Tepatnya 6 Desember 2025 lalu saya kembali melakukan pengabdian masyarakat ke yayasan di daerah Bekasi yaitu Yayasan Kubah Rahmatan. Kalau sebelumnya saya bersama 4 orang teman saya mengadakan acaranya, kali ini saya bersama 8 orang teman saya. Dua kali lipat banyaknya. Bagaimana ceritanya?
Jadi kalau sebelumnya temanya bahasa Inggris, kali ini temanya agama. Jadi ada sesi mengajar atau pemberian materi ke anak-anak di yayasan. Setelah itu kita baru bermain game dan bagi-bagi hadiah. Berhubung ketuanya masih sama, jadi konsep acara kita masih mengikuti pengabdian yang sebelumnya. Kita bagi-bagi hadiah untuk sesi kuis setelah materi dan sesi game. Kita ada 3 macam game. Seperti biasa saya minta sesi terakhir untuk saya bawakan game.
Sebelum acara kita bentuk panitia, rapat dan mulai kerja di bagian masing-masing. Tugas saya masih sama. Masih dipercaya jadi bendahara. Sepasang dengan teman saya yang di bagian pengadaan atau logistik. Dia yang seksi belanja.
Untuk tema mengajar sendiri kita ambil tema yang universal walau semua anak di situ muslim. Kita kaitkan agama dengan bullying. Yang kebagian mengajar ini teman-teman saya yang lain. Karena kita bersembilan jadi semuanya wajib kebagian tugas.
Seru banget di bagian akhir saat anak-anak diberi kuis untuk dapat hadiah mereka antusias banget. Apalagi hadiahnya bantal boneka. Semuanya berebut. Tapi saya senang karena mereka kompetitif dan tidak takut untuk tunjuk tangan.
Selesai acara kita berdoa lalu bagi-bagi goodie bag dan makan sore. Kita juga memberikan kenang-kenangan untuk pengurus yayasan. Di yayasan ini teman saya yang seksi belanja kewalahan sebelumnya. Mengapa? Karena si ibu yang kontak-kontakan dengan teman saya berulang kali bilang jumlah anak yang hadir beda-beda. Padahal kita butuh kepastian. Karena kita perlu memastikan berapa goodie bag dan makan sore yang harus kita beli. Kalau kelebihan nanti kasihan anak yang tidak dapat.
Awalnya hanya 15 anak lalu jadi 20 dan akhirnya jadi 25. Padahal kita sudah belanja. Mana sudah mepet pelaksanaan. Akhirnya setelah saya hitung-hitung dana masih cukup kalau mau menambah anak tapi dengan syarat budget lain ada yang dipangkas dan atas persetujuan teman-teman lain jadinya teman saya belanja lagi suvenir dan goodie bag tapi dengan isi goodie bag yang berbeda. Tak apa yang penting nanti kita tidak kekurangan souvenir, goodie bag dan makan sore. Yang penting semua anak dapat.
Sebenarnya kalau saya, ketua dan seksi logistik tidak masalah menambah dana agar rencana awal tetap terpenuhi tapi teman-teman lain tidak setuju jadi ya sudah tidak apa-apa. Akhirnya jalan tengah itu yang kita ambil. Dan semuanya berjalan lancar walau sempat harus memikirkan jalan keluar.
Tapi begitulah kita belajar untuk mengatasi masalah. Bagaimana caranya berpikir cepat dan mengambil tindakan. Lalu perbedaan pendapat itu sudah pasti ada. Dan ketua sempat kewalahan mengurus anggota lebih banyak karena sebelumnya kita hanya berlima dan solid sekali. Sekarang bersembilan bisa kebayang kan kalau lebih banyak suara itu bagaimana dengan karakter orang yang berbeda-beda.
Selanjutnya kami sempat berbincang dengan ibu-ibu pengurus yayasan sebelum akhirnya kami pulang. Kebetulan hujan saat itu. Alhamdulillah berkah ya hehe.
Semoga bisa mengadakan acara lagi untuk selanjutnya...
Walau lelah tapi terbayar rasa lelahnya. Saya berangkat dari jam 10.30 pagi dari rumah pulang sekitar jam 8 kurang 5 menit sampai rumah. Mana di jalan hujan jadi sempat berteduh. Kebayang kan lelahnya sobat. Tapi ga kapok. Karena kita happy berbagi dan ketemu anak-anak. Ketemu teman-teman juga karena lama kita ga ketemu. :)
Kalau kamu, apa ceritamu sobat?
No comments:
Post a Comment
leave your comment here!