23 Items Persiapan Umroh Untuk Wanita




Tak terasa rupanya sudah hampir setahun sejak kepergian saya beribadah umroh tepatnya 27 Desember 2013 lalu hingga 4 Januari 2014 selama 9 hari. Belum sempat bercerita tentang pengalaman saya selama di sana dalam satu postingan pun. Dan sekarang saya tergerak untuk menulis meski baru dimulai dengan persiapan umroh untuk wanita. Karena sebelum kita pergi tentunya ada hal-hal yang harus kita siapkan. Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Passport
Karena kita akan pergi ke negara lain, sudah pasti butuh passport. Tidak mahal kok biaya pembuatannya. Bisa dicek persyaratannya di website imigrasi. Kalau pengurusan visa kala itu saya diuruskan oleh travel agent.

2. Kartu Kuning Suntik Meningitis
Syarat membuat dengan memberi bukti botol bekas suntik meningitis. Kala itu diurus oleh travel agent. Untuk suntiknya sendiri waktu itu saya suntik di Dinas Kesehatan. Cerita lengkapnya bisa baca di sini.

3. Surat keterangan mahrom
Karena saya masih single (belum menikah) dan pergi sendirian tanpa mahrom makanya perlu dibuatkan surat keterangan mahrom. Diurus oleh travel agent. Kala itu saya lihat passport saya tertulis sebuah nama yang menjadi mahrom saya, Bapak M. Indra Sahabu. Bahkan saya tidak kenal dengan bapak ini loh. Karena si Bapak berasal dari rombongan yang berbeda dengan saya. Tapi saya tahu wajahnya ketika akan berangkat naik pesawat karena ditunjukkan oleh pengurus. Hal ini untuk mencegah kalau ditanya di Bandara Jeddah siapa mahrom saya dan saya bisa menunjukkan siapa orangnya. Dan benar saja loh saya ditanya! Haha waktu itu si Bapak entah ada di mana tidak bersamaan dengan saya ngantrinya.

3. Baju Ihrom
Baju ihrom ini berguna banget ketika kita mau tawaf. Saran saya sih siapkan dua potong baju minimal. Itu kalau kita berniat bawa baju ihrom yang putih-putih. Kalau pun ngga juga tidak masalah karena baju putih itu ciri khas orang Indonesia banget. Saya lihat wanita dari negara lain tidak memakai baju ihrom putih ketika tawaf.

4. Jilbab
Bawa jilbab seperlunya saja. Jilbab ini hal utama bagi wanita jadi siapkan sesuai kebutuhan. Yang jelas untuk keperluan selama perjalanan pergi dan pulang, untuk pergi beribadah ke Masjid Nabawi/Masjidil Harom, untuk berziarah atau pun jalan-jalan bersama rombongan ke tempat-tempat tertentu, serta untuk acara bebas. Oya jangan lupa ketika kita makan di hotel 3x sehari jelas butuh jilbab untuk keluar dari kamar hotel.

5. Mukena
Bawa mukena seperlunya saja. Biasanya sudah mendapat mukena atasan dari travel agent (tergantung travel agent masing-masing). Tapi baiknya bawa mukena pribadi satu pasang yang tipis untuk sholat di perjalanan ketika kita turun dan sholat di Masjid. Mukena berguna untuk kita pakai beribadah di Masjid Nabawi dan Masjdil Harom. Bagi yang terbiasa pakai jilbab lebar tidak perlu pakai mukena lagi. Jika kita senang berganti-ganti mukena, siapkan mukena khusus untuk beribadah selama sekian hari di Masjid Nabawi dan Masjidil Harom.

6. Sarung Tangan
Bawa satu pasang saja cukup. Sarung tangan ini berguna buat tawaf dan ketika sholat di kendaraan untuk menutup punggung tangan. Sarung tangan ini bukan sarung tangan seperti sarung tangan ketika mengendarai sepeda motor loh ya atau sarung tangan musim dingin melainkan sarung tangan khusus yang tetap terbuka di bagian depan telapak tangan namun menutup punggung tangan hingga pergelangan tangan. Sarung tangan ini biasa dijual di toko perlengkapan haji dan umroh. Biasanya justru sepaket dengan baju ihrom. Plus ada sarung kerikil juga. Nah berhubung umroh ini tidak ada lempar jumroh maka kita tidak perlu membawa sarung kerikil.

