semangat menebar kebaikan lewat tulisan — merangkai kata menebar cahaya — menulis dengan hati, menginspirasi tanpa henti

Reana

Follow Us

Monday, December 29, 2025

Normalisasi Pertengkaran

12/29/2025 05:00:00 PM 0 Comments
Halo Sobat apa kabar? Kali ini saya ingin menulis sesuatu terinspirasi dari percakapan dengan teman saya. 

Sebenarnya kita itu lama banget ga ketemu. Dari Idul Adha 2023 baru ketemu lagi sekitar September 2025. Dulu kita jalan bareng ke Dieng. Kali ini kita jalan lagi tapi yang dekat-dekat saja ke Bogor tepatnya di Taman Budaya Bogor. Teman saya yang nyetir pakai mobil barunya. Saya dan teman satu lagi jadi penumpang setia hehe.


Sebenarnya tadinya kita janjian jam 10 pagi di stasiun Depok Baru tapi rupanya saya duluan datang dong. Tak ada tanda-tanda teman lainnya datang, akhirnya saya dijemput teman saya ke rumahnya yang tidak jauh dari stasiun. Oke kita tunggu teman satu lagi yang ternyata baru bangun tidur dan kemudian baru naik kereta di Tebet.

Saya sampai tertidur di rumah teman saya. Setelah dia datang akhirnya kita putuskan setelah sholat zuhur saja kita berangkat biar tenang. 

Sampai di Taman Budaya kita cari tempat makan dan rupanya ada banyak. Rata-rata tempat makan tapi banyak yang sepi pengunjung. Entah kenapa jauh-jauh eh kita masuknya ke Kopitiam. Sebenarnya ini pilihan teman saya sih.

Oya saya pesan ikan jadi lumayanlah ya. Teman saya yang pesan nasi goreng dan roti bakar komplain. Hehe

Kami ngobrol panjang lebar. Dari berangkat sampai pulang di perjalanan. Apa yang dibicarakan? Kebanyakan kisah teman saya yang lagi bahagia. Ya sebagai teman saya ikut berbahagia. :)

Tapi ada hal yang menurut saya tidak pas dengan pola pikir teman saya. Saya tidak menghakimi sih. Saya paham dia berpandangan berbeda dengan saya karena kita dari latar belakang yang berbeda. Kita tumbuh di tempat yang berbeda. Dan tidak ada salah dan benar ya sobat.

Dia menormaliasi pertengkaran dalam hubungan. Menurutnya, tidak ada hubungan tanpa pertengkaran. Pasti akan ada pertengkaran karena berasal dari 2 orang yang berbeda menjadi satu. Dan dia sendiri memang melihat hal itu terjadi di rumahnya sendiri. Dia melihat orangtuanya demikian jadi menurutnya itu hal biasa. 

Hmm.. apakah kamu setuju Sobat? 

Kalau saya pribadi sebagai orang yang mencintai perdamaian, ketenangan dalam hidup, saya tidak bisa jika harus sering ada konflik. Sekali dua kali mungkin okelah bisa dimaklumi bisa ditoleransi. Tapi kalau keseringan? Bisa stres saya. Bukannya bahagia malah tertekan. Kesehatan mental saya bisa terganggu. Ujung-ujungnya bisa menyerang kesehatan fisik.

Saya percaya kalau dalam sebuah hubungan kita mencari kebagiaan dan ketenangan bukan pertengkaran. Kalau bertengkar kan sudah pasti tidak tenang hidup kita. Boro- boro bahagia toh tenang saja tidak.

Saya tidak menghakimi juga batas toleransi tiap orang berbeda. Mungkin teman saya toleransinya sangat lebar sedangkan saya sangat tipis sehingga kita tidak akan sepemahaman. Saya paham ini. Jadi mau jungkir balik seperti apapun saya memberi pandangan saya teman saya akan tetap pada pendiriannya. Jika di kemudian hari dia jadi menikah dan sepanjang rumah tangganya penuh pertengkaran sepertinya tidak masalah baginya. Sejak awal dia sudah menerima hal itu. Dia sudah menormalisasi itu. Dan tidak akan pernah terpikir juga untuk berpisah walau semenderita apapun. Begitu logika kasarnya ya sobat.

Bagaimana menurutmu sobat?

Kalau saya mikirnya buat apa menikah kalau tidak mendapat ketenangan di dalamnya? Nanti jadi tidak rumahku surgaku dong kan bahaya kalau kita tidak betah di rumah. Bukan hanya kita tapi pasangan juga. Nanti masing-masing mencari kenyamanan dan ketenangan di luar kan berabe sobat. Mau jadi apa rumah tangganya? Open marriage? Haha ini pandangan receh saya. :)

Tapi apakah open marriage ini pilihan? Atau solusi? Bukan malah menambah masalah? Hmm...

Dari ceritanya itu saya jadi membayangkan kalau dia jadi menikah apakah dia bakal bahagia dan bertahan jika mengalami situasi yang tidak mengenakkan. Sebagai teman saya peduli. Tapi apa dikata kalau cinta sudah buta ya sobat. Semua lewat :)

Sebenarnya kalau dilihat memang ada sisi positifnya pola pikir teman saya ini. Apa itu? Dengan menormalisasi pertengkaran artinya mereka akan tetap bertahan dalam hubungan meskipun banyak pertengkaran sepanjang hubungan. Dengan kata lain hubungan langgeng tanpa ada putus atau cerai. Bertengkar ya bertengkar tapi ga memicu untuk putus atau bercerai. Jadi tidak menambah daftar kasus perceraian di negara kita.

Apa iya? Yakin? Hehe orang beda-beda ya sobat.

Baru itu sih yang kepikir di saya sisi positifnya. Karena saya sendiri tidak menganut prinsip ini. Saya paling ga bisa mendengar suara keras, kasar, penghinaan dan sebagainya yang menyakitkan. Semoga kelak Allah beri saya soulmate yang memuliakan, membahagiakan dan memberi ketenangan. Aamiin.

Saya pernah mendengar langsung pertengkaran dalam rumah tangga yang sampai terdengar piring pecah. Saya ketakutan sendiri walau itu bukan keluarga saya. Jiwa saya terganggu dengan ketidaktenangan seperti demikian. Jadi saya tahu benar seperti apa diri saya. Apa yang bisa saya tolerir dan tidak. Saya perlu ketenangan batin dan keamanan emosional. Tipe-tipe damai. :)

Kamu tipe seperti apa sobat?




Saturday, December 27, 2025

Berbeda Sudut Pandang dan Prioritas Hidup

12/27/2025 01:21:00 PM 0 Comments
Halo Sobat? Apa kabar hari libur natal? Lumayan ya libur beberapa hari bisa liburan ataupun sekedar istirahat. Saya jadi punya banyak waktu buat nonton film. Hehe.

Kamis lalu pas 25 desember saya ketemu teman saya di rumah makan Amanaia Satrio di Setiabudi. Lumayan agak jauh 10 km dari tempat saya. Sampai di sana ramai pengunjung. Teman saya sudah menunggu di lantai 2 meja 20 yang terbuka tanpa AC. Kalau ruang AC sudah penuh. Begitu pula yang di lesehan sudah penuh. Cakep sih untuk yang lesehan ada kolam di depannya. 


Di sini menunya termasuk pricey dan banyak menu paket keluarga jadi cocok banget buat makan-makan grup atau keluarga. Menunyaa menu tradisional Indonesia dan ada banyak pilihan. Selama beberapa jam saya di situ mungkin ada sekitar 4 atau 5 kali nyanyian selamat ulang tahun. Heboh suaranya karena pelayan yang nyanyi sambil bawa kentongan. :) Mungkin ini salah satu daya tarik dari restoran ini. 

Saya dan teman saya pesan nasi bakar dan es teler habis sekitar 291 ribu berdua. Karena menu pribadi hanya sedikit jadi kami pilih ini. Minuman juga seperti dibagi sama harganya hampir semua 48 ribu mau jus, es jeruk, es teler maupun es dawet. Paling murah es teh masih dapat 15 ribu. Tapi enaknya di sini tempat duduknya lumayan luas ga terlalu sempit kalau dapat yang sofa. Duduk berjam-jam juga tak apa. Ada musholla juga di bawah. 

Lama ga ketemu teman saya kita seperti biasa ngobrol-ngobrol. Dia baru pulang dari umroh. Saya dibawakan 1 buah coklat katanya coklat Dubai. Alhamdulillah terima kasih. :)  Saya punya koleksi coklat di kulkas. 

Sebelumnya teman saya yang lain pulang dari Irlandia juga saya dikasih coklat. Masih ada di kulkas. :) Bos saya dari luar negeri bawanya juga coklat. Jadilah saya pengoleksi coklat :)

Berbeda Sudut Pandang

Lanjut lagi cerita saya dengan teman yang baru pulang umroh. Dia cerita berangkat pesawat delay di bandara Soetta 7 jam. Transit di Mumbay eh berangkatnya keesokan harinya. Dia cerita ibunya kepikiran cari oleh-oleh buat orang di kampung. Ternyata di kampungnya ada tradisi kalau ada orang pergi umroh itu tetangga pada datang kasih uang. Nah tapi dibalik itu orang-orang berharap ada oleh-oleh dari Mekah. Teman saya cerita awalnya dia cari oleh-oleh di Madinah dan ternyata berat katanya karena dia beli ada sekitar 20 orang. Jadinya pas di Indonesia kelebihan bagasi dan harus dikargokan ke kampung biar murah. :)

Dia tidak terpikir beli di jakarta saja atau online karena dia tidak menyangka ternyata yang dikasih banyak orangnya. Dia sendiri masih idealis awalnya kalau orang di kampung berharapnya oleh-oleh dari Mekah makanya dicarikan di Madinah yang lebih terjangkau.

