semangat menebar kebaikan lewat tulisan — merangkai kata menebar cahaya — menulis dengan hati, menginspirasi tanpa henti

Reana

Follow Us

Sunday, April 5, 2009

Introvert or Extrovert?

4/05/2009 04:55:00 PM 9 Comments



Hmm... tergelitik nih buat nulis tentang tema kali ini, introvert or extrovert?
Mungkin lebih besarnya karena gw sendiri merasa bahwa gw introvert. Trus, memangnya apa yang salah kalo gw introvert?

Introvert or extrovert, keduanya punya sisi lebih dan kurang masing2. Jadi, semestinya ga perlu dipermasalahkan ya. Cukuplah saling mengerti dan melengkapi.

Lantas, kenapa ada introvert kemudian ada juga extrovert? Keduanya memang sangat bertolak belakang yah tapi masing2 ada keuntungan tersendiri jika sudah dihadapkan pada dunia kerja. So, enjoy aja apa pun diri kita!

Well, gw coba ungkapin sedikit apa yang gw tau seputar introvert!

Saturday, April 4, 2009

Soulmate, Are You There?

4/04/2009 01:25:00 PM 2 Comments



"Soulmate... kapan ku akan menemukannya?"

Mungkin ini adalah pertanyaan yang sering terucap dalam hati sebagian orang. True or false?

Yup! Saya baca-baca di sebuah forum, jadi pengen membahas tentang topik ini di sini. Pertanyaan sederhananya sih, ada ga sih soulmate itu sebenarnya?

Hmm, tiap orang sah-sah aja ya membuat definisi soulmate yang seperti apa dan siapa. Karena tiap individu itu unik! Sehingga kita tidak perlu mendiskreditkan orang lain yang tidak sejalan dengan pemikiran kita.




Well, ini dia beberapa pendapat mengenai soulmate!


1. Sebagian orang berpendapat bahwa mereka merasa sudah menemukan soulmate-nya saat pacaran

Untuk kelompok ini, mereka sudah merasa menemukan bahwa sosok yang menjadi pacarnya saat ini telah memenuhi kriteria-kriteria yang didambakan sehingga hatinya berkata, "Yes! I'm sure. You're my soulmate!".


Namun, jika kemudian putus, apakah akan tetap merasa bahwa dia soulmate-nya? Tentu saja tidak kan?

Jika menemukan pacar baru lagi kemudian ternyata lebih baik daripada yang sebelumnya, mungkin pula hati akan berkata lagi, "Ah, ini baru soulmate gw!".

Seterusnya... seterusnya... sampai orang ke-sekian. Bukannya hati itu selalu mencari mana yang lebih baik dan terus mencari? Sehingga tereliminasilah sosok-sosok sebelumnya yang pernah dianggap sebagai soulmate-nya.


2. Sebagian orang berpendapat bahwa mereka merasa baru menemukan soulmate-nya setelah menikah

Sebelum menjalani ikatan perkawinan yang sah, orang-orang dalam kelompok ini merasa belum pernah menemukan soulmate-nya. Barulah setelah menikah, terbiasa menjalani kehidupan dengan seseorang itu lama-kelamaan timbul anggapan sendiri dalam dirinya bahwa ternyata suaminya adalah soulmate-nya.


3. Sebagian orang berpendapat bahwa mereka merasa belum menemukan juga soulmate-nya


Nah, orang-orang dalam kelompok ini selalu mencari-cari sosok yang pas untuk disebut sebagai soulmate-nya. Sekian banyak orang yang ditemuinya ternyata belum juga ada yang layak menjadi soulmate-nya. Sehingga pencarian pun terus berlanjut.


4. Sebagian orang berpendapat bahwa mereka merasa soulmate-nya ada pada diri orang lain padahal mereka sendiri telah berkeluarga/terikat perkawinan yang sah


Untuk kelompok ini, sebelumnya mereka telah merasa klik dan menganggap bahwa ada sosok tersendiri yang dianggap sebagai soulmate mereka namun pada kenyataannya kemudian sosok itu bukanlah sosok yang mereka nikahi. Bisa dibilang mantan pacar. Dan setelah menikah ternyata tetap merasa bahwa soulmate-nya adalah si mantan pacar. Nah khusus yang ini, gimana yah perasaan pasangannya begitu tahu bahwa dirinya bukan soulmatenya? Sedih ga sih?


5. Sebagian orang berpendapat bahwa mereka merasa soulmate itu ada kalau mereka sendiri yang membuat seseorang itu menjadi soulmate-nya


Kelompok ini menganggap bahwa jika bukan mereka sendiri yang menciptakan soulmate-nya (bukan mencipta laksana Tuhan ya), lalu soulmate itu tidak akan pernah ada. Dalam arti, mereka menganggap bahwa soulmate itu tidak turun dari langit secara serta merta melainkan saat mereka menemukan sosok yang pas, mereka membuat sosok itu menjadi soulmate mereka menurut kriteria-kriterianya sendiri seperti apa yang mereka mau.


So, bagaimana dengan Anda?