7. Kaos Kaki
Jelas kaos kaki ini manfaatnya besar sekali yakni untuk menutup aurat kita, kaki. Ketika sholat di kendaraan kita akan butuh penutup kaki begitu pula ketika jalan-jalan keluar. Siapkan beberapa pasang yang mudah untuk dicuci dan cepat kering. Kalau tidak mau mencuci artinya harus siap lebih banyak.

8. Sepatu
Sepatu berguna untuk di perjalanan dan ketika kita jalan-jalan selama di sana. Apakah sandal saja tidak bisa? Bisa! Tergantung kenyamanan pribadi masing-masing. Kalau saya sih lebih nyaman pakai sepatu jika bepergian. Kalau sandal itu buat nyantai. Nah, sepatu di sini bebas kok mau model apa saja dan warna apa saja. Tidak harus putih. Kalau memilih warna putih itu sebenarnya supaya matching dengan baju ihrom kita yang juga putih.

9. Sandal
Sandal berguna untuk berjalan ke masjid atau santai, ketika ke toilet atau wudhu.

10. Baju/jaket
Bawa baju seperlunya. Yang pasti baju selama perjalanan pergi dan pulang dan selama tinggal di sana. Kalau pun persediaan kita sedikit, bisa beli di sana. Pusat perbelanjaan ada di depan masjid dan sekitaran hotel. Dekat kan? Untuk baju ini bebas mau membawa model dan warna apa. Tidak harus gamis atau model tertentu. Kalau jaket juga tergantung musim apa kita ke sana. Kalau saya kemarin pas musim dingin, anginnya kencang. Paling tidak butuh satu jaket selama perjalanan di pesawat dan bus karena kita bakal kena AC berjam-jam bagi yang tidak tahan AC. Maklum biasa kepanasan di Indonesia.

11. Sajadah
Sajadah berguna untuk sholat di dalam kamar hotel. Kalau mau dibawa ke Masjid Nabawi/Masjidil Harom juga tak ada yang melarang meski sudah tersedia karpet. Buat jaga-jaga siapa tahu kita kehabisan tempat sholat di dalam masjid karena overload, nah sholat di halaman akan menjadi pilihan kita nantinya. Makanya sajadah akan sangat berguna kala itu. Jadi, siapkan yang tipis saja ya! Berdasarkan pengalaman, saya sempat beberapa kali sholat di halaman masjid. Sebenarnya tidak masalah sholat di halaman karena kita tidak sendiran. Ada banyak jamaah lain yang sholat di halaman juga.

12. Tas kecil
Tas ini berguna untuk membawa barang-barang vital kita seperti dompet, HP, kamera, dll. Pengalaman dulu saya mendapat tas kecil dari travel agent. Tapi saya tetap membawa tas ransel ke mana-mana karena muat lebih banyak.

13. Mushaf kecil
Mushaf Al Quran berlimpah ruah di Masjid Nabawi/Harom. Jika kita tidak membawa mushaf, kita bisa mengambil mushaf di sana ketika beribadah di dalam. Pengalaman, saya terlupa membawa mushaf. Akhirnya saya meminjam teman saya ketika singgah di Jakarta. Rupanya selama di sana hanya saya baca sekali karena saya membeli mushaf di depan Masjid Nabawi. Bagaimana pun lebih afdol pakai mushaf sendiri. Hehe. Oya, jangan lupa sebaiknya kita membeli mushaf di sana untuk diwakafkan di Masjid Nabawi/Harom. Insha Allah pahalanya akan mengalir terus ke kita sampai kiamat selama ada terus yang membaca. Jadi, siapkan uang! Untuk oleh-oleh juga keren loh. :)

14. Kantong plastik/keresek
Kantong ini berguna banget buat membungkus sandal/sepatu kita ketika masuk Masjid supaya tidak hilang/mudah dicari.

15. Obat-obatan
Obat ini sangat berguna karena kita berada di wilayah yang bukan tempat asal kita. Perbedaan suhu, ketinggian, dsb bisa menyebabkan kita tidak fit untuk beraktivitas. Apalagi jadwal kita selama di sana full. Dengan berbekal motto "Tidur sejam, ibadah 23 jam" kalau tidak kuat maka stamina drop. Jadilah terserang masuk angin, flu dsb. Eh, mottonya kejam banget ya tidur cuma sejam? Emang bisa? Yah, mumpung di sana. Kita manfaatkan waktu sebaik-baiknya. Entah kapan kita bisa ke sana lagi kan?