Sobat, saya baru tahu ada tradisi begini. Kalau di kampung saya tidak ada. Kalau teman saya sih bilang ke ibunya jangan diterima uangnya biar tidak ada beban dan tidak ribet. Tapi ibunya bilang tidak enak masa orang ngasih ditolak. Dari sisi ibunya ini benar juga kok. Namanya juga bertetangga. Masa iya orang ngasih kita tolak. Untuk budaya ketimuran kita tidak begitu. Di sisi lain hal ini bentuk kepedulian tetangga terhadap tetangga. Secara ibunya hidul bertetangga ya sudah selayaknya mengikuti tradisi yang berlaku.

Kalau teman saya kan hidup di kota besar di sebuah komplek yang umumnya orang individual jadi saya juga tidak menyalahkan dia. Mereka berbeda sudut pandang karena beda pengalaman hidup. 

Kalau teman saya berpikir tidak mau ribet. Kalau mau kasih oleh-oleh ya semampunya. Orang yang dikasih pasti terima-terima saja kok. Tapi ibunya tidak mau begitu karena ibunya pernah dapat pengalaman dikasih orang pulang entah umroh atau haji tapi ya ala kadarnya. Makanya ibunya mau kasih yang pantaslah. 

Saya relate sih dengan cerita ini. Sebenarnya sudut pandang keduanya tidak ada yang salah atau benar. Saya setuju dengan ibunya. Karena saya juga mengalami diberi sesuatu yang tidak pantas itu rasanya menghinakan sekali. Saya pernah cerita di posting saya sebelumnya.

Kalau mau memberi ya berikanlah yang baik yang pantas. Maka tetanggapun akan berdoa yang baik untuk kita. Jika kita beri yang tidak baik bukan hanya diumpat tapi juga ditandai oleh tetangga. Kalau saya tidak ingin tetangga menambah dosa dengan mengumpat karena barang dari kita yang tak seberapa. Saya maunya tetangga bahagia dengan apa yang kita beri sehingga menjadi berkah dan jadi doa yang baik. 

Tentang Prioritas Hidup

Selanjutnya yang kita bahas adalah mengenai prioritas hidup. Teman saya ini cerita kalau dia tidak setuju dengan perilaku temannya yang berbuat ini dan itu. Dengan gaji yang terbilang besar seharusnya temannya lebih merawat diri, beli baju atau jilbab bahkan sendal dan sebagainya. Hal-hal sekecil itu yang menurutnya harusnya dia perhatikan. Soal penampilan. Tapi kemudian dia bilang suami temannya ini juga sama saja. Maka menurutnya itulah jodoh dapatnya yang sama. Nah kok jadi lari ke jodoh ujung-ujungnya. Haha. Itulah hikmah yang diambil teman saya. 

Tapi sebenarnya teman saya ini sudah mengetahui kalau temannya sedang ada prioritas lain yang memang ternyata keren. Jadi kemudian dia bisa menerima. Saya bilang ke teman saya kalau dia itu harus menerima temannya. Prioritas dan cara pikir dia tidak sama dengan temannya dan itu tidak bisa dia paksakan. Tiap orang punya prioritas. Tidak bisa kita samakan orang lain dengan kita. Kondisi yang dihadapi berbeda. Emosional psikologis orang beda-beda. Jadi apa yang menurutmu benar itu bisa jadi tidak berlaku buat orang lain. Begitu pula sebaliknya. Cobalah untuk melihat lebih luas. Jangan dari 1 sisi yang sempit lalu dengan mudahnya kita menjudge seseorang.
 
Hidup ini berwarna kan Sobat? Kalau semua orang sama seperti kita hidup ini tidak indah tidak ada seninya :)

Begitulah kalau kita bertemu seseorang dan ngobrol pasti ada saja hal-hal yang bisa kita ambil hikmahnya.

Setelah sekian banyak kita ngobrol, teman saya mengajak saya pindah tempat ke mall terdekat. Tapi ternyata hujan. Jadilah akhirnya kita menunggu reda lalu pulang. 

 


Friday, December 26, 2025

Love, Rosie Movie Review

12/26/2025 08:47:00 PM 0 Comments
Love, Rosie adalah film lama (2014) yang baru saya tonton. Gegara nonton short-short di youtube jadi penasaran. Dan ternyata ada yang upload di youtube jadi nonton deh. Walau tidak ada subtitle Inggris melainkan spanish, ya sudahlahya kita tes kemampuan listening British English saja kira-kira berapa persen yang dimengerti. Hehe

Saking penasaran jadi gas saja ditonton. Sepenangkapan saya ceritanya ini tentang 2 orang sahabatan akrab dari kecil yaitu Rosie dan Alex. Mereka ini saling jatuh cinta tapi tak terungkapkan. Nyesek? Banget... Kisah sahabatan saling jatuh cinta tak terungkapkan ini selalu menarik buat ditonton dan bikin hatiku tersayat-sayat. Uhuk uhuk :)


Jadi mereka pada akhirnya dalam perjalanan hidupnya pada punya pasangan masing-masing. Intinya tidak pernah kosong. Alex selalu ada wanita di belakangnya. Begitu pula Rosie. Walau saling punya pasangan tapi mereka masih selalu care dan seperti masih saling mencari dan merindukan. Tapi momennya selalu tidak pas saat mereka ketemu. Selalu saja ada pasangan salah satunya. 

Saat Alex diterima kuliah di USA, Rosie sebenarnya diterima kuliah di Boston tapi karena dia hamil akhirnya dia tidak kuliah dan memilih membesarkan anaknya. Lalu dia kerja sebagai housekeeping di hotel.

Akhirnya Alex tahu kalau Rosie punya anak. Tapi Alex tetap memendam perasaan. Dan dia punya pasangan di USA. Rosie pun pada akhirnya menikah dengan pria yang menghamilinya dulu.

Rosie kemudian bercerai dan Alex menikah dengan Bethany. Di pernikahan Alex ini Rosie memberikan speech tentang perasaannya. Dia bilang dia cinta Alex tak peduli Alex dengan wanita lain dia tetap cinta. Hal itu membuat semua yang mendengar jadi bingung kaget. Lalu Rosie melanjutkan bahwa dia cinta seperti saudara seperti teman. Lalu suasana pun menjadi normal kembali. 

Di pernikahan Alex ini Rosie sangat sedih. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa juga. Setelah sekian waktu akhirnya Rosie membukaa bisnis hotelnya sendiri. Datanglah Alex untuk menginap. Di sinilah mereka happy ending alias pada akhirnya bersama.

Tapi proses perjalanan hidup mereka memang kacau sih. Gonta- ganti pasangan masing-masing. Walau sebenarnya mereka saling cinta. Tapi memang wajar buat Rosie bersama pria lain karena Alex juga tidak pernah menyatakan cinta duluan. Dalam romansa tradisional pria harus maju duluan. Kalau tidak jangan salahkan wanitanya memilih yang lain. Sebenarnya ada sih kode-kode mereka saling cinta harusnya Alex tahu itu seperti saat perpisahan Alex mau ke USA. Mereka hampir kiss tapi Alex menunduk terus. Kan ga mungkin Rosie yang confess duluan toh. Gemas deh.

Pas Alex ngundang Rosie main ke USA juga apa maksudnya coba? Padahal dia ada wanita lain di apartemennya yang mengaku hamil sama dia walau belakangan ternyata hamilnya sama pria lain. Zonk kan... Ah, nyebelin sih ini. Kasihan Rosie...

Tapi ya begitulah namanya juga film ya... :)

So far sih ok ya buat ditonton buat penggemar romance. Saya sih langsung selesai nonton ini ga nyicil hehe.






10 Dance Movie Review

12/26/2025 05:00:00 PM 0 Comments
Halo Sobat. Libur lumayan panjang ya di hari natal ini kena kamis jumat sabtu minggu. Lumayan banget bisa istirahat. Saya gunakan waktu buat bersantai dulu. 

Akhirnya selesai juga saya nonton film 10 Dance setelah beberapa kali mencicil. Film ini baru tayang di netflix. Sebelumnya saya lihat trailernya di youtube sepertinya menarik. Jadinya saya coba nonton.

Kalau dari segi penggarapan sih sepertinya lumayan berbudget dibanding film-film Jepang lain yang pernah saya tonton. Syutingnya di negara luar juga. Kisahnya tentang 2 penari pria. Satunya Sinya Sugiki juara 2 international ballroom dance. Satu lagi Sinya Suzuki juara 1 national latin dance. Mereka punya pasangan nari masing-masing. Mereka ini ahli di 2 aliran menari yang berbeda. Walau sama-sama tarian berpasangan pria-wanita tapi benar-benar berbeda. Karena tarian berpasangan jadinya memang kesannya romantis ya khususnya yang ballroom dance. Kalau yang latin sih lebih ke seksi dan aduhai. :)


Dari film ini diceritakan bagaimana mereka latihan menari sampai akhirnya ikut kompetisi. Awalnya Sugiki yang pembawaannya cold mengajak Suzuki kolaborasi untuk saling bertukar kemampuan menari dan latihan bersama untuk persiapan lomba menari berikutnya yang mengharuskan 10 dance. 10 dance ini terdiri dari 5 tarian ballroom seperti waltz, tango dan lain-lain serta 5 tarian latin.

Dalam proses latihan itu timbullah rasa suka di antara keduanya. Jadi film ini adalah BL alias boy's love ya sobat. Kamu bisa skip adegan romantis kalau tidak sesuai. Mungkin Jepang memang lebih terbuka dengan konten seperti ini ya. Saya pribadi sebenarnya tidak srek alias merasa aneh ketika pria berpasangan dengan pria. Walau cuma akting tapi saya ngebayangin apakah para aktor ini tidak merasa aneh atau jijik. Hehe. Walau saya tahu mereka profesional dan ini tuntutan pekerjaan.

Di luar cerita romansa mereka ini sih sebenarnya saya apresiasi dengan kemampuan dance mereka. Pasti latihannya keras. Suzuki ini karena dance latin jadi kesannya seksi gerakannya. Tapi sesuai dengan postur tubuh yang tinggi kurus, kostum dan wajah yang goodlooking. Btw saya suka rambutnya. Hehe.

