Follow Us

Monday, March 21, 2022

Douluo Continent Review

3/21/2022 03:37:00 PM 0 Comments
Halo Sobat! Hari ini saya mau membahas serial mandarin yang sudah kelar saya tonton beberapa waktu lalu di wetv yang berjudul Douluo Continent. Sebenarnya saya nonton serial ini pada awalnya karena tokoh utamanya adalah Xiao Zhan. Saya coba lihat trailer-nya lumayan bagus. Ide ceritanya unik. Yang paling menarik perhatian karena Xiao Zhan tampak ganteng di drama ini. Mungkin karena gaya rambutnya yang panjang dan ikal terlihat cocok di wajahnya. Jadi terkesima dengan kegantengannya. Uhuy :D



OK. Kita ke ceritanya ya. Xiao Zhan yang berperan sebagai Tang San adalah anak seorang pandai besi. Ibunya sudah meninggal sejak Tang San masih bayi. Tang San ini anak yang baik yang hidupnya biasa saja. Dia belajar pandai besi dari ayahnya. Suatu ketika dia bertemu dengan Su Yun Tao yang bisa melihat kemampuan Tang San. Kemampuan apakah itu? Di dalam drama ini dikisahkan bahwa setiap orang memiliki kemampuan (martial soul) yang bisa dilihat di tangan kanannya. Nah, Su Yun Tao ini membantu Tang San untuk memperlihatkan kemampuannya. 

Pada awalnya yang muncul di tangan kanannya adalah blue silver plant yang mempunyai tingkat paling rendah atau biasa saja kekuatannya. Bisa dibilang tidak ada istimewanya. Tapi ternyata tidak cukup sampai di situ. Tang San ternyata memiliki dua kemampuan. Tangan kirinya juga ada. Dan hal itu sangat jarang terjadi. Jadi, Tang San ini adalah anak istimewa. Lalu, kemampuan apa yang dimiliki di tangan kirinya? Namanya Hao Tian Hammer yang super power dan Tang San diminta ayahnya untuk menyembunyikan Hao Tian Hammer. Tang San baru boleh menggunakan Hao Tian Hammer untuk melindungi blue silver plant-nya. Tang San pun menurut saja.

Tang San meminta izin ayahnya untuk pergi ke sebuah sekolah (Nuoding Academy) yang bisa melatih kemampuannya untuk menjadi soul master. Dengan rekomendasi dari Su Yun Tao, dia berhasil masuk ke sekolah tersebut. Di sana dia bertemu dengan seorang guru bernama Da Shi (diperankan oleh Calvin Chen) yang nantinya akan terus mendampinginya sampai episode terakhir. Di sekolah ini Tang San berhasil menaikkan level blue silver plant-nya menjadi 2 ring dan bermutasi. Untuk menaikkan ring, dia harus berburu soul beast di hutan dan kemudian menyerap ring soul beast yang telah dibunuh. Di sekolah ini rupanya Tang San mendapat masalah. Dia difitnah telah membunuh anak kepala sekolah dan diburu akan dibunuh. Dia pun melarikan diri bersama dengan sang guru dan teman wanitanya (Xiao Wu). Mereka menuju ke sekolah yang baru (Shrek Academy). 

Di sekolah baru, Tang San berhasil menaikkan ring menjadi 4. Dia dan 6 orang temannya menjadi 1 tim berkompetisi melawan sekolah lain. Tim Tang San tidak sehebat tim sekolah lain tapi lebih unggul dari strategi sehingga bisa terus berhasil hingga menjadi pemenang.