Pengalaman sih saya terserang flu. Haduh pas mau tawaf pas badan lagi panas-panasnya! Sampai saya lemah sekali rasanya dan tidak kuat mengikuti briefing tawaf. Alhamdulillah badan membaik keesokan harinya setelah minum obat dari salah satu ibu yang sekamar dengan saya. Terima kasih ibu! Obat sebelumnya tidak mempan. Bahkan vitamin C pun tidak mempan menahan.

16. Uang
Uang adalah hal yang penting untuk umroh. Kita bayar biaya umroh pakai uang kan? Selain untuk membayar biaya perjalanan meliputi pesawat, hotel dan administrasi lainnya, kita perlu uang untuk membeli oleh-oleh. Sebenarnya ini tidak wajib, tapi masa iya kita pulang dengan tangan kosong? Oleh-oleh ini macam-macam loh. Di sana banyak penjual kok dari mushaf Al Quran yang penjualnya bertebaran di depan gerbang Masjid Nabawi maupun Masjidil Harom, pakaian abaya hitam dan semacamnya, jilbab, perhiasan, kurma, coklat, permen, obat, dll. Dan para penjual ini bisanya paham dengan bahasa Indonesia jadi bayar pakai rupiah pun juga bisa tanpa harus menukar Riyal (mata uang Arab Saudi). Jangan segan pula untuk menawar ya. Biasanya kalau mereka setuju dengan tawaran kita, mereka akan bilang "halal".

Selain itu, apalagi kegunaan uang? Sedekah! Yup! Ada banyak pengemis loh di sana. Jangan dikira hanya di Jakarta kita ketemu pengemis. Di pinggiran jalan depan Masjidil Harom banyak sekali pengemis yang duduk-duduk menunggu uluran tangan. Oya budaya di sana kan wanitanya memakai cadar, jadi pengemis pun juga bercadar. Kebanyakan mereka kulit hitam. Pernah loh di bus kami didatangi pengemis wanita bercadar sambil menggendong anaknya. Sebenarnya saya merasa aneh karena pengemis itu beda sekali dengan pengemis yang saya temui di Jakarta atau pun di daerah saya. Biasanya di sini kan berpakaian cenderung tidak bagus. Tapi di sana ya biasa saja layaknya wanita arab lainnya. Mungkin karena baju wanita untuk keluar memang sama semua.

Mau tahu apa lagi kegunaan uang? Sedekah! Loh kan sudah disebut tadi di atas. Yup! Tapi kali ini lain pemanfaatannya. Sedekah kepada pemandu kita. Pemandu kita itu biasanya orang Indonesia juga hanya mereka tinggal di sana. Entah itu mahasiswa atau lainnya. Kalau kita umroh selama 9 hari kan selama itu pula mereka menemani kita. Biasanya hal ini dikordinir oleh ketua rombongan.

Lalu, apalagi kegunaan uang? Sedekah! Loh kok sedekah lagi? Yup! Sedekah kali ini adalah sedekah karena kita terkena dam atau denda ketika mengikuti prosesi tawaf. Bagi wanita, ketika kita mulai niat dan memakai baju ihrom lalu sholat, tawaf, sai dan tahalul, maka tidak boleh aurat kita terbuka dan dilihat oleh orang lain termasuk wanita. Jika melanggar maka terkena denda memotong kambing atau memberi makan fakir miskin. Mungkin sulit untuk mencari fakir miskin di tanah arab, maka ketua rombongan menyarankan untuk memberikan kepada pengemis.

17. Buku panduan dan doa
Buku panduan ini biasanya dibagikan oleh travel agent. Kalau pun seandainya tidak dapat atau masih kurang puas bisa dibeli di toko buku. Buku panduan ini berguna banget untuk kita bawa ke mana-mana sepanjang waktu. Makanya biasanya ada tali buat dikalungkan di leher. Ketika kita naik kendaraan dan belum hapal doanya, bisa buka buku panduan tersebut. Ketika masuk masjid Nabawi, Masjidil Harom dan tempat-tempat sakral lainnya, ketika melihat Ka'bah dan lain-lain. Semua ada doanya dan sudah ada di buku tersebut.

