Halo Sobat. Apakah kamu sudah pernah nonton film Frankenstein?
Ada beberapa versi film Frankenstein yang sudah dirilis. Film pertama yang saya tonton adalah Frankenstein versi tahun 1994 yang diperankan oleh Robert de Niro. Menurut saya ini bagus banget filmnya untuk science fiction jaman dulu. Filmnya emosional. Saya ingat banget sampai pemeran utama wanitanya mati lalu Victor Frankenstein mencoba untuk menghidupkannya juga.
Setelah ini saya belum ada nonton lagi film Frankenstein versi lain sampai muncul versi Netflix yang rilis akhir tahun 2025 lalu. Film yang diperankan oleh Oscar Isaac sebagai Victor Frankenstein dan Jacob Elordi sebagai monster ciptaannya ini cukup bagus. Ceritanya berbeda dari versi 1994.
Dalam film ini fokus ceritanya di bagian akhir tentang hidup si monster yang sungguh kasihan karena tidak diterima hidup di antara manusia normal. Dia tidak punya keluarga dan tidak ada ayah ibu asal dia dilahirkan. Dia sendirian dan kesepian. Dan pada dasarnya saat dia hidup dia itu baik. Dia tidak jahat. Ceritanya dibuat menyentuh dari sisi si monster.
Ketika nonton versi ini saya berpikir sepertinya si Elizabeth ada perasaan sama si monster. Elizabeth ini kan tadinya calon istri adiknya Victor tapi kemudian setelah Elizabeth ketemu Victor, mereka seperti nyambung begitu terus saling naksir. Tapi kemudian Elizabeth tetap milih adiknya Victor dan menikah.
Victor ini sebenarnya ilmuwan yang jenius tapi karena obesesinya menghidupkan monster ciptaannya ini jadinya malah jadi masalah buatnya. Si monster ini ga bisa mati walau kekerasan apapun sudah dilakukan untuk membunuhnya termasuk dibakar hidup-hidup.
Film Frankenstein ini diangkat dari novel Mary Shelley. Dari beberapa versi adaptasi filmnya terlihat memang bagus banget sih alur cerita novelnya. Di jaman dulu bisa berimajinasi sekeren ini ya. Salut banget. Dan novelnya diadaptasi jadi film berbagai versi hingga saat ini.
Sobat, kalau mau tetap hidup dalam waktu yang tak terbatas maka berkaryalah. Karena karyamulah yang bisa hidup hingga ribuan tahun. Mungkin jatah hidupmu tak sampai 100 tahun tapi karyamu bisa lebih dari itu bahkan sampai waktu tak terbatas. Terutama kalau karyamu bisa jadi karya fenomenal. Walau tak fenomenal juga tetap bisa dikenang asal membawa manfaat buat orang lain.
Terkadang semasa hidup karya tak diakui tapi setelah kematian justru karyanya baru terkenal. Banyak loh yang begini. Contohnya Van Gogh di mana lukisan Starry Nite nya itu baru terkenal setelah dia meninggal.
Ok Sobat, sekian posting hari ini. Sebenarnya saya cuma ingin sharing unek-unek saja.
No comments:
Post a Comment
leave your comment here!