Tembus 1000 Posting!
Terkadang, aku lupa bagaimana semuanya dimulai.
Pada 2007, aku hanya ingin menulis. Tidak ada rencana besar. Tidak ada bayangan bahwa suatu hari tulisan-tulisan itu akan mencapai angka 1.000. Aku hanya menulis satu paragraf, lalu satu paragraf berikutnya, tanpa tahu akan dibawa ke mana semuanya.
Dan ternyata, tulisan itu terus berlanjut.
Hari ini, aku menulis postingan ke-1000.
Kalau dipikir-pikir, angka itu terasa sedikit tidak masuk akal. Seribu tulisan. Tujuh belas tahun perjalanan. Blog yang masih sama, tempat yang sama, dan entah berapa banyak cerita yang sudah pernah kutinggalkan di dalamnya.
Dulu, aku tidak membuat blog ini untuk menjadi siapa-siapa.
Blog ini lahir dari keinginan untuk berbicara tanpa banyak suara. Untuk bercerita tanpa harus tampil. Untuk menulis tanpa perlu dikenal.
Aku hanya ingin menyimpan sesuatu.
Fragmen pikiran. Perasaan yang sulit dijelaskan. Pengalaman sehari-hari. Hal-hal kecil yang mungkin saat itu terasa penting, lalu beberapa tahun kemudian hampir terlupakan.
Tulisan-tulisan awalku pun sangat sederhana. Kadang hanya beberapa paragraf. Kadang curhat yang tidak jelas arahnya. Kadang cerita tentang sesuatu yang mungkin bagi orang lain tidak penting sama sekali.
Aku menulis bukan untuk popularitas. Bukan untuk validasi. Bahkan, aku tidak terlalu memikirkan apakah ada yang membaca.
Lalu waktu berjalan.
Satu tulisan terbit. Kemudian tulisan berikutnya. Lalu berikutnya lagi.
Tanpa strategi. Tanpa target SEO. Tanpa promosi besar-besaran.
Aku bahkan tidak pernah benar-benar mempromosikan blog ini di media sosial. Tidak banyak orang di dunia nyata yang tahu bahwa aku masih menulis di sini.
Namun ternyata, ada yang datang.
Pelan-pelan, aku mulai melihat jejak-jejak mereka melalui statistik kunjungan. Ada yang datang dari Google karena mencari sesuatu yang kebetulan pernah kutulis. Ada yang datang karena sebuah judul. Ada yang mungkin hanya tersesat karena kata kunci yang aneh.
10 kunjungan
20 kunjungan
50 kunjungan
1000 kunjungan
Lalu angka-angka itu terus bertambah.
Aku tidak tahu siapa mereka. Tidak tahu dari mana mereka datang. Tidak tahu apa yang mereka pikirkan setelah membaca.
Tapi mereka ada.
Dan sejak saat itu, aku sadar bahwa ternyata aku tidak pernah benar-benar menulis sendirian.
Blog ini tumbuh bersamaku.
Tahun-tahun berganti. Hidupku berubah. Cara pandangku berubah. Begitu juga cara menulisku.
Dulu aku mungkin lebih alay. Sekarang aku belajar untuk menulis dengan lebih lugas.
Ada tulisan yang sudah tidak lagi terasa seperti diriku yang sekarang. Ada juga tulisan lama yang ketika kubaca kembali membuatku tersenyum karena mengingatkan pada seseorang, suatu masa, atau versi diriku yang pernah ada.
Semuanya tetap menjadi bagian dari perjalanan.
Lambat laun, beberapa jenis tulisan mulai menjadi ciri khas blog ini. Salah satunya adalah review novel dewasa romantis, disusul berbagai tulisan tentang buku, lagu, film, pengalaman sehari-hari, dan hal-hal lain yang menarik perhatianku.
Lucunya, justru tulisan-tulisan yang dulu kuanggap ecek-ecek sering kali menjadi tulisan yang paling banyak dicari.
Ada yang terus muncul di hasil pencarian selama bertahun-tahun. Ada yang dibaca berulang kali oleh orang-orang yang bahkan tidak pernah kutemui.
Di situlah aku belajar sesuatu.
Kita tidak pernah benar-benar tahu tulisan mana yang akan berarti bagi orang lain.
