakan akan membeli buku.


Buku terbitan Penerbit Quadrant Yogyakarta ini merupakan cetakan pertama Desember tahun 2017. Sebelum membeli saya cek dulu isinya dan bandingkan dengan buku-buku lain yang sejenis. Kenapa pada akhirnya saya memilih buku ini? Kemungkinan besar jawabannya adalah karena di buku ini dituliskan langkah-langkah investasi reksa dana online di bareksa.com. Siapa tahu nanti saya berminat dan butuh informasi tersebut sehingga akhirnya saya beli. Sebenarnya saya juga membeli buku sejenis satu lagi, kemungkinan akan saya review di posting selanjutnya ya.

Readers, apakah kamu kenal reksa dana? Saya pribadi tidak kenal pada awalnya tapi kemudian jadi ingin tahu. Mantan rekan sekantor saya dulu ada yang sudah mencoba reksa dana. Saya jadi tertarik. Selain menonton di youtube langkah yang saya lakukan adalah mencari bukunya. Sebelumnya ada teman juga yang kerja di perusahaan manajer investasi. Dia menawarkan kepada saya. Tapi perusahaannya memberi keuntungan flat per tahun sebesar 6 persen. Jadi, saya pikir-pikir dulu sambil cari tahu ilmunya dulu. Apakah lebih baik ke manajer investasi atau coba sendiri.

Buku ini menjelaskan tentang pengertian reksa dana, klasifikasi, kelebihan dan resiko, pengelolaan, biaya dan lain-lain. Sebaiknya kalian baca sendiri agar lebih jelas ya. Sekalian bantu promosi buku. :D

Kalau reksa dana sendiri dibagi menjadi 4 macam yaitu reksa dana saham, campuran, pendapatan tetap dan pasar uang. Masing-masing memberi keuntungan dan risiko yang berbeda. Ada yang baik untuk jangka pendek maupun jangka Panjang. Reksa dana ada yang konvensional maupun Syariah. Jadi, kamu bisa ikut yang Syariah jika memang khawatir dengan yang konvensional.

Untuk investasi reksa dana bisa dengan cara datang langsung ke bank atau pun secara online. Yang dibahas di buku ini untuk yang online adalah bareksa.com. Kalau teman saya mencoba investasinya di indopremier.com.

Oya di buku terdapat typo mungkin istilah yang tepat seperti di halaman 63. Di bagian rumus, itu ditulis + padahal sepertinya x lebih tepat. Lalu tulisan 1000 semestinya 1100.

Di halaman 100 juga ada yang membuat saya bingung. Itu gambar sengaja dibalik atau bagaimana ya? Gagal paham saya :D

Btw, sekian review dari saya. Jika kamu berminat silahkan baca bukunya. Overall, buku ini lumayan bagus untuk pemula. 

#PerempuanBPSMenulis

Review Buku: Langsung Lancar Percakapan Sehari-hari Bahasa Jerman

3/26/2018 07:16:00 PM 0 Comments
Lama sekali rasanya saya tidak menulis review buku. Kalau mau rajin menulis sudah banyak review yang saya telurkan. Banyak tumpukan buku koleksi saya yang hanya dibaca dan tidak dibuat review. Sayang sekali rasanya kalau dipikir. Memang apa untungnya buat saya kalau menulis review? Memang tidak ada imbalan uang karena ini sifatnya sukarela dan hanya dipubikasi di blog. Tentu yang saya dapatkan adalah kepuasan jiwa yang nilainya itu priceless. Berbagi itu menyehatkan rasanya dan timbul rasa bahagia meski hanya berupa tulisan. Ketika tulisan dibaca orang dan membawa manfaat untuk orang yang membaca akan bernilai sedekah. Sedekah tidak hanya berupa harta tapi melalui hasil pemikiran/intelektual juga bisa bernilai sedekah.

