Tips Menghilangkan Pedas Cabe di Tangan (Cabean)


Halo readers apa kabar? Lama tidak ketemu ya. Kali ini saya datang kembali mau membagikan tips. Ini berasal dari pengalaman pribadi yang baru saja saya alami. Hayo siapa yang pernah cabean? Tersiksa sekali ya rasanya. Benar-benar panas laksana menggenggam bara api atau pun seperti ada apinya di tangan saya. Bergidik kalau membayangkan bagaimana panasnya terbakar api atau pun panasnya neraka. Huahh takut!

Jadi ceritanya kemarin pagi (15/12/2015) saya mengikuti lomba kreasi merangkai bunga dari bumbu dapur yang diselenggarakan Dharma Wanita Kabupaten. Semua tahu kan ya bumbu dapur itu apa saja. Tentu salah satunya adalah cabe. Peserta lomba tiap tim hanya 2 orang. Saya dan teman saya membentuk tim untuk mewakili kantor saya. Saya kebagian jatah merangkai sedangkan teman saya yang membentuk dekorasi. 


Karena waktu terbatas maka saya membantu mendekor bahan yang ada dengan ide yang ada di kepala saya. Nah, saya pilih cabe rawit merah beserta cabe merah besar untuk dirangkai. Pada saat merangkai saya tidak merasakan apa-apa. Tapi begitu kreasi selesai dan dikumpul ke panitia, tangan saya mulai kepanasan. Ironisnya, ketika keasyikan iris-mengiris, saya tidak ingat kalau cabe itu pedas! Tersihir sudah dengan warna merahnya yang bikin cantik dekorasi. Hmm, tidak sadar juga kalau kulit saya itu sensitif. Makan nasi padang bersambal saja dengan tangan langsung pun sudah sukses bikin tangan kepedasan. Lalu, hal-hal apa saja yang saya lakukan dalam rangka menyembuhkan tangan saya?

1. Minyak sayur
Ini berdasarkan rekomendasi teman saya. Dia langsung mengambilkan minyak sayur untuk saya oles-oles ke tangan. Saya tunggu sampai setengah jam, apa yang terjadi? Tak ada efek sama sekali. Tangan saya bengkak, merah, kaku, agak bergetar, sulit gerak serta kepanasan tak tertahankan. Wow! Mau nangis rasanya.

2. Beras
Dikarenakan tak ada efek minyak sayur, saya akhirnya mengikuti saran ibu kepala kantor saya untuk dicelup beras. Akhirnya saya pulang ke kantor dan mengambil beras dari rumah dinas ibu kepala kantor. Saya celup-celup tangan saya sampai 1 jam lamanya. Memang beras ini punya efek dingin ketika pertama kali menyentuh. Tapi ketika setelah tangan ada di dalam beras tetap saja masih kepanasan. Namun setelah 1 jam, berangsur-angsur warna merah tangan saya memudar, bengkak menghilang dan tidak kaku lagi alias lemas lagi. Sudah bisa bergerak lagi. Saya cuci tangan dengan sabun lalu saya ambil wudhu dan sholat dzuhur. Ketika terkena air wudhu (dingin) memang terasa enak di tangan. Namun setelah itu ya masih panas lagi.

3. Body Creme
Rekomendasi selanjutnya adalah mengoleskan body lotion. Tapi karena stok yang ada di meja saya adalah body creme, ya sudah saya oles-oles saja. Hmm, tak berasa efeknya. Masih juga terasa panas terbakar. Memang tidak ada yang instan ya. Setelah itu saya dapat traktiran makan siang di luar, tapi ya sungguh merana. Sambil menahan panas.

4. Air hangat
Biarpun masih terasa panas, tapi saya sudah bisa menggunakan tangan saya untuk mengetik keyword 'obat cabean' di google. Hehe. Saya tahan rasa panas sampai saya pulang kantor. Lalu saya mencoba rekomendasi dari beberapa situs untuk menggunakan air hangat. Oke! Saya celup-celup tangan saya pakai air hangat. Rasanya sungguh panas. Apalagi tangan kiri yang memang lebih parah dari tangan kanan. Bahkan ketika air mulai menyusut panasnya pun tangan masih kepanasan. Padahal ketika saya tes dengan kulit yang tidak cabean, tidak panas. Setelah itu saya keringkan tangan dengan tisu. 

