semangat menebar kebaikan lewat tulisan — merangkai kata menebar cahaya — menulis dengan hati, menginspirasi tanpa henti

August 2026 - Reana

Follow Us

Saturday, August 1, 2026

Cerita dari Obrolan dalam Mobil: Blessing atau Kekurangan?

8/01/2026 08:45:00 PM 0 Comments
Halo Sobat... kali ini saya merenung. Merenung setelah sesuatu hal. Ceritanya begini. Di kerjaan saya ini belakangan kami sering tugas ke luar kantor per tim. Setim kami ada 5 orang. Ketua tim kami ada 1 orang. Setiap ke luar kami selalu bersama dalam 1 mobil di perjalanan. Ketika kami lengkap berlima, suasana di dalam mobil heboh, seru. 3 orang ngobrol sahut-menyahut. Saya lebih banyak mendengar. Begitu pula satu lagi rekan saya. Tapi rekan saya ini masih mending daripada saya. Masih ada suaranya. Nah, di lain waktu, 2 orang rekan yang heboh ini tidak ikut, alhasil tinggal ketua tim dan kami berdua yang ga banyak omong. Dan apa yang terjadi? Vibe jadi berbeda banget. Jomplang. Suasana jadi hening. Bukan berarti tidak ngobrol. Ngobrol kok. Cuma tidak seheboh jika ada 2 orang tadi. Benar-benar terasa bedanya.

Di kesempatan berikutnya, 1 orang rekan yang mirip saya ga bisa ikut, jadi kami berempat. Dan saya lagi- lagi hanya mendengar saja. Dari obrolan mereka, loh kok ada 1 cerita yang saya tahu tapi tak pernah mencari tahu alias puzzle kok jadi lengkap kepingan puzzlenya. Jadi teman saya yang lain di luar ini pernah ngobrol ke saya tapi saya ga tahu saya tidak memperhatikan. Padahal yang dia tanya itu orangnya pas ada di depan saya. Entah saya yang cuek atau tidak mau tahu urusan orang, pokoknya saya ga memperhatikan deh jadinya saya ga tahu. Loh kok setelah percakapan di mobil itu saya jadi jadi dapat jawabannya dengan sendirinya tanpa saya mencari tahu.

Dan herannya ya, walau yang dibahas teman di mobil ini kan saya tahu ya karena saya pas ada di depan orang yang dimaksud, tapi kok saya ga bisa ikut menimpali ya obrolan mereka alias saya hanya diam saja. Pokoknya kelakban ini bibir. Setelah itu saya merenung, padahal bisa banget saya ikut nyambung ngobrol tapi kenapa saya ga bisa ngomong ya? Ini karena saya yang ga suka gosip atau memang ada yang mencegah saya secara tak terlihat atau bagaimana ya. 

Apa karena ini jarang ada orang yang bisa dekat dengan saya ya. Karena ga hidup obrolan kalau sama saya. Mungkin saya terlalu plain kalau ibarat minuman atau makanan. Omg. 

Karena memang obrolan paling seru itu ngomongin orang ga sih? Makin digosok makin sip... hehe

Setelah saya runut-runut lagi, eh iya juga ya. Saya keseringan ga tahu gosip kalau bukan teman saya yang cerita. Kenapa begitu ya. Ini blessing atau bukan ya.

Saya memang ga suka ngomongin orang atau julid julid. Ga ada faedahnya kan ya. Paling ngomongin diri sendiri sih atau lawan bicara atau berita yang lagi viral misal kasus penyekapan dan penganiayaan di Bandung yang heboh itu, atau kasus-kasus kriminal lain karena kebetulan teman sebelah saya duduk di kantor suka berita kriminal juga hehe. Apa karena itu orang menyingkir dengan sendirinya ya. Entahlah. Circle saya juga ga banyak sih memang. Mungkin orang awkward juga mau ngobrol sama saya ya. Hehe.

Menurut saya ya, kalau kebanyakan mendengar atau kebanyakan informasi masuk ke otak itu jadi beban buat otak saya. Jadinya setelah dipikir-pikir mendingan ga tahu banyak tentang orang. Kamu ada yang sama kayak saya ga ya?

Kebanyakan tahu banyak tentang orang juga bisa bikin kita berubah pandangan tentang orang. Seram ga tuh kalau kita orangnya mudah terpengaruh alias ga netral. Karena apa yang kita dengar kan pendapat orang yang entah benar atau tidak. Perlu crosscheck... jangan menjadi berat sebelah atau melihat dari satu sisi saja. Lah kan kita juga mana tahu kalau sumber info yang kita dapat dari orang yang suka sama dia atau benci sama dia. Pintar-pintarlah berdiri di tengah. Kalau tidak, bisa oleng kita ke kiri atau ke kanan. 

Sesungguhnya pendapat orang itu sangat berbahaya loh karena bisa meracuni alias mempengaruhi pemikiran orang lain.