semangat menebar kebaikan lewat tulisan — merangkai kata menebar cahaya — menulis dengan hati, menginspirasi tanpa henti

Reana

Follow Us

Saturday, March 28, 2009

Cewek Mandiri, Salahkah?

3/28/2009 06:14:00 PM 4 Comments



Seiring majunya jaman, semakin banyak saja cewek-cewek yang hidup mandiri. Semakin banyak cewek-cewek yang pintar, cerdas, dan berpendidikan tinggi. Seperti dalam ilmu kependudukan, terbukti bahwa pendidikan menunda usia perkawinan pertama. Yup! Jika sebelumnya seorang wanita umumnya menikah umur 16 tahun, maka dengan sekolah yang lebih tinggi maka semakin berkurangnya keinginan menikah. Sehingga mereka memutuskan menikah pada usia yang lebih matang.

Yah, fenomena yang saya amati sendiri, jika seorang cewek tidak punya aktivitas (dalam arti tidak sekolah apalagi tidak punya kerjaan), maka dia tidak punya alasan lain lagi untuk tidak menikah. Secara otomatis dan naluri, orang itu akan memilih menikah. Selain meringankan beban orang tua karena sudah ada yang menanggung kebutuhan hidupnya (jika benar maka semestinya begitu, namun tidak jarang yang masih menyusahkan orangtuanya). Ya kalau tidak menikah, apalagi yang ditunggu kan kalau jodoh sendiri sudah datang di depan mata? Bukan maksud saya berpikir sempit melainkan itulah realita kehidupan.

Dalam bahasan kali ini saya mau membahas tentang mandiri. Memangnya, apa sih definisi mandiri? Kalau menyebut mandiri sebagai 'mandi sendiri' seperti kata-kata orang yang suka berkelakar, saya pikir-pikir benar juga sih. Mana bisa disebut mandiri kan kalau mandi sendiri saja tidak bisa? hehe ;p

Mandiri tidak selalu identik dengan 'bisa melakukan segala sesuatu sendirian'. Paling tidak, itu definisi menurut saya. Sosok mandiri itu memang sosok yang tidak suka merepotkan orang lain. Jika sesuatu itu bisa dia kerjakan sendiri, kenapa mesti minta bantuan orang lain kan?

Namun, karena terlalu sering dan sudah jadi kebiasaan melakukan semuanya sendirian, jadilah lama-lama orang lain menganggap orang yang demikian tidak butuh siapa-siapa lagi. Padahal normalnya, mana ada yang seperti itu? How strong she is, right? Kalau memang tidak butuh orang lain lagi, kenapa tidak hidup sendirian saja di hutan atau di planet lain kan? Berhubung masih hidup di bumi sehingga disebut sebagai 'manusia' yang notabene makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa orang lain, so, pahamilah bahwa pada dasarnya tidak ada wanita yang bisa sendirian segalanya. Wanita dengan segala yang dia punya (sepintar sekuat apapun), pasti tetap butuh orang lain kok.

Kalau dalam sebuah hubungan, bisa saja cewek-cewek itu enggan untuk mengungkapkan apa yang perlu dibantu. Bisa karena :
1. takut penolakan,
2. tidak terbiasa saja sehingga timbul pikiran is it true when i ask for his help?,
3. gengsi sehingga mulut berat sekali untuk mengucap, dsb.

Mandiri adalah hal yang baik. Ini murni opini saya. Namun buruknya, biasanya karena sosok yang mandiri itu 'lupa' bahkan 'tidak tahu' kalau ada pihak-pihak yang mau dilibatkan dalam urusannya.

Apalagi untuk suatu pasangan, karena ada 'rasa saling membutuhkan' jadilah suatu hubungan berjalan sebagaimana mestinya kan. Namun tak jarang kemandirian seorang wanita itu justru jadi batu penghancur hubungan yang sedang dijalani tersebut. Tak sedikit kasus yang terjadi. Menyakitkan memang karena menjadi independent woman menjadikan sebab hancurnya hubungan.

Hidup adalah pilihan. Siapa pun berhak memilih jalan hidup. Apa yang salah jika cewek itu mandiri? Dalam realita yang ada, ternyata di luar sana ada pihak-pihak yang merasa 'kuat' saat mereka merasa dibutuhkan. Tahu kan siapa? Nah, bukannya seorang wanita itu mau melangkahi kodratnya sebagai wanita namun hidup seseorang kan tidak selalu mulus, tidak selalu seperti putri raja yang semua keperluannya sudah disediakan, sehingga banyak cewek-cewek yang harus struggle dalam hidupnya sehingga nantinya tak ada yang meremehkannya. Ataukah kaum adam lebih suka cewek-cewek yang otaknya pas-pasan, mudah ditindas, lemah? Karena dengan demikian jadi superior?

