semangat menebar kebaikan lewat tulisan — merangkai kata menebar cahaya — menulis dengan hati, menginspirasi tanpa henti

Reana

Follow Us

Monday, August 24, 2026

Renungan Malam #1: Tentang Pilihan

8/24/2026 09:53:00 PM 0 Comments

Sobat, mari kita merenung...


❀ ✿ ❀

Tentang
Pilihan

Tentang jalan yang kita pilih,
dan jalan yang Tuhan pilihkan.
Hidup selalu ada pilihan.
Dan setiap pilihan membawa konsekuensi yang harus kita tanggung di depan.
Tuhan...

Hidup tidak selalu indah. Ada hari ketika kita bangun dengan hati yang berat. Ada hari ketika kita bertanya, untuk apa semua ini?

Lalu kenapa kita masih bernafas jika kita tak lagi merasakan keindahan?

Mungkin karena hidup bukan hanya tentang hari-hari yang indah. Mungkin karena di balik hari yang berat, masih ada sesuatu yang belum selesai. Masih ada jalan yang belum kita tempuh. Masih ada seseorang yang belum kita temui. Masih ada pelajaran yang belum kita pahami. Masih ada doa yang belum menemukan waktunya untuk menjadi nyata.

❀ · ❀ · ❀

Hidup selalu ada pilihan.

Dan setiap pilihan membawa konsekuensi yang harus kita tanggung di depan.

Tepat memilih?

Itu yang kita cari. Kita berharap pilihan kita benar. Kita berharap jalan yang kita pilih membawa kita pada kebahagiaan. Kita berharap tidak ada penyesalan setelahnya.

Ketika semuanya berjalan baik, kita berkata, "Syukurlah, aku telah memilih dengan benar."

Kita merasa berjalan di jalur yang tepat. Kita merasa Tuhan sedang memudahkan langkah kita.

Lalu bagaimana jika pilihan kita ternyata membawa kita pada kesedihan?

Salah memilih?

Tak perlu resah.

Salah tidak selalu berarti salah. Dan salah tidak selalu berarti kamu gagal.

Barangkali yang kita sebut sebagai kesalahan hanyalah jalan memutar menuju sesuatu yang memang seharusnya kita temui.

Barangkali Tuhan sedang menuntunmu ke jalan lain.

Jalan yang benar menurut Tuhan, bukan menurut standar manusia yang terbatas.

Sebab kita hanya melihat satu bagian kecil dari kehidupan. Sedangkan Tuhan mengetahui seluruh perjalanan.

Kita melihat hari ini. Tuhan melihat seluruh hidup kita.

Kita melihat kehilangan. Tuhan mungkin sedang melihat perlindungan.

Kita melihat kegagalan. Tuhan mungkin sedang melihat kesempatan untuk mengarahkan kita ke tempat yang lebih tepat.

Kita melihat perpisahan. Tuhan mungkin sedang menyelamatkan kita dari sesuatu yang belum kita ketahui.

Memilih Sahabat

Kita tidak bisa memilih semua orang yang hadir dalam hidup kita.

Ada orang yang datang hanya untuk menemani perjalanan sebentar. Ada yang datang untuk mengajarkan sesuatu. Ada yang datang ketika kita membutuhkan pertolongan. Ada pula yang kita kira akan tinggal selamanya, tetapi akhirnya pergi.

Dulu mungkin kita menganggap kehilangan seorang sahabat sebagai sebuah kesalahan.

"Mengapa aku bertemu dengannya kalau akhirnya kami berpisah?"

Tetapi mungkin pertemuan itu memang bukan untuk selamanya. Mungkin ia datang untuk menemanimu melewati satu fase kehidupan.

Mungkin ia datang untuk mengajarkanmu tentang ketulusan. Tentang kecewa. Tentang batas. Tentang bagaimana mencintai seseorang tanpa harus memilikinya selamanya dalam hidup kita.

Tidak semua orang yang pergi adalah kehilangan. Dan tidak semua orang yang tinggal adalah rumah.

Carilah mereka yang tetap menghargaimu ketika kamu sedang tidak punya apa-apa untuk diberikan.

Memilih Cinta

Lalu ada pilihan yang paling sering membuat manusia kehilangan logikanya:

cinta.

Kita ingin mencintai seseorang yang juga mencintai kita. Kita ingin seseorang yang memilih kita. Seseorang yang tinggal ketika keadaan tidak mudah. Seseorang yang membuat kita merasa aman untuk menjadi diri sendiri.

Namun terkadang kita mencintai orang yang tidak bisa tinggal. Atau seseorang yang kita inginkan ternyata bukan seseorang yang baik untuk perjalanan hidup kita.

Dan di sinilah kita belajar bahwa mencintai seseorang tidak selalu berarti harus memilikinya.

Ada cinta yang harus diperjuangkan. Ada cinta yang harus ditunggu. Ada cinta yang harus dilepaskan.

Dan ada cinta yang mungkin tidak pernah menjadi milik kita, tetapi pernah membuat kita menjadi manusia yang lebih baik.

Tidak semua yang kita inginkan adalah sesuatu yang kita butuhkan.

Memilih Pendidikan

Pendidikan juga sebuah pilihan.

Kita memilih apa yang ingin dipelajari. Kita memilih bidang yang ingin ditekuni. Kita memilih apakah ingin melanjutkan atau berhenti.

Kadang kita memilih sesuatu karena benar-benar menyukainya. Kadang karena tuntutan keadaan. Kadang karena orang tua. Kadang karena pekerjaan.

Dan terkadang kita baru menyadari bertahun-tahun kemudian bahwa jalan yang kita pilih ternyata bukan jalan yang kita bayangkan.

Tidak apa-apa.

Tidak semua pilihan pendidikan harus menghasilkan profesi yang sama. Apa yang kita pelajari tidak pernah benar-benar sia-sia.

Pengetahuan mungkin tidak selalu membawa kita ke tempat yang kita bayangkan, tetapi ia bisa mengubah cara kita melihat dunia.

Memilih Pekerjaan

Kemudian ada pekerjaan.

Kita memilih pekerjaan untuk bertahan hidup. Tetapi sering kali kita juga berharap pekerjaan memberi kita makna.

Kita ingin merasa berguna. Kita ingin berkembang. Kita ingin dihargai.

Namun tidak semua orang mendapatkan pekerjaan impian.

Ada yang bekerja karena kebutuhan. Ada yang bertahan karena keluarga. Ada yang ingin pergi tetapi takut kehilangan penghasilan. Ada yang terlihat baik-baik saja dari luar, padahal setiap pagi harus mengumpulkan tenaga untuk kembali bekerja.

Tidak semua keputusan harus terlihat hebat di mata orang lain.

Kadang memilih bertahan adalah keberanian. Kadang memilih pergi adalah keberanian yang lebih besar.

Memilih Tempat Tinggal

Ada pula pilihan tentang tempat kita ingin menjalani hidup.

Tetap di kota yang sama? Pergi ke tempat lain? Mencoba hidup di negara lain? Dekat dengan keluarga? Atau mengikuti seseorang yang kita cintai?

Kita sering berpikir bahwa kebahagiaan berada di suatu tempat.

"Kalau aku pindah ke sana, mungkin hidupku akan lebih baik."

Mungkin iya. Mungkin juga tidak.

Karena pada akhirnya, kita selalu membawa diri kita sendiri ke mana pun kita pergi.

Namun terkadang kita memang membutuhkan tempat baru untuk menemukan versi diri kita yang berbeda.

Memilih Jalan Hidup

Dan kemudian kita sampai pada pilihan terbesar:

bagaimana kita ingin menjalani hidup?

Tidak semua orang memiliki peta. Ada yang sejak kecil sudah tahu ingin menjadi apa. Ada yang pada usia dua puluh sudah memiliki tujuan. Ada yang pada usia tiga puluh masih mencari. Ada yang pada usia empat puluh baru menyadari bahwa selama ini ia berjalan di jalan yang bukan miliknya.

Dan tidak apa-apa.

Hidup bukan perlombaan.

Kita boleh berubah pikiran. Kita boleh memulai kembali. Kita boleh mengatakan, "Dulu aku memilih ini, tetapi sekarang aku ingin memilih yang lain."

Karena manusia tumbuh. Dan ketika kita tumbuh, cara kita melihat kehidupan pun berubah.

Jadi, Pilihan Mana yang Benar?

Mungkin pada akhirnya kita tidak pernah benar-benar tahu apakah sebuah pilihan adalah pilihan yang paling tepat.

Kita hanya bisa memilih dengan pengetahuan yang kita miliki saat ini.

Berdoa.
Berusaha.
Mempertimbangkan.
Kemudian melangkah.

Setelah itu, menerima apa pun yang datang bersama pilihan tersebut.

Jika ternyata benar, bersyukurlah. Jika ternyata salah, belajarlah. Jika ternyata menyakitkan, bertahanlah. Jika ternyata harus berakhir, lepaskanlah.

Jangan menghabiskan seluruh hidup dengan menyesali pintu yang pernah kamu buka.

Karena mungkin pintu itu memang harus dibuka agar kamu menemukan pintu berikutnya.

Kita manusia hanya bisa memilih berdasarkan apa yang kita tahu. Tuhan memilih berdasarkan apa yang kita tidak tahu.

Maka ketika sebuah pilihan tidak berjalan seperti yang kita harapkan, mungkin kita tidak perlu buru-buru berkata,

"Tuhan, mengapa Engkau membawaku ke sini?"

Mungkin suatu hari kita justru akan berkata,

"Terima kasih, Tuhan, karena dulu Engkau tidak memberikan apa yang kupikir kuinginkan."

Sebab terkadang...

jalan yang kita anggap salah
justru merupakan jalan yang membawa kita pulang.

Dan mungkin...

hidup bukan tentang selalu memilih dengan benar.

Tetapi tentang belajar percaya bahwa setelah kita memilih, Tuhan tetap ada di sana.

Menuntun.
Membimbing.
Membelokkan jalan ketika kita terlalu jauh.
Membuka pintu ketika satu pintu tertutup.

Dan mengajarkan kita bahwa tidak semua yang hilang adalah kehilangan.

Tidak semua yang gagal adalah kegagalan.

Tidak semua yang berakhir adalah akhir.

Karena selama kita masih bernafas,
masih ada pilihan.

Masih ada jalan.
Masih ada kemungkinan.