5. Body lotion
Barulah saya oles body lotion. Oh, ternyata tangan saya tetap kepanasan. Saya tunggu beberapa menit siapa tahu efeknya lambat. Ternyata saya tidak tahan.

6. Gula pasir
Akhirnya saya pakai alternatif lain yang nempel di kepala yaitu gula pasir karena saya melihat gula pasir di atas meja. Saya manfaatkan saja. Saya taruh gula di telapak tangan ditambah air sedikit lalu digosok-gosok ke tangan sampai larut butirannya.

7. Air gula hangat
Saya terpikir untuk membuat larutan gula hangat. Lalu celup-celup kembali tangan saya. Karena ini pencelupan air hangat yang kedua kalinya jadi sampai di sini saja tangan saya sudah cukup agak kaku alias tidak sanggup lagi dengan air hangat.

8. Sabun cuci piring cair
Setelah air gula hangat saya lanjut dengan memakai sabun cuci piring cair yang biasa saya pakai. Cukup digosok-gosok sampai berbusa lalu bilas. 

9. Jeruk Kalamansi
Selain alternatif gula pasir, saya melihat ada jeruk kalamansi (jeruknya bulat kecil, berair dan sangat asam) di meja. Nah si jeruk pun tak luput untuk dijadikan obyek penyembuhan. Saya belah satu buah saja lalu saya oles airnya ke tangan digosok-gosok. Baru setelah itu saya cuci tangan pakai air biasa lalu dikeringkan dengan tisu. 

10. Beras
Karena merasa tak ada efek instan dari bahan-bahan di atas maka saya kembali ke beras. Saya celup-celup dan gosok-gosok tidak begitu lama lalu saya putuskan untuk mandi dan wudhu siap-siap sholat maghrib. Niatnya nanti setelah sholat maghrib mau celup-celup beras lagi. Siapa tahu ngefek.

11. Doa
Usai sholat, saya berdoa (ikhtiar kan sudah ya, jadi jangan lupa sama yang di atas hehe). Jelas saya minta kesembuhan. Saya istighfar diikuti membaca Al Fatihah lalu saya tiup tangan saya. Ada dua atau tiga kali saya lakukan.

Setelah itu saya putuskan istirahat sambil nonton. Niat mau celup beras tidak jadi, padahal sudah disiapkan di dekat saya. Eh, saya mengantuk. Padahal saya sebelumnya diingatkan kakak saya untuk ke dokter, takutnya alergi kenapa-kenapa tidak bisa tidur malam. Ya, alhamdulillah saya mengantuk, pikir saya. Tidak tahunya memang saya ketiduran. 

Ketika bangun, saya lihat jam ternyata jam 9 malam. Eh, tangan saya sudah tidak berasa panas sama sekali loh. Hilang! Benar-benar hilang! Wow! Subhanallah... takjub sendiri hehe. Sekitar 2 jam saya tertidur. Lalu saya ingat-ingat saya sudah sholat isya belum ya. Hmm, ternyata belum. Dan parahnya saya mimpi jari-jari tangan saya menyusut mengecil cenderung menghilang. Wah, saya benar-benar cemas. Alhamdulillah cuma mimpi.

Itulah cerita dari saya semalam readers. Jadi, langkah yang mana yang manjur saya tidak tahu. Yang jelas ketika baca di google, minyak sayur itu semestinya dipakai sebelum memotong cabe. Hehe. Dan sebenarnya banyak yang rekomendasi susu/yogurt, tapi saya tidak ingat kalau punya susu di kulkas. 

Kalau dihitung kapan mulai panas sampai sembuh, saya merasa panas pukul 11.30 lalu tertidur sekitar pukul 19.00. Bangun jam 21.00 sudah sembuh. Jadi mulai panas sampai tertidur itu sekitar 7,5 jam lamanya. Mungkin ditambah 2 jam tidur itu masa penyembuhan. Wah dahsyat ya bisa berjam-jam lamanya efek panas si cabe bertahan di kulit. Jadi trauma kalau ingat hehe.



sumber gambar: the rightful owner
Share on Google Plus

About Reana Nite

A learner who wants to share what I have experienced and learnt in this life. Hope you who not experience the same thing as me can still get the same lesson and take the wisdom. Happy reading! ^_^

0 komentar:

Post a Comment

leave your comment here!