Follow Us

Monday, January 21, 2019

Jalan-Jalan 3 Negara: Malaysia - Singapura - Thailand

Selesai ujian akhir semester 3, saya putuskan untuk menghibur diri tepatnya 29 Desember 2018 - 3 Januari 2019 ke tiga negara sekaligus yaitu Malaysia, Singapura dan Thailand. Asyik... Tahun baruan di luar negeri untuk kedua kali. (Tidak meniatkan diri loh ini karena saya tidak pernah merayakan tahun baru)

Mencari waktu yang pas untuk bisa jalan-jalan di masa kuliah memang tidak mudah. Selalu saja jadwalnya bertabrakan dengan jadwal kuliah padahal masa-masa itu adalah low season. Dari situlah saya merasa sedih. Tapi saya berpikir, harus ada yang dikalahkan antara uang dan waktu. Mana yang saya pilih, uang atau waktu? Karena jika tidak alias menunggu waktu dan uang bertepatan keduanya, entah kapan saya baru bisa jalan-jalan. Jangan terlalu banyak mikir melainkan cepat action. Mumpung masih di Jakarta, masih serba mudah dan lebih murah tentunya. Asyik. :)

Dan akhirnya saya putuskan untuk mengalahkan uang alias membayar lebih mahal sedikit untuk bisa jalan-jalan dan tidak mengganggu jadwal kuliah. Karena, jika saya pilih low season, saya harus bolos kuliah. Untuk anak baik seperti saya ini rasanya was-was mau bolos. Uhuk-uhuk :D

Berhubung saya sendirian, lagi-lagi saya memilih untuk ikut travel agent. Pilihan saya kali ini adalah Travelmaps. Dan kenapa saya pilih ketiga negara tersebut? Tentu alasan klasik karena saya belum pernah ke sana, padahal sih dekat kan (karena sebelumnya saya lebih tertarik ke negara 4 musim sih). Selain itu tak perlu visa, biaya lebih murah, tak perlu naik pesawat lama-lama dan tak perlu bawa baju tebal-tebal karena cuacanya mirip di Indonesia.

Tapi entah mengapa mendekati hari keberangkatan saya tidak excited ya? Saya teringat ketika saya akan ke Beijing lalu ditanya teman saya apakah saya excited? Saya jawab tidak. Dan sekarang saya mengalami hal yang sama. :(

Bagaimana pun saya hanya tinggal melangkahkan kaki untuk berangkat jadi harus action walau tidak excited. Action apaan maksudnya? Persiapan tukar duit dan tentunya barang yang akan dibawa. Baiklah kali ini saya menukar uang sisa yuan saya dengan ringgit, dollar Singapore dan baht. Alhamdulillah masih ada sisa yuan jadi tidak perlu gesek atm. Kali ini saya tidak menukar banyak karena saya berpikir mau berhemat (yakin?) tidak belanja karena saya ada keperluan lain yaitu pulang kampung. Hehe. Benar loh yuan saya masih ada sisa 1610 saya tukar dengan harga 2095 masih dapat duit senilai 3.3 juta. Lumayan kan? Saya tukar dengan:
Ringgit 100
Dollar Singapore 50
Baht 1000
Uang saku saya total = Rp. 1.320.000 (jauh lebih sedikit ketimbang ke Beijing)

Perjalanan dimulai dari penerbangan Jakarta - Kuala Lumpur. Setelah itu dilanjutkan dengan perjalanan darat menggunakan bus. Berhubung pesertanya ada 59 orang plus 2 orang tour guide dari Indonesia, 2 orang tour guide dari Malaysia yang selalu ikut hingga Singapura dan Thailand. Begitu sampai di singapura dan Thailand ada guide lokal sana juga, jadi ada dua bus. Ramai! :)

Rata-rata pesertanya adalah keluarga. Ya tentu saja. Sama halnya seperti saat saya ke Beijing lalu. Lagi-lagi saya sendiri yang single paling muda. Berteman di sana ya sama emak-emak, bapak-bapak. Tak apalah, yang penting jalan-jalannya. :)

Saya sekamar dengan seorang ibu dari Kalimantan Timur. Si ibu ini sudah keliling dunia sampai bingung ke mana lagi saat saya tanya kenapa ikut trip ini padahal sudah pernah. Hihi keren deh ibu semoga saya juga bisa keliling dunia aamiin. :)

Saya juga mendapat banyak cerita dari si ibu yang memang pengalamannya sudah banyak. Memang ya kalau ketemu orang baru itu selalu ada cerita baru (ambil yang baik-baiknya). Semacam membuka perspektif kita begitu. Ada benarnya juga sih kalau pemikiran sempit karena kurang piknik. Hmm :)

Day 1: Malaysia (Melaka)


Itu kok ada orang berbaju kuning seperti yang di depan Museum Fatahillah. Apa pindah tugas ke sini? Hehe :)