Dan mungkin...
masih ada alasan mengapa Tuhan
belum menyuruh kita berhenti berjalan.
❀ ✿ ❀

Rahasia Pintu-pintu Keberkahan dan Rezeki

8/24/2026 08:37:00 PM 0 Comments
Halo sobat, apa kabar? Besok libur maulid nabi. Alhamdulillah. Saya senang kalau libur-libur begini hehe. Libur sabtu minggu belum cukup. Baru masuk sehari kaki sudah pegal-pegal. Alamak... apakah ini yang namanya faktor u. Huhuhu 

Sobat, saya baru saja menamatkan membaca buku alm. Syekh Ali Jaber berjudul Rahasia Pintu-Pintu Keberkahan dan Rezeki. Apakah buku ini bagus? 

Tentu! Kamu wajib baca nih kalau lagi mencari bacaan yang bisa menambah iman sekalian mendapat pencerahan pembuka pintu rezeki.


Buku ini adalah buku ketiga syekh Ali yang saya baca. Buku selanjutnya masih dalam proses dibaca. Nanti saya akan tulis reviewnya juga di sini. Tunggu ya sobat!

Jadi, apa isi buku ini?

Dalam buku ini diceritakan beberapa kisah yang menarik. Beliau mengajarkan suatu ilmu tanpa memaksa pembaca untuk belajar tapi sebanarnya kita sedang belajar. Begitulah kekuatan storytelling.

Contoh, beliau bercerita tentang pentingnya menjenguk orang sakit. Alih-alih kita yang sehat mendoakan yang sakit, tapi beliau justru menyarankan sebaliknya. Kita yang sehat yang semestinya meminta doa kepada yang sakit. Laj, kenapa begitu? 

Jawabannya adalah karena orang sakit itu doanya makbul.

Nah, di sinilah kita sering ga tahu. Iya kan sobat? Siapa yang baru tahu? Angkat tangan! 

Ok, itu satu kisah ya. Kita ke isi buku berikutnya. Beliau mengatakan bahwa zalah satu pembuka pintu rezeki adalah istighfar. Kita dianjurkan beristighfar kapan saja di mana saja asal bukan waktu dan tempat terlarang ya. Namun, ada waktu-waktu utama untuk istighfar. Begitu pula ada bacaan istighfar yang utama.

Dalam buku ini ditulis ada 2 macam rezeki. Rezeki pertama disebut ma'lum wakhtiyar yaitu rezeki yang diusahakan. Misal kita kerja dapat gaji. Kita jual barang dapat uang. 

Yang kedua adalah rezeki yang tidak ma'lum yaitu rezeki yang di luar dugaan, yang tidak disangka-sangka, di luar perkiraan eh kita dapat. Dari mana datangnya? Bisa dengan istighfar tadi sobat. 

Gimana sobat? Menarik kan bukunya? Banyak ilmunya. Kalau diceritakan satu-satu capek saya hehe. 

Ok deh kalian bisa langsung pesan bukunya ya. Itu tadi review singkat saya saja. Spoiler. Hehe.

Sampai jumpa posting berikutnya.

Thursday, August 20, 2026

Tak Terkata

8/20/2026 10:24:00 PM 0 Comments
Sobat, pernah ga sih kalian ya sebenarnya pengen ngomel-ngomel atau ngomong sesuatu hal apa gitu yang nongol di otak tapi ga keluar. Ga keluar bukan karena gagu ya sobat. Bukan karena takut. 

Ga keluar aja gitu. Tak terkatalah istilahnya. Yang keluar apa coba? Malah sebaliknya yang manis-manis, yang baik-baik. Pernah ga kalian?

Paham ga sobat? Gini deh contohnya. 

Pernah nih ya saya lagi mau zoom meeting. Tiba-tiba ada yang whatsapp ke saya. Pas namanya muncul di notifikasi, duh ada apa nih tumben chat. Penasaran kan ya. Hihi.


Ok deh saya buka isi chatnya. Tadinya saya pikir mau hutang eh ternyata bukan. Haha. Sudah negative thinking saja nih otak saya. Maafkan sobat... :)

Ini karena pengalaman yang lalu-lalu sobat. Kalau orang ga pernah ngontak, sekalinya ngontak eh mau ngutang. Kalian pernah ga?

Ok move on...

Hmm, ternyata dia mau minta bantuan. Iya benar bantuan tapi bukan uang alias utang hehe. Dia minta bantuan edit file. Ini di luar ekspektasi saya sih sumpah. Karena saya pikir Gen Z itu kan terpapar dengan segala akses dan kemudahan dalam hidup. Apalagi sekarang serba ada di youtube. Gampang banget tinggal tonton aja belajar...

Tapi itu kalau mau sih memang. Makanya saya heran sebenarnya. Belajar dari youtube kan bisa. Atau belajar dari teman lain yang seumuran. Kasarnya begitu ya sobat. Kok malah ke saya yang generasi milenial..

Dia bilang ke saya, aku kalahnya di sini nih kak. Kalah? Apa ini bahasa Gen Z? Emang dia lagi kompetisi? Kayakanya nggak deh. Saya yakin 100% ini. Oke deh saya paham maksudnya. Kalau untuk konten punya dia ok gitu ya. Tapi urusan perlayoutan dia ga bisa. Paham ya sobat. Jangan negative thinking.

Okelah saya minta dia kirim filenya. Ga bisa banget loh sobat saya mau nolak. Walau sebenarnya saya lagi ngerjain file saya sendiri dan sebentar lagi zoom meeting.

Oke saya cek dulu sebentar. Ternyata parah banget sih memang. PR nya masih banyak dan ga bisa selesai sehari sih itu. Saya tanya ke dia kapan butuhnya. Siang ini kak, jawabnya. Lah gimana caranya saya mau ngerjain orang saya mau zoom sampai siang. Saya terus terang saja ga bisa. Paling habis zuhur baru bisa. 

Akhirnya dia setuju. Lah masa minta tolong waktunya mepet begitu kan ga etis ya sebenarnya. Orang lain kan punya kesibukan juga. Bukan yang free setiap saat. Catat ya sobat...

Saya lanjut bilang kalau saya cuma bisa sampai sore karena malamnya saya sudah ada agenda. Saya bantu sedapatnya saja yang penting yang utama dulu saya kerjakan sisanya dia otak-atik sendiri. Dia pun setuju. Okelah. Saya lanjut zoom.

Nah, saat saya cek di awal filenya itu sobat, saya langsung lihat ya ampun, ini kenapa separah ini. Saya ga nyangka. Dan karena seharusnya deadline pengumpulan sudah 2 minggu sebelumnya kok ini dia baru ngebenerin ya. Sebenarnya saat itu saya kesal hehe. Kenapa? Karena saya punya deadline saya sendiri, saya mau zoom, saya sudah ada agenda malam harinya, ketambahan itu hari sabtu waktunya orang istirahat sebenarnya kan. Ibarat kata timingnya tuh ga pas. Pengen banget loh saya tuh bilang yang nyelekit gitu. Tapi kok ya ga terkata. Ga keluar. Yang keluar malah saya nyemangatin dia. Hehe. 
 
Saya sampai heran sama diri saya sendiri. Kok bisa saya begitu. Ada apa denganku?

Saya tuh kadang tuh ada juga loh rasa pengen ceplas ceplos. Bisa ngeluarin apa yang seketika muncul di otak. Kan plong ya. Tapi, saya ga bisa begitu. Saya khawatir kalau saya begitu nanti endingnya nyakitin gimana? 

Wong saya ga ceplas ceplos saja teman saya sedikit, gimana kalau ceplos ceplos makin ga punya teman kali saya. Hehe.

Ah ga juga kali kan. Kalau orang udah paham kita ceplas ceplos orang bakal ngertiin kok. Ga akan sakit hati sama ucapan kita. 

Gimana tuh?

Saya ga sependapat sih. Tingkat sensitivitas orang beda-beda. Kita ga bisa juga nuntut orang mahamin kita. Emang kita siapa? Seeksklusif itu sepenting itukah kita?

Heloooo kita bukan siapa-siapa kali. Hanya orang biasa.

Lagian ya walaupun itu orang penting banget kalau dia ngomongnya ceplas ceplos nyakitin kan ga baik juga toh. Gimana orang mau respek sama orang begitu. 

Terus nih ya. Kalau kita nuntut orang lain mahamin kita. Misal ya kita bilang: gue emang orangnya blak-blakan begini. Gue apa adanya. Gue jujur. Lo pasti udah tahu kan gue memang begini orangnya.

Lah kamu nuntut orang mahamin kamu, emangnya kamu mahamin orang itu juga? Yakin? Saya sih ga yakin haha. Saya yakinnya itu orang egois. Egois maunya dimengerti. Wong boro- boro dia mahamin orang. Kenapa saya bilang begitu? Karena dia sendiri ngomong bebas tanpa ada filter yang boro-boro inget kalau itu bisa nyakitin orang. Kan artinya dia ga mahamin orang toh. Suka-suka dia aja. Egois. :)

Eh, gue bukan orang egois!

Ya... kamu mungkin bukan orang yang egois secara keseluruhan. Tetapi dalam situasi itu, kamu sedang bersikap egois: menuntut diri dipahami tanpa berusaha memahami orang lain.

Perilaku seperti itu egois.

Ok? No excuse ya. 

Sepemahaman saya nih kita tuh memang harus santun dalam berbicara. Jujur sih jujur tapi harus ada remnya. Kalau ceplas ceplos kan ga ada remnya itu berarti blong. Jangan salahkan jika orang lain marah karena dia tabrak tuh pakai kendaraan yang ga ada remnya. Bahkan bisa masuk penjara juga. Hati-hati sobat... paham kan maksudnya ya.

Ok deh, sekian cuap-cuap ga penting hari ini ya. Walau ga penting semoga tetap ada manfaatnya ya. See you.

Sunday, August 16, 2026

Soulmate Karya dr. Aisah Dahlan

8/16/2026 11:17:00 AM 0 Comments
Buku karya Aisah Dahlan berjudul Soulmate ini membahas tentang perbedaan laki-laki dan perempuan. Gaya bahasanya santai seperti ngobrol. Dan yang sering dipanggil adalah ibu-ibu seperti dalam ceramah beliau.

Saya malah baru tahu kalau beliau menerbitkan. Saya tahu beliau sudah lama dari youtube. Saya tonton beberapa kajian beliau. Kebetulan memang belakangan ini saya lagi mencari buku karya penulis lokal. Lama rasanya tidak membaca buku lokal. Selain kembali ke bukunya alm. Syekh Ali Jaber, saya nemu bukunya dokter Aisyah Dahlan. Ya sudah saya coba checkout pas 8.8 shopee. 

Dari 4 bukunya, ini buku pertama yang saya baca. Untuk isinya sendiri memberi literasi kepada pembacanya terutama ibu-ibu agar memahami perbedaan laki-laki dan perempuan. Kenapa? Agar mereka punya pemahaman dan kemudian berperilaku lebih baik terutama kepada suami dan anak. 


