Follow Us

Wednesday, April 24, 2019

Jalan-Jalan ke Turki (Tulip Festival - Spring) Day 1-2

Spring in Turki adalah target jalan-jalan saya yang utama setelah summer in Beijing. Saya sudah merencanakan untuk ikut dari setahun lalu. Berhubung waktu itu masih kuliah (2018) jadi saya tunggu setahun kemudian (2019). Sabar sekali ya. Demi kamu Turki, apa sih yang tidak. Hehe. :)

Saya cari-cari berbagai agen travel yang itinerary-nya cocok dan juga harga tentunya. Akhirnya terpilih agen travel Avia Tour (lagi). Tapi memang dasar tidak rejeki ya, tanggal yang saya incar penuh beberapa waktu setelah saya booking sementara. Saya diberitahu ini karena awalnya saya tidak DP dulu sih. Ya sudah tidak apa-apa. Saya cari agen lain. Dari sekian banyak yang saya lihat-lihat, rata-rata sih itinerary mirip-mirip. Yang penting buat saya yang bisa join untuk satu orang dan tidak menambah single supplement. Rata-rata agen yang saya tanya minta single supplement kalau sendiri atau ada juga yang minta minimal dua orang.

Okelah, akhirnya terpilih liburanmurah.tour. Harga yang ditawarkan untuk tulip festival per pax all in senilai Rp. 20.250.000 (wah, dapat motor satu biji nih). Mahal? Iya memang untuk spring jauh lebih mahal ketimbang musim lain.

Untuk mencapai sesuatu itu butuh pengorbanan entah itu materi, tenaga, waktu, dan pikiran. Kalau saya berpikir mending beli motor, maka saya tidak mau berkorban materi dan artinya saya dapat motor tapi tidak akan pernah pergi ke Turki sebagai konsekuensi. Selain itu juga masalah waktu dan uang, mana yang akan dikalahkan. Seringkali terjadi kita punya uang tapi tak punya waktu (atau sulit mencari waktu yang pas). Bisa juga terjadi kita punya waktu luang tapi tak punya uang. Yang terjadi pada saya, saya ingin bisa jalan-jalan ke Turki tapi waktu tidak match. Jika saya memaksa pergi bisa saja, tapi saya harus korbankan diri untuk tidak masuk kuliah. Atau bisa saya tetap pergi di saat yang waktunya match dengan saya, tapi harganya lebih mahal. Nah, hidup itu pilihan kan? Yuk, memilih... :)

Dan untuk mencapai sesuatu itu perlu direncanakan dan dipertimbangkan dengan matang. Ini menurut saya. Saya bukan tipe buru-buru soalnya. Seperti jalan-jalan begini contohnya. Dan harus segera action, bukan sekedar rencana di otak. Setuju?

Berikut itinerary ke Turki 6-14 April 2019.

Day 1 (6/4/2019)
Perjalanan Jakarta ke Turki (transit Singapore) via Singapore Airline

Day 2 (7/4/2019)
Tiba di Turki (bandara baru Istanbul). Emirgan Park, Bosphorus Cruise, Topkapi Palace, Hagia Sophia, Blue Mosque, Belanja di toko souvenir. Menginap di Hotel Gorrion. (tidak sempat ke Hippodrome dan grand bazaar).

Day 3 (8/4/2019)
Perjalanan ke Bursa. Grand Mosque. Menginap di Hotel Bursa. (tidak sempat ke Green Mosque dan Green Tomb).

Day 4 (9/4/2019)
Perjalanan ke Pamukkale. Rossini. Turkish Delight Munira. Ephesus. Hierapolis. Cottoon Castle. Menginap di Hotel Pamukkale.

Day 5 (10/4/2019)
Perjalanan ke Cappadocia. Burberry. Underground City. Menginap di Hotel Cappadocia.

Day 6 (11/4/2019)
Jeep safari, Ortahisar, Pasabag Valley, Uchisar, Panorama, Ceramic Factory, Karpet Factory, Goreme Open Air Museum. Menginap di Hotel Cappadocia.

Day 7 (12/4/2019)
Perjalanan ke Ankara. Salt Lake. Mausoleum Attaturk. Istanbul. Menginap di Hotel Gorrion.

