Saturday, August 1, 2026
Monday, May 26, 2025
31. Mengapa Rasa Sepi Sering Datang Tanpa Sebab?
Ada malam-malam ketika kita merasa sepi padahal tidak sedang sendiri. Ada sore yang hening meskipun di tengah keramaian. Rasa sepi itu datang, menyelinap diam-diam tanpa aba-aba, seperti angin yang menelusup ke celah jendela yang terbuka. Tidak ada peristiwa besar yang memicunya. Tidak ada kehilangan, tidak ada kata perpisahan. Hanya ada ruang kosong yang tiba-tiba terasa begitu luas di dalam dada.
Mengapa rasa sepi bisa datang tanpa sebab? Barangkali karena sepi bukan hanya tentang ketiadaan orang di sekitar kita, tetapi tentang jarak yang tumbuh diam-diam di dalam batin. Barangkali karena tubuh kita ada di sini, tetapi jiwa kita sedang mengembara ke tempat lain—ke kenangan yang belum selesai, ke harapan yang belum tercapai, atau ke luka yang belum benar-benar sembuh.
Sepi bisa menjadi cermin. Ia memperlihatkan apa yang selama ini kita tutupi dengan tawa dan kesibukan. Ia mengingatkan bahwa ada bagian dari diri kita yang sedang menanti untuk diajak bicara. Sepi bisa datang sebagai pertanda bahwa kita butuh jeda—untuk mendengarkan diri sendiri, untuk bertanya hal-hal yang selama ini kita abaikan: Apakah aku bahagia? Apakah aku jujur dengan diriku sendiri? Apakah aku lelah?
Kita sering menyalahkan sepi, padahal ia hanya ingin memberi ruang. Sepi bukan musuh, melainkan pesan. Barangkali bukan tanpa sebab ia datang—ia hanya datang tanpa alasan yang bisa kita terjemahkan dengan logika. Ia datang karena jiwa kita memanggil, dengan bahasa yang hanya bisa didengar dalam diam.
Ada pula kemungkinan bahwa sepi adalah warisan bawah sadar dari pengalaman kita terdahulu. Mungkin ada trauma kecil yang tak pernah kita sadari, atau luka yang tidak kita akui, yang perlahan membentuk kebiasaan batin untuk merasa sendiri bahkan ketika tidak. Pikiran kita bisa saja telah belajar untuk mengasosiasikan momen tenang sebagai sinyal bahaya, karena di masa lalu, ketenangan pernah menjadi ruang munculnya rasa kehilangan.
Kadang, rasa sepi muncul sebagai pertanda bahwa kita sedang berada di persimpangan hidup, bahwa ada keputusan yang belum dibuat, atau bahwa kita sedang jauh dari makna yang selama ini kita kejar. Ia bisa jadi panggilan sunyi dari jiwa untuk kembali kepada sesuatu yang benar-benar penting—bukan hanya pencapaian, tapi juga koneksi, bukan hanya kebisingan, tapi juga keintiman.
Menerima kehadiran sepi bukan berarti menyerah pada kesendirian, melainkan berdamai dengan diri sendiri. Sebab, bisa jadi, rasa sepi yang datang tanpa sebab itu sebenarnya adalah cara semesta mengajak kita pulang—kepada diri kita yang sesungguhnya.
"Sepi bukan berarti tidak ada siapa-siapa, tapi saat kau tak lagi mengenali dirimu sendiri." – Anonim
Tuesday, April 29, 2025
1. Merasa Tertinggal? Ini Cara Mengubah Perspektifmu
Walau sudah membahas tentang merasa tertinggal di 3 posting sebelumnya, tapi rasanya masih belum puas. Karena memang ini relate banget sama diri aku sendiri. Jadi Sobat aku bikin beberapa posting berikutnya yang membahas tentang tertinggal ya. Semoga mencerahkan ya khususnya buat kamu kamu yang relate. Walau mungkin ada info yang sedikit ngulang, eh kok mirip ya perasaan sudah pernah dibahas, tidak apa apa ya sobat biar lebih tajam menusuk batinmu hehe. Dan untuk posting pertama ini aku ambil Judul No.1: "Merasa Tertinggal? Ini Cara Mengubah Perspektifmu". Oke langsung simak aja ya!
Merasa Tertinggal? Ini Cara Mengubah Perspektifmu
Pernahkah kamu merasa seolah semua orang di sekitarmu bergerak maju lebih cepat, sementara kamu tetap di tempat? Perasaan tertinggal dalam hidup sangatlah umum, apalagi di era media sosial di mana pencapaian orang lain tampak begitu nyata dan mengkilap. Namun, penting untuk disadari: perasaan tertinggal bukan berarti kamu gagal. Kadang, yang perlu kita lakukan hanyalah mengubah cara kita memandang perjalanan hidup ini.