Keburukan saya sampai saat ini adalah saya masih pakai mood untuk menulis. Dan kalau sudah terlewat lama membaca sebuah buku, mood sudah hilang. Rasanya sudah tidak hot lagi untuk menulis. Hal semacam inilah yang seharusnya jangan dipelihara. Tapi apa boleh dikata, itulah yang terjadi. Dan saya bersyukur saja masih tetap ada tulisan yang saya posting tiap tahunnya dari tahun 2007 meski secara kualitas tentu hanya sekelas blog suka-suka ala saya. Hehe.

Hasil gambar untuk Langsung Lancar Percakapan Sehari-hari Bahasa Jerman
Sumber: wahyumedia.com

Buku berjudul “Langsung Lancar Percakapan Sehari-hari Bahasa Jerman” karya Dian Dwi Annisa, S.Hum ini menjadi pilihan saya untuk dibaca saat pulang kampung liburan semester satu ini. Sebelum pulang kampung, saya berburu beberapa buku di Gramedia Matraman. Buku terbitan Wahyumedia tahun 2017 ini berukuran kecil sehingga mudah dibawa kemana-mana. Buku ini isinya cukup lengkap mulai dari serba-serbi tentang Jerman, tata Bahasa Jerman hingga percakapan Bahasa Jerman. Menurut saya buku ini mudah dipelajari. Banyak tabel di dalamnya yang memudahkan memahami isi bagi saya terutama untuk memahami perbandingan materi satu dengan lainnya. 

Awalnya saya mengira Bahasa Jerman itu sulit (mungkin dinilai dari tulisan yang ribet itu sih ya) tapi ternyata tidak. Hal ini dikarenakan pelafalan dalam Bahasa Jerman sama seperti Bahasa Indonesia. Hanya ada beberapa tambahan vocal. Sama halnya saat belajar Bahasa Jepang, pelafalan sama seperti Bahasa Indonesia jadi lebih mudah.

Kenapa kepikiran beli buku Bahasa Jerman? Tak ada alasan khusus sebenarnya. Sekedar ingin belajar saja. Ingin tahu seperti apakah dia karena Bahasa Jerman termasuk salah satu bahasa populer dan banyak penuturnya di dunia. Kalau sebelumnya kan saya pernah belajar Bahasa Jepang. Otodidak saja belajar bukunya. Sekedar membaca-baca begitulah istilahnya. Jadi, kali ini saya ingin mencoba Bahasa lain dan pilihan saya jatuh ke Bahasa Jerman.

Apakah kamu berminat?



#PerempuanBPSMenulis

Tuesday, March 20, 2018

Jalan Malam Sendirian Takut Ketemu Orang Jahat?

3/20/2018 09:14:00 PM 0 Comments

Semalam, sekitar pukul 19.00 lebih saya berjalan di jembatan penyeberangan Salemba UI sendirian. Tiba-tiba dari arah belakang kanan saya seorang bapak sekitar usia 50-an muncul dan mengajak saya mengobrol sembari berjalan. Sejujurnya saya kaget dengan kemunculan Bapak itu. Bicaranya sih halus ya dan sopan.
"Kuliah di sini?" tanya Bapak itu.
"Iya, Pak."
"Saya habis sholat di masjidnya," lanjut Bapak itu. 



Bapak itu kemudian bercerita kalau dia naik angkot M01 lalu kelewat dan turun di Masjid ARH UI untuk sholat magrib. Samar-samar saya mendengar Bapak itu cerita kalau dia baru sadar setelah turun dari angkot itu bahwa dompetnya hilang (jika tidak salah dengar ya karena suaranya tidak begitu kencang dan kami sambil terus berjalan). 

Saya pun jadi waspada. Ini benar atau tidak ya. Saya pun langsung memegang tas ransel saya di belakang niat hati mengecek kalau-kalau resletingnya terbuka. Syukurnya masih aman. Jujur saya ada rasa waswas kalau Bapak itu orang jahat. 

Sewaktu kami menuruni tangga, Bapak itu cerita kalau dia mau ke suatu tempat dan tidak punya uang. Saya makin cemas dalam hati. Takutnya Bapak itu mau minta duitlah ya. Malak atau apalah hipnotis mungkin. Duh, curigaan sekali saya ya.