Wednesday, April 1, 2009

Ketika Tutur Kata Adalah Cermin Kepribadian Seseorang

4/01/2009 07:43:00 PM 2 Comments


Sosok A


Suatu ketika gw pernah chat dengan seseorang (lupa nickname-nya). Waktu itu gw masih 23 tahun (hehehe seolah2 dah lama banget padahal baru 2 hari yang lalu umur gw nambah) terpaut 6 tahun sama orang itu. That was fine. Namanya juga chat! Meski dalam hati merasa ga nyambung. Hohoho. 


Nih orang lulusan teknik sipil universitas negri di Sumsel trus kerja di Lampung (Semacam kontraktor kali ya). Tapi, dari awal chat ma orang itu memang antara iya dan tidak untuk terus chat. Eh, lama2 makin banyak topik yang dibahas. Dan menyebalkan! Kata2nya sangat tidak enak. Menghina gitu deh. 

Padahal, apa sih hebatnya dia? Sangat banyak kok orang2 yang begitu hebatnya tapi ga sombong. Jelas aja gw sebel. Sebenernya, tinggal gw cuekin aja kan? Ato gw kick sekalian? Tapi, adrenalin gw dah terlanjur naik jadinya gw timpalin aja terus omongan dia. Haduhhhh... ga guna banget yah buang energi aja. Yuks sampai akhirnya gw yang mutusin obrolan baru berhenti. Eh, tuh orang masih pake ngasih nasehat n menutup dengan salam. Btw, gw ga nyimpen tuh obrolan jadinya ga bisa gw tampilin di sini.


Sosok B

Masih pada saat yang sama, gw lanjut chat dengan yang lain. Hmm, kontras banget! Nih orang (lupa nickname-nya) santun sekali omongannya. Jadinya, gw pun enak ngobrol ma dia. Yang gw heran, kok dia tau gw dari salah satu instansi pemerintah. Ah, mungkin dah pernah chat ma gw sebelomnya yah. Pas gw tanya, jawabnya:
1. small lies (kalo ga salah ingat)
2. statistics (yang ini gw ingat banget) ^^
Pokoknya ada dua jawaban.

Ternyata, nih orang pernah nyari data instansi gw untuk bahan thesis-nya di Singapura beberapa tahun silam. Cuman katanya, situs instansi gw kok kurang update? Misal sekarang 2009, kok datanya masih 2007. Kira2 gitu... Itulah yang dia pertanyakan. Trus, dia merekomendasikan situs Singapura.

"Coba situsnya Indonesia bisa kaya situsnya Singapura" katanya.

"Situs Singapura lengkap dan di-update terus."

Bagi yang mau tau silahkan ke http://singstat.gov.sg/

Oya, tuh orang ngakunya sekarang kerja di akuntan publik.

Kalo mau coba bandingin:
1. Singapura negara maju yang sangat teratur administrasi dan segala macamnya pastinya. Sementara Indonesia adalah negara berkembang yang perlu banyak perbaikan sana-sini.

2. Singapura wilayahnya kecil sementara Indonesia sangat luas. Sehingga setiap kali survey/sensus, pastilah publikasi hasil survey/sensus itu lama terbitnya kalo untuk Indonesia. Yah tau sendiri wilayah cakupan yang begitu luas dengan segala keterbatasan di tiap wilayah masing2. Apalagi seperti di Papua yang mesti menggunakan pesawat sebagai transportasi antar kabupatennya dan itu pun ada jadwalnya ga setiap kali mau berangkat selalu ada (itu pengalaman teman di sana yang sudah berbagi loh).

Manage sesuatu yang jumlahnya sedikit akan lebih mudah ketimbang yang banyak kan? Kira2 seperti itulah...

3. Dari segi teknologi, jelas Singapura jauh lebih unggul ya. Apalagi SDM?

Semestinya, masih banyak lagi ya perbedaan2 yang ada. Indonesia masih harus terus belajar dari negara2 yang maju seperti Singapura. Dan apa kata sosok B adalah benar. Memang seperti itu adanya.


Umm, kembali ke soal tutur kata. Yup! Seseorang itu bisa dinilai dari perkataannya. Kalo dalam dunia maya memang susah ya buat menilai seseorang. Siapa pun bisa berubah jadi apa pun yang dia mau. Seringkali kebalikan dari dunia nyata. Apa yang tidak tersalurkan di dunia nyata, dia salurkan di dunia maya. Jika itu menjadi hal yang positif (untuk berkarya misal), gw pikir ga masalah. Tapi, seringkali kan disalahguna. Misal chat menjadi sarana memuaskan hasrat. Korban teknologi?

Malah ada yang make friendster buat publikasi diri jadi yang ngga-ngga? Gw ga abis pikir karena ada seseorang yang jadi teman chat gw ternyata demikian. Dan betapa herannya gw saat dia menuliskan di shoutbox-nya kira2 begini: album no.2 special to xxx ( ID YM gw). Kaget gw! Hadohhhh... Parahhhhh!!!

Lain kasus, gw memasuki suatu forum. Gw ikuti topik2 tertentu. Gw baca2 komen2 yang ada. Ada sosok2 yang kelihatan begitu smart menurut gw hanya dari melihat komen2 yang mereka tulis. Hmm, salut! Itu benar memang mereka demikian ato tidak, who knows?

Trus, gw sendiri termasuk apa yah? hehehe