semangat menebar kebaikan lewat tulisan — merangkai kata menebar cahaya — menulis dengan hati, menginspirasi tanpa henti

Reana

Follow Us

Monday, March 9, 2026

Konflik dengan Tetangga harus Bagaimana?

3/09/2026 10:59:00 AM 0 Comments

Halo sobat, kemarin saya buka puasa bersama dengan teman saya. Teman saya yang ngajak tapi dia bingung mau ke mana. Karena saya pernah ke Kedai Steak Nusantara makanya saya sarankan di situ. Dan dia juga maunya yang under 100k. Jadi pas banget. Di sana juga makanannya lumayan bervariasi dan banyak makanan nusantara. Cocoklah buat orang Indonesia.

Kami janjian jam 16.30 karena khawatir ga dapat tempat. Biasalah ya kalau lebaran biasanya rata-rata rumah makan full kalau buka puasa. Rata-rata tempat duduk sudah direservasi. Waktu saya hubungi teman saya katanya bakal on time. Dia sudah di stasiun. Dan ternyata ya saya duluan sampai dong. Saya on time. Saya duduk duluan cari tempat. Yang tersisa di ruang AC tinggal 2 tempat duduk yang dekat orang lalu lalang. Sisanya masih ada di luar alias non AC. 

Saya duduk dulu di ruang AC sambil nunggu teman saya datang. Agak lama ya nunggu dia. Pas dia datang dia pilih di non AC. Ya sudah kami pindah. Lalu kami pesan duluan karena untuk buka puasa harus dipesan maksimal jam 5. Setelah itu masuk kloter kedua setelah azan magrib. Saya pesan terderloin steak, soto daging (takeaway) dan teh panas karena lagi tidak enak badan. Teman saya pesan soto daginh dan salad daging. Lalu mulai kita chit chat.

Teman saya ini ngajak saya buka bersama karena katanya ada banyak yang mau diobrolin. Saya tunggu-tunggu tuh. Saya pikir lagi galau karena ketemu sesorang yang disuka. Eh ternyata salah perkiraan haha.

Dia sedang ada konflik dengan tetangga secluster. Dia cerita panjang lebar. Jadi penyebabnya adalah mobil dia menginjak 1 barang developer tetangga yang teman saya ini tidak tahu barang apa karena kecil dan tidak tahu juga kalau dia menginjaknya ketika masuk ke dalam pagar cluster.

Lalu teman saya didatangi tetangganya dipencet bel tapi tak dengar. Dia disentil di grup clusternya tapi juga diajakin iuran buat ganti barang yang diinjaknya itu. Teman saya ini dengan tegas bilang ga mau ganti. Dia juga tersinggung dengan kata kata teman di grup whatsappnya itu. Dikeluarinlah dia dari grup katanya.

Lalu dia kasih lihat saya chat privatenya dengan salah satu teman di cluster. Sebagai orang yang netral, dari bahasanya sih sebenarnya mereka baik-baik loh ngomong ke teman saya. Bahkan mereka mengajak iuran bukan minta teman saya sendiri yang ganti. Mereka juga sebagai tetangga bilang kalau mereka siap bantu loh kalau teman saya kenapa-kenapa. Karena kan teman saya sendirian ya.

Tapi memang teman saya ini orangnya individualis. Dia tidak mau bergabung dengan mereka. Dari sikap teman saya melihat teman saya ini cukup angkuh dan sangat keras orangnya. Ketika dia lewat, dia berharap tetangga yang melihat yang barang mengganggu di jalan yang mengambil. Saya bilang ke dia, "Jangan andalkan orang lain. Kamu tidak punya kendali terhadap orang lain. Kamu punya kendali terhadap dirimu sendiri. Apa yang bisa kamu lakukan adalah kamu turun. Tidak ada salahnya kan?"

"Ya tidak salah sih. Tapi dalam pikiranku seharusnya tetangga yang melihat itu yang turun dan mengambil," jawab dia.

Sobat, kalian bisa melihat kan betapa angkuh dan kerasnya teman saya. Saya bilang terus terang ke dia dengan sifatnya ini. Dia mengakui. Jadi ini valid ya. Saya bilang dia bukan keras lagi tapi sangat keras.

Tidak ada salahnya toh untuk turun dan mengambil barang yang menghalangi. Kenapa pula harus mengandalkan tetangga? Tidak perlulah terlalu angkuh mentang-mentang ada dalam mobil. Dan merasa yang menghalangi jalan umum adalah pihak developer dan mobil pickup yang yang parkirnya tidak pas. 

Saya bilang supaya dia humble sedikit. Sedikit saja dulu kalau belum bisa banyak-banyak. Hehe.

Untuk orang seperti dia yang memang individualis, dengan tetangga maunya say hi saja, ya lalu kenapa ketika menghadapi hal kecil seperti dia dengan mobilnya yang akan masuk ke cluster terhalang, eh berharap tetangga yang melihat yang membersihkan? Kenapa begitu? Kan tidak masuk akal. Kenapa tidak mengandalkan diri sendiri saja?

Ya sebenarnya beberapa barang sudah diambil sama developernya. Tidak tahu ada satu yang kelewat.

Perihal iuran, teman saya kan ga mau ya iuran karena merasa tidak tahu. Dan menurutnya juga belum tentu itu developer minta ganti. Nah, di sini kembali betapa angkuhnya temans saya ini. Saya sangat tidak rekomen untuk sobat pembaca blog saya bersifat semacam ini. Menurut hemat saya, dari whatsapp tetangganya saya melihat itikad baik dari mereka loh untuk ngajak iuran. Catat: iuran. Bukan bayar sendiri. Sebagai orang yang walau tidak tahu tapi secara fakta sudah menginjak, alangkah baiknya menyambut ajakan tetangga. Bukan dengan menolak mentah-mentah dengan alasan tidak tahu sehingga dia tidak merasa bersalah. 

Di sini kita melihat fakta loh dan niat baik tetangganya itu. Jika pun keberatan mengeluarkan uang karena merasa tidak bersalah, bisalah ya kita tekan ego dulu dan  bilang bersedia. Dan bisa juga dikomunikasikan dengan bilang, "Iya mbak boleh infokan saja nanti kalau  developer minta ganti. Kalau misal nggak, berarti ga perlu ya mbak."

Sebenarnya teman saya ini memang kurang komunikasi dengan tetangga. Dia selalu merasa semuanya dia bisa sendirian. Kalau ada apa-apa itu bukan tetangga yang bisa bantu tapi suami. Padahal ibunya sudah mengingatkan agar bergaul dengan tetangga. Kalau ada apa-apa tetangga dekat yang bakal membantu. Nah teman saya ini keras sekali. Dia memang mengalami ketidakcocokan dengan tetangganya. Tapi walau bagaimanapun juga kan bisa ya seharusnya menjaga hubungan baik. Tidak harus selalu ikut acara-acara mereka jika memang tidak suka. Setidaknya kasih ucapan tidak bisa bergabung atau apalah ya basa basi gitu. 

Saya bilang juga ke teman saya, kan sekarang belum ada suami. Lagipula kalau pun ada suami, misal suami pas jauh, kamu kenapa-kenapa siapa yang bisa bantu kamu? Pasti tetangga kan?

Begitulah sobat... pokoknya saya counter attack terus dia. Tipe seperti ini harus kita lawan dengan argumen yang bisa mematahkan pola pikirnya. Tipe seperti ini harus ketemu dengan orang yang levelnya bukan di bawah dia minimal dari segi pendidikan. Dan cara bilangnya juga harus lembut. Dia tidak terainggung kok kalau saya kritik dia. Munhkin karrna sudah akrab sih. Dan seringnya dia mengakui apa yang saya kritik karena memang itu fakta. 

Sebagai teman saya memang bilang apa adanya. Saya tidak menutupi apa yang saya lihat. That's what friends are for, right?

Sobat, sebenarnya saya cerita ini supaya ada hikmah yang bisa dipetik. Saya ingin sobat semua belajar jadi manusia yang humble. Bukan maksud saya membocorkan obrolan saya dengan teman. Ini semua murni karena kepedulian saya agar kita menjadi hamba-hamba yang lebih baik budi pekertinya. Dan menurut saya obrolan saya ini bukan hal privat. Konflik dengan tetangga adalah hal umum yang terjadi di lingkungan kita.

Bahkan nih sobat, ini hal lucu sih menurut saya. Teman saya cerita dia pernah sahut-sahutan komen Instagram sindir-sindiran di akun seseorang yang dia tidak kenal. Dia bilang seru. Apalagi kalau dia menang. Hadeh, kok saya tidak kepikiran ya buat begituan. Teman saya ini memang suka bikin masalah deh ya. Ketawa-ketawa saja dia pas cerita. Jadi hal kayak gitu semacam kepuasan buat dia kalau menang. Dan lagi di dalam komennya itu mengandung keangkuhan. Dia pun sadar loh. Lalu dia hapus komen-komennya setelahnya karena dia sadar kok dia angkuh banget. Hehe

Kerendahan hati bukan tanda kelemahan, tapi tanda kedewasaan. Komunikasi yang baik bukan basa-basi, tapi investasi sosial. Dan teman sejati bukan yang selalu setuju, tapi yang berani berkata jujur dengan cara yang lembut dan penuh cinta.

Menjadi manusia yang baik itu sederhana. Cukup rendah hati, mau berkomunikasi, dan tidak egois. Tapi sederhana bukan berarti mudah. Dan di situlah perjuangannya. 🏡💬

Bagaimana sobat? Apa kamu punya cerita seru seputar tetangga?

Sekian dulu ya sobat cuap-cuap bulan ramadan. See you.

Sunday, March 8, 2026

Tradisi Beli Baju Baru Buat Lebaran: Begini Drama Antri Fitting Room

3/08/2026 10:45:00 PM 0 Comments
Halo Sobat, sepertinya kita jadi lebaran ya alhamdulillah. Sebentar lagi nih ga terasa. Kalian sudah beli baju belum?

Ini nih tradisi Indonesia banget kalau lebaran yang masih hidup sampai saat ini. Beli baju baru. Sebenarnya saya ga niat beli baju loh ini di tahun ini tapi kok malah jadi borong baju akhirnya. Biasa, laper mata. Kalau lihat 1 gratis 1 wah lumayan nih bisa buat ibu saya 1 nya. Ya begitulah... kena trik marketing.

Kamu pernah ngalamin juga ga sobat?

Tapi ada yang bikin saya was was kalau beli cuma 1 buat ibu saya, nanti the sisters saya bakal ngiri apa ga. Dag dig dig. Karena sisters saya khususnya yang 2 orang itu memang irian jaya banget sifatnya sama kayak ibu saya hehe. Pokoknya kalau saya kasih apa-apa itu mereka juga pasti harus saya pikirkan. Itulah lucunya punya saudara perempuan sobat. 

Saya ceritain nih ya. Awal ramadan saya ditelpon kakak perempuan saya yang sulung. Dia bilang dia beli toples bagus. Gimana ini nanti ibu pengen kalau tahu. Hmm sudah curiga saya. Dan benar dong ya kecurigaan saya. Jadi ibu saya itu dibeliin toples yang sama. Tapi saya yang suruh bayarin nanti kalau pulang kampung. Weleh-weleh jadi punya utang nih saya. Pulang-pulang siap bayar utang... itulah kelakuan sisters saya. Ada-ada saja. Karena katanya nantinya toples itu juga buat saya makanya saya yang suruh bayarin. Modus banget ga sih sobat. Hehe.

Ya sudahlah saya bisa apa. Mungkin saya terlalu lunak jadi saudara. Tapi ya begitulah hal-hal lucu di keluarga saya. Saya sih ga menjadikan ini masalah. Jika saya ada rejeki ya saya legowo saja. Toh ga mahal-mahal amat juga. Masih terjangkau.