Dengan mandiri dalam hal pekerjaan saja, maka hal ini bisa mengurangi resiko KDRT (Kekerasan Dalam rumah Tangga). Kenapa saya bilang demikian? Kenapa istri-istri yang hidupnya dibilang tersiksa (sering menerima KDRT) namun tetap bertahan dengan ikatan pernikahannya, tidak memilih bercerai saja? Karena pada umumnya mereka menggantungkan hidupnya pada suaminya. Mereka tidak mandiri secara ekonomi. Jika bercerai, mereka tidak sanggup menanggung beban hidupnya dan anaknya yang semakin tinggi saja semakin hari. Belum lagi tekanan psikologis lingkungan juga mempengaruhi.

Umumnya predikat janda itu diremehkan orang. Terkesan tidak baik. Dan soal anak pula. Anak akan menerima konsekuensi psikologis yang mau ga mau mengguncang jiwanya meski akan berkurang seiring waktu. Nah, jika mandiri secara ekonomi, maka wanita itu akan bisa cepat bertindak/memberontak untuk keselamatan dirinya. Mana ada wanita yang mau jadi bulan-bulanan pria kan? Wanita mau donk disayang, dihargai.. Semestinya pria sadar kalau mereka terlahir dari rahim wanita kan? Maka wanita adalah makhluk yang mesti dimuliakan.

Pastinya, seorang wanita yang berpendidikan tinggi maka punya pola pikir yang berbeda dibanding yang tidak. Apalagi jika dia sosok yang pintar, cerdas maka pandangannya akan dunia semakin luas. Nah, wanita-wanita seperti ini perlu penyeimbang sosok yang minimal demikian juga. 

Kenyataan di lapangan, cewek mandiri relatif menikah di usia yang sudah matang bahkan sangat matang dengan alasan mengejar karir. Biasanya, wanita-wanita pada kategori usia matang ini, nantinya akan semakin sedikit pilihan laki-laki yang menikahi mereka layaknya piramida yang mengerucut di bagian atas.

Bahkan tak jarang yang masih tetap single padahal di usianya tersebut sudah layak menimang bayi bahkan cucu. Mengapa demikian? Apakah standar mereka akan pasangan hidup terlalu tingi? Ataukah pria-pria itu takut dengan kualitas dirinya yang terlampau tinggi? Ataukah memang jodohnya tidak dipertemukan di dunia ini? Ataukah karena pernah mengalami trauma?

Hm... serba salah...Wanita juga mau donk punya penghasilan sendiri apalagi yang tinggi. Terus mereka juga mau sekolah setinggi-tingginya. Apalagi pendidikan yang layak adalah hak warga negara yang sudah diatur di pasal 31 kan?

Jadi, apa sebenernya yang ingin saya sampaikan? Yah, itu semua cuma uneg-uneg saya saja. Biasalah suka baca-baca begitu kan terus jadinya ingin komentar saja tapi kok jadi panjang kali lebar begitu... ^^ Harap maklum kalau tidak terarah...

Kadang, saya miris saja dengar kaum saya banyak yang dianiaya tapi tidak bisa keluar dari lingkaran setan yang ada. Terus tidak jarang pula kaum saya yang sukses secara karir (ekonomi) tapi tidak sukses dalam love. Fenomena-fenomena yang ada cukuplah menjadi pelajaran berharga. Tidak maksud jadi feminist!

Pada dasarnya pria dan wanita memang diciptakan serba berbeda. John Gray malah bilang kalau pria berasal dari Mars dan wanita dari venus. Pasti tak asing yah dengan pengandaian ini? Yuks... beliau yang merupakan doktor psikologi ini merangkum perbedaan pria dan wanita dalam tulisan indahnya "Men are From Mars, Women are From Venus". Menurut saya, karyanya tersebut cukup bagus buat tahu lebih banyak perbedaan-perbedaan tersebut dari sisi ilmu psikologi. I recommend this book! Bisa dibilang, saya jatuh cinta sama karya-karya beliau. ^^

Oya, mohon maaf jika amburadul memakai kata cewek dan wanita. Karena ada tuh saya baca di sebuah forum kalo cewek dan wanita itu punya arti yang berbeda. Peace! ^^


Hoki Door Prize!