Beliau menjelaskan kenapa sih suami jarang atau susah bilang I love you misal. Beliau jelaskan perbedaan otak laki-laki dan perempuan yang membuat 2 makhluk ini punya perilaku yang berbeda. Kalau buku luar, pembaca bisa coba baca bukunya Allan dan Barbara Pease ya. Saya sudah pernah baca bukunya ketika kuliah jaman dulu kala, jadi ilmu yang disampaikan dokter Aisah memang relate dengan buku itu. 

Ada pula diceritakan bahwa beliau adalah plegmatis dan mencari pasangan koleris. Plegmatis itu orangnya damai sementara koleris itu tegas. Nah, ini terkait watak sobat. Kalian pasti sudah tahu ya ada 4 macam watak yaitu sanguinis, koleris, melankolis dan plegmatis. Ini bukan ilmu baru sobat. Saya baca buku tentang watak ini juga lama sekali jaman masih kuliah sarjana. Kalian perlu tahu juga apa watak kalian dan kenalilah watak pasangan. 

Selain itu, ada juga dibahas tentang bahasa cinta atau bahasa kasih kalau di bukunya disebut. Ini bukan konsep baru ya sobat. Sebelum tahu Aisah Dahlan saya sudah pernah membaca tentang bahasa cinta karya penulis barat. Aisah Dahlan dalam bukunya ini beliau menekankan kalau dalam pernikahan penting untuk tahu bahasa cinta pasangan dan anak-anak. Apa sajakah itu? Quality time, words of affirmation, physical touch, gift, act of service.

Temukan 2 yang dominan dari diri masing-masing dan pasangan. 2 bahasa cinta ini harus terpenuhi, kalau ga, seseorang bakal merasa tidak dicintai. Paling enak kalau bahasa cintanya sama jadi sudah pasti bakal terpenuhi. Kalau kamu, bahasa cinta kamu apa sobat?

Nah, kalau untuk anak-anak bagaimana? Anak-anak usia 0 hingga 3 tahun harus terpenuhi semua bahasa cinta. Setelah itu baru yang 2 saja cukup. Nah, kalau sudah tahu bahasa cinta jadi mudah mengurus anak. Misal anaknya suka pujian, ya dipuji dulu sebelum nyuruh nyuruh ngerjain sesuatu. Dengan begitu anak bakal nurut dan ngerjain apa yang disuruh. 

Terus, ada apa lagi di buku ini?

Ada nasehat-nasehat untuk para istri-istri. Misal yang lagi LDR supaya berdoa untuk didekatkan alias dipersatukan. Ada pula nasehat menghadapi mertua. Hayooo yang butuh nasehat menghadapi mertua cocok banget buku ini dibaca. 

Nah, sobat, bagaimana? Menarik bukan? Buku ini cocok buat kamu yang sudah menikah ataupun belum. Yang penasaran yuk beli bukunya... 

Untuk bukunya yang lain, tunggu review saya berikutnya ya sobat...

Selamat berakhir pekan... :)
 

Friday, August 14, 2026

Ajakan Jalan

8/14/2026 09:02:00 PM 0 Comments
Halo Sobat, kamu pasti pernah kan mengajak atau diajak jalan? Pernah dong...

Sekarang saya mau bahas tentang ajakan jalan. Ini karena baru banget kejadian. Masih hangat. Hot hot pop deh pokoknya. Emang apaan sih?

Minggu ini saya dapat ajakan jalan dari teman saya. Dia bilang dia burnout. Dia ngajak staycation ke Bandung. Ayok kata saya setuju. Ke Bandung mau jalan ke mana? Kita cari cafe, katanya. Lah cafe banyak di Jakarta. Kenapa ga cari tempat wisata yang kita belum pernah? Jawab saya.

Ga lama kemudian, dia kasih tuh beberapa pilihan trip dari travel. Di antaranya ada ke pantai, baduy, Pangandaran, dan lain-lain. Wong dikasih pilihan ya saya pilih dong ya. Apa pilihan saya? Hmm, kayaknya baduy ok nih, pikir saya. Pas jadwal saya kosong di tanggal 15 Agustus. Karena di tanggal 17 kan harus upacara ya. Kan dia juga sama. 


Ok, saya ajukanlah ke baduy. Dia bilang oke deh dia tanya tanya dulu ke admin tripnya. Ga lama kemudian dia share harga trip, itinerary, dan meeting point. Setelah saya baca-baca, oke. Saya bilang ke dia ayo jadi kita jalan? Terus dia bilang, tapi meeting pointnya kejauhan. Males banget, banyak trackingnya, kata dia. Lah kok gitu? Pikir saya nih. Kan saya jadi gimana gitu ya. Bukannya dia yang ngajakin tadi ya. Giliran saya iyain kok responnya gitu? Kok ga mau effort sedikit? Emosi saya jadi kepancing nih sebenarnya tapi saya masih bisa tahan, kan kita cuma whatsappan. Saya bilang, yaudah kalo gitu kita ke kafe aja di Jakarta. Dia setuju. 

Besok-besoknya dia chat lagi. Dia tanya saya, kamu ga tertarik ya kalau ke pantai? Misal ke anak Krakatau bagus tuh. Saya jawab, kalau ke pantai ga bisa ngapa-ngapain. Cuma ngeliatin pantai doang. Mau snorkling ga berani, ga bisa renang. 

Ga lama kemudian, dia chat, ya udah kita jadiin aja apa ke baduy? Aku udah burnout banget. Aku jadi marah-marah sendiri ga jelas. 

Setelah itu saya ga balas lagi. Tanggal 15 itu tinggal beberapa hari lagi. Terus, tadinya dia ga mau kenapa terus tiba-tiba jadi mau? Labil ga sih sobat. Malah saya yang udah terlanjur malas. Ini itu ga ada yang jadi. Selain itu saya sendiri merasa badan saya capek saya pengen istirahat sabtu minggu.

Tadinya kan saya sudah mengiyakan ya sobat. Dari awal menyambut baik ajakan dia loh. Tapi dia sendiri yang ribet dan labil.

Gini loh sobat. Kan kita yang ngajak seseorang ya. Berarti kita yang butuh toh? Butuh ditemenin. Ketika teman kita ok, kan kita senang tuh. Seharusnya momen itu jangan disiakan. Apalagi teman itu mau menuruti apa mau kita, ngikutin kita mau pergi kemana sesuai pilihan kita. Itu anugerah loh. 

Kenapa? 

Satu, karena kita yang butuh. Dua, dia mau ikut kemauan kita. Tiga, kita ngajak doang. Kita ga ngongkosin. Biaya dia tanggung sendiri. Empat, teman mau meluangkan waktu, tenaga, biaya buat ngikutin kita. Lima, dia peduli sama kita. Kita bilang ke dia kita butuh jalan karena burnout, dia mau. 

Lima alasan cukup kan sobat? 

Coba kalian pikirkan ya... teman rela jalan bareng kita pakai biaya sendiri padahal kita yang butuh. Apa itu namanya?

Tapi giliran teman bilang iya eh kita malah labil ini itu. Kesini ga jadi kesitu ga jadi. Kan capek. Dan hal kayak gini ga sekali ini terjadi. Saya sudah tahu polanya. Sering dia ngajak dan ujungnya ga jadi. Bahkan pernah bayar DP dan akhirnya ga jadi. Hangus dong? Iya dong... dan itu dia yang ngajak dia pula yang batalin. Rugi dong? Sudah tentu. Apa dia ganti? Tentu tidak. Apakah dia introspeksi? Sepertinya tidak. Haha.

Sudahlah sobat, cukup jadi pelajaran sih buat saya. Dan semoga jadi pelajaran buat kalian juga kalau ketemu tipe teman yang labil begini. 

Ok. Balik ke cerita tadi ya. Saya ga balas ajakan terakhir dia bukan karena saya sengaja ngasih hukuman ke dia. Bukan sobat. Tapi karena saya lelah dengan kelabilannya. Ketika saya mau dia ga mau. Maunya ikut selera dia saja. Lalu akhirnya balik lagi ke rencana yang tadinya dia sendiri tolak. Kan kita sudah lelah dan berubah pikiran. Selain itu badan saya memang lelah dan pegal-pegal pengen istirahat di akhir pekan. Waktu juga sudah mepet. 

Saya tahu dia itu cuma sebentar saja dia begitu. Palingan nanti pergi sendiri ke pantai yang dia sebut karena dia suka pantai. 

Lagian ya, kalau saya mau egois nih. Kasarnya nih sobat. Bisa banget loh saya bilang, lah kalau elo burnout jadi marah-marah ya itu urusan elo. Bukan urusan gue. Masa bodoh. Kok jadi gue yang ribet harus ngikutin mau elo. Kan gue juga punya kehidupan sendiri.

Ups. Tapi saya ga begitu ya sobat... 

Saya tuh masih mikirlah. Ga kekata loh mau begitu. Saya masih menjaga hubungan baik. Walaupun saya sering ya dikecewakan dengan teman-teman saya yang labil. Herannya kenapa ya saya ketemunya dengan mereka yang labil itu. Apalah salah saya. Malah saya yang refleksi. Hehe. 

Sobat, tulisan ini adalah pengingat bahwa kita tidak harus selalu tersedia untuk semua orang, bahkan untuk teman. Ketika pola kelabilan berulang, kita berhak untuk mundur dengan tenang, bukan karena marah, tapi karena kita perlu menjaga energi kita sendiri.

Mengajak orang lain adalah kepercayaan. Menyambut ajakan adalah anugerah. Jika kamu yang mengajak, hargailah orang yang mau ikut, mereka meluangkan waktu, tenaga, dan biaya untukmu. Jangan sia-siakan itu dengan kelabilanmu sendiri.

Sampai jumpa di posting berikutnya.

Wednesday, August 12, 2026

Rahasia agar Hajad Cepat Terkabul

8/12/2026 05:23:00 PM 0 Comments
Halo sobat? Adakah di antara kalian yang pengen hajadnya cepat terkabul? Ada? Beneran? Mau?

Kalau mau, saya kasih tahu nih caranya. Apa coba? Baca bukunya alm. Syekh Ali Jaber yang berjudul Rahasia agar Hajad Cepat Terkabul. Dalam buku ini beliau memberikan amalan yang bisa dilakukan agar hajad cepat terkabul. Buku ini dicetak pertama kali tahun 2021. Wah, sudah lama juga ya.


Iya. Ini saya baru baca buku ini. Buku beliau yang pernah saya baca adalah Amalan Ringan Paling Menakjubkan yang pernah saya posting di blog ini. Ternyata sudah lama sekali. Ya Allah... baru sekarang saya baca lagi buku lain karangan beliau. 