Ok kali ini saya mau bahas soal antrian di tempat beli baju. Saya ngantri di fitting room pertama itu ngantri lama banget. Lamanya itu karena orang yang nyoba baju memang lama banget nyobanya. Ga tau berapa banyak baju yang dicoba. Berapa kali muter muter di depan kaca. Nah kalau ini sarkas ya sobat. Hehe.

Tapi sumpah lama banget. Saya kan ngantri itu berharap kalau ada pintu yang dibuka ya saya masuk ke pintu itu duluan. Ternyata ga begitu ya sobat. Orang di belakang saya nyelonong saja maju ke depan pintu. Kan ada 4 pintu. Jadi dia dan mereka ngantri nunggu di depan masing masing pintu. Lah kalau begini saya keserobot terus dong. Wah, ga bener ini cara ngantri begini. Harusnya yang datang duluan itu yang dapat giliran kalau ada pintu yang dibuka. Nah, ini ga begini coba. Ga adil sih ini menurut saya.

Ok, setelah saya dapat giliran saya coba ga lama-lama. Kasihan orang lain yang mau nyoba juga. Karena kan ini mau lebaran jadi banyak pengunjung pada mau nyoba baju.

Setelah ini saya lihat-lihat baju lagi dan ada yang mau saya coba. Saya menuju fitting room lain lagi. Kejadiannya sama dong ya. Lagi-lagi saya keserobot orang mulu. Orang langsung pada ke depan pintu. Padahal saya sudah duluan nunggu. Haduh. Parah ini sih. Sampai ibu-ibu tua yang pas saya datang ada di situ lalu pergi eh pas datang lagi dilihatnya saya masih disitu juga belum dapat giliran. Akhirnya saya disuruh duluan ketika pintu di depan ibu itu dibuka. Terima kasih, Bu...

Orang yang di dalam pintu depan ibu itu lama banget di dalam. Entah berapa baju yang dicoba. Dan saat pintu dibuka eh dia keluar tapi baju-bajunya masih di dalam. Katanya belum kelar. Terus, dia tinggalin anak kecil mungkin usia 1-2 tahun di dalam fitting room sendirian. Anaknya keluar pintu. Kayaknya bingung nih anak ibunya ke mana. 

Saya mikir. Kok ya anak usia segitu ditinggal sendirian? Kok ya percaya banget gitu. Kalau anak itu hilang bagaimana? Dibawa pergi orang misal. Kan bisa itu anak dibawa juga keluar dulu. Toh baju-baju yang dicoba masih di dalam, orang ga akan masuk juga. Ibu itu juga bilang belum selesai. Orang lain pasti tahu diri ga akan masuklah. Apalagi ada baju-?baju dan anak kecil di dalam. Mungkin maksud ibu itu biar anaknya jaga di ruangan. Atau mungkin karena malas saja bawa anaknya keluar toh masih balik lagi. Mungkin loh ya ini sih spekulasi saya saja. Sok tahu deh saya. Uhuy.

Mungkin ibunya itu keluar ngambil baju lain lagi kali ya. Terus masuk lagi. Parah banget. Itu ruangan dikuasai sendiri. Sampai ibu yang ngobrol sama saya tadi itu bilang harusnya keluar dulu biar yang lain bisa gantian. Kayaknya memang ga tahu diri banget sih ini. Berapa baju yang dicoba ya. Maksimal 5 loh tulisannya. Tapi memang bisa saja lebih siapa juga yang mau cek-cek. 

Pintu lain juga sama lamanya. Kalau pintu dibuka, eh karena kelar tapi ada yang lainnya ikut masuk. Atau ada suami masuk. Ya ampun... Ga kelar-kelar.

Ga kasihan pengunjung lain yang ngantri. Separah ini loh. Dua jam saya di sana habis waktu buat dua kali ngantri. Kalau di kasir sih cepat. Ngantri fitting room yang lama. Ga nahanlah pokoknya. Mana kita puasa ya. Sampai saya lemas. Mana badan lagi kurang enak karena mau flu. Hehe. Kalau ini sih masalah pribadi saya ya.

Sobat, bisa ga ya budaya ngantri itu dibenahi? Sebenarnya adanya budaya antri itu dibuat supaya ada keadilan orang yang sama-sama menunggu. Siapa cepat dia dapat. Dalam artian siapa duluan datang akan dapat giliran duluan dibanding yang datang belakangan. 

Kalau fenomena di atas itu awut-awutan. Orang tidak tahu diri dan tidak memikirkan orang lain. Yang penting dia sendiri puas. Kok egois banget ya. Kalau pas sepi sih mungkin okelah ya. Ga ada saingan gitu loh. Lah dalam kondisi ramai begini kok ya seegois itu. Kok bisa begitu ya. Apakah ini mencerminkan dalam kehidupan sehari-hari juga begitu? Egois. Masa bodoh dengan orang lain. 

Entahlah. Saya merasa ga pas saja dengan kasus yang saya alami di atas. 

Kalau kamu bagaimana sobat? Pernah ngalamin ga? 

Masyarakat yang beradab tidak dibangun oleh aturan besar saja, tapi oleh kesadaran kolektif dalam hal-hal kecil. Ketika kita egois di fitting room, itu cermin dari bagaimana kita mungkin bersikap dalam kehidupan yang lebih luas.

Menjadi manusia yang baik tidak selalu tentang hal-hal besar. Kadang, cukup dengan mau bergantian di fitting room. 👕🛍️


Friday, March 6, 2026

Buka Puasa Bersama Gratis

3/06/2026 10:25:00 AM 0 Comments
Kamis, 26 Februari 2026 sore hari saya dapat pesan whatsapp dari teman saya. Dia bilang aku mau ikut ga buka puasa bersama. Dia mau traktir the boys. The boys ini teman kami cowok-cowok 3 orang ya sobat.  Wuih ada apa nih pikir saya. Tapi ini mendadak banget ya. 

Acaranya direncanakan sore itu juga di restoran Toko Daging Nusantara Salemba. Okelah tidak terlalu jauh. Kami juga pernah 2 kali makan di sana. Tapi, sebenarnya jam 8 malam saya sudah ada agenda. Kalau pulang kerja kan sebenarnya capek ya sobat. Saya mager. Maunya pulang kerja itu istirahat. Kenapa tidak hari libur saja ya acaranya. Tapi kemudian saya pikir ya sudahlah daripada di rumah terus ya kan.

                                            

Saya iyakan tapi saya bilang jam 7.15 saya pulang karena jam 8 saya sudah ada agenda. Teman saya ok ya sudah. Dan mereka sudah kumpul dari jam 5 sore katanya. Saya nyusul saja. Ok deal.

Sepulang kantor teman saya telpon. Katanya berubah tempat jadi ke Senayan karena mau sekalian booking tempat buat buka bersama tanggal 10 Maret 2026. Hmm, jauh ya kalau Senayan. Saya bilang skip. Lagian sudah sore juga itu. Tidak keburu pulangnya karena saya ada agenda jam 8. 

Begitu saya mandi, eh teman saya telpon lagi katanya berubah lagi ke tempat awal. Saya diminta datang. Ok akhirnya saya datang. Beberapa menit sebelum buka baru sampai. Mereka sudah pesan makanan. Tak apa saya menyusul. Saya bisa sholat magrib dulu. Ternyata nih ya traktirannya 2 ronde. Gila banget. Kaget dong saya. Ronde pertama adalah makan steak. Ronde kedua nasi. Ya maklumlah ya yang ditraktir itu the boys makanya sudah pasti kalau cuma steak ga nampol ya.



Akhirnya saya pesan tenderloin steak dan bungkus soto daging. Awalnya saya berniat mau bayar sendiri buat soto dagingnya tapi ternyata dibayarin juga. Alhamdulillah terima kasih semoga berkah traktirannya semakin banyak rezekinya. Aamiin. Di restoran ini lumayan juga loh pas datang masih dapat tempat duduk padahal tidak reservasi. Biasanya kalau buka puasa itu di mana-mana penuh. Di sana disediakan juga kurma gratis. Ada mushollanya juga jadi aman banget kalau mau sholat.  

Ternyata oh ternyata ini adalah perayaan ulang tahun teman saya yang seharusnya di bulan desember tapi dialihkan ke buka puasa ini. The boys sudah bawa kue ulang tahun. Mereka tidak ada yang memberitahu saya loh. Ya sudahlah saya ikut nyanyi dan memberi ucapan saja. Mendoakan supaya sering-sering traktir. Hehe.




Teman saya cerita rencananya mau ke Thailand pas libur lebaran bareng salah satu the boys. Dia mengajak saya. Saya bilang ga bisa. Saya pulang kampung. Tapinya ya. Mereka itu sudah beli tiket. Sudah bikin itinerary dan lain-lain. Lah bagaimana mereka ngajakin saya dalam kondisi begitu? Berarti mereka ngajak saya cuma pelengkap saja. Teman saya bilang kalau mereka bayar tiket saja nyicil 3x. Kalau saya kan tidak ada masalah finansial bisa kapan saja booking. Aamiin ya saya aminkan.

Tapi saya tidak setuju dengan rencana yang begini. Kalau saya tidak dilibatkan dari awal berarti saya tidak penting. Masa semuanya sudah beres saya baru diajak. Artinya ada saya maupun tidak, itu tidak penting. Mereka akan tetap berangkat. No no no.. saya ga mau ya begini.

Saya pribadi kalau mau jalan harus menyesuaikan tanggal dulu kapan saya free. Kalau begini kan mereka sudah tetapkan tanggal dan lain-lain. Tidak ada kompromi dengan saya. Makanya saya tidak setuju yang begini. Dan juga dadakan buat saya. Saya ga bisa.

Saya ini tipe well prepared. Mental psikologis saya harus siap. Kalau tidak, mending tidak usah. Bukan tipe grasak grusuk gradak gruduk. 

Kalau dengan teman saya yang lain, saya mau meet up saja janjiannya seminggu sebelum. Kalau misal pas hari H gagal ya ga masalah. 

Nah sementara teman saya ini memang sukanya dadakan. Kalau dadakan malah jadi katanya. Saya juga ada teman lain yang sukanya dadakan makanya sulit banget kami ketemuan. Karena setiap kali dia ngajak meet up itu selalunya pas dia ada keperluan ke tempat yang dia tuju. Jadi sekalian saja ngajak saya gitu. Tidak pernah menyengaja memang mau meet up saja. Kalau mendadak gitu biasanya saya tolak sih sobat. Bukannya saya ga fleksibel. Tapi keseringan saya sudah ada agenda atau memang kalau mepet gitu saya perlu persiapan mental. Ya begitulah sobat.

Apakah kalian ada yang sama dengan saya? Kalian tim dadakan atau tim terencana?

Begitu jam 7.15 malam, saya pamit pulang duluan. Teman-teman saya masih lanjut dan cari tempat buat buka puasa tanggal 10 Maret 2026 nanti.

Sobat, tidak apa-apa untuk tidak selalu bisa mengikuti irama orang lain. Bahwa kita berhak punya cara sendiri dalam bersosialisasi dan itu tidak membuat kita menjadi teman yang buruk.

Pertemanan yang sehat bukan hanya tentang bisa bersama, tapi juga tentang saling memahami cara masing-masing dalam menjalin hubungan. Ada yang butuh perencanaan matang, ada yang spontan. Yang penting adalah saling menghormati batasan, bukan memaksakan cara.

Menjadi dewasa bukan berarti selalu bisa mengikuti semua orang. Tapi tahu kapan harus hadir, kapan harus mundur, dan bagaimana melakukannya dengan tetap hangat. 🫂🌙

Sekian dulu ya sobat. Sampai jumpa di posting berikutnya.






Wednesday, March 4, 2026

Frankenstein Movie Review

3/04/2026 10:10:00 PM 0 Comments
Halo Sobat. Apakah kamu sudah pernah nonton film Frankenstein? 