Tapi sepanjang film serius banget ini para aktor ga ada tertawanya sama sekali. Gloomy banget. Ya khas-khas Jepanglah. 

Berhubung saya penggemar cerita romance pria wanita jadi film ini terasa kurang buat saya. Emosinya kurang kerasa. Yang ada malah aneh. Ada cewek-cewek cantik di sebelah pada dianggurin hehe. :) Kesannya terlalu cepat juga mereka saling suka padahal awalnya normal kok suka sama wanita kenapa jadi belok tiba-tiba.

Kalau segi akting sih oke hanya jalan ceritanya saja yang menurut saya kurang wow. Berhubung ini kisah menggapai mimpi dan niche banget karena dance ya jadi mungkin segementasinyaa orang-orang tertentu saja. 

Jadi silahkan ditonton jika penasaran. Skip skip saja adegan yang kurang menarik. 

Sunday, December 21, 2025

Man vs Baby TV Series Review

12/21/2025 10:26:00 AM 0 Comments
Saya baru saja tamat nonton tv series di netflix berjudul Man vs Baby yang diperankan oleh Rowan Atkinson alias Mr. Bean. Wah saat saya coba nonton, yang saya cek adalah apakah ada suaranya? Maksud saya apakah Rowan Atkinson bersuara alias berbicara. Hehe. 

Serial ini adalah serial pendek yang cuma 4 episode dan setiap episode sekitar 27 menit saja. Tadinya sih malah saya pikir ini film eh ternyata serial pendek. Sama saja sih sebenarnya seperti film 2 jam. 



Dari nonton ini saya baru tahu ternyata Rowan Atkinson ini British. Saya pikir beliau orang Amerika. Gegara Mr. Bean yang sering muncul di tv jaman dulu saya mengiranya dari Amerika. 

Sebenarnya serial ini adalah serial menyambut natal. Ceritanya lucu dan menghibur. Seperti biasa Rowan Atkinson menyuguhkan komedi dalam serial ini.  Saya salur banget sama beliau ya di usia yang sudah banyak beliau masih produktif dan sangat sehat. Semoga makin banyak lagi karya-karyanya. Karena beliau ini unik. Dan ternyata dibalik kelucuannya, beliau adalah sosok genius dengan IQ 178 saat saya googling tentang beliau. Ga nyangka kan sobat?

Oke berikut cerita Man vs Baby. Jadi Rowan Atkinson berperan sebagai Mr. Bingley yang hidup sendirian. Dia punya satu orang anak perempuan yang akan kuliah di Sorbonne, Prancis dan tinggal bersama ibunya. Saat menuju natal, Mr. Bingley sudah menyiapkan kado untuk anak dan mantan istrinya tersebut karena dikira akan merayakan bersama dirumahnya. Ternyata ada kabar bahwa mereka akan merayakan di Barbados dengan pacar baru mantan istrinya. Mr. Bingley pun kecewa.

Mr. Bingley yang bekerja di sekolah juga diberhentikan. Akhirnya mendapat pekerjaan baru menjadi penjaga rumah mewah alias penthouse di London. Tapi Mr. Bingley menjadi ribet sendiri karena ada bayi yang kini bersamanya. Walau sudah menghubungi petugas sosial untuk menjemput si bayi tapi ada-ada saja halangannya. Hingga akhirnya si bayi dibawanya naik kereta ke London.

Di penthouse di bayi disembunyikan di ransel belakang. Di sinilah mulai ada kelucuan-kelucuan. Pokoknya ada-ada saja tingkah aneh Mr. Bingley. Kalian harus tonton sendiri ya supaya tahu bagaimana kekonyolan Mr. Bingley yang di luar nalar. Dia ini ceroboh sih tapi polos. Hehe. Sampai ada adegan bayi tertukar pula saking cerobohnya. Tapi dia sangat baik di sisi lain terutama dengan tetangga.

Ya begitulah kira-kira sekilas kisahnya sobat. Silahkan kalian tonton ya. Menghibur banget. Ga menyesal nonton ini. Yang pastinya aman banget untuk semua umur :) 

Si bayi lucu banget ya ampun masih kecil begitu sudah jadi aktor. Gemes banget. :)

Saturday, December 20, 2025

Avatar: Fire and Ash

12/20/2025 09:47:00 PM 0 Comments
20 Desember 2025 13.45 - 16.00

Di waktu ini saya nonton Avatar 3: Fire and Ash. Sebenarnya ingin nonton dari seminggu lalu tapi belum tayang di bioskop terdekat. Padahal biasanya cepat kenapa lambat. Saya sempat berpikir ini tidak tayang di bioskop biasa saya nonton. Terus terang saya malas pergi jauh-jauh kalau cuma buat nonton. Kalau tidak ada di bioskop terdekat ya sudah biasanya saya tidak nonton. Nunggu saja di netflix mungkin nanti-nanti bakal ada. :)



Untuk film Avatar ini saya nonton dari seri 1. Jadi walaupun lumayan lupa masih adalah sedikit yang diingat. Karena kan jedanya panjang ya dari seri 1 ke 2 lalu yang ketiga. Sejauh ini apakah seru? Ya masih sama sebenarnya untuk ide ceritanya ya masih tempur-tempur antara bangsa na'vi, avatar dan manusia. Tapi kali ini ada tambahan satu lagi yaitu klan mangkwan atau Ash yang pemimpinnya wanita tapi kejam banget dan licik. Klan Ash ini bersekutu dengan avatar musuhnya Jake Sully. 

Yang bikin worth it nonton ini ya karena durasinya 3 jam jadi ya wajarlah kita membayar 55 ribu. Untuk cinematography ya sudah pasti bagus banget ya kayak real. Apalagi hutannya itu cantik banget tumbuh-tumbuhannya. Hewan yang seperti naga terbang itu juga keren banget. Adegan di laut sudah pasti keren. 

Tapi sebenarnya yang mengganggu pemandangan saya adalah kostum yang terlalu minim. Walau bentukan mereka separuh manusia dan separuh harimau dan juga tidak seperti manusia pada umumnya tapi tetap saja dominan seperti manusia. Jadi agak kurang nyaman melihatnya :)

Yang bagus di film ini adalah unsur emosi yang dimasukkan seperti saat Spider kehabisan nafas dan akan mati, lalu saat Jake akan membunuh Spider dan lain-lain. Untuk penonton seperti saya penting banget ada adegan-adegan emosional karena jiwa saya akan tersentuh. Jadi tidak melulu perang. Sisi kemanusiaan tetap ada.

Tapi saya salut banget sih dengan Neytiri yang di akhir-akhir pergi sendirian menyelamatkan suaminya Jake Sully yang ditangkap. Benar-benar warrior. Pemberani sekali. 

Kalian yang penasaran silahkan nonton langsung ya karena filmnya masih tayang di bioskop. 

Rekomen ya buat pecinta fantasy dan adventure.


Merlin TV Series Review

12/20/2025 07:28:00 AM 0 Comments
Merlin adalah satu tv series favorit saya di netflix. Sudah lama saya nonton ini dan sekarang sudah tidak tayang di netflix. Saya suka banget. Ceritanya bagus banget dan menghibur. 

Pemainnya juga cantik ganteng. Kisahnya lebih ke bromance antara Merlin dan Prince Arthur. Kisah romansanya ada tapi sebagai selingan saja buat Prince Arthur. Sebenarnya saya heran sih ini kenapa pemeran utamanya tidak diberi pasangan. Saya berpikir loh kok pemeran wanitanya malah berakhir sama Arthur. Di luar dugaan gitu. Out of the box. 



Cerita bermula dengan kisah Merlin (diperankan oleh Colin Morgan) yang merupakan keturunan penyihir. Jadi pada masa pemerintahan raja Uther Pendragon, dia basmi semua penyihir. Makanya Merlin hidup layaknya orang biasa dan menyembunyikan kemampuannya. Lalu dia ketemu Gaius seorang penasehat kerajaan yang aslinya adalah seorang penyihir ulung. Lalu Merlin tinggal bersama Gaius. 

Merlin bertemu dengan Prince Arthur Pendragon (Bradley James) di suatu kesempatan dan berkelahilah mereka. Suatu hari kemudian Prince Arthur mencari seorang pelayan atau asisten pribadi lalu terpilihlah Merlin. Sebenarnya Arthur tidak suka dengan Merlin begitu pula sebaliknya tapi apa boleh buat. Merlin bertugas sebagaimana mestinya. Dia juga sering menggunakan kemampuan sihirnya untuk menyelesaikan pekerjaan tanpa sepengetahuan Arthur. 

Bertahun-tahun Merlin melayani Arthur dan justru jadi teman akrab. Merlin selalu membantu Arthur di setiap kesempatan dengan sihirnya tapi Arthur tidak pernah tahu. Merlin selalu menjadi orang di belakang Arthur yang selalu memberi bantuan di saat genting. Saat pertandingan, melawan musuh dan sebagainya.

Di sisi lain ada Morgana Pendragon (Cathy McGrath). Morgana ini anak raja Uther tapi disembunyikan identitasnya di bawah pengawasan raja Uther alias layaknya sebagai anak angkat raja Uther. Morgana ini punya bakat sihir yang sebelumnya masih belum aktif. Tapi kemudian sihirnya menjadi aktif dan menjadi musuh terkuat Merlin.

Awalnya saya pikir Morgana ini suka dengan Arthur ternyata saudara. Sempat kepikir mungkin suka juga dengan Merlin ternyata musuh bebuyutan. Tapi Morgana ini cantik banget.

Ada satu pemeran wanita lagi yaitu Guinevere (Angel Colby) biasa dipanggil Gwen. Dia pelayan di kerajaan. Awalnya kupikir dia suka dengan Merlin eh ternyata di akhir jadian sama Arthur. 

