Bersepeda Yuk...!




Belum lama ini saya merasa ada trend baru di sini. Hmm, pemandangan yang tidak biasa saya lihat. Selama 4 tahun saya hidup di sini, baru sekaranglah saya melihat mulai banyak orang bersepeda. Padahal semula, saya tidak melihat orang dewasa bersepeda. Paling hanya anak-anak kecil yang main-main sepeda. Pemandangan yang biasa saya lihat adalah orang-orang berkendaraan mobil atau sepeda motor.

Bahkan dulu ketika awal-awal di sini saya (dan satu orang teman saya) jalan kaki ke kantor. Alhasil, saya jadi tidak nyaman sendiri karena memang selain tidak ada orang lain yang jalan kaki, saya tidak suka dengan mata orang-orang lewat berkendara sepeda motor itu. Mereka lewat dari arah belakang saya tapi sempat-sempatnya menoleh ke belakang (arah saya dan teman saya) seolah-olah tidak pernah melihat orang jalan kaki saja. Lucunya, ketika saya jalan sendirian pulang kantor pernah ada yang menawari tumpangan ke saya. Eh, tidak cuma saya tapi juga teman saya satu lagi itu pernah mengalami juga ketika berangkat ke kantor. Mungkin iba kali ya lihat orang jalan kaki hari gini. Hehehe

Nah, kembali soal sepeda tadi. Mungkin mulai banyaknya sepeda akhir-akhir ini ada hubungannya dengan Pemda. Tiap hari Jumat, di sini digalakkan bersepeda ke kantor untuk pegawai Pemda. Bahkan kepemilikan sepeda semakin dipermudah dengan adanya pemberian kredit sepeda oleh Pemda bagi pegawai Pemda tentunya. Tapi brosurnya mampir juga ke kantor saya meski kantor saya bukanlah Pemda.

Tentu saja penggalakan bersepeda jumat itu tidak berlaku di kantor saya hehehe. Biar begitu, bos saya sudah punya sepeda baru. Begitu pula beberapa teman saya sekantor juga sudah ada yang beli sepeda baru. Hmm, kena imbas rupanya.

Ah, tapi saya sudah lebih dulu beli sepeda. Tepatnya setahun lalu, ketika itu saya merasa kesulitan menemukan sepeda. Di tempat saya tinggal ternyata tidak ada yang menjual sepeda, padahal di sinilah kecamatan inilah ibukota kabupaten berada. Akhirnya saya cari ke dua kecamatan tetangga. Seperti yang pernah saya ceritakan, kabupaten tempat saya tinggal ini jauh dari ibukota. Makan waktu sekitar 7 jam untuk ke kota Bengkulu begitu pula ke Padang. Dan para pedagang di sini rata-rata mengambil stok barang justru dari Padang.

Jadi, kemudahan pembelian sepeda dari Pemda itu tidaklah berpengaruh bagi saya. Coba sudah ada dari setahun lalu ya.... :(

Atau saya yang terlalu cepat?

Hmm, kala itu saya merasa kangen bersepeda. Rasanya sudah terlalu lama tidak pernah tahu rasanya naik sepeda seperti apa. Hehe

Share on Google Plus

About Reana Nite

A learner who wants to share what I have experienced and learnt in this life. Hope you who not experience the same thing as me can still get the same lesson and take the wisdom. Happy reading! ^_^

2 komentar:

leave your comment here!