semangat menebar kebaikan lewat tulisan — merangkai kata menebar cahaya — menulis dengan hati, menginspirasi tanpa henti

2026 - Reana

Follow Us

Monday, January 19, 2026

Terkadang "Tidak Tahu" itu Lebih Baik daripada Tahu tapi Menyakitkan

1/19/2026 10:05:00 PM 0 Comments
Sobat, apa kamu pernah mendengar kalimat terkadang tidak tahu itu lebih baik daripada tahu tapi menyakitkan. Pernahkah kamu mengalaminya sendiri?

Kalimat itu terpatri di pikiran saya hingga saat ini. Saya dulu mendengar dari teman saya. Saat itu saya hanya "oya". Saya tidak menerima ataupun membantah. Untuk saya yang menyukai kejujuran memilih untuk tahu walau perih daripada tidak tahu alias hidup dalam kepalsuan atau kebohongan atau kamuflase. 


Dan saat ini saya seperti mengalami sesuatu yang membuat saya shock untuk tahu kebenarannya. Saya sempat merasa kepikiran. Rasanya tidak sama lagi ketika kita tidak tahu dan ketika sudah tahu. Bagi yang memilih untuk tidak tahu maka ada "perasaan" yang terjaga. Perasaan yang saya maksud ini bukan cinta ya tapi di case tertentu bisa jadi cinta juga termasuk. 

Ketika kita tahu kebenaran maka akan ada perasaan yang berubah. Pastinya tidak akan lagi sama. Kita harus siap menghadapi. Menghadapi perasaan kita yang berubah dan menghadapi kenyataan yang terjadi. Double kill. 

Saat pertama saya dapat kabar, saya merasa kaget dan tidak percaya pada awalnya. Masa sih? Pikir saya. Lalu insting detektif saya langsung aktif dan terus mencari kebenaran. Dan ternyata memang benar apa yang saya temukan. 

Dalam hati saya masih berharap bahwa ini tidak benar. Tapi bukti bukti cukup jelas. Jadi saya tidak bisa mengelak.

Tapi saya tidak konfirm langsung ke yang bersangkutan karena saya menjaga hatinya. Itu privasinya. Apa yang saya lihat di dia adalah dia yang saat ini. Sedangkan kebenaran yang saya temukan adalah bagian masa lalunya. Di mana saat itu saya belum mengenalnya. Dan masa lalu itu yang membentuk dia menjadi dirinya yang sekarang.

Saya berpikir, "Kenapa? Kenapa dia melakukan itu?"

Tapi apa hak saya bertanya demikian. Apalagi sampai menuntut jawaban. Siapa kamu emangnya?

Saya yakin dia punya alasannya sendiri. Saya coba menerima. Dan saya tidak konfrontasi. Saya mencerna. Saya memproses. Saya perlu waktu. Hingga akhirnya saya menerima kenyataan dan memutuskan untuk tidak ada yang berubah di antara kita. Meski rasanya aneh tapi kita tetap profesional. 

Baru kali ini sih saya nemu kasus begini. Ternyata hidup serandom ini ya haha.

Saya yang saya pikir hidupnya tidak ada warna warni yang aneh aneh eh rupanya ada juga cerita begini mampir dalam hidup saya. Tapi saya tidak bisa menceritakan secara gamblang dan detail kisahnya ya sobat.

Secara saya yakinnya selama saya kenal dia, dia itu baik. Saya nyaman sama dia. Saya ambil bagian baiknya saja dari dia sih banyak ilmu baiknya dari dia soalnya. Bahkan karena saya sudah di level menerima, jikapun kita dekat misal ya, saya mau kok temanan akrab dengannya.

Saya sempat kagum loh di awal kenal dia, dia itu open. Talkative. Lembut. No pressure kalau sama dia. Vibe nya enak. Santai. Nah sekarang karena kejadian tahu sesuatu tentangnya jadi aneh rasanya berkomunikasi. Tapi ya sudahlah ya karena bagaimanapun dia juga tidak ada berbuat apa apa sama saya. Dia masih sama saja seperti saat saya tak tahu apa apa. Jadi ya bersikap biasa saja anggap tak tahu apa apa. Biarlah kusimpan sendiri saja.

Terkadang tak semua hal perlu diceritakan. Tak semua hal perlu diketahui orang. Tak semua hal layak jadi konsumsi publik. 

Terkadang sesuatu hal hanya perlu didiamkan. Terkadang sesuatu hanya perlu dipendam.
Terkadang sesuaty hanya perlu disimpan.
Terkadang sesuatu hanya perlu diketahui sejenak lalu dilupakan.

Bagaimana sobat? Apakah kamu ada pengalaman juga?

Apakah kita benar-benar siap menanggung konsekuensi dari kebenaran yang kita cari?

Saturday, January 17, 2026

Cerita Pakai Bubble Mask

1/17/2026 07:17:00 AM 0 Comments
Halo Sobat... libur isra miraj saya menyempatkan diri buat maskeran. Saya ambil masker yang tersedia di kotak masker saya. Ini stok lama sih saya cuma menghabiskan sisa-sisa. Masih ada 10 bungkus masker. Saya cabut satu dan taraaaa terpilihlah masker berwarna hitam dari Y.O.U.



Setelah membersihkan wajah saya coba buka ini maskernya. Awalnya tidak ada kecurigaan apa-apa. Saya pikir ini masker sama seperti masker lain yang saya punya. Pas saya buka kok loh ini tidak ada plastik penyangganya jadinya ya lemes begitu agak struggle buat membuka maskernya agar berbentuk dan bisa dipakai.

Lalu saya buka dan saya coba posisikan ke wajah saya supaya pas. Saya ratakan. Cairan yang menempel di tangan saya ke oles ke wajah. Saya kaget loh kok leher saya berbusa. Lalu saya cek kemasan masker tulisannya bubble sheet mask. Oalah pantesan saja. Saya itu mengiranya itu cuma judul produk saja eh rupanya memang benar berbusa. Aneh sih rasanya baru kali ini nemu begini.

Saya diamkan masker di wajah. Setelah beberapa menit saya cek di cermin loh kok nambah banyak busa di luar masker. Serem sih kalau saya melihatnya. Hehe. Ya gimana ya. Berasa kayak tumbuh itu gelembung-gelembungnya makin lama makin banyak. Padahal sih ya itu cuma busa saja. Kan sudah biasa juga kita mencuci dan busanya banyak. Tapi ini di wajah jadi kesannya aneh saja. :)

Oya saran pemakaian tidak boleh lebih dari 15 menit dan dibersihkannya menggunakan air hangat. Oke, setelah 15 menit saya bilas dengan air hangat. Karena itu busa yang dibilas jadi ya mirip membersihkan wajah dengan facial foam.

Setelah bersih bagaimana rasanya? Tidak ada yang aneh sih. Berasa habis cuci wajah dan feeling bersih saja. 

Apakah kamu pernah coba Sobat?

Sebenarnya masker ini random saja dulu saya beli biar ada variasi saja. Tidak menyangka ini beda varian. Dulu saya beli di Guardian. Harganya tidak sampai 15 ribu kalau tidak salah ingat karena sudah lama ya belinya. Kalau kamu penasaran silahkan dicoba saja sobat. Mana tahu kamu bosan dengan masker yang biasa kamu pakai. Silahkan cari di shopee atau toko terdekat kamu.

Untuk khasiat sih kurang tahu persis karena cuma sekali pakai. Dan saya maskeran cuma buat relax saja hehe.

Kalau baca-baca artikel sih ya ini terinspirasi dari Korea yang inisiatif mengeluarkan produk bubble mask dan ada manfaat tertentu dari bubblenya itu. Tapi saya sekilas saja membaca dan tidak begitu percaya dengan klaim yang disebutkan. Hehe.


