Mati Muda, Siapkah?



Note:
Mati muda menjadi salah satu hal yang terlintas dalam benak saya sejak dulu kala. Saya pernah terpikir, bisa jadi saya akan mati muda. Apakah ini hanya saya saja atau adakah teman-teman di luar sana berpikir hal yang sama seperti saya? Dan rupanya, sahabat saya sendiri mengalaminya. Sungguh kita tak tahu umur kita akan sampai kapan. Ketika ajal sudah tiba maka tak ada yang bisa menghalanginya. Mari kita persiapkan diri kita. Semoga kita berakhir khusnul khotimah. Amin.

60.000 views! Sebenarnya saya ingin posting bahagia karena blog saya sudah mencapai 60.000 views tapi apa daya saya baru saja mendapat kabar bahwa satu sahabat terbaik saya meninggal dunia sekitar 20.00-21.30 tadi. Dia adalah Noveria Dwiyandari (htttp://23tahun.blogspot.com) teman seangkatan kuliah saya di STIS Jakarta angkatan 2003-2007. Kami sama-sama perantauan yang ditempatkan di Bengkulu. Dia dari Baturaja, Sumsel.

Meski dulu saya tahu dia sejak kuliah (dia beberapa kali main ke kontrakan saya karena ada teman kontrakan saya yang sesama jurusan dengannya), tapi kami hanya sebatas kenal biasa. Barulah begitu kami penempatan di Bengkulu, kami mulai akrab.

Sempat satu kos waktu masih sama-sama di Kota Bengkulu selama hampir 2 bulan sebelum ditempatkan ke kabupaten. Dia ke Lebong dan saya ke Mukomuko. Dari situ kami sering pulang dan pergi bersama ke kantor BPS Propinsi Bengkulu. Termasuk memasak dan makan di luar bersama.

Oya, saya dan Dwi itu cocok berteman. Ketika ada pelatihan di Bengkulu, kami janjian menginap di hotel bersama lalu jalan-jalan bersama. Tujuan kami yang utama adalah makan. Kami juga sering telponan lama. Yah ngobrol panjang sesama single. Semenjak dia menikah, frekuensi kami ngobrol mulai berkurang. Jalan-jalan di Bengkulu juga seingat saya hanya satu kali karena sudah jarang sekali kami bertemu.

Dan terakhir kemarin, saya sempatkan menitipkan kado buatnya setelah lahiran. Sebenarnya kado itu sudah lama saya siapkan sebelum dia lahiran tapi baru sempat diberikan kemarin. Penyebabnya adalah jarak.

Baru kemarin juga saya posting menyinggung dia soal benang wol yang dia pinjam (sudah saya berikan) -- dia yang dulu ngajarin saya merajut meski baru tahap bikin chain, single crochet dan double crochet tapi saya ucapkan terima kasih Wee atas ilmunya. Semoga berkah untukmu di sana di tempat yang baru.

Baru kemarin jumat pula saya berkunjung ke blognya. Setelah saya cek rupanya baru kemarin kamis dia posting terakhir. Saya berlangganan feed blognya sehingga saya selalu mendapat update posting terbarunya. Tak menyangka itu posting terakhirnya.

Ya Allah, rasanya sungguh tak percaya. Kaget? Itu pastinya. Karena saya sedang online tiba-tiba mendapat sms tentang kepergiannya.

Di usianya yang masih begitu muda, Engkau telah memanggilnya. Terangi jalannya dan terimalah amal ibadahnya Ya Allah. Dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan amin.

Itulah sekelumit kisah persahabatan saya dengannya. Dwi si penggemar es batu. Tak akan bisa lagi kudengar suaramu Wi. Kala kita ngobrol di telepon maupun secara langsung. Dan tak akan bisa lagi kutemui dirimu di dunia nyata. Aku akan merindukanmu Wee. Selamat jalan Wee! T.T



Picture credit to Likesuccess.com
Share on Google Plus

About Reana Nite

A learner who wants to share what I have experienced and learnt in this life. Hope you who not experience the same thing as me can still get the same lesson and take the wisdom. Happy reading! ^_^

0 komentar:

Post a Comment

leave your comment here!