Setiap Orang Memiliki Waktu yang Berbeda
Kita sering terjebak dalam timeline sosial yang tidak nyata: lulus kuliah di usia 22, menikah di usia 25, sukses besar di usia 30. Padahal kenyataannya, setiap orang punya jam hidupnya sendiri. "You are not late. You are on your own time zone." Kata-kata ini penting diingat ketika rasa cemas mulai menguasai. Kecepatanmu bukanlah tolok ukur keberhasilanmu.
Tidak ada satu pun jalan hidup yang harus diikuti semua orang.
Definisi Kesuksesan Itu Pribadi
Apa arti sukses bagimu? Apakah itu kekayaan, kebahagiaan, ketenangan, atau mungkin kebebasan? "Success is liking yourself, liking what you do, and liking how you do it," kata Maya Angelou. Mungkin kamu merasa tertinggal hanya karena menggunakan standar orang lain untuk menilai hidupmu sendiri. Saatnya mendefinisikan sukses menurut dirimu sendiri, bukan dunia luar.
Kesuksesan sejati datang dari dalam, bukan dari penilaian orang lain.
Fokus Pada Progresmu Sendiri
Membandingkan diri dengan orang lain itu melelahkan dan tidak produktif. Setiap langkah kecil yang kamu ambil menuju tujuanmu adalah pencapaian besar. Seperti pepatah mengatakan, "Little by little, a little becomes a lot." Fokuslah pada apa yang sudah kamu capai, sekecil apapun itu, dan terus melangkah.
Konsistensi jauh lebih berharga daripada kecepatan.
Melihat Kesempatan Dalam Setiap Keterlambatan
Sering kali, keterlambatan dalam hidup justru membawa kita ke jalan yang lebih sesuai dengan siapa kita sebenarnya. Banyak orang menemukan passion sejatinya setelah mengalami 'keterlambatan' dalam karier atau pendidikan. "Sometimes, not getting what you want is a wonderful stroke of luck," ujar Dalai Lama.
Tertunda bukan berarti gagal, bisa jadi itu adalah perlindungan.
Berhenti Membandingkan Bab 1 Dengan Bab 20 Orang Lain
Saat kamu membandingkan dirimu dengan orang lain, ingat bahwa kamu mungkin baru di awal perjalananmu, sementara mereka sudah bertahun-tahun berproses. "Don't compare your beginning to someone else's middle," tulis Jon Acuff. Setiap orang berjuang dengan tantangan yang tidak terlihat dari luar.
Perjalanan setiap orang dimulai dari tempat yang berbeda.
Percaya Pada Waktu yang Tepat
Ada kekuatan besar dalam mempercayai proses. Apa yang terasa lambat hari ini bisa membuahkan hasil luar biasa di masa depan. "Trust the timing of your life," adalah nasihat sederhana namun dalam. Tidak semua hal harus terjadi sekarang, dan itu tidak apa-apa.
Kamu sedang dipersiapkan, bukan ditinggalkan.
Berikan Diri Sendiri Rasa Kasih Sayang
Saat merasa tertinggal, kita sering menjadi kritikus terburuk bagi diri sendiri. Padahal, yang kita butuhkan adalah kebaikan, bukan kecaman. "Talk to yourself like someone you love," kata Brené Brown. Perlakukan dirimu dengan belas kasih sebagaimana kamu memperlakukan sahabatmu sendiri.
Kamu pantas mendapatkan dukungan dari dirimu sendiri.
Kesimpulan: Kamu Tidak Tertinggal
Merasa tertinggal adalah bagian alami dari perjalanan hidup. Tapi kenyataannya, kamu berjalan di jalurmu sendiri. Kamu berkembang, kamu belajar, dan itu lebih berharga daripada pencapaian yang instan. Ingatlah, "The race is long, and in the end, it's only with yourself." Setiap langkah yang kamu ambil adalah kemenangan. Teruslah berjalan. Kamu tepat di mana kamu seharusnya berada.
Gimana sobat? Apakah relate? Apakah kamu suka dengan posting ini? Tertarik ke posting berikutnya?
Dalam hangatnya kasih, dunia menjadi tempat yang lebih indah.
Tuesday, April 1, 2025
Kenapa Hidup Tak Seperti yang Kumau?
