semangat menebar kebaikan lewat tulisan — merangkai kata menebar cahaya — menulis dengan hati, menginspirasi tanpa henti

Reana

Follow Us

Saturday, May 22, 2010

Lihat Gerhana Venus Langsung 16 Mei 2010

5/22/2010 03:13:00 PM 0 Comments
Source Youtube kenkentotz


Tepatnya sore hari tanggal 16 Mei 2010, kala itu aku dan tiga orang teman sekantor menempuh perjalanan ke sebuah lokasi pasar malam bertujuan menyensus rombongan pendiri pasar malam tersebut. Dengan melewati jembatan gantung yang membuat jantung sempat dag dig dug dan juga jalan berbatu, akhirnya tiba juga kami ke sana.

Namun sungguh sayang, ternyata ketua rombongan sedang pergi dan baru kembali isya nanti. Jadilah aku dan seorang temanku pulang saja. Biarlah dua orang yang tersisa menunggu di sana. Bukannya kami tak setia kawan, tapi justru mereka yang menyarankan kami pulang. Tampaknya mereka tidak tega melihat kami yang bergender perempuan ini masih kelayapan malam-malam. Hehehe.

Ok! Berhubung waktu menuju maghrib masih lumayan lama, jadilah kami putuskan untuk sejenak melihat sunset ke pantai abrasi. Hmm, pas juga momennya karena hari Minggu jadi cukup ramai. Banyak anak muda pada duduk-duduk di pinggiran pantai. Pastinya sih tidak ada yang mandi ya karena ombak Samudera Hindia yang cukup besar sangatlah berbahaya. Jadilah duduk saja menikmati pemandangan laut dan awan yang beranjak merah di atasnya sembari menyeruput air mineral.

Memang, tujuan awal melihat sunset tidak tercapai karena perjalanan yang kami tempuh cukup makan waktu. Tak apalah, yang penting sudah sempat menghirup udara kebebasan. Dan pulanglah kami karena maghrib pun tiba.

Dalam perjalanan pulang, aku yang dibonceng di belakang hanya bisa menikmati pemandangan pepohonan di sepanjang jalan sampai memasuki kawasan pemukiman. Well, ada yang membuatku cukup bertanya-tanya. Mulai dari pantai sampai aku tiba di rumah, tak henti-hentinya aku memperhatikan pemandangan menakjubkan di atas sana.

Mirip dengan lambang sebuah partai islam. Sampai-sampai aku tidak yakin dengan apa yang kulihat. Jadi kuminta teman yang di depanku untuk melihat. Dan ternyata aku tidak salah lihat. Sebuah bintang terang berada di ujung atas kiri bulan sabit. Terkadang ia menghilang seperti tertutup awan tapi tak lama kemudian muncul lagi.

Venus? Tebakanku dalam hati. Karena hari-hari biasanya aku perhatikan memang ada sebuah bintang terang di dekat bulan tapi tidak segaris dengan bulan seperti kali ini. Apalagi ketika bulan ramadhan tiba, ada satu bintang yang sangat terang dan besar di arah barat.

Well, kunikmati saja sampai ia benar-benar menghilang beserta bulan itu sendiri. Begitu sampai di rumah, karena penasaran, kutengok-tengok lagi ke arah langit. Tapi memang tidak muncul lagi. Hehehe. Padahal sebelumnya aku langsung heboh memberitahu teman dan orang rumah di Lampung. Dan apa jawaban mereka?
"Lampung mendung"
"Lampung hujan"
"Sorry ga lihat"

Meski kecewa dengan jawaban-jawaban itu, aku pun berkesimpulan bahwa hal itu tidak penting untuk diketahui. Apa yang menurutku menarik, ternyata tidak penting untuk orang lain. ^_^

Barulah kemudian kutahu dari koran lokal ternyata kala itu ada gerhana venus. Dan menurut astronom baru akan muncul lagi 2050. Hmmm, mungkin sekali seumur hidup inilah bisa menyaksikan. Dan ternyata juga tidak semua tempat bisa menyaksikan. Yup! Lampung yang kukira bisa melihat ternyata tidak termasuk wilayah cakupan. Hehehe. Terlalu bersemangat.

Memang sejak SD dulu, aku suka mengamati bintang. Mencari-cari rasi bintang seperti yang ada di pelajaran IPA bab Tata Surya. Sampai-sampai terbawa mimpi melihat planet-planet dengan mata telanjang seperti gambar di buku. Hohoho.