Di akhir tragis kisahnya. Sedih sih Arthur akhirnya mati. Padahal aku maunya Arthur menang pertempuran dan jaya memimpin kerajaan. Arthur ini baik banget sama Merlin. Banyak momen bromance. Banyak kelucuan juga.

Walau ada 65 episode alias 5 seasons tapi karena ceritanya seru jadi penasaran saja tiap episode. Seru aku suka banget. Menghibur.

Sebenarnya ini drama lama ya tayang di 2008 tapi aku baru nonton beberapa tahun lalu sebelum akhirnya hilang dari netflix. Rekomen ya bagi kalian yang perlu cerita menghibur. :)



Friday, December 19, 2025

Anne with an E TV Series Review

12/19/2025 12:57:00 PM 0 Comments
Halo Sobat... adakah di antara kamu yang pernah nonton tv series Anne with an E? Drama ini tayang di netflix dan menjadi salah satu drama favorit saya. Pokoknya saya cinta banget. Selesai sampai season 3 sebanyak 27 episode dengan senang hati menontonnya. Dan semua season ga ada yang jelek atau boring. Semuanya menarik!

Keren banget memang Montgomery membuat cerita dalam novelnya. Oya Anne with an E ini diangkat dari novel klasik dari Canada berjudul Anne from Green Gables. Kisahnya bersetting di Canada. Kisah muda-mudi yang inspiratif banget. Anne seorang gadis remaja yang berasal dari panti asuhan. Awalnya dia salah diadopsi alias salah jemput. Meski awalnya tidak disukai dan akan dikembalikan karena yang dicari adalah anak laki-laki. Sungguh emosional ini adegannya. Saya bisa merasakan bagaimana merasa tidak diinginkan. Kerasa banget emosinya. Tapi akhirnya dia diadopsi karena tidak tega saat mengembalikan ke stasiun.



Anne lalu bersekolah. Dia salah satu murid yang cerdas selain Gilbert. Mereka pernah beradu jawaban/pendapat di kelas. Menurut saya ini keren banget. Saya suka banget tipikal wanita cerdas begini.

Dia juga berteman dekat dengan Diana. Diana ini kemudian pacaran dengan Jerry yang kerja di rumah Anne.

Anne ini sangat suka berimajinasi dan tidak bisa diam. Tipikal remaja yang ceria dan penuh semangat. Dia tidak mudah ditindas. Dia bisa bersuara.

Selanjutnya yang bikin nyesek itu kisah cintanya. Pokoknya bikin gregetan kita sebagai penonton. Tapi so sweet sih mereka happy ending. Aku setuju banget. Walau si pria pernah dekat wanita lain tapi akhirnya ketemu lagi dengan Anne ketika dewasa.

Pokoknya sweet deh. Memang cocok banget sih mereka ini menurutku. Aku suka banget pasangan ini. Sefrekuensi banget deh pokoknya.
Cantik ganteng (walau rata-rata orang sana memang begitu ya) dan sama-sama pintar. 

Mereka ini sama-sama memendam perasaan. Kalau Anne semacam tidak sadar kalau dia suka sama Gilbert. Saat Gilbert mengirim surat berisi ungkapan cinta di akhir-akhir episode ternyata Anne tidak membacanya. Duh, yang nonton deg-degan. Bikin up and down. Tapi akhirnya tersampaikan juga perasaan cintanya. Uhuy... nyes dah... :)

Ga menyesal pokoknya nonton ini. Benar-benar cerita yang sangat bagus. Tidak seksual juga. Aman buat ditonton. 

Rekomen banget buat nonton drama ini. Atau kalian bisa baca novelnya ya kalau penasaran lebih dalam kisah aslinya. 


Wednesday, December 17, 2025

Doa Kehilangan Barang

12/17/2025 01:49:00 PM 0 Comments
Sobat, pernah ga kamu kehilangan barang?  Sedih ga sih? Iya kan? Apalagi kalau barang berharga. Nah, semalam saya baru saja sadar kalau cincin di jari saya ga ada. Panik dong saya. Lumayanlah ya walau tidak besar gramnya. Soalnya sekarang harga emas lagi melambung tinggi banget. 

Jadi saya benar-benar tidak sadar kapan cincin saya sudah tidak ada lagi di jari. Saya cari-cari di kasur, kamar mandi, dapur tapi tidak ada. Saya ingat-ingat di mana. Kemungkinan besar sih lepas saat pakai sabun. Tempat yang mungkin hanya di kamar mandi, tempat cuci piring dan toilet kantor. 

Kalau di jalan apa mungkin? Kalau hilang di jalan sih ya wasalam. Tapi saya ingat-ingat kemungkinan lepas ya saat pakai sabun. Dan memang saya pindah pakai cincin yang tadinya di jari tengah ke jari manis jadinya agak longgar. Tidak kepikir bakal lepas sih memang karena beberapa hari masih aman.

Saat itu saya mau ada zoom meeting. Jadi ga konsen dong saya. Lalu saya ikut zoom meeting dan terlupakan soal cincin ini. Lalu saat selesai eh teringat lagi. Lalu saya baca doa kehilangan barang berikut 7x. Sambil saya mengikhlaskan kalau memang tidak rezeki. 


Sumber: https://www.doaharianislami.com/2019/04/doa-saat-kehilangan-barang-agar-bisa-kembali.html?m=1

Keesokan hari bangun tidur keinget lagi cincin saya. Lalu saya cari lagi ke dapur. Kali ini wastafel saya telusuri lagi. Lalu saya angkat sponge cuci piring dan tadaaaaa.... ada di situ! Wow senang banget alhamdulillah ternyata masih rezeki...

Saya sujud syukur... terima kasih ya allah...

Pelajaran juga sih kalau pakai cincin harus yang pas jangan longgar. Rentan lepas apalagi kalau gampang tidak menyadari keberadaan cincin. 

Sebenarnya saya pernah juga dulu kehilangan cincin tapi kemudian ketemu sekian bulan kemudian. Habis itu cincin saya tukar hehe. Karena memang longgar cincinnya. Agak susah sih ya cari cincin yang kecil seukuran jari saya. Saya pernah posting kisah ini di artikel Trip ke Dieng.

Sekian sobat, cerita dari saya.. semogaa kamu yang lagi kehilangan barang ketemu lagi ya. Aamiin.






Tuesday, December 16, 2025

Letters to Juliet Movie Review

12/16/2025 04:10:00 PM 0 Comments
Hari minggu lalu 14 Desember saya bersantai di rumah tidak ke mana-mana. Lalu terpilihlah film Letters to Juliet di netflix. Sebenarnya saya tidak menemukan keseruan film ini di awal-awal. Mungkin karena slowburn ya. Di awal-awal memang terasa lambat banget terus belum nemu apa sih bagusnya film ini. Tapi saya lanjutkan dulu.



Di awal film ini bercerita tentang Sophie yang pergi bulan madu ke Verona, Italia bersama tunangannya. Loh kok bulan madu? Iya mereka menyebutnya begitu. 

Di sana, tunangannya yang orang Italia sibuk dengan bisnisnya sebagai chef. Sehingga Sophie pun sibuk sendiri dengan urusannya sebagai penulis. Dia pergi ke House of Juliet. Di sana dia menemukan fenomena para wanita dari seluruh dunia datang ke sana lalu menyelipkan atau menempelkan surat di tembok. Saat Sophie sedang menulis, dia mendapati seorang wanita mengambil surat-surat itu dan dimasukkan ke keranjang. Karena penasaran, Sophie mengikuti wanita itu lalu di sebuah tempat Sophie masuk ke dalam. Di sana ada sejumlah wanita sedang menulis surat balasan untuk surat-surat dari tembok tadi. Mereka menyebut diri mereka sebagai secretary of Juliet.

Akhirnya Sophie menjadi bagian mereka dan ikut membalas surat. Di tembok, Sophie menemukan surat yang terselip di dalam tembok. Setelah dibuka ternyata surat dari 50 tahun lalu. Sophie membalas surat tersebut. 

Tak lama kemudian, ada seorang pria muda datang ke rumah secretary of Juliet dan marah-marah karena surat balasan Sophie. Dia marah karena tidak seharusnya Sophie membalas surat itu. Karena saat ini bukanlah 50 tahun lalu. Dia khawatir dengan neneknya yang menerima surat itu. Pria ini berasal dari London.

Saat pria ini keluar, Sophie mengejarnya dan bilang ingin bertemu neneknya. Dan benar mereka bertemu. Singkat cerita, mereka berencana mencari pria yang ada dalam surat nenek bernama Lorenzo Bertolini. Mereka bertiga keluar kota beberapa hari mencari pria itu dari satu rumah ke rumah lain. Si pria takut neneknya kecewa seandainya mereka tidak bertemu misal Lorenzo sudah meninggal. Setelah perjuangan panjang, akhirnya mobil mereka berhenti di pinggir jalan sebuah ladang. Di sana ada Lorenzo Bertolini. Dan lucunya dari cucu, anak, dan bapak namanya semua sama yaitu Lorenzo Bertolini. Haha

Akhirnya si nenek bilang tidak mau pergi menemui Lorenzo. Dia bilang dia sudah gila dan merasa bodoh. Tapi kemudian datang suara sepatu kuda. Bak pangeran berkuda putih, muncullah di Lorenzo. Dan benar dong ini Lorenzo yang dicari si nenek. Happy ending loh. Nenek akhirnya menikah dengan Lorenzo. Tapi Sophie yang galau. Dia jatuh cinta dengan si pria London tadi. Si pria pun suka dengan Sophie tapi karena Sophie sudah punya tunangan jadi dia mundur. 

Pulanglah Sophie ke New York. Di sana tulisannya diterima penerbit dan akan dipublikasikan. Sophie bahagia. Tunangannya menyelamatinya. Tapi saat ditanya apakah dia sudah membaca, tunangannya bilang belum. Dia tidak perlu membaca. Dia percaya pada Sophie. Sophie pun kecewa. Sebenarnya ini bukan pertama kali Sophie kecewa. Tapi dia masih diam dan melanjutkan hubungan.