"Hidup adalah apa yang terjadi saat kita sibuk membuat rencana." – John Lennon
Kita semua pasti pernah merasa bahwa hidup ini tidak berjalan sesuai keinginan. Harapan yang tidak terwujud, rencana yang gagal, dan kenyataan yang jauh dari ekspektasi sering kali membuat kita bertanya: Kenapa hidup tak seperti yang kumau?
1. Ekspektasi vs. Realitas
Salah satu alasan utama kita merasa kecewa adalah karena kita memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap hidup. Kita membayangkan jalur yang mulus menuju impian, tetapi kenyataan sering kali penuh dengan rintangan.
-
Ekspektasi: Pekerjaan impian setelah lulus kuliah.
-
Realitas: Persaingan ketat, lamaran ditolak berkali-kali.
-
Ekspektasi: Hubungan yang selalu harmonis.
-
Realitas: Konflik, perbedaan, dan perpisahan.
Semakin besar jurang antara ekspektasi dan realitas, semakin besar pula rasa kecewa yang kita alami.
2. Hidup Tidak Selalu Adil
Kita sering berpikir bahwa usaha yang besar akan selalu menghasilkan kesuksesan. Namun, kenyataannya tidak selalu demikian. Ada orang yang bekerja keras tetapi tetap tertinggal, sementara ada yang beruntung meski usahanya minim.
- Faktor keberuntungan memainkan peran besar dalam hidup, sesuatu yang tidak bisa kita kendalikan sepenuhnya.
- Kesempatan tidak selalu datang secara merata untuk semua orang.
Ini bukan berarti kita harus menyerah, tetapi memahami bahwa tidak semua hal bisa kita kendalikan dapat mengurangi kekecewaan.
3. Perubahan yang Tak Terduga
Hidup penuh dengan ketidakpastian. Kadang-kadang, rencana yang kita susun dengan baik harus berubah karena hal-hal di luar kendali kita.
- Kehilangan orang yang kita cintai.
- Kesehatan yang memburuk secara tiba-tiba.
- Krisis ekonomi yang memengaruhi karier dan kehidupan kita.
Perubahan bisa menyakitkan, tetapi sering kali di baliknya ada pelajaran yang berharga.
4. Hidup Memiliki Caranya Sendiri
Terkadang, sesuatu yang kita anggap buruk di masa kini ternyata membawa kebaikan di masa depan. Kita mungkin merasa gagal karena tidak mendapatkan pekerjaan impian, tetapi akhirnya menemukan jalur karier yang lebih cocok.
- Hidup tidak selalu memberikan apa yang kita inginkan, tetapi sering kali memberikan apa yang kita butuhkan.
- Setiap pengalaman, baik atau buruk, membentuk kita menjadi pribadi yang lebih kuat.
"Kita tidak bisa mengarahkan angin, tetapi kita bisa menyesuaikan layar." – Dolly Parton
5. Menerima dan Beradaptasi
Jika hidup tidak berjalan seperti yang kita mau, ada dua pilihan: terus meratapi keadaan atau mencari cara untuk beradaptasi.
- Belajar menerima bahwa hidup memang tidak sempurna.
- Menyesuaikan rencana dengan realitas yang ada.
- Mencari makna dari setiap pengalaman, baik yang menyenangkan maupun menyakitkan.
Kesimpulan
Hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan keinginan kita, tetapi itu bukan berarti kita tidak bisa menemukan kebahagiaan di dalamnya. Kadang-kadang, yang kita butuhkan bukanlah mengubah dunia agar sesuai dengan kemauan kita, tetapi mengubah cara kita melihat dunia. Dengan menerima ketidaksempurnaan hidup, kita bisa menemukan kebahagiaan yang lebih sejati—bukan dari apa yang kita dapatkan, tetapi dari bagaimana kita menjalani perjalanan ini.
Bagaimana dengan kamu? Pernahkah mengalami momen ketika hidup tidak berjalan sesuai harapan? Bagaimana cara kamu menghadapinya?
Wednesday, February 21, 2018
Hati-hati Makan Ikan Fugu: Lebih Berbahaya dari Sianida!
Racun yang terkandung dalam ikan fugu adalah tetrodotoxin. Bagian tubuh yang mengandung racun adalah hati, ovarium dan usus. Ovarium adalah bagian yang paling mematikan. Sementara hati dan usus pun juga berpotensi mematikan. Orang yang keracunan maka akan mual, kelelahan, sakit kepala dan sulit bernafas.
