semangat menebar kebaikan lewat tulisan — merangkai kata menebar cahaya — menulis dengan hati, menginspirasi tanpa henti

Kenapa Kita Terobsesi Hidung Mancung? - Reana

Follow Us

Friday, May 1, 2026

Kenapa Kita Terobsesi Hidung Mancung?

Halo Sobat, tetiba saya jadi pengen membahas tema berikut: oplas alias operasi plastik.

Saya perhatikan sekarang marak selebritis pada oplas. Malah terang-terangan pada dibuat konten. Sebenarnya itu hak mereka ya mau oplas atau tidak, mau publish atau tidak, toh oplas pakai uang mereka dan mereka sendiri yang merasakan prosesnya. 

Mereka melakukan semua itu secara sadar loh. Kita netizen cuma bisa melihat lalu berkomentar. Gratis. Hehe.

Sebenarnya apa yang ingin saya sampaikan? Saya merenung saja sih. Saya bertanya-tanya. Kenapa ya mereka pada memilih oplas. Padahal mereka itu orang-orang terkenal yang mana dengan posisinya mereka itu sudah dikenal secara fisik oleh penduduk muka bumi Indonesia mereka unik asli ciptaan Tuhan yang Maha Kuasa, mereka dicintai para fans, mereka diterima oleh para fans apa adanya yang menempel pada jasad mereka. Dengan apa yang mereka miliki itu, duit ada, popularitas tinggi. Kaya raya. Lalu apa yang kurang? Apakah kurang cantik? Hidung kurang mancung? Karena rata-rata artis Indonesia oplasnya hidung. 

Ya sebenarnya wajar oplasnya hidung karena memang ciri khas Indonesia asli kan hidung ga tinggi seperti orang kaukasia. 

Mungkin standar cantik Indonesia menengok ke kaukasia yang berhidung tinggi. Walau ga setinggi hidung kaukasia, paling ga mancung gitu ya. 

Saya sendiri juga bertanya-tanya sih kadang. Ketika saya campur dengan teman-teman saya entah itu di kantor atau kuliah, lah kok saya paling pesek sih. Yang lain lumayan mancung ketimbang saya ini kategorinya flat nose. Hehe. 

Tapi ya yasudah sebatas itu saja. Memang ga punya pos uang juga buat oplas hehe. 

Maksud saya, hidung ga jadi masalah dalam pergaulan saya. Ga ada kok teman yang menghina atau tidak menerima saya karena hidung. 

Di Indonesia ini wajar banget punya hidung ga mancung. Sama halnya orang kaukasia wajar banget punya hidung mancung.
 
Lagipula hidung tidak ada efek apa-apa ke orang di sekitar. Yang ngefek itu ya perkataan dan perbuatan kita. Paling ga dalam kehidupan saya sehari-hari ya. Kalau seleb mah mungkin memang beda ya. Pokoknya harus cantik menarik. Hidung kurang atau ga mancung adalah penyebab merasa kurang cantik. 

Tapi apakah separah itu insecurenya? 

Saya rasa tiap orang cantik ganteng sesuai pemberian tuhan. Cantik ganteng relatif kan ya. Walau ada yang bilang cantik itu relatif jelek itu mutlak, emang segitunya amat ya? Tiap orang itu cantik versi masing-masing loh. Tiap orang itu unik allah ciptakan. 

Coba deh setelah oplas kok biasanya itu langsung berubah wajahnya padahal cuma hidung yang dirubah. Jadi ga unik lagi loh wajah jadi orang lain yang sama pabrikannya. Karena memang itu buatan manusia. Ciri khas wajah asli jadi hilang. Banyak loh yang begitu jadi ga kenal itu siapa. 

Jadi, kalau misal oplas supaya lebih cantik, cantik itu ga ada habisnya. Selalu saja ada orang yang lebih cantik. Ibarat di atas langit masih ada langit. Yang ada makin berambisi biat jadi lebih cantik lagi dan lagi. Setelah operasi 1 ada operasi dua tiga dan seterusnya karena manusia ga ada puasnya.

Kepuasan itu hanya sebentar euforianya dan ga ada habisnya. Manusia akan terus-menerus mencari kepuasan dan ingin terus-menerus merasakan sensasi kepuasan itu karena memang timeline-nya sebentar. Seuprit seupil. Hehe.

Lah kok jatuhnya jadi greedy. Iya ga sih. Bukankah manusia memang makhluk yang serakah? Iya juga sih tapi keseringan kita ga sadar kalau kita sudah jadi greedy. 

Lalu harus bagaimana?

Harus ada acceptance dari dalam diri kita sendiri. 

Kita terima diri kita apa adanya. Kita tidak bisa kontrol kita mau berparas seperti apa itu kuasa tuhan. Yang bisa kita lakukan ya merawat diri atas apa yang tuhan berikan. Bukan merubah. 

Kalau misal ada yang bilang kan tuntutan untuk jadi cantik. Tuntutan siapa? Fans ga minta idolanya buat oplas kok. Fans terima-terima saja idolanya bagaimana. Mungkin itu tuntutan diri sendiri ya ga sih. 

Padahal terkadang ya jika direnungi misal punya hidung pesek justru berkah justru itu yang mendatangkan banyak rezeki jadi selebriti karena kan lucu hidungnya pesek. Setelah oplas malah jadi berubah wajahnya eh lucunya jadi hilang.

Sobat, ini cuma pemikiran saya saja ya. Dan saya tidak berniat untuk mengaitkan dengan agama. 

Cantik itu relatif, unik itu abadi. Ketika kita mengubah diri demi mengejar standar orang lain, kita berisiko kehilangan ciri khas yang membuat kita istimewa. Dan pada akhirnya, kepuasan tidak akan pernah datang dari luar tapi dari kemampuan kita menerima apa yang sudah kita miliki.

No comments:

Post a Comment

leave your comment here!