Lalu saya bilang saya mau mampir ke sebelah kanan ada Alfa Midi. Dan kami pun berpisah di situ. Setelah saya keluar dari Alfa Midi, Bapak itu sudah tidak kelihatan. Lega...

Ya Allah, saya benar tidak tahu apakah Bapak itu jujur atau tidak. Jika memang jujur, semoga bisa pulang ke tujuan dengan selamat. 


Reaksi Jika Orang Minta Uang

3/20/2018 11:59:00 AM 0 Comments

Ketika saya pulang dari pasar berjalan kaki menuju kosan, sesampai di depan kosan ada seorang ibu tua (belum tua-tua amat) yang memang sering duduk di depan kosan, duduk di tempat yang sama. Saya jadi hapal dengan ibu itu. Saya kan biasa menyapa ya kalau lewat minimal senyumlah walaupun tidak pernah tahu siapa namanya. 




Saya hapal ibu itu juga karena beberapa kali saya buang sampah, ibu itu memungut botol aqua bekas yang saya buang. Nah, pagi tadi, kok tumben ibu itu tidak mengambil ya. Lalu sepulang saya dari pasar, ibu itu berkata sesuatu ke saya. Saya tidak mendengar dengan jelas. Saya pikir ibu itu mau minta makanan saya. Ada gorengan bakwan dan tempe di dalam plastik tampak dari luar karena transparan. Begitu saya mendekat agar mendengar dengan jelas, eh tak tahunya ibu itu bilang begini, "Minta uang 10 ribu buat makan."

Astaghfirullah. Saya saja ini tidak kerja, saya cuma mahasiswa. Di sini ngekos alias bayar. Semua serba bayar. Yang saya heran, kok ibu itu bisa begitu ya? Saya sering melihat ibu itu merokok. Harga rokok lebih mahal dari 10 ribu kan? Itu sanggup beli. Lah ini kok minta untuk makan?

Saya pun ngeloyor pergi masuk kosan. Aneh pikir saya. Kalau sekali saya kasih nanti ngelunjak takutnya. Bisa jadi kebiasaan nanti malah tidak baik buat saya. Bukan bermaksud pelih nih ya tapi saya memikirkan kemungkinan yang bakal terjadi. Lagian ibu itu tampak sehat kok. 

Terus terang saya tidak suka dengan orang-orang begitu.

Pemalakan halus nih namanya. :D






Foto Bak Musim Semi di Jepang? Ke Cimory Riverside Yuk!

3/20/2018 06:16:00 AM 0 Comments
Hai... Kali ini saya akan cerita tentang perjalanan saya ke Cimory Riverside sabtu lalu tanggal 17 Maret 2018. Setelah stres berkutat dengan tugas kuliah sampai tepar rasanya hari jumat, sabtunya saya refreshing ke Cimory Riverside Bogor. Kok Cimory? Bukannya Cimory itu merk minuman yogurt? Iya betul Cimory memang terkenal produk yogurtnya. Tapi ini adalah tempat wisatanya ya. 


Pagi pukul 6 kami janjian di Mc D Salemba. Seperti biasa ya jam Indonesia itu karet, jadi hanya saya yang tidak telat. Ketiga orang lainnya datang terlambat. Hufft...

Ok, kami berangkat menuju Bogor. Teman saya yang nyetir sendiri. Di tol, kami sempat singgah dulu ke Starbuck sambil menunggu kemacetan berkurang. Minum-minum dulu lumayan untuk mengganjal perut. Saya pesan Macadamia yang kata pelayannya sih menu baru. Saya beli ukuran kecil yang panas seharga 56 ribu. Begitu saya coba, rupanya tidak cocok di lidah saya alias kurang manis dan biasa saja sih. Mana macademianya? 

Padahal di Mc D sebelumnya saya sempat beli lemon tea ice dan belum saya minum. Niatnya pagi-pagi mau beli french fries ternyata tidak ada. 

