semangat menebar kebaikan lewat tulisan — merangkai kata menebar cahaya — menulis dengan hati, menginspirasi tanpa henti

Reana

Follow Us

Wednesday, January 29, 2014

Sudahkah Mata Kamu Memandang Yang Berpahala?

1/29/2014 05:47:00 PM 0 Comments
spiritualcleansing.org


Hari ini dapat pelajaran berharga dari program Nasehat Lukman-nya MNC Muslim. Jadi, saya putar tv sembari nyetrika pagi-pagi. Karena akhir-akhir ini MNC Muslim jadi default tv saya, begitu tv hidup langsung muncul tayangan MNC Muslim. 

Di sana dibahas tentang memandang hal yang baik dan berpahala. Apakah itu? 

1. Mushaf Qur'an
Sudahkah readers membaca Qur'an hari ini? Ketika membaca Qur'an maka kita akan mendapat 2 pahala, yaitu pahala melafalkan Al Qur'an dan pahala memandang mushaf Qur'an. Lalu bagaimanakah dengan orang yang hapal Al Qur'an? Mereka akan mendapat pahala melafalkan Al Qur'an namun tidak mendapat pahala memandang.

2. Ka'bah
Hayooo siapakah di antara readers yang sudah pernah melihat Ka'bah acung tangan? :) Mungkin sudah banyak ya yaitu di tv, gambar, dsb. Nah, namun yang dimaksud di sini adalah yang memandang secara langsung. Dengan memandang Ka'bah akan tumbuh kecintaan terhadap Allah dan bertambahlah iman.

Alhamdulillah saya selaku penulis blog ini baru saja pulang dari tanah suci 2 minggu yang lalu. Subhanallah ya ketika saya memandang Ka'bah secara terus-menerus maka mata saya berkaca-kaca entah bagaimana mendeskripsikannya. Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT yang telah memanggil saya ke sana dan saya telah memenuhi panggilan-Nya. Meminjam istilahnya Mas Ippho bahwa Allah menganggap kita pantas maka kita bisa ke sana. Mudah-mudahan readers yang belum pernah ke sana bisa segera ke sana dan bagi yang sudah pernah maka bisa ke sana lagi. Amin.

3. Orang sholeh
Dengan memandang orang sholeh maka iman kita akan terjaga. Kalau jaman Rosulullah dulu, beruntung sekali ya orang-orang yang bisa memandang Rosulullah, ketika ada masalah bisa curhat pada Rosulullah juga sahabat? Lah kalau jaman sekarang? Makanya readers, mari kita gemar membaca sholawat kepada Rosulullah semoga kelak kita mendapat safaatnya di hari kiamat. Amin.

4. Orang tua
Nah, yang terdekat dalam kehidupan kita adalah orang tua bukan? Ada ibu yang melahirkan dan merawat kita. Ada ayah yang mencarikan nafkah untuk kita. Bersyukurlah jika kita dekat dengan orang tua, setiap hari bisa kita pandang wajah mereka. Selain bernilai pahala juga akan menumbuhkan rasa kasih sayang yang dalam terhadap orang tua kita. Apalagi jika mereka sudah lanjut usia. Ketika kita pandang rambutnya semakin memutih, kulitnya semakin keriput, giginya sudah mulai tanggal, bagaimanakah perasaan kita?

Itulah bahasan seputar memandang. Kita telah dianugerahi dua mata sehat untuk memandang, seyogyanya kita selalu pergunakan untuk memandang yang baik dan berpahala. Jangan sampai kelak kita menyesal di hari pertimbangan amal di mana semua dipertanyakan untuk apakah matamu digunakan?

Hmm, saya jadi kepikiran membuat menu baru 'spiritual' yang berisi ringkasan ilmu yang saya peroleh dari menonton kajian. Hehe. Mudah-mudahan yang tidak menonton tetap bisa mendapat pelajaran dari membaca blog saya ya readers. Amin :)



Monday, January 27, 2014

Jane By Design

1/27/2014 07:49:00 PM 0 Comments


Readers, ada yang pernah nonton Jane By Design? Ini salah satu serial tv favorit saya selain Dexter. Dulu tayang di channel tv Star World sekitar tahun 2012. Sayangnya cuma 2 seasons. Padahal saya berharap lebih karena saya suka ceritanya asyik.

