Istilah Gaul ala Bahasa Gaul Lampung

Siger
Lambang kebanggaan Lampung

Gara-gara sehabis baca status facebook seorang teman yang share link tentang "Bahasa Gaul di Lampung", maka itu saya tergerak untuk membuat postingan ini setelah sekian lama tidak posting terhitung dari September 2014. 

Bermula karena saya berasal dari Lampung. Merasa pernah jadi anak muda dan gaul di sana gitu loh maksudnya. Sekarang juga masih muda sih cuman sudah lama sekali meninggalkan bumi tercinta tanah kelahiran saya itu demi pendidikan dan pekerjaan. Haiyah siapa yang nanya coba? :)

Intinya saya jadi kangen gitu dengan suasana di Lampung. Bergaul dengan teman-teman saya masa remaja. Pastinya memraktekkan bahasa gaul anak muda ala Lampung.

Yang saya rasakan ketika saya pulang kampung dan bertemu dengan teman yang memang tinggal di sana seumur hidupnya (kagak merantau sama sekali) ya saya merasa kagok/kelu gitu berbicara dengan bahasa gaulnya. Sudah lama hilang dari lidah saya setelah 4 tahun tinggal di Jakarta dan 6 tahun di Bengkulu. Memang bahasa gaul Lampung itu ya bahasa Indonesia gaul pakai sebutan elo-gw/ lu-gua mirip di Jakarta. Tapi tetap saja beda loh. Banyak istilah-istilah yang cuma ada di Lampung. Kamu bakal tahu kalau pernah tinggal di Lampung. :)

Ketika awal-awal masuk kuliah dulu, bahasa saya masih kental bahasa gaul Lampung dengan ciri khas kata 'geh' dan 'kamu/kita/dia orang'. Berhubung teman kuliah saya itu beragam sekali asalnya dari Sabang sampai Merauke (namun tetap etnis jawa paling dominan) jadi ya mereka merasa aneh gitu ketika saya tanpa sadar mengucap kata tersebut. Mereka mengkritik bahasa saya. Ketika saya pakai kata 'kamu orang' maka ada salah seorang yang berujar, " Iya aku orang, la kalo kamu apa? Gajah?"

Ups! Meski dia bercanda tapi jadi ga nyambung ya karena sudah jadi kebiasaan lidah selama hidup di Lampung. Makanya saya mulai menyesuaikan bahasa yang saya gunakan. Lama-lama menghilang dengan sendirinya. Apalagi setelah itu saya tinggal di Bengkulu yang notabene masih menggunakan bahasa daerah Bengkulu sebagai bahasa pergaulan sehari-hari. Otomatis tambah padamlah bahasa gaul Lampung saya karena lawan bicara saya berbahasa Bengkulu yang campuran bahasa Palembang dan Minang dengan ciri khas akhiran huruf 'o' di setiap katanya.

Di Lampung memang tidak sama seperti daerah lain yang masih kental menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa pergaulan. Mungkin karena multi etnis yang tinggal di sana sehingga bahasa pemersatunya bahasa Indonesia. Namun kemudian berkembang menjadi bahasa gaul. Entah darimana juga asalnya bahasa gaul itu. Banyak serapan-serapan dari bahasa daerah sih sebenarnya. 

Nah, buat kamu yang mungkin berminat untuk main/jalan-jalan, studi, kerja atau menetap di Lampung, ada baiknya kamu tahu beberapa istilah-istilah yang sering digunakan dalam pergaulan sehari-hari di sana biar kamu nyambung kalau diajak ngobrol. Kalau pun ngga, ya sekedar buat nambah pengetahuan aja juga ok. Cari di google saja ya. :)


Picture credit to the rightful owner

Share on Google Plus

About Reana Nite

A learner who wants to share what I have experienced and learnt in this life. Hope you who not experience the same thing as me can still get the same lesson and take the wisdom. Happy reading! ^_^

0 komentar:

Post a Comment

leave your comment here!