Ok, kami lanjut lagi. Tiba di Cimory, kami putuskan ke zoo dengan membayar tiket masuk seharga 15 ribu rupiah. Murah ya? Ada pilihan lain juga sih seperti aquarium monster tapi teman-teman memilih ke situ. Kemungkinan karena ingin mencari spot yang bagus untuk berfoto. Padahal saya ingin lihat piranha di sana. Wah, belum kesampaian deh.

Dan ternyata benar, pemandangannya cantik untuk foto-foto. Berasa musim semi di Jepang loh. Waduh sok tahu deh emangnya sudah pernah ke Jepang pas musim semi? Belum sih, pernahnya musim dingin. Itu karena nuansa pohon yang tertangkap di foto nampak seperti pepohonan musim semi. Hihi :)

Bunga berguguran, cakep kan nuansanya? 

Cantik ya bunga-bunga?

Pagar pinggiran sungai ini mengingatkan saya akan Sumida River

Sekitar pukul 12 siang rupanya hujan deras mengguyur Cimory. Untunglah kami sudah berada di restorannya menyantap makan siang. Untuk menu, ya mirip-mirip seperti Solaria dengan harga yang lebih mahal tentunya. Kami pun patungan alias share biar hemat :D

Sebelum pulang, kami menuju factory outlet-nya. Ada banyak yang dijual di sana. Pastinya produk susu, coklat dan berbagai snack. Kalian pasti kenal produk Cimory kan? Kalau yang beredar luas itu yogurtnya. Saya sih suka ya untuk yogurt, yang plain. Tapi di sini kamu bakal nemu lebih banyak lagi produk jenis lainnya. :)

Pulangnya, kami dadakan menuju ke Museum Macan. Padahal sudah amat pegal kaki ini. Aji mumpung. Cerita tentang Museum Macan sudah saya share di posting sebelumnya ya. :)

Sampai jumpa di posting berikutnya!

Monday, March 19, 2018

Lelahnya Mengantri Infinity Room Museum Macan

3/19/2018 10:38:00 AM 0 Comments
Hai Readers! Kalian sudah pernah ke Museum Macan? Kalau sudah pernah, kemungkinan sudah pernah masuk infinity room ya? Bagaimana rasanya?


Berasa seperti mau mengantri nonton konser ya panjangnya? Melelahkan...

Satu setengah jam mengantri hanya untuk 30 detik di dalam ruangan. Worth it tidak?

Buat kamu yang belum pernah ke sana, bisa buat ancang-ancang kalau memang mau ke sana nih dan mau masuk, perkiraan mengantri sekitar satu setengah jam ya. Pegal deh kaki berdiri selama itu. :)

Apa sih infinity room? 
Sebenarnya sih cuma ruangan kecil yang kanan kirinya ada air lalu lampu-lampu warna warni. Nah, masuk ke situ cuma bisa 30 detik saja. Maksimal hanya bisa untuk 2 orang. Tak ada tambahan waktu ya. Tetap 30 detik meski 2 orang. 

Lalu, masuk ke dalam mau apa?
Foto! Hari gini ya siapa yang tidak suka foto? Tapi bayangkan saja 30 detik cuma bisa sekian kali cekrek lalu ada yang menggedor pintu pertanda harus keluar. Di luar ada penjaganya. Di dalam juga ada. :D

Semacam foto box lah ya jadinya. Memang ruangan itu yang jadi daya tarik sih. Saya tidak tampilkan contoh fotonya ya Readers kalian bisa lihat di instagram ada banyak yang upload. :D

Ada apa lagi di sana? 
Banyak spot untuk foto-foto sih sebenarnya. Karena kan itu museum seni ya jadi banyak foto-foto/lukisan. Saya sih cuma lihat-lihat. Kebetulan baterai hp saya habis. :D

Sejujurnya saya tidak mengerti alias tidak memahami lukisan-lukisan abstrak di sana. Mungkin karena saya tidak punya jiwa seni ya. Waktu melihat satu lukisan lalu lihat judulnya, wah kok tidak nyambung perasaan tapi kok begitu judulnya. Yah begitulah kira-kira.