Tapi kali ini dia mungkin sudah puncaknya. Akhirnya dia minta putus. Pergilah dia ke pernikahan nenek si pria London. Di sana dia ketemu si pria London tapi kemudian ada Patricia di sampingnya. Sophie langsung kecewa. Selesai acara pernikahan Sophie lari karena tidak kuat sedih. Si pria London mengejar Sophie keluar. Di sana ketemulah mereka. Sophie yang sudah tidak tahan pun menyatakan perasaannya. Lalu si pria bilang kalau Patricia adalah sepupunya. Patricia yang dulu ia ceritakan adalah mantan pacarnya yang bernama sama. 

Di sini sedih sih emosinya kerasa dari awal Sophie melihat dia sama Patricia. Jadi mewek deh. Saya setuju sih mereka bersama pada akhirnya. Sebenarnya mantan Italianya itu tidak ada salah fatal dalam hubungan misal selingkuh. Dia adalah orang yang sangat fokus dengan pekerjaannya. Tapi di sisi lain Sophie merasa pria ini kurang involved dalam kehidupannya. Sebenarnya hal-hal kecil tapi memang bisa ngefek banget sih untuk orang-orang tertentu. Dia jadi merasa tak terlihat, kurang dihargai, merasa tidak align, dan sebagainya. Hal-hal seperti ini ngefek banget buat keutuhan rasa cinta. Dari 1 kekecewaan ke kekecewaan yang lain. Lama-lama cinta akan memudar dengan sendirinya. Akan merasa tidak bahagia dalam hubungan karena kebutuhan emosi tak terpenuhi dari pasangan.

Oya karena penasaran, saya coba googling House of Juliet ternyata memang ada. Tradisi menulis surat tadi juga memang nyata ada. Begitu pula secretary of Juliet pun ada. Tapi kondisi saat ini sudah tidak ada lagi menempelkan surat di tembok untuk menjaga keutuhan tembok tersebut. Saat ini disediakan kotak surat untuk menaruh surat. Nah, seru ga sobat? Apakah kamu tertarik? Hehe

Menarik sih... menarik banget... lucu...

Pengen coba ah kalau suatu saat bisa ke sana. Hihi :)

Saya pun baru tahu dari film ini ada tradisi begini hehe.

Oke bagi kamu yang mau nonton, boleh banget ya. Ini ceritanya ringan dan bebas dari scene seksual. Aman. :)

Sunday, December 7, 2025

Little Women Movie Review

12/07/2025 11:38:00 AM 0 Comments
Halo Sobat. Lama tidak bersua. Apa kabar? Semoga semuanya sehat dan bahagia. Kali ini saya tergelitik untuk menulis tentang sebuah film berjudul Little Women. Sebenarnya ini film lama tapi tidak terlalu lama juga. Film ini rilis tahun 2019. Saya nonton di netflix beberapa hari lalu. Sebenarnya saya sudah pernah coba nonton sebelumnya tapi hanya sedikit di awal lalu tidak saya teruskan. 

Saya justru tahu film ini karena sebelumnya nonton Little Women versi korea. Film versi korea ini terinspirasi dari novel Little Women karya Luisa May Scott. Jalan ceritanya berbeda karena dibuat misteri. Dan pemeran wanitanya hanya 3 kalau tidak salah ingat. Sedangkan di film versi hollywood ini ada 4 kakak beradik yaitu Meg, Jo, Beth, dan Amy. Tokoh sentralnya adalah Jo



Memang kalau dilihat dari karakternya Jo ini paling baik sih dibanding yang lain. Walau sebenarnya semua unik dengan karakternya masing-masing dan punya bakat masing-masing. Jo ini tipikal wanita independen yang tidak kepikiran untuk menikah. Padahal ada pria kaya dan tampan yang sangat cinta dengan Jo yaitu Laurie yang diperankan Timothee Chalamet

Kisahnya cukup tragis dan bikin mewek. Saat Laurie menyatakan cinta dan tidak peduli dengan apapun kondisi Jo yang dari kalangan orang biasa dan segala personaliti Jo, dia bisa menerima. Tapi satu hal bahwa Jo tidak bisa menerimanya. Dia tidak mencintainya. 

Tapi kemudian ketika Jo merenung di rumahnya, dia pun bilang dengan ibunya bahwa apabila Laurie sekali lagi menyatakan cintanya dia akan menerima. Jo bahkan menuliskan perasaannya di dalam surat yang ia simpan di kotak surat di sebuah pohon.

Tibalah saatnya mereka bertemu setelah sekian lama. Jo sangat bahagia. Lalu menyatakan sesuatu bahwa dia akan menikah. Jo sangat kaget dan ia tidak jadi menyatakan perasaannya. Dia sangat kaget bahwa wanita yang akan dinikahi adalah adiknya sendiri. Jo berjanji mereka akan tetap berteman. Jo di sini sangat baik. Sangat realistis. Dia tidak menghancurkan hubungan adiknya. 

Adiknya ini memang sudah jatuh cinta dengan sejak pertama kali melihatnya. Tapi saat itu dia masih remaja. Setelah beberapa tahun dia tumbuh dewasa, tinggal bersama bibinya yang kaya dan akhirnya menjadi seorang pelukis dan wanita yang elegan dia kembali bertemu Laurie. Posisi saat itu Laurie sudah ditolak oleh Jo dan menjadi pria yang suka mabuk dan bersenang-senang. Saat si si bibi meninggal, Laurie yang menemani Amy. 

Amy sendiri sudah punya calon pria yang akan menikahinya. Tapi kemudian Laurie bilang agar Amy jangan menikah dengannya. Amy marah. Amy bilang dia tidak ingin jadi yang kedua setelah Jo. Dia selalu menjadi bayangan Jo. Di sini dangat emosional scenenya dan saya bisa menerima apa yang dia rasakan dan lakukan. Tapi Amy sudah jatuh cinta dengannya sejak awal ketemu Laurie. Cinta tidak bisa bohong, akhirnya Amy putus dengan calon prianya diam-diam. Akhirnya mereka bersama.

Saya tidak menyalahkan kenapa Laurie akhirnya memilih adiknya. Menurut saya cukup realistis. Setelah dia ditolak Jo, dia juga tidak tiba-tiba langsung beralih ke Amy tapi ada waktu sekitar 3 tahun hingga akhirnya dia ketemu Amy lagi dan kemudian jatuh cinta padanya. Untuk Amy juga walau dia cinta dengan Laurie sejak lama tapi dia memilih untuk menikahi pria lain awalnya. 

Dia berprinsip menikah dengan pria kaya. Hal itu tidak salah ya. Amy sendiri juga memang tumbuh menjadi wanita berkelas. Dan selamat buat Amy impiannya terwujud dapat pria kaya Laurie plus dicintainya. Amy ini sangat beruntung sih. Entah kenapa kisah Amy malah jadi lebih menarik di akhir ketimbang Jo. Di asal kita sebagai penonton dibuat kesal dengan sikap Amy yang belum dewasa. Tapi di akhir kita dibuat menjadi suka dengan Amy. Setidaknya bagi saya ya hehe.

Pada akhirnya Jo juga bahagia bertemu dengan pria lain.

Sebagai penonton saya juga bertanya kenapa si pengarang tidak membuat Jo bersama Laurie. Padahal mereka chemistry nya sangat bagus. Kalau dalam dunia nyata cocok banget. Tapi memang terlalu mudah ditebak kalau Jo sama Laurie akhirnya bersama. Mungkin pengarangnya ingin ending yang berbeda.

Ok Sobat sekian dulu ya. Kalau kamu belum menonton, film ini rekomen banget. Aku suka banget sih dengan ceritanya. Kisah 4 bersaudara perempuan ini real banget. Relate dalam dunia nyata. Dan tokoh-tokoh di sini masih bertindak realistis. Tidak yang ekstrem-ekstrem. Jadi masih masuk di akal dan emosinya mengena di hati. Selamat menonton. Bye.




Saturday, August 16, 2025

Jade Dynasty Anime Review

8/16/2025 04:14:00 PM 0 Comments
Cerita Awal Nonton Versi Live Action Movie

Sengaja banget saya nulis ini hari ini. Gegara lagi demam donghua Jade Dynasty. Saat ini sudah masuk season 3 episode 12. Saya jatuh cinta gegara scene emosional antara Zhang XiaoFan dan Lu XueQi. Sebenarnya awalnya saya nontoh versi filmnya dulu yang diperankan Xiao Zhan. Film ini nongol di beranda youtube saya, saya lupa tahun berapa. Lalu saya coba nonton karena yang main adalah salah satu aktor favorit saya Xiao Zhan. Berarti saya nonton ini setelah boomingnya The Untamed. Dan ternyata seru banget kisahnya. Lucu menghibur. Sumpah ini Xiao Zhan menggemaskan banget berperan sebagai Zhang XiaoFan yang polos-polos bodoh gimana gitu ya. Menghayati banget. Pokoknya ga mengecewakan. Keren banget aktingnya. Jempol. Bikin ketawalah tingkahnya yang lucu yang sering jadi korban teman lainnya.



Kecewa oh Kecewa

Walau ceritanya seru, tapi kisah berakhir dengan tidak menyenangkan. Alias saya tidak setuju XiaoFan pergi dengan Biyao. Entah kenapa saya tidak suka karakter Biyao. Saya lebih suka dengan Xueqi. Apalagi Xueqi diperankan oleh Li Qin yang memang sangat cantik dan pantas sekali berperan sebagai Xueqi. Ini adalah murni pandangan saya sebagai penonton awam yang tidak pernah membaca novelnya. Bahkan ketika menonton ini saya tidak tahu kalau Jade Dynasty diangkat dari novel. Saya merasa aneh kenapa justru Xiaofan pergi dengan Biyao? Kenapa dia memilih Biyao bukan Xueqi? Kenapa Biyao yang menjadi pemeran utama wanita? Kenapa bukan Xueqi? Menurut saya Xueqi lebih pantas menjadi pemeran utama wanita. Menurut saya pesonanya Xueqi yang diperankan Li Qin lebih bersinar ketimbang Biyao. Entah karena Li Qin atau karena memang karakternya di sana yang kuat. Li Qin mengalahkan pesona pemeran utama wanita bernama Biyao. 