Drama ini terbilang ringan untuk ditonton. Ada komedinya juga. Malah saya sering merasa ada scene di mana background music-nya tidak nyambung. Pemerannya juga tidak banyak jadi tidak perlu pusing menghafal orang-orangnya yang mana namanya siapa. Dari segi kostum, termasuk modern modelnya walau dikategorikan jaman dulu tapi tidak diketahui tahun berapa kisahnya karena memang fiksi. Bukan kostum seperti jaman kerajaan atau pun kostum pendekar begitu loh Sobat. Bajunya tebal tapi bagus modelnya. Tapi kenapa bajunya Tang San warna biru terus ya. :)

Saya membaca review banyak penonton yang protes dengan pemeran wanitanya dan meminta agar diganti untuk season 2. Mereka menganggap pemeran Xiao Wu tidak sejajar disandingkan dengan Xiao Zhan yang aktingnya yahud dan ganteng. Waduh, segitunya ya. Hehe. Dan memang kalau boleh jujur, saya juga merasa tidak cocok dengan pemeran wanitanya. Saya juga heran. Dari sekian banyak aktris China kenapa dia yang terpilih. Biasanya kan pemeran utama wanita itu yang paling cantik ya. Nah, ini pemeran pendukung lainnya justru lebih cantik dari pemeran utama wanita. Saya tidak bilang pemeran utama wanitanya tidak cantik loh ya. Dan saya ada merasa tidak cocok dengan karakternya di drama tersebut. 

Di scene awal sewaktu ketemu Tang San pertama kali, dia langsung masuk ke asrama pria. Okelah kemudian dibilang bahwa dia salah masuk asrama, bisa dimaklumi. Tapi kemudian dia balik lagi ke asrama pria tidur di sana di sebelah Tang San. Dari awal dia langsung mendekati Tang San. Scene lain, sewaktu di hutan ketemu dengan King Kong, teman-teman dan gurunya berusaha melawan si King Kong tapi dia yang ternyata kenal dengan si King Kong malah pura-pura tidak tahu (diam saja). Hal itu mengakibatkan Tang San menyerap soul beast yang melebihi kemampuannya dan bermasalah (tidak sadar diri) demi menyelamatkan Xiao Wu. Kan nyebelin ya. Ternyata nih belakangan di episode terakhir diketahui bahwa Xiao Wu bukan manusia tapi soul beast yang berubah menjadi manusia. Hadeh. Dia juga seperti anak polos yang tidak paham cinta tapi di akhir episode dia paham (tidak seperti anak polos) yang menganggap Tang San kakaknya. 

Tang San di sini terlalu baik karakternya. Dia juga sangat lemah terhadap Xiao Wu. Dia tidak bisa menolak permintaan Xiao Wu. Setiap kali Tang San meminta Xiao Wu tidak usah ikut ke mana Tang San pergi, Xiao Wu selalu bersikeras ikut. Tang San pun selalu saja tak bisa menolak. Dia menganggap Xiao Wu sebagai adik tapi di akhir episode tiba-tiba bilang lover. Jadi bingung yang nonton :)

Drama ini menurut saya alurnya lambat. Cerita baru mulai terasa menarik ketika sudah memasuki episode 20-an menuju akhir karena intrik-intrik mulai terasa dan pemeran-pemeran baru mulai muncul. Cerita tamat di episode 40. Rumornya bakal ada season 2. 

Drama ini aman ditonton buat kamu yang tidak mencari romance

Nah, bagaimana Sobat? Apakah kalian tertarik? 

Sekian review dari saya. sampai jumpa di posting selanjutnya!

Tuesday, March 1, 2022

Word of Honor Review

3/01/2022 07:25:00 PM 0 Comments
Drama yang baru sekali selesai saya tonton adalah Word of Honor. Kisahnya menarik sobat. Banyak adegan sweet-nya seperti gula. Ahay! Tanpa ada adegan kissing atau yang hardcore pun sudah sweet banget. 

Word of Honor ini merupakan drama kolosal mandarin yang tayang tahun 2021 lalu. Ceritanya diangkat dari novel yang ditulis oleh Priest. Dan drama ini menjadi drama heboh selanjutnya bertema BL setelah The Untamed. Ehem ehem...



Sama halnya The Untamed, drama ini juga dikisahkan sebagai drama bromance ya Sobat. Yang menarik di sini selain alur ceritanya adalah dua pemeran utamanya yang aktingnya bagus banget. Matanya berbicara. Dan keduanya ganteng banget ya ampun. Eye pleasing... Chemistry-nya dapet banget. Adegan sweet-nya banyak pula. 