Ada juga ruangan yang dindingnya banyak bergelantungan piringan plastik bergambar dan disusun sedemikian rupa. Artistik? Mungkin ya bagi yang berjiwa seni, tapi bagi saya orang awam ya cuma menganggapnya cuma sebuah tempat yang ok untuk foto. :D

Berapa tiket masuk?
Kemarin itu hari Sabtu harga tiket Rp. 50.000 per kepala.


Di mana lokasinya?
Di Jakarta Barat. Google map saja ya pasti ketemu. :D



Ok, sekian sharing saya hari ini. Sampai jumpa posting berikutnya. :)


Friday, March 16, 2018

Plagiarisme Artikel Blog Part 3

3/16/2018 10:55:00 PM 0 Comments
Astaghfirullah... saya kembali menemukan plagiarisme artikel blog saya. Kali ini adalah artikel yang berjudul "Ini Tentang Mimpi Seseorang yang Sama Berkali-kali."

Sebenarnya saya posting plagiarisme ini gegara 2 hari ini kok artikel tersebut sepi pengunjung. Padahal biasanya paling banyak pengunjung. Heran deh kenapa.

Ok, lanjut cerita...



Tentu saja, lagi-lagi adalah posting populer yang kena plagiat. Itu satu artikel penuh dikopi begitu saja. Dan sepertinya memang blogger pemula juga ini karena isi artikel cuma sebiji itulah. 

Masih tidak mengerti rasanya kenapa orang memlagiat artikel saya. Karena artikel saya itu artikel yang bukan berisi teori, tutorial ataupun ide-ide bernas yang memang patut untuk diplagiat. Kisah pengalaman itu kan semestinya muncul dari orang masing-masing. Bukan asal jiplak begini. Weleh-weleh...

Malas menulis? 

Tanya kenapa?

Artikel mana lagi yang kena plagiat ya? Lama-lama bisa banyak ini... :D




Tanda Butuh Liburan...

3/16/2018 03:32:00 PM 0 Comments
Ketika kamu sudah merasa bosan, stres, lelah hati, pikiran, dan juga raga, atau hal-hal yang tidak mengenakkan lainnya, itu pertanda kalau kamu butuh liburan. Ya, setidaknya itu bagi saya. Seringkali saya merasakan hal-hal di atas. Rasanya butuh suasana baru kehidupan baru supaya hidup jadi lebih hidup. Bukan hanya sekedar menjalani rutinitas yang itu-itu saja.



Ketika saya jalan-jalan, saya merasa bahagia. Bebas rasanya hidup ini. Tidak perlu ingat mau mengerjakan ini itu. Tahunya adalah menjalani apa yang ada di depan mata. Dan have fun!

Lelah kaki melangkah tapi hati riang. Lelah juga duitnya ya tapi worth it. Jadi tak ada penyesalan. Justru menjadi pengalaman berharga.

Mungkin kamu pernah heran kenapa orang hobi sekali jalan-jalan? Menghabiskan duit saja itu mending duitnya dikemanakan begitu ya investasi aset atau apalah. Iya kamu benar sekali. Uang yang dihamburkan untuk jalan-jalan itu memang akan sangat baik sekali jika diarahkan menjadi investasi berupa aset karena semakin bertambah tahun aset akan jauh lebih mahal harganya. Sementara liburan, uang habis begitu selesai liburan. Kamu tidak punya apa-apa setelah itu. Kecuali oleh-oleh yang kamu beli yang biasanya sih tidak bisa dijual lagi alias sayang juga dan siapa juga yang mau beli?

Untuk orang yang banyak duit sih tidak masalah ya mau jalan-jalan ke mana saja kapan saja. Tapi bagi yang terbatas kemampuan finansialnya? Jelas mending untuk pemenuhan kebutuhan primer ketimbang jalan-jalan. Justru tidak kepikir mau jalan-jalan.