Kira-kira begitulah pertanyaan-pertanyaan yang ada di kepala saya. Saya pun sempat searching apakah endingnya dengan Biyao. Yang saya dapat waktu itu bahwa di novelnya memang Xiaofan memilih bersama Biyao. Saya pun kecewa berat sebagai penonton. Kemudian saya tahu ada donghua alias animenya di wetv. Saya berlangganan wetv kala itu. Tapi saya tidak tertarik nonton karena memang sudah kecewa dengan ending live action filmnya. 

Keisengan yang Berbuah Manis

Lama berselang belum lama ini saya coba bertanya ke chatgpt. Iseng banget ya. Hehe. Saya bertanya kenapa pemeran utama wanitanya bukan yang saya harapkan misal kenapa Biyao kok bukan Xueqi, padahal Xueqi lebih cocok menurut saya. Li qin cocok dan keren banget memerankan karakternya. Lalu Battle through The Heaven juga sama. Kenapa bukan sosok Li Qin yang jadi pemeran utama wanita? Padahal chemistrynya kuat sekali dan sweet banget menurut saya. Ini kebetulan dua-duanya Li Qin yang main ya. Mungkin memang Li Qin totalitas banget kalau berperan. Lalu chatgpt pun menjawab kalau aku tidak sendirian merasa demikian. Hehehe.

Ya sudahlah sampai di situ ya. Lalu belakangan ini saya lagi mulai nonton lagi drama-drama kolosal China. Muncul Jade Dynasty donghua di beranda youtube saya. Ada short yang bilang Xiaofan berakhir dengan Xueqi. Dan boom! Excited dong saya. Eh ini beneran? Huaaa happy banget. Penasaran dong saya. Akhirnya saya nontonlah donghuanya. Hihi.

Terpesona Kegantengan Tokoh Utama dan Emotional Scene Versi Donghua

Donghuanya ini keren banget grafisnya. Apalagi Xiaofan mulai di season 2 ya ampun gantengnya ga ketulungan. Keren banget visualnya. Padahal tadinya karakter donghua yang paling ganteng menurut saya adalah Jing Xuan di The Island of Siliang (sudah pernah saya bahas donghuanya di blog ini). Ternyata ini Xiaofan begitu dewasa jadi ganteng banget. Tampilan baju warna gelap mix warna merah dengan rambut dikepang simpel tapi ganteng banget. Ya allah bisa seganteng ini padahal cuma anime. Bajunya pun keren banget sesuai karakternya yang dingin dan sedih. 

Ditambah scene di sana kalau pas ketemu Xueqi itu jadi emosional banget. Terutama pas adegan jatuh tiduran di rumput Xiaofan memandang Xueqi di sebelahnya lalu adegan pas ketemu lagi saat Xueqi confession dan terakhir scene saat Xiaofan datang menemui Xueqi ngajak dia pergi itu emosional banget. Scene dibuat slow motion dengan banckground yang fantasy dreamy banget seperti bunga berguguran atau kunang-kunang. Baju berjuntai-juntai tertiup angin. Gerakan kaki slow motion... Tangan menggenggam erat... Jalan bersama tapi berjauhan seolah ada jarak tapi hati sebenarnya dekat. Ya ampun... Pinter banget ngeshoot scene-nya. Jempol banget bikin penonton kayak aku bisa ngerasain banget emosinya. Sampai aku ulang-ulang saking indahnya dan emosional menusuk hatiku. 

Kalau scene 2 orang yang saling mencintai dan keduanya bukan tipe yang ugal-ugalan dalam mengekspresikan perasaan itu jadinya ya begini. Sad banget. Yang nonton jadi termehek-mehek. Hehe.

Coba kalau yang ekspresif begitu pasti tidak akan jadi seindah ini. Ini pandangan saya sebagai seorang yang memang tidak ekspresif hehe. Ngena banget ini di saya.

Makanya saya jadi penasaran kelanjutannya. Apalagi di scene terakhir yang saya nonton Xueqi berpikir kalau Xiaofan sudah mati. Emosional sih ini scene-nya. Penasaran gimana reaksinya kalau Xueqi ketemu Xiaofan yang ternyata masih hidup hehe.


Biyao vs Xueqi, Pilih Mana?

Di season 2 dan 3 donghua, Xueqi lumayan jadi punya highight scene ketimbang di season 1 yang memang kalah scene dengan Biyao. Sengaja yang bikin donghua ini bikin penonton berpikir Xiaofan lebih cocok dengan Biyao. Saya pun merasanya Xiaofan suka dengan Biyao kalau nonton donghuanya ya di season 1. Makanya surprise kan ketika Xiaofan ternyata suka dengan Xueqi. Dan ternyata di novel aslinya Xiaofan memang sukanya dengan Xueqi. Dia hanya balas budi dengan Biyao. Tapi ya kalau lihat di donghuanya itu loh dia rela mati demi menghidupkan Biyao bahkan sampai 10 tahun usahanya. 

Bahkan dia frustasi berat setelah gagal menghidupkan Biyao. Ini kalau bukan cinta apa namanya ya? Masa iya cuma balas budi doang. Ga terima banget deh saya si MC kayak gini. Dia mengabaikan FMC. Tadinya sebelum saya tahu Xiaofan suka dengan Xueqi, saya pikir Xiaofan selalu bersama Biyao. Rupanya Biyao koma 10 tahun. Tapi Xiaofan loh selalu bersama wanita cantik. Kala itu saya nonton Xiaofan barengan sama Xiaobai. Saya tidak tahu itu Xiaobai saya pikir itu Biyao ketika dewasa. Karena saya nonton langsung season 3, saya skip dulu season 1-2 karena penasaran. Makanya saya pikir Xiaofan selalu bersama Biyao dan dia cinta Biyao. Ternyata setelah saya nonton season 1-2 tidak demikian. Hah menguras emosi.

Untunglah season 3 ini Xiaofan sesuai novelnya terlihat ada rasa dengan Xueqi. Walaupun dia dingin banget setidaknya dia pernah ngajak Xueqi pergi yang menunjukkan dia suka dengan Xueqi. Meski harus menelan pil pahit saat Xueqi bertanya lalu bagaimana dengan Biyao? Lalu Xiaofan mundur teratur. Duh kesel banget saya pengen saya tonjok hehe. Mewek deh scene ini nyesek banget. 

Tapi saya merasa kalau Xueqi logis banget bertanya demikian. Kalau saya jadi Xueqi pun akan bertanya hal yang sama. Good job author!

Scene lain yang ngenes itu saat Xueqi confession lalu cut ties. Duh nyesek banget. Dua-duanya nyesek. Mungkin Xiaofan ga nyangka kalau Xueqi ada feeling? Entahlah ya. Tapi selama 10 tahun dia mengabaikan Xueqi. Dia hanya peduli dengan Biyao. Dia menutup hati pada Xueqi. Setelah Biyao gagal dihidupkan dan dia kayak orang gila baru dia ingat Xueqi. Hmm...

Pengen marah sama Xiaofan deh hehe

Sebenarnya saya paham sih. Xiaofan dan Xueqi itu hidupnya bersebrangan secara prinsip. Pasti tidak mudah untuk bisa bersama harus ada yang ngalah ikut ke salah satu sekte. Tapi mereka bertahan di sekte masing-masing dengan alasan masing-masing. Jadi sebenarnya mereka berdua itu menderita dalam hati. Saling menyukai tapi tidak bisa bersama. Ditambah mereka bukan tipe ekspresif jadi ya hanya menyukai diam-diam terpendam dalam hati. Ibarat kata tidak ada harapan masa depan untuk bersama.

Nah ini beda cerita dengan Biyao. Biyao itu ada di sektenya sendiri. Dia ada di zona nyaman dia. Jadi dengan Xiaofan masuk ke sektenya ya dia aman-aman saja. Kan dia tidak perlu pindah ke sekte lain yang berseberangan. Kalaupun harus pindah misal ke sekte Qingyun ikut Xiaofan ya ga mau dong. Sebenarnya ini sama seperti yang dialami Xueqi. Kalau harus pindah ke sekte Xiaofan ya ga maulah. Kan sekte Qingyun adalah sekte putih. Masa pindah ke sekte gelap. Prinsip hidup sudah ga sejalan. Kalau diibaratkan di dunia nyata ya mana maulah disuruh ikut aliran hitam kalau dia sudah di tumbuh dari kecil di aliran putih. Logikanya Xueqi masih jalan. Masa iya demi orang yang dicintai rela berpindah ke aliran gelap? Kan ini ga sesuai prinsip hidupnya lagi dong. Mencintai ya mencintai tapi ya tidak ugal-ugalan akal sehatnya ga jalan. Ibarat kata disuruh terjun ke jurang juga dilakoni. Nggak begitu juga kali kan. 

Lagian kalau ada yang bilang harusnya dia pilih yang rela berkorban untuknya seperti Biyao yang rela berkorban nyawa. Helooooo memangnya cinta diukur dari rela berkorban atau nggaknya ya? Korban nyawa lagi ini konteksnya. Kok sempit banget ya mikirnya. Kalau ini sih cinta buta namanya. Lagipula kalau dari segi pengorbanan ya kurang apa Xueqi berkorban? Dia pernah terjun jurang juga menyelamatkan Xiaofan. Cuma bedanya Xueqi ini ga mati. Gegara ga mati jadi kurang berkorban di mata penggemar Biyao. Dia juga membela Xiaofan saat dituduh aliran gelap yang dipelajari.

Harusnya Xiaofan Pilih Siapa?