Di awal cerita saya merasa ceritanya kok kurang menarik ya. Tapi saya lanjut menonton karena keponakan saya bilang bagus. Alhasil di episode 6 saya pun mulai merasa ceritanya menarik. Maratonlah saya nonton sampai episode 36 di netflix. 

Episode 6 ini memang epik sih menurut saya. Favorit saya banget. Saya paling suka saat Zhou Zishu (Zhang Zhehan) adu laga dengan Wen Kexing (Gong Jun) di sungai lalu Zhou Zishu kalah dan jatuh ke sungai. Wen Kexing mengira Zhou Zishu bercanda lalu Wen Kexing menyusul masuk ke dalam sungai. Keluar sungai, Zhou Zishu berubah jadi ganteng. Ya ampun gagal fokus lihat Zhou Zishu kinclong berambut panjang jadi ganteng banget di situ di pinggir sungai. Dengan hidung lurus dan wajahnya yang manly itu cocok banget berambut panjang. 

Tadinya kan Zhou Zishu pendek rambutnya di episode awal saat menjadi pemimpin window of heaven. Di situ saya merasa dia kurang ganteng. Lalu dia mengubah penampilan begitu keluar dari window of heaven jadi gembel (seperti pengemis). Kulitnya gelap (tan) dan wajahnya sengaja dibuat tak terawat serta ada bekas luka agar tak ada yang mengenalinya. Kalau Wen Kexing memang dari awal muncul putih bersih glowing. Zhou Zishu kulitnya tidak seterang Wen Kexing.

Cerita memang jadi seru setelah Zhou Zishu ketemu Wen Kexing alias Lao Wen. Wen Kexing ini menarik karakternya. Orangnya playful dan smiley face. Protektif kalau sama Zhou Zishu. Gong Jun kenapa apik banget ya meraninnya. Ekspresi matanya itu loh flirting mode. Padahal aslinya Gong Jun pendiam dan pemalu. Ganteng banget deh Wen Kexing ini. Kalau tidak ada Wen Kexing tidak seru. Seperti dia itu soul-nya drama ini. Kalimatnya yang tak terlupakan:

"Tough women can't resist clingy men"

Sampai-sampai Chengling teringat kalimat itu dan menasehati masternya, Zhou Zishu, dengan mengatakan kalimat itu kepadanya tatkala Zou dan Wen terlihat sedang tidak akur. :)


credit to twitter @hourlywkx

Saya suka semua kostumnya Wen Kexing. Elegan dan berwarna. Desainnya bagus. Favorit saya warna hijau, pink keunguan dan merah. Kostum hijau dalaman putih dengan ikat pinggang merah yang dipakai saat terjun ke sungai itu (episode 6) simpel tapi manis dan modern banget. Cocok banget dia pakai kostum ini. Suka sekali saya. Walau banyak penonton yang bilang kostum ini paling biasa saja dibanding kostum Wen Kexing yang lain, tapi menurut saya ini kostum paling cantik paling favorit yang dipakai Wen Kexing yang elegan sekali saat dia pakai. Apalagi di scene ketika dia duduk di atas batu sambil meniup seruling. Keren! 



Lalu pink keunguan yang dipakai saat ketemu Master Long di gunung. Kostum ini 4 layer dan ada teksturnya. Jubah luarnya lengan setengah. Cocok sekali Wen Kexing pakai kostum ini. Kalau merah sih yang dipakai sewaktu dia jadi pimpinan Ghost Valley. Pokoknya semua yang dipakai Wen Kexing bagus. Semuanya bagus model dan warnanya. Apa karena dia tinggi dan ganteng ya? Ah sudahlah lupakan. Hehe. Kostum Wen Kexing ini warna-warni bahkan pink dan ungu ada. Jarang kan di serial traditional begitu pria pakai warna pink dan ungu. Bahkan merah jadi kostum khas dia di Ghost Valley padahal biasanya merah adalah baju pengantin.




Lanjut Sobat..