Friday, January 16, 2026

The Materialist Movie Review

1/16/2026 10:24:00 PM 0 Comments
Halo Sobat? Libur isra miraj kemana ya? Lumayan ya nyambung sabtu minggu.

Saya sempat nonton film The Materialist nih sobat yang baru hadir di netflix. Apakah filmnya bagus?

Untuk ceritanya sih ya tidak yang gimana gimana juga. Masih tergolong ringan. Cocok buat yang pengen cerita yang ga berat.


Pemeran utamanya Dakota Johnson dan Chris Evan. Awalnya saya pikir Anne Hathaway. Omg ternyata bukan. Menurut saya mereka mirip. Sama sama cantik tinggi langsing hidung mancung. 

Film ini berkisah tentang Lucy yang seorang matchmaker alias bekerja di kantor perjodohan. Dia ini sering membantu klien buat dapat pasangan. Dia sendiri masih single. Saat datang ke pernikahan klien, ada seorang pria bernama Harry yang mendekati Lucy. Pria ini adalah kakak pengantin pria yang super kaya dari kecil, tidak pernah hidup susah, tidak main wanita, tidak ngedrug, tinggi 180 cm. Kalau dalam bisnis perjodohan pria ini disebut unicorn yaitu tipe pria high quality yang laris manis di pasaran. Lucy menyarankan dia untuk menjadi kliennya tapi dia menolak, dia maunya Lucy yang jadi pasangannya. 

Awal-awal Lucy menolak tapi setelah sekian kali ngobrol Harry berhasil meyakinkan Lucy dan akhirnya mereka bekencan. Lucy bilang kalau dia merasa valuable sehingga dia menerima Harry. Hal ini benar banget kan ya sobat wanita. Kalau wanita merasa spesial atau valuable dia akan menerima seorang pria yang bisa membuatnya merasa demikian. Karena feeling itu berharga banget buat perempuan dan bisa membuatnya berbunga-bunga dan jatuh cinta.

Setelah selang beberapa waktu, mereka akhirnya berpisah. Kenapa? Nah ini yang lumayan aneh. Padahal selama mereka berkencan, tidak pernah ada masalah. Mereka baik-baik saja. Harry tampak sebagai pria baik-baik. No red flags. Tapi Lucy memutuskan untuk berpisah. 

Kejadian ini terjadi setelah Lucy mengetahui bahwa Harry pernah extend kaki biar lebih tinggi. Kenapa dalam film ini menyinggung extend kaki? Karena dalam film ini pria tinggi minimal 180 cm itu dianggap tinggi ideal yang dicari wanita di pasaran perjodohan.

Nah, ketika mereka putus, Lucy bilang bahwa tidak ada cinta di antara mereka. Lucy tidak cinta dengan Harry dan sebaliknya. Padahal sih ya Harry menerima Lucy apa adanya walau dia miskin tapi Harry tidak peduli. Harry tidak melihat dari materi karena materi Harry sudah berlimpah dan itu lebih dari cukup untuk berdua. 

Yang Harry lihat darinya adalah intangible asset alias aset tak terlihat yang dimiliki Lucy. Harry yakin jika mereka bersama they would make a perfect couple. Wah langka banget kan Sobat ada pria begini? Tapi Lucy bersikeras untuk putus setelah kejadian dia melihat bekas operasi kaki. Walau dia tidak bilang karena hal itu mereka putus tapi saya sebagai penonton jadi berkesimpulan karena hal itu. Karena sebelumnya baik baik saja. Tadinya saya pikir Harry bakal menunjukkan sikap red flag tersembunyi yang pada akhirnya membuat mereka putus tapi ternyata nggak ada kok. Jadi ya berarti alasannya karena memang Lucy tidak cinta seperti yang tersurat dalam dialog. Lah terus kenapa diterima dan menikmati tinggal di apartemen Harry dong?

Penonton tahu bahwa Lucy mencari pria kaya untuk dinikahi. Dan boom! Dia dapat dong. Durian runtuh ga sih? Tapi pada akhirnya dia lepas dengan alasan yang kurang masuk akal tapi memang mungkin saja terjadi dalam dunia nyata. Tapi kalau dalam dunia nyata juga pasti mikir mikir sih mau melepas ikan besar seperti itu. Hehe. Setuju ga sobat?

Rencana liburan Lucy ke Iceland gagal karena hal ini. Akhirnya Lucy kembali pada ex pacar yaitu John yang diperankan Chris Evan. John ini sosok pria miskin yang hidupnya ngontrak bareng teman pria lain dalam satu rumah dan kere alias duitnya sedikit. Sebelumnya mereka putus karena masalah duit. John ini tetap cinta dengan Lucy walau lama mereka berpisah dan kehidupannya pun tak berubah setelah lama berpisah. Masih tetap miskin. 

Tapi Lucy kembali karena dialah yang bisa memberikan cinta. Jadi di akhir mereka bersama. Seperti ada pesan dari film ini bahwa jodoh itu sekufu alias yang miskin dengan yang miskin yaitu Lucy dan John. :)

Pesan moral: Cinta tidak selalu rasional, pilihan tidak selalu mudah, dan seringkali kita harus memilih antara apa yang logis dan apa yang terasa benar di hati bahkan jika itu berarti melepaskan "ikan besar".

Bagaimana Sobat kamu pilih Harry atau John?

Saturday, January 10, 2026

Cerita Pengabdian Masyarakat ke Yayasan di Bekasi

1/10/2026 10:43:00 AM 0 Comments
Tepatnya 6 Desember 2025 lalu saya kembali melakukan pengabdian masyarakat ke yayasan di daerah Bekasi yaitu Yayasan Kubah Rahmatan. Kalau sebelumnya saya bersama 4 orang teman saya mengadakan acaranya, kali ini saya bersama 8 orang teman saya. Dua kali lipat banyaknya. Bagaimana ceritanya?

Jadi kalau sebelumnya temanya bahasa Inggris, kali ini temanya agama. Jadi ada sesi mengajar atau pemberian materi ke anak-anak di yayasan. Setelah itu kita baru bermain game dan bagi-bagi hadiah. Berhubung ketuanya masih sama, jadi konsep acara kita masih mengikuti pengabdian yang sebelumnya. Kita bagi-bagi hadiah untuk sesi kuis setelah materi dan sesi game. Kita ada 3 macam game. Seperti biasa saya minta sesi terakhir untuk saya bawakan game. 

Sebelum acara kita bentuk panitia, rapat dan mulai kerja di bagian masing-masing. Tugas saya masih sama. Masih dipercaya jadi bendahara. Sepasang dengan teman saya yang di bagian pengadaan atau logistik. Dia yang seksi belanja. 

Untuk tema mengajar sendiri kita ambil tema yang universal walau semua anak di situ muslim. Kita kaitkan agama dengan bullying. Yang kebagian mengajar ini teman-teman saya yang lain. Karena kita bersembilan jadi semuanya wajib kebagian tugas. 

Seru banget di bagian akhir saat anak-anak diberi kuis untuk dapat hadiah mereka antusias banget. Apalagi hadiahnya bantal boneka. Semuanya berebut. Tapi saya senang karena mereka kompetitif dan tidak takut untuk tunjuk tangan.

Selesai acara kita berdoa lalu bagi-bagi goodie bag dan makan sore. Kita juga memberikan kenang-kenangan untuk pengurus yayasan. Di yayasan ini teman saya yang seksi belanja kewalahan sebelumnya. Mengapa? Karena si ibu yang kontak-kontakan dengan teman saya berulang kali bilang jumlah anak yang hadir beda-beda. Padahal kita butuh kepastian. Karena kita perlu memastikan berapa goodie bag dan makan sore yang harus kita beli. Kalau kelebihan nanti kasihan anak yang tidak dapat. 