Hidangan dari ikan fugu ini mahal dan juga berpotensi mematikan tapi kenapa orang masih tetap mengonsumsi? Heran tidak? Harganya bisa mencapai 50$ lebih per kepala loh. Bahkan ada yang mencapai 120$. Mungkin karena ikan ini enak. Rasanya agak kenyal. Terlebih lagi ikan ini musiman. Dimakan di kala musim dingin disertai dengan saus kecap tambah nikmat. Dan yang terpenting adalah teksturnya.
Juga yang tak kalah serunya dan paling menantang adalah sensasinya! Kamu bertaruh nyawa ketika memakan ikan ini. Karena kamu tidak akan pernah tahu bahwa kamu akan hidup atau mati setelah mengonsumsi ikan ini. Hmm... interesting.
Kalau dilihat bentuk ikan mentahnya sih cantik sekali pas menggelembung disertai duri-durinya yang tajam keluar dari kulitnya. Tak menyangka ternyata semematikan itu.
"Sudah pernah makan belum?" tanyanya.
"Apa? Fugu?" saya balik bertanya.
Saya belum pernah dengar malah. Hihi. Eh, tapi kalau ikan buntal sudah pernah nonton di tv waktu liburan lalu.
Teman saya cerita kalau ikan fugu ini mahal dan juga mematikan. Kalau salah mengolah bisa berbahaya. Lalu dia kirim kedua gambar yang saya unggah di atas. Itu kiriman dari dia. Tapi sayang dia tak bisa menyertakan sumbernya saat saya minta link-nya. Jadi, gambar tersebut kredit ke pemiliknya ya. :)
#PerempuanBPSMenulis
#MenulisAsyikdanBahagia
#15HariBercerita
#HariKe15
Source:
https://id.wikipedia.org/wiki/Fugu
http://www.bbc.com/news/magazine-18065372
Tuesday, February 20, 2018
Korean Odyssey (Hwayugi) Review
Dari awal episode pertama, ceritanya menarik menurut saya. Apalagi ada Lee Seung Gi yang perannya menyebalkan di situ. Makin cocoklah ya.
Dikisahkan...
Jin Seon Mi kecil adalah anak spesial yang mempunyai kemampuan melihat makhluk halus di sekitarnya. Dia selalu membawa payung kuning untuk menghindari serangan makhluk halus. Suatu ketika dia diserang makhluk halus dan diselamatkan oleh Ma Wang (Cha Seung Won) dengan payung ajaibnya berwarna hitam. Kala itu, Jin Seon Mi meminta Ma Wang untuk menukar dengan payungnya.
Ma Wang justru mengarahkan Jin Seon Mi ke suatu tempat dimana hanya manusia spesial yang bisa ke sana. Seon Mi pun menurut dan sampai ke tempat itu juga. Di sana dia bertemu dengan Son Oh Gong (Lee Seung Gi). Son Oh Gong adalah demon yang saat itu kondisinya sedang dirantai dan dikerangkeng di suatu tempat seperti rumah di atas bukit tapi tak terlihat manusia biasa.
Saat itu Jin Seon Mi yang mengeluarkannya dari sana tapi mereka membuat kontrak bahwa Son Oh Gong akan menjadi pelindungnya dari roh jahat. Kapan pun Jin Seon Mi memanggilnya dia akan datang. Setelah Son Oh Gong terbebas dari belenggu, rupanya dia sungguh licik. Dia mengambil ingatan Jin Seon Mi akan nama Son Oh Gong sehingga Jin Seon Mi tidak akan pernah ingat namanya dan tidak akan pernah bisa memanggilnya sewaktu dia membutuhkan. Jin Seon Mi pun tertipu.
Suatu ketika, Jin Seon Mi kembali bertemu dengan Son Oh Gong dan mereka masih saling mengenali. Tapi Seon Mi masih belum tahu nama Son Oh Gong sampai suatu ketika Son Oh Gong mengembalikan ingatannya. Jin Seon Mi juga mengaktifkan Geumganggo (gelang) ke tangan Son Oh Gong untuk membuatnya terikat ke Jin Seon Mi. Gelang itu pemberian dari Ma Wang. Rupanya gelang tersebut malah membuat Son Oh Gong jatuh cinta kepada Jin Seon Mi. Uhuk-uhuk.
Di beberapa episode kisahnya tentang Jin Seon Mi mengatasi menghilangkan makhluk halus dengan bantuan Son Oh Gong. Kalau ini sih menurut saya kurang seru. Tapi tenang, cerita makin menarik ketika kemunculan Bu Ja (Jin Se Ra). Jin Se Ra adalah gadis yang meninggal tak wajar dan hidup kembali berkat darah Jin Seon Mi. Namun dia hidup sebagai zombie.