Kalau ada yang bilang Xiaofan sudah seharusnya bersama wanita yang menerimanya apa adanya yaitu Biyao. Lah, di mana letak Xueqi tidak menerima Xiaofan apa adanya? Dia yang membela Xiaofan ketika dituduh belajar aliran gelap. Dia juga yang selalu mengajak Xiaofan kembali ke sekte putih. Ini adalah bentuk perhatian loh mengajak seseorang yang dicintai kembali ke jalan yang benar. Dia juga tetap menganggap Xiaofan adalah Xiaofan walau dia sudah berubah nama menjadi Gui Li. Dia merasa Xiaofan masih orang yang sama. Ini bukti kalau dia merasa tidak ada yang berubah dari Xiaofan. Gui Li tetaplah Xiaofan yang dia kenal.

Sementara Biyao, gimana Biyao ga menerima Xiaofan wong Xiaofan masuk ke sektenya yang notabene jadinya mereka sealiran. Ya no worries ga ada hambatan. Ga ada masalah dong. Ga ada dinamika. Sementara Xueqi harus menerima Xiaofan yang sudah tidak sealiran. Ini ada dinamikanya. Kamu kira mudah untuk tetap bertahan mencintai sosok yang sudah tidak sealiran? Mana 10 tahun lagi lamanya. Mana sering ketemu jadi musuh. Mau ngebunuh juga ga bisa wong ada feeling. 

Biyao ini loh dia dari aliran gelap dan mengajak-ajak Xiaofan ikut alirannya. Coba apa bagusnya? Hanya karena dia ceria dan menarik karakternya lalu rela mati untuk Xiaofan lalu dianggap yang paling pantas bersama Xiaofan. Dianggap Biyao yang paling setia. Hmm... aku ga sejalan dengan pemikiran ini. Ga masuk di aku. Hehe.

Sementara Xueqi yang tetap teguh dengan pendiriannya di aliran putih dianggap tidak pantas bersama Xiaofan. Dianggap kurang berkorban. Mungkin juga kurang setia? Padahal kurang setia apa dia ya selama 10 tahun lebih ga berpaling ke pria lain. Bahkan dia menolak lamaran pria lain. Padahal dia sendiri sudah cut ties dengan Xiaofan. Dia juga selalu mengajak Xiaofan kembali. Tapi Xiaofan selalu bilang tidak akan bisa kembali. Lalu kurang baik apa Xueqi? Dia juga bilang dia rela mati loh demi Xiaofan. Jadi bukan hanya Biyao yang rela berkorban. Cuma bedanya mati atau nggak. Itu saja.    

Kira-kira ini jalan pikiran kenapa saya pilih Xueqi. Memang karakter Xueqi ini dingin di luar. Tapi dia hangat di dalam. Beda dengan karakkter Biyao yang meledak-ledak ekspresif, agresif, dan menggoda. Tipe kayak Xiaofan jadi mudah akrab dengannya. Beda dengan Xueqi yang kesannya unapproachable. Sudahlah dia cantik banyak yang suka lalu ilmu kultivasinya juga tinggi. 

Biasanya sih memang benih cintanya dulu yang sudah ada ya. Nanti pas ada kesempatan baru diungkapkan.

Apa yang Menarik dari Jade Dynasty?

Yang bikin menarik di Jade Dynasty ini ya kalau saya itu tadi kisah romansanya. Karena saya penggemar romansa yang dibalut dengan kisah wuxia. Jadi tidak hanya perang-perang saja melawan musuh. Ada selingan romansanya. Dan di Jade Dynasty ini kita bisa melihat perkembangan karakter pemeran utama. Dan pemeran utama itu tidak harus selalu yang ada di aliran putih. Tidak selalu prince charming. Ini mirip The Untamed yang mana Wei Wuxian beralih ke aliran gelap. Dan hal ini yang membuat ceritanya jadi menarik. 
             
Keren banget sih ini karena ada romansanya juga jadi komplit banget ceritanya. Sampai ada kubu Biyao dan kubu Xueqi. Kubu Biyao yang tidak terima Biyao mati dan Xiaofan memilih Xueqi. Kalau Biyao hidup lalu bagaimana kisahnya? Apakah Xiaofan memilih bersama Biyao selamanya? Yang saya baca-baca sih nggak juga kata pengarangnya ga ada bedanya Xiaofan akan tetap bersama Xueqi.

Kalau Biyao hidup lagi sih mungkin ceritanya akan complicated cinta segitiga. Tapi bisa jadi juga ya sudah Xiaofan sama Biyao saja. Lah ngapain ngejar Xueqi kalau Biyao hidup. Apa masih butuh Xueqi? Toh selama ini obsesinya menghidupkan Biyao sudah kayak apa. Dia sama sekali tidak melihat Xueqi. Terlalu dingin dengan Xueqi.      
        
Untungnya Xueqi juga ga pernah maksa dia untuk suka dengannya. Apalagi mengejar-ngejar. Ga ada tuh dia. Dia rela memendam hingga 10 tahun lebih karena dia tahu Xiaofan bersama Biyao. Tahu diri banget dia. 
                    
Xiaofannya yang tidak tahu diri. Hehe. Mengabaikan orang setulus Xueqi. Giliran Biyao mati baru dia nongol dan ingat sama Xueqi. Mungkin Xiaofan ini tipe yang harus diberi pelajaran dulu baru dia bergerak. Setelah kehilangan satu baru merasa butuh yang lain. Alamak... Tapi itulah namanya cerita ya. Kalau Biyao tidak dimatikan nanti tidak ada alasan Xiaofan mengejar Xueqi. Tidak ada juga yang membawa Xiaofan kembali ke sekte putih. Tidak ada perkembangan karakter untuk kembali ke jalan yang benar.

Jadi kesal sama Xiaofan karena mengabaikan Xueqi selama bersama Biyao. Kalau suka sama Xueqi selama 10 tahun kenapa ga ada tanda-tanda di donghuanya. Masa tega sampai Xueqinya yang confess setelah 10 tahun saking ga bisa melupakan Xiaofan yang selalu bersama Biyao. Walau ternyata Biyaonya koma sih. Dan saat Xueqi confess itu juga Xiaofan ga ada bilang apa-apa. One side love banget seolah-olah padahal nyatanya Xiaofan juga suka. Haduhhh. Yang nonton jadi bingung. Walau dia terobsesi menghidupkan Biyao masa iya dia suppress perasaan dia sendiri ke orang yang dicintai bahkan ketika si wanitanya sendiri yang confess sebegitunya. Malah dia rela mati demi menghidupkan Biyao. Lah dia ga memikirkan Xueqi gimana kalau dia sampai mati? What the hell...

Pada Akhirnya, Aku Setuju Kalau...

Walau tahu Xiaofan demikian, saya tetap setuju mereka akhirnya bersama. Walau bagaimanapun mereka saling mencintai dan sudah terlalu lama juga memendam jadi biarlah mereka bahagia bersama pada akhirnya. Toh Xiaofan tidak ada berbuat macam-macam dengan wanita lain. 

Haha saya terlalu banyak emosi ini untuk ditumpahkan jadi panjang banget posting saya kali ini. Ok, semoga bermanfaat. Sampai jumpa di posting berikutnya. Kalau kamu juga suka Jade Dynasty boleh komen-komen ya. :)
 
Oya ini ada versi dramanya berjudul Legend of Chusen yang diperankan Li Yifeng, Zhao Liying dan Yang Zhi. Yang penasaran silahkan ditonton.

Saya berharap ada film season 2 nya yang Xiaofan kembali pada Xueqi. Tetap Xiao Zhan ya pemerannya hehe. Sudah cocok banget jadi Xiaofan. Xueqi juga tetap Li Qin. Kalau untuk drama series bagus juga kalau dibuat remakenya dengan aktor yang mendekati animenya. Tapi dengan catatan sama dengan novelnya. Jangan bias ke Biyao dan menghilangkan scene Xueqi lalu diberikan ke Biyao.
        

Saturday, August 9, 2025

35. Mengapa Luka Lama Masih Menyisakan Rasa?

8/09/2025 07:05:00 PM 0 Comments



35. Mengapa Luka Lama Masih Menyisakan Rasa?


Pernahkah kamu merasa baik-baik saja, lalu tiba-tiba dihantam oleh kenangan yang sudah bertahun-tahun lalu? Mengapa luka yang lama masih terasa seolah baru kemarin?


Waktu memang bisa menyembuhkan banyak hal, tapi tidak semua luka hilang tanpa bekas. Ada luka-luka yang tetap tinggal bukan karena kita lemah atau gagal move on melainkan karena luka itu menyentuh bagian terdalam dari diri kita. Luka lama seringkali berhubungan dengan identitas, harga diri, cinta pertama, atau harapan besar yang tak jadi kenyataan. Maka wajar jika jejaknya masih ada.

"Beberapa luka tidak ingin disembuhkan; mereka hanya ingin dikenali."
— Yasmin Mogahed


Kita cenderung menekan atau mengabaikan rasa sakit dari masa lalu, berharap waktu akan menghapusnya. Tapi nyatanya, luka yang tidak diberi ruang untuk sembuh dengan utuh justru mencari celah untuk muncul kembali. Ia bisa muncul lewat mimpi, lewat percakapan sederhana, lewat lagu yang tidak sengaja terdengar di kafe. Dan setiap kali itu terjadi, kita diingatkan bahwa rasa itu belum benar-benar pergi.

"Luka adalah bukti bahwa kita pernah mencintai begitu dalam hingga meninggalkan jejak."
— Nayyirah Waheed


Luka lama menyisakan rasa karena ia menyimpan cerita yang belum selesai. Kadang, kita tidak hanya terluka karena apa yang terjadi, tapi karena kita tak pernah diberi kesempatan untuk mengerti mengapa itu terjadi. Kita memendam tanya, kecewa, bahkan kemarahan yang tidak pernah tersampaikan. Luka-luka itu menjadi pintu-pintu yang belum kita buka, dan setiap kali kita menyentuhnya, rasa lama itu kembali hidup.