18. Panty liner
Benda satu ini wajib buat wanita bepergian supaya selalu bersih ketika mau sholat.

19. Lotion dan pelembab bibir
Kedua barang ini perlu untuk melembabkan kulit dan bibir. Dalam cuaca dingin, kulit cepat kering. Begitu pula bibir. Bisa pecah-pecah loh. Menyesuaikan dengan cuaca saja intinya. Kalau alat make-up lainnya sih tergantung pribadi masing-masing saja. Toh tidak sempat ber-make up juga di sana karena wajah kita selalu dibasuh dengan air wudhu kok. Tapi sebagai wanita tetap saja perlu membawa untuk jaga-jaga. Seperlunya saja.

20. Botol air minum
Botol ini penting sekali untuk menampung air zam-zam. Di Masjid Nabawi/Harom zam-zam dibagi gratis. Kita tinggal menuang sendiri dari bejana yang sudah disiapkan berderet-deret di dalam maupun halaman. Ada yang bersuhu normal, ada pula yang dingin seperti es. Nah, selesai sholat sebaiknya kita ambil zam-zam lalu kita bawa ke kamar hotel. Jadi, selama kita di sana selalu minum zam-zam. Bahkan sepuasnya! Botol-botol air minum yang kita dapat ketika makan di pesawat juga sebaiknya disimpan. Lumayan buat menampung zam-zam. :) Jangan khawatir, kita per orang dapat jatah zam-zam yang sudah disiapkan oleh travel agent untuk kita bawa pulang ke rumah masing-masing. Asyik kan?

21. Alat mandi
Kita perlu membawa alat mandi meski sudah disiapkan hotel (tergantung hotelnya) sesuai selera kita. Hindari membawa cairan lebih dari 100 ml ke dalam pesawat ya! Untuk dibawa ke kabin pesawat, sikat gigi dan pasta gigi, serta pembersih wajah (facial foam) adalah wajib! Terutama kalau pesawat kita transit di negara lain dulu. Sisanya masukkan koper.

22. Masker/syal
Masker/syal ini penting buat menutup hidung dan mulut kita selama di pesawat karena terpaan AC. Yang saya rasakan sih hidung saya sakit karena dinginnya AC berjam-jam. Dengan adanya masker/syal maka hidung kita jadi hangat. Tapi saya lebih rekomendasi syal rajut bahan wol karena berpori lebih besar sehingga kita tetap merasa hangat sekaligus tidak kesulitan bernapas. Pada musim dingin juga ketika keluar hotel dan berjalan di sekitaran maka masker/syal bisa menghalau udara dingin agar wajah kita tetap hangat. Sebenarnya sih kebutuhan akan masker/syal ini tergantung pribadi masing-masing. Yang jelas, karena perjalanan kita cukup jauh dan kebanyakan tidur selama di pesawat maupun bus maka perlu masker/syal untuk menutup mulut. Ya siapa tahu tidurnya ada yang nganga ataupun ngiler kan ga enak dilihat. :)

23. Koper
Koper biasanya dibagikan dari travel agent. Warnanya seragam sehingga jelas dari travel agent apa.

Demikian beberapa poin yang bisa saya tulis dan share ke reader semuanya. Selebihnya bisa dikira-kira sendiri ya. Tiap orang pasti kebutuhannya beda-beda. Saran saya sih pilah-pilah mana yang urgent dan tidak. Tidak perlu membawa terlalu banyak karena berat. Toh setelah ditambah oleh-oleh yang dibeli di sana maka koper pun penuh dengan sendirinya. :)

Mudah-mudahan next time akan bisa saya posting cerita-cerita lainnya seputar umroh yang saya alami. Semoga posting ini bisa jadi referensi. Dan bagi yang belum berangkat umroh, semoga bisa segera berangkat ya! Bagi yang sudah (termasuk saya) semoga bisa berangkat lagi. Aamiin. Karena kerinduan beribadah di sana lagi itu melekat di dada.

:)

See u next post!
Share on Google Plus

About Reana Nite

A learner who wants to share what I have experienced and learnt in this life. Hope you who not experience the same thing as me can still get the same lesson and take the wisdom. Happy reading! ^_^

0 komentar:

Post a Comment

leave your comment here!