Tapi kalau sama selain Zhou Zishu, Wen Kexing tidak seramah itu ya Sobat. Justru berubah jadi seram, evil mode. Karena ternyata dia adalah pemimpin Ghost Valley. 

Tapi dia terus mengikuti Zhou Zishu ke mana pun dia pergi dan cukup sabar menghadapi Zhou Zishu yang arogan dan dingin. Malah senyum-senyum saja tuh dia. Tapi kemudian mereka jadi pasangan yang solid dalam menghadapi musuh. 

Di drama ini banyak adegan sweet ala bickering begitu loh Sobat ya bertengkar-tengkar tapi sayang gitu loh. Alamak ngomong apa ini saya. Sudah kena racun ini. Tolong... beri penawarnya :D

Di awal-awal episode kan Wen Kexing ini shameless istilahnya mengikuti Zhou Zishu kemana-mana. Tapi caranya elegan sambil flirting. King of flirting sih bisa dibilang. Pedenya luar biasa. Tapi memang charm-nya dia ya itu. Siapa yang bisa nolak? Zhou Zishu yang playing hard to get saja kemudian berangsur-angsur luluh kok. Yang awalnya dingin arogan berubah jadi rela mati bersama. So sweet.. uhuk uhuk :)

note: coba perhatikan perubahan bola mata Zhou Zishu dari awal ketemu Wen Kexing sampai akhir episode. Komplit banget ekspresinya. Dari mata sebal macam kitty eyes sampai full of love. :)

Adegan Wen Kexing setiap ketemu Ye Baiyi juga menarik. Adu mulutnya itu loh haha. Bisa saling menimpali. Seimbanglah. Sudah seperti emak-emak. Ye Bai Yi ini jarang muncul tapi kemunculannya membuat ceritanya jadi lebih menarik karena ada yang lebih kuat ilmu beladirinya dari Wen Kexing dan ada lawan adu mulut yang seimbang.

Yang menarik perhatian saya selanjutnya adalah tokoh Scorpion King. Ini pemerannya kenapa bisa kelihatan masih seperti abege usia SMA ya padahal usianya sama dengan Gong Jun kelahiran 92. Dari segi make-up dibuat wajahnya dingin mungkin karena karakternya sebagai antagonis. Saya suka deh dengan gaya rambutnya keren bangetlah dikepang. Bajunya juga bagus semua yang dipakai dia dari segi desain. Saya suka baju-bajunya. 

Li Dai Kun keren memerankan tokoh ini. Pastinya karena dia juga goodlooking ya. Kalau antagonis berwajah buruk kan sudah biasa. Nah ini justru cakep rapi keren penampilannya kayak pangeran (jadi teringat pangeran Yan Xun di drama Princess Agent yang rambutnya juga dikepang - favorit saya di sana). Bagaimana penonton mau benci kalau antagonisnya secakep ini. Yang ada malah ngefans. Tapi memang untuk stand out dalam sebuah peran tidak harus menjadi pemeran utamanya. Tidak jarang justru second lead atau antagonis justru mendapat hati  melebihi pemeran utama. Betul? :)

Ternyata nih Sobat, Li Dai Kun awalnya mendapat peran sebagai Wen Kexing. Duh, kebayang tidak seperti apa sosok Wen Kexing diperankan oleh selain Gong Jun? Karena Gong Jun sudah sangat baik menghidupkan tokoh Wen Kexing keluar dari novelnya.

Tapi kemudian Li Dai Kun merasa peran Scorpion King lebih cocok untuknya sehingga ia memilih peran tersebut. Sementara peran Zhou Zishu awalnya jatuh pada Mao Zijun tapi ia batalkan. Dan kemudian terpilihlah Zhang Zhehan sebagai Zhou Zishu. Tapi tahukah kalian bahwa setelah membaca script, Zhang Zhehan merasa tokoh Wen Kexing lebih menarik minatnya dan ia ingin memerankan tokoh itu kalau masih bisa dirubah. Tapi produser tidak setuju. Pokoknya dia harus jadi Zhou Zishu saja. Sedangkan Gong Jun sendiri tidak pernah berminat jadi Zhou Zishu. Wen Kexing sudah sangat cocok baginya. Semua setuju ya kalau mereka berdua sudah pas porsinya sebagi Wen dan Zhou. Banyak fans yang memuji akting mereka sangat pas, sungguh pasangan yang serasi dan fans berkata bahwa mereka tak terbayang akan seperti apa jika Wen Zhou diperankan artis lain. Apakah kalian setuju? Kalau saya sih setuju banget... :)

Lanjut...

