Pengalaman Pertama Jadi Pembina Upacara

Tepatnya kamis, 26 September 2013 pertama kalinya saya menjadi pembina upacara. Momen ini adalah peringatan Hari Statistik Nasional ke-26. Sebenarnya saya merasa canggung. Di usia saya yang masih 20-an (belum mencapai 30) ini menjadi pembina upacara. Hehe.

Upacara HSN 2013
Meski sebenarnya ini lebih tepatnya karena terpaksa, mendadak saya menjadi PLH Kepala (pelaksana harian) karena bos saya sedang diklat di Jakarta selama satu setengah bulan) karena tidak ada orang lain lagi yang lebih senior dari saya. Huah sekarang saya jajaran struktural paling senior di kantor meski secara umur saya bukan yang paling senior di kantor. Para struktural pendahulu, seangkatan dan junior saya sudah pada pindah. Ya Allah, kapan saya pindah juga? Dengarkanlah dan kabulkanlah doa saya, Ya Allah... 

Tapi lucunya, upacara kemarin itu jadi didominasi kaum wanita. Mulai dari pembina (saya), ajudan, komandan, pembawa acara, pembaca Pembukaan UUD'45, Sejarah Statistik, kecuali pembaca doa dan dirigen (untuk dirigen sengaja laki-laki karena biasanya perempuan).

Sekali jadi pembina, eh ada surat lagi bahwa pada tanggal 1 Oktober harus diadakan upacara Hari Kesaktian Pancasila. Jegerrrr terancam bakal jadi pembina lagi nih saya untuk kedua kalinya karena bos saya baru selesai diklat 10 Oktober. Waduh mikir amanat apa nih nanti yang harus disampaikan, ada apa tidak di daftar acara. ;)

Nah, peringatan tahun ini saya rasa adalah peringatan paling seru daripada sebelumnya. Mungkin karena ada tambahan lomba bulutangkis untuk pegawai perempuan ya. Jadi, perlombaan untuk perempuan adalah 
1. Bulutangkis tunggal dan ganda
2. Tarik Tambang dua lawan dua (karena keterbatasan pegawai)
3. Balap Karung


Sementara perlombaan untuk laki-laki:
1. Tenis meja tungal dan ganda
2. Catur
3. PES

Memang ya kalau perempuan yang lomba tuh sebenarnya sekedar seru-seruan untuk memeriahkan. Lebih banyak ketawa-ketiwinya. Dan beneranlah ya badan saya langsung pegal semua setelah ikutan lomba. Hmm, hasilnya jadi juara 2 bulutangkis tunggal putri dan juara 3 tarik tambang. Tidak sia-sia beli raket baru dan latihan tiap sore. Hehe. Raket saya itu saya beli seharga Rp. 285.000. Tidak tahu kemahalan apa tidak, asli apa tidak, bagus tidaknya, awet tidaknya, seri berapa dsb. Begitu liat warnanya merah, langsung beli hehe.


Raket pembawa keberuntungan

Hadiah juara
Piala juara lomba bulutangkis putri

Jadi, piala hanya diperuntukkan lomba yang ada di PON. haha proteslah para pemenang lomba lain yang tidak mendapat piala. :D

Begitulah sekelumit kisah seru HSN 2013. Sampai jumpa HSN selanjutnya (jika masih diberi umur). Moga ada kisah baru yang bisa diceritakan lebih seru dari ini. Dan mudah-mudahan sudah di tempat baru yang lebih seru dan berwarna. Amin.

Sampai jumpa di posting berikutnya!

Cheers! :)


Bonus foto:

Tumpeng HSN 2013


Para Juara HSN 2013


Upacara HSN 2013




Share on Google Plus

About Reana Nite

A learner who wants to share what I have experienced and learnt in this life. Hope you who not experience the same thing as me can still get the same lesson and take the wisdom. Happy reading! ^_^

0 komentar:

Post a Comment

leave your comment here!