Menurut saya Bu Ja ini karakter yang paling menarik. Aktrisnya juga bagus aktingnya. Saya sih suka dengan kehadirannya.
Tokoh lain ada General Winter dan Fairy Summer. Mereka ini kakak adik tapi berbagi tubuh. Kalau kamu tidak ngeh alias paham, Fairy Summer ini adalah orang yang sama yang memerankan General Winter. Cantik kan? Hihi
Ma Wang (Cha Seong Won) hadir sebagai CEO Lucifer Entertainment dan bekerja menjadi juri acara pencarian bakat di tv. Sosoknya di sini sungguh lucu loh apalagi ketika bau darah Sam Jang. Hihi. Dan dia sendiri memang mengincar darah Sam Jang. Karena darah Sam Jang bisa membuat dia menjadi Deity.
Ada Lee Hong Ki yang berperan sebagai artis terkenal di Lucifer Entertainment. Dia berteman dengan Son Oh Gong. Para demon ini tinggal serumah dan hidup mewah.
Sejauh ini, drama ini tak sedahsyat Goblin tapi cukup lumayan untuk ditonton karena menghibur.
Drama in mengusung 20 episode dan ditayangkan di TvN. Baru tayang sampai episode 16. Kalau kamu tertarik silahkan tonton ya! :)
#MenulisAsyikdanBahagia
#15HariBercerita
#HariKe14
Monday, February 19, 2018
Good Night Story 3
Yuk simak!
Once upon a time there was a family - mum, dad and a little son, who lived on the city edge. They had a beautiful small house. In the yard of the house was a big cherry tree. The father was a doctor and went every day to the local hospital for work. The mum stayed home and took care for the house. The 8 years old son was a schoolboy in the local school. They lived a happy life and everyone was happy.
One summer Sunday the family decided to make a barbecue in the yard. The father stood up early in the morning and mowed the grass. The mum and the son woke up at 9 o'clock. They all prepared the grill and at around 11 o'clock started cooking the barbecue.
The cherry tree was covered with big red cherries. So the son climbed the tree and started picking the ripe cherries. While he was at the top of the tree he saw a bird nest there. He said loud to his parents that there was a nest. The father said that he should let it. The mother was more excited and asked the boy if the nest was empty. The boy looked inside the nest and saw 3 little white eggs. He said to his mum and dad that there were eggs. And both of them said that he should let them. After that they had a really pleasant feast in the garden.
In the next day the boy climbed from time to time the tree and looked the eggs. One day he noticed, that 2 little black birds watch over the eggs. His mum said to him, he shouldn't touch the eggs, because their parents would leave them, if they small like human.
One day the mother was ironing the clothes and then suddenly she got dizzy and almost fall down. But the father caught her and brought her to the bed. He checked her, as he was a doctor and decided to take her to the hospital on the next day. The dad came back alone from the hospital on the next day and said to the boy that his mother should stay there. The boy asked if his mum was sick. The dad took his hand and said that his mum was very-very sick and they should pray to God that she gets better again.
The mother had brain cancer. She was already progressing. In the next days the father took the son to the hospital to see his mother. She was very weak and talked slowly. Once the son came closer to her bed she gave him a necklace with a tiny bird on it.
One day the boy climbed the tree and took one of the 3 eggs with him. In the house he put it in a tiny box. On the next day there was a hail falling from the sky. It was so big, that it destroyed the bird nest and the eggs got broken. It was so big that it destroyed the bird nest and the eggs got broken. At this time he was wearing his mum necklace on his neck. While climbing back down the necklace stuck on a little branch of the tree. The boy was sad, so he didn't noticed it.
One Monday morning the phone was ringing very early. The dad answered. At once his voice got whiny and he started crying. After the conversation he hugged his son and said to him that his mum wasn't alive anymore. At once he remembered his mothers words not to touch the eggs in the bird nest because the birds would leave them. He took the egg from the little box, run out and started making a nest of leaves.
A day ago he did noticed, that the necklace his mum gave him wasn't on his neck. As his mum died he got very very sad about losing his mum and her necklace. So he made a new nest, put the egg inside and climbed to the branch where the birds nest was. It was destroyed. So the boy repaired it and put the last egg in it. They brought his mum to the cemetery on the next morning. The boy didn't go to school so he stayed at home and cried all the afternoon in his bed.
