Asyiknya Menulis Dongeng Anak

Alhamdulilah. Selesai juga satu naskah dongeng dan satu flash fiction (FF) anak. Kini saya mulai merambah dunia anak-anak. Ternyata asyik juga menulis dunia anak-anak. Hihihi. 

Awalnya saya tidak ada gambaran sama sekali tentang tulisan yang akan saya buat. Terasa sulit untuk memulai. Namun kemudian saya membaca-baca dongeng/cerpen anak di internet. Dari situlah saya punya ide tersendiri untuk ditulis. Padahal kalau mau dirunut, saya juga kan dulunya pecinta dongeng. Di setiap modul buku Bahasa Indonesia SD kan biasanya ada selipan dongeng ya. Nah, biasanya saya cari-cari tuh halaman demi halaman. Hehehe.

Apa karena saya perempuan makanya saya suka membaca dongeng? Kalau anak laki-laki suka juga tidak ya? Ah, dulu saya tidak pernah bertanya dengan teman laki-laki saya. Padahal waktu SD kelas tiga dulu saya sebangku dengan teman laki-laki. Hehehe dulu Bu Guru Wali Kelas yang mengatur tempat duduk kami dipasangkan dengan laki-laki. Malah, dulu saya dipilih jadi ketua kelas pula. Tapi dengan beraninya, besoknya saya menolak. :D

Nah, menulis dongeng ini susah-susah gampang buat saya. Pertama, saya belum pernah menulis sebelumnya. Kedua, saya dituntut untuk bisa berimajinasi yang pas untuk menghasilkan cerita yang cocok buat anak-anak. Ketiga, saya harus bisa menyelipkan hikmah/pelajaran/pesan yang bisa dipetik dari cerita yang dibuat. Keempat, saya harus bisa membuat tulisan dalam bahasa yang sederhana yang mudah dipahami oleh anak-anak khususnya usia 7-12 tahun. Suatu tantangan tersendiri buat saya. Fighting!

Sebelumnya, saya mencoba genre horor dan horor komedi. Meski saya tidak begitu yakin dengan tulisan saya apakah bisa dikategorikan seram sehingga menjadi cerita horor atau juga seram-seram lucu sehingga menjadi cerita horor komedi. Yang penting saya sudah mencoba. Sebenarnya saya merasa kesulitan menulis genre tersebut karena saya takut sendiri ketika menulis. Makanya untuk menyiasati, saya menulisnya siang hari dan harus sekali jadi, edit, kirim. Lalu jangan dibuka-buka lagi.

Nah, yang sulit lagi bagi saya adalah menulis komedi. Pada dasarnya, saya ini tipe serius dan tidak mudah tertawa dengan humor ecek-ecek. Jadi, sulit saya menulis genre komedi. Belum ada naskah komedi yang saya tulis. Padahal sih saya inginnya bisa nulis beragam warna. Saya ingin menghasilkan karya yang bervariasi. Entah mengapa saya lebih cenderung menulis yang melo-melo. Mungkin karena jiwa saya ya. :)

Kembali ke dongeng. Mungkin awalnya saya ikut menulis beramai-ramai dulu dalam bentuk antologi. Tapi kelak, saya ingin bisa menulis dongeng lebih banyak. Saya ingin mempunyai buku solo kumpulan dongeng anak. Wish me luck, my readers! :)

Hahaha sepertinya saya jatuh cinta menulis dongeng. Entahlah, ketika satu tulisan jadi, perasaan saya senang karena saya telah berhasil menyebarkan satu pelajaran berharga/pesan buat anak-anak. Hahaha tapi itu mungkin hanya perasaan saya saja. Hmm, jadi kepikiran nih nanti kalau ada waktu senggang mending dimanfaatkan buat nulis dongeng sebanyak-banyaknya. Jadi ketika ada event menulis dongeng/kumpulan dongeng tinggal kirim. 

Ok, sekian posting hari ini. Sekedar mengabarkan pada dunia bahwa saya masih eksis. Hehehe. Sampai jumpa posting berikutnya! :)

Cheers!

Share on Google Plus

About Reana Nite

A learner who wants to share what I have experienced and learnt in this life. Hope you who not experience the same thing as me can still get the same lesson and take the wisdom. Happy reading! ^_^

0 komentar:

Post a Comment

leave your comment here!