Btw, adegan yang seru dan menyentuh di drama ini ada banyak tapi salah satunya adalah ketika Wen Kexing terluka jatuh ke jurang lalu Zhou Zishu menyusul terjun ke jurang. Dia melambaikan tangan untuk meraihnya tapi tak disangka tiba-tiba Zhou Zishu diselamatkan Ye Baiyi. Wen Kexing pun jatuh sendirian ke jurang. 

Adegan Wen Keshing memanggil Zhou Zishu 3 kali lalu gantian Zhou Zishu di episode 12 itu kenapa sweet ya. Hehe. 

Adegan laga di drama ini saya suka. Banyak adegan terbang (lumayan tinggi) dan cukup banyak adegan laganya. Walau disebut budget drama ini minim tapi hasilnya keren kok seperti yang saya tonton. 

Untuk ending di episode 36, heart breaking sih lihat Wen Kexing rambutnya berubah jadi putih lalu pelan-pelan tangannya melemah dan jatuh ke bawah dengan kepalanya menunduk ke bawah. Baper ya Allah tak bisa membayangkan... hancur hati ini. 

Tapi jangan keburu baper Sobat, masih ada episode spesial episode 37 yang menceritakan happy ending. Wen Kexing tidak mati. Mereka immortal di gunung. 

Kalau kamu pecinta bromance, kamu wajib nonton ya Sobat! Sweet bangetlah pasangan ini :)

Sebelum menutup posting kali ini saya mau kasih bonus 5 alasan kenapa Wen Kexing itu cowok banget (setidaknya di penilaian mata saya) yang bikin jatuh hati (uhuk-uhuk):

1. take initiative
Dari awal ketemu dia aktif mendekat. 

2. king of flirting
Lebih banyak flirting karena memang dia playful.

3. take lead
Silahkan tonton di episode dimana Wen Kexing menuju gunung untuk bertemu master Long bersama Zhou Zishu, Ye Baiyi, Chengling, dan si kecil anak master Long. Ketika akan menyebrang jembatan, Wen bilang supaya dia yang jalan duluan di depan, Zhou dan Chengling agar mengikuti di belakang. Hal ini supaya kalau ada masalah, Wen bisa mengatasi dan melindungi mereka yang di belakangnya. Lalu di kesempatan lain masih di gunung itu, ketika Wen dan Zhou berdua akan menyebrang ke semacam gua di depannya karena dikejar segerombolan drunk men, Wen menyebrang duluan agar kalau misal tidak sampai gua atau terjatuh, Wen duluan yang menghadapi resikonya alias mati. 

4. protective
Selalu datang di saat yang tepat tatkala Zhou membutuhkan bantuan misal sedang berlaga dengan musuh dan Zhou kalah atau ketika Zhou merasa hampir mati melawan drunk men. Bahkan ketika Zhou kalah melawan Ye Baiyi, Wen datang melawan Ye Baiyi meskipun kalah juga sih. Ye Baiyi memang tak ada lawan. 

5. tall
Kalau ini sih ya jelas banget. Bagi cewek, kalau cowok tinggi itu tampak manly. Dan Wen (dalam hal ini Gong Jun) tingginya 186 cm. 

Apakah kalian setuju?

OK. Sekian reviu dari saya. Sampai jumpa di posting berikutnya!

The Untamed Review

3/01/2022 05:30:00 PM 0 Comments
Belum lama ini saya tamat nonton The Untamed. Sebelumnya sudah pernah coba nonton tapi tidak saya lanjut karena saya pikir ini kok ceritanya ada kesurupan segala di drama kolosal. Kala itu saya nonton di youtube. Saya nonton gegara tahu drama ini heboh. Penasaran sebagus apa sih.