Two days later he was in the garden. So he saw that the black birds was flying around the new nest. He climbed the tree and saw a little bird inside. A little bird did hatched from the egg he brought back in the nest. But he noticed something more. His mum's necklace was hanging on a little branch nearby the nest. He took it, climbed down and went in the house. He kept the necklace in the box where he kept the egg. He never took an egg from a nest anymore and promised himself never to forget his mum's love to him. End.
#PerempuanBPSMenulis
#MenulisAsyikdanBahagia
#15HariBercerita
#HariKe13
Credit to Georgi Mandajiev
Sunday, February 18, 2018
Good Night Story 2 - Cerita Anak/Dongeng Sebelum Tidur
Yuk simak!
Once upon a time there was a young girl, who was living with her mother in a small house on the outside the big city. She worked in a small shoe factory in the big city. So the young girl had to travel 40 km from her house to the factory. She didn't have much friends. But there was another girl, who was the daughter of the factory owner. She often visited the workers to see how shoes are made. The poor girl from the little house saw the rich girl every time she entered the factory. She always had expensive clothes but looked very sad.
When the poor girl saw the rich girl her heart felt some sadness. She wondered, that such a rich girl could be sad. One day she just went to the rich girl and asked, why is she so sad? The rich girl looked in her eyes and said that her mother was very ill and she shall die soon. The rich girl started crying than the poor girl hugged her and said to the rich girl she should not cry, God shall save her mother.
The rich girl said that she don't believe in God since he took her younger brother 4 years ago. Then the poor girl hugged the rich girl and said that god is merciful and shall help to her mother.
In the afternoon when she was at home, the poor girl said the story of the rich girl to her mother. The mother kissed her daughter on the forehead and said to the poor girl she should give something to the rich girl. She took a red cloth from the closet and gave it to the poor girl.
"Take this red cloth and bring it to the rich girl tomorrow. Tell her to put it on the head of her mother and ask god for forgiveness."
On the next day the poor girl made what her mother said to her. At first the rich girl didn't want to put the cloth on her head, but then she saw the sad eyes of the poor girl and put the cloth. Then she closed her eyes and started talking to God.
At once she started crying. The poor girl said a prayer too. In 2 minutes the rich girl thanked to the poor girl and said she shall go straight to her sick mother. In the next days the rich girl didn't come in the factory. And at the end of the week she came and looked so happy. She went to the poor girl, gave her the red cloth and kissed her forehead.
"This is a kiss, that my mum told me to give to you. She is healthy and we are so happy."
At the afternoon, when the poor girl was at home, she said about the rich girl's mother and that she was healthy again.
"Mother, what is this red cloth, did it heal the mother of the rich girl?"
"No, my child, its just a red cloth. The faith in God saved the life of the rich girl's mother. True faith can heal wounds and save lives."
Then the mother of the poor girl kissed her face and hugged her stronger than ever.
End.
Kalimat yang saya beri warna biru itu maknanya bagus. Setuju? Bagaimana menurut kalian good night story yang ini?
#PerempuanBPSMenulis
#MenulisAsyikdanBahagia
#15HariBercerita
#HariKe12
Credit to Georgi Mandajiev
Good Night Story 1 - Cerita Anak/Dongeng Sebelum Tidur
Beruntung buat kamu yang punya masa-masa bahagia semasa kecil. Masa itu tidak akan pernah terulang. Dan masa itu akan terus melekat dalam ingatan kita hingga menua karena ingatan semasa kecil laksana mengukir di atas batu. Jika kita tidak sempat merasakan hal indah itu, mari kita ciptakan untuk anak-anak kita nanti di masa mendatang. :)
OK. Mari kita nilai dari effort-nya bukan dari ceritanya. :)
Simak yuk!
Once upon a time there was a young good hearted woman named Good Girl. She was very lonely and thought she might stay alone forever. One day she was walking down the street and there was a young boy selling breads on the street. She wasn't hungry but felt sad about the boy's poorness. So she bought all his breads.
She wanted to walk further. But than a sport car stopped nearby. From the car came a male in a very expensive suit. He came closer touched the boy on the head and said to him, "Thank you little brother".
The little boy laughed and went into the car. So the rich male talked to the girl.
"Hello Miss, I was watching you from around the corner. My little brother was selling breads. You came and did buy all of his breads. So you have a very good heart."
He asked the girl for her telephone number, kissed her hand and went smiling into the car.
End.
