Halo Sobat! Ada yang sudah baca buku Focus on What Matters karya Darius Foroux? Kalau belum, buat kamu yang butuh bacaan yang bisa membuat kamu jadi pribadi yang positif dan lebih fokus pada diri sendiri, buku ini cocok banget buat kamu.
Buku ini mengajarkan konsep stoic. Apakah kamu familiar dengan istilah stoic? Stoic ini semacam ajaran dari filsuf Yunani dan Romawi tentang fokus pada apa yang bisa kita kontrol ketimbang yang tidak bisa kita kontrol.
Buku ini menceritakan sedikit demi sedikit ajaran stoic dari Seneca, Epictatus, dan Marcus Aurelius di setiap bab. Bab yang dia tulis dia sebut sebagai surat. Setiap bab ini tidak panjang jadi cocok banget buat kamu yang butuh bacaan ringan tapi tetap menohok sebagai makanan otak kamu. Cocok banget untuk perenungan hidup.
Sebagai contoh salah satu surat adalah tentang tidak menjudge orang lain atas apa yang mereka lakukan dan menganggap bahwa mereka salah dan yang benar adalah sudut pandang kita. Kita tidak bisa berbuat demikian. Kita tidak mengetahui permasahan sebenarnya dari orang lain. Kita tidak bisa memaksa orang mengikuti standar kita. Tiap orang punya standar berbeda.
Ini benar sekali loh sobat saya sering banget menyaksikan orang menghakimi orang lain bahkan orang dekat saya pun begitu. Nah ini saya pernah bahas di posting saya sebelumnya.
Cek posting sebelumnya tentang judmental
Ternyata sudah lama saya posting di tahun 2021.
Selanjutnya dari buku ini ada cerita tentang mencintai diri sendiri. Stoic mengajarkan kita untuk mencintai diri sendiri. Kenapa? Salah satunya karena kita 24 jam bersama diri kita sendiri. Kita paling banyak bersama diri kita. Kitalah teman sejati dari diri kita sendiri.
Siapa yang paling mencintai diri kita? Jawabannya adalah diri kita sendiri. Lalu kenapa kita memperdulikan opini orang lain? Jika sesuatu yang kita lakukan adalah hal yang benar maka jangan pedulikan omongan orang lain karena pasti ada saja orang yang setuju dan tidak setuju bahkan orang terdekat kita sendiri juga ada yang ingin kita gagal. Hal ini bisa terjadi karena ada rasa iri. Rasa ini bisa ada dari siapa saja entah teman akrab, teman kerja bahkan keluarga.
Intinya ada banyak pesan-pesan stoic lainnya yang bisa kamu ambil dari buku ini. Buku ini bukan berisi teori stoic ya tapi cerita-cerita kecil kehidupan yang dikaitkan dengan ajaran stoic. Dan kemungkinan besar relate dengan kehidupan kita orang biasa.
Jadi, apakah kamu tertarik sobat?
No comments:
Post a Comment
leave your comment here!