Dan setelah selesai nonton Handsome Siblings, saya lanjut nonton The Untamed di netflix. Rupanya yang saya tonton dulu baru episode 3. Baiklah saya mulai dari awal nontonnya. Kesan awal saya sih di awal ceritanya masih kurang menarik. Dan 50 episode itu menurut saya terlalu panjang. Kisahnya diceritakan flashback. Menurut saya ketika Wei Wuxian jatuh ke jurang itu sudah ending yang bagus. Tapi rupanya dia dipanggil rohnya ke tubuh Mo Xuanyu 16 tahun kemudian. Dan cerita masih berlanjut.

The Untamed ini diangkat dari novel BL. BL apaan ya Sobat? Saya tidak tahu apa itu BL saat saya baca komen-komen di youtube. Eh ternyata kepanjangannya boys love alias percintaan sesama jenis pria. Di China sana lagi booming drama kolosal BL yang biasanya diangkat dari novel. Sobat, jika kalian straight alias heteroseksual, jangan mencibir atau minggir dulu begitu tahu drama ini bertema BL. Kalau di drama ceritanya tidak lagi BL tapi jadi bromance. Sensor di China ketat Sobat makanya dramanya tidak dibuat seperti di novelnya supaya bisa tetap tayang. Jadi kamu tetap aman juga buat nonton. Tahukah Sobat? Penggemar cerita BL ini malah kebanyakan cewek loh. :)

Ok, kita ke cerita dramanya yuk.

Dalam drama ini dikisahkan Wei Wuxian (diperankan oleh Xiao Zhan) diangkat anak dan besar bersama Jiang Cheng dan Jiang Yanli di sekte Jiang Yunmeng. Lalu dia ketemu Lan Zhan (Wang Yibo) di sekte Lan yang nantinya jadi soulmate-nya (bromance ya Sobat). 

Wei Wuxian ini karakternya playful, trouble maker tapi cerdas. Dia orang yang baik (baik banget malah) dan free spirit. Dia selalu melindungi kakak angkat perempuannya (Yanli) dan bermanja-manja dengannya seperti anak kecil. 

Banyak adegan menyentuh sih memang di drama ini terutama soal hubungan keluarga dan pengorbanan. Wei Wuxian ini rela menyerahkan golden core-nya ke Jiang Cheng (saudara angkat laki-lakinya) yang berakibat fatal dia tidak lagi bisa menjadi powerful dalam berlaga melainkan hanya akan menjadi seorang yang biasa saja. 

Nah, cerita jadi menarik (menurut saya) ya saat ini ketika Wei Wuxian jatuh ke Burial Mounds setelah menyerahkan golden core. Wei Wuxian masih hidup dan begitu kembali berubah menjadi orang yang berbeda. Dia mempelajari ilmu hitam dan membunuh orang-orang yang jahat padanya membabi buta. Dia menggunakan seruling untuk memanggil roh dan mengendalikan mereka untuk menyerang musuh. Akibat ilmu yang dipelajarinya, dia menjadi tempramental (mudah emosi) dan tidak terkontrol.

Wei Wuxian tidak lagi menggunakan pedang suibian miliknya. Walau diberikan kepadanya tapi dia tidak mau memakai. Dan ternyata alasan yang sebenarnya dibalik itu karena dia tidak lagi memiliki golden core sehingga pedang suibian hanyalah pedang biasa di tangannya. Suibian adalah pedang yang powerful yang cocok dengan golden core-nya Wei Wuxian. Dan tidak ada orang yang bisa mencabut pedang suibian dari wadahnya kecuali pemilik golden core

Selanjutnya Wei Wuxian mati jatuh ke jurang setelah Yanli mati. Wei Wuxian bangkit lagi 16 tahun kemudian ke tubuh Mo Xuanyu. 