Ada beberapa versi film Frankenstein yang sudah dirilis. Film pertama yang saya tonton adalah Frankenstein versi tahun 1994 yang diperankan oleh Robert de Niro. Menurut saya ini bagus banget filmnya untuk science fiction jaman dulu. Filmnya emosional. Saya ingat banget sampai pemeran utama wanitanya mati lalu Victor Frankenstein mencoba untuk menghidupkannya juga. 

Setelah ini saya belum ada nonton lagi film Frankenstein versi lain sampai muncul versi Netflix yang rilis akhir tahun 2025 lalu. Film yang diperankan oleh Oscar Isaac sebagai Victor Frankenstein dan Jacob Elordi sebagai monster ciptaannya ini cukup bagus. Ceritanya berbeda dari versi 1994. 



Dalam film ini fokus ceritanya di bagian akhir tentang hidup si monster yang sungguh kasihan karena tidak diterima hidup di antara manusia normal. Dia tidak punya keluarga dan tidak ada ayah ibu asal dia dilahirkan. Dia sendirian dan kesepian. Dan pada dasarnya saat dia hidup dia itu baik. Dia tidak jahat. Ceritanya dibuat menyentuh dari sisi si monster.

Ketika nonton versi ini saya berpikir sepertinya si Elizabeth ada perasaan sama si monster. Elizabeth ini kan tadinya calon istri adiknya Victor tapi kemudian setelah Elizabeth ketemu Victor, mereka seperti nyambung begitu terus saling naksir. Tapi kemudian Elizabeth tetap milih adiknya Victor dan menikah.

Victor ini sebenarnya ilmuwan yang jenius tapi karena obesesinya menghidupkan monster ciptaannya ini jadinya malah jadi masalah buatnya. Si monster ini ga bisa mati walau kekerasan apapun sudah dilakukan untuk membunuhnya termasuk dibakar hidup-hidup.

Film Frankenstein ini diangkat dari novel Mary Shelley. Dari beberapa versi adaptasi filmnya terlihat memang bagus banget sih alur cerita novelnya. Di jaman dulu bisa berimajinasi sekeren ini ya. Salut banget. Dan novelnya diadaptasi jadi film berbagai versi hingga saat ini. 

Sobat, kalau mau tetap hidup dalam waktu yang tak terbatas maka berkaryalah. Karena karyamulah yang bisa hidup hingga ribuan tahun. Mungkin jatah hidupmu tak sampai 100 tahun tapi karyamu bisa lebih dari itu bahkan sampai waktu tak terbatas. Terutama kalau karyamu bisa jadi karya fenomenal. Walau tak fenomenal juga tetap bisa dikenang asal membawa manfaat buat orang lain. 

Terkadang semasa hidup karya tak diakui tapi setelah kematian justru karyanya baru terkenal. Banyak loh yang begini. Contohnya Van Gogh di mana lukisan Starry Nite nya itu baru terkenal setelah dia meninggal. 

Ok Sobat, sekian posting hari ini. Sebenarnya saya cuma ingin sharing unek-unek saja. 

 

Tuesday, March 3, 2026

Pengalaman Charger Laptop Kemasukan Air dan Tak Mau Menyala. Harus Bagaimana?

3/03/2026 11:01:00 PM 0 Comments
Halo Sobat. Apa kabar? Lama tak bersua ya. Eh tahu-tahu ada berita pengeboman di Iran dan pemimpin tertingginya meninggal. Saya baru tahu kalau ada jabatan demikian di Iran. Dan sudah lebih 30 tahun berkuasa. Kok mirip era Soeharto ya 30 tahun berkuasa di Indonesia. Apakah warganya senang akhirnya Ali Khomeni lengser?

Saya tidak kebayang bagaimana paniknya negara itu dan juga warganya. Warga sipil jadi target pengeboman. Seram sekali ya. 

Oya sampai di sini dulu cuap cuap kita soal geopolitik. Kita langsung bahas soal charger ya. Jadi ceritanya pas malam saya buka laptop, charger sudah saya colok dan ujung type C susah saya masukkan ke lubang drivernya tinggal dikencengkan kalau pas butuh ngecharge. Giliran baterai laptop mulai drop, saya kencangkan colokannya masuk ke dalam driver laptop. Loh kok ga nyala ya alias arus ga masuk. Saya tes ke drive lainnya. Loh kok sama juga ya ga masuk arusnya. Kenapa ya? 

Saya tengok ke samping. Loh kok charger geser masuk ke mangkuk berisi air. Kaget dong saya.Kondisi lampu indikator masih hidup. Pas mau cepat-cepat saya angkat, lampunya mati duluan. Waduh panik saya. Kalau rusak bagaimana ini. Mana saya lagi ngezoom.



Lalu saya cabut kabel listriknya. Saya lap-lap bagian luarnya sampai kering. Saya pikir yang  basah cuma luarnya. Lalu saya tes colok ke listrik loh kok ada suara air di dalam. Langsung saya cabut dari colokan listrik. Saya tegakkan charger, airnya keluar. Benar ada air di dalam. Saya jadi semakin resah. Bagaimana kalau rusak ini ya. 

Saya tidak menyerah. Saya goyang-goyangkan charger agak air keluar. Saya tap tap juga biar air keluar. Karena lubangnya kecil sekali ya jadi susah air keluar. Saya pun heran banget dengan kehebatan air yang bisa menyusup masuk ke dalam ke charger yang tampaknya sangat rapat ini. 

Jadinya saya tidak tenang selama zoom. Dan benar dong baterai laptop habis. Zoom terputus. Saya lanjut pakai HP beberapa menit terakhir. 

Selesai zoom saya goyang goyang lagi charger saya sampai keluar airnya. Walau sedikit sedikit tidak apa apa. Lalu saya tiduran dan cari inspirasi di chatgpt. Chatgpt bilang jangan digoyang goyang dengan kuat nanti merusak charger bagian dalam karena air jadi masuk ke mana mana. Lah bagaimana sudah saya goyang goyang justru biar air keluar.

Chatgpt juga menyarankan jangan dites dulu selama masih basah. Ok. Saya juga tidak berani. Saran lain adalah dites nanti setelah 2 sampai 3 hari biar aman air benar benar kering secara alami. 

Benar dong ya saya diamkan sampai 2 hari tapi selalu saya taruh depan kipas angin dan saya goyang goyang biar air keluar. Setelah 2 hari lebih sekian jam baru saya beranikan diri untuk tes ke listrik. Karena memang tidak ada air lagi yang keluar. Selain itu tidak ada bau kebakar. Jadi saya berharap semoga charger hidup lagi.

Yang bikin ketar ketir adalah lampu indikator yang mati dan sebelumnya arus tidak masuk. Kata chatgpt itu adalah mekanisme proteksi kalau charger dell kemasukan air. Okelah, saya ada harapan hehe. 

Jadilah saya colok ke listrik. Pertama colok eh lampu hidup. Alhamdulillah. Semakin ada harapan dong. Lalu saya colok ke laptop. Di sinilah saya sempat merasa down. Loh kok arusnya ga masuk ya. Saya tes ke driver lainnya. Loh kok samaga masuk ya. Down dong. Tapi saya tidak putus asa. Saya cabut dan coba tes lagi. Eh bisa. Nyala. Wahhhh... happy...
Alhamdulillah

Sobat, sebelumnya saya sempat beli charger baru 65 watt. Ikut saran chatgpt pilih yang OEM. Apa itu OEM? 

OEM adalah singkatan dari Original Equipment Manufacturer.
Artinya:
👉 Produk dibuat oleh pabrik asli (atau pabrik resmi pemasok)
👉 Tapi dijual tanpa merek besar atau tanpa kemasan resmi

Dalam konteks charger laptop

OEM charger berarti:
Dibuat oleh pabrik yang juga memproduksi untuk brand asli
Spesifikasinya sama atau sangat mirip
Biasanya lebih murah
Tidak ada logo resmi brand besar

Bedanya dengan:
🔹 Original / Ori
Produk resmi brand
Ada logo
Kemasan resmi
Harga lebih mahal
Garansi jelas

🔹 OEM
Kualitas bisa bagus
Tapi tidak ada branding resmi
Garansi tergantung penjual

🔹 KW (replika)
Meniru tampilan original
Kualitas tidak konsisten
Lebih berisiko

Apakah OEM aman?

Bisa aman kalau:
Voltase & ampere sesuai laptop
Ada sertifikasi keamanan
Penjual terpercaya
Tapi tetap tidak seaman original resmi.

Nah, tidak beruntungnya adalah charger yang saya beli itu tidak masuk arusnya ke laptop. Jadi pas saya colok ke laptop, muncul pendeteksian di layar laptop. Baru 50an persen mendeteksi eh baterai laptop habis. Ya sudah. Arus tidak masuk ya. Mungkin karena belum selesai deteksi?

Akhirnya tidak saya tes lagi. Sempat hubungi penjual dan katanya mau dikirim penggantinya tapi belum sempat dikirim. Bersyukurnya charger hidup lagi dan akhirnya saya ajukan pengembalian. Ternyata gampang banget loh pengembaliannya. Tinggal pilih jasa kirim terdekat. Ternyata bisa indomaret indopaket. Kita tinggal masukkan resinya saja dari aplikasi shopee. Waktu pengembalian juga ada sekitar 5 hari kalau tidak salah. Begitu barang diserahkan ke indomaret, tak lama kemudian dana sudah ditransfer ke shopeepay. Alhamdulillah masih rezeki. Bisa untuk yang lain. Hehe. 

Ok sobat sekian cerita dari saya. Semoga bermanfaat.




Friday, February 27, 2026

Metascience Novelty Indicator Challenge

2/27/2026 09:16:00 PM 0 Comments

Tanggal 25 Februari lalu saya dapat undangan dari email saya buat expert assessment survei dari Metascience Novelty Indicator Challenge University of Sussex. Saya pikir tadinya newsletter dari coursera. Pas saya baca ini apa ya. Lalu saya googling takutnya ga kredibel. Setelah saya cek emailnya benar ternyata. Pas googling juga dapat infonya ada websitenya.

Pas saya coba-coba googling itu saya nemu postingan instagram ucapan selamat kepada dosen dan mahasiswa yang dapat undangan sama kayak saya. Saya cermati baik-baik. Emangnya sebergengsi itukah sampai ada dibuat postingan begini. Bukannya itu cuma jadi sampel survei. Pikir saya begitu sobat. Maaf ini pikiran simpel saya karena saya tidak ada kepentingan apa-apa. Dan bukan bermaksud sombong juga. Karena saya sendiri bukan siapa-siapa. Saya hanya mengungkapkan pikiran saya dari informasi yang saya cerna dari email survei tersebut. Tapi saya paham mungkin bagi institusi tertentu itu suatu kehormatan karena terlibat sebagai kontributor secara internasional. Dan itu menambah reputasi institusi mereka dan bisa jadi inspirasi buat peneliti dan mahasiswa lainnya. Sah-sah saja kok.

Padahal yang saya baca-baca sih itu ribuan yang jadi sampelnya dan memang dipilih dari kalangan peneliti pada umumnya yang menghasilkan paper published yang masuk database mereka. Paper dinilai match dengan proyek mereka lalu dijadikan sampel dan dikontak. Karena membawa nama besar Universitas Sussex jadinya ya makin meyakinkan. 

Apakah saya peneliti makanya saya dikontak? Hmm sebenarnya saya tidak merasa saya peneliti sih. Saya juga tidak merasa expert. Saya menulis paper waktu itu karena tugas kuliah. Makanya saya sebenarnya heran kenapa saya dikontak. Saya juga menulis dengan 2 orang teman saya lainnya. Walau proporsi menulis kita sama karena kita bagi tugas, nama saya ada di penulis ketiga alias di belakang. Saya tidak tahu apakah teman saya yang lain ikut dikontak juga atau random perwakilan 1 paper 1 orang. Kemungkinan besar sih random ya.