Perjalanan dari Kuala Lumpur ke Melaka lumayan jauh ternyata berjam-jam. Tujuan utama ke Melaka diantaranya adalah mengunjungi Gedung Merah Melaka, Christ Church, Stadtuys, Jonker Walk Street yang semuanya itu berada di satu lokasi. Yang saya heran, ramai benar itu tempat. Padahal lokasinya tidak besar. Orang-orang pada antri foto di tulisan I LOVE KL. Saking ramainya saya hanya jalan-jalan sekitaran. Ada juga loh pengamen di tempat itu. Dan kala itu nyanyi apa coba? Lagunya Manji - Dia. Mungkin tahu lagi banyak turis Indonesia kali ya sengaja hihi (suudzon deh jadinya, maaf).

Ini dia es cendol duriannya.
Setelah berjalan di situ saya menuju ke pinggir sungai. Ada penjual es cendol. Saya mencoba jajan es cendol. Yaelah, di Indonesia mah banyak cendol, jauh ke Malaysia kok jajannya cendol. Haha. Nyicip cendol Malaysia euy. Eh, ternyata rasanya ya sama saja cendol. Saya beli es cendol durian seharga 6.5 ringgit (mahal? Iyaaaa). :D

Kelapa muda Jonker Walk lucu ya bulat-bulat putih :)

Selesai minum es cendol, saya berjalan ke Jonker Walk Street. Banyak orang jualan pula di sana. Saya berhenti di tempat orang berjualan kelapa muda. Lucu deh di sana kelapanya sudah dikupas putih bersih begitu. Lalu yang mengupas eh tiba-tiba beratraksi bak silat dengan kelapa kupasnya itu sewaktu saya dan ibu yang sekamar hendak merekam pengupasannya itu loh. Jadi lucu deh ditonton orang-orang juga. Saya pun merekam sambil cekikikan. :D

Day 2: Singapura



Di Singapura cuma sebentar, sehari saja. Cuma photo stop lah bisa dibilang. Yang dikunjungi diantaranya Merlion, USS, Garden by The Bay, Orchard Road dan sholat di Masjid yang ada di Orchard, Masjid Al Falah. Di Singapura, saya hanya mengeluarkan uang untuk beli sebotol air mineral di Merlion saking haus dan panas tak ketulungan (oops!). Berapa harganya? 3.5 dollar singapore (OMG!). Sedih deh rasanya jalan-jalan ke luar negeri karena uang rupiah kita benar-benar jatuh kursnya. Kalau mau beli apa-apa ya mahal. :(


Sebelum ke Thailand, kami sempat mampir dulu ke Kellie's Castle di Malaysia. Ceritanya Castle ini dibangun oleh Bapak Kellie yang merupakan orang Inggris untuk istri tercintanya. Wah, macam Taj Mahal ya. So sweet. :)

Day 3-4: Thailand (Hatyai)
Wilayah Thailand yang terdekat dengan Malaysia adalah Hatyai. Perjalanan cukup jauh loh ya sekitar 6-7 jam. Lelah di jalan? Iya. Beberapa orang teler (flu dan masuk angin) mungkin karena tidak biasa perjalanan jauh dengan bus. Apalagi terkena AC berhari-hari. Tanggal 31 Desember magrib kami sampai di Hatyai. Tahun baruan di Hatyai. Ada semacam pasar malam begitu ya dan juga konser. Saya di sana cuma jalan-jalan melihat suasana malam. Banyak muda-mudi berseliweran. Saya perhatikan gaya berpakaian wanita-wanitanya di sana. Menurut saya, variatif. Mulai yang berhijab hingga hotpant, mini skirt, ada pula yang berpakaian bolong di punggung (bukan sundel bolong). Hihi amat tidak sehat untuk laki-laki. :)

Lucunya, teman-teman serombongan ada di situ menunggu detik tahun baru alias kembang api baru mau pulang, tapi ternyata di dekat tempat konser dan pasar malam yang diduga bakal di situlah kembang apinya malah tidak ada kembang api sama sekali. Yang ada malah di tempat yang sejalur dengan hotel kami menginap. Kelihatan sih kembang apinya jedar-jedor dari tempat kami menunggu. Tapi itu pun tidak meriah. Yah pada kecewa deh. Haha wajarlah kata saya, daerah pinggiran bukan kota besar. Jangan berharap lebih. :D

pasar malam tahun baru

Akhirnya kami pulang naik tuktuk mana gerimis pula. Dan ada loh ya tiba-tiba bapak-bapak (peserta juga) nyerobot ke tuktuk kami yang barusan ditawar padahal kami yang wanita-wanita sedang antri naik. Ampun dah. Egois benar ya. Akhirnya saya terakhir naik, padahal saya pikir masih cukup tidak ya. Mana hujan juga kan itu. :(

Itu Buddha-nya tidur terus tidak bangun-bangun :)