Saya sadari juga bahwa memang sudah lama saya absen baca buku agama. Saya terlena dengan scrolling dan nonton youtube. Lebih senang nonton daripada baca buku. Padahal dulu kala saya sangat hobi baca buku. Saya pun sedih kenapa semangat baca buku saya anjlok parah. Bahkan ada di titik nol ketika saya ada dalam situasi sama sekali tidak baca buku.

Beberapa tahun belakangan memang saya punya fokus ke sesuatu hal yang lain dan saya memang kurang membaca buku-buku agama tapi ada peralihan ke buku yang lain. Saya fokus belajar ke hal yang lain. 

Dan saat ini di bulan agustus ini alhamdulillah saya mulai punya semangat dan waktu lagi untuk membaca buku spiritual keislaman. Saya mencoba membaca karya-karya penulis lokal seperti Buya Yahya, Aisyah Dahlan, alm. Syekh Ali Jaber dan buku terjemahan seperti Al Farabi dan Al Gozali. 

Untuk penulis lokal, saya mencari kira-kira siapa yang karyanya bisa saya baca ya. Rasanya sudah lama tidak update perbukuan. Saya pengen tahu pemikiran mereka, apa yang mereka sampaikan dan bagaimana cara menyampaikannya apakah cocok dengan saya. Adakah hal yang membuat saya mendapat sesuatu yang baru yang membuat otak saya berpikir. 

Untuk Syekh Ali Jaber, bukunya yang dulu saya baca itu saya suka. Saya cocok dengan penyampaian beliau yang bahasanya santai bergaya storytelling seperti ngobrol dengan pembaca. Dan di bukunya ini pun masih sama. Bukunya ini syarat makna dan hikmah. Saya suka. Terima kasih syekh sudah meninggalkan buku ini dan buku-buku lainnya. Semoga segala amal dan ibadah diterima allah dan diampuni dosa-dosanya. Semoga karya karya beliau ini bisa menjadi amal jariyah yang tak terputus pahalanya. Saya bersyukur buku-buku beliau bisa sampai di saya dan allah kehendaki saya untuk membacanya serta mengambil hikmah dan pelajaran.

Jika syekh masih hidup mungkin lebih banyak lagi karya yang beliau telurkan. Ya allah, kenapa orang yang baik dan banyak ilmunya cepat Engkau cabut nyawanya? 

Saya berharap ada banyak penerus beliau yang bisa menghasilkan banyak karya yang bermanfaat mencerdaskan bangsa. 

Itulah sobat, hikmah yang sangat besar bahwa kita harus mempersiapkan diri sebelum kematian. Hal apa yang bisa kita tinggalkan yang akan terus mengalir pahalanya dan tak terlupakan sepanjang jaman. 

Ok, lanjut ke buku. Dalam buku ini diceritakan beberapa kisah yang menarik. Seperti kisah seseorang yang akhirnya bertemu jodohnya walau caranya ga menyenangkan pada awalnya. Tapi itulah cara Allah mempertemukan. Allah punya banyak cara tak terduga. 

Selain itu ada amalan amalan yang bisa dikerjakan untuk memperoleh hajad. Nah untuk amalan ini silahkan baca bukunya ya. 

Buku ini bagus. Saya suka. Saya cocok dengan gaya bahasa dan penyampaiannya. Santai seperti ngobrol. Pembaca ga merasa digurui. 

Wajib punya buat kamu yang punya banyak hajad. 

Ada lagi ga isinya apa buku ini?

Ada dong...

Di buku ini diceritakan bagaimana beliau yang dari Madinah memilih tinggal di Indonesia dan berdakwah di sini hingga mendapat kewarganegaraan Indonesia dengan mudah atas izin Allah. Padahal Madinah menawarkan banyak hal untuk beliau. Tapi beliau pilih Indonesia. Kenapa? Karena beliau ingin menjadi manusia yang bermanfaat buat orang banyak. Dan benar saja ya beliau sangat dibutuhkan di Indonesia. 

Saya yang orang awam ini senang ada sosok beliau di Indonesia. Saya senang dengan ceramah-ceramahnya. 

Beliau mengajak adik-adiknya ke Indonesia juga. 

Selain itu ada kisah tentang buku yang beliau terbitkan. Beliau tidak berniat nulis buku. Kata beliau orang Indonesia baca al quran saja malas apalagi baca buku. Tapi ustad yusuf mansur mengajak beliau untuk menulis. Sampai akhirnya ada beberapa buku yang beliau rilis. Dan sampai saat ini masih bisa kita baca sobat... alhamdulillah...

Btw, kalau kalian berminat beli bukunya ada di shopee. Silahkan checkout...



Sunday, August 9, 2026

Kajian Rutin Istiqlal Bersama Aa Gym

8/09/2026 05:37:00 PM 0 Comments
Halo Sobat, apa kabar? Di hari minggu yang cerah ini saya akan kembali bercerita. Pagi tadi saya hadir ke kajian rutin Istiqlal bersama Aa Gym. Bulan lalu saya sempat hadir juga. Saat itu saya bersama teman saya, teman lama saat SMA. Alhamdulillah kami kembali hadir di kajian bulan ini. 

Kalau di kajian Aa Gym, waktunya agak panjang. Lumayan kita mendengar ceramah dari beliau jadi agak panjang. Walay ceramahnya itu ringan tapi lumayan banget untuk menyirami hati yang gersang. Apalagi jamaahnya banyak ibu-ibu dan bapak-bapak. Jadi memang ga perlu yang berat-berat juga ya. Ditambah Aa Gym yang suka humor dan pembawaannya lembut jadi bikin senang para jamaah.


Tema yang selalu diangkat itu pasti mengenai lisan, jangan suka ngomongin orang. Tadi salah satu yang dibahas tentang kisah seseorang yang meninggal 8 jam lalu nakes ada yang dipecat dan sebagainya. Itu loh yang beritanya sekarang lagi viral. Nah, Aa Gym memberikan refleksi tentang para nakes yang tadinya menghujat atau memberikan komen buruk itu mendapat hukuman dan memberikan permintaan maaf, eh gantian netizen yang julid ngejulidin para nakes itu. Aa bilang mungkin para nakes itu sudah diampuni oleh allah. Dan sekarang dosanya pindah ke siapa? Jawabannya ke netizen yang gantian julid. Nah  apakah para netizen julid ini sudah meminta maaf pada nakes itu? Hayoooo....

Hehehe dibalik ya sobat...

Gimana menurut kalian? 

Apakah bikin eh iya juga ya...

Nah, di sini Aa memberikan nasehat supaya kita menjaga lisan dan tulisan. Karena jaman sekarang gampang banget jari ini ngetik sesuatu yang eh ternyata nambah dosa tanpa disadari. Saking tidak ada batasnya. Freedom of speech. Gitu sih kira-kira.

Kayaknya sumpah serapah caci maki sudah biasa ya kita lihat di komen-komen penonton. Padahal semua itu tak luput dari penglihatan allah, tak luput dari catatan malaikat. Hiiii begidik ga sih kalau mengingat wah iya juga ya. Herannya kita seringkali ga ingat kalau ada yang mengawasi kita. Jojong aja kita numpahin uneg-uneg nulis apa saja yang ada di otak. Kan kalau anonymous ga ada yang tahu. Iya ga sih? Lah, memangnya allah ga tau? Malaikat ga catat itu? Huhuhu

Sobat, yuk kita lebih hati-hati menggunakan tangan kita, waktu kita, tenaga dan pikiran kalau lagi berselancar di internet atau media sosial. Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari. Jangan sampai kita menumpuk dosa tanpa kita sadari. Jangan sampai pahala kita habis gegara kita pakai buat mengumpat, ngejulid, nyumpah serapah, ngedebat tiada akhir yang ga berfaedah, ngegosip, ngomen ga penting, pokoknya yang menghabiskan pahala kita tanpa kita sadari. Bahaya banget kan itu. Senangnya cuma sedikit. Ruginya besar di akhir. Loh kok masih ada senangnya sih? Iya senang kan kalau berhasil menghina, nyumpahin, ngebully, ngerendahin, ngebuat orang kalah berdebat, dan lain-lain. Senang sesaat sih ini. Tapi efeknya... hmm tanggung sendiri... 



Islam tidak mengajarkan kita untuk hal-hal tak berfaedah semacam itu. Islam mengajarkan kita untuk selalu ingat Allah, selalu menjaga lisan, dan menjauhkan diri dari hal-hal tak berfaedah. Yuk, kita perbaiki diri kita. Ucap istighfar jika teringat masih banyak dosa. Mohon ampun kepada Allah atas segala kesalahan yang telah lalu.

Selamat berakhir pekan ya sobat. Sampai jumpa di posting berikutnya. 

Media sosial adalah pedang bermata dua. Bisa menjadi sarana kebaikan, bisa juga menjadi penumpuk dosa. Kita yang memilih. Dan jika kita lalai, ingatlah bahwa tidak ada yang tersembunyi dari Allah.


Wednesday, August 5, 2026

Rejeki yang Tak Disangka-sangka

8/05/2026 04:44:00 PM 0 Comments
Halo Sobat, apa kabar? Semoga semuanya dalam keadaan sehat. Kali ini saya akan cerita tentang kajian bertema Rejeki Tak Disangka-sangka yang diadakan masjid Istiqlal Jakarta dengan pembicara Buya Yahya sebagai pembicara utama dan guest star Ippho Santosa pada hari Minggu, 2 Agustus 2026 pukul 13.00 WIB. 

Awalnya saya tidak tahu ada kajian ini. Sebelumnya saya sempat hadir di kajian bulanan Aa Gym di Istiqlal. Walau saya join instagram masjid Istiqlal tapi saya tidak update buka instagram jadi ketinggalan info. Nah, selama minggu lalu itu saya beberapa kali lewat Istiqlal karena ada dinas luar bersama tim saya. Eh, saya lihat dari kaca mobil itu poster besar di jalan luar Istiqlal. Saya perhatikan, eh itu Buya Yahya dan Iphho. Kapan itu? Ternyata tanggal 2 Agustus. Siplah belum kelewat. Jadinya saya pergi donk ke sana.



Kalau Buya Yahya, pasti banyak yang sudah kenal ya. Beliau ustad kondang. Sebelumnya saya tahu beliau dari youtube. Sudah lamalah saya tahu beliau. Tapi ya ga pernah hadir langsung ke majelis beliau. 