Apa yang dilakukan? Karena ini survei jadi kita diminta mengisi survei. Ada paper orang lain yang kita evaluasi untuk pengisian surveinya. Paper ini temanya mirip dengan paper yang pernah saya publish makanya di sini saya diminta untuk memberikan penilaian noveltynya.

Saya tanya chatgpt apakah saya perlu isi. Jawab chatgpt tidak wajib tapi tidak ada salahnya diisi. Lumayan bisa buat nambah CV katanya. Hehe. Jadinya saya cari-cari info dulu mengenai survei ini. Karena survei ini tuh baru buat saya. Apalagi saya tidak berkecimpung di bidang akademik atau penelitian. Dan baru tahu juga ada proyek seperti ini.

Ok sobat. Apakah kamu dapat undangan juga?

Sekian posting kali ini. Semoga bermanfaat. 




Wednesday, February 18, 2026

Wuthering Heights Movie Review

2/18/2026 03:17:00 PM 0 Comments
Halo Sobat apa kabar? 
Tak terasa ya sudah memasuki bulan ramdan. Besok kita sudah mulai puasa. Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk menyaksikan ramadan tahun 2026 ini.

Oya ternyata momen liburan 2 hari imlek ini nyambung dengan perayaan hari valentine. Apakah kamu merayakan sobat? Adakah yang kamu kasih coklat ataupun yang memberi coklat?

Kalau saya pribadi tidak merayakan. Orang-orang di sekitar saya juga sepertinya adem ayem saja. 

Ok. Kali ini saya mau bercerita tentang film Wuthering Heights yang diperankan oleh Margot Robbie dan Jacob Elordi. Saya nonton ini di bioskop hari minggu 15 Februari 2026 lalu jam 4 sore. Sebenarnya tidak ada rencana sebelumnya tapi pas buka google kok ada berita filmnya sedang tayang. Berhubung saya pernah membaca beritanya sebelumnya dan trailernya jadi saya langsung cek mtix buat cek apakah tayang di bioskop terdekat. Dan ternyata iya ada. Ya sudah saya langsung pesan tiket dan berharap semoga cuaca bersahabat alias tidak hujan.


Wuthering Heights ini diangkat dari novelnya Emilie Bronte. Saya tertarik nonton karena ini historical romance. Saya berharap ceritanya akan emosional atau menguras air mata dan sebagainya. Dan ternyata...

Di awal cerita masih ok. Jujur, menurut saya background musicnya bagus banget dari awal sampai akhir full music. Ceritanya juga masih bagus. Tapi menjelang pertengahan ke akhir kok jadi di luar ekspektasi ya. 

Di awal-awal ceritanya tentang Cathy dan Heathcliff remaja. Heathcliff ini dibawa oleh ayahnya Cathy dan dijadikan budak yang kerjanya bantu-bantu di keluargnya. Dia buta huruf alias tidak bisa membaca. Ayah Cathy ini orangnya kasar dan kejam. Dia sering menghajar Heathcliff.

Ada satu lagi wanita muda yang selalu melayani Cathy bernama Nelly. Cathy dan Heathcliff tumbuh bersama. Mereka saling jatuh cinta. Tapi mereka tidak bisa bersama karena perbedaan status. Mereka juga sama-sama tidak menyatakan cinta. Sampai akhirnya Cathy bertemu Clinton dari keluarga kaya. 

Clinton melamar Cathy. Cathy pun menerima. Tapi malam harinya dia galau. Dia merasa itu tidak benar. Dia bercerita pada Nelly tentang perasaannya terhadap Heathcliff. Ketika Heathcliff datang dibalik pintu, dia mendengar percakapan mereka berdua. Heathcliff tidak mendengar bahwa Cathy mencintainya. Yang dia dengar adalah Cathy tidak mungkin bersamanya. Saat itu Nelly melihat kedatangan Heathcliff tapi dia diam saja.

Heathcliff sakit hati lalu pergi malam itu membawa kuda. Keesokan paginya Cathy mencarinya tapi tidak ketemu. Padahal Cathy akan memberitahu Heathcliff bahwa dia akan membatalkan lamarannya. Tapi rupanya terlambat. Cathy terus menunggu kepulangan Heathcliff tapi tak ada kabar. Akhirnya Cathy setelah setahun Cathy menerima Clinton dan menikah dengannya. Cathy hidup mewah dan berkecukupan tapi tidak bahagia. Ayahnya pemabuk dan hidup menyedihkan.

Nelly ikut hidup bersama Cathy dan melayaninya. 

Suatu ketika setelah 5 tahun, Heathcliff kembali ke Wuthering Heights dengan keadaan berbeda. Dia sudah bercukur dan jadi ganteng juga berkelas. Cathy tahu hal itu karena ada telur yang dia pecahkan di tempat tidurnya. Hal ini tidak dijelaskan bagaimana caranya Heathcliff memasang telur ini. Terasa tidak masuk akal sih kecuali dia menyuruh Nelly melakukannya atau menyusup.

Cathy langsung ke rumah lamanya dan mencarinya. Ketemulah mereka. Cinta lama bersemu kembali. Heathcliff datang ke rumah Cathy bertemu suami dan adiknya. Adiknya naksir Heathcliff. Cathy cemburu. Tapi Heathcliff hanya suka sama Cathy.

Akhirnya mereka berdua terlibat affair. Mereka selalu diam-diam bertemu dan apalagi ya kalau 2 orang saling cinta lalu bertemu. Make love. Yup. Banyak adegan make love di film ini ketika mereka mulai bertemu kembali. Walau tidak eksplisit sampai nude (masih aman ditonton karena tidak ada buka-bukaan baju dan yang dishoot bagian atas lengkap dengan baju, banyak kiss-nya).  

Saat itu Cathy sedang hamil anak Clinton. Dia tidak memberitahu Heathcliff. Begitu Heathcliff tahu, bukannya mundur dia malah semakin semangat. Dia tidak perduli. 

Clinton tidak mengetahui kedekatan mereka berdua tapi Nelly tahu. Akhirnya saat Clinton tahu, dia melarang Cathy keluar. Heathcliff yang tidak bisa bertemu Cathy lagi akhirnya balas dendam dengan menikahi adik Clinton agar Cathy cemburu. Dibawalah adik Clinton ke rumah lama Cathy. Di sana dia disiksa. Dia selalu diminta menulis surat ke Cathy untuk berdamai. Tapi surat selalu diterima oleh Nelly dan dibakarnya tanpa pernah sampai ke Cathy. Nelly datang ke Wuthering Heights dan melihat kondisi adik Clinton yang menyedihkan. Tapi dia tidak mau pulang. Dia seperti orang yang tidak waras.

Nelly kesal pada Cathy dan menyuruhnya bangun dari tempat tidur. Cathy tidak mau. Begitu selimut dibuka, ternyata Cathy sakit. Akhirnya saat terapi dengan lintah, Cathy pendarahan dan meninggal di tempat tidur. Clinton dan Heathcliff sangat sedih. 

Kisah selesai sampai di sini.

Menurut saya ceritanya kurang wow mulai dari pertengahan hingga endingnya. Konfliknya hanya 2 orang saja pusatnya Cathy dan Heathcliff. Mungkin karena saya tidak suka dengan kisah perselingkuhan dalam cerita ini jadinya menurut saya kurang greget. Walau bagaimanapun perselingkuhan tidak dibenarkan ya. 

Di sini jadi terkesan Cathy tidak bisa menahan diri alias merendahkan diri sendiri (dia pun mengakui) dan Heathcliff jadi penganggu rumah tangga orang lain. Heathcliff juga menjadi orang jahat di akhir cerita dengan menikahi adik Clinton. Ini perubahan yang tidak dibenarkan. Padahal awalnya dia baik loh. 

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan cinta Cathy dan Heathcliff. Hanya salah timing. Cathy sudah cukup rasional dengan menikah dengan Clinton setelah setahun tak ada kabar dari Heathcliff. Tidak ada yang salah dengan keputusan tersebut. Yang salah adalah dia tidak menahan diri atau meredam perasaan ketika status dia sudah istri orang lain. Walau cinta lama bersemi kembali jika tahu salah bukankah seharusnya menjauh?

Dengan dia bersama suaminya tapi di kesempatan lain bersama Heathcliff bukankah dia cukup egois? Dia mau dapat dua-duanya tanpa mau melepas salah satunya? Dalam kehidupan nyata kan umumnya 1 orang devote ke 1 orang. Ketika 1 orang bercabang ke lebih 1 orang maka akan timbul masalah. Perasaan bersalah itu pasti ada dan hidup jadi tidak tenang. Tinggal bagaimana bersikap dan memilih. 

Dari film ini kita diajarkan untuk memilih antara mencintai tapi bersama atau mencintai tapi tidak bersama atau tidak mencintai tapi bersama. Jika memilih tidak mencintai tapu bersama maka ketika bertemu lagi dengan orang yang dicintai dan perasaan cintanya belum mati maka akan ada kemungkinan tumbuh CLBK alias cinta lama bersemi. Berbahaya jika tidak posisi sudah ada pasangan resmi dan tidak bisa mengendalikan diri. Hal ini bisa terjadi seperti masih ada rasa penasaran dengan orang yang dicintai walau sudah bersama pasangan.

Di sini juga ada pelajaran tentang memilih antara orang yang dicintai tapi miskin atau tidak dicintai tapi kaya. Memilih antara hati dan logika. Dan ujungnya adalah antara bahagia dan tidak bahagia. Ada kurang dan lebihnya antara masing-masing pilihan. Tinggal bagaimana betanggung jawab atas pilihan. Tidak ada salah dan benar. Semua ada konsekuensinya. 

Oya, ada yang agak aneh. Cathy menangis saat ayahnya meninggal. Tapi setelah itu dia tendang mayat ayahnya dua kali. Hmm, aneh ga sih? Kenapa harus ditendang? Toh itu sudah jadi mayat. Anehnya karena dia menangis habis itu dia tendang. Seolah ada 2 kepribadian. Sedih karena kehilangan tapi tiba-tiba meluapkan emosi kekesalan. Seperti ada yang tidak sinkron. Sudah begitu dia tinggal saja mayat ayahnya.

Wuthering Heights ini memang ceritanya dark ya. Dark romance. Bukan cerita cinta yang manis. Kalau kamu mencari kisah manis, film ini tidak pas buat kamu. Tapi untuk sekedar meluaskan genre tetap ok untuk ditonton.

Ok sobat, sampai di sini ya. Semoga bermanfaat. Selamat menonton :)
 
 

Saturday, January 31, 2026

The Maze Runner Movie Review

1/31/2026 07:55:00 AM 0 Comments
Halo Sobat, saya baru selesai nonton film Maze Runner di netflix. Sepertinya memang baru tayang di netflix ya karena saya baru lihat. Soalnya dulu pernah search tapi tidak ada. Dulu itu kepikiran saja pengen lanjut nonton karena saya sudah pernah nonton yang pertama di tahun 2014. Malah saya nonton di bioskop bareng teman-teman saya. Saat itu saya lagi diklat. Tapi pas nonton saya ketiduran hehe. Jadi tidak full saya nonton dan tahu jalan ceritanya. 

Setelah sekian tahun ada Maze Runner lanjutannya tapi saya belum nonton. Jadi saya pengen tahu kelanjutannya bagaimana. Nah begitu tayang di netflix ini rasanya kayak wow kan ini yang pernah saya cari akhirnya ada juga di netflix. Lengkap pula ada 3 film: The Maze Runner, Maze Runner: The Scorch Trials, dan Maze Runner: The Death Cure. Saya langsung nonton! :)



Trilogi Maze Runner ini menurut saya keren. Dari ketiga filmnya bagus semua. Yang ketiga yang heartbreaking dan emosional banget. Kenapa? Karena salah satu pemeran pentingnya meninggal terinfeksi virus tanpa sempat diselamatkan. Newt, salah satu karakter favorit saya ini berakhir tragis. Padahal ya setelah mendengar perkataan Teresa bahwa darah Thomas bisa menyelamatkan Newt kenapa tidak langsung dia kasih darahnya on the spot kan mereka lagi bersama. Tapi mungkin perlu diinjeksi makanya Thomas tidak bergerak. 