Day 8 (13/4/2019)
Check out Hotel Gorrion Istanbul. Ke bandara Istanbul.

Day 9 (14//2019)
Tiba di Indonesia


Oke, saya akan menceritakan perjalanan hari pertama dan kedua begitu tiba di Turki. Kami serombongan 39 orang (termasuk satu orang tour guide dari Indonesia, halo Salman!). Ternyata rata-rata pesertanya emak-emak. Hehe seperti biasa kalau ikut tur konsorsium begini berasa jadi paling muda. Oops! Dan tahukah kalian (pasti jawabnya tidak). Berasa paling miskin juga kalau ikutan tur begini bareng emak-emak. Berasa nyempil di antara orang-orang berduit. Kalau sudah urusan belanja ya, sampai pada menambah koper. Keluar dolar sampai tak terhitung. Ck ck ck...

Tapi saya senang bareng emak-emak. Selalu ada pelajaran yang didapat kalau mengobrol dengan mereka. Mereka juga tidak pilih-pilih teman. Saya yang pergi sendirian bisa bergabung dengan mereka. Bisa saling gantian foto. Terima kasih ibu-ibu yang baik hati! :)

Lanjut... Perjalanan ke Turki ini cukup lama yaitu memakan waktu sekitar 13 jam. Pertama penerbangan dari Jakarta ke Singapore kemudian transit tidak lama (syukurlah) di Singapore lalu lanjut ke Turki sekitar 10-11 jam. Mungkin karena pengaruh cuaca ya di bulan april, pesawat seringkali goyang. Deg-degan rasanya tapi hanya bisa pasrah dan terus berdoa. Mbak di sebelah saya sampai bilang ngeri goyang terus tapi kok orang-orang kelihatan santai saja tidak baca-baca (doa) apalagi pramugarinya. Sementara kalau dia sibuk baca-baca (zikir atau berdoa). Saya bilang, "Nggak Mbak doank kali yang baca-baca, cuman mereka ga bilang-bilang." :)

Saya duduk di pojok bangku paling belakang sayap kiri. Herannya kenapa di bagian belakang ini tak mendapat service yang sama dengan bangku-bangku lain. Bangku lain sering mendapat tawaran jus atau minuman lain tapi kok bangku saya lewat begitu saja. Bahkan bangku lain mendapat bungkusan kecil berisi kaos kaki, alat gosok gigi dan penutup mata (kalian pasti tahu) kok saya tidak. Oke deh bukan rejeki saya. Tidak apa-apa. :D

Tiba di Turki pagi hari. Di sana langsung ke toilet. Toilet sepi. Hanya rombongan kami Indonesia. Karena bandara baru, tombol air tidak bisa flush. Ada pula yang pencetan airnya sulit keluar air. :D

Setelah pengambilan bagasi (cepat tidak pakai lama) kami ke bus yang sudah menunggu. Di sana sudah ada tour guide lokal orang asli Turki bernama Hakan. Beliau berusia 44 tahun. Saat awal ketemu terlihat orangnya serius tapi rupanya bocor, jahil, asyik serta baik sekali. Bisa  menghidupkan suasana. Thank you Mr. Hakan. :)

Emirgan Park
Taman besar (tak sempat berkeliling saking besarnya) di Kota Istanbul ini cantik sekali saat musim semi dimana tulip bermekaran. Ada sekitar 10 juta tulip di sana. Bahkan saya melihat ada beberapa pasangan calon pengantin sedang melakukan foto pre-wedding. So sweet. :)

Kalau kalian jeli, bisa lihat pasangan pre-wed :)
Foto dok Reana

Saat mengambil foto tidak boleh menginjak rumput sekitar tulip loh ya. Ada petugas yang mengamankan. Lah, harusnya kan dipagar itu supaya tidak diinjak orang. Yang orang asli Turki saja bandel kok mereka foto-foto di sekitar tulip. Haha. Kasihan petugasnya sih sebenarnya.