Di drama ini bertabur cowok ganteng Sobat. Bahkan yang jadi antagonisnya saja ganteng banget namanya Xue Yang. Di sini aktingnya Wang Haoxian sebagai Xue Yang bagus sih menurut saya. Wajah ganteng dengan senyum dan tatapan liciknya itu kena banget. Dan dia cukup sadis kalau membunuh. 

Di bagian akhir ada sedikit kisahnya Xiao Xingchen (Song Jiyang) yang buta dan baik hati bertemu Xue Yang yang sadis. Nah di sini walau sebentar kisahnya tapi stand out. Song Jiyang berhasil merebut hati para penonton wanita.

Yang terasa kurang di drama ini menurut saya adalah Lan Zhan terlalu sedikit bicara dan terlalu dingin. Jadi emosinya kurang terasa ketika bersama dengan Wei Wuxian. Dan dia juga sedikit banget membela Wei Wuxian ketika di forum dalam bentuk verbal. 

Untuk Wei Wuxian, kenapa di awal-awal episode jadi agak melambai ya (agak kayak cewek gesture-nya). Apa perasaan saya saja ya. Tapi setelah dia kembali dari burial mounds sudah normal lagi sih jadi biasa lagi cowok normal. Hehe. Saya akui Xiao Zhan di sini memang aktingnya bagus tak diragukan lagi. 

Karakter yang menarik selain Wei Wuxian ini menurut saya malah Wen Ning. Polos-polos gimana gitu ya kalau pas normal tapi begitu jadi puppet berubah jadi seram. Dan dia setia banget dengan Wei Wuxian. Malah menurut saya lebih mengena kisahnya Wei Wuxian dengan Wen Ning ketimbang dengan Lan Zhan. 

Jadi, apakah drama ini rekomen untuk ditonton? Jawabannya iya. Banyak adegan menyentuh yang mungkin bisa bikin kamu baper atau menangis.

Ok, sampai di sini ya Sobat! 

Handsome Siblings Review

3/01/2022 03:32:00 PM 0 Comments
Halo Sobat! Kali ini saya kembali hadir di tahun 2022. Saya akan mereviu drama kolosal mandarin berjudul Handsome Siblings karya Gu Long. Saya menemukan drama ini di netflix. Sebenarnya sudah lama saya ingin menonton drama ini tapi setelah sekian lama tidak ada yang unggah di youtube. Eh, pas saya mulai berlangganan netflix rupanya drama ini ada di situ. Akhirnya saya menonton sampai selesai dan suka! Hehe

Xiao Yu (kiri) dan Hua Wuque (kanan)

Drama remake ini tayang Januari 2020 di China. Walau mengusung 44 episode yang menurut saya cukup banyak tapi tidak bosan nontonnya karena ceritanya seru, menarik dan lucu. Para pemainnya juga cakep-cakep. Uhuy! :)

Dan saya bilang saya jatuh cinta dengan tokoh utamanya bernama Xiao Yu. Jangankan cewek-cewek yang ada di ceritanya, saya yang cuma nonton saja jatuh cinta. Memang tokoh Xiao Yu yang diperankan oleh Chen Zheyuan ini karakternya menarik. Orangnya selalu happy, ceria, mudah membaur, fun, cerdik, dan serba bisa pula. Setiap ketemu cewek baru di suatu tempat, pasti si cewek naksir. Bagaimana tidak ya, orangnya ganteng sih memang. Hihi. 

Saya suka sekali setiap kostum yang dipakai oleh Xiao Yu. Kesannya urakan tidak terurus (seperti gembel) tapi colorful, modelnya lucu-lucu dan selalu bagus-bagus saja tuh dipakai (malah jadi modis). Intinya sih kalau pada dasarnya ganteng, mau pakai baju apa saja juga tetap ganteng ya kan. Tapi memang saya suka penggambaran seorang Xiao Yu yang berasal dari lembah gelap (sarang orang jahat) begitu berbeda dengan kembarannya Hua Wuque (diperankan Hu Yitian) yang kesannya ganteng, tinggi, elegan, bajunya serba putih yang dibesarkan di tempat yang berbeda yang serba mewah hidupnya. Perbedaan tempat tumbuh ini membuat kepribadian mereka benar-benar berbeda (bertolak belakang satu sama lain).