Semua itu betul dalam kehidupan ini kita pasti punya prioritas masing-masing. Jalan-jalan bisa diagendakan kok karena sifatnya tidak wajib seperti makan-minum kecuali yang memang pekerjaannya menuntut itu ya. 

Untuk me time, boleh donk ya kita menikmati hasil kerja sendiri untuk kebahagiaan diri sendiri. Saya memang punya keinginan untuk bisa mengagendakan jalan-jalan ke suatu tempat ini dan itu. Tak perlu buru-buru juga. Kapan saya senggang dan momennya pas begitu ya. 

Kalau yang sudah pernah jalan-jalan dan merasa bahagia sih pasti setuju dengan saya. Benar loh ini yang saya alami begitu. Makanya saya ingin kembali jalan-jalan. Semoga segera... Aamiin. 





Wednesday, March 14, 2018

Apakah kamu Deadliner? Cek 4 Kerugiannya di sini!

3/14/2018 11:19:00 AM 0 Comments
Sebenarnya saya sendiri heran kenapa sekarang ini saya menjadi seorang deadliner. Padahal dulu saya bukan tipe demikian. Saya tipe yang prepare jauh hari. Saya kerjakan tugas jauh hari jadi tidak terburu-buru saat deadline. Tapi di semester satu kemarin saya merasakan perubahan pada diri saya tersebut dan saya menyadarinya.

Saya sendiri sempat merasa hal ini tidak benar. Saya harus berubah. Saya perhatikan, rata-rata teman sekelas saya juga deadliner. Mereka betah begadang di malam harinya demi mengumpul tugas esok hari.

Jika rata-rata pun sama, maka apakah saya tergolong benar?

Saya tetap merasa tidak benar. Karena pola deadliner ini merugikan menurut saya. Merugikan bagaimana?

Kerugian 1
Yang jelas adalah pola tidur saya terganggu. Jadi hal itu mengganggu rencana saya untuk bangun jam sekian misal. Saya mau sholat malam misal jadi terganggu karena tidur kemalaman.

Kerugian 2
Deadliner bisa santai di awal-awal tapi terburu-buru di akhir. Istilahnya berpacu dengan waktu. Pekerjaan jadi tidak maksimal dikerjakan. Waktu untuk evaluasi dan perbaikan jadi tidak ada lagi.

Kerugian 3
Ketika sudah kepepet biasanya ide baru muncul. Nah, hal begini yang membuat pekerjaan tidak maksimal juga karena ide yang banyak bermunculan jadi tidak tertampung semuanya.

Kerugian 4
Kalau sampai terlena, bisa telat mengumpul tugas. Kasus begini terjadi di kelas saya. Alhamdulillah saya belum pernah telat. Jangan sampailah ya.

Penyebab?
Sebenarnya apa sih penyebabnya bisa menjadi deadliner? Saya pikir tiap orang punya kondisi masing-masing. Saya dan teman saya pasti punya alasan masing-masing. Kalau saya pribadi adalah rasa berat untuk memulai itu yang paling dominan. Lalu ide yang belum muncul menjadi penghambat.

Kalau jaman dulu, teman saya adalah deadliner. Saya ingat sekali dia bilang kalau sudah kepepet ide baru muncul. Nah, kala itu saya tangkap omongan dia di otak saya. Berhubung saya bukan deadliner kala itu jadi ya saya tidak merasa hal yang bagaimana begitu ya. Paling sih cuma heran saja. Oh begitu ya. Dan tidak tahunya sekarang saya merasakannya sendiri. Saya pun jadi heran dengan diri saya sendiri.

Saat ini saya sedang berjuang untuk kembali menjadi diri saya yang dulu. :)

Bagaimana denganmu? Apakah kamu deadliner? Apa suka dukamu?

Ketika Malas Menyerang, Begini Trik-Trik Mengatasinya...

3/14/2018 10:41:00 AM 0 Comments
Kalian pernah mengalami kemalasan seperti saya tidak ya? Seringkali saya merasa berat sekali untuk mengerjakan tugas dan mood saya lebih untuk mengerjakan sesuatu yang lain. Bagaimana ya membangun mood itu?



