Buku 18: Amore A Paris

Buku antologi saya yang selanjutnya terbit lagi. Alhamdulillah setelah ditagih-tagih oleh PJ-nya karena terlalu lama mengirim, akhirnya masuk juga ke bukunya. Benar sekali, bulan Desember ini saya merasa banyak sekali kegiatan kantor sehingga waktu saya menulis banyak tersita. Jadi tidak begitu produktif. :(

Cr to Penerbit Pustaka Jingga
Btw, cover-nya cantik ya? Sebenarnya saya ini gambling ikut event ini karena temanya Paris in love. Duh, belum pernah lihat Paris. How come? *keluh saya dalam hati :) Tapi saya beranikan diri mendaftar hihi.

Yah bagaimana lagi kalau bukan googling? Yuhuuu! Lalu inspirasinya? Iya ya? *mikir

Ssstttt! Bongkar rahasia nih. Ada kisah yang menjadi ide cerita saya seputar Paris. Jadi, dulu 2010 saya punya teman chatting (hihi kala itu masih jaman ya chatting via YM) dari Paris. Yah saya poles-poleslah tidak 100% real. Huaaa memang ya apa-apa tuh sekarang bisa jadi inspirasi buat saya. Apa yang lihat, dengar, rasakan (judul lagu Sheila on Seven banget ya?) itu bisa jadi inspirasi dan jadilah tulisan saya yang nongol di buku-buku antologi saya. Hmm... ternyata... haha

Itulah mengapa saya perlu banget nih traveling ke berbagai tempat dan mengalami hal-hal seru nan menakjubkan untuk jadi inspirasi tulisan saya. Duh, kapan ya? (berdoa)

I wish i could finish writing a great novel one day! (Amin)



Cara Pemesanan (copas penerbit):


Telah terbit! Kumpulan cerpen bersetting Paris. Temukan kisah romantisnya di sini!

Judul: AMOUR A PARIS
Penulis: Novela Nian, AR Rosim Atta, Puan Ryanna, dkk
Kontributor:
Putu Deriska| Addien Sjafar Qurnia | Efierfita Sartuni | Ocha Thalib | Eddi MNS Soemanto | Nurma Kavella | L Hiza | Analis Hasby Azizah | Jay Wijayanti | Rela Sabtiana | Nenny Makmun | Umi Nurvitasari | Ariza Zuhroh
Spesifikasi buku: tebal 165 hlm ukuran 14x20
Penerbit: Pustaka Jingga
ISBN: 978-602-7880-79-5
Harga Kontributor: 29.000
Harga Umum: 34.000
Sinopsis:
“Aku tahu kalau sebenarnya kau juga suka padaku.” Ame tersenyum penuh kemenangan sambil melirik kedua tanganku yang sedang menggenggam tangannya.Spontan aku melepaskan genggamanku.
“Lupakan semuanya! Aku tidak akan pernah mencintaimu, Ame!” kataku ketus sambil mendorongnya hingga daun pintu.
“Baiklah. Aku akan pulang. À demain, Mademoiselle.... Je t'aime.”
Lagi-lagi ungkapan Ame membuatku tersipu malu. Diam-diam aku menikmati perlakuan spesial Ame terhadapku. Tapi, tidak mungkin aku menjalin hubungan dengan lelaki yang lebih muda dariku, adanya aku yang membimbingnya. “Bukankah sebaliknya aku yang perlu dibimbing?”
[ Call Me Brother - Novela Nian ]

Pemesanan 0856 4545 9192
Format sms judul buku-jumlah buku-nama lengkap-alamat lengkap-no hp
 

Share on Google Plus

About Reana Nite

A learner who wants to share what I have experienced and learnt in this life. Hope you who not experience the same thing as me can still get the same lesson and take the wisdom. Happy reading! ^_^

0 komentar:

Post a Comment

leave your comment here!