Ok. Mari lanjut ke ceritanya ya. Dalam drama ini dikisahkan 2 anak kembar yang dibesarkan di dua tempat yang berbeda oleh orang-orang yang berbeda latar belakang. Dan bisa dikatakan orang jahat semua sebenarnya. Sejak kecil mereka sudah didoktrin untuk saling membunuh satu sama lain ketika sudah dewasa. 

Xiao Yu yang dibesarkan oleh 5 orang jahat menjadi anak yang jahil namun cerdik berkebalikan dengan Hua Wuque yang kalem dan kemampuan beladirinya sangat tinggi. Kalau bertanding, sudah pasti Xiao Yu kalah hebat. Tapi soal kecerdikan, tak ada yang bisa mengalahkannya. Xiao Yu selalu mengklaim dirinya sebagai orang paling pintar sedunia. Dan musuhnya yang akan membunuhnya masih belum lahir ke dunia. Pede banget ya. :D

Suatu ketika mereka berdua ketemu di suatu tempat dan selalu gagal untuk saling bertanding (saling membunuh). Akhirnya mereka membuat kesepakan untuk bertanding pada suatu hari. Dan sebelum hari itu tiba, mereka berteman dan bekerja sama menyelesaikan suatu kasus. 

Apakah di drama ini ada romansanya? Tenang... tenang... pasti ada donk! Ada wanita bernama Tie Xinlan yang di awal cerita lebih dulu bertemu Xiao Yu. Dalam perjalanannya Tie Xinlan jatuh cinta dengan Xiao Yu. Sebenarnya Xiao Yu ada perasaan juga dengan Tie Xinlan tapi Xiao Yu menepis bahwa wanita hanya membawa masalah. Lalu bertemulah Tie Xinlan dan Hua Wuque. Hua Wuque langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Tie Xinlan ini memang cantik ya Sobat. Wajar...

Nah, setiap kali Hua Wuque hendak membunuh Xiao Yu, Tie Xinlan selalu menghalangi. Akhirnya Tie Xinlan selalu mengikuti ke manapun Hua Wuque pergi untuk mencegah agar tidak membunuh Xiao Yu. Pada dasarnya Hua Wuque ini orangnya baik, hanya saja dia sudah didoktrin untuk membunuh Xiao Yu oleh kedua orang bibi yang membesarkannya dan selalu diintai. Bahkan dia disuruh membunuh tanpa alasan yang dia ketahui. 

Tie Xinlan ini rela mati demi menyelamatkan Xiao Yu (kamu begitu ga Sobat untuk orang yang kamu cintai? Hihi) Tapi lama-kelamaan dia pun malah jatuh cinta sama Hua Wuque. Loh kok bisa? Ya iyalah orang dia mengikuti Hua Wuque terus. Hua Wuque juga memperlakukan dia dengan baik kok. Pindah hatilah ya. 

Sementara Xiao Yu akhirnya ketemu wanita baru di episode-episode menjelang akhir. Si wanita ini cocoklah sama Xiao Yu karakternya. Smart juga bisa mengimbangi Xiao Yu. Wanita itu bernama Su Ying.

Oya, di sini ada tokoh yang menyebalkan sekali namanya Jiang Yulang. Orangnya termasuk goodlooking ya tapi licik banget. Tapi kasian sekali sih akhirnya dia kehilangan satu tangan oleh ayahnya sendiri. Ga tega banget saya nontonnya. Sedih banget pas bagian ini. Cukup sadis sih kalau cerita film yang ada penghilangan anggota tubuh. Kalau ditusuk atau dicekik lalu mati masih mendingan ya tapi kalau sampai dipotong anggota tubuhnya kok ngilu rasanya. 

Lalu bagaimana akhir kisah drama ini? Happy ending Sobat! Yay! 

Sobat, saya lama tidak nonton drama kolosal China. Dan menurut saya rekomen nonton drama ini. Kalau penasaran, langsung tonton saja ya! :)