semangat menebar kebaikan lewat tulisan — merangkai kata menebar cahaya — menulis dengan hati, menginspirasi tanpa henti

Pengalaman Les di Preply - Trial Lesson - Reana

Follow Us

Monday, January 5, 2026

Pengalaman Les di Preply - Trial Lesson

Ditulis 2 september 2025

Halo Sobat saya mau berbagi cerita pengalaman saya ambil les trial 1 on 1 di preply. Kenapa saya pilih preply? Preply ini salah satu platform yang iklannya sering muncul. Tapi bukan karena itu alasannya. Tapi karena preply ini banyak pilihan tutornya. Terus tampak lebih populer dibanding platform lain. So why not give it a try?

Sebenarnya saya tahu preply sudah lama. Dan ada keinginan ambil les juga sudah lama. Tapi entah kenapa tidak pernah maju-maju bergerak. Mungkin salah satu penyebabnya karena mahal. Ya benar sekali. Untuk ukuran saya ini termasuk mahal. Walau sebenarnya ada juga yang murah tergantung tutornya ya tapi di mindset saya adalah mahal. Apalagi kalau mau yang qualified pasti mahal kan. 


Kita juga gambling milih tutor mana yang cocok dengan kita karena kita sistemnya 1 on 1. Ya bayangkan saja per sesi itu 50 menit misal ambil speaking saja kamu bisa bayangin ga kamu bakal bosan? Atau misal kelas ga menarik. Sementara di situ kamu sendirian saja. 

Walau di profil mereka menampilkan mereka berpengalaman sekian tahun lalu punya sertifikat ini itu tapi banyak dari mereka bukan lulusan sastra Inggris tapi mereka native atau non-native yang punya sertifikat TEFL, CELTA, dan lain-lain.

Pengalaman pilih tutor
Awal akan memilih tutor saya putuskan untuk ambil tutor native wanita dan lebih tua dari saya. Alasan saya adalah supaya lebih nyaman saat kelas karena kita bakal speaking 1 on 1 selama 50 menit per sesi dan pastinya tidak akan 1 kali saja kan ya tapi minimal 1 kali seminggu. Jadi saya mau yang saya bisa feel free alias ga baper nantinya. 

Lalu saya pilih yang TOEFL certified karena tujuan saya biar speaking saya bisa dapat skor tinggi nantinya. Well, nemu dong saya tutor seperti yang saya harap. Saat saya lihat introduction videonya juga kelihatannya orangnya lembut dan speakingnya enak saya paham. Saya booking dong ya buat trial class. Ternyata setelah booking saya harus mengisi placement test. Saya tidak tahu menahu ada permintaan itu. Lalu saya dapat pesan dari sang tutor buat mengisi. Keesokan harinya baru saya isi. Dan kaget dong saya. Karena hasilnya saya masuk level advanced c1.4. Selama ini saya pikir saya B1 atau B2 lah ya. Apakah ini valid? Entahlah ya karena kalau saya coba tes di lembaga kursus lain juga saya ga masuk advanced. Hehe. Tapi mungkin juga memang kemampuan saya sudah meningkat sih ya. Who knows.

Ok, lanjutlah saya masuk trial session classroom sesuai jam yang sudah saya pilih. Huah nervous sih awal-awal mau masuk classroom. Saya sudah masuk duluan. Saya tunggu 5 menit kok ga ada tanda-tanda tutornya hadir. Lalu saya chat sang tutor saya berniat menunggu sampai 15 menit. Tak apalah pikir saya toh ini cuma trial 25 menit dan saya cuma bayar 6 dolar setelah potong voucher diskon. Trial session kan paling cuma kenalan dan ngobrol goalnya mau apa. Jadi ga perlu lama-lama. Menit demi menit berlalu tapi ternyata tetap tak ada tanda-tanda kehadiran. Menghitung menit deh pokoknya. Jadi akhirnya saya putuskan untuk cancel.

Well, saya kecewa banget sih saat itu sumpah. Saya chat lagi tutornya. Ini bukan chat sumpah serapah ya. Saya tidak begitu orangnya hehe. Ga lama kemudian sang tutor balas pesan saya dia bilang maaf kalau dia lagi ga enak badan dan flu. Dia minta reschedule. Tapi saya sudah terlanjur kecewa ya. Jadi saya putuskan move on. Hehe kayak relationship saja ya. Tapi beneran ini saya berpikir mana tahu nanti dia begitu lagi kalau sudah ambil kelas reguler. Saya ga mau kecewa lagi dan saya ga mau kasih kesempatan kedua walau sebenarnya dia memenuhi syarat tutor yang saya harap. Sangat disayangkan. Itu sudah red flag buat saya. Rasa kecewanya itu loh ya ampun ga taulah kenapa saya begitu amat. Nah dari sini saya belajar bahwa saya harus cari tutor yang bisa kasih saya rasa aman reassurance.