Awalnya hanya 15 anak lalu jadi 20 dan akhirnya jadi 25. Padahal kita sudah belanja. Mana sudah mepet pelaksanaan. Akhirnya setelah saya hitung-hitung dana masih cukup kalau mau menambah anak tapi dengan syarat budget lain ada yang dipangkas dan atas persetujuan teman-teman lain jadinya teman saya belanja lagi suvenir dan goodie bag tapi dengan isi goodie bag yang berbeda. Tak apa yang penting nanti kita tidak kekurangan souvenir, goodie bag dan makan sore. Yang penting semua anak dapat.

Sebenarnya kalau saya, ketua dan seksi logistik tidak masalah menambah dana agar rencana awal tetap terpenuhi tapi teman-teman lain tidak setuju jadi ya sudah tidak apa-apa. Akhirnya jalan tengah itu yang kita ambil. Dan semuanya berjalan lancar walau sempat harus memikirkan jalan keluar. 

Tapi begitulah kita belajar untuk mengatasi masalah. Bagaimana caranya berpikir cepat dan mengambil tindakan. Lalu perbedaan pendapat itu sudah pasti ada. Dan ketua sempat kewalahan mengurus anggota lebih banyak karena sebelumnya kita hanya berlima dan solid sekali. Sekarang bersembilan bisa kebayang kan kalau lebih banyak suara itu bagaimana dengan karakter orang yang berbeda-beda.

Selanjutnya kami sempat berbincang dengan ibu-ibu pengurus yayasan sebelum akhirnya kami pulang. Kebetulan hujan saat itu. Alhamdulillah berkah ya hehe.

Semoga bisa mengadakan acara lagi untuk selanjutnya...

Walau lelah tapi terbayar rasa lelahnya. Saya berangkat dari jam 10.30 pagi dari rumah pulang sekitar jam 8 kurang 5 menit sampai rumah. Mana di jalan hujan jadi sempat berteduh. Kebayang kan lelahnya sobat. Tapi ga kapok. Karena kita happy berbagi dan ketemu anak-anak. Ketemu teman-teman juga karena lama kita ga ketemu. :)

Kalau kamu, apa ceritamu sobat?
 


Friday, January 9, 2026

Pengalaman Mengikuti Uji Sertifikasi Kompetensi Executive Admnistrative Assistant (Serkom EAA)

1/09/2026 06:36:00 PM 0 Comments
Jumat, 9 Januari 2026

Halo Sobat... apa kabar? Hari ini saya baru saja selesai mengikuti uji sertifikasi kompetensi executive administrative assistant (serkom EAA). Rasanya gado-gado. Hehe. 

Kenapa saya bilang demikian? Karena hektik sebelum ujian. Bagaimana tidak? Sebelum ujian sudah stres sendiri karena kurangnya persiapan. Selasa sore, kami baru dapat sosialisasi dan jumat sudah harus ujian. Parah sih ini. Ini serius? Kaget saja saya. Mana sebelumnya harus upload syarat-syarat, lalu menunggu approval dari asesor baru bisa lanjut ke step berikutnya yaitu mengisi essay yang seabrek dan bikin video promosi produk apabila tidak ada revisi. 

Untungnya step pertama saya aman jadi langsung bisa ke step kedua. Hanya menunggu approvalnya saja yang lama. Upload rabu pagi baru diapprove kamis pagi. Tapi ya karena kesibukan kerja juga di kamis siang hari jadinya hanya bisa mengerjakan essay di kamisnya setelah pulang kantor hingga malam. Setelah itu saya merasa lelah karena otak saya terforsir dari pagi hingga malam belum istirahat. Akhirnya niat buat bikin slide ppt dan rekam video pun tertunda. Padahal niat ada tapi kalau sudah rebahan pasti saya tertidur. Dan karena sudah panggilan alam juga tubuh saya butuh istirahat jadi saya tertidur dari jam 8.30 malam padahal saat itu saya chat sama teman saya yang lagi mengerjakan essay juga.



Begitu bangun sudah jam 11.30 malam. Badan lumayan lebih enak. Lalu saya menyemangati diri untuk membuat ppt malam itu juga dan berencana recording sekalian karena tidak ada waktu lagi esok hari. Jam 1 siang besoknya saya harus sudah ujian. Dan ternyata tidak secepat itu ya. Cari bahan untuk ppt ternyata makan waktu. Kalau cuma tulisan mungkin lebih cepat selesai tapi masa iya promosi produk kok cuma tulisan doang? Saya cari gambar-gambar dan baca-baca cari informasi seputar produk yang akan saya jadikan bahan promosi. 

Alhasil selesai dalam 2 jam baru ppt nya saja. Saya pun teringat ya ada tugas lain yang deadline esok hari juga jam 11 siang. Alamak tidak akan sempat ngerjain ya karena jam segitu saya bakal ada di perjalanan. Akhirnya saya tidak recording. Mana mood tengah malam recording ya kan? Jadinya saya lanjut mengerjakan tugas lain dan submit. Jam 2 malam kelar saya putuskan tidur karena bagaimanapun saya harus tidur. Saya tahu badan saya ga bisa kalau ga tidur atau kurang tidur. Kalau kurang tidur bakal sakit-sakit. Saya pun setel alarm jam 5.30 agar tubuh lumayan dapat tidur 3,5 jam. Sebelumnya kan sudah tidur 3 jam. Saya berhasil tidur dan pukul 5 pagi saya sudah terbangun. Ya sudah alarm duluan saya matikan sebelum berbunyi. :)

Saya lanjut recording. Walau recording maksimal hanya 5 menit tapi ternyata tidak bisa cepat juga ya. Beberapa kali saya take. Ya ampun. Ternyata makan waktu juga. Belum uploadnya lagi dan kirim link. Video saya sekitar 3.58 menit. 

Saya juga masih punya PR buat belajar essay. Saya belum belajar sama sekali. Kata teman yang sudah pernah ujian, katanya harus menghafalkan semua essay karena nanti bakal ditanya asesor. Ya ampun ga ada waktu lagi. Saya jadi stres karena merasa kurang waktu untuk persiapan. Psikologi saya terganggu. 

Selesai kirim link video saya matikan laptop lalu saya rebahan sambil baca-baca essay saya dan juga ppt saya sebagai persiapan jika diminta presentasi produk dan ditanya essay. Walaupum sudah saya pelajari dari pagi hingga sebelum naik KRL, saya ga yakin apakah nanti tidak blank saat giliran dipanggil karena informasi masuk terlalu banyak di waktu yang singkat. Jadi kayak memforsir otak untuk menyimpan dan mengingat materi di waktu yang singkat. 

Saat di KRL saya datang setengah jam lebih cepat. Saya masih bisa baca-baca tapi otak saya sudah tidak mau. Akhirnya saya menikmati pemandangan saja sambil makan Roti O dan kopi butterscotch latte. Saya janjian dengan teman saya ketemu di stasiun Bekasi. Tapi rupanya kereta saya telat 9 menit. Seharusnya 10.53 pagi sudah tiba eh molor jadi 11.02. Awalnya seharusnya saya sudah sampai 11.30 akhirnya 11.40 baru sampai. Syukurnya teman saya mau menunggu dan kita pergi bareng ke lokasi. 