Lalu pembicara satu lagi sebagai pembuka ada Ippho Santosa. Wah, ini mah saya kenal banget. Walau mungkin kalian ada yang ga kenal gapapa. Saya ini tahu beliau dari buku buku beliau bertahun-tahun yang lalu. Mungkin sekitar 2013-2014. Saat itu buku 7 Keajaiban Rezeki yang beliau tulis meledak. Saya baca bukunya dan beliau jadi salah satu penulis buku favorit saya sejak itu. Pokoknya saya borong buku buku beliau. Hehe. 



Jaman dulu buku fisik masih jadi pilihan yang ok banget untuk jadi bahan bacaan di kala pulang kerja. 

Nah, sudah lama saya tidak update perkembangan buku buku selanjutnya yang beliau tulis. Maka saat saya lihat poster ada wajah beliau nampang di sana, wah, itu Iphho, saya langsung putuskan hadir dalam sedetik. Hehe. 

Sebelumnya saya pernah ketemu teman akrab saya sewaktu kuliah dulu dan ternyata dia hadir ke Jakarta karena mengikuti training atau seminarnya Ippho. Dan teman saya ini jadi rekanannya. Wah, saya ga nyangka banget. Ternyata saya dan teman saya ada persamaan yaitu baca bukunya. Bedanya adalah dia jadi rekanan sampai dibela belain datang ke Jakarta, eh saya tidak. Hehe.

Ok, sekian intermezzonya.



Nah, hadirlah saya hari minggu lalu. Acaranya ramai. Jamaah yang hadir banyak. Sayang banget pas Buya yang ceramah eh di tengah mati mic. Tapi untungnya mas Ippho gercep ambil alih audience sampai mic hidup kembali. Keren mas Ippho. 

Sebelum Buya hadir, kita dapat ilmu dan pencerahan dari Ippho. Alhamdulillah ringan tapi mengena. Terima kasih atas ilmunya.

Untuk Buya, beliau hadir sudah jam 2 an ya kalau tidak salah ingat. Cuma sebentar beliau memberikan materi lalu tanya jawab pun hanya 2 orang, eh selesai. Yah... masih kurang lama. Berharap bisa agak lama seperti Aa Gym saat memberikan ceramah minggu sebelumnya. Walaupun singkat, okelah tetap terima kasih atas ilmu yang disampaikan. Untuk masjid Istiqlal, terima kasih sudah menghadirkan orang-orang keren itu. Kami jamaah memang butuh hiburan penyejuk hati. Hehe.

Untuk MC ada Rizky Perdana dan satu lagi saya lupa namanya.

Untuk kalian yang ingin nonton juga bisa lewat youtube masjid Istiqlal ya...


Saturday, August 1, 2026

Cerita dari Obrolan dalam Mobil: Blessing atau Kekurangan?

8/01/2026 08:45:00 PM 0 Comments
Halo Sobat... kali ini saya merenung. Merenung setelah sesuatu hal. Ceritanya begini. Di kerjaan saya ini belakangan kami sering tugas ke luar kantor per tim. Setim kami ada 5 orang. Ketua tim kami ada 1 orang. Setiap ke luar kami selalu bersama dalam 1 mobil di perjalanan. Ketika kami lengkap berlima, suasana di dalam mobil heboh, seru. 3 orang ngobrol sahut-menyahut. Saya lebih banyak mendengar. Begitu pula satu lagi rekan saya. Tapi rekan saya ini masih mending daripada saya. Masih ada suaranya. Nah, di lain waktu, 2 orang rekan yang heboh ini tidak ikut, alhasil tinggal ketua tim dan kami berdua yang ga banyak omong. Dan apa yang terjadi? Vibe jadi berbeda banget. Jomplang. Suasana jadi hening. Bukan berarti tidak ngobrol. Ngobrol kok. Cuma tidak seheboh jika ada 2 orang tadi. Benar-benar terasa bedanya.

Di kesempatan berikutnya, 1 orang rekan yang mirip saya ga bisa ikut, jadi kami berempat. Dan saya lagi- lagi hanya mendengar saja. Dari obrolan mereka, loh kok ada 1 cerita yang saya tahu tapi tak pernah mencari tahu alias puzzle kok jadi lengkap kepingan puzzlenya. Jadi teman saya yang lain di luar ini pernah ngobrol ke saya tapi saya ga tahu saya tidak memperhatikan. Padahal yang dia tanya itu orangnya pas ada di depan saya. Entah saya yang cuek atau tidak mau tahu urusan orang, pokoknya saya ga memperhatikan deh jadinya saya ga tahu. Loh kok setelah percakapan di mobil itu saya jadi jadi dapat jawabannya dengan sendirinya tanpa saya mencari tahu.

Dan herannya ya, walau yang dibahas teman di mobil ini kan saya tahu ya karena saya pas ada di depan orang yang dimaksud, tapi kok saya ga bisa ikut menimpali ya obrolan mereka alias saya hanya diam saja. Pokoknya kelakban ini bibir. Setelah itu saya merenung, padahal bisa banget saya ikut nyambung ngobrol tapi kenapa saya ga bisa ngomong ya? Ini karena saya yang ga suka gosip atau memang ada yang mencegah saya secara tak terlihat atau bagaimana ya. 

Apa karena ini jarang ada orang yang bisa dekat dengan saya ya. Karena ga hidup obrolan kalau sama saya. Mungkin saya terlalu plain kalau ibarat minuman atau makanan. Omg. 

Karena memang obrolan paling seru itu ngomongin orang ga sih? Makin digosok makin sip... hehe


Setelah saya runut-runut lagi, eh iya juga ya. Saya keseringan ga tahu gosip kalau bukan teman saya yang cerita. Kenapa begitu ya. Ini blessing atau bukan ya.

Saya memang ga suka ngomongin orang atau julid julid. Ga ada faedahnya kan ya. Paling ngomongin diri sendiri sih atau lawan bicara atau berita yang lagi viral misal kasus penyekapan dan penganiayaan di Bandung yang heboh itu, atau kasus-kasus kriminal lain karena kebetulan teman sebelah saya duduk di kantor suka berita kriminal juga hehe. Apa karena itu orang menyingkir dengan sendirinya ya. Entahlah. Circle saya juga ga banyak sih memang. Mungkin orang awkward juga mau ngobrol sama saya ya. Hehe.

Menurut saya ya, kalau kebanyakan mendengar atau kebanyakan informasi masuk ke otak itu jadi beban buat otak saya. Jadinya setelah dipikir-pikir mendingan ga tahu banyak tentang orang. Kamu ada yang sama kayak saya ga ya?

Kebanyakan tahu banyak tentang orang juga bisa bikin kita berubah pandangan tentang orang. Seram ga tuh kalau kita orangnya mudah terpengaruh alias ga netral. Karena apa yang kita dengar kan pendapat orang yang entah benar atau tidak. Perlu crosscheck... jangan menjadi berat sebelah atau melihat dari satu sisi saja. Lah kan kita juga mana tahu kalau sumber info yang kita dapat dari orang yang suka sama dia atau benci sama dia. Pintar-pintarlah berdiri di tengah. Kalau tidak, bisa oleng kita ke kiri atau ke kanan. 

Sesungguhnya pendapat orang itu sangat berbahaya loh karena bisa meracuni alias mempengaruhi pemikiran orang lain. 






Sunday, July 19, 2026

Pengalaman Nonton Offline Stand-up Comedy Show: Bold and Bald

7/19/2026 06:34:00 AM 0 Comments
Halo Sobat, lama kita tak bersua ya. Eh, tahu-tahu saya muncul mau posting comedy show. Hehe. Ini gegara baru banget saya habis nonton. Semalam. Yoi semalam... 18 Juli 2026 19.30 WIB di Grand Auditorium Universitas Bunda Mulia Jakarta Utara dengan tema Bold and Bald. Abdel vs Pandji. 


Ini pertama kalinya saya nonton offline. Kok bisa kepikiran nonton offline padahal stand up comedy sih online juga bisa. Iya betul. Jadi saya itu suka nonton stand up comedy di Netflix maupun youtube. Mens Rea aku nonton loh di Netflix. Adili Idola Fedy Nuril nonton juga di Netflix. Dulu-dulu suka nonton juga di youtube kayak acara SUCI. Dulu sempat suka nonton komika yang pakai gitar kecil dari Jawa Timur. Saya lupa namanya. :)

Nah, belakangan ini saya lagi suka banget nonton stand-up nya Max Amini. Itu loh komedian Iran Amerika. Saya suka ketawa sendiri nontonin acaranya di youtube tiap hari. Menghibur banget pokoknya. Saya ngerasa cocok saja sama jokesnya. Stand up lain ada sih pernah nonton jauh sebelum tahu Max Amini misal Matt Rife. Matt ini kecakepan ga sih guys buat jadi komedian? Masih muda lagi. Nah kalau Max aku tahunya belakangan tapi aku suka sama crowd work nya spontanitasnya bagus banget. Selalu ada saja yang dia bilang buat ngeroasting penonton buat ngebalikin apapun respon penonton. Keren banget sih.
Ga pernah kehabisan kata-kata. Dan selalu saja bisa bikin penonton ketawa. Cerdas pokoknya. Suka suka suka saya syuka uhuy :)

Nah, saya tuh jadi kepikiran kapan ya aku bisa nonton langsung juga kayak para penonton itu kayaknya seru deh. Habisnya show nya Max itu keren banget sih. Penontonnya aja jauh-jauh dari negara lain pada rela hadir. Kan Max bikin world tour tuh. Kapan mampir Indonesia ya? Aku mau nonton hehe. Ga di Indonesia juga gapapa. Di lokasi lain juga boleh yang penting Max Amini. Hehe :)

Terinspirasi dari situlah aku coba searching acaranya Pandji eh ternyata ada Bold and Bald yang kala itu baru mau dibuka tiket pre sale-nya. Wah pas banget. Kukontak teman aku deh buat nonton bareng mana tahu mau. Biar ga kayak orang ilang. Soalnya kalau ngajak teman buat nonton kayak gini belum tentu ada yang mau kan. Mana malam lagi acaranya. Berbayar lagi. Hehe. Ya sudahlah jadinya pas tanggal 1 Juni 2026 aku ambil tiket yang silver saja. Silver ini paling belakang. Hehe. Berapa harga tiketnya? Cukup 250 saja. Kalau plus pajak, biaya penanganan, asuransi jadinya sekitar 300 ribu rupiah. Masih terjangkau kan? Masih dong dengan durasi 3 jam worth it. 