3/28/2009 08:24:00 AM 6 Comments
Begitu selesai Rapat Teknis Daerah (Ratekda), keesokan harinya langsung check out dari Raffles City Hotel dan berlanjut check in ke hotel lainnya. Yah... barang semalam aja. Sama sapa lagi kalo bukan Wee! (Btw, gw ga akan cerita apa2 tentang hotel yang gw n wee pilih itu. Sekedar coba2 aja di situ.) ^^

Itung2 sih menghibur diri dalam sehari aja. Bisa dibilang sih melepaskan kepenatan dari kesibukan kantor (halah sok sibuk!). Tapi emang bener kok. Sepulang ini aja gw mesti segera meriksa dokumen Susenas Panel. Baru 1 dokumen yang gw periksa dari 5 blok sensus! Gila kan mana waktunya mepet banget mau deadline nih. Yup! akhir bulan ini. Gw dah mikir2 dari sebelom ratek. Gw ratek kan terhitung dari 23-26 Maret ini. Nah, gimana mau meriksa dokumen kalo pergi selama itu? Mana Susenas kan ga gampang meriksanya... haduh...

Btw, maren Wee pergi duluan ninggalin gw ke Lebong. Jadilah gw terakhir check out. Di kala gw menunggu jemputan travel di ruang tunggu (hadoh gw capek nunggunya sampe ngantuk banget n mau tidur di situ) eh gw liat ada tamu masuk gitu tapi kok ga asing yah. Orang itu ngeliatin gw gitu. Gw juga. hehe. Jadilah kita saling sapa. Hoho. Ya elah ternyata mitra kantor gw! huffff...

Dunia memang sempit ya? Ya gitu deh gw sometimes ngerasanya. Pernah juga kan pas terakhir liburan ma wee, eh ketemu bos gw pas kita berdua lagi makan. Gw mang liat sih bos gw bareng keluarganya gitu, tapi kan gimana mau nyapa wong kehalang kaca n bos pas berhenti di mobilnya. Ya sudahlah keesokan harinya gw disindir2 makan kok diam2 aja. Tapi bukan bos yg gituin gw. Malah pak kasubbag TU-nya! hihi bodo ah

Btw, pas malam ramah tamah maren itu, ada yang menggelitik gw. Yuks... di kala ibu2 dharma wanita (istri2 kepala kantor n kepala bidang) maju ke depan buat koor. Hoho dengan semangat mereka bersama2 menyanyikan lagu jadul (gw ga kenal lagunya tapi asik juga kok dengernya). Gw perhatiin sekitar. Gw liat bapak2 pada memperhatikan dengan seksama ibu2 tampil. Haha menarik juga sih. Tapi gw ga kepikiran mengabadikan momen itu. Gimana ekspresi penuh perhatian itu muncul di wajah bapak2. Suasana jadi hening ketimbang sebelomnya loh. ;p

Gw ga abis pikir aja dengan posisi istri atasan2 itu. Meski ikut dharma wanita trus menemani suaminya di acara2 penting gitu (sekilas mirip party deh jadinya, without alchohol), berpenampilan yang pantas (ga malu2in suami dunn ya pastinya), tampil di depan bernyanyi, beramah-tamah dengan sekitar,... Hoho. Bagi suami2, mungkin ada kebanggaan tersendiri. Yah semestinya istri2 itu jugalah. Namanya juga hidup! Iya ga sih?

Nah, di penghujung acara, panitia mengumumkan ada door prize. Batin gw, 'Alah door prize, gw ga pernah hoki begituan'. Hihi ngeremehin banget yah. Tapi emang bener sih. Eh, ga taunya nama gw dipanggil tuh nerima door prize! Mau tau ga hadiahnya apa? Hadiahnya mang hadiah kecil sekedar buat meramaikan acara kok. Ada dua jenis nih yang gw dapet dengan nomor bungkusan 6. Yang pertama mangkok sup kecil banget 2 buah. Tau ga sih itu kan mangkuk yang sama dipakai buat wadah sup di kala kita makan di kantin situ! Haduh lucunya... Tapi gapapa sih. Hikmahnya, gw disuruh sering2 masak sup kali ya biar kepake tuh mangkok! hmm... ;D

Nah, yang kedua yang ga abis pikir! Asbak! Mau gw apain tuh asbak? Gw ga ngerokok jelas. N gw juga ga suka ma orang yang ngerokok. Apalagi deket2 gw! Maunya gw usir tuh orang jauh2... hehe sadis ya.

Yuks, dari kantor gw, gw n bos yang hoki dapet door prize! ^^

Monday, March 23, 2009

Tindihan = Nightmare

3/23/2009 06:09:00 AM 8 Comments

                                      

Nightmare... nightmare...
Hm... menakutkan!

Yang gw bilang nightmare ini adalah tindihan. Pertama kali gw mengalaminya waktu gw masih SMP. Waktu itu gw ga 'ngeh' kalo apa yang gw alami ketika tidur itu disebut tindihan. 'Kok aneh ya mimpi gw?' pikir gw kala itu. Berhubung gw penasaran, jadilah gw tanya ke temen2. Ternyata oh ternyata itu tindihan!