Sampai lokasi saya masih sempat sholat dzuhur dahulu lalu masuk ruangan. Saya ngobrol-ngobrol dengan 2 orang teman saya. Teman saya A cerita kalau dia mengerjakan ppt dan recording sampai jam 3 malam. Wow ternyata ada yang lebih parah dari saya ya. Hmm... setelah itu baru dia tidur. Lalu teman saya B cerita kalau dia tidak tidur. Wow wow wow ada yang lebih parah lagi ternyata. Jadi dia hanya tidur 1 jam. OMG. Bisa ya? 

Beneran deh kalau saya tidak bisa. 

Ternyata sebegitunya perjuangan teman-teman saya. Ternyata saya tidak sendirian. Dan ternyatanya lagi saya masih termasuk mendingan masih bisa tidur 6,5 jam. Gile bener... sebegininya amat ya hidup ini. Kadang saya merenung demikian. 

Walau saya merasa sudah berusaha melebihi batas normal saya biasanya, ternyata ada yang lebih keras lagi dan lagi dari saya. Jadi, inilah pelajaran hidupnya dari kisah saya ini. Kita mah belum seberapa :)

Jadi, begini ya sobat, kalau kita lihat orang lain tampak baik-baik saja di permukaan, kelihatan mulus-mulus saja lancar jaya mencapai ini itu, percayalah kita tidak tahu seberapa besar perjuangan mereka yang tidak mereka ceritakan. Mereka tak bersuara. Yang mereka tampilkan adalah kesuksesan. Ini moral of the story. Jadi jangan merasa diri sudah yang ter-. 

Ok, kita lanjut ya sobat. Jadi di ruangan kita mengantri giliran maju dipanggil asesor. Kita diminta presentasi produk dan bawa produk kita. Asesor maunya full English sobat. Beda asesor bisa jadi beda kebijakan ya. Tapi untungnya asesor cuma minta kami presentasi saja. Kami tidak ditanya essay. Syukurlah... lega banget. Tapi walau sedikit lega, ada nervousnya juga karena masih saja merasa kurang persiapan. Bagaimana kalau ngeblank pas maju? Ya sudah bismillah. Untungnya saya dapat giliran di akhir jadi lumayan bisa persiapan mental. 

Teman-teman yang maju duluan pada keren-keren presentasinya. Bahasa Inggrisnya lancar-lancar banget. Pronounciationnya bagus-bagus. Wow. Termasuk 2 orang teman saya juga lancar-lancar banget pas presentasi. Saya yakin mereka pada pol-polan persiapannya. Soalnya kalau tidak lulus harus ngulang lagi. Kan sayang ya uang yang sudah dikeluarkan. Serkom ini berbayar sobat. Bukan gratisan hehe.

Pas giliran saya maju syukurnya saya lancar presentasi. Asesor hanya bertanya produknya apa. Lalu di akhir bilang saya seperti marketing. Hahaha. Ga tau ini pertanda baik atau buruk. Karena kan memang ini simulasi jadi seolah-olah kita adalah karyawan sebuah perusahaan lalu kita diminta promosi produk. Jadi saya benar tidak ya ini kalau dibilang mirip marketing. :)

Semoga hasilnya baik ya sobat. Sebulan sertifikatnya baru keluar. 

Setelah itu kami foto bersama lalu pulang. Saya ke stasiun Bekasi dengan 2 orang teman saya lalu mampir makan bakso di dekat stasiun. Ternyata hujan deras pas kami makan. Setelah reda kami naik KRL menuju tujuan masing-masing. 

Sampai rumah barulah badan saya pegal-pegal. Ini tanda butuh istirahat. Tapi malam ini saya masih ada agenda. Dan besok juga masih ada yang harus diselesaikan. Sebegininya amat hidup ini ya. 

Jadi, apa hikmah dari kisah hari ini? Walau kadang saya merasa sebegininya ya hidup ini tapi tetap ada hal positif yang bisa diambil. Saya jadi mendapat pengalaman hal yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Saya juga ketemu lagi teman-teman saya. Dan sebenarnya ketika peristiwa yang bikin stres itu sudah kita lalui ya sudah. Kita seperti berhasil naik tangga ga sih. Dan hidup kita berjalan normal kembali. Peristiwa tadi itu semacam gangguan kecil yang harus dihadapi supaya kita bisa terus melangkah lebih jauh atau bahkan lebih tinggi. Bisa ga sih kita melangkah terus walau berbagai halangan rintangan hadir di perjalanan. Eh btw ini nyambung ga ya hikmahnya. :)

Apa kamu ada pengalaman juga sobat?

Oke sobat. Sampai di sini dulu cerita dari saya. Bye.

Monday, January 5, 2026

Cerita Pengabdian Masyarakat ke Yayasan

1/05/2026 06:35:00 PM 0 Comments
Pengabdian masyarakat selanjutnya saya ikut acara yang diadakan satu kelompok anak muda pas 17 Agustus 2025 (orang pada heboh lomba ya ini saya sengaja banget ikut pengabdian masyarakat). Acaranya di Yayasan. Ternyata jauh juga lokasinya dari tempat tinggal saya. Niat banget ga sih ini namanya. Ah kalau ga begini sih bukan saya namanya hehe.

Pesertanya yang hadir ada banyak yang jadi panitia. Ini pengalaman pertama kali saya ikut sih pengen coba-coba. Ternyata sampai sana saya paling tua hehe. Rata-rata yang ikut masih anak-anak mahasiswa baru. Sedangkan saya? Haha saya mahasiswa juga sih... mahasiswa lama... :)

Oke jadi saya ke lokasi naik ojek yang makan waktu lumayan panjang karena jaraknya sekitar 20 km. Sudah gitu ya lokasinya di dalam. Mana saat itu lagi tujuh belasan makanya jalan banyak ditutup. Akhirnya saya sampai juga.

Di sana acaranya apa saja? Seperti biasa ada pembukaan, baca doa, sambutan pemilik yayasan lalu acara inti bermain game dengan anak-anak dan merangkai kertas jadi bentuk-bentuk lucu seperti rumah-rumahan. Berhubung lagi tujuh belasan jadinya anak-anak pada bolak-bolik ikut lomba di gang rumah lalu balik ke yayasan. Anak-anak ini tidak tinggal di yayasan ya tapi di rumah masing-masing.

Gamenya apa saja? Game-nya adalah estafet sarung. 





Ada lumayan banyak lebih dari 10 anak-anak yang hadir dan bermain bersama lalu dibagi ke beberapa kelompok. Lumayan makan waktu karena jumlah orang per kelompoknya ada banyak. Tapi saya ga ikut estafet sarung karena sudah kelebihan anggota di grup saya. Biar yang muda-muda saja yang main. :)

Setelah main game selesai kita foto bersama. Lalu dibagi snack. Snacknya sederhana banget hehe. Ini beda banget dengan acara yang saya buat dengan 4 orang teman saya sebelumnya. Padahal ini pesertanya banyak banget ada 30an sebagai kakak-kakaknya.

Dan saya pun tak tahu donasi apa yang diberikan untuk yayasan. Tidak ada informasinya. Ya sudahlah tidak perlu suudzon. Serahkan saja pada panitia inti mereka yang urus. 

Kalau saya sebagai orang yang sudah pernah mengadakan acara begini sih ya saya bisa memperkirakan berapa pengeluarannya. Karena sebelumnya saya sebagai bendahara hehe. Catatan keuangan ada di saya. 

Ok. Setelah selesai acara saya pulang dengan mengojek lagi. 

Jadi apa kesannya mengikuti ini? Dapat pengalaman sih. Bagus untuk anak-anak muda biar punya kepekaan terhadap orang lain. Mereka bisa belajar juga untuk bikin event itu seperti apa. 

Ini sayanya saja yang telat baru ikutan hehe.