Sebelumnya kan darah Thomas sudah dipakai untuk menyelamatkan Brenda. Jadi pertanyaannya kenapa dia tidak mencoba sebelumnya untuk menyelamatkan Newt saat Newt masih normal. Di sini bisa terasa janggal buat penonton. Penonton kan juga mikir logis dari cerita yang ada.

Di satu sisi, saya suka Brenda selamat. Menurut saya Brenda ini karakter wanita pemberani dan diperlukan untuk survive dalam kondisi dalam film. Bahkan saya melihat Brenda lebih gesit dan berani daripada Thomas ketika tersisa mereka berdua untuk keluar dari gedung runtuh di film yang kedua. Saya pikir tadinya Brenda bakal jatuh dan tidak selamat. Karena saya pikir Brenda hanya karakter tambahan yang tidak penting yang kemunculannya hanya sebentar lalu hilang. Ternyata tidak loh. Brenda selamat dan survive sampai film ketiga.



Saya malah berharap Brenda dan Thomas jadi couple. Menurut saya mereka berdua cocok energinya. Maksud saya mereka lebih pas jadi couple ketimbang Thomas dan Teresa. Setelah melewati kesulitan bersama hidup dan mati dan akhirnya survive, saya setuju banget jika saja mereka bersama. 

Beda dengan Teresa yang mungkin ada cerita masa lalu dengan Thomas. Tapi Teresa sudah berkhianat dengan rombongan dan menyebabkan banyak dari mereka yang mati.
 
Walau pastinya Teresa punya alasannya sendiri untuk menemukan obat dan bisa menyembuhkan umat manusia. Tapi cara yang dilakukan WICKED tidak bisa diterima oleh akal sehat. Sangat tidak manusiawi. Dan berapa banyak korban yang mati karenanya.

Mereka para anak muda yang ditaruh di Maze yang sulit bahkan tidak mungkin menemukan jalan keluar dari Maze itu untuk apa? Sangat tidak manusiawi loh. Diletakkan monster di Maze yang bisa membunuh mereka pula. Ini sehat? Nyawa manusia buat mainan. Sekeji itu loh WICKED. Mungkin niatnya baik mau membuat obat tapi caranya yang sangat tidak baik.



Minho butuh 3 tahun untuk membuat pola Maze. Perlu kekuatan fisik, memori yang baik untuk bisa membuat itu karena dia harus berlari kencang sebelum tembok ditutup. Saya salut sih dengan para pemainnya ini karena adegannya banyak banget lari. Semua aktornya sangat fit. Pasti sulit beradegan seperti dalam film ini. Energinya banyak terkuras.

Tapi sekali lagi ini science fiction yang memang banyak adegan tidak masuk akalnya. Tapi so far sangat bagus sih. Sebagai penonton saya enjoy saja. 

Dan pada akhirnya Teresa tidak terselamatkan menurut saya ending yang ok. Walau bagaimanapun penonton dibuat benci dengan Teresa tapi saat di akhir dia membantu Thomas dan malah dia tidak selamat ini tetap emosional ya. Sedih lihat Thomas menyaksikan Teresa jatuh. 

Sobat, kamu yang belum nonton, silahkan ditonton ya. Kalau kamu pecinta sci-fi film ini keren. Wajib ditonton. 

Monday, January 19, 2026

Terkadang "Tidak Tahu" itu Lebih Baik daripada Tahu tapi Menyakitkan

1/19/2026 10:05:00 PM 0 Comments
Sobat, apa kamu pernah mendengar kalimat terkadang tidak tahu itu lebih baik daripada tahu tapi menyakitkan. Pernahkah kamu mengalaminya sendiri?

Kalimat itu terpatri di pikiran saya hingga saat ini. Saya dulu mendengar dari teman saya. Saat itu saya hanya "oya". Saya tidak menerima ataupun membantah. Untuk saya yang menyukai kejujuran memilih untuk tahu walau perih daripada tidak tahu alias hidup dalam kepalsuan atau kebohongan atau kamuflase. 


Dan saat ini saya seperti mengalami sesuatu yang membuat saya shock untuk tahu kebenarannya. Saya sempat merasa kepikiran. Rasanya tidak sama lagi ketika kita tidak tahu dan ketika sudah tahu. Bagi yang memilih untuk tidak tahu maka ada "perasaan" yang terjaga. Perasaan yang saya maksud ini bukan cinta ya tapi di case tertentu bisa jadi cinta juga termasuk. 

Ketika kita tahu kebenaran maka akan ada perasaan yang berubah. Pastinya tidak akan lagi sama. Kita harus siap menghadapi. Menghadapi perasaan kita yang berubah dan menghadapi kenyataan yang terjadi. Double kill. 

Saat pertama saya dapat kabar, saya merasa kaget dan tidak percaya pada awalnya. Masa sih? Pikir saya. Lalu insting detektif saya langsung aktif dan terus mencari kebenaran. Dan ternyata memang benar apa yang saya temukan. 

Dalam hati saya masih berharap bahwa ini tidak benar. Tapi bukti bukti cukup jelas. Jadi saya tidak bisa mengelak.

Tapi saya tidak konfirm langsung ke yang bersangkutan karena saya menjaga hatinya. Itu privasinya. Apa yang saya lihat di dia adalah dia yang saat ini. Sedangkan kebenaran yang saya temukan adalah bagian masa lalunya. Di mana saat itu saya belum mengenalnya. Dan masa lalu itu yang membentuk dia menjadi dirinya yang sekarang.

Saya berpikir, "Kenapa? Kenapa dia melakukan itu?"

Tapi apa hak saya bertanya demikian. Apalagi sampai menuntut jawaban. Siapa kamu emangnya?

Saya yakin dia punya alasannya sendiri. Saya coba menerima. Dan saya tidak konfrontasi. Saya mencerna. Saya memproses. Saya perlu waktu. Hingga akhirnya saya menerima kenyataan dan memutuskan untuk tidak ada yang berubah di antara kita. Meski rasanya aneh tapi kita tetap profesional. 

Baru kali ini sih saya nemu kasus begini. Ternyata hidup serandom ini ya haha.

Saya yang saya pikir hidupnya tidak ada warna warni yang aneh aneh eh rupanya ada juga cerita begini mampir dalam hidup saya. Tapi saya tidak bisa menceritakan secara gamblang dan detail kisahnya ya sobat.

Secara saya yakinnya selama saya kenal dia, dia itu baik. Saya nyaman sama dia. Saya ambil bagian baiknya saja dari dia sih banyak ilmu baiknya dari dia soalnya. Bahkan karena saya sudah di level menerima, jikapun kita dekat misal ya, saya mau kok temanan akrab dengannya.

Saya sempat kagum loh di awal kenal dia, dia itu open. Talkative. Lembut. No pressure kalau sama dia. Vibe nya enak. Santai. Nah sekarang karena kejadian tahu sesuatu tentangnya jadi aneh rasanya berkomunikasi. Tapi ya sudahlah ya karena bagaimanapun dia juga tidak ada berbuat apa apa sama saya. Dia masih sama saja seperti saat saya tak tahu apa apa. Jadi ya bersikap biasa saja anggap tak tahu apa apa. Biarlah kusimpan sendiri saja.

Terkadang tak semua hal perlu diceritakan. Tak semua hal perlu diketahui orang. Tak semua hal layak jadi konsumsi publik. 

Terkadang sesuatu hal hanya perlu didiamkan. Terkadang sesuatu hanya perlu dipendam.
Terkadang sesuaty hanya perlu disimpan.
Terkadang sesuatu hanya perlu diketahui sejenak lalu dilupakan.

Bagaimana sobat? Apakah kamu ada pengalaman juga?

Apakah kita benar-benar siap menanggung konsekuensi dari kebenaran yang kita cari?

Saturday, January 17, 2026

Cerita Pakai Bubble Mask

1/17/2026 07:17:00 AM 0 Comments
Halo Sobat... libur isra miraj saya menyempatkan diri buat maskeran. Saya ambil masker yang tersedia di kotak masker saya. Ini stok lama sih saya cuma menghabiskan sisa-sisa. Masih ada 10 bungkus masker. Saya cabut satu dan taraaaa terpilihlah masker berwarna hitam dari Y.O.U.



Setelah membersihkan wajah saya coba buka ini maskernya. Awalnya tidak ada kecurigaan apa-apa. Saya pikir ini masker sama seperti masker lain yang saya punya. Pas saya buka kok loh ini tidak ada plastik penyangganya jadinya ya lemes begitu agak struggle buat membuka maskernya agar berbentuk dan bisa dipakai.

Lalu saya buka dan saya coba posisikan ke wajah saya supaya pas. Saya ratakan. Cairan yang menempel di tangan saya ke oles ke wajah. Saya kaget loh kok leher saya berbusa. Lalu saya cek kemasan masker tulisannya bubble sheet mask. Oalah pantesan saja. Saya itu mengiranya itu cuma judul produk saja eh rupanya memang benar berbusa. Aneh sih rasanya baru kali ini nemu begini.

Saya diamkan masker di wajah. Setelah beberapa menit saya cek di cermin loh kok nambah banyak busa di luar masker. Serem sih kalau saya melihatnya. Hehe. Ya gimana ya. Berasa kayak tumbuh itu gelembung-gelembungnya makin lama makin banyak. Padahal sih ya itu cuma busa saja. Kan sudah biasa juga kita mencuci dan busanya banyak. Tapi ini di wajah jadi kesannya aneh saja. :)

Oya saran pemakaian tidak boleh lebih dari 15 menit dan dibersihkannya menggunakan air hangat. Oke, setelah 15 menit saya bilas dengan air hangat. Karena itu busa yang dibilas jadi ya mirip membersihkan wajah dengan facial foam.

Setelah bersih bagaimana rasanya? Tidak ada yang aneh sih. Berasa habis cuci wajah dan feeling bersih saja. 

Apakah kamu pernah coba Sobat?

Sebenarnya masker ini random saja dulu saya beli biar ada variasi saja. Tidak menyangka ini beda varian. Dulu saya beli di Guardian. Harganya tidak sampai 15 ribu kalau tidak salah ingat karena sudah lama ya belinya. Kalau kamu penasaran silahkan dicoba saja sobat. Mana tahu kamu bosan dengan masker yang biasa kamu pakai. Silahkan cari di shopee atau toko terdekat kamu.

Untuk khasiat sih kurang tahu persis karena cuma sekali pakai. Dan saya maskeran cuma buat relax saja hehe.

Kalau baca-baca artikel sih ya ini terinspirasi dari Korea yang inisiatif mengeluarkan produk bubble mask dan ada manfaat tertentu dari bubblenya itu. Tapi saya sekilas saja membaca dan tidak begitu percaya dengan klaim yang disebutkan. Hehe.


Friday, January 16, 2026

The Materialist Movie Review

1/16/2026 10:24:00 PM 0 Comments
Halo Sobat? Libur isra miraj kemana ya? Lumayan ya nyambung sabtu minggu.

Saya sempat nonton film The Materialist nih sobat yang baru hadir di netflix. Apakah filmnya bagus?

Untuk ceritanya sih ya tidak yang gimana gimana juga. Masih tergolong ringan. Cocok buat yang pengen cerita yang ga berat.