Meski saya bukan abege atau remaja lagi tapi menurut saya ceritanya menarik, kisah persahabatan Jane Quimby (Erica Dasher) dan Billy Nutter (Nick Roux). Tidak tahu kenapa saya suka sekali dengan peran Billy yang begitu setia sama Jane. Meski Billy urakan penampilannya (haha saya suka gayanya) tapi dia sosok teman yang baik. Selalu ada buat Jane. Dan setiap yang berhubungan dengan Billy pasti cemburu pada Jane lalu putus. 

Sunday, January 26, 2014

Dexter Habis Masa Tayang

1/26/2014 08:06:00 PM 0 Comments
   

Waw habis sudah masa tayang serial tv favorit saya, Dexter. Saya tidak menyangka selesai sampai di episode 12 season 8. Saya hanya menyaksikan via Fox Crime mulai season 1. Saya tertarik sekali dengan ide ceritanya yang mengangkat tema pemeran utama seorang pembunuh berantai (serial killer). Tema yang berbeda menurut saya. Biasanya kan protagonis itu identik dengan yang baik-baik, tapi ini berbeda, seorang pembunuh! Mana pembunuh berantai lagi. Huh jadi inget dulu sering dengar berita tv Indonesia ada pembunuh berantai yang memutilasi korbannya.

Nah, Dexter ini biasanya korbannya disuntik dulu agar pingsan lalu dimasukkan ke ruang khusus miliknya untuk mengeksekusi. Si Korban ditidurkan di atas tempat tidur semacam kayak mau motong-motong daging hehe. Badannya ditutup plastik dalam kondisi hidup. Lalu setelah sadar, akan ada obrolan-obrolan di antara mereka. Terakhir, ditusuklah si korban dengan pisaunya. Si Dexter ini punya peralatan khusus berupa pisau berbagai macam yang ia bawa ketika akan mengeksekusi korban. Setelah itu korban dibawa ke tengah laut dengan kapal miliknya lalu dibuang di sana. Kalo ga salah ingat di episode awal-awal sih dia mutilasi dulu lalu dibuang ke laut. :)

Sadis ga? 

Dexter itu punya bawaan dingin orangnya, no expression di wajahnya. Dan dia pintar banget nutupi identitasnya sebagai serial killer padahal dia kerja di Miami Metro sebagai ahli forensik bagian sampel darah. Oya, dia selalu mengambil sampel darah korbannya lalu dikoleksi. Psikopat ya? Haha

Sampai akhir-akhir hanya Debra, adik tirinya yang bekerja sebagai letnan di kantor yang sama dengannya yang tahu identitasnya. Teman kantor lainnya tidak tahu sampai episode terakhir. Dan yang menyesakkan adalah Debra mati di tangannya. Aduh, saya ga terima banget nih sang pengarang mematikan Debra di episode terakhir hiks. Jadi, Debra mati karena tertembak oleh Oliver si serial killer yang jadi musuhnya Dexter. Lalu tahu-tahu Debra koma di rumah sakit. Setelah membunuh Oliver, Dexter pergi menjenguk Debra. Tidak tahunya Dexter mencopot alat pernapasan yang dipasang ke Debra. Matilah Si Debra. Lalu Dexter membawanya ke Laut (padahal lagi badai) dengan kapalnya. Dibuanglah Debra di tengah laut. Sebelum dibuang, ia bilang, "I love you". Hiks sedih banget saya nontonnya. Terbawa suasana bangetlah. Jadi kayak Titanic aja ya di laut. Hehe. Haduh, dramatislah pokoknya. Ini pengarangnya pinter banget mainin emosi penonton.

Di luar sana, Harrison anaknya Dexter pergi ke Argentina dengan Hannah Mc Kay ke Argentina. Mereka menunggu kehadiran Dexter. Beberapa hari kemudian Hannah membaca koran berita kematian Dexter dengan kapalnya. Dan readers, rupanya Dexter menyembunyikan kematiannya! Dia masih hidup. Dia bekerja menjadi tukang kayu atau apalah ya namanya dengan kondisi wajah tak terurus beberapa tahun kemudian.