Sebuah tulisan yang menurut kita biasa saja mungkin datang kepada seseorang pada waktu yang tepat.
Mungkin seseorang sedang mencari informasi.
Mungkin sedang mencari rekomendasi novel.
Mungkin sedang ingin tahu apakah orang lain pernah merasakan hal yang sama.
Atau mungkin hanya sedang sendirian pada suatu malam dan membutuhkan sesuatu untuk dibaca.
Aku tidak pernah tahu.
Dan mungkin memang tidak perlu tahu.
Karena blog ini tidak pernah dibangun untuk menjadi sebuah panggung.
Ia lebih seperti rumah.
Tempat aku bisa menulis tanpa harus sempurna. Tempat aku bisa bercerita tanpa harus menjelaskan semuanya. Tempat aku menyimpan sebagian kecil dari hidupku, dan ternyata bagian kecil itu tidak sesederhana yang pernah kukira.
Hari ini, setelah 17 tahun, blog ini telah melewati 1.000 tulisan dan lebih dari 1,5 juta kunjungan.
Angka itu tentu saja membuatku senang.
Tapi kalau boleh jujur, yang paling membuatku terharu bukan angkanya.
Melainkan kenyataan bahwa selama bertahun-tahun, ada orang-orang yang datang ke sini.
Ada yang membaca sekali lalu pergi.
Ada yang tersesat lalu betah.
Ada yang mungkin datang berkali-kali.
Ada yang tidak pernah meninggalkan komentar, tetapi tetap menjadi bagian dari perjalanan blog ini.
Kalian semua mungkin tidak mengenalku.
Aku juga tidak mengenal kalian.
Namun, melalui tulisan, kita pernah bertemu.
Diam-diam.
Tanpa perlu saling tahu nama.
Dan untuk itu, aku ingin mengucapkan terima kasih.
Terima kasih kepada kalian yang sudah mengikuti blog ini sejak lama.
Terima kasih kepada kalian yang baru menemukan tulisan-tulisan ini hari ini.
Terima kasih juga kepada kalian yang mungkin datang karena Google, mengetik sesuatu yang sama sekali tidak berhubungan dengan siapa diriku, lalu entah bagaimana akhirnya sampai di sini.
Kalian mungkin hanya menghabiskan beberapa menit untuk membaca.
Tapi bagi orang yang menulisnya, mengetahui bahwa tulisan itu sampai kepada seseorang selalu berarti.
Aku tidak tahu sampai kapan blog ini akan terus berjalan.
Mungkin suatu hari nanti aku akan lebih jarang menulis. Mungkin akan ada jeda panjang. Mungkin hidup akan membawaku ke tempat lain.
Tapi hari ini aku tahu satu hal.
Menulis telah menjadi bagian dari hidupku.
Bukan sekadar aktivitas untuk mengisi waktu, tetapi salah satu cara yang kupunya untuk memahami diri sendiri, mengingat masa lalu, dan melihat dunia dari sudut pandangku sendiri.
Melalui blog ini...
Aku hanya ingin terus bercerita.
Dan mungkin itu sudah cukup.
Seribu tulisan bukan akhir.
Ia hanya sebuah titik.
Titik kecil yang menandai bahwa perjalanan panjang ini pernah terjadi, sekaligus menjadi jembatan menuju tulisan berikutnya.
Karena selama masih ada sesuatu yang ingin kuceritakan, selama masih ada pikiran yang belum selesai, dan selama masih ada satu hal yang belum terucap, blog ini akan tetap hidup.
Dari 2007 hingga hari ini.
Dari satu tulisan sederhana hingga 1.000 tulisan.
Dari sebuah blog yang awalnya hanya menjadi tempat menyimpan kata-kata, hingga menjadi rumah bagi begitu banyak cerita.
Untuk kalian yang membaca, sekali lagi aku ingin bilang: terima kasih.
Terima kasih sudah hadir.
Sudah membaca.
Sudah ikut diam-diam menumbuhkan blog ini, tanpa aku tahu siapa kalian.
Blog ini akan terus hidup, selama aku masih punya rasa ingin bercerita.
Karena menulis, ternyata, adalah cara terbaikku untuk tidak hilang.
Terima kasih sudah membaca.
Sampai bertemu di tulisan berikutnya.
— Reana