Aku bilang ke temanku tapi kita paling belakang duduknya. Iya gapapa katanya. Eh rupanya temanku kalaupun VIP juga mau dia. Yaahh... :)

Nah, makanya kita kemudian nonton bareng semalam. Syukurnya sih semalam nggak padat merayap gitu kayak kalau nonton di GBK. Ya iyalah ya kan di situ paling sekitar 1000 penonton ya. Mirip-mirip kalau ikut kajian ke Istiqlal gitu ga sih. Malah lebih padat istiqlal kali ya. Jadi aman saja pas datang juga ga rebutan lift. Aku sholat magrib dulu baru berangkat ke lokasi. Sampai sana sekitar 18.39. Nah temanku belum sampai tuh. Sekitar jam 7 dia baru sampai. Ya sudah gapapa aku tunggu dia di lobby biar kita masuk bareng. Toh acara  masih jam 19.30. 

Begitu sampai kita langsung masuk lift menuju lantai 8. Di sana ramai ya banyak yang jualan makanan minuman. Kita scan barcode dulu baru masuk ke auditorium. Kita dapat di sayap kanan. Duduknya ini siapa cepat dia dapat ya ga pakai nomor. Dan ternyata masih kelihatan kok panggung dan para komikanya dari sisi silver itu. Ga terlalu jauh amat yang harus pakai layar baru kelihatan. Syukurlah... :)

Kan tempat duduknya gelap ya, begitu saya masuk ke deretan kursi eh saya menginjak kaki pria yang duduk di sebelah saya. Begitu keluar mau pulang pun sama juga saya injak lagi kaki dia. Astaghfirullah... ini bukan kesengajaan loh ya. Saya minta maaf kok. Dan orangnya bilang gapapa. Hehe. Selama durasi 3 jam di sebelah saya ya, orang ini ketawa mulu. Dan dia tim Pandji. 


Loh kok saya tahu? Bukan saya nguping ini ya tapi saya dengar dia ngomong sama rekan sebelahnya. Dan dari tepuk tangannya kelihatan banget kalau pas tim Panji dia tepuk tangan. Saya ga mau kalahlah ya. Kalau setiap habis tim Abdel yang tampil saya tepuk tangan. Hehe. Ups loh kok jadi kompetisi ini. Eh salah. Kalau ini saya bercanda saja. Kebetulan saja saya dan teman saya tim Abdel jadi kita tepuk tangan kencang kalau pas tim Abdel yang maju. Eh, ini saya ga janjian loh Sobat sama teman saya. Saya tahunya juga pas sudah di sana pas sudah mulai stand-up nya. Loh kok dia tepuk tangan samaan melulu kayak saya. Begitu loh Sobat. Lucu ga sih... hehe. Sebagai penonton natural saja gitu kita terbagi tim Pandji atau Abdel. Bisa-bisanya ya begitu...

Jadi stand up nya ini terbagi 3 sesi. Sesi pertama itu perwakilan 1 komika dari tim Abdel dan Pandji yang bersaing lalu kita vote. Sesi kedua ada Abdel dan Pandji masing-masing tampil solo 30 menit. Lalu sesi ketiga crowd work Abdel dan Pandji. Nah saya menikmati seluruh sesi dengan banyak tawa bersama penonton lainnya. Emang butuh hiburan banget ya. Seru banget sih nonton stand up ini bikin happy. Ketawa mulu pokoknya. Butuh sih memang kita relax ketawa tanpa beban menikmati hidup saja gitu. Setelah lelah bekerja boleh dong ya kita self-reward nonton. Vibe-nya beda loh nonton di acaranya langsung dengan nonton di rumah sambil rebahan. Haha. 

Tapi mata saya sudah ga kuat pas menuju jam 10 sudah mulai merem-merem. Dan benar saja saya merem alias ketiduran tepat di sesi crowd work nya Pandji. Huhuhu. Di poster kan acaranya sampai jam 10 malam ya. Eh lebih loh. Pandji selesai crowd work saja sudah jam 22.10. Habis itu masih closing penentuan pemenang battle Pandji Abdel. Dan yang menang secara total adalah Pandji. Nah, sehabis itu saya keluar duluan. Saya khawatir susah cari transport pulang kalau ramai-ramai keluar semua penonton. Terus nanti antri lift turun juga. Jangankan lift, keluar pintu auditorum juga bakal antri kan. Nah ini lega banget ga ada saingan pas keluar. Alhamdulillah lancar jaya. Kami sempat foto dulu di luar auditorium. 

Saya dan teman saya berpisah karena kita beda tujuan pulang. Alhamdulilah lancar banget pas perjalanan pulang. :)

Sampai jumpa di posting berikutnya...

Sunday, May 3, 2026

Straight to Hell Japanese Drama Review

5/03/2026 04:13:00 PM 0 Comments
Halo Sobat. Ada yang sudah nonton Straight to Hell? 

Weekend ini saya sempat nonton drama Jepang tersebut dan tamat 9 episode. Wow! Pencapaian banget rasanya setelah sekian lama. Haha.

Straight to Hell ini drama yang baru tayang di netflix. Pemeran utamanya Erika Toda. Wuah masih ingat Erika pernah main jadi Misa Amane di film Death Note. Masih unyu-unyu. Di drama kali ini perannya lebih menantang. Lebih berbeda. 



Dia berperan sebagai Kazuko Hosoki yaitu seorang fortuneteller alias peramal di Jepang di masanya dulu pasca perang dunia kedua. Kisah ini diangkat dari kisah nyata Kazuko Hosoki sendiri yang dimix dengan fiksi tentunya biar ambyar. 

Kalian boleh cek di google tentang Hosoki biar lebih yakin. Dari wikipedia dia sudah meninggal tahun 2021. Dia memang sangat terkenal di Jepang. Dia menerbitkan buku fortuneteller laris manis hingga punya acara TV sendiri. Bahkan dia masuk guiness world book of record loh dari penjualan bukunya. Tapi dari kisah hidupnya ternyata dia ada skandal dengan yakuza. Nah, bagaimanakah kisah dalam dramanya?

Saya nonton ini tuh karena penasaran temanya fortuneteller. Kan jarang ya. Terus saya pengen tahu saja bagaimana caranya dia bisa jadi fortuneteller. 

Yuk simak...

Drama ini ceritanya dibuat maju mundur. Diawali dengan Hosoki yang sudah usia senja ( walau belum senja senja amat) tapi sudah sangat berumur gitu ya. Dia bertemu dengan seorang novelis yang mengangkat kisah hidupnya dalam novelnya yang kedua. Novelis ini bernama Minori. 

Berceritalah Hosoki tentang kisah hidupnya dari masa kecilnya pasca perang dunia dua yang mana hidupnya sangat sulit hingga kesuksesannya sebagai pebisnis.

Bermula saat SMA Hosoki diam-diam bekerja di sebuah club malam. Ibunya yang seorang penjual makanan sebenarnya tidak setuju ibunya ingin dia fokus sekolah tapi dia sangat keras kepala. Dia ingin mengumpulkan uang. 

Di awal bekerja Hosoki sudah membuat perjanjian dengan pengurus club tersebut bahwa dia mau bekerja tapi tanpa menjual tubuhnya. Dia pun diterima dengan baik. Mulanya dia dibenci oleh para hostess lain. Sampai bajunya di loker disobek sobek karena dia mengungguli hostess lain menjadi hostess paling banyak menghasilkan uang. 

Lalu keluarlah dia ngedate dengan pengurus bar itu. Hosoki masih polos saat itu. Dan tejadilah hubungan intim. Dari sini, pria kaya yang sering jadi tamunya meminta dia melayaninya dengan menggunakan tubuh. Hosoki marah. Ketahuanlah bahwa Hosoki dijual oleh pengurus club tersebut ke pria itu. Dia dimanfaatkan. Dia marah besar dan hendak membakar pria itu. Tapi tidak jadi. Dia hanya menggertak.

Dari sini dia belajar bahwa dia tidak mau lagi bekerja pada orang. Dia mau membuka bisnisnya sendiri. 

Setelah itu dia keluar dari sekolah dan membuka bisnis sendiri dengan bantuan seorang investor terpercaya. Dari bisnis makanan dia sukses besar. Akhirnya dia beralih membuka bisnis club malam. Bisnis ini pun sukses besar. Hosoki kemudian kenal dengan seorang pria kaya raya dan menikah. Tapi sayang pernikahannya tidak sampai seminggu lalu bercerai. Karena memang ada yang tidak beres dengan keluarga pihak suami.

Dia kembali mengurus bisnis club. Clubnya menjadi 3 di Ginza. Permasalahan datang lagi. Dia jatuh cinta dengan seorang pria. Ternyata pria ini bukan pria baik-baik. Ini jahatnya ga ketulungan sih. Dia pura-pura baik untuk mengambil hatinya. Manipulatiflah. Dia berkata sudah insyaf dengan bisnis ilegalnya. Dan berniat membuka bisnis bareng dengan Hosoki. Tapi dengan syarat dia harus putus hubungan dengan investornya. Hosoki memang keras kepala walau sudah diingatkan investornya kalau pria ini jahat tapi tetap kukuh. Akhirnya dia membangun bisnis bersama. Saat mulai membangun gedung dan sudah jadi, banyak orang demo di depan clubnya. Ternyata para tukang dan rekanan yang belum dibayar. Uang sudah dibawa lari semua oleh si pria jahat itu. 

Hosoki terlilit hutang dan hendak bunuh diri. Tapi ada penyelamat yaitu Takeguchi. Siapa lagi ini ya. Dia adalah orang jahat berikutnya. Tak disangka dia musang berbulu domba. Dia mau membantu Hosoki melunasi hutang tapi dengan syarat dia harus jadi wanitanya. Syarat yang sangat berat. Plot twistnya adalah ternyata si pria penipu ternyata bekerja untuk Takeguchi. Mereka bersekongkol. Dan Takeguchi berhasil mengeksploitasi Hosoki baik uang maupun tubuhnya. Sumpah jahat banget.

Selanjutnya muncullah seorang yakuza bernama Hotta yang diperankan oleh Ikuta Toma. Wah lama juga ga lihat dia. Dulu ingat banget dia main di Hana Kimi. 

Hotta ini berniat baik membantu Hosoki lepas dari jeratan Takeguchi dan berhasil. Kemudian mereka saling jatuh cinta. Mereka membangun bisnis bersama dan sukses.

Lah ceritanya kok kisah cintanya si Hosoki ini melulu ya. Saya pun menunggu-nunggu kapanlah dia jadi fortunetellernya. Bagaimana caranya dia jadi fortuneteller. Sampai episode 8 baru direveal coba. Sudah jenggotan ini nunggunya hehe. Karena kan cuma 9 episode ya. Mana kisahnya kelam lagi. Ga ada bahagia- bahagianya. Urusannya ya pria dan uang. Masalah dia adalah selalu ketemu pria jahat. Hanya si Yakuza ini yang agak mending tapi ya ada adegan membagongkan juga yang bikin mereka berpisah tapi diceritakan mereka kembali lagi sebelum yakuza ini meninggal.