Pemeran utamanya Dakota Johnson dan Chris Evan. Awalnya saya pikir Anne Hathaway. Omg ternyata bukan. Menurut saya mereka mirip. Sama sama cantik tinggi langsing hidung mancung. 

Film ini berkisah tentang Lucy yang seorang matchmaker alias bekerja di kantor perjodohan. Dia ini sering membantu klien buat dapat pasangan. Dia sendiri masih single. Saat datang ke pernikahan klien, ada seorang pria bernama Harry yang mendekati Lucy. Pria ini adalah kakak pengantin pria yang super kaya dari kecil, tidak pernah hidup susah, tidak main wanita, tidak ngedrug, tinggi 180 cm. Kalau dalam bisnis perjodohan pria ini disebut unicorn yaitu tipe pria high quality yang laris manis di pasaran. Lucy menyarankan dia untuk menjadi kliennya tapi dia menolak, dia maunya Lucy yang jadi pasangannya. 

Awal-awal Lucy menolak tapi setelah sekian kali ngobrol Harry berhasil meyakinkan Lucy dan akhirnya mereka bekencan. Lucy bilang kalau dia merasa valuable sehingga dia menerima Harry. Hal ini benar banget kan ya sobat wanita. Kalau wanita merasa spesial atau valuable dia akan menerima seorang pria yang bisa membuatnya merasa demikian. Karena feeling itu berharga banget buat perempuan dan bisa membuatnya berbunga-bunga dan jatuh cinta.

Setelah selang beberapa waktu, mereka akhirnya berpisah. Kenapa? Nah ini yang lumayan aneh. Padahal selama mereka berkencan, tidak pernah ada masalah. Mereka baik-baik saja. Harry tampak sebagai pria baik-baik. No red flags. Tapi Lucy memutuskan untuk berpisah. 

Kejadian ini terjadi setelah Lucy mengetahui bahwa Harry pernah extend kaki biar lebih tinggi. Kenapa dalam film ini menyinggung extend kaki? Karena dalam film ini pria tinggi minimal 180 cm itu dianggap tinggi ideal yang dicari wanita di pasaran perjodohan.

Nah, ketika mereka putus, Lucy bilang bahwa tidak ada cinta di antara mereka. Lucy tidak cinta dengan Harry dan sebaliknya. Padahal sih ya Harry menerima Lucy apa adanya walau dia miskin tapi Harry tidak peduli. Harry tidak melihat dari materi karena materi Harry sudah berlimpah dan itu lebih dari cukup untuk berdua. 

Yang Harry lihat darinya adalah intangible asset alias aset tak terlihat yang dimiliki Lucy. Harry yakin jika mereka bersama they would make a perfect couple. Wah langka banget kan Sobat ada pria begini? Tapi Lucy bersikeras untuk putus setelah kejadian dia melihat bekas operasi kaki. Walau dia tidak bilang karena hal itu mereka putus tapi saya sebagai penonton jadi berkesimpulan karena hal itu. Karena sebelumnya baik baik saja. Tadinya saya pikir Harry bakal menunjukkan sikap red flag tersembunyi yang pada akhirnya membuat mereka putus tapi ternyata nggak ada kok. Jadi ya berarti alasannya karena memang Lucy tidak cinta seperti yang tersurat dalam dialog. Lah terus kenapa diterima dan menikmati tinggal di apartemen Harry dong?

Penonton tahu bahwa Lucy mencari pria kaya untuk dinikahi. Dan boom! Dia dapat dong. Durian runtuh ga sih? Tapi pada akhirnya dia lepas dengan alasan yang kurang masuk akal tapi memang mungkin saja terjadi dalam dunia nyata. Tapi kalau dalam dunia nyata juga pasti mikir mikir sih mau melepas ikan besar seperti itu. Hehe. Setuju ga sobat?

Rencana liburan Lucy ke Iceland gagal karena hal ini. Akhirnya Lucy kembali pada ex pacar yaitu John yang diperankan Chris Evan. John ini sosok pria miskin yang hidupnya ngontrak bareng teman pria lain dalam satu rumah dan kere alias duitnya sedikit. Sebelumnya mereka putus karena masalah duit. John ini tetap cinta dengan Lucy walau lama mereka berpisah dan kehidupannya pun tak berubah setelah lama berpisah. Masih tetap miskin. 

Tapi Lucy kembali karena dialah yang bisa memberikan cinta. Jadi di akhir mereka bersama. Seperti ada pesan dari film ini bahwa jodoh itu sekufu alias yang miskin dengan yang miskin yaitu Lucy dan John. :)

Pesan moral: Cinta tidak selalu rasional, pilihan tidak selalu mudah, dan seringkali kita harus memilih antara apa yang logis dan apa yang terasa benar di hati bahkan jika itu berarti melepaskan "ikan besar".

Bagaimana Sobat kamu pilih Harry atau John?

Saturday, January 10, 2026

Cerita Pengabdian Masyarakat ke Yayasan di Bekasi

1/10/2026 10:43:00 AM 0 Comments
Tepatnya 6 Desember 2025 lalu saya kembali melakukan pengabdian masyarakat ke yayasan di daerah Bekasi yaitu Yayasan Kubah Rahmatan. Kalau sebelumnya saya bersama 4 orang teman saya mengadakan acaranya, kali ini saya bersama 8 orang teman saya. Dua kali lipat banyaknya. Bagaimana ceritanya?

Jadi kalau sebelumnya temanya bahasa Inggris, kali ini temanya agama. Jadi ada sesi mengajar atau pemberian materi ke anak-anak di yayasan. Setelah itu kita baru bermain game dan bagi-bagi hadiah. Berhubung ketuanya masih sama, jadi konsep acara kita masih mengikuti pengabdian yang sebelumnya. Kita bagi-bagi hadiah untuk sesi kuis setelah materi dan sesi game. Kita ada 3 macam game. Seperti biasa saya minta sesi terakhir untuk saya bawakan game. 

Sebelum acara kita bentuk panitia, rapat dan mulai kerja di bagian masing-masing. Tugas saya masih sama. Masih dipercaya jadi bendahara. Sepasang dengan teman saya yang di bagian pengadaan atau logistik. Dia yang seksi belanja. 

Untuk tema mengajar sendiri kita ambil tema yang universal walau semua anak di situ muslim. Kita kaitkan agama dengan bullying. Yang kebagian mengajar ini teman-teman saya yang lain. Karena kita bersembilan jadi semuanya wajib kebagian tugas. 

Seru banget di bagian akhir saat anak-anak diberi kuis untuk dapat hadiah mereka antusias banget. Apalagi hadiahnya bantal boneka. Semuanya berebut. Tapi saya senang karena mereka kompetitif dan tidak takut untuk tunjuk tangan.

Selesai acara kita berdoa lalu bagi-bagi goodie bag dan makan sore. Kita juga memberikan kenang-kenangan untuk pengurus yayasan. Di yayasan ini teman saya yang seksi belanja kewalahan sebelumnya. Mengapa? Karena si ibu yang kontak-kontakan dengan teman saya berulang kali bilang jumlah anak yang hadir beda-beda. Padahal kita butuh kepastian. Karena kita perlu memastikan berapa goodie bag dan makan sore yang harus kita beli. Kalau kelebihan nanti kasihan anak yang tidak dapat. 

Awalnya hanya 15 anak lalu jadi 20 dan akhirnya jadi 25. Padahal kita sudah belanja. Mana sudah mepet pelaksanaan. Akhirnya setelah saya hitung-hitung dana masih cukup kalau mau menambah anak tapi dengan syarat budget lain ada yang dipangkas dan atas persetujuan teman-teman lain jadinya teman saya belanja lagi suvenir dan goodie bag tapi dengan isi goodie bag yang berbeda. Tak apa yang penting nanti kita tidak kekurangan souvenir, goodie bag dan makan sore. Yang penting semua anak dapat.

Sebenarnya kalau saya, ketua dan seksi logistik tidak masalah menambah dana agar rencana awal tetap terpenuhi tapi teman-teman lain tidak setuju jadi ya sudah tidak apa-apa. Akhirnya jalan tengah itu yang kita ambil. Dan semuanya berjalan lancar walau sempat harus memikirkan jalan keluar. 

Tapi begitulah kita belajar untuk mengatasi masalah. Bagaimana caranya berpikir cepat dan mengambil tindakan. Lalu perbedaan pendapat itu sudah pasti ada. Dan ketua sempat kewalahan mengurus anggota lebih banyak karena sebelumnya kita hanya berlima dan solid sekali. Sekarang bersembilan bisa kebayang kan kalau lebih banyak suara itu bagaimana dengan karakter orang yang berbeda-beda.

Selanjutnya kami sempat berbincang dengan ibu-ibu pengurus yayasan sebelum akhirnya kami pulang. Kebetulan hujan saat itu. Alhamdulillah berkah ya hehe.

Semoga bisa mengadakan acara lagi untuk selanjutnya...

Walau lelah tapi terbayar rasa lelahnya. Saya berangkat dari jam 10.30 pagi dari rumah pulang sekitar jam 8 kurang 5 menit sampai rumah. Mana di jalan hujan jadi sempat berteduh. Kebayang kan lelahnya sobat. Tapi ga kapok. Karena kita happy berbagi dan ketemu anak-anak. Ketemu teman-teman juga karena lama kita ga ketemu. :)

Kalau kamu, apa ceritamu sobat?
 


Friday, January 9, 2026

Pengalaman Mengikuti Uji Sertifikasi Kompetensi Executive Admnistrative Assistant (Serkom EAA)

1/09/2026 06:36:00 PM 0 Comments
Jumat, 9 Januari 2026

Halo Sobat... apa kabar? Hari ini saya baru saja selesai mengikuti uji sertifikasi kompetensi executive administrative assistant (serkom EAA). Rasanya gado-gado. Hehe. 

Kenapa saya bilang demikian? Karena hektik sebelum ujian. Bagaimana tidak? Sebelum ujian sudah stres sendiri karena kurangnya persiapan. Selasa sore, kami baru dapat sosialisasi dan jumat sudah harus ujian. Parah sih ini. Ini serius? Kaget saja saya. Mana sebelumnya harus upload syarat-syarat, lalu menunggu approval dari asesor baru bisa lanjut ke step berikutnya yaitu mengisi essay yang seabrek dan bikin video promosi produk apabila tidak ada revisi. 

Untungnya step pertama saya aman jadi langsung bisa ke step kedua. Hanya menunggu approvalnya saja yang lama. Upload rabu pagi baru diapprove kamis pagi. Tapi ya karena kesibukan kerja juga di kamis siang hari jadinya hanya bisa mengerjakan essay di kamisnya setelah pulang kantor hingga malam. Setelah itu saya merasa lelah karena otak saya terforsir dari pagi hingga malam belum istirahat. Akhirnya niat buat bikin slide ppt dan rekam video pun tertunda. Padahal niat ada tapi kalau sudah rebahan pasti saya tertidur. Dan karena sudah panggilan alam juga tubuh saya butuh istirahat jadi saya tertidur dari jam 8.30 malam padahal saat itu saya chat sama teman saya yang lagi mengerjakan essay juga.



Begitu bangun sudah jam 11.30 malam. Badan lumayan lebih enak. Lalu saya menyemangati diri untuk membuat ppt malam itu juga dan berencana recording sekalian karena tidak ada waktu lagi esok hari. Jam 1 siang besoknya saya harus sudah ujian. Dan ternyata tidak secepat itu ya. Cari bahan untuk ppt ternyata makan waktu. Kalau cuma tulisan mungkin lebih cepat selesai tapi masa iya promosi produk kok cuma tulisan doang? Saya cari gambar-gambar dan baca-baca cari informasi seputar produk yang akan saya jadikan bahan promosi. 