"Bukan waktu yang menyembuhkan luka, melainkan bagaimana kita berdamai dengan cerita di balik luka itu."
— Anonim


Rasa yang tersisa adalah bentuk dari keterikatan emosional yang belum selesai. Kita bisa menyibukkan diri, membuat jadwal padat, tertawa di hadapan orang lain, tapi hati tetap tahu mana luka yang belum selesai diceritakan. Dan semakin kita menolak mendengarkannya, semakin kuat ia mengetuk dari dalam. Bukan untuk menyakiti kita, tapi untuk diakui bahwa: "aku ada."


Luka yang menyisakan rasa tidak harus selalu dilihat sebagai kelemahan. Kadang, justru dari luka-luka itu kita belajar tentang batas, tentang harapan yang patah, tentang diri yang pernah kehilangan, dan tentang bagaimana bertahan saat dunia terasa runtuh. Luka bisa menjadi tempat kembali untuk memahami: kenapa kita menjadi seperti sekarang ini.


Dan mungkin, luka lama tetap terasa karena ada versi diri kita di masa lalu yang masih menunggu untuk dipeluk—bukan dihakimi, bukan dilupakan, hanya dipeluk.


Pertanyaan reflektif untukmu hari ini:

  • Luka apa yang masih menyisakan rasa dalam dirimu?
  • Jika kamu duduk bersama luka itu hari ini, apa yang ingin kamu katakan padanya? Dan apa yang ingin ia sampaikan padamu?


Lanjut ke posting berikutnya...


Berikan hanya yang terbaik untuk orang lain

8/09/2025 05:13:00 PM 0 Comments
Halo Sobat...
Saya tergelitik sekali untuk menulis ini. Ini berdasarkan pengalaman pribadi yang begitu mengganggu pikiran saya. Sebenarnya hanya hal kecil sih tapi punya pesan moral yang dalam. Hehe

Ok langsung saja ya sobat. Ini cerita terinspirasi kejadian beberapa hari lalu tepatnya selasa 24 juni 2025. Di pagi hari ketika saya datang ke kantor saya ditawari buah salak oleh teman saya. Saya lihat itu ada 2 buah salak dan 1 jeruk berwarna kurning yang mirip mandarin tapi lebih besar saya tidak tahu namanya. 



Ketika ditawari saya ingin menolak. Tapi saya merasa tidak enak. Dan untuk menjaga perasaannya saya ambil dan ucapkan terima kasih. Saya geletakkan di atas meja. Saya tidak langsung mengupasnya. Tak lama kemudian saya lihat teman sebelah kiri saya mengupas salak. Dalam hati saya oh ternyata dia juga dikasih. Hehe.

Lalu apa yang saya duga pun terjadi. Karena saya lihat teman saya mengupas, maka saya pun mengupas. Pas ini momennya batin saya. Lalu teman saya bilang wah busuk. Bisa dimakan ga ya. Sambil terus mengupas dan berusaha menyelamatkan bagian bawah yang bisa dimakan. Saya sedang mengupas punya saya dan seperti dugaan saya salak saya pun busuk bagian atasnya. 

Saya bilang ke teman saya yang memberi, wah busuk. maaf ya mbak ga saya makan. Saya buang ya mbak. Lalu saya bilang ke teman saya yang masih berusaha mengupas, ga usah dimakan kalau busuk buang aja. Kata teman saya, iya ya nanti ada yang bergerak gerak. Lalu dia buang. Teman saya yang memberi bilang, maaf ya mbak. Ini dikasih teman. Saya bilang, iya mbak udah kering udah lama ya kayaknya. 

Nah dari cerita ini saya ingin bilang bahwa dari awal saya melihat penampakan buah itu sudah kelihatan sekali tidak layak untuk dimakan apalagi diberi ke orang lain. Sudah bisa ditebak kalau buah itu busuk. Lalu kenapa masih ditawarkan ke orang lain? Apa karena ketidaktahuan? Lalu kenapa salak yang buruk yang ditawarkan bukan jeruknya yang masih bagus? Dari awal menerima saya merasa terhina sekali tapi tidak saya ucapkan. Saya takut menyindir atau menyakiti perasaannya. Lalu saya tetap menerima buah yang buruk itu. Penolakan saya adalah dengan mengupas dan menunjukkan bahwa buah itu busuk. Saya ingin penolakan lebih elegan tanpa menyakitinya secara langsung.

Untuk saya yang terbiasa membeli buah segar memang tahu mana buah yang masih segar dan tidak. Cuma saya tidak habis pikir kenapa tega sekali menawarkan sesuatu yang sudah busuk? Mungkin itu sisa yang tidak dimakan yang tidak disuka lalu dibawa ke kantor dan ditawarkan ke orang lain. 

Kalau saya memilih untuk tidak diberikan ke orang lain daripada orang yang menerima melihat buah busuk diberikan kepadanya. Itu suatu penghinaan bagi saya. Mungkin saya berlebihan? Mungkin saja. Tapi inilah saya. Oleh karena itu saya pun tidak mau memberi barang buruk ke orang lain. Karena saya tidak mau membuat orang lain terhina seperti yang saya rasakan.

Sebenarnya ini bukan pertama kalinya. Pernah juga dulu saya traveling ke Turki. Ada emak emak memberi saya buah apel. Saya tahu itu buah apel yang dia ambil dari hotel. Mungkin tidak habis dia makan. Dari 2 buah yang satu dikasih ke saya yang buahnya lebih jelek. Saya hanya membatin. Buah itu saya terima. Saya bilang terima kasih. 

Sepertinya memang beda mindset dengan saya ya. 

Dari kisah ini saya ingin mengajak pembaca untuk memberikan hanya yang baik untuk orang lain. Seringkali seseorang memberikan sesuatu yang dia sudah tidak mau ke orang lain. Entah karena kebanyakan, jelek, bosan, dan sebagainya. Sebenarnya bukan hal yang salah menggunakan alasan-alasan di atas untuk memberikan sesuatu ke orang lain. Bagaimanapun jatuhnya tetap sedekah ya dalam islam. Tapi alangkah baiknya memberikan yang baik. Jangan karena sudah tahu tidak bagus lalu kita berikan ke orang lain karena sendiri saja tidak mau. Jangan sampai orang yang diberi merasa terhina. 





Saturday, June 14, 2025

34. Apa yang Sebetulnya Ingin Dikatakan oleh Kesedihan Kita?

6/14/2025 07:29:00 PM 0 Comments

34. Apa yang Sebetulnya Ingin Dikatakan oleh Kesedihan Kita?


Pernahkah kamu duduk bersama rasa sedihmu, bukan untuk mengusirnya, tetapi untuk mendengarkannya? Jika iya, apa yang kamu dengar?


Kesedihan bukan hanya beban yang harus segera dibuang. Ia adalah pesan yang perlu diurai. Kita sering terlalu sibuk mencoba "melupakan" dan "move on", sampai lupa untuk mendengarkan apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh perasaan itu. Padahal, emosi tidak datang tanpa alasan. Kesedihan adalah suara lembut yang sering kali kita bisukan karena takut akan apa yang mungkin kita temukan di baliknya.


Kadang, kesedihan datang untuk memberitahu kita bahwa ada luka yang belum sembuh. Kadang ia hadir karena kita terlalu lama menahan diri dari menangis, dari kecewa, dari jujur pada kenyataan yang tak sesuai harapan. Kesedihan adalah bentuk komunikasi dari jiwa yang butuh dipeluk, bukan ditolak. Ia mengajak kita melihat ke dalam, bukan lari keluar.

"Kesedihan adalah cara jiwa memanggil kita pulang—ke dalam diri sendiri."
— Clarissa Pinkola Estés


Kesedihan bisa juga menjadi sinyal bahwa kita sedang kehilangan sesuatu: seseorang, impian, arah, atau bahkan diri kita sendiri. Saat hidup berjalan terlalu cepat, kita cenderung mengabaikan kebutuhan emosional kita. Tapi kesedihan tahu bagaimana cara menghentikan kita dengan perlahan, diam-diam, tapi pasti. Ia membuat kita merenung, berpikir ulang, dan bertanya: apa yang sebenarnya penting bagiku?

"Terkadang air mata yang jatuh bukan karena kelemahan, tapi karena hati akhirnya berkata sesuatu yang tak bisa disuarakan dengan kata-kata."
— Anonim


Mungkin kita mengira bahwa dengan menghindari kesedihan, kita sedang melindungi diri. Padahal, justru di situlah kita kehilangan banyak hal: koneksi dengan diri sendiri, kepekaan terhadap rasa, bahkan keberanian untuk berubah. Menolak mendengarkan kesedihan sama seperti menolak melihat bagian dari diri kita yang paling membutuhkan kasih sayang. Tidak semua luka harus segera sembuh, tetapi semua luka ingin dimengerti.

"Kesedihan adalah jendela yang mengajarkan kita cara melihat ke dalam hati."
— Haruki Murakami


Ketika kita benar-benar membiarkan diri tenggelam dalam kesedihan, bukan untuk menyerah tetapi untuk belajar, kita akan menemukan hal-hal yang tak pernah terungkap saat semuanya baik-baik saja. Kita menemukan ingatan yang terlupakan, pengharapan yang lama terkubur, dan sisi rapuh diri yang selama ini menunggu untuk diterima. Mungkin, kesedihan tidak datang untuk menghancurkan kita. Ia datang agar kita bisa membangun diri kembali dengan lebih jujur.


Kesedihan adalah ruang untuk beristirahat dari kepura-puraan. Ia memanggil kita untuk jujur, untuk hadir sepenuhnya, dan untuk merawat bagian yang terluka dengan kasih, bukan dengan penyangkalan.


Pertanyaan reflektif untukmu hari ini:

  • Apa yang selama ini ingin disampaikan oleh kesedihanmu, namun belum sempat kamu dengarkan?
  • Jika kamu memberi waktu untuk duduk bersama kesedihan itu, emosi atau kenangan apa yang muncul ke permukaan?


Lanjut ke posting berikutnya...