Yang saya rasakan ketika kumat malas itu datang adalah berat sekali rasanya untuk memulai. Ya... kata kuncinya ada di kata memulai. 

Ada ide?

Kalau saya sedang dalam kondisi demikian, saya sadar dan berpikir saya harus menemukan cara untuk mengatasinya. Karena bagaimana pun saya harus mengerjakan. Berikut di antaranya trik yang saya lakukan untuk mengalahkan rasa malas.

Trik 1
Seringkali saya targetkan untuk melakukan yang saya mood dulu, nanti jam sekian saya baru mengerjakan tugas. Itu trik saya.

Trik 2
Saya tidur dulu. Setelah bangun tidur keesokan harinya baru saya mulai mengerjakan.

Trik 3
Buka lembar kerja, minimal buat draft judul, dan kerangka lain seperti subbab untuk pemanasan. Kalau adrenalin sudah naik dan menemukan titik terang biasanya akan betah lama-lama mengerjakan.


Bagaimana denganmu? Ada yang mau share triknya?

Sunday, March 11, 2018

Kenapa Saya Menulis?

3/11/2018 01:19:00 PM 4 Comments
Sebenarnya, kenapa sih saya menulis? Apa yang saya peroleh dari menulis blog begini? Mana sudah sangat lama lagi saya menulis di sini dan masih tetap bertahan walau saya tidak mendapat keuntungan apa pun.



Saya menulis karena memang ingin menulis, bukan karena paksaan atau hal lain. Saya menulis karena ingin berbagi. Dan menulis di blog ini ternyata adalah salah satu upaya eksternalisasi dalam istilah knowledge management yang saya pelajari yaitu penyaluran dari tacit knowledge ke explicit knowledge . 
Tacit berarti pengetahuan yang berada di diri seseorang, yang melekat pada diri seseorang. Sementara explicit adalah pengetahuan yang dituliskan dalam bentuk tulisan dan semacamnya. Nah, saya tidak pernah menyadari bahwa selama ini saya telah melakukan knowledge management sampai akhirnya saya belajar mengenai knowledge management itu sendiri. Subhanallah.

Jadi, apa yang saya bagikan di sini bisa menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang belum pernah mengalami agar menjadi pelajaran yang bermanfaat yang bisa dipetik hikmahnya dalam kehidupan.

Saya menulis juga dalam rangka supaya bisa menjadi peninggalan di kala saya sudah tidak ada lagi di dunia ini. Saya berharap semoga google akan tetap eksis dan tidak menghapus blogger sehingga tulisan saya akan tetap ada selama apa pun dan bisa dibaca orang. Jika saya menggunakan TLD (top level domain) saya khawatir jika suatu saat saya meninggal maka tidak ada yang memperpanjang domain dan hosting maka blog saya tidak akan bisa dibuka. Sia-sia saya menulis sebanyak apa pun jika tak bisa diambil manfaatnya untuk orang lain.

Bukankah hadis Rosul mengatakan bahwa orang yang paling baik adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain? Jika memang tidak bisa melakukannya dalam dunia nyata semoga melalui tulisan ini bisa menjangkau publik yang lebih luas. Tetap bisa menjadi orang yang bermanfaat meski hanya lewat sumbangsih pikiran yang tertuang dalam tulisan. Aamiin.

Dan tulisan akan tetap bisa dibaca orang meskipun kita sudah meninggal. Selama ada orang yang mendapat manfaat dari tulisan kita, semoga akan tercatat pahala untuk kita. Maka itu, mari tinggalkan tulisan sebanyak-banyaknya selama masih hidup di dunia.

Saya menulis ketika memang saya ingin menulis. Tak pernah saya memikirkan apakah akan menjadi hit atau tidak. Ketika menulis, saya tak pernah tahu bahwa artikel ini akan hit, artikel itu tidak. Saya juga tidak melakukan pencarian keyword mana yang bakal hit dan banyak dicari orang. Saya menulis santai saja. Ada yang membaca alhamdulillah, jika pun tidak tak mengapa. Semacam catatan sejarah saja begitu ya. Ya siapa tahu di kemudian hari ada yang membaca.