Tapi semenjak dewasa, sudah tidak lagi. Dan baru kemarin itulah tumben-tumbennya keluar rumah terus menyaksikan gerhana venus. ^_^

Thanks God! Pengen lagi lihat fenomena indah di atas sana.












Saturday, January 30, 2010

Buzzer Beat

1/30/2010 05:28:00 PM 2 Comments

Cukup lama gw ga nonton dorama Jepang. Mungkin yang terakhir gw tonton tuh 'Gokusen 3'. Yup! Tontonan yang menghibur. Temanya ringan dan disuguhi komedi-komedi ala Jepang pastinya. Hoho Yamaguchi sensei yang cukup lucu tapi keren. Sampai season 3 pun belum juga menemukan soulmate-nya! Fufufu

Well, belum lama ini gw baru saja menamatkan 'Buzzer Beat' yang diperankan oleh si ganteng Yamashita Tomohisa yang berubah penampilan dengan rambut ikalnya. Dia tampak lebih dewasa ketimbang saat berperan sebagai Akira, anak sekolah yang weird dalam 'Nobuta Wo Produce'. Umm, berarti gw juga bukan anak-anak lagi ya. Ya iyalah dari anak sekolahan lalu anak kuliahan dan sekarang sudah jadi orang kantoran. Sungguh ga layak lagi disebut anak-anak. ^_^

Love In The Time Of Cholera

1/30/2010 11:18:00 AM 2 Comments


Apa itu cinta sejati?
Adakah di antara Anda yang bisa menjelaskan?
Adakah yang telah menemukannya?


Hmmm, cuma ada di kisah klasik nampaknya ya kalau hari gini masih juga mendambakan cinta sejati? True or not, bagi sebagian orang mungkin masih percaya cinta sejati itu ada (termasuk saya? hehe). Setuju? Bagi yang beranggapan cinta sejati itu bullshit, yup you have you're own way of thinking... Pastinya di sini saya tidak akan nge-judge siapa pun.

"Love In The Time Of Cholera", barangkali sudah sangat familiar ya. Novel karangan Gabriel Garcia Marquez ini sempat difilmkan di tahun 2007 akhir (kalau ga salah ingat) dan masuk juga ke Indonesia. Meski saya tidak tahu apakah masuk ke bioskop-bioskop seluruh Indonesia tapi seingat saya ada di Blitz Megaplex. Terus selain itu pernah juga tayang di salah satu episode Oprah Winfrey's Show yang bertemakan cinta sejati. Oya, buat fans Shakira, silahkan berbahagia karena theme song-nya dibawakan oleh suara merdunya yang seksi itu loh! :)



Sebenarnya saya ragu apakah cinta Fiorentino Ariza (tokoh utama pria) bisa disebut cinta sejati hanya karena dia tidak mampu melupakan Fermina Daza dan rela menunggu hingga 50-an tahun sampai Fermina menjadi janda. Memang pada awalnya mereka saling mencintai namun karena ayah Fermina tidak setuju jadilah mereka dipaksa berpisah sampai akhirnya Fermina menikah dengan Dr. Juvenal Urbino dan dikaruniai anak.

Selama masa patah hati, Fiorentino yang pada mulanya adalah telegram boy harus pergi ke tempat yang jauh mencoba peruntungan baru atas rekomendasi ibunya. Namun apa boleh dikata, cinta adalah cinta. Fiorentino masih juga belum bisa melupakan Fermina. Dalam hidupnya, mencintai Fermina adalah tujuan hidupnya.

Tak bisa dipungkiri, love adalah kebutuhan hidup manusia. Karena itu, meskipun hidup selama 50 tahun berstatus single, tapi Fiorentino yang semula adalah pria terhormat pun jatuh dalam hubungan dengan berbagai wanita yang ia temui. Tercatat jumlah terakhir sekitar 623 wanita yang pernah dengannya. Dan Fermina menjadi wanita ke-624. Yup! Fiorentino selalu mencatat dengan siapa saja.

Well, itu sedikit resume dari saya. Kalau mau lebih jelasnya baca saja novelnya. Saya sendiri belum sempat membaca padahal sudah cukup lama downloadnya.

download di sini

Baca juga:


 Marriage Most Scandalous by Johanna Lindsey
 A Pirates Love by Johanna Lindsey

all pictures credit to the rightful owner