Dilema Hidup Seorang Diri

Hidup di wilayah kabupaten baru yang masih jarang penduduknya begini memang banyak tantangannya. Yang saya maksud di sini bukan tantangan yang membuat adrenalin naik atau menarik. Bukan itu! Tapi lebih ke hal yang membuat saya berucap "Masha Allah...", "Astaghfirullah..." 

Memang tidak pernah terpikir dulu kala bakal hidup di tempat seperti ini apalagi sampai hitungan tahun. Rasanya saya sudah melalui hidup di wilayah seperti dulu kala ketika saya masih kecil (sudah berapa puluhan tahun yang lalu), tapi rupanya di jaman modern ini masih ada tempat seperti ini yang saya bilang tertinggal.

Masih untung saya tinggal di ibukotanya. La kalau di wilayah pedesaan di dalam-dalam? Haduh apa jadinya hidup saya sungguh merana. Di ibukotanya saja seperti ini. 

Memang, sebenarnya apa yang saya keluhkan?

Selain masalah-masalah teknis lain yang tak perlu saya ceritakan di sini, ada masalah-masalah yang mengganggu saya. Di antaranya:

1. Ular
  • Memang ya dilema hidup di wilayah yang lebih banyak tanah kosongnya daripada perumahan itu adalah ular! Seram kan dengarnya? Apalagi saya ini perempuan. Sudahlah hidup sendiri, ada ular. Ya Allah saya harus bagaimana? Dulu saya pernah posting ada ular di plafon kosan pertama saya, bahkan sampai bertelur. Meski bukan tepat di atas kamar saya tapi kamar teman sebelah saya, tapi tetap saja ngeri kan? 
  • Lalu ketika saya pindah ke kosan yang kedua, ada lagi ular masuk rumah. Ularnya kecil, tapi tetap saja membuat saya ketakutan. 
  • Dan hari ini (14/12/2013) di kosan saya yang ketiga ketika saya bangun tidur hendak ke kamar mandi saya lihat ular di dalam bak mandi. Astaghfirullah... Bergidik saya dibuatnya... Saya harus bagaimana coba?
     Allah tahu saya takut ular tapi malah dipertemukan dengan ular. Apa memang ada pertanda lain? 

2. Kaki seribu
  • Selain ular, rupanya masih eksis hewan berkaki seribu. Saya temui ini di kosan saya yang kedua dulu kala. Hewan ini larinya cepat. Jadi dulu kala karena bingung bagaimana cara mematikannya, selain mengejar memukul, disemprot pakai obat nyamuk malah lebih cepat larinya. Haduh...
  • Di kosan ketiga juga ketemu lagi nih hewan. Masha Allah... Malah baru kemarin malam.

3. Kalajengking
  • Hewan ini di kosan pertama dulu saya temui. Bahkan ada teman satu kosan yang tersengat lalu langsung dibawa ke dokter terdekat.

4. Galon
  • Nah, kalau ini nih permasalahannya adalah angkat-mengangkat. Berhubung air sumur di sini memang tidak bagus buat diminum (dekat laut) jadilah minum dengan air galon isi ulang. Janganlah berharap air galon bermerk ada di sini. So sad... Jadi, di kosan ketiga ini saya selalu mengisi air galon di tempat isi ulangnya bersama teman saya perempuan juga. Dia yang bawa motor di depan, saya yang memegang galon. Ketika air sudah terisi penuh dan saya bayar, Si Bapak pengisi galon bilang, "Ambiklah!" atau "Angkeklah!" yang artinya ambillah! angkatlah! Coba? Saya mesti jadi wanita perkasa kan? Yah minimal diangkatkan sampai motor kan lumayan. La ini cuek banget. Ampuuunnnn dah... Kalau salah seorang teman wanita yang pernah menemani saya bilang, "Kalo ambo dak telok, Yuk" yang artinya kalau saya tidak kuat, Mbak. Hahaha i am strong enough, right? Alhamdulillah... Terima kasih atas kekuatan yang Kau berikan padaku ya Allah. :)
  • Kalau di kosan kedua dulu saya beli air galon di depan rumah tempat ibu kos saya yang jualan. Dan ya, saya angkat sendiri. Hehe
  • Kosan pertama dulu karena pernah sekamar berdua maka kami gotong barengan, tapi setelah kamar sendiri, saya angkat sendiri tuh galon padahal jaraknya dua rumah dari kosan. Setelah ada fasilitas galon antar alamat, barulah beban hidup saya sedikit berkurang hehe.

5. Lampu putus
  • Jadi, di kosan ketiga ini, sudah berbulan-bulan lampu kamar mandi dan dapur saya mati. Yang pertama mati adalah kamar mandi karena korsleting. Awalnya saya tidak paham kalau penyebab mati beruntun beberapa rumah adalah kamar mandi saya. Masha Allah. Culun banget kan saya? Hadeh. Ya sudahlah itu stop kontak tidak pernah saya sentuh-sentuh lagi takut yang lain mati gara-gara saya. Tidak lama kemudian, lampu dapur ikut mati. Nah, saya sempat berpikir jangan-jangan yang lain bakal ikut mati semuanya satu per satu. Coba? Haduh... Dari sebelum lebaran hingga hari ini dua lampu vital itu mati. Sebenarnya saya sudah minta tolong orang kantor buat memperbaiki lampu saya sejak dulu, tapi belum sempat datang. Dan hari ini gara-gara ular, datang juga akhirnya... Alhamdulillah... :D
  • Haha masih juga ada untungnya tiap kejadian ya. Subhanallah... Mungkin Allah kasihan sama saya gelap-gelapan ke dapur dan kamar mandi. Jadi pakai cara lain buat manggil orang :)

Share on Google Plus

About Reana Nite

A learner who wants to share what I have experienced and learnt in this life. Hope you who not experience the same thing as me can still get the same lesson and take the wisdom. Happy reading! ^_^

0 komentar:

Post a Comment

leave your comment here!