Tapi saya tidak dapat teman juga sih. Selesai acara ya sudah pulang. Hehe.

Anggap saja bermain sambil beramal :)

Pengalaman Les di Preply - Trial Lesson

1/05/2026 04:58:00 PM 0 Comments
Ditulis 2 september 2025

Halo Sobat saya mau berbagi cerita pengalaman saya ambil les trial 1 on 1 di preply. Kenapa saya pilih preply? Preply ini salah satu platform yang iklannya sering muncul. Tapi bukan karena itu alasannya. Tapi karena preply ini banyak pilihan tutornya. Terus tampak lebih populer dibanding platform lain. So why not give it a try?

Sebenarnya saya tahu preply sudah lama. Dan ada keinginan ambil les juga sudah lama. Tapi entah kenapa tidak pernah maju-maju bergerak. Mungkin salah satu penyebabnya karena mahal. Ya benar sekali. Untuk ukuran saya ini termasuk mahal. Walau sebenarnya ada juga yang murah tergantung tutornya ya tapi di mindset saya adalah mahal. Apalagi kalau mau yang qualified pasti mahal kan. 


Kita juga gambling milih tutor mana yang cocok dengan kita karena kita sistemnya 1 on 1. Ya bayangkan saja per sesi itu 50 menit misal ambil speaking saja kamu bisa bayangin ga kamu bakal bosan? Atau misal kelas ga menarik. Sementara di situ kamu sendirian saja. 

Walau di profil mereka menampilkan mereka berpengalaman sekian tahun lalu punya sertifikat ini itu tapi banyak dari mereka bukan lulusan sastra Inggris tapi mereka native atau non-native yang punya sertifikat TEFL, CELTA, dan lain-lain.

Pengalaman pilih tutor
Awal akan memilih tutor saya putuskan untuk ambil tutor native wanita dan lebih tua dari saya. Alasan saya adalah supaya lebih nyaman saat kelas karena kita bakal speaking 1 on 1 selama 50 menit per sesi dan pastinya tidak akan 1 kali saja kan ya tapi minimal 1 kali seminggu. Jadi saya mau yang saya bisa feel free alias ga baper nantinya. 

Lalu saya pilih yang TOEFL certified karena tujuan saya biar speaking saya bisa dapat skor tinggi nantinya. Well, nemu dong saya tutor seperti yang saya harap. Saat saya lihat introduction videonya juga kelihatannya orangnya lembut dan speakingnya enak saya paham. Saya booking dong ya buat trial class. Ternyata setelah booking saya harus mengisi placement test. Saya tidak tahu menahu ada permintaan itu. Lalu saya dapat pesan dari sang tutor buat mengisi. Keesokan harinya baru saya isi. Dan kaget dong saya. Karena hasilnya saya masuk level advanced c1.4. Selama ini saya pikir saya B1 atau B2 lah ya. Apakah ini valid? Entahlah ya karena kalau saya coba tes di lembaga kursus lain juga saya ga masuk advanced. Hehe. Tapi mungkin juga memang kemampuan saya sudah meningkat sih ya. Who knows.

Ok, lanjutlah saya masuk trial session classroom sesuai jam yang sudah saya pilih. Huah nervous sih awal-awal mau masuk classroom. Saya sudah masuk duluan. Saya tunggu 5 menit kok ga ada tanda-tanda tutornya hadir. Lalu saya chat sang tutor saya berniat menunggu sampai 15 menit. Tak apalah pikir saya toh ini cuma trial 25 menit dan saya cuma bayar 6 dolar setelah potong voucher diskon. Trial session kan paling cuma kenalan dan ngobrol goalnya mau apa. Jadi ga perlu lama-lama. Menit demi menit berlalu tapi ternyata tetap tak ada tanda-tanda kehadiran. Menghitung menit deh pokoknya. Jadi akhirnya saya putuskan untuk cancel.

Well, saya kecewa banget sih saat itu sumpah. Saya chat lagi tutornya. Ini bukan chat sumpah serapah ya. Saya tidak begitu orangnya hehe. Ga lama kemudian sang tutor balas pesan saya dia bilang maaf kalau dia lagi ga enak badan dan flu. Dia minta reschedule. Tapi saya sudah terlanjur kecewa ya. Jadi saya putuskan move on. Hehe kayak relationship saja ya. Tapi beneran ini saya berpikir mana tahu nanti dia begitu lagi kalau sudah ambil kelas reguler. Saya ga mau kecewa lagi dan saya ga mau kasih kesempatan kedua walau sebenarnya dia memenuhi syarat tutor yang saya harap. Sangat disayangkan. Itu sudah red flag buat saya. Rasa kecewanya itu loh ya ampun ga taulah kenapa saya begitu amat. Nah dari sini saya belajar bahwa saya harus cari tutor yang bisa kasih saya rasa aman reassurance.

Jadi setelah saya cancel tertulis cancel and paid. Wah saya bayar dong ini rugi banget saya. Ga dapat apa-apa. Berhubung saya baru di sini ya belum tahu banyak tentang aturan di sini. Setelah saya cari tahu ternyata bisa mengajukan trial replacement. Saya cari dong ya customer servicenya. Alhamdulillahnya berhasil bisa dapat replacement setelah saya chat. Jadi saya tinggal cari tutor baru dan nanti otomatis masuk di akun pembayaran jadi 0. Tadinya saya pikir karena saya ambil yang 25 menit maka gantinya bakal 25 menit juga. Rupanya nggak dong. Saya dapat full 50 menit trial. Wah untung nih saya hehe. Padahal tadinya sudah sedih.

Tutor pilihanku
Pilihan saya jatuh pada 2 orang tutor. Dan kali ini pria semua. Hehe. Berubah 180 derajat ya setelah dikecewakan. :)

Ga ada lagi istilah takut baper. Karena sebenarnya ya saya ini lebih suka guru pria ketimbang wanita sih. Bukan bermaksud mengutamakan pria dibanding wanita tapi ini murni preferensi saja. Jadi tadi itu kekhawatiran di awal saja soal baper. Hehe. I know myself well. Saya profesional kok. Dan dalam sejarah hidup saya belum pernah baper sama guru sendiri. Malah saya yang terheran-heran dengan teman-teman cewek saya jaman dulu kok mereka bisa pada baper sama guru atau tutor. Aku kok biasa saja. Makanya ini pikiran aku saja yang berlebihan. Hehe.

Lanjut ke tutor pilihan ya. Jadi satu tutor memenuhi kriteria tutor yang saya cari. Dia ini super tutor yang artinya kehadiran selalu 100% dan beberapa kriteria lain yang bagus. Wah aku secure banget dengan tutor yang begini. Tapi sayangnya muridnya banyak. Haha. Jadwal tersedia tinggal sedikit. Walau sebenarnya masih bisa saya ambil karena sesuai jadwal kosong saya tapi saya mikir-mikir juga. Takut dia sudah kebanyakan murid dan energinya sudah habis pas ngajar saya lalu jadi kurang maksimal. Hehe overthinking lagi.

Tapi benar ini jadi pertimbangan saya banget. Karena saya mau full attention. Bukan karena apa-apa tapi karena sudah bayar mahal. Akhirnya saya putuskan ambil tutor satunya lagi yang ini tutor baru dan memang masih muda. Jomplang sih ya kalau yang tadi jauh lebih berpengalaman mengajar dari anak-anak sampai kakek-kakek dan masih seusia saya.

Kenapa saya pilih ini? Salah satu alasannya karena dia proaktif chat saya setelah saya saved kontak dia. Tutor satunya tidak. Mungkin sudah terlalu sibuk dan tidak begitu mencari murid ya. Well, that's Ok. Ini juga sebuah tanda.