Jadi setelah saya cancel tertulis cancel and paid. Wah saya bayar dong ini rugi banget saya. Ga dapat apa-apa. Berhubung saya baru di sini ya belum tahu banyak tentang aturan di sini. Setelah saya cari tahu ternyata bisa mengajukan trial replacement. Saya cari dong ya customer servicenya. Alhamdulillahnya berhasil bisa dapat replacement setelah saya chat. Jadi saya tinggal cari tutor baru dan nanti otomatis masuk di akun pembayaran jadi 0. Tadinya saya pikir karena saya ambil yang 25 menit maka gantinya bakal 25 menit juga. Rupanya nggak dong. Saya dapat full 50 menit trial. Wah untung nih saya hehe. Padahal tadinya sudah sedih.

Tutor pilihanku
Pilihan saya jatuh pada 2 orang tutor. Dan kali ini pria semua. Hehe. Berubah 180 derajat ya setelah dikecewakan. :)

Ga ada lagi istilah takut baper. Karena sebenarnya ya saya ini lebih suka guru pria ketimbang wanita sih. Bukan bermaksud mengutamakan pria dibanding wanita tapi ini murni preferensi saja. Jadi tadi itu kekhawatiran di awal saja soal baper. Hehe. I know myself well. Saya profesional kok. Dan dalam sejarah hidup saya belum pernah baper sama guru sendiri. Malah saya yang terheran-heran dengan teman-teman cewek saya jaman dulu kok mereka bisa pada baper sama guru atau tutor. Aku kok biasa saja. Makanya ini pikiran aku saja yang berlebihan. Hehe.

Lanjut ke tutor pilihan ya. Jadi satu tutor memenuhi kriteria tutor yang saya cari. Dia ini super tutor yang artinya kehadiran selalu 100% dan beberapa kriteria lain yang bagus. Wah aku secure banget dengan tutor yang begini. Tapi sayangnya muridnya banyak. Haha. Jadwal tersedia tinggal sedikit. Walau sebenarnya masih bisa saya ambil karena sesuai jadwal kosong saya tapi saya mikir-mikir juga. Takut dia sudah kebanyakan murid dan energinya sudah habis pas ngajar saya lalu jadi kurang maksimal. Hehe overthinking lagi.

Tapi benar ini jadi pertimbangan saya banget. Karena saya mau full attention. Bukan karena apa-apa tapi karena sudah bayar mahal. Akhirnya saya putuskan ambil tutor satunya lagi yang ini tutor baru dan memang masih muda. Jomplang sih ya kalau yang tadi jauh lebih berpengalaman mengajar dari anak-anak sampai kakek-kakek dan masih seusia saya.

Kenapa saya pilih ini? Salah satu alasannya karena dia proaktif chat saya setelah saya saved kontak dia. Tutor satunya tidak. Mungkin sudah terlalu sibuk dan tidak begitu mencari murid ya. Well, that's Ok. Ini juga sebuah tanda.

Nah, saya lihat dia masih baru, muridnya belum banyak dan jadwalnya masih banyak. Saya bebas pilih. Dia juga certified TEFL level 5. Saya cek introduction videonya saya pikir bagus speakingnya. Suara juga saya cocok. Face? Cocok banget dong haha. Kelihatannya orangnya baik. Lah ini milih tutor atau milih jodoh sih? Tenang tenang... ini murni milih tutor kok. Lah kalau orang sana kan memang asli pada goodlooking jadi ya sebenarnya ini hal biasa saja kok. 

Dan dari beberapa video introduction para tutor saya memang menilai apakah seorang tutor itu klik ga sama saya. Saya harus nemu chemistrynya dulu. Kadang kan bisa juga kita ga cocok dengan aksen dan sebagainya. Lah ini cuma cari tutor aja pilih-pilih banget ya. Iya dong harus. Kan kita juga dikasih banyak pilihan tutor jadi kita harus milih. Kan kita juga bayar. Begitu loh sobat. Kita harus nemu yang cocok karena kita bakal tatap muka itu 50 menit per sesi ngobrol dan kita ada rencana nantinya ga cuma sekali dua kali saja kita ambil kelas kan. Itulah kenapa ini penting.

Saya sendiri kalau sudah cocok ya sudah lanjut saja. Malas trial lagi. 