Jadi bagaimana dia menjadi fortuneteller? Dia belajar sobat. Itu jawabannya. Belajar dari seorang fortuneteller juga. Dia belajar mati-matian. Salah satu konsepnya adalah 6 star divinity. Ini perpaduan astrologi cina dan ilmu traditional Jepang. Ditambah dengan belajar dari fortuneteller lain yang terkenal dan menjadikan dia suaminya.

Di beberapa episode terakhir ada pergantian karakter Hosoki. Dia berubah menjadi seorang yang manipulatif dan eksploitatif. Karena apa? Uang jawabannya. Dan karena pengalaman hidupnya yang pernah dieksplotasi juga. Jadi dia pun melakukan itu ke orang lain.

Dari drama ini bisa ditarik bahwa sebenarnya Hosoki awalnya baik. Hanya saja pengalaman hidup yang membuat dia jadi akhirnya tampak tidak lagi baik. Dia itu pebisnis handal. Setiap bisnis yang dia pegang selalu suskes. Tapi banyak up and down- nya. 

Hosoki ini yang dikejar hanya uang dan popularitas. Ya kalau hidup sekuler memang apalagi yang dikejar kalau bukan uang, popularitas dan power? Beda cerita kalau orang yang religius.

Terkait novel, ternyata ga mudah menyusun biography atau true story. Karena harus research sana-sini mencari kebenaran. Beda orang yang jadi narasumber eh beda pandangan. Jadi mana yang benar? Ini kejadian banget sama Minori. Dia sampai bingung mana yang bisa dipercaya kisahnya. Relate banget sih bahwa sejarah ditulis sesuai pemenangnya, sesuai siapa yang bercerita. Benar tidaknya tidak ada yang tahu. Tak ada yang memvalidasi. Bagaimana menurutmu sobat? 

Kok saya bisa selesai nonton? Ini karena saya penasaran tadi kapan jadi fortunetellernya. Terus setiap kali datang sosok baru itu saya penasaran kira-kira apa lagi masalahnya si pria ini. Gitu kira-kira hehe. 

Nah bagaimana endingnya? Apakah novelnya terbit? Silahkan tonton saja di netflix ya. 


Saturday, May 2, 2026

Focus on What Matters Book Review

5/02/2026 03:25:00 PM 0 Comments
Halo Sobat! Ada yang sudah baca buku Focus on What Matters karya Darius Foroux? Kalau belum, buat kamu yang butuh bacaan yang bisa membuat kamu jadi pribadi yang positif dan lebih fokus pada diri sendiri, buku ini cocok banget buat kamu.

Buku ini mengajarkan konsep stoic. Apakah kamu familiar dengan istilah stoic? Stoic ini semacam ajaran dari filsuf Yunani dan Romawi tentang fokus pada apa yang bisa kita kontrol ketimbang yang tidak bisa kita kontrol. 

Buku ini menceritakan sedikit demi sedikit ajaran stoic dari Seneca, Epictatus, dan Marcus Aurelius di setiap bab. Bab yang dia tulis dia sebut sebagai surat. Setiap bab ini tidak panjang jadi cocok banget buat kamu yang butuh bacaan ringan tapi tetap menohok sebagai makanan otak kamu. Cocok banget untuk perenungan hidup.


Sebagai contoh salah satu surat adalah tentang tidak menjudge orang lain atas apa yang mereka lakukan dan menganggap bahwa mereka salah dan yang benar adalah sudut pandang kita. Kita tidak bisa berbuat demikian. Kita tidak mengetahui permasahan sebenarnya dari orang lain. Kita tidak bisa memaksa orang mengikuti standar kita. Tiap orang punya standar berbeda. 

Ini benar sekali loh sobat saya sering banget menyaksikan orang menghakimi orang lain bahkan orang dekat saya pun begitu. Nah ini saya pernah bahas di posting saya sebelumnya.

Cek posting sebelumnya tentang judmental

Ternyata sudah lama saya posting di tahun 2021.

Selanjutnya dari buku ini ada cerita tentang mencintai diri sendiri. Stoic mengajarkan kita untuk mencintai diri sendiri. Kenapa? Salah satunya karena kita 24 jam bersama diri kita sendiri. Kita paling banyak bersama diri kita. Kitalah teman sejati dari diri kita sendiri. 

Siapa yang paling mencintai diri kita? Jawabannya adalah diri kita sendiri. Lalu kenapa kita memperdulikan opini orang lain? Jika sesuatu yang kita lakukan adalah hal yang benar maka jangan pedulikan omongan orang lain karena pasti ada saja orang yang setuju dan tidak setuju bahkan orang terdekat kita sendiri juga ada yang ingin kita gagal. Hal ini bisa terjadi karena ada rasa iri. Rasa ini bisa ada dari siapa saja entah teman akrab, teman kerja bahkan keluarga. 

Intinya ada banyak pesan-pesan stoic lainnya yang bisa kamu ambil dari buku ini. Buku ini bukan berisi teori stoic ya tapi cerita-cerita kecil kehidupan yang dikaitkan dengan ajaran stoic. Dan kemungkinan besar relate dengan kehidupan kita orang biasa. 

Jadi, apakah kamu tertarik sobat?


Friday, May 1, 2026

Kenapa Kita Terobsesi Hidung Mancung?

5/01/2026 10:54:00 PM 0 Comments
Halo Sobat, tetiba saya jadi pengen membahas tema berikut: oplas alias operasi plastik.

Saya perhatikan sekarang marak selebritis pada oplas. Malah terang-terangan pada dibuat konten. Sebenarnya itu hak mereka ya mau oplas atau tidak, mau publish atau tidak, toh oplas pakai uang mereka dan mereka sendiri yang merasakan prosesnya. 

Mereka melakukan semua itu secara sadar loh. Kita netizen cuma bisa melihat lalu berkomentar. Gratis. Hehe.


Sebenarnya apa yang ingin saya sampaikan? Saya merenung saja sih. Saya bertanya-tanya. Kenapa ya mereka pada memilih oplas. Padahal mereka itu orang-orang terkenal yang mana dengan posisinya mereka itu sudah dikenal secara fisik oleh penduduk muka bumi Indonesia mereka unik asli ciptaan Tuhan yang Maha Kuasa, mereka dicintai para fans, mereka diterima oleh para fans apa adanya yang menempel pada jasad mereka. Dengan apa yang mereka miliki itu, duit ada, popularitas tinggi. Kaya raya. Lalu apa yang kurang? Apakah kurang cantik? Hidung kurang mancung? Karena rata-rata artis Indonesia oplasnya hidung. 

Ya sebenarnya wajar oplasnya hidung karena memang ciri khas Indonesia asli kan hidung ga tinggi seperti orang kaukasia. 

Mungkin standar cantik Indonesia menengok ke kaukasia yang berhidung tinggi. Walau ga setinggi hidung kaukasia, paling ga mancung gitu ya. 

Saya sendiri juga bertanya-tanya sih kadang. Ketika saya campur dengan teman-teman saya entah itu di kantor atau kuliah, lah kok saya paling pesek sih. Yang lain lumayan mancung ketimbang saya ini kategorinya flat nose. Hehe. 

Tapi ya yasudah sebatas itu saja. Memang ga punya pos uang juga buat oplas hehe. 

Maksud saya, hidung ga jadi masalah dalam pergaulan saya. Ga ada kok teman yang menghina atau tidak menerima saya karena hidung. 

Di Indonesia ini wajar banget punya hidung ga mancung. Sama halnya orang kaukasia wajar banget punya hidung mancung.
 
Lagipula hidung tidak ada efek apa-apa ke orang di sekitar. Yang ngefek itu ya perkataan dan perbuatan kita. Paling ga dalam kehidupan saya sehari-hari ya. Kalau seleb mah mungkin memang beda ya. Pokoknya harus cantik menarik. Hidung kurang atau ga mancung adalah penyebab merasa kurang cantik. 

Tapi apakah separah itu insecurenya? 

Saya rasa tiap orang cantik ganteng sesuai pemberian tuhan. Cantik ganteng relatif kan ya. Walau ada yang bilang cantik itu relatif jelek itu mutlak, emang segitunya amat ya? Tiap orang itu cantik versi masing-masing loh. Tiap orang itu unik allah ciptakan. 

Coba deh setelah oplas kok biasanya itu langsung berubah wajahnya padahal cuma hidung yang dirubah. Jadi ga unik lagi loh wajah jadi orang lain yang sama pabrikannya. Karena memang itu buatan manusia. Ciri khas wajah asli jadi hilang. Banyak loh yang begitu jadi ga kenal itu siapa. 

Jadi, kalau misal oplas supaya lebih cantik, cantik itu ga ada habisnya. Selalu saja ada orang yang lebih cantik. Ibarat di atas langit masih ada langit. Yang ada makin berambisi buat jadi lebih cantik lagi dan lagi. Setelah operasi 1 ada operasi dua tiga dan seterusnya karena manusia ga ada puasnya.

Kepuasan itu hanya sebentar euforianya dan ga ada habisnya. Manusia akan terus-menerus mencari kepuasan dan ingin terus-menerus merasakan sensasi kepuasan itu karena memang timeline-nya sebentar. Seuprit seupil. Hehe.

Lah kok jatuhnya jadi greedy. Iya ga sih. Bukankah manusia memang makhluk yang serakah? Iya juga sih tapi keseringan kita ga sadar kalau kita sudah jadi greedy. 

Lalu harus bagaimana?

Harus ada acceptance dari dalam diri kita sendiri. 

Kita terima diri kita apa adanya. Kita tidak bisa kontrol kita mau berparas seperti apa itu kuasa tuhan. Yang bisa kita lakukan ya merawat diri atas apa yang tuhan berikan. Bukan merubah. 

Kalau misal ada yang bilang kan tuntutan untuk jadi cantik. Tuntutan siapa? Fans ga minta idolanya buat oplas kok. Fans terima-terima saja idolanya bagaimana. Mungkin itu tuntutan diri sendiri ya ga sih. 

Padahal terkadang ya jika direnungi misal punya hidung pesek justru berkah justru itu yang mendatangkan banyak rezeki jadi selebriti karena kan lucu hidungnya pesek. Setelah oplas malah jadi berubah wajahnya eh lucunya jadi hilang.

Sobat, ini cuma pemikiran saya saja ya. Dan saya tidak berniat untuk mengaitkan dengan agama. 