Nah, saya lihat dia masih baru, muridnya belum banyak dan jadwalnya masih banyak. Saya bebas pilih. Dia juga certified TEFL level 5. Saya cek introduction videonya saya pikir bagus speakingnya. Suara juga saya cocok. Face? Cocok banget dong haha. Kelihatannya orangnya baik. Lah ini milih tutor atau milih jodoh sih? Tenang tenang... ini murni milih tutor kok. Lah kalau orang sana kan memang asli pada goodlooking jadi ya sebenarnya ini hal biasa saja kok. 

Dan dari beberapa video introduction para tutor saya memang menilai apakah seorang tutor itu klik ga sama saya. Saya harus nemu chemistrynya dulu. Kadang kan bisa juga kita ga cocok dengan aksen dan sebagainya. Lah ini cuma cari tutor aja pilih-pilih banget ya. Iya dong harus. Kan kita juga dikasih banyak pilihan tutor jadi kita harus milih. Kan kita juga bayar. Begitu loh sobat. Kita harus nemu yang cocok karena kita bakal tatap muka itu 50 menit per sesi ngobrol dan kita ada rencana nantinya ga cuma sekali dua kali saja kita ambil kelas kan. Itulah kenapa ini penting.

Saya sendiri kalau sudah cocok ya sudah lanjut saja. Malas trial lagi. 

Kesan pertama
Nah pas jadwal masuk kelas, aku tunggu eh dia muncul dong.. syukurlah. Tapi trouble guys. Ga ada suara. Haha. Kita pakai bahasa isyarat saja beberapa menit pertama. Saya coba pakai headset juga tetap bisu. Saya coba gonta-ganti setting audio di mic dan speaker juga ga ada hasil. Alamak apa-apaan ini. Berhubung saya juga baru ya belum tahu sistemnya gimana kalau saya keluar apa kelas otomatis selesai. Jadi saya tanya via chat. Dia juga kasih option via phone tadinya. Lalu saya pun izin ke dia buat keluar dulu lalu saya restart laptop saya. Saya masuk lagi dan dia masih menunggu di room. Hehe. 

Ok, jadi begitulah kesan pertama kami. Aneh banget. Tapi aku sama sekali ga nervous kok. Padahal sih biasanya kalau mau meeting pertama nervous ya. Ini nggak kok. Mungkin karena insiden tadi ya. Entahlah. Jadi selanjutnya kami kenalan dan ngomongin goalnya mau apa dan rencananya mau gimana. Lalu kita ngobrol-ngobrol saja malah kayak sudah mulai kelas pertama padahal sih belum ya. Baru trial ini loh. Saya pikir tadinya itu walau 50 menit bakal selesai lebih cepat karena kan cuma trial. Perkiraan saya kalau sudah kenalan sudah bahas goalsnya ya sudah. Eh ternyata lanjut. Malah mungkin keasyikan? Padahal tutornya ini tipe serius loh. Ga ada itu bercanda. Nah tibalah waktu 50 menit mau habis. Kurang 3 menit gitu. Saya bilang time is over. Eh tapi dia masih ngomong saja terus. Tadinya saya pikir kalau waktu habis bakal ketutup sendiri eh ternyata nggak ya. Jadi kita masih bisa lanjut. Dan akhirnya selesai di 60 menit perkiraan saya. Haha. Ga termasuk yang trouble tadi ya. Trouble 7 menit sendiri. Tutor on time masuk dari jam 20.30 lalu trouble sampe 20.37. Saya keluar restart dulu lalu masuk lagi. Mungkin restart dan masuk lagi bisa 2 menit sendiri. Lah berarti hampir 70 menit dong. Astaga. Padahal jatahnya 50 menit. Berarti aku kelebihan pakai waktu dia. :)

Ga tau ini keasyikan apa gimana? Pertanda match ga ya dia jadi tutor saya. Ada chemistrynya ga nih. Galau saya mau lanjut sama tutor ini ada pikiran takut salah pilih tutor. Wajar kan ya karena kita kan bayar mahal. Saya ga mau rugi uang waktu tenaga pikiran. Perhitungan banget ya. Ya iyalah saya melangkah ini bukan tanpa pertimbangan. Tapi beneran sih setelah trial ini ada rasa lega. Trus kepikiran kenapa ga dari dulu sih saya ambil les ini. Mungkin Tuhan bilang saat inilah yang tepat. Gitu kali ya. :)


Refleksi
Kalau di trial kita bisa ngobrol 1 jam apakah itu pertanda bagus kalau kita cocok? Semoga saja begitu ya. Soalnya kalau kulihat tutornya tipe serius ini. Kalem orangnya bukan yang ekspresif. Jarang dia tertawa. Ga pernah bercanda juga. Kalau ngobrol serius 1 jam betah semoga memang pertanda bagus ya. 

Ga tahu juga ini apa karena saya yang spirit belajarnya lagi tinggi juga makanya betah-betah saja. Karena memang saya ini pernah dapat tutor lokal yang galak dan bikin suasana tegang saja saya bertahan sampai akhir les. Padahal 2 jam per sesi durasinya. Dari 13 orang tinggal 5 orang yang bertahan sampai akhir. Hehe. Yang begini saja bisa bertahan apalagi kalau ketemu yang seru sefrekuensi energinya nyambung pasti jadi betah. 

Tapi bisa jadi juga ini trik marketing supaya saya ambil kelasnya? Huah... whateverlah ya... yang penting tujuan saya tercapai aja.

So, jadi baper ga nih? Nggak dong... seperti yang saya bilang tadi saya profesional dan belum ada sejarah hidup saya baper. Kalau sampai baper saya mencetak sejarah baru. Lagian, dia sudah pakai cincin. Jadi aman ga akan baper. :)

Tenang... dia juga profesional kok.. ada tulisannya profesional. 

Sekian dulu Sobat... see you next post!

Sayang dibuang ya sobat... 

Sunday, January 4, 2026

The Good Doctor TV Series Review

1/04/2026 07:13:00 AM 0 Comments
Kemarin saya baru coba nonton serial baru di Netflix karena baru tayang yaitu The Good Doctor. Awalnya saya ikuti dulu ceritanya episode 1 ternyata menarik. Kisahnya tentang dokter bedah muda jenius tapi mengidap autis. Lalu saya teringat kok mirip serial korea yang pernah saya tonton dulu kala di KBS sekitar 2013. Saat itu saya masih langganan tv kabel. Saya ingat betul ini yang main Joo Won dan Moon Chae Won. Judulnya pun juga sama loh. Lah terus mana yang duluan tayang? Ini mana yang plagiat? 

Saya tahu serial ini memang bukan serial baru rilis. Saya tidak asing dengan judulnya tapi saya belum pernah nonton. Saya nontonnya yang versi korea. Tapi saya tidak tahu apakah memang sama. Lalu insting detektif saya jalan. Saya googling dong ya. Dan boom! Ternyata memang versi barat ini adalah adaptasi dari versi korea. Oh pantaslah. Dan serial ini pertama tayang tahun 2017. Ok penasaran saya terjawab.



