semangat menebar kebaikan lewat tulisan — merangkai kata menebar cahaya — menulis dengan hati, menginspirasi tanpa henti

Reana

Follow Us

Saturday, October 5, 2013

Pembina Upacara Kedua

10/05/2013 08:16:00 PM 0 Comments
Seperti yang pernah saya singgung di posting saya sebelumnya, maka usai sudahlah tugas saya menjadi pembina upacara untuk yang kedua kalinya yaitu dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila (1 Oktober 2013). Meskipun merasa aneh, tapi tetap saja ini menjadi pengalaman tersendiri buat saya. :)

Upacara Hari Kesaktian Pancasila
Bisa dilihat kan ya dari gambar di atas kalau pesertanya cuma satu baris. Bisa dihitung dengan jari. Itu semata-mata karena pegawai kantor saya memang sedikit. :)

Tuesday, October 1, 2013

Buku 4: Dakwah dan Cinta

10/01/2013 05:20:00 PM 0 Comments

Dakwah dan Cinta adalah buku antologi bersama kumpulan cerpen saya yang ke-4. Saat ini sedang dalam proses cetak. Untuk buku ini, saya sudah lama ikut event menulisnya. Pengumumannya juga sudah lama. Namun sempat terkendala dalam proses pencarian penerbit oleh PJ-nya. Dan akhirnya diputuskan untuk menerbitkan di Penerbit Pustaka Jingga.



Picture credit to Pustaka Jingga dan Ade Asyifa




Nah gambar di atas adalah cover-nya. Sudah ada nama penerbit dan ISBN-nya. :)

Ok, saya ucapkan selamat kepada para pemenang (namanya mejeng di cover depan beserta PJ) dan seluruh kontributor. Semoga apa yang kita tulis bisa menjadi pencerah bagi para pembaca yang budiman. 

Cara pemesanan (copas penerbit):

Judul: Dakwah dan Cinta
Penulis: Isnainna Erlina, Meinilwita Yulia, Revika Rachmaniar, dkk
Penerbit: Pustaka Jingga
ISBN: 978-602-7880-68-9
Tebal: 254 hlm ;14,8x21 cm
Harga: 40.000 (belum ongkir)

Sinopsis:

3 kata yang menggambarkan isi cerita dalam buku ini, Gerah, Gatal, dan Rindu...

Jika kebenaran telah merasuk ke dalam jiwa, maka orang yang ada dalam jiwanya ada ombak besar bernama Islam, pastilah ia akan Gatal untuk selalu menyampaikan kebenaran tersebut di setiap kesempatan.

Setiap penggenggaman kebenaran Islam juga pasti akan Gerah jika berhadapan dengan sesuatu yang bertentangan denga Islam yang dia yakini.

Begitu pula, setiap jiwa yang diterangi cahaya kemuliaan Islam, pasti Rindu orang-orang tercintanya memegang kebenaran yang sama pula.

Pemesanan 0856 4545 9192

Format sms judul buku-jumlah buku-nama lengkap-alamat lengkap-no hp




Monday, September 30, 2013

Efek Samping Vaksin Meningitis

9/30/2013 08:44:00 PM 9 Comments


Pada hari Jumat, 27 September 2013 sekitar pukul 10 pagi saya suntik meningitis di Dinas Kesehatan. Semula saya pikir harus ke rumah sakit. Rupanya tidak. Baguslah, Dinas Kesehatan cukup dekat dari kantor saya (pojok kantor) ketimbang RSUD. Hehe.

Selesai disuntik, saya bertanya ke petugas yang menyuntik, "Ini ada efek sampingnya ga ya, Bu?"

"Efek sampingnya paling pegal-pegal, gatal, merah di tempat yang disuntik. Oh tadi lengan kanan ya yang disuntik. Harusnya kiri ya karena kanan kan buat kerja."

Iya ibunya tadi tidak memberitahu dulu sebelum menyuntik. 

"Kalau efek lainnya, Bu?"

"Bisa demam. Kalau demam malah bagus. Karena artinya ada reaksi/perlawanan dari tubuh kita."

Oh gitu rupanya. Jadi, saya tidak cemas karena efeknya bisa dibilang tidak berat menurut saya. Jadilah, sorenya saya tetap bermain bulutangkis bersama teman kantor karena tidak terasa pegal lagi. Pegal hanya terasa sebentar setelah disuntik.

Barulah esok harinya Sabtu saya merasa badan saya panas. Tidak biasanya saya demam, pikir saya. Apa ini ada kaitannya dengan suntik meningitis kemarin? Pada awalnya saya tidak mengaitkan dengan efek suntik meningitis melainkan lebih ke pola hidup saya. Apakah karena makan tak teratur misal atau kurang gizi? 

Nah, lalu saya search google efek samping suntik meningitis. Rupanya ada banyak artikel tentang suntik meningitis. Wah saya kok jadi paranoid ya begitu membaca artikel-artikel yang ada. Ada loh yang menuliskan sejarah vaksin meningitis. Mulai dari kisah jemaah haji Indonesia banyak yang meninggal karena terserang meningitis di Arab Saudi dikarenakan tidak suntik meningitis. Arab Saudi itu endemi meningitis. Lalu setelah adanya suntik meningitis, jemaah yang meninggal berkurang. 

Dan yang menjadi masalah adalah ternyata media pembuatan vaksin meningitis adalah enzim tripsin babi. Dan bukan hanya Indonesia yang menggunakan babi sebagai media. Belum ditemukan media yang lebih baik selain babi. Bahkan dengan media sapi, hasilnya belum maksimal. Hmm tapi itu artikel 2011. Tidak tahu perkembangannya sekarang 2013.

