Halo Sobat. Kali ini saya pengen mengomentari kasus pembunuhan yang beritanya sedang hangat ya yaitu kasus pembunuhan Mozza Axillia Gunarsa di Jawa Tengah yang masih di bawah umur yaitu 17 tahun saat pembunuhan (Juni 2025) dan baru ketemu tulang-belulangnya setahun kemudian.
Apakah berita ini miris? Ya tentu saja. Pertama, karena korbannya adalah anak di bawah umur. Walau umur 17 tahun bisa dibilang cukup umur tapi tetap saja masih anak-anak masih dalam pengawasan orang tua. Selain itu, korban ini bergender perempuan yang memang sangat rentan menjadi korban.
Kedua, korban berkenalan baru sebulan melalui media sosial tiktok dan sudah menjalani hubungan romantis dengan pelaku. Pertanyaannya adalah secepat itu? Walaupun pengakuan adanya hubungan romansa ini adalah pengakuan dari sang pelaku yang tentu saja tidak bisa dikonfirmasi ke korban secara langsung, boleh kita asumsikan saja ini benar ya karena memang pada umumnya hal apa lagi yang menjadi pemicu alias motivasi yang membuat seorang perempuan bersama laki-laki jika bukan adanya ikatan emosional alias romansa. Ini asumsi terburuk ya.
Korban datang ke kos pelaku. Pelaku mengaku cemburu karena adanya pria lain lalu terjadilah cekcok dan terbunuhlah korban. Setelah itu, korban dibuang. Motor korban dijual dengan alasan menghilangkan barang bukti.
Sobat, sampai sini apakah ada kecurigaan kalian? Apakah kalian percaya pengakuan pelaku begitu saja?
Ingat sobat ya. Almarhum sudah tidak ada dan tidak akan bisa mengonfirmasi apapun yang diucapkan pelaku. Almarhum tidak akan bisa membela diri. Di sinilah kita hanya mendengar dari satu sisi yaitu pelaku.
Pelaku bebas membuat alibi atau mengarang cerita apapun yang bisa meringankan hukuman pelaku.
Mari kita berpikir sejenak. Jika harta benda dijual oleh pelaku selepas menghilangkan nyawa korban, apakah kalian berpikir bahwa oh kalau gitu bukannya pelaku berniat menguasa harta korban? Jika memang mau menghilangkan jejak kenapa dijual? Kan bisa saja dibuang, dipendam, dibakar, dirusak atau apapun bentuknya untuk menghilangkan bukti misal karena ada sidik jari.
Lah kalau dijual kan dapat duit ya lumayan jutaan jual motor, laptop, HP atau mungkin perhiasan.
Ingat! Kenal baru sebulan loh. Kalau tidak ada niat menguasa harta benda mana mungkin ada keinginan untuk mengambil barang-barangnya. Yang ada ketakutan, kepikiran, hidup ga tenang, mana kepikir ambil barang apalagi dijual. Traumatise kan kalau baru pertama kali membunuh. Ini dalam kondisi normal ya.
Kalau sampai kepikiran ambil barang dan dijual sih seperti sudah direncanakan ya. Kalaupun tidak direncanakan, kemungkinan si pelaku memang sudah ada niat ga baik.
Merampas barang kan tidak harus dibunuh ya. Dengan bujuk rayu pun bisa kok pelaku menguasai harta korban. Paling-paling bertengkar kalau korban ga mudah dibujuk. Dan memang pertengkaran ini bisa mengakibatkan pembunuhan.
Ada hal yang ingin saya bahas juga. Kenapa si wanita pergi ke kos pria? Ini tanda tanya sih. Ngapain perempuan ke kos pria?
Dalam budaya kita kan sebenarnya masih tabu ya perempuan mencari atau mendatangi pria sehingga lebih besar rasa malu jika peremmpuan ke tempat pria sendirian. Tapi entahlah ya kalau di jaman sekarang sudah tidak ada lagi hal-hal tabu semacam itu. Entah bagaimana pendidikan prilaku anak muda jamam sekarang. Apakah memang sudah sebebas itu tak ada lagi batas pergaulan pria dan wanita.
Perasaan keluarga
Sobat, kebayang ga sih bagaimana perasaan orangtua. Korban yang dilaporkan hilang dan kemudian ketemu setelah setahun sudah menjadi kerangka. Sedih banget pasti kan keluarganya kehilangan anak.
Kenapa ya menghilangan nyawa sudah kayak bunuh nyamuk aja. Setega itu. Kayak nyawa ga ada harganya sama sekali.
Itu orangtua yang membesarkan bagaimana coba kehilangan anak.
Kalau memang cinta kenapa harus dibunuh? Kalau memang cemburu kenapa harus dibunuh?
Apa ga ada jalan lain? Tinggalinlah kalau memang diselingkuhi. Putus. Wanita lain masih banyak. Nanti juga move on. Baru sebulan juga loh. Memangnya secinta apa sih kalau baru sebulan? Ini dengan catatan kalau memang motif cemburu ya.
Seringkali saya ga ngerti dengan pola pikir para pelaku ini bagaimana ya. Dikuasai setan? Mungkin...
Memang ga perlu dimengerti juga kali ya. Kalau dimengerti nanti malah dianggap memaklumi.
Ok sekian dulu ya sobat. Ini adalah opini ebbas saja. Kalau kamu ga setuju silahkan saja kalian berhak. See you!
No comments:
Post a Comment
leave your comment here!