Pengalaman Charger Laptop Kemasukan Air dan Tak Mau Menyala. Harus Bagaimana?
Reana
3/03/2026 11:01:00 PM
0 Comments
Halo Sobat. Apa kabar? Lama tak bersua ya. Eh tahu-tahu ada berita pengeboman di Iran dan pemimpin tertingginya meninggal. Saya baru tahu kalau ada jabatan demikian di Iran. Dan sudah lebih 30 tahun berkuasa. Kok mirip era Soeharto ya 30 tahun berkuasa di Indonesia. Apakah warganya senang akhirnya Ali Khomeni lengser?
Saya tidak kebayang bagaimana paniknya negara itu dan juga warganya. Warga sipil jadi target pengeboman. Seram sekali ya.
Oya sampai di sini dulu cuap cuap kita soal geopolitik. Kita langsung bahas soal charger ya. Jadi ceritanya pas malam saya buka laptop, charger sudah saya colok dan ujung type C susah saya masukkan ke lubang drivernya tinggal dikencengkan kalau pas butuh ngecharge. Giliran baterai laptop mulai drop, saya kencangkan colokannya masuk ke dalam driver laptop. Loh kok ga nyala ya alias arus ga masuk. Saya tes ke drive lainnya. Loh kok sama juga ya ga masuk arusnya. Kenapa ya?
Saya tengok ke samping. Loh kok charger geser masuk ke mangkuk berisi air. Kaget dong saya.Kondisi lampu indikator masih hidup. Pas mau cepat-cepat saya angkat, lampunya mati duluan. Waduh panik saya. Kalau rusak bagaimana ini. Mana saya lagi ngezoom.
Lalu saya cabut kabel listriknya. Saya lap-lap bagian luarnya sampai kering. Saya pikir yang basah cuma luarnya. Lalu saya tes colok ke listrik loh kok ada suara air di dalam. Langsung saya cabut dari colokan listrik. Saya tegakkan charger, airnya keluar. Benar ada air di dalam. Saya jadi semakin resah. Bagaimana kalau rusak ini ya.
Saya tidak menyerah. Saya goyang-goyangkan charger agak air keluar. Saya tap tap juga biar air keluar. Karena lubangnya kecil sekali ya jadi susah air keluar. Saya pun heran banget dengan kehebatan air yang bisa menyusup masuk ke dalam ke charger yang tampaknya sangat rapat ini.
Jadinya saya tidak tenang selama zoom. Dan benar dong baterai laptop habis. Zoom terputus. Saya lanjut pakai HP beberapa menit terakhir.
Selesai zoom saya goyang goyang lagi charger saya sampai keluar airnya. Walau sedikit sedikit tidak apa apa. Lalu saya tiduran dan cari inspirasi di chatgpt. Chatgpt bilang jangan digoyang goyang dengan kuat nanti merusak charger bagian dalam karena air jadi masuk ke mana mana. Lah bagaimana sudah saya goyang goyang justru biar air keluar.
Chatgpt juga menyarankan jangan dites dulu selama masih basah. Ok. Saya juga tidak berani. Saran lain adalah dites nanti setelah 2 sampai 3 hari biar aman air benar benar kering secara alami.
Benar dong ya saya diamkan sampai 2 hari tapi selalu saya taruh depan kipas angin dan saya goyang goyang biar air keluar. Setelah 2 hari lebih sekian jam baru saya beranikan diri untuk tes ke listrik. Karena memang tidak ada air lagi yang keluar. Selain itu tidak ada bau kebakar. Jadi saya berharap semoga charger hidup lagi.
Yang bikin ketar ketir adalah lampu indikator yang mati dan sebelumnya arus tidak masuk. Kata chatgpt itu adalah mekanisme proteksi kalau charger dell kemasukan air. Okelah, saya ada harapan hehe.
Jadilah saya colok ke listrik. Pertama colok eh lampu hidup. Alhamdulillah. Semakin ada harapan dong. Lalu saya colok ke laptop. Di sinilah saya sempat merasa down. Loh kok arusnya ga masuk ya. Saya tes ke driver lainnya. Loh kok samaga masuk ya. Down dong. Tapi saya tidak putus asa. Saya cabut dan coba tes lagi. Eh bisa. Nyala. Wahhhh... happy...
Alhamdulillah
Sobat, sebelumnya saya sempat beli charger baru 65 watt. Ikut saran chatgpt pilih yang OEM. Apa itu OEM?
OEM adalah singkatan dari Original Equipment Manufacturer.
Artinya:
👉 Produk dibuat oleh pabrik asli (atau pabrik resmi pemasok)
👉 Tapi dijual tanpa merek besar atau tanpa kemasan resmi
Dalam konteks charger laptop
OEM charger berarti:
Dibuat oleh pabrik yang juga memproduksi untuk brand asli
Spesifikasinya sama atau sangat mirip
Biasanya lebih murah
Tidak ada logo resmi brand besar
Bedanya dengan:
🔹 Original / Ori
Produk resmi brand
Ada logo
Kemasan resmi
Harga lebih mahal
Garansi jelas
🔹 OEM
Kualitas bisa bagus
Tapi tidak ada branding resmi
Garansi tergantung penjual
🔹 KW (replika)
Meniru tampilan original
Kualitas tidak konsisten
Lebih berisiko
Apakah OEM aman?
Bisa aman kalau:
Voltase & ampere sesuai laptop
Ada sertifikasi keamanan
Penjual terpercaya
Tapi tetap tidak seaman original resmi.
Nah, tidak beruntungnya adalah charger yang saya beli itu tidak masuk arusnya ke laptop. Jadi pas saya colok ke laptop, muncul pendeteksian di layar laptop. Baru 50an persen mendeteksi eh baterai laptop habis. Ya sudah. Arus tidak masuk ya. Mungkin karena belum selesai deteksi?
Akhirnya tidak saya tes lagi. Sempat hubungi penjual dan katanya mau dikirim penggantinya tapi belum sempat dikirim. Bersyukurnya charger hidup lagi dan akhirnya saya ajukan pengembalian. Ternyata gampang banget loh pengembaliannya. Tinggal pilih jasa kirim terdekat. Ternyata bisa indomaret indopaket. Kita tinggal masukkan resinya saja dari aplikasi shopee. Waktu pengembalian juga ada sekitar 5 hari kalau tidak salah. Begitu barang diserahkan ke indomaret, tak lama kemudian dana sudah ditransfer ke shopeepay. Alhamdulillah masih rezeki. Bisa untuk yang lain. Hehe.
Ok sobat sekian cerita dari saya. Semoga bermanfaat.