Kalau masalah halal haram, fatwa MUI ya yang bicara. Pokoknya seram saja saya kalau membayangkan wah bisa saja saya meninggal di Saudi ketika ibadah umroh misal. Who knows? Wallahu alam. Umur tak ada yang tahu. Siapa bilang umur muda hidupnya lebih lama? Hanya Allah yang tahu.

Pantaslah ya seringkali mendengar kabar banyak jemaah haji yang meninggal di Saudi. Memang, sudah ajal. itu tidak bisa diganggu-gugat. Tapi setiap kali peristiwa kematian, pasti selalu ada penyebab yang menjadikan. Ya anggap saja jemaah sudah uzur (tua), sakit, dsb. Tidak pernah terpikir dalam benak saya sebelumnya bahwa jemaah meninggal karena meningitis.

Lalu ketika saya mendaftar umroh kala itu, saya ditanya, "Siapa ahli warisnya?"
Jegerrr!!! Bak kesambar petir. Saya langsung merinding dan takut. 

"Perlu ahli waris. Nanti kalau ada apa-apa di sana? Ahli waris yang akan mengurus."

Begitu mendengar itu, wah berasa ajal sudah dekat. Astaghfirullahal adzim... ampuni dosa-dosa hamba ya Allah...

Itulah mengapa ketika orang akan naik haji, di rumahnya selalu mengirim doa sejak keberangkatan hingga selesai supaya yang di tanah suci sana diberi keselamatan, kesehatan, dan kemudahan. Saya baru ngeh. 

Kembali ke cerita vaksin. Setelah suntik, saya tanya ke petugas, "Berapa biayanya?"

"Gratis."

"Loh kok?"

"Iya bayarnya nanti saja sekalian pas suntik influenza. Bagusnya minimal suntik influenza sebulan sebelum keberangkatan karena pas vaksinnya sedang bereaksi di tubuh. Kalau suntik meningitisnya gratis karena sisa dari jemaah haji."

Pantaslah jauh-jauh hari saya sudah disuruh suntik meningitis. Saya juga kaget awalnya. Ini kenapa cepat sekali saya sudah harus suntik? Petugasnya bilang, suntik meningitis berlaku sampai 3 tahun.

Jadi, readers, rupanya suntik itu ada dua macam yaitu meningitis dan influenza di lengan kanan dan kiri. Dan sebaiknya suntiknya berselang, jangan langsung keduanya sekaligus. Begitu petunjuknya. Untuk biaya suntik influenza sekitar 200 ribu. 

Doakan saya ya readers semoga umur saya sampai pada saat hari H. Kelak saya berencana buat sharing ke readers soal pengalaman saya. Mudah-mudahan bisa jadi motivasi buat readers. Amin.

Karena itu saya selalu berdoa semoga Allah sampaikan umur saya. Semoga saya selalu diberi kesehatan, keselamatan dan kemudahan dalam semua urusan saya. Ya Allah, masih banyak target yang ingin saya capai di kemudian hari. Ridhoilah hamba... Amin...

Sampai di sini dulu ya readers cuap-cuap hari ini. Semoga bermanfaat. 

Cheers! :)









Saturday, September 28, 2013

Pengalaman Pertama Jadi Pembina Upacara

9/28/2013 09:29:00 AM 0 Comments
Tepatnya kamis, 26 September 2013 pertama kalinya saya menjadi pembina upacara. Momen ini adalah peringatan Hari Statistik Nasional ke-26. Sebenarnya saya merasa canggung. Di usia saya yang masih 20-an (belum mencapai 30) ini menjadi pembina upacara. Hehe.

Upacara HSN 2013
Meski sebenarnya ini lebih tepatnya karena terpaksa, mendadak saya menjadi PLH Kepala (pelaksana harian) karena bos saya sedang diklat di Jakarta selama satu setengah bulan) karena tidak ada orang lain lagi yang lebih senior dari saya. Huah sekarang saya jajaran struktural paling senior di kantor meski secara umur saya bukan yang paling senior di kantor. Para struktural pendahulu, seangkatan dan junior saya sudah pada pindah. Ya Allah, kapan saya pindah juga? Dengarkanlah dan kabulkanlah doa saya, Ya Allah... 

Buku 3: Sang Pelukis Kupu-kupu

9/28/2013 07:11:00 AM 0 Comments
Pertama baca judul bukunya 'Sang Pelukis Kupu-kupu', yang ada dalam benak saya adalah puitis. Dan pertama lihat gambar covernya, "Wah saya suka." Tapi jangan salah ya my readers, buku ini justru bertemakan 'ibu'. Yup! Akhirnya keluar juga buku antologi bersama kumpulan cerpen tentang ibu. Jadi, inilah cerpen pertama yang saya buat dan kirim dalam lomba menulis cerpen yang diselenggarakan oleh Penerbit Alif Gemilang Pressindo pada bulan Mei 2013 lalu.


Buku 2: Sang Pelukis Kupu-kupu

Credit to Penerbit Alif Gemilang Pressindo
Awalnya saya hanya coba-coba menulis cerpen. Tidak tahunya alhamdulillah lolos, masuk 30 naskah yang dibukukan dari 239 naskah yang masuk. Padahal kalau saya runut kembali, pada waktu itu sungguh saya ini masih buta betul soal kepenulisan cerpen. Betul-betul masih pemula (baru netas kali ya istilahnya kalau diibaratkan saya sebuah telur). Masih meraba-raba sekali soal menulis fiksi. Apalagi saya ini biasa berkutat dalam dunia yang cukup serius yaitu statistik. Hehe