Hmm. Bagaimana readers? Lumayan kan? :)
#PerempuanBPSMenulis
#MenulisAsyikdanBahagia
#15HariBercerita
#HariKe11
Credit to Georgi Mandajiev
Saturday, February 17, 2018
Dilema Menemani Teman.. Begini Rasanya
Ok, karena ini berbau IT, jadi pesertanya adalah mayoritas pria. Benar sekali, ketika sampai di sana, peserta wanita hanya dua orang yang hadir yaitu teman saya dan ada satu lagi wanita. Ada satu wanita yang hadir sekedar menemani suaminya sementara dirinya bukan local guide. Dan tentu ketambahan saya yang turut hadir jadi ada 4 wanita saja. Sisanya kaum pria semua dalam satu meja panjang.
Dan saya pun tak luput disuruh tampil. Hadeh. Karena mereka satu instansi jadi ya mereka nyambung temanya tentang instansi mereka. Dan saya karena berbeda instansi, jadi saya bicara tentang data yang saya kuasai di instansi saya. OMG!
Jadinya, teman dia tidak menjadi teman saya. Haha.
#PerempuanBPSMenulis
#MenulisAsyikdanBahagia
#15HariBercerita
#HariKe10
Friday, February 16, 2018
Ketemu Kamu... Ini Hikmahnya!
![]() |
| Kamu yang suka asam, boleh coba ini, Sour Plum Green Tea Ice. Sambil mencoba rasa plum buat yang belum pernah. Bukan promosi loh :D |
Setelah itu kami menuju Shigeru. Makan, minum dan ngobrol di situ. Tak terasa lama juga kami mengobrol. Banyak yang diceritakan. Dia kan baru saja pulang dari ibadah umroh. Jadi ya seru ceritanya. Dan ini saya dapat oleh-oleh cokelat arab. Terima kasih ya! :D
![]() |
| Cokelat arab |
![]() |
| Kerumunan orang menonton barongsai |
#MenulisAsyikdanBahagia
#15HariBercerita
#HariKe9
Wednesday, February 14, 2018
Imaginary Friend (Teman Imajiner)
Did you have an imaginary friend?
![]() |
| Nah, ini dia mainan bongkar pasang anak perempuan jaman dulu (era 90-an kali ya) Sumber: vemale.com |
Menurut raisingchildren.net.au, imaginary friend itu adalah teman pura-pura yang dibuat di imajinasi anak-anak. Imaginary friend hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran. Sosok tersebut bisa murni dari imajinasi anak atau mungkin dari karakter yang pernah dia tahu seperti dari cerita buku, film dan sebagainya. Biasanya sosok ini hadir saat anak berusia 2,5 tahun dan eksis selama beberapa bulan. Setelah anak siap untuk move-on, sosok ini akan hilang sampai anak usia 3 tahun.
#PerempuanBPSMenulis
#MenulisAsyikdanBahagia
#15HariBercerita
#HariKe8
Tuesday, February 13, 2018
Mainan Edukasi Anak Lego Jaman Dulu: Roket, Bombik Tazos, Menara dan Kubus
Selamat bermain! :)
#PerempuanBPSMenulis
#MenulisAsyikdanBahagia
#15HariBercerita
#HariKe7
Friday, February 9, 2018
Pantun Anak Buah Manggis, Siapa Ingat?
Buah manggis manis rasanya.Dibelah dua putih isinya.Anak TK jangan menangis.Kalau menangis giginya ompong...
Ada yang tahu kutipan di atas tidak? Sebait kalimat di atas mungkin lebih tepatnya bukan lirik lagu melainkan pantun anak. Saya tiba-tiba teringat dengan pantun di atas pagi ini kala saya memakan buah manggis. Dan itu pantun masih saja saya ingat dari jaman saya TK dulu. Subhanallah... nostalgia
Baris keempat pantun itu akhirannya tidak nyambung sih ya. Tapi tak apalah yang penting lucu dan ada kesan anak-anaknya. :)
Sewaktu TK dulu sih saya belum pernah makan buah manggis. Bentuknya seperti apa juga belum pernah melihat. Tapi dari pantun itu saya tahu kalau isinya berwarna putih. Saya yang dulu anak TK cuma bisa berimajinasi. Hihi :)
Memang di tempat tinggal saya dulu tidak populer buah manggis. Tidak ada juga orang yang menanam buah manggis. Di pasar tradisional juga tidak beredar buah manggis. Kecuali kalau mau meluangkan waktu ke kota pasti semua ada.