Serial ini diperankan oleh Freddie Highmore sebagai dr. Shaun Murphy. Freddy imut-imut banget ganteng. :)

Dari episode 1 saya sudah meneteskan air mata padahal saya ga lagi sensitif. Pas Shaun ditanya oleh dewan direksi kenapa mau jadi dokter bedah di rumah sakit mereka itu jawabannya emosional sih menurut saya. Saya suka... hehe

Shaun ini karakternya polos, straight to the point kalau ngomong. Dia sering mempertanyakan perilaku orang lain yang menurutnya tidak sesuai. Sebagai autis, dia itu mengikuti apa yang seharusnya. Misal dia telat ke rumah sakit, atasannya menegur dia telat. Dia tidak terima, dia bilang bukan dia yang telat tapi busnya yang telat datang. Lalu saat Mr. Glassman bilang dia bisa mencari tukang yang bisa perbaiki keran 24 jam. Nah benar tuh Shaun ketok pintu tengah malam. Bagi orang normal itu tidak wajar kan? Pasti marah dong orang lagi istirahat tengah malam pintu diketok. Kalau bagi Shaun tidak. Dia mengikuti apa yang dibilang Mr. Glassman tadi. Sebenarnya tidak salah juga sih tapi secara kewajaran orang normal itu tidak seharusnya terjadi.

Nah melihat dari perilaku Shaun ini terlihat bahwa sebenarnya Shaun ini idealis. Dia mengikuti aturan yang semestinya berjalan. Hanya saja di kehidupan orang normal pada umumnya tidak demikian cara bekerjanya.

Dari sini kita belajar oh ternyata autis itu begini ya. Kalau kita nonton sih menarik karakter Shaun ini. Setidaknya bagi saya ya sobat. Hehe.

Shaun ini awalnya tidak diterima loh oleh direksi lain untuk jadi dokter bedah di situ. Tapi Mr. Glassman sebagai presiden rumah sakit dan juga sudah seperti ayahnya Shaun mempertahankan dia mati-matian. Walau pada akhirnya diterima, atasannya Shaun tidak suka loh sama dia. Awal-awal dia selalu dikasih kerjaan remeh-temeh. Dia tidak boleh membantu di ruang bedah. Tapi semuanya Shaun jalani sebagai latihan. Walau dia dengaj jujur mengatakan bahwa atasannya itu arogan. Huahhh... kalau autis memang beda ya. Kalau orang normal ga akan berani bilang demikian dengan atasannya apalagi masih baru banget kerja. Lah ini memang di luar kendali.

Kelucuan lain adalah saat Shaun jadi dokter yang visit ke pasien-pasien. Saat dia menemukan keanehan dia langsung to the point bilang di hadapan pasien dan keluarnya yang membuat semua orang shock. Pasien jadi takut kan ya. Haha. Nah dari sinilah Shaun kemudian belajar untuk bicara di luar dulu dengan dokter atasan atau keluarganya. 

Yang saya suka dari Shaun itu dia hidupnya lurus. Tidak macam-macam orangnya. Tapi ini baru episode awal-awal. Ga tau nanti ke depan-depan. 

Sobat, walau banyak istilah-istilah kedokteran yang saya ga paham tapi serial ini bagus. So far saya suka di beberapa episode awal. Dan ternyata ada 126 episode. Wow... semoga ga boring nanti. Kalau baca artikel sih serial ini dapat banyak penghargaan dan nominasi. Semoga memang sekeren itu ya. Saya senang kalau ada serial yang bagus karena lama ga nonton serial yang ok punya. Hehe

Ok sekian sharing hari ini. Semoga bermanfaat. See you next post. :)

Saturday, January 3, 2026

The Housemaid Movie Review

1/03/2026 08:56:00 PM 0 Comments
Halo Sobat...

Apa kabar? Kita masuk tahun baru 2026. Selamat tahun baru!

Tepat tanggal 1 Januari lalu saya janjian sama teman saya. Tadinya dia mengajak saya staycation pas malam tahun baru tapi karena kami masih sama-sama kerja tanggal 31 Desember dan dari pagi hujan terus jadinya batal ketemu dan dialihkan pas libur tahun baru esok harinya. 

Kami ketemu di Kuningan City. Baru pertama sih ini kami ke sana. Pas kami datang XXI tutup padahal sudah jam 11-an. Ya sudah kami akhirnya makan dulu, sholat baru nonton The Housemaid. Bioskop sepi. Mungkin karena siang ya dan juga tahun baru orang banyak liburan ke luar. Mall juga sepi. Eh tapi lumayan rame pas sore hari.

Ok kita ke cerita The Housemaid ya. Sebelum memutuskan nonton film ini, saya sudah pernah lihat trailernya di youtube. Sepertinya ok. Dan karena lama ga nonton dengan teman saya ini ternyata dia setuju. Berhubung filmnya film wanita jadi teman saya ok. Dia tidak suka film action soalnya katanya capek kalau nonton action hehe.



Film ini diperankan oleh Amanda Seyfried dan Sydney Sweeney. Millie (Sydney Sweeney) adalah tahanan yang memasuki masa percobaan 3 bulan untuk bebas. Dia harus mendapat pekerjaan. Mendaftarlah dia jadi asisten rumah tangga alias ART keluarga Nina yang kaya raya. Nina punya seorang anak perempuan dan suami yang tampan.

Pada mulanya dia bekerja semuanya tampak normal. Lalu kejadian demi kejadian ia alami. Dia ketahui bahwa Nina tidak seperti wanita normal pada umumnya. Dia seperti sakit jiwa. Ternyata dia pernah dirawat di RSJ delama 9 bulan sebelumnya. Hal itu tampak dari kelakuannya yang aneh seperti menuduh Millie membuang catatan presentasi, menyuruh Millie booking hotel dan pertunjukan lalu tidak ingat kalau dia menyuruh sehingga Millie harus ganti rugi dan sebagainya.

Suami Millie tampak sudah tahu dengan tingkah aneh istrinya tapi menerima keadaan istrinya dan sangat mencintainya. Orang normal mungkin akan berpikir bagaimana mungkin pria kaya raya dan tampan bisa bertahan dengan istri demikian. Sungguh beruntung Nina.

Setelah beberapa kejadian aneh tersebut Millie jadi dekat dengan suami Nina. Mereka kemudian terlibat affair di belakang Nina. Sudah diduga ya sobat hehe. Lalu Nina tahu semuanya.

Bertengkarlah Nina dan suaminya. Alhasil Nina diusir keluar dari rumahnya. Keluarlah Nina dari rumah itu. Dia mengajak anaknya. Tapi anaknya meminta supaya Millie diselamatkan dari rumah itu.

Ada apakah sebenarnya? Mengejutkan sobat. Kita sebagai penonton digiring untuk percaya dari awal bahwa Nina psikopat. Tapi setelah suaminya bersama Millie pelan-pelan kita diberitahu bahwa sebenarnya yang bermasalah adalah suaminya. Nina adalah wanita normal. Semua yang dia lakukan adalah pura-pura. Semua sudah dia rencanakan mulai dari memilih Millie untuk jadi ART hingga semua skema dengan satu tujuan yaitu keluar dari rumah itu. Menurutnya satu-satunya cara untuk keluar adalah dengan mencari penggantinya dan Millie adalah kandidat yang sempurna.

Suaminya ini memang psikopat. Dia menghukum Nina karena sesuatu hal yang menurutnya sebuah kesalahan. Dia dikurung di kamar loteng lalu untuk menebus kesalahan harus mencabut 100 helai rambut dengan akarnya. Selanjutnya Nina bisa keluar dari kamar tapi dia dibuat skenario menjadi orang gila dan masuk RSJ. Dari situ dia merasa suaminya tidak beres tapi dia tidak bisa keluar dari cengkeraman suaminya. Hingga akhirnya dia memutuskan merekrut Millie.

Bagaimana kisah selanjutnya? 