Keesokannya kami menuju Bee Farm dan Sleeping Buddha. Kemudian menuju Songkhla, Samila Beach. Pantainya biasa saja sih menurut saya. Di Indonesia kan banyak pantai. Apalagi saya hidup dekat pantai sewaktu di Bengkulu. Orang-orang antri foto di patung Mermaid yang ada di pantai itu. Ada legenda yang saya baca kalau memegang dada patung Mermaid, bakal balik lagi ke situ. Hihi heran deh, kenapa harus dadanya? Mana telanjang dada pula. Malu ah. :D

Wah ada yang duduk di pangkuan Mermaid :)

Day 5-6: Malaysia (Kuala Lumpur)
Tiba di Kuala Lumpur, kami ke Genting Highway naik cable car. Naik cable car bukan hal baru sih buat saya. Saya sudah pernah dulu sewaktu di Jepang dan juga di Ancol. Naik cable car di Genting ini pas senja dan juga gerimis jadi tidak bisa mendapat pemandangan bagus. Lucunya ya, sewaktu di cable car saya kan dengan rombongan Indonesia sekitar 10 orang, nah begitu sampai di satu halte atau stasiun bilangnya ya, kan cable car menjadi pelan dan pintunya terbuka otomatis. Orang di dalam heboh mau keluar padahal cable car di depannya tidak turun orang-orangnya. Lah, orang saya di dekat pintu ya jadinya saya mau tak mau keluar juga. Petugas di halte marah lah ya. Bahaya. Lalu kami masuk lagi tapi hanya sebagian yang sempat. Ada ibu dan anak yang tertinggal di halte. Si Bapak jadi cemas nasib anak istrinya. Akhirnya mereka nebeng cable car selanjutnya kok. Aman. :)


Kalau tiba di mall-nya Genting sih ya cuma jalan-jalan. Isinya permainan sama outlet. Sambil menunggu waktu kumpul, saya dan si ibu dan anaknya mampir ke cafe bertema DC Comics. Tak hanya dekorasi, menunya pun serba DC. Bahkan ada satu menu minuman namanya ada kata 'Bandung' loh. Anak gadis si ibu yang merengek minta ke sini sih. :)


Esok pagi harinya, foto-foto dulu di Petronas Twin Tower. Ada yang bilang, belum ke Malaysia kalau belum foto di sana. Di sana ramai rombongan umroh dari Indonesia sedang foto-foto juga. Hihi. Saya duduk di pagar taman dan mengobrol dengan Bapak-Bapak tua dari Kalimantan peserta umroh yang ada di situ. Tak lama kemudian saya terusir oleh Ketua rombongan umroh (nampaknya sih) yang tiba-tiba datang dengan membawa Bapak-bapak tua juga dan bilang supaya saya muslimah solehah memberikan tempat duduk kepada yang lebih tua. Saya hanya tersenyum lalu bangkit dan berjalan meninggalkan tempat itu. Ada-ada saja. :D

Rute selanjutnya adalah ke outlet cokelat Harritson, Istana Negara, Masjid Putra Jaya, Batu Caves dan outlet makanan ringan serta suvenir. Di Masjid Putra Jaya, wanita yang berkunjung diberi jubah merah jika tidak menggunakan hijab ataupun memakai celana. Berhubung saya memakai rok, jadi saya tidak diberi jubah. Sewaktu saya akan sholat, ibu yang bareng dengan saya terus selama perjalanan baru tiba. Beliau menitipkan tasnya ke saya. Selesai saya sholat kok si ibu tidak datang-datang ya. Kok wudhunya lama amat. Mana sudah dipanggil untuk masuk bus. Kan saya cemas ya. Apa kesasar. Lalu saya cari di tempat wudhu tidak ada juga sampai saya ditegur petugas masjid. Pas saya keluar, eh si ibu muncul bareng peserta lain dari lantai atas katanya. Beliau sholat di lantai atas. Haduh... :(

Jubah merah Masjid Putra Jaya

Begitulah kisah perjalanan saya. Tanggal 3 Januari 2019 malam saya tiba di Soetta lalu balik ke kos istirahat semalam. Besok paginya saya ke bandara lagi pulang kampung ke Lampung tercinta. :)

Sampai jumpa di petualangan selanjutnya. Aamiin. :)

4 comments:

  1. o enak yak jalan2nyaa, btw sndiri bgt?? XDD
    siak dah aman mbak, maks tgl 24 yoo. tesis ttg apa nih? wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe. Biasalah emak emak bapak bapak gtu yang lain.

      Makasih infonya. Ok tar cek siak 😂

      Ganti topik nih. Lagi nyari. Doain yah 😂

      Delete
    2. Wkwkwk XD

      Lah gakngelanjutin yg dipublikasiin kmarin mbak?
      Btw smt akhir masih boleh ambil matkul pilihan kan yak?

      Delete

leave your comment here!