Cantik itu relatif, unik itu abadi. Ketika kita mengubah diri demi mengejar standar orang lain, kita berisiko kehilangan ciri khas yang membuat kita istimewa. Dan pada akhirnya, kepuasan tidak akan pernah datang dari luar tapi dari kemampuan kita menerima apa yang sudah kita miliki.

Thursday, April 30, 2026

Menyusun Kepingan Puzzle

4/30/2026 09:46:00 PM 0 Comments
Halo Sobat, pernah ga sih kamu merasa seperti menyusun kepingan puzzle kehidupan? 

Maksud saya begini. Misal kamu mendapat satu potongan cerita atau kisah. Kamu mendengar itu dari seseorang mungkin dan ya sudah. Kamu tidak mencari tahu bak detektif. Tapi perlahan-lahan satu demi satu kepingan itu terkumpul dan jadilah satu gambar alias satu cerita utuh alias oh ini ternyata maksudnya. Kalian mengerti yang saya maksud kan ya.

Jadi kepingan kepingan itu terbuka sendiri sobat tanpa kamu mencari tahu. Ibaratnya datang sendiri. Dan setelah sekian lama kamu baru tahu oh ternyata ini. Pernah tidak sobat?

Saya ada nih cerita begitu. 

Cerita pertama:
Bos lama saya alias mantan bos karena sudah tidak sekantor lagi cerita ke saya bahwa temannya belum ketemu-ketemu jodohnya di kala orang lain pada gampang ketemu jodohnya tapi ga sedikit juga dari mereka yang pada akhirnya berpisah. Dan temannya ini akhirnya ketemu juga jodohnya yang usianya 10 tahun lebih muda. Kala itu saya tak ada gambaran siapakah yang diceritakan bos saya. Saya berpikirnya karena itu teman si bos artinya seumuran dengan si bos. Saya juga berpikir bahwa bos memberi motivasi sebelum melepas saya pindah. Ok. Done.

Pindahlah saya ya ke kota dan kantor berbeda. Setelah lima tahun saya pindah di kantor baru  baru ngeh saya dengan cerita bos saya. Sumpah saya tidak menyangka. Karena ternyata pria yang menikah dengan teman bos saya itu adalah rekan kerja yang selama ini kerja seruangan dengan saya. Omg. 


Betapa hidup ini tidak terduga. Saya cuma berdecak kagum. Selama ini saya sungguh tidak tahu. Saya memang orangnya ga kepo juga sih dengan urusan pribadi orang lain. Selama ini saya mengira bahwa rekan kerja saya ini istrinya 10 tahun lebih muda. Rupanya saya salah sangka alias salah mencerna cerita yang saya dengar dari teman saya yang lain. 

Ya Tuhan... hingga saya menemukan kejanggalan kejanggalan seperti misal kalau memang istrinya ini lebih muda 10 tahun kenapa bisa ikut acara penting bareng direktur. Karena kalau 10 tahun lebih muda kan semestinya masih pegawai baru hitungannya. Kok sepenting itu? 

Nah ada juga momen kok saya lihat mereka ngobrol berdua di ruangan tapi kan saya ga tahu kalau itu istrinya karena saya lihat jauh lebih dewasa. Anggapan saya di awal kan 10 tahun lebih muda. Saya juga nggak kepo sih orangnya saya ga tanya siapa siapa juga. Kan biasa ya sesama pegawai ngobrol karena ada urusan. 

Lalu teman saya cerita sendiri dong kalau si pria ini dipanggil istrinya. Lah jadi tadi yang papasan waktu saya keluar dari toilet dan mereka lagi ngobrol itu ternyata istrinya? Omg. Dari sinilah kemudian saya teringat cerita bis saya. Dan saya cuma senyum senyum sih. Oalah ternyata ini yang dimaksud bos saya. Hehe

Cerita 2:
Dari tempat tinggal saya selang 2 rumah ada seorang ibu yang sering ketemu saya saat saya lewat depan rumahnya. Ibu ini ramah dan selalu bertegur sapa dengan saya kalau ketemu di jalan. Pernah suatu hari saya baru balik kampung ketemu dengan saya lalu ngobrol sebentar. Ibu ini bilang si A kok belum pulang ya. A ini saya tidak tahu siapa tapi perkiraan saya adalah anak kos ibu ini. Ibu ini bercerita menyebut nama A seolah saya kenal saja padahal saya tidak tahu menahu. Dan ini beberapa kali sudah ibu ini menyebut saat bertegur sapa dengan saya di depan rumahnya. 

Di lain kesempatan, belakangan saya sering naik ojek ke kantor. Nah saat saya nunggy ojek di pinggir jalan, sering ada tukang ojek yang sudah mangkal lalu nanya apakah saya adalah A. Dan ini sering banget loh. Saya bilang bukan. Tapi di momen lain saya menyaksikan sendiri kalau si A ini satu kantor dong dengan saya dari seragamnya. Tapi saya tidak kenal. 

Lalu belum lama ini salah satu pegawai baru pindah ke kantor saya dan satu ruangan dengan saya tanya ke saya apakah saya satu kos dengan A. Wah A lagi disebut. Saya bilang tidak. Bahkan saya ga kenal. Saya juga ga tahu orangnya yang mana. Karena kan pas saya lihat orangnya naik ojek pakai masker ya. 

Ternyatanya lagi dia itu teman seangkatan teman seruangan saya yang lain. Teman saya ini cukup akrab dengan saya. Kata teman saya, pasti saya pernah lihat cuma ga tahu saja itu namanya. Lalu teman saya kasih fotonya. Dan benar dong ya saya ga asing pernah lihat si A ini. Nah begitulah sobat teka teki bak kepingam puzzle itu terjawab sendiri tanpa saya mencari tahu. Begitu ya cara Tuhan membuat kita tahu sesuatu itu ada ada saja jalannya. Seringnya ga terduga.

Bagaimana menurutmu sobat? Apakah cerita ini relate sama kamu?

Hidup itu seperti puzzle. Kamu tidak perlu memaksakan semua potongan pada tempatnya. Beberapa potongan akan datang sendiri pada waktu yang tepat, dari arah yang tidak terduga, dengan cara yang membuatmu hanya bisa tersenyum dan berkata, "Oalah, ternyata."


Tidak apa-apa tidak tahu.

Tidak apa-apa tidak kepo.

Tidak apa-apa menunggu.

Karena dunia (atau Tuhan) punya cara sendiri untuk menunjukkan apa yang perlu kamu tahu ketika kamu siap, atau ketika kamu tidak sedang mencarinya.



Monday, April 27, 2026

Good Vibes Good Life Book Review

4/27/2026 10:34:00 PM 0 Comments
Halo Sobat apa kabar? Lama tak bersua ya setelah lebaran. Kali ini saya mau membahas buku berjudul Good Vibe Good Life karya Vex King. Buku ini sebenarnya sudah lama saya beli, lebih dari 5 tahun. Tapi baru sekarang selesai saya baca. Itu pun karena saat pulang kampung lebaran lalu saya bawa ke Jakarta. Jadinya saya sempatkan untuk membaca. Dan memang dari awal beli dulu saya sudah suka dengan buku ini. Karena beberapa hal belum saya lanjut baca. Jadinya saya ulang lagi dari awal. 

Saya suka tipe buku seperti ini. Buku ini ringan bahasanya. Isinya juga tidak berat. Penulis menceritakan kisahnya dengan sudut pandang orang pertama jadi seperti membaca novel atau kisah nyata. Yang saya suka adalah pikiran-pikiran penulis yang dituangkan dalam buku ini. Bagaimana dia merefleksi kisah hidupnya. 

Maaf sobat, sudah lecek pula ini cover bukunya 😂

Saya selalu suka membaca pemikiran orang lain terhadap hal-hal kecil dalam hidup. Justru dari kisah-kisah sederhana itu saya mendapat insight karena memang relate dalam kehidupan nyata orang biasa sehari-hari. 

Buku ini menceritakan hal-hal positif yang bisa kita ambil dalam hidup. Pokoknya bagus banget buat kamu yang memang butuh positivity. Recommend! Bisa jadi bacaan santai di kala sore hari sambil ngopi atau minum teh. :)

Di buku ini dia bercerita bagaimana dulu dia hidup susah. Dia hanya tinggal dengan ibunya dan seterusnya. Dia bercerita bagaimana dia berani mengambil keputusan dari tempat kerja yang menurutnya toksik. Meski orang lain menganggapnya cukup berani dan naive karena dia keluar dalam kondisi keuangan yang tidak aman atau stabil alias punya sedikit tabungan. Tapi di sisi lain dia justru bersyukur setiap pagi dia bangun tidur karena terbebas dari lingkungan kerja toksik dan menurutnya bekerja di tempat yang salah. 

Apa yang dia lakukan memang sebuah keberanian. Tidak semua orang berani bertindak sepertinya. Sebagian besar orang akan bertahan di pekerjaan yang sebenarnya tidak dia sukai karena alasan finansial. Sejatinya jebakan finansial itulah yang membuat orang terjebak dalam pekerjaan sehingga tidak bisa meninggalkannya. 

Begitulah hidup ya sobat. Setiap orang butuh keamanan finansial. Tapi di sisi lain bertahan dalam pekerjaan secara terpaksa juga tidak membuat seseorang itu bahagia. Justru kebahagiaan jiwanya akan terganggu. 

Hidup memang tidak selalu indah. Selalu ada pilihan yang bisa kita pilih secara sadar. Dan kita tidak perlu menyalahkan siapa-siapa karena kita sendiri yang memilih untuk menjalaninya.

Ini cuma salah satu contoh refleksi yang dia bahas. Hal spiritual pun ia ceritakan dalam buku ini. Misalnya dia bertemu orang-orang berbeda dan setiap orang itu memandangnya seperti ada sesuatu padanya. Bahkan ada yang berkata padanya bahwa di masa lalu dia adalah seorang yang penting dalam militer. Nah, ini sudah menyangkut hal spiritual yang tidak kasat mata. Dia sendiri tidak percaya dengan cerita semacam itu. Semacam cerita reinkarnasi kali ya. Hanya orang-orang yang punya indera keenam yang bisa melihat hal-hal semacam itu. Dan soal kebenarannya wallahu alam. Percaya tidak percaya itu hak masing-masing.

Bagaimana coba sobat seandainya kalian bertemu orang asing entah di jalan, di pesawat, di pasar atau di manalah ya lalu ada orang yang memandang kalian dan mengajak bicara kemudian orang itu cerita hal-hal gaib tentangmu di masa lalu. Eh, dulu kamu itu seorang bajak laut misal. Hehe. Apa tanggapanmu sobat? 

Ok, sekian dulu ya review dari saya. Jika kamu berminat baca bukunya silahkan dibeli. Selamat membaca! :)