9 Pembalut dan 7 Pantyliner Pemicu Kanker Serviks

Jumat lalu (11/9/2015) saya mengikuti acara bulanan Dharma Wanita Persatuan (DWP) di kantor saya. Biarpun saya masih single tetap masuk sebagai anggota. Hehe. Kali ini ada penyuluhan tentang kanker dari YPKI (Yayasan Peduli Kanker Indonesia). Asyik, dapat ilmu gratis! :)

Di bagian awal presentasi, sang presenter bertanya, "Pernah ada penyuluhan sebelumnya?"

"Pernah," jawab Ibu-Ibu kompak. Kalau saya sih belum pernah. Saat itu tidak ada di kantor, sedang dinas luar.

"Ada yang tahu apa itu kanker, Ibu-Ibu?"

Tak ada yang menjawab. Tapi ada yang nyeletuk samar-samar, "Kantong Kering!"

"Iya, saya dengar ada yang bilang kantong kering walaupun bisik-bisik. Memang betul kanker itu kantong kering. Gara-gara kanker bisa membuat kantong jadi kering," jawab Si Penyuluh.

Lalu presentasi berlanjut. Yang dibahas ada 3 macam kanker yaitu kanker prostat, serviks dan payudara. Dari mulai penyebab hingga pencegahan dan pengobatan. Diajari juga loh SADARI (Periksa Payudara Sendiri) untuk mendeteksi apakah ada indikasi kanker payudara. Padahal sih penyuluhnya mas-mas. Sekalian juga Bapak-Bapak yang ada di bangku belakang disuruh mengajarkan ke istri-istrinya. Hihi. Readers sudah pada tahu kan caranya? Hayo angkat tangan yang belum tahu? 

Caranya:

1. Angkat kedua tangan lurus ke depan lalu gerak-gerakkan kedua tangan selama 10 menit.
2. Angkat kedua tangan ke atas lalu gerak-gerakkan kedua tangan selama 10 menit.
3. Angkat tangan kiri letakkan di belakang kepala lalu tangan kanan meraba payudara kiri selama 5 menit. Lakukan sebaliknya bergantian selama 5 menit. Jika ada benjolan maka perlu diwaspadai segeralah periksa ke dokter. Tidak berlaku bagi yang sedang menstruasi karena ketika menstruasi memang ada benjolan. Pencet puting, jika keluar cairan segera periksa ke dokter. Hal ini dilakukan dalam keadaan tidak sedang hamil atau menyusui. Periksa juga apakah bentuk payudara kanan dan kiri sama. Apakah puting juga sama.  

Nah, terakhir adalah tumbuhan yang bisa mencegah dan mengobati kanker. Berdasarkan hasil penelitian mereka hanya merekomendasikan 3 macam tumbuhan yaitu

1. Temulawak Putih
Mereka membagi gratis temulawak putih untuk ditanam tapi harus mengambil sendiri ke kantornya.

Bunga Temulawak Putih (sumber: www.asianscientist.com)

Ciri tumbuhannya adalah berbunga sampai berwarna ungu baru bisa dimanfaatkan untuk kanker.

Daun Temulawak Putih (sumber: temuputih.org)

Ciri lainnya yaitu daunnya berwarna ungu di tengahnya. Sementara untuk umbinya sendiri terasa pahit dan juga semriwing pedas. Karena dibagi sampel, saya pun langsung mencicipi rasanya seperti apa hehe.

Umbi Temulawak Putih (sumber: temuputih.com)

2. Benalu Teh
Wah, benalu ternyata juga punya manfaat ya. Tapi harus benalu yang di tanaman teh. Kalau benalu yang di tanaman lain mungkin juga punya khasiat untuk kanker tapi tidak sebanyak benalu teh. Begitu kata Si Penyuluh.


3. Sirsak
Wow! Pasti sudah pada kenal dengan buah satu ini kan? Buah favorit saya loh readers. Saya suka sekali jus buah sirsak. Tapi kata Si Penyuluh yang punya khasiat itu yang memang diproses dengan juicer (tanpa ampas) bukan yang pakai blender. Hehe. Selain buah, daunnya juga berkhasiat dengan cara diminum air hasil rebusannya.

Tanaman Sirsak (sumber: bimbingan.org)


Selain paparan di atas, yang menggelitik adalah Si Penyuluh menyebutkan bahwa ada 9 macam pembalut yang beredar di Indonesia yang bisa memicu kanker serviks berdasarkan penelitian YLKI. Tapi anehnya dia tidak mau menyebutkan apa saja. Duh, tanggung sekali memberi informasinya ya sepotong-sepotong. 

Berhubung sekarang ini jamannya teknologi canggih, gampang! Kita googling saja readers! Ketemu! Ada artikelnya dari www.detik.com per tanggal 7/7/2015. Silahkan baca link di bawah.

9 Pembalut dan 7 Pantyliner Mengandung Zat Berbahaya Pemicu Kanker Serviks Temuan YLKI

  
Sebagai wanita modern pemakai kedua produk bernama pembalut dan pantyliner jelas saya penasaran kan ya. Apalagi sudah bertahun-tahun saya jadi konsumen. Lalu kenapa baru sekarang itu temuannya? Dan kalau memang itu benar, lalu pakai apa donk kita? Balik ke jaman dulu lagi kain? Soalnya merek-merek tersebut memang yang beredar luas di pasaran. 

Tapi ada sanggahan dari Kemenkes soal hasil penelitian YLKI yang bikin resah masyarakat itu. Ada beritanya di bisnis.com. Silahkan dicari sendiri ya bagi yang berminat.

Oke, sekian sharing dari saya hari ini. Apa yang saya tuliskan di atas adalah semata-mata yang saya dapatkan dari penyuluhan kemarin. Apabila ada kesalahan atau content yang tidak sesuai mohon koreksinya. 

Salam

Picture credit to the rightful owner



Share on Google Plus

About Reana Nite

A learner who wants to share what I have experienced and learnt in this life. Hope you who not experience the same thing as me can still get the same lesson and take the wisdom. Happy reading! ^_^

0 komentar:

Post a Comment

leave your comment here!