Saya cukup sedih karena Dexter tidak ada lanjutannya lagi. Mana tragis lagi endingnya. T_T

Inilah serial kriminal favorit saya. Suka banget pokoknya. Karena tiap episodenya itu bikin penasaran. Good Job! :D

Semoga hadir serial bagus lagi yang lain...

See u in the next review readers... :)

Photo Source: http://cdn.fansided.com/wp-content/blogs.dir/229/files/2013/09/dexter4.jpg

Saturday, January 25, 2014

Mosque = Mosquito?

1/25/2014 01:18:00 PM 2 Comments
Masjid Bir Ali - Foto dok pribadi Reana


Pada tanggal 23 Januari 2014 saya meng-upload foto Masjid Bir Ali yang saya beri caption "Bir Ali Mosque" di Facebook. Lalu saya mendapat komentar berupa kritik sari seorang teman yang adalah teman SMA saya dulu namun dulu saya tidak kenal, tidak pernah ngobrol langsung, hanya sekedar tahu saja karena kelas kami sebelahan waktu kelas satu. 

Berikut isi komennya:


Mosque is mosquito, please write "masjid", mosque is a 'plesetan' from jews, such as mohd, noah, abraham, mecca, etc

Jegerrrr!!! Saya membaca ini ketika siang hari istirahat kantor sehabis saya me-refreshing petugas Sakernas saya. Saya tidak menyangka akan mendapat kritikan tersebut. Toh orang itu juga tidak pernah muncul mengomentari status saya yang lain (emang saya ga pernah pasang status sih sudah lama sekali hehe, maksudnya jaman dulu).

Lalu saya lihat ada komen dari teman virtual saya dari Pakistan:


it depend upon her intention

Ah, thanks sobat sudah membantu saya menjawab. 😊

Respons saya soal komen teman SMA di atas:

Saya setuju dengan teman Pakistan saya. Sesungguhnya Allah tahu apa yang ada dalam hati kita, apa maksud kita. Dengan menuliskan Mosque, saya sama sekali tidak pernah bermaksud untuk mengatakan Mosquito. Mosque adalah bahasa Inggris untuk kata masjid yang sama sekali bukan berasal dari kata mosquito. Sesungguhnya pernyataan mosque=mosquito adalah HOAX! Tidakkah sobat membaca secara keseluruhan informasi yang Sobat peroleh? Janganlah membaca secara sebagian/sepotong-sepotong (partially) dan jangan langsung telan mentah-mentah apa yang sobat peroleh. Di Arab Saudi sana saya membaca kata mosque loh yang menunjukkan masjid. So?

Memang hoax tersebut pernah heboh di tahun 2009. Orang muslim jadi heboh.

Menurut empunya blog islamgreatreligion, ada 4 kemungkinan asal-usul kata 'mosque' dalam bahasa Inggris.
1. Berasal dari bahasa Prancis 'mosquee' yang eksis pada masa Middle French
2. Turunan dari bahasa Arab 'masjid'
3. Berasal dari bahasa Italia kuno 'moschea'
4. Berasal dari bahasa Spanyol kuno 'mezquita'

Ragam kata dari berbagai bahasa tersebut digunakan untuk menyebut tempat orang muslim beribadah.

Sumber: http://islamgreatreligion.wordpress.com/2009/07/15/mosque-mosquito-mecca-house-of-wines-hoax-email/

Thursday, January 23, 2014

23. Cerita Fabel Nusantara

1/23/2014 07:51:00 PM 0 Comments

Yay! Cerita fabel sudah terbit! Ini menjadi buku kedua saya setelah Romantika Cinta Remaja yang diterbitkan Panji Publishing. Cover depannya lucu ya :) Berisi cerita fabel yang tentu saja untuk pembaca yang masih anak-anak. Sebenarnya fabel saya di sini saya campur dengan tokoh anak, tidak murni tokoh binatang. Dan saya juga tidak sempat kalau mau mengganti cerita baru karena saya kala itu hendak berangkat umroh. Tapi sang PJ ternyata tidak mempermasalahkan (terbukti muncul di buku juga). Jadi, ya okelah kalau begitu. Hehe.

Cr to Panji Publishing