Kajian Rutin Istiqlal Bersama Aa Gym
Reana
8/09/2026 05:37:00 PM
0 Comments
Halo Sobat, apa kabar? Di hari minggu yang cerah ini saya akan kembali bercerita. Pagi tadi saya hadir ke kajian rutin Istiqlal bersama Aa Gym. Bulan lalu saya sempat hadir juga. Saat itu saya bersama teman saya, teman lama saat SMA. Alhamdulillah kami kembali hadir di kajian bulan ini.
Kalau di kajian Aa Gym, waktunya agak panjang. Lumayan kita mendengar ceramah dari beliau jadi agak panjang. Walay ceramahnya itu ringan tapi lumayan banget untuk menyirami hati yang gersang. Apalagi jamaahnya banyak ibu-ibu dan bapak-bapak. Jadi memang ga perlu yang berat-berat juga ya. Ditambah Aa Gym yang suka humor dan pembawaannya lembut jadi bikin senang para jamaah.
Tema yang selalu diangkat itu pasti mengenai lisan, jangan suka ngomongin orang. Tadi salah satu yang dibahas tentang kisah seseorang yang meninggal 8 jam lalu nakes ada yang dipecat dan sebagainya. Itu loh yang beritanya sekarang lagi viral. Nah, Aa Gym memberikan refleksi tentang para nakes yang tadinya menghujat atau memberikan komen buruk itu mendapat hukuman dan memberikan permintaan maaf, eh gantian netizen yang julid ngejulidin para nakes itu. Aa bilang mungkin para nakes itu sudah diampuni oleh allah. Dan sekarang dosanya pindah ke siapa? Jawabannya ke netizen yang gantian julid. Nah apakah para netizen julid ini sudah meminta maaf pada nakes itu? Hayoooo....
Hehehe dibalik ya sobat...
Gimana menurut kalian?
Apakah bikin eh iya juga ya...
Nah, di sini Aa memberikan nasehat supaya kita menjaga lisan dan tulisan. Karena jaman sekarang gampang banget jari ini ngetik sesuatu yang eh ternyata nambah dosa tanpa disadari. Saking tidak ada batasnya. Freedom of speech. Gitu sih kira-kira.
Kayaknya sumpah serapah caci maki sudah biasa ya kita lihat di komen-komen penonton. Padahal semua itu tak luput dari penglihatan allah, tak luput dari catatan malaikat. Hiiii begidik ga sih kalau mengingat wah iya juga ya. Herannya kita seringkali ga ingat kalau ada yang mengawasi kita. Jojong aja kita numpahin uneg-uneg nulis apa saja yang ada di otak. Kan kalau anonymous ga ada yang tahu. Iya ga sih? Lah, memangnya allah ga tau? Malaikat ga catat itu? Huhuhu
Sobat, yuk kita lebih hati-hati menggunakan tangan kita, waktu kita, tenaga dan pikiran kalau lagi berselancar di internet atau media sosial. Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari. Jangan sampai kita menumpuk dosa tanpa kita sadari. Jangan sampai pahala kita habis gegara kita pakai buat mengumpat, ngejulid, nyumpah serapah, ngedebat tiada akhir yang ga berfaedah, ngegosip, ngomen ga penting, pokoknya yang menghabiskan pahala kita tanpa kita sadari. Bahaya banget kan itu. Senangnya cuma sedikit. Ruginya besar di akhir. Loh kok masih ada senangnya sih? Iya senang kan kalau berhasil menghina, nyumpahin, ngebully, ngerendahin, ngebuat orang kalah berdebat, dan lain-lain. Senang sesaat sih ini. Tapi efeknya... hmm tanggung sendiri...
Islam tidak mengajarkan kita untuk hal-hal tak berfaedah semacam itu. Islam mengajarkan kita untuk selalu ingat Allah, selalu menjaga lisan, dan menjauhkan diri dari hal-hal tak berfaedah. Yuk, kita perbaiki diri kita. Ucap istighfar jika teringat masih banyak dosa. Mohon ampun kepada Allah atas segala kesalahan yang telah lalu.
Selamat berakhir pekan ya sobat. Sampai jumpa di posting berikutnya.
Media sosial adalah pedang bermata dua. Bisa menjadi sarana kebaikan, bisa juga menjadi penumpuk dosa. Kita yang memilih. Dan jika kita lalai, ingatlah bahwa tidak ada yang tersembunyi dari Allah.