Mana buah ini kan musiman ya. Eh sudah lumayan musim manggis ya sekarang. Seminggu lalu saya pergi berangkat ke Jakarta, manggis belum merajalela. Hanya sebagian pedagang di pinggir jalan menuju Bandara Raden Intan II saya lihat menjajakan manggis, durian, duku dan juga rambutan. Wah wah kok bisa serentak ini buah musiman ada di satu waktu. Tapi saya pikir masih mahal kalau durian, duku dan manggis.
Hari kamis minggu lalu saya belanja ke Tip Top Rawamangun. Itu pertama kalinya saya belanja di sana setelah sekian lama. Terakhir kali saya ke sana sekitar 10 tahunan bersama sahabat saya yang kini ada di Sumatera Utara. Padahal kan saya di sini sudah setengah tahun tapi tidak kepikiran sama sekali untuk melanglang buana.
Nah, ini ceritanya teman kos ada yang mau ke sana, lalu saya pikir lumayan buat refreshing. Niatnya cuma mau mencari buah segar untuk stok beberapa hari ke depan. Saya berangkat ke sana dengan gojek. Selamat sampai di tujuan, kami mencari kebutuhan masing-masing. Dari awal berangkat, saya sudah merasa tidak enak badan. Alhasil saya merasa lemas sampai saya pulang. Kami menggunakan go car sewaktu pulang. Begitu kami mau turun, eh si sopir bertanya ke saya mau pinjam akun gojek saya. Lah, buat apa?
Rupanya dia mau order pakai akun saya karena dia malas narik. Haduh, maaf anda kurang beruntung karena akun saya sudah saya hapus tadi pagi dan tidak bisa diinstal. Itu saja saya nebeng teman saya pesan gojeknya. Ada-ada saja ya memang orang Indonesia ini banyak akalnya.
"Yang jujur-jujur aja mas...," begitu seloroh saya sembari turun dari mobil.
Oke, kembali ke buah manggis. Buah manggis yang saya beli di Tip Top minggu lalu sekilo harganya Rp. 29.000. Sementara yang saya beli di Pasar Paseban harganya Rp. 10.000, jauh lebih murah 3x lipatnya. Memang kecil-kecil yang saya beli di Pasar Paseban dan penghabisan juga kata penjualnya jadinya murah. Sewaktu saya tinggal di Bengkulu, buah ini melimpah di sana karena banyak juga warga yang menanam. Kalau lagi musim, saya sering beli. Kisaran harga 8 ribu sampai 10 ribu rupiah per kilo. Jadi, saya sudah puas makan buah ini. Alhamdulillah. :)
Note: Saya masih ingat, pertama kali saya makan manggis dari siapa. Terima kasih ya! :)
#PerempuanBPSMenulis
#MenulisAsyikdanBahagia
#15HariBercerita
#HariKe6
Thursday, February 8, 2018
Mainan Edukasi Anak Lego Stick
#PerempuanBPSMenulis
#MenulisAsyikdanBahagia
#15HariBercerita
#HariKe5
Wednesday, February 7, 2018
Karakteristik Memilih Wanita
Syeikh Assim Al Hakeem menyebutkan dalam ceramahnya beberapa karakeristik memilih wanita (bagi pria) untuk menjadi istri.
Good characteristics of future wife:
- Pious/righteous/God fearing/religious (practicing) -- the most important thing
- Modest
- Satisfied with what Allah gives her
- Obedient
- Not a jealous one
Beliau juga menyebutkan bahwa:
The women of jannah is walud, wadud. Wadud is caring and loving. Walud is Fertile.
The worst wife is the one who is unappreciative/never satisfied/never content
#PerempuanBPSMenulis
#MenulisAsyikdanBahagia
#15HariBercerita
#HariKe4
Tuesday, February 6, 2018
Cara mengatasi kangen
Kangen oh kangen. Pernah kangen? Kangen itu menyebalkan sekaligus menyenangkan. Betul? Obat paling mujarab ya ketemu. Kalau pun tak bisa ketemu, keep in touch via teknologi canggih masa kini juga cukup mempan untuk mengobati. Tapi bagaimana pun tak ada yang bisa mengalahkan efek ketemu langsung. Setuju?
Lalu bagaimana kalau tak bisa ketemu dan tak bisa pake teknologi canggih? Lah hari gini kenapa tak bisa? Walau kangen tak selalu juga harus langsung ketemu atau pakai teknologi canggih. Ada kalanya rasa itu ditahan. Lalu?
Oke, sekian sharing dari saya. Kalau kamu, apa triknya?
#PerempuanBPSMenulis
#MenulisAsyikdanBahagia
#15HariBercerita
#HariKe3





