Yup! ketika tindihan, posisi gw adalah antara 2 alam, sadar n mimpi. Dibilang sadar, tapi gw ga bisa gerak, ga bisa ngeluarin suara (cuma mulut yg komat-kamit itupun susah banget) trus kalo dibilang mimpi, tapi gw tau bahwa gw masih di alam mimpi n gw pengen segera bangun dari mimpi tersebut. Jadilah sekuat tenaga gw menggerakkan badan terutama jari2 tangan dan kaki (lebih mirip meronta2 kaya diikat gitu deh) sambil terus melafalkan ayat kursi berulang2. Karena gw terus berusaha, alhamdulillah terbangun juga...

Nah, akhir2 ini gw sering tindihan lagi. Semenjak gw pindah kamar kos nih. hufff...
Masih di rumah yang sama loh tapi parah banget!
Padahal nih kamar juga dihuni oleh temen kos sebelomnya. Rolling aja begitu ada satu temen yang pindah.

Nah, pertama tidur di kamar itu, langsung gw tindihan. Jadi, gw hapal polanya nih. Kalo gw tidur dalam posisi lampu dimatiin, langsung deh tindihan. n seremnya, tindihan yang sekarang tuh gw liat sekelebat bayangan hitam! Pernah kaya diliatin gitu. Trus di lain kesempatan, gw juga melihat tuh bayangan hendak memasuki tubuh gw gitu... hiiiiiiii
Langsung gw bangkit hidupin lampu. Ga berani lagi tidur mati lampu. Meskipun besok2nya gw tetep curi2 mati lampu ato nyalain lampu tidur sih. hehe

Ada lagi yang aneh. Gw kan ngobrol2 tentang ini ma temen kamar sebelah, eh ternyata dia juga pernah ngalamin. Tapi bedanya dia itu bener2 dalam posisi sadar loh. Nah, gw bilang aja kalo gw ga pernah ngalamin yang kaya gitu. 'Masa sih?' pikir gw serasa ga percaya gitu. Tau2nya, malamnya langung gw alamin sendiri tindihan dalam posisi sadar! huhuhuuu gw ga maksud nantang nih... hadoh kapok... yup! gw diketawain temen gw tuh jadinya.

Yang bikin gw heran, kenapa gw tetap tindihan meski gw udah tidur dalam posisi wudhu, udah doa trus udah kebut sprei 3x, n di kamar itu juga tilawah? Miring kanan pun tetep loh! Apalagi yang kurang? Who knows? Would you tell me?

Sementara kalo gw ketiduran (posisi kaya gini otomatis ga doa) eh, fine2 aja tuh. *bingung
Emang aneh...

Nah, semalam gw alamin lagi tuh. Padahal lampu hidup. Seperti biasa dah doa. Tetep aja! n gw takut membuka mata karena gw takut ngeliat penampakan... Setelah berhasil bangun, gw ketakutan ga berani tidur lagi. Tapi, gw dah kebut lagi spreinya, dah balik bantal n doa. Satu lagi! Taruh alquran di samping kepala gw. Berharap ga diganggu lagi nih.

Berhubung masih takut, jadilah gw search aja tindihan di google. Baca2 di sebuah forum, malah tambah serem mau tidur. Trus baca 2artikel laen, ternyata ada penjelasan medisnya tuh. Hm... tiap bidang ilmu boleh ajalah menjelaskan tentang hal itu. Gw sih masih percaya kalo itu kerjaan jin. Hm... ciri2 diganggu jin kan ada banyak tuh termasuk dalam mimpi. Nah, gw baca2 yang tanda2 diganggu dalam mimpi, kok gw dah sering ngalamin yah. Misalnya tindihan jelas, trus dikejar2 hewan raksasa gitu (dulu tiap kali mimpi dikejar anjing berarti besoknya gw mau sakit), kaya jatuh dari tempat yang tinggi, digelitikin? hoho seremmmmm..... masih banyak lagi gw lupa...

Oh ya, salah satu cara gw ngakalin biar bisa tidur aman setelah tindihan (cuma coba2 kali aja berhasil abisnya tau sendiri jin-nya kebal kali ya), setelah ritual2 yang udah gw sebutin tadi gw tambah baca surat Al Baqoroh (pernah gw baca kalo surat Al Baqoroh bisa mengusir jin dari rumah, misal menempati rumah baru kan biasanya banyak jin penunggu -mudah2an bener). Mohon koreksinya kalo salah ya! n udah 2x berhasil ga terulang...

Itu dia cerita seram dari gw. Mudah2an temen2 jangan sampe ngalamin deh...

Mimpi baik datangnya dari Allah dan mimpi buruk datangnya dari syetan.