Bosphorus Cruise
Di sinilah kehebohan para emak-emak dimulai. Saat Bosphorus cruise, tour guide memutar lagu Indonesia. Emak-emak pada goyang sampai lagu selesai. Heboh. Saya sih cuma berani mengambil video mereka saja hihi. :)

Foto di lokasi Bosphorus Cruise

Topkapi Palace
Masuk ke dalam area Topkapi Palace (baca: Topkape Peles) berasa adem (memang dingin sih cuaca). Subhanallah. Saya suka suasana di sini. Saya masuk ke museum di dalam. Tidak semua rombongan masuk (yang mau saja). Sudah sampai di situ ya harus masuk kalau saya. Antri padat. Ada peninggalan islam jaman dulu. Ada pedang, tapak rosul, Al Quran, jubah fatimah, jubah Ali dll. Tidak boleh foto ya di dalam.

Topkapi Palace

Saya mendengar lantunan Al Quran saat berada di dalam, saya pikir suara kaset diputar. Begitu saya sudah mau menuju ke luar ruangan, ternyata memang ada Qori yang sedang membaca Al Quran di ruangan dekat pintu keluar. Subhanallah. Memangnya di masjid Indonesia ya yang biasanya putar kaset. Ya Allah...  Kok saya mau menangis menulis ini. T-T

Hagia Sophia
Di Hagia Sophia (baca: Haya Sofia) kami cuma sebentar masuk. Saat ini Hagia Sophia masih menjadi museum. Dari luar cantik sekali mengambil foto dengan background Hagia Sophia. Sayang, ramai sekali di luar jadi tidak mendapat foto yang cantik. Sudah lelah juga sore hari, sudah kusut hehe.
Hagia Sophia dari luar

Oya, masuk ke Hagia Sophia ini kami dikasih headset tiap peserta (peraturannya begitu) supaya saat tour guide memberikan instruksi kami dengar dari headset tidak mengganggu rombongan lain karena ada banyak rombongan lain juga.

Ini dia headsetnya

Saya dan seorang ibu pikir, kami cuma bisa mendengar suara tour guide (satu arah) tapi tidak bisa bicara ke tour guide (dua arah), padahal kan komunikasi harusnya dua arah. Eh rupanya saat saya mengobrol dengan ibu itu, si tour guide bilang ke kami, "Saya tidak dengar ya." Oops! Hehe berasa ngerumpi deh astaghfirullah... ternyata dengar dia. :)

Si tour guide seringkali mengatai kami ibu-ibu rumpi suka bergosip. :D

Bagian dalam Hagia Sophia
Saya tidak menyangka kalau pada saat itu bisa melihat Hagia Sophia pada akhirnya. Kenapa? Saya membaca sekilas sejarah Hagia Sophia dari novelnya Hanum Salsabiela Rais "99 Cahaya di Langit Eropa". Tahun berapa itu coba. 2011! Dan seperti terekam di memori saya begitu loh. Lalu pada Tahun 2015 awal saat saya jalan-jalan ke Jepang, seorang ibu yang selalu bareng saya saat di Jepang mengajak saya ke Turki atau Korea setelah dari Jepang. Waduh, kalau saat itu saya harus menabung dulu beberapa waktu untuk jalan-jalan lagi. Dan akhirnya saya kepikiran ke Turki juga dan sampai juga ke Turki meski harus melewati beberapa waktu yang tak sebentar. Subhanallah :)

Blue Mosque
Kami sholat di Blue Mosque. Tapi saya tidak masuk ke dalam karena antri padat dan waktu mepet. Ya Allah... suka berada di sini. Di luaran banyak tempat duduk-duduk cantik. Banyak warga Turki yang cantik ganteng itu loh tak ada yang jelek masha Allah... Kok saya berasa jelek ya di sana astaghfirullah... ciptaan Allah itu sudah yang terbaik termasuk saya. :)

Waduh, ini saya jadi moto orang lagi berpose hihi. Niat hati mengambil foto Blue Mosque loh ya. :)

Belanja di toko souvenir
Langsung belanja saja nih hari pertama tiba. Di sini tokonya termasuk murah. Ada pelayannya orang Indonesia. Terima rupiah loh. Saya beli bookmark di sini.

Selanjutnya menginap di Hotel Gorrion. Lanjut ke posting berikutnya ya biar tidak terlalu panjang. :)


All pictures credit to Reana. All were taken by Reana.


No comments:

Post a Comment

leave your comment here!