Millie pun tak lepas dari tindakan psikopat suamin Nina. Ketika Millie berbuat kesalahan, dia diperlakukan sama seperti Nina dikurung di kamar loteng. Tapi hukumannya berbeda. Dia harus menggores perutnya dengan pecahan piring keramik yang dia pecahkan. Setelah dia berhasil keluar gantian suami Nina dikurung dalam kamar. Dia balas perlakuan jahatnya dengan memberi tang untuk mencabut gigi depan supaya ketampanan yang dipuji ibunya hilang dari wajahnya. Naasnya, suami Nina ini berhasil keluar karena dibebaskan oleh Nina yang salah mengira di dalam kamar adalah Millie dan dia ingin mengajak Millie keluar dari rumah itu. Akhirnya terjadilah perkelahian bertiga dan jatuhlah Andrew dari atas lalu meninggal di tempat.

Begitulah ceritanya sobat. Kalau kamu penasaran detail aslinya silahkan tonton sendiri. Kalaupun nggak nanti juga paling ada di Netflix. :)

The Housemaid ini diangkat dari novel ya sobat. Ceritanya psikologi thriller jadi lumayan bikin penasaran. Sebenarnya ceritanya ini menyoroti relasi kuasa antara orang kaya berduit dan orang miskin. Orang miskin harus tunduk karena dia tidak punya kekuatan untuk bisa keluar. Dia tidak punya pilihan yang lebih baik. Dia terpaksa harus menjalani itu.

Jadi intinya jadi wanita harus smart. 

Peran Millie di sini tidak dibenarkan sih saat dia punya affair dengan suami bosnya. Sangat tidak dibenarkan walau apapun alasannya. Selain itu dia juga berpakaian kurang pantas di rumah bosnya. 

Untuk Nina yang akhirnya bisa keluar dari lingkaran setan itu bagus sih tapi kenapa harus mencari masalah lagi dengan masuk lagi ke rumah itu untuk menyelamatkan Millie yang pada akhirnya malah membuat suaminya mati. Kalau real life pasti ngapainlah balik lagi. Sudah bisa kabur ya sudah kabur jauh-jauh. Ya tapi namanya juga film sih ya.

Selain itu upaya Nina membuat perangkap dengan mengorbankan wanita lain juga tidak dibenarkan. Walaupun tindakan itu dapat menyelamatkan dia dan anaknya tapi membuat ada korban baru selanjutnya sehingga lingkaran setan itu bukannya berhenti berputar tapi malah jalan terus. Bukankah seharusnya diputus agar tidak ada korban berikutnya?

Untuk Nina pasti tidak mudah menjalani kehidupan rumah tangga bersama psikopat bertahun-tahun lamanya walau hidup bergelimang harta. Dia pasti tertekan dan tidak bahagia jika diandaikan dalam kehidupan nyata. But life must go on. Dia tidak ada pilihan selain menjalani walau diri sendiri yang terluka. Karena dia harus melindungi anaknya. Anaknyalah alasan dia bertahan dan mencari timing yang pas untuk bisa keluar. Nina ini smart tapi tindakan dia mengorbankan wanita lain tetap tidak dibenarkan karena tindakannya itu jahat kan ya. Haha setidaknya dalam pandangan saya. Bisa dibilang selfish. Karena kalau dalam posisi Millie pasti akan merasa ditipu diperdaya oleh Nina karena dia sudah merencanakan semuanya dan Millie masuk dalam perangkap. 

Ok sobat sudah terlalu panjang ceritanya nih. See you next post ya. Happy weeekend!

Friday, January 2, 2026

Cerita Pengabdian Masyarakat ke Panti Asuhan

1/02/2026 06:16:00 PM 0 Comments
Sekitar bulan Juni 2025 saya dan 4 orang teman saya melakukan pengabdian masyarakat ke sebuah panti asuhan di Jakarta. Dari mencari lokasi, persiapan, hingga pelaksanaan semuanya kami lakukan sendiri. Kami berbagi tugas di setiap kegiatan.

Awalnya kami rapat pembentukan panitia terlebih dahulu. Kami bentuk ketua, sekretaris, bendahara, PJ logistik, dan PJ dokumentasi. Semuanya aman terkendali hanya di-handle berlima. 

Untuk pencarian lokasi kami serahkan ke ketua dan PJ dokumentasi karena anggota pria hanya mereka. Biar mereka pergi bareng cek lokasi. Ternyata ga mudah buat dapat lokasi. Beberapa lokasi tidak ketemu. Ada yang tutup. Ada yang tidak menerima PKM. Ada yang sudah berubah fungsi. Pokoknya macam-macam. Akhirnya ada yang menerima kedatangan kami dan waktunya bisa kami sesuaikan yaitu Panti Asuhan Karena Kasih di daerah Jakarta. 



Di panti asuhan ini anak-anaknya mayoritas keturunan tionghoa. Pas kami datang awalnya kami ekspektasi anak SD sejumlah 10 orang saja. Ternyata mayoritas anak SMP yang sudah besar-besar bahkan kami kalah besar hehe. Anak SD hanya 2 orang. Malah lebih 1 orang jadi total 11 anak. Lebih ya. Padahal kami menyiapkan goodie bag pas 10. Jadi kurang 1. Waduh... 

Selain itu, kami merasa seperti salah persiapan. Karena awalnya kami menyiapkan materi dan game untuk anak-anak SD. Begitu pula untuk hadiah dan snack yang kami siapkan.

Kami sudah menyusun skenario rundown acara dari awal hingga akhir karena waktu yang diberikan ke kami 2 jam saja. Kami ingin tepat waktu. Kami menyiapkan 4 game dengan masing-masing dari kami menjadi PJ. Kami berbagi tugas ada yang mencatat skor, ada yang dokumentasi, ada yang menyiapkan hadiah, dan lain-lain.

Kami ke sini mengajar bahasa Inggris tapi dengan cara yang fun. Kami sedikit mengubah rencana dari yang tadinya ada materi sedikit buat anak-anak akhirnya kami alihkan semuanya game. Dan berjalan lancar dari awal hingga akhir. Fun banget. Anak-anaknya antusias banget walau sudah gede-gede ya. Mereka sangat kompetitif untuk dapat hadiah.

Game pertama adalah menyusun body part label dalam bahasa Inggris. Di game ini PJ nya 2 orang panitia pria. Mereka yang badannya ditempel-tempel. Pesertanya dibuat 2 kelompok. Game ini kami letakkan pertama untuk ice breaking. Awalnya anak-anak belum terlalu antusias tapi setelah ini mereka mulai cair.

Game selanjutnya adalah tebak gambar. 1 kelompok isinya 2 orang. PJ nya adalah panitia wanita. Di game ini cukup seru karena semua pasti berpartisipasi. Game ini melatih kemampuan mendeskripsikan gambar dan menebak nama yang dideskripsikan.

Game ketiga adalah Simon says. Ini untuk melatih konsentrasi. Pada game ini sangat sulit untuk dapat pemenang karena beberapa anak yang tersisa fokusnya tinggi. 

Game keempat adalah game terakhir yang saya bawakan. Saya cuma tebak-tebakan quiz. Tapi antusias mereka tinggi sekali. Mereka saling berebut sampai heboh sekali tak terkendali. Tidak menyangka ya. Mungkin karena hadiahnya boneka. Mereka itu sudah besar-besar tapi rupanya boneka itu hadiah yang tak pandang bulu. Mau besar kecil semua orang suka. :)

Selesai game kita penutupan dengan kesan pesan dan doa. Lalu kita penyerahan goodie bag dan makan siang untuk anak-anak. Kita juga memberikan sedikit bingkisan untuk panti. 

Senang rasanya bisa berbagi dengan mereka. Setelah itu kita pulang. Kita mampir dulu makan karena sudah kelaparan hehe.

Alhamdulillah acara sukses. Terima kasih kerjasamanya teman-teman semua. Tim kita solid banget. :)