Kesan pertama
Nah pas jadwal masuk kelas, aku tunggu eh dia muncul dong.. syukurlah. Tapi trouble guys. Ga ada suara. Haha. Kita pakai bahasa isyarat saja beberapa menit pertama. Saya coba pakai headset juga tetap bisu. Saya coba gonta-ganti setting audio di mic dan speaker juga ga ada hasil. Alamak apa-apaan ini. Berhubung saya juga baru ya belum tahu sistemnya gimana kalau saya keluar apa kelas otomatis selesai. Jadi saya tanya via chat. Dia juga kasih option via phone tadinya. Lalu saya pun izin ke dia buat keluar dulu lalu saya restart laptop saya. Saya masuk lagi dan dia masih menunggu di room. Hehe. 

Ok, jadi begitulah kesan pertama kami. Aneh banget. Tapi aku sama sekali ga nervous kok. Padahal sih biasanya kalau mau meeting pertama nervous ya. Ini nggak kok. Mungkin karena insiden tadi ya. Entahlah. Jadi selanjutnya kami kenalan dan ngomongin goalnya mau apa dan rencananya mau gimana. Lalu kita ngobrol-ngobrol saja malah kayak sudah mulai kelas pertama padahal sih belum ya. Baru trial ini loh. Saya pikir tadinya itu walau 50 menit bakal selesai lebih cepat karena kan cuma trial. Perkiraan saya kalau sudah kenalan sudah bahas goalsnya ya sudah. Eh ternyata lanjut. Malah mungkin keasyikan? Padahal tutornya ini tipe serius loh. Ga ada itu bercanda. Nah tibalah waktu 50 menit mau habis. Kurang 3 menit gitu. Saya bilang time is over. Eh tapi dia masih ngomong saja terus. Tadinya saya pikir kalau waktu habis bakal ketutup sendiri eh ternyata nggak ya. Jadi kita masih bisa lanjut. Dan akhirnya selesai di 60 menit perkiraan saya. Haha. Ga termasuk yang trouble tadi ya. Trouble 7 menit sendiri. Tutor on time masuk dari jam 20.30 lalu trouble sampe 20.37. Saya keluar restart dulu lalu masuk lagi. Mungkin restart dan masuk lagi bisa 2 menit sendiri. Lah berarti hampir 70 menit dong. Astaga. Padahal jatahnya 50 menit. Berarti aku kelebihan pakai waktu dia. :)

Ga tau ini keasyikan apa gimana? Pertanda match ga ya dia jadi tutor saya. Ada chemistrynya ga nih. Galau saya mau lanjut sama tutor ini ada pikiran takut salah pilih tutor. Wajar kan ya karena kita kan bayar mahal. Saya ga mau rugi uang waktu tenaga pikiran. Perhitungan banget ya. Ya iyalah saya melangkah ini bukan tanpa pertimbangan. Tapi beneran sih setelah trial ini ada rasa lega. Trus kepikiran kenapa ga dari dulu sih saya ambil les ini. Mungkin Tuhan bilang saat inilah yang tepat. Gitu kali ya. :)


Refleksi
Kalau di trial kita bisa ngobrol 1 jam apakah itu pertanda bagus kalau kita cocok? Semoga saja begitu ya. Soalnya kalau kulihat tutornya tipe serius ini. Kalem orangnya bukan yang ekspresif. Jarang dia tertawa. Ga pernah bercanda juga. Kalau ngobrol serius 1 jam betah semoga memang pertanda bagus ya. 

Ga tahu juga ini apa karena saya yang spirit belajarnya lagi tinggi juga makanya betah-betah saja. Karena memang saya ini pernah dapat tutor lokal yang galak dan bikin suasana tegang saja saya bertahan sampai akhir les. Padahal 2 jam per sesi durasinya. Dari 13 orang tinggal 5 orang yang bertahan sampai akhir. Hehe. Yang begini saja bisa bertahan apalagi kalau ketemu yang seru sefrekuensi energinya nyambung pasti jadi betah. 

Tapi bisa jadi juga ini trik marketing supaya saya ambil kelasnya? Huah... whateverlah ya... yang penting tujuan saya tercapai aja.

So, jadi baper ga nih? Nggak dong... seperti yang saya bilang tadi saya profesional dan belum ada sejarah hidup saya baper. Kalau sampai baper saya mencetak sejarah baru. Lagian, dia sudah pakai cincin. Jadi aman ga akan baper. :)

Tenang... dia juga profesional kok.. ada tulisannya profesional. 

Sekian dulu Sobat... see you next post!

Sayang dibuang ya sobat... 

No comments:

Post a Comment

leave your comment here!