Saya yakin saja semakin banyak konten maka akan semakin banyak orang menemukan blog saya karena yang mereka cari ada di blog saya. Sederhana saja berpikirnya. :)

Kalau saya perhatikan, sepertinya genre (ceileee genre) menulis saya adalah menulis santai yang lebih banyak ke cerita pengalaman. Sementara teman saya ada yang genre-nya itu menulis tentang uneg-uneg alias perasaaan (baca: curhat). Saya menyadari tiap orang itu unik yang mempunyai genre-nya masing-masing. Zona nyamannya beda-beda ya. Biar dunia makin ramai. :)

Bicara tentang temuan saya kemarin di posting plagiarisme, sebenarnya kejadian itu di luar perkiraan saya. Kalau ada yang plagiarisme berarti ada yang membaca tulisan saya. Itu sajalah ya santai saja. Hihi lucu saja menurut saya. Kalau tulisan tutorial, teori atau ide yang bernas-bernas itu wajar untuk diplagiat tapi tulisan kisah perjalanan rasanya aneh ada yang plagiat. Tapi rupanya itu terjadi juga di blog saya. Sungguh! Tak habis pikir rasanya. Hmm, memang orang Indonesia itu ada-ada saja idenya. Readers bisa baca posting saya sebelumnya untuk tahu kelucuan orang memplagiat tulisan saya. :)

Ok, sekian saja sharing hari ini. See you next posting!





Saturday, March 10, 2018

Plagiarisme Artikel Blog Part 2

3/10/2018 01:57:00 PM 0 Comments
Saya melanjutkan cerita plagiarisme konten blog saya ya Readers. Gatal rasanya jika tidak segera menceritakan. Kali ini adalah artikel saya yang lain yang kena plagiat yaitu "Cara Menghapus Iklan di Chrome." Sebenarnya saya tahu ini sudah lama karena memang artikel ini jaman dulu termasuk konten populer blog ini, tapi baru kali ini saya bahas.

Mereka (baca: para penjiplak) persis menjiplak kalimat saya. Perubahan hanya pada judul saja ditambah kata Google atau Youtube dan lain-lain. 

Berikut hasil penelusuran saya. Yuk simak!

Dua links (nomor 2 dan 4) di bawah sudah tidak bisa dibuka.



Penjiplak berikut sepertinya blogger pemula. Coba lihat tanda lingkaran merah yang saya buat, di sana terlihat bahwa artikel saya menjadi artikel pertama blog tersebut. Mungkin masih coba-coba membuat blog. Baru belajar posting. :D



Penjiplak berikut juga sepertinya sama dengan di atas, blogger pemula. Lihat saja tanda lingkaran merah yang saya buat, di sana terlihat bahwa artikel saya menjadi artikel pertama juga di blog tersebut. Yang ini malah masih baru sekali tahun 2017. :D



Untuk yang di bawah ini, masih mending dia tulis sumbernya. Tapi dia tulis di bagian bawah 'sorry for copas O:)' Btw, itu emoji tersenyum atau heran atau apa ya? Kok bilang sorry-nya di situ? Ada-ada saja. Oh dunia! Saya harus tersenyum atau apa nih tepatnya? Senyum saja deh biar awet muda. :D





Sekian sharing saya hari ini. Saya tidak tahu apakah masih ada artikel lain yang kena plagiat. Jika ada, akan saya sharing lagi di kemudian hari. :D

Untuk kalian yang sudah menuliskan tulisan saya dalam blog kalian terima kasih banyak ya kalian sudah membantu menyebarluaskan pemikiran/tulisan saya tanpa saya minta. :D

Semoga semakin banyak tulisan bagus yang bisa saya hasilkan di kemudian hari yang bermanfaat buat orang lain. Aamiin. :)