Alhasil selesai dalam 2 jam baru ppt nya saja. Saya pun teringat ya ada tugas lain yang deadline esok hari juga jam 11 siang. Alamak tidak akan sempat ngerjain ya karena jam segitu saya bakal ada di perjalanan. Akhirnya saya tidak recording. Mana mood tengah malam recording ya kan? Jadinya saya lanjut mengerjakan tugas lain dan submit. Jam 2 malam kelar saya putuskan tidur karena bagaimanapun saya harus tidur. Saya tahu badan saya ga bisa kalau ga tidur atau kurang tidur. Kalau kurang tidur bakal sakit-sakit. Saya pun setel alarm jam 5.30 agar tubuh lumayan dapat tidur 3,5 jam. Sebelumnya kan sudah tidur 3 jam. Saya berhasil tidur dan pukul 5 pagi saya sudah terbangun. Ya sudah alarm duluan saya matikan sebelum berbunyi. :)

Saya lanjut recording. Walau recording maksimal hanya 5 menit tapi ternyata tidak bisa cepat juga ya. Beberapa kali saya take. Ya ampun. Ternyata makan waktu juga. Belum uploadnya lagi dan kirim link. Video saya sekitar 3.58 menit. 

Saya juga masih punya PR buat belajar essay. Saya belum belajar sama sekali. Kata teman yang sudah pernah ujian, katanya harus menghafalkan semua essay karena nanti bakal ditanya asesor. Ya ampun ga ada waktu lagi. Saya jadi stres karena merasa kurang waktu untuk persiapan. Psikologi saya terganggu. 

Selesai kirim link video saya matikan laptop lalu saya rebahan sambil baca-baca essay saya dan juga ppt saya sebagai persiapan jika diminta presentasi produk dan ditanya essay. Walaupum sudah saya pelajari dari pagi hingga sebelum naik KRL, saya ga yakin apakah nanti tidak blank saat giliran dipanggil karena informasi masuk terlalu banyak di waktu yang singkat. Jadi kayak memforsir otak untuk menyimpan dan mengingat materi di waktu yang singkat. 

Saat di KRL saya datang setengah jam lebih cepat. Saya masih bisa baca-baca tapi otak saya sudah tidak mau. Akhirnya saya menikmati pemandangan saja sambil makan Roti O dan kopi butterscotch latte. Saya janjian dengan teman saya ketemu di stasiun Bekasi. Tapi rupanya kereta saya telat 9 menit. Seharusnya 10.53 pagi sudah tiba eh molor jadi 11.02. Awalnya seharusnya saya sudah sampai 11.30 akhirnya 11.40 baru sampai. Syukurnya teman saya mau menunggu dan kita pergi bareng ke lokasi. 

Sampai lokasi saya masih sempat sholat dzuhur dahulu lalu masuk ruangan. Saya ngobrol-ngobrol dengan 2 orang teman saya. Teman saya A cerita kalau dia mengerjakan ppt dan recording sampai jam 3 malam. Wow ternyata ada yang lebih parah dari saya ya. Hmm... setelah itu baru dia tidur. Lalu teman saya B cerita kalau dia tidak tidur. Wow wow wow ada yang lebih parah lagi ternyata. Jadi dia hanya tidur 1 jam. OMG. Bisa ya? 

Beneran deh kalau saya tidak bisa. 

Ternyata sebegitunya perjuangan teman-teman saya. Ternyata saya tidak sendirian. Dan ternyatanya lagi saya masih termasuk mendingan masih bisa tidur 6,5 jam. Gile bener... sebegininya amat ya hidup ini. Kadang saya merenung demikian. 

Walau saya merasa sudah berusaha melebihi batas normal saya biasanya, ternyata ada yang lebih keras lagi dan lagi dari saya. Jadi, inilah pelajaran hidupnya dari kisah saya ini. Kita mah belum seberapa :)

Jadi, begini ya sobat, kalau kita lihat orang lain tampak baik-baik saja di permukaan, kelihatan mulus-mulus saja lancar jaya mencapai ini itu, percayalah kita tidak tahu seberapa besar perjuangan mereka yang tidak mereka ceritakan. Mereka tak bersuara. Yang mereka tampilkan adalah kesuksesan. Ini moral of the story. Jadi jangan merasa diri sudah yang ter-. 

Ok, kita lanjut ya sobat. Jadi di ruangan kita mengantri giliran maju dipanggil asesor. Kita diminta presentasi produk dan bawa produk kita. Asesor maunya full English sobat. Beda asesor bisa jadi beda kebijakan ya. Tapi untungnya asesor cuma minta kami presentasi saja. Kami tidak ditanya essay. Syukurlah... lega banget. Tapi walau sedikit lega, ada nervousnya juga karena masih saja merasa kurang persiapan. Bagaimana kalau ngeblank pas maju? Ya sudah bismillah. Untungnya saya dapat giliran di akhir jadi lumayan bisa persiapan mental. 

Teman-teman yang maju duluan pada keren-keren presentasinya. Bahasa Inggrisnya lancar-lancar banget. Pronounciationnya bagus-bagus. Wow. Termasuk 2 orang teman saya juga lancar-lancar banget pas presentasi. Saya yakin mereka pada pol-polan persiapannya. Soalnya kalau tidak lulus harus ngulang lagi. Kan sayang ya uang yang sudah dikeluarkan. Serkom ini berbayar sobat. Bukan gratisan hehe.

Pas giliran saya maju syukurnya saya lancar presentasi. Asesor hanya bertanya produknya apa. Lalu di akhir bilang saya seperti marketing. Hahaha. Ga tau ini pertanda baik atau buruk. Karena kan memang ini simulasi jadi seolah-olah kita adalah karyawan sebuah perusahaan lalu kita diminta promosi produk. Jadi saya benar tidak ya ini kalau dibilang mirip marketing. :)

Semoga hasilnya baik ya sobat. Sebulan sertifikatnya baru keluar. 

Setelah itu kami foto bersama lalu pulang. Saya ke stasiun Bekasi dengan 2 orang teman saya lalu mampir makan bakso di dekat stasiun. Ternyata hujan deras pas kami makan. Setelah reda kami naik KRL menuju tujuan masing-masing. 

Sampai rumah barulah badan saya pegal-pegal. Ini tanda butuh istirahat. Tapi malam ini saya masih ada agenda. Dan besok juga masih ada yang harus diselesaikan. Sebegininya amat hidup ini ya. 

Jadi, apa hikmah dari kisah hari ini? Walau kadang saya merasa sebegininya ya hidup ini tapi tetap ada hal positif yang bisa diambil. Saya jadi mendapat pengalaman hal yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Saya juga ketemu lagi teman-teman saya. Dan sebenarnya ketika peristiwa yang bikin stres itu sudah kita lalui ya sudah. Kita seperti berhasil naik tangga ga sih. Dan hidup kita berjalan normal kembali. Peristiwa tadi itu semacam gangguan kecil yang harus dihadapi supaya kita bisa terus melangkah lebih jauh atau bahkan lebih tinggi. Bisa ga sih kita melangkah terus walau berbagai halangan rintangan hadir di perjalanan. Eh btw ini nyambung ga ya hikmahnya. :)

Apa kamu ada pengalaman juga sobat?

Oke sobat. Sampai di sini dulu cerita dari saya. Bye.

Monday, January 5, 2026

Cerita Pengabdian Masyarakat ke Yayasan

1/05/2026 06:35:00 PM 0 Comments
Pengabdian masyarakat selanjutnya saya ikut acara yang diadakan satu kelompok anak muda pas 17 Agustus 2025 (orang pada heboh lomba ya ini saya sengaja banget ikut pengabdian masyarakat). Acaranya di Yayasan. Ternyata jauh juga lokasinya dari tempat tinggal saya. Niat banget ga sih ini namanya. Ah kalau ga begini sih bukan saya namanya hehe.

Pesertanya yang hadir ada banyak yang jadi panitia. Ini pengalaman pertama kali saya ikut sih pengen coba-coba. Ternyata sampai sana saya paling tua hehe. Rata-rata yang ikut masih anak-anak mahasiswa baru. Sedangkan saya? Haha saya mahasiswa juga sih... mahasiswa lama... :)

Oke jadi saya ke lokasi naik ojek yang makan waktu lumayan panjang karena jaraknya sekitar 20 km. Sudah gitu ya lokasinya di dalam. Mana saat itu lagi tujuh belasan makanya jalan banyak ditutup. Akhirnya saya sampai juga.

Di sana acaranya apa saja? Seperti biasa ada pembukaan, baca doa, sambutan pemilik yayasan lalu acara inti bermain game dengan anak-anak dan merangkai kertas jadi bentuk-bentuk lucu seperti rumah-rumahan. Berhubung lagi tujuh belasan jadinya anak-anak pada bolak-bolik ikut lomba di gang rumah lalu balik ke yayasan. Anak-anak ini tidak tinggal di yayasan ya tapi di rumah masing-masing.

Gamenya apa saja? Game-nya adalah estafet sarung. 





Ada lumayan banyak lebih dari 10 anak-anak yang hadir dan bermain bersama lalu dibagi ke beberapa kelompok. Lumayan makan waktu karena jumlah orang per kelompoknya ada banyak. Tapi saya ga ikut estafet sarung karena sudah kelebihan anggota di grup saya. Biar yang muda-muda saja yang main. :)

Setelah main game selesai kita foto bersama. Lalu dibagi snack. Snacknya sederhana banget hehe. Ini beda banget dengan acara yang saya buat dengan 4 orang teman saya sebelumnya. Padahal ini pesertanya banyak banget ada 30an sebagai kakak-kakaknya.

Dan saya pun tak tahu donasi apa yang diberikan untuk yayasan. Tidak ada informasinya. Ya sudahlah tidak perlu suudzon. Serahkan saja pada panitia inti mereka yang urus. 

Kalau saya sebagai orang yang sudah pernah mengadakan acara begini sih ya saya bisa memperkirakan berapa pengeluarannya. Karena sebelumnya saya sebagai bendahara hehe. Catatan keuangan ada di saya. 

Ok. Setelah selesai acara saya pulang dengan mengojek lagi. 

Jadi apa kesannya mengikuti ini? Dapat pengalaman sih. Bagus untuk anak-anak muda biar punya kepekaan terhadap orang lain. Mereka bisa belajar juga untuk bikin event itu seperti apa. 

Ini sayanya saja yang telat baru ikutan hehe.

Tapi saya tidak dapat teman juga sih. Selesai acara ya sudah pulang. Hehe.

Anggap saja bermain sambil beramal :)

Pengalaman Les di Preply - Trial Lesson

1/05/2026 04:58:00 PM 0 Comments
Ditulis 2 september 2025

Halo Sobat saya mau berbagi cerita pengalaman saya ambil les trial 1 on 1 di preply. Kenapa saya pilih preply? Preply ini salah satu platform yang iklannya sering muncul. Tapi bukan karena itu alasannya. Tapi karena preply ini banyak pilihan tutornya. Terus tampak lebih populer dibanding platform lain. So why not give it a try?

Sebenarnya saya tahu preply sudah lama. Dan ada keinginan ambil les juga sudah lama. Tapi entah kenapa tidak pernah maju-maju bergerak. Mungkin salah satu penyebabnya karena mahal. Ya benar sekali. Untuk ukuran saya ini termasuk mahal. Walau sebenarnya ada juga yang murah tergantung tutornya ya tapi di mindset saya adalah mahal. Apalagi kalau mau yang qualified pasti mahal kan. 


Kita juga gambling milih tutor mana yang cocok dengan kita karena kita sistemnya 1 on 1. Ya bayangkan saja per sesi itu 50 menit misal ambil speaking saja kamu bisa bayangin ga kamu bakal bosan? Atau misal kelas ga menarik. Sementara di situ kamu sendirian saja. 

Walau di profil mereka menampilkan mereka berpengalaman sekian tahun lalu punya sertifikat ini itu tapi banyak dari mereka bukan lulusan sastra Inggris tapi mereka native atau non-native yang punya sertifikat TEFL, CELTA, dan lain-lain.

Pengalaman pilih tutor
Awal akan memilih tutor saya putuskan untuk ambil tutor native wanita dan lebih tua dari saya. Alasan saya adalah supaya lebih nyaman saat kelas karena kita bakal speaking 1 on 1 selama 50 menit per sesi dan pastinya tidak akan 1 kali saja kan ya tapi minimal 1 kali seminggu. Jadi saya mau yang saya bisa feel free alias ga baper nantinya. 

Lalu saya pilih yang TOEFL certified karena tujuan saya biar speaking saya bisa dapat skor tinggi nantinya. Well, nemu dong saya tutor seperti yang saya harap. Saat saya lihat introduction videonya juga kelihatannya orangnya lembut dan speakingnya enak saya paham. Saya booking dong ya buat trial class. Ternyata setelah booking saya harus mengisi placement test. Saya tidak tahu menahu ada permintaan itu. Lalu saya dapat pesan dari sang tutor buat mengisi. Keesokan harinya baru saya isi. Dan kaget dong saya. Karena hasilnya saya masuk level advanced c1.4. Selama ini saya pikir saya B1 atau B2 lah ya. Apakah ini valid? Entahlah ya karena kalau saya coba tes di lembaga kursus lain juga saya ga masuk advanced. Hehe. Tapi mungkin juga memang kemampuan saya sudah meningkat sih ya. Who knows.

Ok, lanjutlah saya masuk trial session classroom sesuai jam yang sudah saya pilih. Huah nervous sih awal-awal mau masuk classroom. Saya sudah masuk duluan. Saya tunggu 5 menit kok ga ada tanda-tanda tutornya hadir. Lalu saya chat sang tutor saya berniat menunggu sampai 15 menit. Tak apalah pikir saya toh ini cuma trial 25 menit dan saya cuma bayar 6 dolar setelah potong voucher diskon. Trial session kan paling cuma kenalan dan ngobrol goalnya mau apa. Jadi ga perlu lama-lama. Menit demi menit berlalu tapi ternyata tetap tak ada tanda-tanda kehadiran. Menghitung menit deh pokoknya. Jadi akhirnya saya putuskan untuk cancel.

Well, saya kecewa banget sih saat itu sumpah. Saya chat lagi tutornya. Ini bukan chat sumpah serapah ya. Saya tidak begitu orangnya hehe. Ga lama kemudian sang tutor balas pesan saya dia bilang maaf kalau dia lagi ga enak badan dan flu. Dia minta reschedule. Tapi saya sudah terlanjur kecewa ya. Jadi saya putuskan move on. Hehe kayak relationship saja ya. Tapi beneran ini saya berpikir mana tahu nanti dia begitu lagi kalau sudah ambil kelas reguler. Saya ga mau kecewa lagi dan saya ga mau kasih kesempatan kedua walau sebenarnya dia memenuhi syarat tutor yang saya harap. Sangat disayangkan. Itu sudah red flag buat saya. Rasa kecewanya itu loh ya ampun ga taulah kenapa saya begitu amat. Nah dari sini saya belajar bahwa saya harus cari tutor yang bisa kasih saya rasa aman reassurance.

Jadi setelah saya cancel tertulis cancel and paid. Wah saya bayar dong ini rugi banget saya. Ga dapat apa-apa. Berhubung saya baru di sini ya belum tahu banyak tentang aturan di sini. Setelah saya cari tahu ternyata bisa mengajukan trial replacement. Saya cari dong ya customer servicenya. Alhamdulillahnya berhasil bisa dapat replacement setelah saya chat. Jadi saya tinggal cari tutor baru dan nanti otomatis masuk di akun pembayaran jadi 0. Tadinya saya pikir karena saya ambil yang 25 menit maka gantinya bakal 25 menit juga. Rupanya nggak dong. Saya dapat full 50 menit trial. Wah untung nih saya hehe. Padahal tadinya sudah sedih.

Tutor pilihanku
Pilihan saya jatuh pada 2 orang tutor. Dan kali ini pria semua. Hehe. Berubah 180 derajat ya setelah dikecewakan. :)

Ga ada lagi istilah takut baper. Karena sebenarnya ya saya ini lebih suka guru pria ketimbang wanita sih. Bukan bermaksud mengutamakan pria dibanding wanita tapi ini murni preferensi saja. Jadi tadi itu kekhawatiran di awal saja soal baper. Hehe. I know myself well. Saya profesional kok. Dan dalam sejarah hidup saya belum pernah baper sama guru sendiri. Malah saya yang terheran-heran dengan teman-teman cewek saya jaman dulu kok mereka bisa pada baper sama guru atau tutor. Aku kok biasa saja. Makanya ini pikiran aku saja yang berlebihan. Hehe.

Lanjut ke tutor pilihan ya. Jadi satu tutor memenuhi kriteria tutor yang saya cari. Dia ini super tutor yang artinya kehadiran selalu 100% dan beberapa kriteria lain yang bagus. Wah aku secure banget dengan tutor yang begini. Tapi sayangnya muridnya banyak. Haha. Jadwal tersedia tinggal sedikit. Walau sebenarnya masih bisa saya ambil karena sesuai jadwal kosong saya tapi saya mikir-mikir juga. Takut dia sudah kebanyakan murid dan energinya sudah habis pas ngajar saya lalu jadi kurang maksimal. Hehe overthinking lagi.

Tapi benar ini jadi pertimbangan saya banget. Karena saya mau full attention. Bukan karena apa-apa tapi karena sudah bayar mahal. Akhirnya saya putuskan ambil tutor satunya lagi yang ini tutor baru dan memang masih muda. Jomplang sih ya kalau yang tadi jauh lebih berpengalaman mengajar dari anak-anak sampai kakek-kakek dan masih seusia saya.

Kenapa saya pilih ini? Salah satu alasannya karena dia proaktif chat saya setelah saya saved kontak dia. Tutor satunya tidak. Mungkin sudah terlalu sibuk dan tidak begitu mencari murid ya. Well, that's Ok. Ini juga sebuah tanda.

Nah, saya lihat dia masih baru, muridnya belum banyak dan jadwalnya masih banyak. Saya bebas pilih. Dia juga certified TEFL level 5. Saya cek introduction videonya saya pikir bagus speakingnya. Suara juga saya cocok. Face? Cocok banget dong haha. Kelihatannya orangnya baik. Lah ini milih tutor atau milih jodoh sih? Tenang tenang... ini murni milih tutor kok. Lah kalau orang sana kan memang asli pada goodlooking jadi ya sebenarnya ini hal biasa saja kok. 

Dan dari beberapa video introduction para tutor saya memang menilai apakah seorang tutor itu klik ga sama saya. Saya harus nemu chemistrynya dulu. Kadang kan bisa juga kita ga cocok dengan aksen dan sebagainya. Lah ini cuma cari tutor aja pilih-pilih banget ya. Iya dong harus. Kan kita juga dikasih banyak pilihan tutor jadi kita harus milih. Kan kita juga bayar. Begitu loh sobat. Kita harus nemu yang cocok karena kita bakal tatap muka itu 50 menit per sesi ngobrol dan kita ada rencana nantinya ga cuma sekali dua kali saja kita ambil kelas kan. Itulah kenapa ini penting.

Saya sendiri kalau sudah cocok ya sudah lanjut saja. Malas trial lagi. 

Kesan pertama
Nah pas jadwal masuk kelas, aku tunggu eh dia muncul dong.. syukurlah. Tapi trouble guys. Ga ada suara. Haha. Kita pakai bahasa isyarat saja beberapa menit pertama. Saya coba pakai headset juga tetap bisu. Saya coba gonta-ganti setting audio di mic dan speaker juga ga ada hasil. Alamak apa-apaan ini. Berhubung saya juga baru ya belum tahu sistemnya gimana kalau saya keluar apa kelas otomatis selesai. Jadi saya tanya via chat. Dia juga kasih option via phone tadinya. Lalu saya pun izin ke dia buat keluar dulu lalu saya restart laptop saya. Saya masuk lagi dan dia masih menunggu di room. Hehe. 

Ok, jadi begitulah kesan pertama kami. Aneh banget. Tapi aku sama sekali ga nervous kok. Padahal sih biasanya kalau mau meeting pertama nervous ya. Ini nggak kok. Mungkin karena insiden tadi ya. Entahlah. Jadi selanjutnya kami kenalan dan ngomongin goalnya mau apa dan rencananya mau gimana. Lalu kita ngobrol-ngobrol saja malah kayak sudah mulai kelas pertama padahal sih belum ya. Baru trial ini loh. Saya pikir tadinya itu walau 50 menit bakal selesai lebih cepat karena kan cuma trial. Perkiraan saya kalau sudah kenalan sudah bahas goalsnya ya sudah. Eh ternyata lanjut. Malah mungkin keasyikan? Padahal tutornya ini tipe serius loh. Ga ada itu bercanda. Nah tibalah waktu 50 menit mau habis. Kurang 3 menit gitu. Saya bilang time is over. Eh tapi dia masih ngomong saja terus. Tadinya saya pikir kalau waktu habis bakal ketutup sendiri eh ternyata nggak ya. Jadi kita masih bisa lanjut. Dan akhirnya selesai di 60 menit perkiraan saya. Haha. Ga termasuk yang trouble tadi ya. Trouble 7 menit sendiri. Tutor on time masuk dari jam 20.30 lalu trouble sampe 20.37. Saya keluar restart dulu lalu masuk lagi. Mungkin restart dan masuk lagi bisa 2 menit sendiri. Lah berarti hampir 70 menit dong. Astaga. Padahal jatahnya 50 menit. Berarti aku kelebihan pakai waktu dia. :)

Ga tau ini keasyikan apa gimana? Pertanda match ga ya dia jadi tutor saya. Ada chemistrynya ga nih. Galau saya mau lanjut sama tutor ini ada pikiran takut salah pilih tutor. Wajar kan ya karena kita kan bayar mahal. Saya ga mau rugi uang waktu tenaga pikiran. Perhitungan banget ya. Ya iyalah saya melangkah ini bukan tanpa pertimbangan. Tapi beneran sih setelah trial ini ada rasa lega. Trus kepikiran kenapa ga dari dulu sih saya ambil les ini. Mungkin Tuhan bilang saat inilah yang tepat. Gitu kali ya. :)


Refleksi
Kalau di trial kita bisa ngobrol 1 jam apakah itu pertanda bagus kalau kita cocok? Semoga saja begitu ya. Soalnya kalau kulihat tutornya tipe serius ini. Kalem orangnya bukan yang ekspresif. Jarang dia tertawa. Ga pernah bercanda juga. Kalau ngobrol serius 1 jam betah semoga memang pertanda bagus ya. 

Ga tahu juga ini apa karena saya yang spirit belajarnya lagi tinggi juga makanya betah-betah saja. Karena memang saya ini pernah dapat tutor lokal yang galak dan bikin suasana tegang saja saya bertahan sampai akhir les. Padahal 2 jam per sesi durasinya. Dari 13 orang tinggal 5 orang yang bertahan sampai akhir. Hehe. Yang begini saja bisa bertahan apalagi kalau ketemu yang seru sefrekuensi energinya nyambung pasti jadi betah. 

Tapi bisa jadi juga ini trik marketing supaya saya ambil kelasnya? Huah... whateverlah ya... yang penting tujuan saya tercapai aja.

So, jadi baper ga nih? Nggak dong... seperti yang saya bilang tadi saya profesional dan belum ada sejarah hidup saya baper. Kalau sampai baper saya mencetak sejarah baru. Lagian, dia sudah pakai cincin. Jadi aman ga akan baper. :)

Tenang... dia juga profesional kok.. ada tulisannya profesional. 

Sekian dulu Sobat... see you next post!

Sayang dibuang ya sobat...